MENANGGULANGI KARUNIA-KARUNIA (2)
Pembacaan Alkitab: 1Kor. 12:12-22
Dalam 12:1-11 Paulus menekankan dua perkara: berbicara dan Roh itu. Orang Kristen haruslah menjadi orang yang berbicara. Jika kita diam saja dalam penyembahan kita, maka kita akan menjadi penyembah yang bisu. Kita bukan menyembah Allah yang bisu, melainkan menyembah Allah yang hidup dan berbicara. Jadi, pembicaraan kita adalah tanda bahwa kita adalah penyembah-penyembah Allah yang tepat. Selain itu, kapan saja kita berbicara, Kristus harus menjadi intinya. Kita bahkan harus mengutarakan Tuhan Yesus. Menurut 12:3, bila kita berkata, ”Tuhan Yesus,” maka kita berada di dalam Roh itu. Karena itu, berbicara adalah penekanan pertama Paulus dalam 12:1-11, dan Roh itu adalah yang kedua.
Sebagai orang-orang Kristen, kita semua harus berbicara. Bila kita mengutarakan Tuhan, maka kita berada di dalam Roh itu. Misalnya, sewaktu saya berbicara, saya menghirup udara. Saya bukan hanya dikelilingi oleh udara, tetapi udara juga berada di dalam saya. Semakin saya membuka mulut saya untuk berbicara, semakin banyak udara yang masuk ke dalam saya dan menjenuhi saya. Jika saya tidak mau berbicara atau menghirup, maka udara itu tidak akan bisa masuk ke dalam diri saya. Lalu batin saya tidak akan dapat menerima suplaian oksigen yang diperlukan. Agar oksigen itu bekerja di dalam saya, maka saya perlu menghirup dan berbicara. Dengan berbicara saya menikmati udara itu. Sama prinsipnya, bila kita berbicara bersama Kristus sebagai inti dari pembicaraan kita, maka kita akan berada di dalam Roh itu.
III. SATU TUBUH DENGAN BANYAK ANGGOTA
Dalam menanggulangi karunia-karunia ini, penekanan Paulus yang ketiga adalah Tubuh. Dalam 12:12-22 ia berkali-kali membicarakan tentang Tubuh. Hari ini di antara banyak orang aliran Pentakosta ada sikap acuh tak acuh terhadap Tubuh ini. Mereka mungkin mencari Roh itu dan karunia-karunia Roh tanpa menyadari bahwa karunia-karunia Roh itu mutlak bagi Tubuh. Karunia-karunia ini adalah milik anggota-anggota, tetapi karunia-karunia itu bukanlah bagi anggota-anggota itu. Sebaliknya, karunia-karunia ini adalah milik anggota dan bagi Tubuh.
Kita dapat memakai anggota-anggota tubuh jasmani kita sebagai gambaran bagaimana karunia-karunia itu adalah bagi Tubuh. Tangan saya memiliki karunia tertentu dan dapat melakukan hal-hal tertentu. Tetapi karunia dan fungsi tangan saya ini bukanlah bagi tangan itu sendiri, melainkan bagi tubuh. Demikian juga, kaki memiliki kemampuan untuk berjalan. Kita dapat mengatakan bahwa kaki memiliki karunia untuk berjalan. Tetapi kemampuan ini, karunia ini, adalah bagi tubuh, bukan hanya bagi kaki itu sendiri. Sama prinsipnya, mulut kita makan bagi tubuh, dan mata kita melihat bagi tubuh. Bukankah satu hal yang mengerikan jika mulut makan bagi dirinya sendiri dan bukan bagi tubuh? Jika demikian, makanan itu akan tetap ada di dalam mulut dan tidak disuplaikan kepada tubuh. Juga mengerikan jika mata berfungsi hanya untuk dirinya sendiri dan tidak melihat bagi tubuh. Mata ini memiliki satu fungsi, kemampuan untuk melihat. Namun, meskipun karunia melihat ini adalah milik mata, tetapi bukan bagi mata, melainkan bagi tubuh. Hidung juga berfungsi bagi tubuh. Jika hidung egois dan menahan semua udara bagi dirinya sendiri, maka tubuh tidak akan dapat menerima udara itu. Hidung menghirup udara bagi tubuh. Semua gambaran ini memperlihatkan bahwa karunia yang adalah milik setiap anggota tubuh adalah bagi seluruh tubuh.
Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa setelah menekankan Roh itu, Paulus segera beralih kepada Tubuh dan menekankan perihal Tubuh itu. Dalam 12:1-3 Paulus menekankan berbicara, dan dalam ayat 4-11 penekanannya adalah pada Roh itu. Dalam ayat-ayat ini kata Roh dipakai tujuh kali. Tetapi dalam ayat 12-22 kata kuncinya adalah Tubuh.
A. Penyusunan Tubuh
Ayat 12 mengatakan, ”Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan semua anggota tubuh itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” Kata ”karena” di sini menunjukkan bahwa ayat ini adalah keterangan dari ayat 11, yang mengatakan bahwa Roh yang satu itu mengerjakan semua aspek penyataan-Nya yang berbeda, yang dibagi-bagikan kepada banyak orang beriman secara perorangan. Ini sama seperti tubuh jasmani kita adalah satu namun memiliki banyak anggota.
”Kristus” dalam ayat 12, dalam bahasa Yunaninya adalah ”Kristus itu”, mengacu kepada Kristus yang korporat, yang tersusun dari Kristus sendiri sebagai Kepala dan gereja sebagai Tubuh-Nya beserta semua orang beriman sebagai anggota-anggota. Semua orang beriman Kristus bersatu dengan-Nya secara organik dan disusun dengan hayat dan unsur-Nya, menjadi Tubuh-Nya, suatu organisme yang mengekspresikan Dia. Karena itu, Dia bukan hanya Kepala tetapi juga Tubuh. Sebagaimana tubuh jasmani kita memiliki banyak anggota tetapi adalah satu, demikian juga Kristus.
Dalam ayat 13 Paulus melanjutkan, ”Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Roh itu adalah wilayah dan unsur baptisan rohani kita, dan di dalam Roh yang sedemikian kita semua dibaptis ke dalam satu wujud yang organik, yaitu Tubuh Kristus. Karena itu, kita semua seharusnya menjadi satu Tubuh ini, tak peduli ras, kebangsaan, dan tingkat sosial kita. Kristus adalah hayat dan unsur penyusun Tubuh ini, dan Roh itu adalah realitas Kristus. Di dalam Roh yang satu inilah kita semua dibaptis ke dalam satu Tubuh yang hidup untuk mengekspresikan Kristus.
Kaum beriman Kristus telah dibaptis melalui air dan di dalam Roh ke dalam (1) Kristus, (2) kematian Kristus (Rm. 6:3), (3) nama persona dari Allah Tritunggal (Mat. 28:19), dan (4) Tubuh Kristus. Baptisan membawa kaum beriman masuk ke dalam kesatuan yang organik dengan Kristus dan Allah Tritunggal, menjadikan mereka anggota-anggota Tubuh Kristus yang hidup. Semua karunia adalah penyataan yang dibagikan kepada orang beriman secara individu oleh Roh itu, bagi faedah dan pembangunan Tubuh ini. Rasul penuh perasaan akan hal ini. Dia sangat memiliki perasaan Tubuh, dan berpusat pada Tubuh, tidak seperti orang-orang Korintus dan begitu banyak orang beriman lainnya sepanjang abad yang berpusat pada diri sendiri dalam karunia-karunia rohani. Itulah sebabnya setelah ayat ini dia memberikan percakapan yang panjang mengenai Tubuh kepada mereka. Maksudnya adalah untuk menyelamatkan mereka dari penuntutan bagi diri sendiri dan kembali kepada perhatian akan Tubuh, sehingga mereka tidak lagi untuk faedah pribadi mereka, tetapi untuk pembangunan Tubuh Kristus.
Dalam ayat 13 Paulus membicarakan tentang orang Yahudi dan orang Yunani, budak dan orang merdeka. Orang Yahudi dan orang Yunani mengacu kepada berbagai ras dan kebangsaan, sedangkan budak dan orang merdeka mengacu kepada tingkatan sosial.
Dibaptis di dalam Roh itu adalah masuk ke dalam Roh itu, tenggelam di dalam-Nya; minum Roh itu adalah menerima Roh itu ke dalam kita sehingga seluruh diri kita dijenuhi oleh-Nya. Melalui kedua prosedur ini kita dibaurkan dengan Roh itu. Dibaptis ke dalam Roh itu merupakan awal perbauran dan adalah sekali untuk selamanya. Minum Roh itu merupakan kelanjutan dan penggenapan perbauran dan adalah terus-menerus sampai selamanya.
Hari ini orang-orang aliran Pentakosta sering membicarakan baptisan dalam Roh, tetapi tidak semua yang membicarakan dibaptis ke dalam Tubuh. Baptisan Roh ini bukanlah untuk individu, melainkan bagi Tubuh. Dalam ayat 13 ini Paulus dengan jelas berkata, ”Sebab dalam satu Roh kita semua . . . dibaptis menjadi satu tubuh.” Tubuh ini adalah satu kesatuan yang organik. Dari Matius 28:19 dan Galatia 3:27 kita tahu bahwa kita telah dibaptis ke dalam Allah Tritunggal dan ke dalam Kristus. Allah Tritunggal dan Kristus itu organik dan hidup. Dari Roma 6:3 kita tahu bahwa kita bukan hanya telah dibaptis ke dalam Kristus, tetapi juga ke dalam kematian-Nya. Secara positif, kita telah dibaptis ke dalam Allah Tritunggal dan ke dalam Kristus; secara negatif, kita telah dibaptis ke dalam kematian Kristus. Aspek negatif baptisan ini membersihkan hal-hal negatif seperti dosa, daging, ego, dan ciptaan lama. Hasil akhir baptisan adalah kita dimasukkan ke dalam Tubuh. Haleluya, kita berada di dalam Tubuh!
Jika kita ingin memiliki satu apresiasi yang tepat terhadap karunia-karunia rohani ini, kita perlu melihat tiga perkara penting ini yaitu berbicara, Roh itu, dan Tubuh. Karunia rohani adalah hal berbicara, oleh Roh, dan untuk Tubuh. Kapan saja Anda memakai karunia rohani bagi diri Anda sendiri dan bukan bagi Tubuh, maka Anda akan menghapus karunia Anda. Sekali lagi, karunia ini bukanlah bagi anggota itu sendiri, melainkan bagi tubuh. Jika kaki memakai karunia untuk berjalan bagi dirinya sendiri dan bukan bagi tubuh, maka kaki itu akan menghapuskan karunianya sendiri. Banyak orang yang menuntut karunia rohani dan ada beberapa yang kelihatannya telah menerima karunia-karunia itu. Tetapi dalam banyak kasus mereka telah menerima karunia-karunia itu dengan sia-sia, karena mereka memakainya bagi diri mereka sendiri dan bukan bagi Tubuh. Banyak dari antara orang-orang Kristen pada hari ini yang tidak mempunyai pemikiran tentang Tubuh. Sebenarnya, kita tidak perlu menuntut karunia-karunia itu begitu banyak. Sebaliknya, kita seharusnya belajar bagi Tubuh. Jika kita bagi Tubuh, kita akan memiliki karunia yang berlimpah. Selain itu, bagi Tubuh ini akan memperkaya, mempertinggi, menguatkan, dan bahkan menggandakan karunia-karunia kita.
Dalam menanggulangi karunia-karunia ini, Paulus sangat memiliki perasaan akan Tubuh, sangat memiliki perasaan akan gereja. Perhatiannya tertuju kepada pembangunan gereja. Karunia-karunia itu bukanlah untuk membina diri sendiri, melainkan untuk pembangunan Tubuh.
Oleh belas kasihan Tuhan saya ingin bersaksi bahwa saya telah memperhatikan Tubuh ini selama bertahun-tahun. Alasan saya memiliki satu karunia berbicara yang kuat adalah karena saya belum pernah berpikir untuk memakai karunia ini bagi diri saya sendiri. Beban, perhatian, dan minat saya adalah gereja-gereja dan tetap bagi gereja-gereja. Saya tidak mempunyai kedambaan untuk menjadi pembicara yang populer. Beban saya adalah bagi Tubuh dan bagi semua gereja. Semakin saya berbicara bagi gereja-gereja dan kepada gereja-gereja, semakin saya harus melayani.
Saya mengapresiasi perkataan Paulus dalam 12:13: ”Sebab dalam satu Roh kita semua . . . telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Di manakah kita dapat minum satu Roh ini? Kita meminum Roh ini di dalam Tubuh. Jika kita tidak berada di dalam Tubuh, maka tidak akan ada aliran. Tidak akan ada sesuatu untuk diminum. Aliran ini ada di dalam Tubuh. Menurut Kitab Wahyu, dalam kekekalan, aliran ini akan ada di dalam Yerusalem Baru (Why. 22:1-2). Hari ini, aliran ini, sungai ini, ada di dalam Tubuh. Dalam satu Roh kita semua telah dibaptis menjadi satu Tubuh untuk minum dari satu Roh.
Banyak dari antara kita yang dapat bersaksi bahwa sebelum kita masuk ke dalam kehidupan gereja di dalam pemulihan Tuhan, kita berada di tanah yang kering atau di tanah yang berawa-rawa. Mungkin ada sedikit air di tanah yang berawa-rawa ini, tetapi tidak baik untuk diminum. Tetapi dalam kehidupan gereja di dalam pemulihan Tuhan, kita minum Roh itu setiap hari, dan bahkan sepanjang waktu. Kita bukan hanya ada di mata air, kita bahkan ada di dalam aliran ini. Saya sangat mengapresiasi ayat ini yang memberi tahu kita bahwa kita telah dibaptis ke dalam satu Tubuh untuk minum! Dalam satu Roh kita telah dibaptis menjadi satu Tubuh untuk minum dari satu Roh ini. Ketika kita penuh dengan air Roh ini, maka kita tidak akan mempunyai pilihan selain membiarkan air ini meluap dari dalam kita. Selama saya melayani di Amerika Serikat, saya telah diluapi dengan Roh itu. Saya diluapi dengan perkataan hikmat, dengan perkataan mengenai Kristus sebagai kedalaman Allah. Saya juga telah diluapi dengan perkataan pengetahuan. Selain itu, saya dapat bersaksi bahwa saya bukan bagi kepentingan saya sendiri. Perhatian saya hanyalah bagi Tubuh Kristus.
Kita semua perlu melupakan diri kita sendiri, lokal kita, pekerjaan kita, dan kerohanian pribadi kita dan terbeban oleh Tuhan mengenai Tubuh-Nya. Hal ini akan membuat kita diperkaya, ditinggikan, dan dikuatkan dalam karunia-karunia rohani kita. Bayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang yang menerima perkataan ini mau bagi Tubuh dan rela melupakan diri mereka sendiri, dan melupakan kerohanian pribadi mereka, dan masa depan rohani mereka. Hal ini akan menjadi satu situasi yang menakjubkan! Di waktu-waktu mendatang Tuhan akan dapat menggenapkan banyak hal bagi pelaksanaan pemerintahan Allah di bumi. Gereja-gereja di seluruh bumi benar-benar akan menjadi televisi surgawi yang mengekspresikan apa yang sedang Kristus lakukan di dalam ministri surgawi-Nya. Agar hal ini dapat terjadi, kita harus melihat Tubuh dan bagi Tubuh.
B. Kebutuhan yang Mutlak akan Setiap Anggota
Dalam ayat 14-22 kita melihat kebutuhan yang mutlak akan setiap anggota Tubuh. Tubuh ini bukan terdiri atas satu anggota, melainkan banyak anggota. Kaki tidak boleh berkata, ”Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh.” Telinga tidak boleh berkata, ”Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh.” Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan, ”Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: ”Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
Dalam 12:14-22 Paulus menyebut Tubuh ini sepuluh kali. Namun, dalam ayat-ayat ini ia tidak menyinggung Roh itu satu kali pun. Di sini Paulus menekankan Tubuh. Inilah sebabnya saya tidak setuju dengan orang-orang aliran Pentakosta yang membicarakan tentang Roh dan karunia-karunia Roh dalam 1Korintus 12, tetapi tidak memberikan penekanan yang tepat pada Tubuh. Orang-orang yang menaruh perhatian kepada Roh dan mengabaikan Tubuh adalah memecah-belah. Tidak ada orang Kristen lainnya yang memecah belah seperti orang-orang aliran Pentakosta.
Kita telah berkali-kali menunjukkan bahwa dalam pasal 12, Paulus pertama-tama menekankan masalah berbicara, kemudian Roh itu, dan kemudian Tubuh. Pembicaraan yang tepat mendatangkan Roh itu. Ketika kita berkata, ”Tuhan Yesus,” kita akan berada di dalam Roh itu. Kemudian, menurut ayat 13, Roh itu membawa kita masuk ke dalam Tubuh. Sekarang kita perlu memusatkan perhatian pada Tubuh dan memiliki perasaan Tubuh ini. Inilah penekanan Paulus dalam 1Korintus 12.
Haleluya untuk berbicara, untuk Roh itu, dan untuk Tubuh ini! Melalui berbicara kita berada di dalam Roh itu. Bila kita memperhatikan Tubuh, kita akan terpelihara di dalam Roh itu. Bagaimana kita bisa berada di dalam Roh itu? Yaitu dengan berkata, ”Tuhan Yesus.” Bagaimana kita tetap tinggal di dalam Roh itu dan terpelihara di dalam Roh itu? Yaitu dengan berada di dalam Tubuh dan memperhatikan Tubuh. Kita perlu melakukan dua hal: berbicara dan tinggal di dalam Tubuh. Bila kita berbicara, kita akan dibawa masuk ke dalam Roh itu, dan bila kita tinggal di dalam Tubuh, maka kita akan terpelihara di dalam Roh itu.
Saya dapat bersaksi bahwa setiap hari saya sangat menikmati Roh itu. Alasan saya menikmati Roh itu adalah karena saya berkata, ”Tuhan Yesus,” dan saya tinggal di dalam Tubuh. Tidak mungkin saya keluar dari Tubuh. Ke mana saja saya pergi, Tubuh ada di sana. Puji Tuhan untuk Tubuh ini yang menjaga kita di dalam Roh itu!
Bila kita ada di dalam Roh, maka kita akan memiliki karunia-karunia Roh itu. Roh itu tidak akan pernah bekerja dengan sia-sia. Sewaktu Dia menyertai kita, Dia menyalurkan karunia-karunia tertentu kepada kita.
Jika kita semua masuk ke dalam Roh itu melalui berbicara, dan juga tinggal di dalam Roh itu melalui memperhatikan Tubuh, maka Tuhan akan memiliki jalan untuk melaksanakan pemerintahan Allah. Dia akan memiliki Tubuh yang mistikal sebagai satu alat di bumi untuk mengekspresikan apa yang sedang Dia lakukan di surga. Kita semua dapat menjadi orang-orang yang berada di dalam Roh dan di dalam Tubuh.
Sejak saya meninggalkan daratan China pada tahun 1949, kira-kira ada 380 gereja yang telah dibangunkan di lima benua melalui ministri ini. Semuanya ini telah digenapkan tanpa dewan misi, pencarian dana, atau orang-orang yang terlatih di seminari-seminari. Sebaliknya, ini adalah karena kita memantulkan ministri surgawi Kristus bagi pelaksanaan pemerintahan Allah. Apa yang telah dilakukan Tuhan sejak tahun 1949 adalah satu bukti yang kuat bahwa apa yang Allah perlukan hari ini di bumi adalah ekspresi yang riil dari Tubuh mistikal Kristus. Misalnya, karena Tubuh ini universal, maka sekarang ada gereja di Pretoria, Afrika Selatan, meskipun kita belum pernah mengutus seorang pun ke tempat itu bagi kehidupan gereja di sana. Hal ini membuat saya memiliki harapan yang besar untuk masa yang akan datang. Masa depan pemulihan Tuhan itu mulia. Saya benar-benar percaya bahwa apa saja yang telah Tuhan katakan dalam Perjanjian Baru itu akan digenapi. Tidak diragukan lagi bahwa Tuhan sedang bekerja untuk memulihkan, mendapatkan, Tubuh mistikal-Nya. Kita perlu membedakan Tubuh-Nya dan tetap tinggal di dalam Tubuh ini, supaya kita dapat menikmati Roh itu bagi pemerintahan Allah.