MENANGGULANGI PERJAMUAN MALAM TUHAN (1)
Pembacaan Alkitab: 1Kor. 11:17-34
Dalam 1Korintus 10 Paulus membicarakan mengenai meja Tuhan. Dalam 10:16 ia berkata, ”Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?” Dalam ayat 21 ia melanjutkan berkata, ”Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mengambil bagian dalam perjamuan (meja) Tuhan dan juga dalam perjamuan (meja) roh-roh jahat.” Karena Paulus mulai membicarakan tentang meja Tuhan, mengapa ia tidak terus langsung membicarakan mengenai perjamuan malam Tuhan? Mengapa ia menyisipkan masalah kekepalaan atau penudungan kepala, di belakang perkataannya tentang meja Tuhan dan di depan perkataannya tentang perjamuan malam Tuhan? Kelihatannya hal ini tidak logis dan tidak beralasan. Namun, ada alasan untuk penyisipan ini.
Dalam sepuluh pasal pertama dari Surat Kiriman ini, Paulus menanggulangi masalah-masalah yang berhubungan dengan kehidupan orang Kristen; ia tidak menanggulangi masalah yang berhubungan dengan pemerintahan Allah. Tetapi dalam pasal 11 ia mulai menanggulangi masalah-masalah yang berhubungan dengan pemerintahan Allah. Hal pertama yang diperhatikan dalam pemerintahan Allah adalah kekepalaan Allah. Bila kekepalaan Allah dihormati; semua hal yang berhubungan dengan pemerintahan Allah akan beres. Tetapi bila kekepalaan Allah tidak dihormati, maka semua masalah akan menjadi tidak beres. Inilah sebabnya Paulus membahas masalah kekepalaan sebelum melanjutkan menanggulangi masalah perjamuan malam Tuhan.
MEJA TUHAN DAN PERJAMUAN MALAM TUHAN
Mengenai peringatan terhadap Tuhan, Paulus memakai istilah ”meja Tuhan” (Tl.) dalam 10:21 dan ”perjamuan malam Tuhan” (Tl.) dalam 11:20. Ada satu perbedaan yang penting antara meja Tuhan dengan perjamuan malam Tuhan. Kita tidak boleh menerima istilah-istilah ini begitu saja. Sebaliknya, kita harus bertanya mengapa Paulus membicarakan meja Tuhan dalam pasal 10 dan perjamuan malam Tuhan dalam pasal 11.
Meja Tuhan mengacu kepada kenikmatan terhadap Tuhan dalam persekutuan. Maka, makna meja Tuhan adalah kenikmatan untuk mengambil bagian dan kenikmatan untuk persekutuan. Ketika kita mengatakan bahwa kita mengambil bagian dalam meja Tuhan, maksud kita adalah kita menikmati Tuhan dalam persekutuan akan Dia. Ini adalah bagi kenikmatan dan kepuasan kita. Namun, perjamuan malam Tuhan adalah bagi kepuasan-Nya. Ini adalah bagi peringatan terhadap-Nya. Meja Tuhan dan perjamuan malam Tuhan saling berkaitan. Meja Tuhan adalah bagi kenikmatan kita, sedangkan perjamuan malam Tuhan adalah bagi kenikmatan-Nya. Kadang-kadang kita mungkin berkata, ”Tuhan, kami datang ke meja-Mu dan mengambil bagian dalamnya.” Ini menunjukkan bahwa kita menikmati Tuhan. Pada waktu lainnya kita mungkin berkata, ”Kami bersyukur kepada-Mu bahwa kami dapat memiliki perjamuan malam-Mu.” Ini menunjukkan bahwa kita memperingati Tuhan bagi kenikmatan dan kepuasan-Nya.
TUBUH JASMANI DAN TUBUH MISTIKAL
Dalam 11:29 Paulus memakai ungkapan ”tubuh”. Dalam Perjanjian Baru, tubuh mengacu kepada Tubuh mistikal Kristus di dalam Roh itu. Namun, karena dalam bagian ini Paulus sedang membicarakan tentang perjamuan malam Tuhan, maka tubuh di sini pasti mengacu kepada tubuh Yesus. Dalam ayat 24 Paulus mengutip perkataan Tuhan Yesus: ”Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Ini mengacu kepada tubuh jasmani-Nya atau mengacu kepada Tubuh yang mistikal? Kata-kata ”bagi kamu” menunjukkan bahwa tubuh di sini mengacu kepada tubuh jasmani Tuhan. Tubuh jasmani-Nya adalah bagi kita, sedangkan Tubuh mistikal Kristus adalah bagi Dia. Hari ini gereja sebagai Tubuh yang mistikal bukanlah bagi kita, melainkan bagi Kristus. Tetapi tubuh jasmani Yesus yang disalibkan itu adalah bagi kita. Karena itu, dalam peringatan terhadap Tuhan kita mengambil bagian dalam roti yang menandakan tubuh jasmani-Nya.
Satu Korintus 11:25 mengatakan, ”Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: ’Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dengan darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!’” Darah di sini pasti mengacu kepada darah jasmani, bukan darah yang mistikal. Kita mengambil bagian dalam cawan juga dalam peringatan terhadap Tuhan.
Meskipun tubuh dalam 11:24 mengacu kepada tubuh jasmani Yesus, tetapi Paulus memakai ungkapan ”tanpa mengakui tubuh” dalam ayat 29 juga untuk menekankan Tubuh yang mistikal. Beberapa orang mungkin akan berdebat bahwa ”mengakui (membedakan)” tubuh dalam ayat ini berarti hanya membedakan tubuh jasmani Yesus dari makanan biasa. Dalam ayat ini Paulus menyinggung makan dan minum. Makan berhubungan dengan tubuh jasmani dan minum berhubungan dengan darah jasmani; namun, pada akhir ayat 29 Paulus tidak membicarakan tentang tidak membedakan tubuh dan darah. Sebaliknya, ia hanya membicarakan tentang tidak membedakan tubuh. Karena itu, pembedaan ini bukan hanya mengacu kepada pembedaan terhadap tubuh dan darah jasmani Yesus dari makanan dan minuman biasa. Makna membedakan tubuh di sini melibatkan sesuatu yang lebih besar.
Tubuh jasmani Yesus diserahkan di atas salib untuk menggenapkan penebusan bagi kita. Tetapi tubuh itu tidak memiliki hubungan apa-apa dengan pemerintahan Allah sekarang ini. Tubuh Kristus yang mistikallah yang sepenuhnya dan yang mutlak berhubungan dengan pemerintahan Allah pada hari ini. Di luar Tubuh mistikal Kristus, Allah tidak memiliki cara, sarana, untuk melaksanakan pemerintahan-Nya. Ini berarti pemerintahan Allah akan dilaksanakan melalui Tubuh mistikal Kristus. Apakah yang sedang kita lakukan di bumi sebagai Tubuh mistikal Kristus? Sesungguhnya kita bukan sedang bekerja untuk menggenapkan penebusan, karena penebusan itu telah digenapkan satu kali untuk selamanya oleh Tuhan Yesus. Penebusan telah digenapkan sepenuhnya oleh persembahan tubuh jasmani Yesus di atas salib. Tetapi hari ini Kristus memiliki satu Tubuh yang mistikal, dan Tubuh ini adalah bagi pelaksanaan pemerintahan Allah.
Bila kita datang ke meja Tuhan, perhatian kita bukanlah pada penebusan atau pemerintahan ilahi; perhatian kita adalah untuk kenikmatan. Kita semua datang ke meja Tuhan untuk menikmati Tuhan dalam persekutuan. Kita mungkin tidak memiliki pemikiran apa pun tentang pemerintahan Allah. Namun, perjamuan malam Tuhan berhubungan dengan kenikmatan dan kepuasan Tuhan. Kita tidak boleh hanya memperhatikan kenikmatan kita di meja itu, melainkan juga memperhatikan kenikmatan Tuhan pada perjamuan malam-Nya. Kita mungkin memiliki hati untuk kenikmatan kita di meja itu, di pesta itu, tetapi tidak memiliki hati untuk mengingat Tuhan. Kita mungkin memperhatikan kepuasan kita saja, tetapi tidak memperhatikan kepuasan Tuhan. Karena itu, kita perlu lebih banyak terang dari Tuhan mengenai perjamuan malam Tuhan. Hal ini akan membuat sidang-sidang kita yang mengelilingi meja-Nya dapat ditingkatkan. Kita akan memuji Tuhan bahwa perjamuan malam itu adalah bagi peringatan, kenikmatan, dan kepuasan-Nya. Kita akan menyadari bahwa kita bukan hanya untuk kepuasan kita saja, tetapi juga agar Allah dipuaskan oleh-Nya.
Jika kita ingin Tuhan Yesus dipuaskan pada perjamuan malam Tuhan, maka kita bukan hanya harus memperingati Dia, melainkan juga harus memperhatikan pemerintahan Allah yang dilaksanakan oleh-Nya. Hari ini hal yang paling memuaskan Tuhan adalah pemerintahan ilahi. Jika kita memperingati Dia tanpa memperhatikan pemerintahan ilahi, Dia tidak akan gembira. Jika kita ingin membuat Allah gembira dan memuaskan-Nya, kita harus dapat berkata, ”Tuhan, sewaktu kami memperingati Engkau, kami membedakan Tubuh-Mu agar pemerintahan Allah dapat dilaksanakan oleh-Mu. Sewaktu kami mengingat Engkau, kami tidak lupa apa yang sedang Engkau lakukan di surga. Engkau duduk di surga untuk melaksanakan pemerintahan Allah.”
SAMPAI DIA DATANG
Dalam pasal 10 Paulus tidak mengatakan sesuatu tentang mengambil bagian dalam meja Tuhan sampai Dia datang. Tetapi dalam 11:26 ia berkata, ”Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” Kedatangan Tuhan akan mendatangkan Kerajaan Allah bagi pemerintahan-Nya. Kedatangan-Nya yang pertama adalah bagi penebusan, tetapi kedatangan-Nya yang kedua adalah bagi pemerintahan Allah. Ketika kita mengambil bagian dalam meja Tuhan, kita memperhatikan kenikmatan kita. Tetapi ketika kita mengambil bagian dalam perjamuan malam Tuhan, kita memperhatikan peringatan akan Dia dan pemerintahan Allah. Meja Tuhan adalah bagi kenikmatan kita. Namun, perjamuan malam Tuhan adalah bagi kenikmatan dan kepuasan-Nya. Lagi pula, kepuasan-Nya itu tergantung kepada pemerintahan Allah yang dilaksanakan oleh-Nya. Apakah Anda ingin memberikan peringatan yang terbaik kepada Tuhan? Jika Anda ingin melakukannya, maka Anda harus memperhatikan Tubuh yang mistikal, yaitu sarana Dia untuk melaksanakan pemerintahan Allah di bumi. Kita harus memperingati Dia secara demikian sampai Dia datang. Kita melakukan hal ini untuk melaksanakan pemerintahan-Nya sampai Dia datang kembali dan membawa Kerajaan-Nya ke bumi.
MEMBEDAKAN TUBUH BAGI
PEMERINTAHAN ALLAH
Kita telah menekankan fakta bahwa ketika kita mengambil bagian dalam meja Tuhan, kita menikmati Dia; dan ketika kita makan perjamuan malam Tuhan, kita memuaskan Dia dengan mengingat Dia dan memperhatikan pemerintahan Allah. Tetapi dengan cara apakah kita memperhatikan pemerintahan ini? Dengan cara membedakan Tubuh. Banyak orang Kristen tidak tahu apakah arti membedakan Tubuh ini.
Membedakan Tubuh pertama-tama adalah menyadari bahwa Kristus hanya memiliki satu Tubuh yang mistikal. Tetapi lihatlah situasi di antara kekristenan pada hari ini. Betapa banyaknya perpecahan! Setiap denominasi dan kelompok memiliki rotinya sendiri. Ada beberapa yang bahkan memaksakan pendapatnya bahwa jika Anda belum dibaptis oleh mereka dalam air mereka, maka Anda tidak boleh mengambil bagian dalam roti mereka. Ketika kita datang ke perjamuan malam Tuhan, kita harus membedakan Tubuh untuk menentukan apakah roti di atas meja itu mewakili Tubuh mistikal Kristus yang unik. Ini adalah satu perkara yang sangat penting.
Tubuh mistikal Kristus yang unik ini adalah sarana bagi Allah untuk melaksanakan pemerintahan-Nya. Tujuan kekal Allah adalah ingin mendapatkan sekelompok orang yang telah diselamatkan, ditebus, dan dilahirkan kembali, dan yang telah menjadi satu untuk menjadi satu Tubuh yang organik untuk melaksanakan pemerintahan-Nya. Tetapi tipu muslihat Iblis adalah memotong Tubuh ini berkeping-keping. Ini menghalangi pemerintahan Allah. Selama kita ada di dalam perpecahan, maka kita di luar pemerintahan Allah. Karena alasan ini, kekristenan pada hari ini menjadi tidak berguna dilihat dari pelaksanaan pemerintahan ilahi ini. Orang-orang Kristen mungkin memberitakan Injil untuk menyelamatkan jiwa-jiwa atau mengajarkan Alkitab untuk membantu orang lain mengenal Firman itu. Tetapi hal ini benar-benar tidak memadai untuk melaksanakan pemerintahan Allah. Pelaksanaan pemerintahan ilahi ini memerlukan Tubuh yang unik, Tubuh yang mistikal. Karena kita menyadari hal ini, maka kita membenci perpecahan dan mutlak menentangnya.
Perpecahan-perpecahan itu merusak Tubuh mistikal Kristus dalam hubungannya dengan pelaksanaan pemerintahan Allah. Meskipun orang-orang Kristen dapat memberitakan Injil dan mengajarkan Alkitab, tetapi hanya sedikit yang memperhatikan Tubuh mistikal Kristus bagi pelaksanaan pemerintahan Allah di bumi. Seandainya semua orang Kristen mau memperhatikan hal ini, betapa menakjubkannya situasi ini! Pemerintahan Allah di bumi akan sangat hebat! Tetapi perpecahan-perpecahan di antara orang-orang Kristen bukan hanya melumpuhkan Tubuh Kristus; bahkan membuat Tubuh ini terpotong berkeping-keping. Hal ini membuat Allah kesulitan menggenapkan sesuatu di bumi bagi pelaksanaan pemerintahan-Nya. Selama berabad-abad, Allah belum dapat melaksanakan pemerintahan-Nya karena sarana unik bagi hal ini, yaitu Tubuh mistikal Kristus, telah terpotong berkeping-keping melalui perpecahan ini.
Bertahun-tahun kita telah sangat terkesan dengan makna meja Tuhan. Kita tahu bahwa tubuh jasmani Yesus telah diberikan bagi penggenapan penebusan kita supaya kita dapat menikmati Dia dalam persekutuan. Karena itu kita sering berdoa, ”Tuhan, terima kasih kepada-Mu untuk darah penebusan-Mu. Terima kasih kepada-Mu karena menebus kami dengan mencurahkan darah-Mu. Tuhan, kami juga bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah menyerahkan tubuh-Mu di kayu salib untuk menanggung dosa-dosa kami, mati bagi kami, dan mengakhiri ciptaan lama. Tu-han, sekarang kami di sini menikmati meja-Mu. Engkau telah menyerahkan diri-Mu sendiri melalui kematian dan sekarang, dalam kebangkitan, Engkau berada di atas meja ini untuk kami nikmati.” Sekarang, kita juga harus terkesan bahwa makan perjamuan malam Tuhan adalah untuk memuaskan Dia. Ini adalah untuk memberikan peringatan kita kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa kita di sini adalah bagi pelaksanaan pemerintahan Allah. Agar pemerintahan Allah dapat dilaksanakan, kita harus memperhatikan keesaan Tubuh Kristus yang mistikal dan unik ini. Dengan memiliki perhatian yang demikian ini, kita akan terjaga dalam Tubuh dan dari perpecahan apa pun. Jika kita memiliki pemahaman yang demikian tentang perjamuan malam Tuhan ini, kita tidak akan dipecah-belah oleh apa pun. Sebaliknya, kita akan tetap tinggal di dalam Tubuh mistikal yang unik ini, yaitu sarana bagi Kristus untuk melaksanakan ministri surgawi-Nya bagi penggenapan pemerintahan ilahi.
MENGUJI DAN MEMBEDAKAN
Mengenai perjamuan malam Tuhan, Paulus memakai dua kata yang penting: menguji dan membedakan. Ayat 28 mengatakan, ”Karena itu, hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.” Menguji diri sendiri adalah memeriksa apakah kita makan roti dan minum cawan dengan cara yang layak atau dengan cara yang tidak layak. Ketika Paulus menulis Surat Kiriman ini, beberapa orang beriman di Korintus makan perjamuan malam Tuhan dengan cara yang tidak layak, dengan tidak menyadari bahwa cawan dan roti ini bukan yang biasa dan berbeda dengan makanan biasa. Kita harus sadar bahwa cawan ini menandakan darah yang Tuhan curahkan di atas salib bagi dosa-dosa kita. Jadi, kita tidak boleh meminumnya secara umum, secara biasa, tetapi meminumnya dengan cara yang memperlihatkan kita sadar bahwa cawan ini berbeda dengan minuman biasa. Kita harus mengambil roti ini dengan cara yang sama.
Namun, kita menolak ajaran aliran tertentu yang takhayul tentang transubstansiasi (perubahan menjadi zat lain). Menurut ajaran bidah ini, roti dan anggur di dalam cawan itu benar-benar menjadi tubuh dan darah Kristus.
Meskipun kita menolak transubstansiasi itu, tetapi kita harus menyadari bahwa sewaktu kita minum cawan dan makan roti, keduanya ini adalah tanda-tanda yang agung, kudus, dan ilahi. Cawan ini menandakan darah adi Tuhan kita yang terkasih yang telah dicurahkan di atas salib bagi dosa-dosa kita, dan roti menandakan tubuh yang Dia serahkan bagi kita di atas salib. Karena itu, kita tidak boleh memperlakukan tanda-tanda ini dengan ceroboh. Jika kita makan dan minum dengan ceroboh, maka kita mengambil bagian dalam perjamuan malam Tuhan dengan cara yang tidak layak. Kita perlu menguji diri kita sendiri untuk memastikan bahwa kita layak mengambil bagian dalam perjamuan malam Tuhan. Pengujian terhadap diri kita sendiri ini adalah agar kita dapat layak untuk mengingat Tuhan.
Kata kedua yang penting yang dipakai oleh Paulus adalah membedakan. Ayat 29 mengatakan, ”Karena siapa yang makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.” Kata ”mengakui” di sini dalam bahasa aslinya adalah ”membedakan”, ”memisahkan”. Kita telah menunjukkan bahwa ini adalah membedakan tubuh jasmani Tuhan dengan Tubuh yang mistikal bagi pelaksanaan pemerintahan Allah. Menguji diri sendiri adalah bagi peringatan akan Tuhan; membedakan Tubuh terutama adalah bagi pelaksanaan pemerintahan Allah. Kapan saja kita datang ke meja Tuhan, kita tidak seharusnya hanya menikmati Tuhan; kita juga harus mengingat Dia dengan menguji diri kita sendiri. Kita harus bertanya apakah kita hidup dengan cara yang melayakkan kita makan perjamuan malam Tuhan. Kita tidak boleh mengambil darah dan tubuh Tuhan dengan ceroboh. Sebaliknya, kita harus sadar bahwa tanda-tanda di atas meja ini menandakan darah dan tubuh Tuhan yang mustika. Kemudian kita harus bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita hidup dan berperilaku dengan cara yang membuat kita layak makan perjamuan ini. Ini adalah untuk memperingati Tuhan. Pada waktu yang sama kita harus membedakan apakah roti di atas meja ini menandakan Tubuh mistikal Kristus yang unik atau menandakan satu perpecahan. Jika roti ini menandakan satu kelompok perpecahan atau denominasi, karena kita membedakan Tubuh, kita tidak boleh mengambilnya. Membedakan Tubuh secara demikian adalah mengakui bahwa Tubuh ini berbeda dengan perpecahan apa pun. Kita membedakan Tubuh dengan cara demikian bagi pelaksanaan pemerintahan Allah.
Meskipun jumlah kita masih sedikit, tetapi para malaikat dan roh-roh jahat tahu bahwa pendirian kita berbeda dengan kekristenan yang telah terpecah-belah. Selain itu, dalam batin kita memiliki jaminan bahwa kita membedakan Tubuh bagi pelaksanaan pemerintahan Allah di bumi. Kita juga adalah televisi surgawi di bumi yang memantulkan apa yang sedang Kristus lakukan di surga bagi pemerintahan ilahi ini. Orang lain mungkin menentang kita, berdebat dengan kita, dan membenarkan diri mereka sendiri. Tetapi dalam hati nurani mereka, mereka tidak memiliki jaminan bahwa mereka membedakan Tubuh mistikal yang unik ini. Puji Tuhan, kita memiliki jaminan ini!