MENANGGULANGI KARUNIA-KARUNIA (3)
Pembacaan Alkitab: 1Kor. 12:23-31
C. Perbauran antar Anggota
Di dalam ayat 23-27 Paulus membicarakan mengenai perbauran antar anggota. Ayat 23-24 mengatakan, ”Kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus, dan terhadap anggota-anggota kita yang kurang layak diperlihatkan, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang layak diperlihatkan. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus.” Kata ”menyusun” secara harfiah berarti membaurkan; mencampurkan, menggabungkan, saling menyesuaikan. Allah telah membaurkan semua anggota Kristus yang berbeda-beda ke dalam satu Tubuh. Untuk ini kita perlu banyak pengubahan (Rm. 12:2), yaitu kita perlu diubah dari hayat yang alamiah kepada yang rohaniah oleh Roh yang sama bagi kehidupan Tubuh yang praktis.
Tidaklah mudah dibaurkan bersama di dalam Tubuh. Bahkan suami dan istri sulit dibaurkan bersama. Dalam Tubuh kita dibaurkan bersama dengan banyak anggota lainnya. Lagi pula, Tubuh itu lokal dan universal. Jika Anda mengira Anda telah berbaur dengan baik bersama orang-orang kudus di lokal Anda, Tuhan mungkin akan membawa seseorang dari bagian dunia lainnya untuk menguji Anda berapa banyak Anda telah dibaurkan. Inilah situasi gereja di Anaheim. Anaheim adalah satu teladan yang baik dari gereja tempat orang-orang dari berbagai ras dan kebangsaan yang berkumpul bersama-sama dan mengalami perbauran. Allah telah membaurkan berbagai anggota Kristus, ke dalam satu Tubuh. Perbauran yang demikian ini memerlukan banyak pengubahan. Bagi kehidupan Tubuh yang praktis ini kita perlu diubah oleh Roh itu dari hayat yang alamiah kepada hayat yang rohaniah.
Allah telah membaurkan Tubuh ini bersama-sama, dengan memberikan penghormatan khusus kepada anggota yang kurang layak diperlihatkan supaya ”jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda-beda itu saling memperhatikan” (ayat 25). Dalam kehidupan Tubuh, perawatan yang sama seharusnya diberikan kepada semua anggota yang berbeda. Perawatan yang berbeda bisa menimbulkan perpecahan.
Allah tidak dapat melaksanakan pemerintahan-Nya jika Tubuh ini terpecah belah. Allah hanya memiliki satu jalan untuk melaksanakan pemerintahan-Nya di alam semesta ini. Menurut Efesus 1:10, Allah akan membuat Kristus menjadi Kepala atas segala sesuatu melalui Tubuh Kristus. Pertama-tama Kristus harus mengepalai gereja. Kemudian Allah akan memakai Tubuh Kristus yang dikepalai oleh Kristus dan dalam Kristus ini untuk mengepalai segala sesuatu. Waktunya akan tiba di mana segala sesuatu akan dikepalai di dalam Kristus. Ini akan menjadi zaman kegenapan waktu. Agar hal ini dapat terjadi, maka Allah harus mengepalai kita dalam Kristus. Inilah sebabnya Tuhan mutlak memerlukan pemulihan-Nya.
Dalam kekristenan hari ini Tubuh ini telah terpecah belah. Beberapa orang menyatakan bahwa kita ini terlalu sempit dan eksklusif. Sebenarnya, situasinya justru berkebalikan. Kita tidak eksklusif dan tidak sempit. Kita mengakui dan menerima semua orang beriman sejati, tidak peduli apakah latar belakang mereka. Asalkan mereka adalah kaum beriman yang telah dibasuh oleh darah, dilahirkan kembali oleh Roh itu dalam Kristus, kita menerima mereka. Kita tidak memiliki kredo, keyakinan khusus, atau sebutan atau syarat khusus lainnya. Kita hanya percaya kepada Alkitab secara umum. Hal ini akan memberi Allah kesempatan untuk mengumpulkan sisa orang-orang yang mengasihi Dia dan mencari Dia dan memakai mereka untuk memulihkan kehidupan gereja yang tepat. Allah sedang memakai kehidupan gereja dalam pemulihan Tuhan sebagai satu kesaksian keesaan di tengah-tengah perpecahan ini.
Kita dengan tegas bersaksi bahwa kita menolak semua faktor yang memecah belah. Salah satu contoh faktor itu adalah memaksakan bentuk baptisan tertentu. Meskipun kita mempraktekkan doa-baca, kita tidak membiarkan doa-baca itu menjadi satu faktor perpecahan. Jika orang-orang yang menghadiri sidang tidak ingin doa-baca, kita tidak memaksa mereka melakukannya. Perkara bahasa lidah itu bukanlah faktor perpecahan di antara kita. Karena kita menolak semua faktor perpecahan, maka Tuhan memiliki jalan untuk mendapatkan orang yang tersisa untuk menggantikan perpecahan-perpecahan itu, supaya Allah dapat melaksanakan pemerintahan-Nya.
Dalam ayat 3-11 Paulus berkali-kali menyinggung Roh itu. Tetapi dalam ayat 12-27 ia tidak meyinggung Roh itu, melainkan memakai kata tubuh 18 kali. Dalam ayat 13 kita memiliki peralihan dari Roh itu kepada Tubuh: ”Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Dalam satu Roh kita semua telah dibaptis ke dalam satu Tubuh. Namun, banyak orang aliran Kharismatik, hanya membicarakan dibaptis dalam Roh. Tetapi ayat 13 mengatakan bahwa dalam satu Roh kita telah di baptis ke dalam satu Tubuh untuk minum satu Roh itu. Kita perlu menyadari bahwa kita telah dibaptis ke dalam satu Tubuh untuk minum. Kita bukan hanya telah dibaptis di dalam satu Roh; kita juga telah dibaptis ke dalam satu Tubuh dengan satu tujuan khusus minum satu Roh itu. Dalam pemulihan, kita dengan sangat tegas menekankan perkara berada di dalam satu Tubuh dengan minum satu Roh itu. Apakah Anda sekarang berada di dalam Tubuh dan minum? Saya dapat mengumumkan dengan berani bahwa saya berada di dalam satu Tubuh dan minum satu Roh itu.
Dibaptis dalam satu Tubuh adalah mengalami sesuatu sekali untuk selamanya. Sedangkan minum satu Roh itu adalah pengalaman yang terus-menerus. Kita dapat membandingkan baptisan ini dengan suatu pernikahan, dan membandingkan minum dengan kehidupan pernikahan. Pengalaman kehidupan pernikahan yang sejati bukan terjadi pada saat menikah. Pesta pernikahan adalah prosedur untuk mengakui fakta adanya pernikahan. Tetapi pengalaman kehidupan pernikahan ini berlanjut hari demi hari. Sama halnya dengan baptisan dan minum. Banyak orang Kristen hanya memiliki ”pesta pernikahan” yaitu baptisan saja; tetapi mereka tidak memiliki ”kehidupan pernikahan”yaitu setiap hari minum satu Roh itu. Dalam pemulihan Tuhan kita memiliki baptisan dan minum, pernikahan dan kehidupan pernikahan setiap hari. Kita memiliki prosedur untuk menerima dan memperoleh fakta itu, dan kita memiliki pengalamannya saat demi saat. Sekarang kita berada di dalam Tubuh untuk minum. Di dalam satu Roh kita semua telah dibaptis. Sekarang saya gembira karena kita berada di dalam Tubuh ini untuk minum. Betapa indahnya minum Roh itu di dalam Tubuh! Kadang-kadang saya menikmati banyak minum hingga saya gembira dan lupa diri karena sukacita.
Setelah beralih dari Roh itu kepada Tubuh dalam ayat 13, dalam ayat 14-27 Paulus membicarakan tubuh ini dengan anggota-anggotanya. Di sini kita melihat bahwa Paulus memusatkan perhatian pada Tubuh dan berbeban mengenai Tubuh ini. Karunia-karunia rohani itu bukan hanya perkara yang berasal dari Roh itu, tetapi juga perkara bagi Tubuh. Karunia-karunia itu berasal dari Roh itu dan oleh Roh itu, tetapi karunia-karunia itu bukan bagi kita secara individu. Karunia-karunia adalah bagi Tubuh.
Selama bertahun-tahun saya mengenal sejumlah saudara dan saudari yang kalau dikatakan secara manusia, kelihatannya tidak memiliki karunia. Tetapi mereka memiliki roh yang kuat dengan satu hati bagi Tubuh. Hasilnya, mereka sangat dipakai oleh Tuhan. Saya kenal ada satu pasangan yang telah dirawat oleh belas kasihan Tuhan. Mereka menerima kasih karunia-Nya, dan mereka mulai mengasihi Tuhan. Lambat laun, setelah bertahun-tahun, mereka bertumbuh dalam Tubuh ini dan menerima beban bagi Tubuh ini. Satu-satunya karunia yang kelihatannya mereka miliki adalah kasih terhadap Tubuh, dan kasih terhadap orang-orang kudus. Sekarang dalam lokal mereka ada ekspresi kehidupan gereja yang indah.
Namun, orang-orang yang bertalenta sejak lahir, diberi karunia setelah lahir kembali, dan terdidik dengan baik, mungkin tidak berguna sama sekali dalam membangunkan kehidupan gereja yang tepat. Mereka mungkin tidak memakai karunia mereka bagi Tubuh, melainkan bagi diri mereka sendiri. Tetapi pasangan yang saya sebutkan tadi berada di dalam Tubuh dan memperhatikan Tubuh. Karena itulah, Tuhan memakai mereka dalam membangun sebuah gereja lokal. Jika saudara dan saudari ini senantiasa menerima kasih karunia dan terpelihara dalam kasih karunia ini, maka fungsi mereka, karunia mereka akan diperkaya, ditinggikan, dan berlipat ganda. Namun, orang-orang yang bertalenta, berkarunia, terdidik, dan fasih berbicara mungkin dapat menyebabkan masalah dan akhirnya bahkan menimbulkan perpecahan.
Pergerakan Kharismatik hari ini kelihatannya sangat berhasil. Namun, juga sangat terpecah-belah. Selain itu, pergerakan ini juga tidak membantu kaum beriman bertumbuh dalam hayat. Pergerakan Kharismatik ini mutlak merupakan satu kategori yang berbeda dengan pemulihan Tuhan.
Kita perlu melihat bahwa mengenai karunia-karunia, Paulus sangat menekankan Tubuh. Kita harus berada di dalam Tubuh, kita harus bagi Tubuh, dan kita harus sepenuhnya memiliki perasaan Tubuh, dan memusatkan perhatian pada Tubuh. Jika kita sadar akan Tubuh, dan memusatkan perhatian pada Tubuh, maka kita akan dipakai oleh Tuhan.
Jika kita memeriksa sejarah pemulihan Tuhan, kita akan melihat bahwa orang-orang yang memperhatikan Tubuh telah dipakai oleh Tuhan. Tetapi orang-orang yang mengabaikan Tubuh mengalami kegagalan. Siapa saja yang bersandar pada Tubuh, yang berada di dalam Tubuh, dan bagi Tubuh, dengan tidak bersandar kepada karunia-karunia, ia akan berguna. Ini adalah satu hukum yang beroperasi di dalam ruang lingkup rohani. Alasan hukum ini berfungsi adalah karena Allah tidak memperhatikan karunia-karunia kita Dia memperhatikan Tubuh. Karunia Anda bukanlah sarana Allah untuk melaksanakan pemerintahan-Nya. Sarananya adalah Tubuh mistikal Kristus. Tubuh adalah alat yang dipakai Allah untuk melaksanakan pemerintahan-Nya.
Beberapa orang mungkin akan menunjukkan bahwa Tubuh ini telah terpecah-belah. Ya, ini memang benar. Tetapi dalam Alkitab ada satu prinsip-prinsip pemulihan. Sekalipun Tubuh ini telah terpecah-belah, tetapi Allah masih memiliki prinsip pemulihan ini. Menurut prinsip ini, Allah tidak memerlukan sejumlah besar orang atau pergerakan massal. Cukup sejumlah kecil yang tersisa memihak kepada maksud Allah dan menjadi satu dengan Dia di dalam maksud-Nya itu. Kemudian yang tersisa ini, jumlah yang kecil ini, akan dipakai oleh Allah untuk memulihkan apa yang telah hilang. Karena itu, dalam pandangan Allah, kita adalah Tubuh. Kita bukanlah Tubuh yang mula-mula, melainkan Tubuh yang telah dipulihkan, Tubuh yang berada dalam pemulihan.
Dari pengalaman kita tahu bahwa sering kali apa yang dipulihkan itu lebih indah, sempurna, dan mustika daripada apa yang telah hilang itu. Tuhan kehilangan mustika-Nya, tetapi sekarang Dia memiliki satu pemulihan. Pemulihan ini mustika dan berharga bagi-Nya. Selain itu, pemulihan Tuhan ini telah sangat diberkati Tuhan di seluruh dunia. Misalnya, meskipun kita tidak mengutus misionaris ke Jepang, banyak gereja yang telah dibangkitkan di sana melalui pekerjaan Pengatur surgawi yang beroperasi melalui Tubuh-Nya.
Kita perlu melihat pemerintahan surgawi dan prinsip-prinsip surgawi. Sesungguhnya saya tidak meremehkan orang-orang Kristen pada hari ini; namun, saya tidak setuju dengan kesalahan mereka dan kebutaan mereka. Apa yang mereka kira sebagai jalan yang terbaik untuk bekerja bagi Allah itu sebenarnya bukan yang terbaik. Kita tidak perlu melakukan begitu banyak hal atau menggunakan uang seperti yang mereka lakukan. Apa yang kita perlukan adalah memberikan jalan kepada Tuhan untuk melaksanakan pemerintahan-Nya melalui Tubuh-Nya. Jika kita menempuh jalan-Nya dan membiarkan Dia menjadi Pengatur, Dia akan dapat memperoleh bumi ini bagi diri-Nya sendiri. Oleh belas kasihan-Nya, inilah yang sesungguhnya kita lakukan di dalam kehidupan gereja hari ini. Kita hanya membiarkan Dia menjadi Pengatur, dan kita mengikuti prinsip bahwa karunia-karunia itu haruslah bagi Tubuh. Apa saja yang bagi Tubuh adalah karunia yang paling berguna. Maka, saya mendorong Anda untuk melupakan apa yang dapat Anda lakukan dan apa karunia-karunia Anda, dan sebaliknya, perhatikanlah Tubuh.
IV. KARUNIA-KARUNIA YANG ALLAH DIRIKAN DALAM GEREJA
Dalam 12:28-31 Paulus membicarakan karunia-karunia yang Allah dirikan dalam gereja. Ayat 3-11 menekankan Roh itu, ayat 12-27 menekankan Tubuh, dan ayat 28-31 menekankan pemerintahan. Ayat 28 mengatakan, ”Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam berbagai jenis bahasa lidah.” Gereja (jemaat) di sini mengacu kepada gereja baik dalam aspek universal maupun dalam aspek lokalnya. Dalam ayat 12-27, gereja adalah Tubuh Kristus. Tubuh adalah organisme untuk membiarkan Kristus yang adalah hayat kaum beriman bertumbuh dan mengekspresikan diri-Nya sendiri. Gereja adalah suatu perhimpunan, untuk membiarkan Allah menjalankan pemerintahan-Nya. Karena itu, dalam pasal 12 ketika menanggulangi karunia-karunia, ada empat perkara yang ditekankan: berbicara, Roh itu, Tubuh, dan pemerintahan. Berbicara membawa kita masuk ke dalam Roh itu, Roh itu membawa kita masuk ke dalam Tubuh, dan Tubuh ini memelihara kita di dalam Roh itu. Jadi, Efesus 4:4 membicarakan tentang satu Tubuh dan satu Roh. Jika kita berada di dalam Tubuh, kita akan memiliki Roh itu, karena Tubuh memelihara kita di dalam Roh itu. Jika keadaan kita demikian, maka Tubuh ini tidak akan terpecah-belah; melainkan, tetap satu di dalam Roh itu. Maka Tubuh ini akan layak bagi pelaksanaan pemerintahan Allah. Sebagai gereja, Tubuh ini adalah sarana Allah untuk melaksanakan pemerintahan di bumi.
Tubuh sebagai gereja adalah jemaat Allah. Tubuh Kristus adalah satu organisme untuk menumbuhkan Kristus dan mengekspresikan Dia. Jemaat Allah, yaitu gereja, adalah sarana Allah untuk melaksanakan pemerintahan-Nya. Jadi, kita berawal dari berbicara, kepada Roh itu, kepada Tubuh, dan akhirnya kita maju kepada pemerintahan Allah. Kedatangan Tuhan kembali akan menjadi perampungan akhir dan puncak dari pemerintahan-Nya. Apa yang sedang kita lakukan dalam pemulihan Tuhan adalah mempersiapkan jalan untuk membawa Dia kembali. Haleluya untuk berbicara, Roh itu, Tubuh, dan pemerintahan! Semuanya ini adalah untuk membawa Tuhan Yesus kembali.
Dalam ayat 28 Paulus menyinggung rasul-rasul, nabi-nabi, dan pengajar. Rasul-rasul adalah orang-orang yang dipanggil dan diutus Allah (1:1; Rm. 1:1), (1) untuk memberitakan Injil agar orang-orang dosa dapat diselamatkan untuk menjadi bahan-bahan bagi pembangunan gereja, (2) untuk mendirikan gereja-gereja (Kis. 14:21-23), dan (3) untuk mengajarkan kebenaran ilahi. Ministri mereka bersifat umum untuk semua gereja. Nabi-nabi adalah orang-orang yang berbicara bagi Allah dan mengutarakan Allah dengan wahyu Allah; adakalanya mereka juga menerima gerakan dan mengucapkan nubuat-nubuat (Kis. 11:27-28). Bagi penggenapan orang-orang kudus dan pendirian gereja-gereja, mereka berada di urutan yang kedua setelah para rasul. Guru-guru adalah mereka yang mengajarkan kebenaran menurut pengajaran para rasul (Kis. 2:42) dan wahyu para nabi. Baik para nabi maupun para pengajar bersifat universal dan lokal (Ef. 4:11; Kis. 13:1).
Dalam ayat 28 Paulus juga menunjukkan mengenai melayani (menolong) dan memimpin. Menolong, pasti mengacu kepada pelayanan-pelayanan para diaken diaken laki-laki dan diaken perempuan (1Tim. 3:8-13). Pemimpin atau pengatur mengacu kepada kepenatuaan dalam gereja.
Dalam ayat 28 Paulus akhirnya menyinggung berbagai jenis bahasa lidah. Berkata-kata dalam bahasa lidah sekali lagi dicantumkan sebagai butir terakhir dari operasi Allah dalam gereja.
Dalam ayat 29 dan 30 Paulus mengajukan sejumlah pertanyaan: ”Apakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Apakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan atau untuk berkata-kata dalam bahasa lidah, atau untuk menafsirkan bahasa lidah?” Tentu saja, jawaban terhadap ketujuh pertanyaan ini adalah tidak. Berkata-kata dalam bahasa lidah dan penafsiran bahasa lidah, untuk kali ketiga dicantumkan terakhir dalam tulisan Paulus, karena faedahnya terhadap gereja paling kecil (14:4-6, 19).
Dalam ayat 31 Paulus berkata, ”Jadi, berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang lebih penting. Na-mun, aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.” Berusaha untuk memperoleh karunia-karunia yang lebih penting adalah bergairah bagi karunia itu, suka akan karunia itu. Ungkapan karunia yang lebih penting menunjukkan beberapa karunia, seperti berkata-kata dalam bahasa lidah dan menafsirkan bahasa lidah, adalah lebih kecil, karena faedah mereka sangat kecil bagi gereja. Ini juga menunjukkan bahwa kita seharusnya lebih mendambakan karunia-karunia yang lebih besar, seperti bernubuat (bertutur-sabda) dan mengajar, yang mendatangkan faedah lebih besar bagi pembangunan gereja (14:1-6). Untuk memiliki karunia-karunia yang lebih besar ini, kita perlu bertumbuh dalam hayat, mencapai kematangan. Karunia-karunia yang lebih besar dikembangkan melalui pertumbuhan hayat, dari karunia awal (1:7) yang kita terima ketika kita dilahirkan kembali.
Paulus menutup ayat 31 dengan mengatakan bahwa ia akan menunjukkan jalan yang lebih utama kepada orang-orang Korintus. Jalan untuk mendapatkan karunia-karunia yang lebih besar adalah kasih. Inilah jalan yang didefinisikan sepenuhnya dalam pasal berikutnya.