← Daftar isi 1 Korintus (3) · bab 10/23

MENANGGULANGI PERJAMUAN MALAM TUHAN (3)

Pembacaan Alkitab: 1Kor. 11:17-32

MENJADI PERINGATAN AKAN TUHAN

Satu Korintus 11:24-25 mengatakan, ”Dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata, ’Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!’ Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, ’Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dengan darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!’” Kata ”menjadi”, di sini dan dalam ayat berikutnya tidak hanya menyiratkan tujuan tetapi juga hasil. Mengambil bagian dalam perjamuan malam Tuhan pasti menghasilkan suatu akibat, yaitu peringatan akan Tuhan yang terus-menerus bagi kepuasan-Nya.

Mengadakan perjamuan malam Tuhan bagi peringatan akan Tuhan berarti kita mengadakan perjamuan malam dengan tujuan memperingati Dia. Tetapi mengadakan perjamuan malam Tuhan menjadi peringatan akan Tuhan berarti kita mengadakan perjamuan malam dengan hasil kita memperingati Tuhan. Kita mungkin datang untuk mengambil bagian dalam perjamuan malam Tuhan dengan tujuan memperingati Dia, namun perjamuan malam yang kita makan itu tidak menghasilkan peringatan terhadap Tuhan. Bukannya menghasilkan peringatan yang tepat terhadap Tuhan, hasilnya malah mendatangkan penghukuman atas kita. Misalnya kaum beriman di Korintus datang berkumpul untuk memperingati Tuhan. Tetapi hasilnya benar-benar berbeda. Makan dan minum mereka bukan menghasilkan peringatan akan Tuhan, melainkan mengha-silkan penghukuman atas mereka sendiri.

Dalam pasal 11 Paulus memperingatkan orang-orang Korintus bagaimana mengadakan perjamuan malam Tuhan agar tidak mendatangkan penghukuman atas mereka, melainkan mereka memperingati Tuhan. Mungkin saja hasil dari kita makan perjamuan malam Tuhan adalah penghukuman, bukannya peringatan terhadap Tuhan.

Pemikiran yang terwujud dalam kata ”menjadi” dalam ayat-ayat ini dalam dan tinggi. Di sini, arti kata yang dipakai ini bukan hanya tujuan, tetapi juga hasil. Apakah hasil dari Anda makan perjamuan malam Tuhan? Apakah akan menghasilkan peringatan terhadap Tuhan, atau penghukuman karena berbuat salah? Inilah perkataan Paulus yang serius kepada orang-orang Korintus.

Makan perjamuan malam Tuhan adalah untuk memuaskan Tuhan. Tetapi bukannya datang berkumpul untuk memuaskan Tuhan, orang-orang Korintus ini malahan berusaha memuaskan diri mereka sendiri. Fakta bahwa ada beberapa orang yang mabuk membuktikan bahwa mereka hanya memperhatikan kepuasan mereka sendiri (ayat 21). Datang ke perjamuan malam Tuhan dengan maksud untuk menerima kepuasan bagi diri kita sendiri berlawanan dengan prinsip perjamuan malam-Nya. Kita tidak boleh datang ke perjamuan malam Tuhan dengan maksud yang demikian. Sebaliknya kita harus datang dengan maksud memuaskan Tuhan.

Hanya melakukan peringatan yang dangkal saja kepada Tuhan, itu tidak akan memuaskan Dia. Dia akan puas bila kita mengadakan perjamuan malam dengan cara yang menghasilkan peringatan terhadap-Nya. Hanya mengingat Tuhan saja, itu dangkal. Tetapi mengambil bagian dalam perjamuan malam Tuhan yang menghasilkan peringatan akan Dia, itu baru dalam. Mengingat Tuhan adalah sesuatu yang sementara. Ini mungkin hanya akan berlangsung sewaktu kita makan perjamuan malam-Nya. Sewaktu kita makan perjamuan malam itu, kita mengingat Dia. Tetapi makan perjamuan malam Tuhan yang menghasilkan peringatan terhadap Tuhan itu menyiratkan bahwa peringatan ini datang dan juga akan terus berlangsung setelah kita selesai makan. Jadi, peringatan ini adalah satu kelanjutan dari perihal makan. Makan menghasilkan peringatan, dan peringatan ini adalah kelanjutan dari makan.

SATU PERINGATAN YANG BERHUBUNGAN

DENGAN PEMERINTAHAN ALLAH

Perkataan Paulus dalam pasal 11 ini berhubungan dengan apa yang Tuhan katakan dalam Matius 26:29: ”Akan tetapi, Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.” Perkataan ini terdapat dalam Matius, Injil yang berkenaan dengan kerajaan. Kerajaan adalah perkara pemerintahan Allah. Makan perjamuan malam Tuhan harus menghasilkan satu peringatan yang sangat berhubungan dengan pemerintahan Allah.

Apakah hasil dari Anda makan perjamuan malam Tuhan mendatangkan pemerintahan Allah? Jika tidak, Anda mengambil bagian dalam perjamuan malam Tuhan itu terlalu dangkal. Pada waktu seorang beriman berada dalam perjamuan malam Tuhan, ia mungkin berkata kepada dirinya sendiri, ”Oh, aku sadar bahwa Tuhan mati bagiku. Sekarang kasih-Nya mendorongku pada malam Hari Tuhan untuk mengingat Dia dengan makan perjamuan malam-Nya. Sewaktu aku mengambil bagian dalam perjamuan malam ini, aku mengingat Dia. Aku mengingat inkarnasi-Nya dan bagaimana Dia lahir dari seorang dara di Betlehem. Aku mengingat bagaimana Dia dibesarkan di kota Nazaret, bagaimana Dia menderita dan dianiaya, bagaimana Dia dikhianati, dihakimi, dikutuk, dan dihukum mati di atas salib. Aku mengingat khususnya Dia mati di atas salib bagi dosa-dosaku.” Mengingat Tuhan secara demikian memang baik, tetapi tidak ada hubungannya dengan kerajaan, dengan pemerintahan Allah. Setelah perjamuan malam Tuhan, tidak ada hasil yang tahan lama dalam hubungannya dengan peringatan terhadap Tuhan. Jika perihal makan perjamuan malam Tuhan yang kita lakukan berhenti dengan peringatan semacam ini, maka pengambilan bagian kita dalam perjamuan malam Tuhan itu terlalu dangkal. Makan perjamuan malam Tuhan yang sejati harus menghasilkan pemerintahan Allah; harus menghasilkan kerajaan.

Makan perjamuan malam Tuhan harus berhubungan dengan kerajaan. Setelah makan perjamuan malam Tuhan itu berakhir, tidak boleh tidak ada hasil yang berkesinam bungan. Sebaliknya, harus menghasilkan kerajaan, pemerintahan Allah. Dengan kata lain, makan perjamuan malam Tuhan harus memuaskan Dia dengan mendatangkan kerajaan, dengan membawa diri kita dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kita masuk ke dalam hubungan yang tepat dengan pemerintahan Allah. Ini bukanlah perkara yang dapat berlangsung selama satu jam. Perkara ini hanya dapat digenapkan melalui satu proses yang akan datang. Proses yang akan datang ini sebenarnya adalah Kerajaan Allah, pemerintahan Allah, yang terwujud di bumi.

MENGUJI DAN MEMBEDAKAN

Karena hubungan antara perjamuan malam Tuhan dengan pemerintahan Allah itu merupakan perkara yang sangat serius, Paulus berpesan kepada orang-orang Korintus untuk menguji diri mereka sendiri dan membedakan tubuh (ayat 28-29). Jika kita tidak menguji diri kita sendiri dan tidak membedakan tubuh, mungkin kita makan perjamuan malam Tuhan tanpa menghasilkan peringatan terhadap Tuhan. Kita perlu menguji diri kita sendiri apakah sikap kita itu tepat, dan kita juga harus membedakan tubuh. Kemudian perjamuan malam Tuhan itu akan menghasilkan satu kepuasan yang penuh bagi Tuhan dan juga melaksanakan pemerintahan Allah. Inilah makan perjamuan malam Tuhan yang tepat.

Mungkin Anda bingung bagaimana makan perjamuan malam Tuhan dapat menghasilkan pelaksanaan pemerintahan Allah. Sebagai orang-orang Kristen, kita telah diselamatkan, kita telah dilahirkan dari Allah menjadi anak-anak Allah, dan kita telah dibawa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Menurut Yohanes 3:3 dan 5, kelahiran kembali membawa kita masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jika kita tidak dilahirkan dari Roh, maka kita tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Tetapi melalui kelahiran kembali, kita telah dibawa masuk ke dalam Kerajaan Allah dan juga telah menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus. Kita perlu sadar bahwa kita telah dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah, dibawa masuk ke dalam Kerajaan, dan menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus. Begitu kita memiliki pemahaman ini, kita perlu melihat tujuan dari semuanya ini. Mengapa kita dilahirkan kembali, dibawa masuk ke dalam Kerajaan, dan menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus? Jawabannya adalah kita dilahirkan kembali supaya kita dapat menempuh satu kehidupan bagi Kerajaan Allah dan Tubuh Kristus. Kerajaan dan Tubuh haruslah menjadi sasaran kehidupan kita.

Sebagai orang-orang Kristen, kita di sini bukan sekadar untuk mendapatkan satu kehidupan yang baik. Banyak orang Kristen mengasihi Tuhan, tetapi mereka tidak menyadari bahwa kehidupan mereka di bumi ini adalah bagi Kerajaan Allah dan Tubuh Kristus. Bagi Kerajaan Allah dan Tubuh Kristus adalah bagi pemerintahan Allah. Hari ini pemerintahan Allah dilaksanakan oleh Kerajaan dan Tubuh. Ini harus menjadi kehidupan kita sehari-hari. Kemudian pada hari pertama dari setiap minggu, kita datang berkumpul dengan tujuan untuk makan perjamuan malam Tuhan dengan harapan agar kehidupan kita akan menjadi satu kehidupan bagi Kerajaan Allah dan Tubuh Kristus. Jika Anda memahami hal ini, Anda akan tahu bagaimana makan perjamuan malam Tuhan yang dapat menghasilkan kepuasan yang demikian kepada Tuhan.

Pemahaman kita mengenai meja Tuhan dan perjamuan malam Tuhan ini mungkin masih berada di bawah pengaruh latar belakang agama kita. Pikiran kita mungkin dijenuhi dengan pikiran-pikiran dan konsepsi tradisional sehingga kita tidak memiliki kapasitas untuk memasukkan sesuatu yang baru. Ini adalah seperti gelas yang telah penuh sampai ke bibirnya, di dalam gelas itu tidak ada tempat lagi untuk sesuatu yang lain. Dengan memakai ilustrasi lainnya, pikiran kita mungkin sama seperti satu bangunan apartemen dengan tanda ”Tidak ada Kamar Kosong” yang digantungkan di depannya. Secara tidak sadar kita mungkin menggantungkan tanda ”Tidak ada kamar kosong: aku tidak dapat memahami hal lain lagi mengenai perjamuan malam Tuhan.” Saya khawatir kalau-kalau keadaan hampir semua orang kudus seperti ini.

MEMBERITAKAN KEMATIAN TUHAN

Dalam 11:26 Paulus berkata, ”Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” Di meja Tuhan, sewaktu kita makan dan minum, kita membuat satu deklarasi. Kita memberitakan kematian Tuhan sampai Dia datang. Memberitakan berarti memproklamirkan, mengumumkan, atau memamerkan. Dalam agama yang terorganisir, baik Katolik maupun Protestan, saya meragukan ada orang yang menyadari bahwa tujuan yang disebut misa atau persekutuan kudus itu adalah memberitakan kematian Kristus, memamerkan kematian-Nya kepada alam semesta ini. Orang-orang yang menghadiri misa atau persekutuan secara otomatis memiliki pemikiran tentang memperingati kematian Kristus. Ini adalah konsepsi yang alamiah. Lagi pula, pastor-pastor menguatkan konsepsi ini dengan ajaran mereka. Orang-orang itu dengan spontan mengira bahwa mengambil bagian dalam persekutuan kudus itu adalah memperingati kematian Kristus.

Namun, ini bukanlah pemikiran Rasul Paulus dan Tuhan Yesus bahwa kita harus memperingati kematian Kristus. Tuhan Yesus berkata, ”Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Kita mengambil bagian dalam perjamuan ini bukan menjadi peringatan akan sesuatu, melainkan menjadi peringatan terhadap Persona yang hidup. Kita mengambil bagian dalam roti dan cawan menjadi peringatan akan Tuhan. Seperti yang telah kita lihat, ini berarti kita meng-ambil bagian dalam perjamuan ini agar menghasilkan peringatan akan Dia. Memperingati Tuhan adalah satu perkara yang penting. Meskipun demikian, sebagian besar orang Kristen tidak sadar bahwa pada persekutuan kudus itu mereka harus memperingati Tuhan, bukan hanya apa yang telah Dia lakukan bagi kita. Perhatikanlah bahwa ayat 24 dan 25 mengatakan ”peringatan akan Aku”. Dalam bahasa aslinya ada kata sandang ”itu”. Jadi ayat ini mengatakan ”peringatan akan Aku itu.” Pemakaian kata sandang ”itu” menekankan dan menegaskan pernyataan ini. Kita tidak boleh memperingati yang lainnya; kita hanya memperingati Kristus itu sendiri.

Meskipun kita ingin memperingati Tuhan, tetapi kita tidak disuruh memperingati kematian-Nya. Sebaliknya, dalam ayat 26 ini kita melihat bahwa kita harus memberitakan kematian Tuhan. Kematian Kristus bukanlah untuk kita ingat, melainkan untuk kita beritakan, umumkan, dan pamerkan. Kita harus memamerkannya kepada semua malaikat, roh jahat, manusia, dan makhluk ciptaan lainnya. Kita harus memberitakan, mengumumkan kematian Tuhan sampai Dia datang. Dalam ayat ini kata ”sampai” sangat bermakna, karena ini mengacu kepada Kerajaan.

DUA KEDATANGAN KRISTUS

Dalam ayat 26 kita memiliki kematian Tuhan dan kedatangan Tuhan. Di antara kematian Kristus dan kedatangan-Nya ada satu celah, yang diisi oleh gereja. Kita dapat mengatakan bahwa gereja adalah satu jembatan yang menghubungkan kematian Tuhan dengan kedatangan-Nya. Jadi, gereja menjembatani celah yang dalam ini dari satu sisi ke sisi lainnya. Ini berarti gereja melanjutkan kematian Tuhan dan mendatangkan kedatangan-Nya kembali. Tanpa gereja, celah ini tidak akan dapat dijembatani. Tidak akan ada jalan untuk menghubungkan kematian Tuhan dengan kedatangan-Nya.

Sasaran kedatangan Kristus kali pertama adalah kematian-Nya, tetapi apakah yang akan menjadi sasaran kedatangan-Nya kali kedua? Jawaban untuk pertanyaan ini ada dalam Matius 26:29. Di sini, sewaktu Tuhan mendirikan perjamuan malam-Nya, Dia memberi tahu kita bahwa Dia tidak akan minum buah anggur ini sampai Dia meminumnya bersama-sama dengan kita di dalam Kerajaan Bapa-Nya. Ini menunjukkan bahwa kedatangan-Nya kali kedua memiliki satu sasaran dan sasaran ini adalah Kerajaan.

Kedua kedatangan Tuhan ini masing-masing memiliki satu sasaran. Sasaran kedatangan-Nya kali pertama adalah mati untuk menggenapkan penebusan yang almuhit. Sasaran kedatangan-Nya kali kedua adalah mendirikan Kerajaan Allah.

Kita tidak boleh menanggapi perkataan Paulus ini: ”Memberitakan kematian Tuhan sampai Dia datang,” begitu saja dan kita juga tidak boleh memahaminya secara dangkal. Sungguh bermakna bahwa Paulus menulis perkataan-perkataan ini. Paulus tidak menuliskannya menurut opininya. Dalam ayat 23 ia berkata, ”Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan.” Apa yang Paulus katakan kepada orang-orang Korintus itu adalah apa yang diterimanya dari Tuhan. Inilah sebabnya saya menunjukkan Matius 26 kepada Anda. Ketika mendirikan perjamuan malam-Nya, Tuhan membicarakan tentang kedatangan-Nya kembali dalam hubungan-Nya dengan Kerajaan Bapa.

Kita perlu melihat bahwa ada dua kedatangan Kristus. Pada kedatangan-Nya kali pertama, ada satu hal besar yang telah digenapkan kematian-Nya, untuk melaksanakan satu penebusan yang almuhit. Setelah kematian-Nya, Kristus pergi untuk menerima Kerajaan. Hal ini diwahyukan dalam Perjanjian Baru dan juga dalam Kitab Daniel. Dalam Daniel 7:13 dan 14, nabi melihat bahwa ”Tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.” Dalam Lukas 19:12 Tuhan dalam perumpamaan, menyebut diri-Nya sendiri sebagai ”seorang bangsawan” yang ”berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.” Selain itu, menurut Kitab Daniel dan Injil, Tuhan akan datang kembali setelah menerima kerajaan itu. Dia akan datang kembali dengan kerajaan dan akan mendirikan kerajaan ini bagi pemerintahan universal Allah.

PRODUK SATU-SATUNYA

DARI KEMATIAN KRISTUS

Di antara dua kedatangan Tuhan dengan dua sasarannya ini, ada satu jangka waktu yang panjang. Jangka waktu ini adalah zaman gereja. Penebusan Tuhan yang almuhit ini telah menghasilkan sesuatu yang unik gereja. Dalam Yohanes 12:24 Tuhan Yesus berkata, ”Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Di sini Tuhan Yesus seolah-olah berkata, ”Aku adalah satu-satunya biji gandum itu. Jika Aku tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, Aku tetap satu biji saja. Tetapi maksud hati-Ku ialah ditaburkan ke dalam tanah dan mati. Kemudian Aku akan bangkit dalam kebangkitan untuk menghasilkan banyak buah.” Inilah yang sesungguhnya terjadi melalui kematian dan kebangkitan Tuhan. Dia menghasilkan banyak butir gandum untuk dibentuk menjadi satu ketul roti, yang adalah gereja. Karena itu, gereja adalah satu-satunya produk dari kematian Tuhan yang almuhit. Kematian Kristus telah menghasilkan gereja, dan gereja ini akan mendatangkan Kerajaan.

Dalam permulaan ministrinya Saudara Watchman Nee menekankan bahwa Perjanjian Baru mengajarkan tiga hal penting: salib, gereja, dan Kerajaan. Dia memberi tahu dengan jelas bahwa salib menghasilkan gereja, dan gereja mendatangkan Kerajaan. Melalui gereja, Kerajaan sebagai pemerintahan Allah akan dibawa ke bumi. Salib adalah hasil dari kedatangan Tuhan kali pertama, dan Kerajaan akan berhubungan dengan kedatangan-Nya kali kedua. Tetapi di antara dua kedatangan ini ada gereja yang dihasilkan oleh kedatangan-Nya kali pertama. Gereja akan mendatangkan Kerajaan dengan kedatangan Kristus kali kedua. Sekarang kita harus melihat bahwa memberitakan kematian Tuhan sampai Dia datang dalam ayat 26 ini sama dengan memberitakan keberadaan gereja untuk mendatangkan Kerajaan.

Dalam 11:29 Paulus melanjutkan perkara tentang membedakan tubuh. Orang-orang yang makan dan minum dengan tidak membedakan tubuh mendatangkan penghakiman kepada mereka sendiri. Gagal membedakan tubuh menunjukkan kegagalan memperhatikan perkara gereja. Adalah salah bila kita datang ke perjamuan malam Tuhan tanpa memperhatikan gereja secara memadai. Hari ini gereja adalah Tubuh mistikal Kristus, dan Kristus sendiri adalah Kepala. Dalam kenaikan-Nya, Kristus telah dijadikan Kepala atas alam semesta ini. Gereja yang dihasilkan oleh kematian-Nya, sekarang adalah Tubuh mistikal dari Kepala ini.

KEPALA BEROPERASI MELALUI TUBUH

Karena sebagai manusia kita memiliki tubuh jasmani, maka kita dapat melakukan banyak hal. Jika kita tidak memiliki tubuh, kita tidak akan dapat melaksanakan kegiatan tertentu. Sama prinsipnya, Tubuh mistikal Kristus, yaitu gereja, adalah bagi pergerakan Kristus di bumi. Memang, Kepala telah pergi, tetapi Tubuh tetap tinggal di bumi. Sekarang Kepala mengoperasikan pemerintahan Allah melalui Tubuh ini.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa Tubuh ini telah terpecah-pecah dan lumpuh. Bahkan pada saat Paulus menulis Surat Kiriman ini pun, ekspresi Tubuh di Korintus telah terpecah-belah. Inilah sebabnya Paulus dalam pasal 11 membicarakan tentang perpecahan dan sekte-sekte (ayat 18-19). Ini menunjukkan bahwa Tubuh ini telah sakit. Beberapa orang di antara kaum beriman Korintus telah sakit, yang lainnya mati, hanya karena Tubuh ini telah terpecah-pecah (ayat 30). Mereka telah gagal membedakan Tubuh ini. Mereka tidak memperhatikan Tubuh secara memadai. Dari hal ini kita harus belajar perlunya memperhatikan Tubuh, yaitu gereja. Selain itu, gereja ini menjembatani celah di antara kedatangan Tuhan kali pertama dengan kedatangan-Nya kali kedua. Jembatan ini juga jalan raya dari kematian Kristus ke Kerajaan Allah. Tanpa jembatan dengan jalan raya ini, tidak mungkin ada jalan untuk pergi dari satu sisi celah ini, yaitu kematian Kristus, ke sisi lainnya, yaitu Kerajaan Allah. Satu-satunya penghubung adalah gereja sebagai jembatan itu. Karena itu, kita harus membedakan tubuh. Ini berarti kita tidak boleh merusak jembatan ini. Namun, banyak dari orang Kristen pada hari ini mengabaikan jembatan ini dan yang lainnya merusakkannya.

ALASAN MAKAN PERJAMUAN MALAM TUHAN

Sekarang kita harus melanjutkan lebih jauh lagi untuk melihat mengapa kita perlu makan perjamuan malam Tuhan. Dalam berita ini kita telah menekankan bahwa kita harus makan perjamuan malam Tuhan menjadi peringatan akan Dia; yaitu menghasilkan peringatan akan Tuhan. Kita harus datang ke perjamuan malam Tuhan dengan harapan ada hasil tertentu. Makan perjamuan malam Tuhan harus menghasilkan peringatan akan Tuhan dalam dua kedatangan-Nya. Kita harus mengingat Dia dalam kedatangan-Nya kali pertama untuk menggenapkan penebusan yang almuhit demi menghasilkan gereja dan juga kedatangan-Nya kali kedua untuk mendatangkan Kerajaan supaya Allah dan kita memiliki jalan untuk melaksanakan pemulihan ini. Di luar Kerajaan ini, pemulihan Tuhan tidak ada jalan untuk maju ke depan. Karena itu, kita makan perjamuan malam Tuhan dengan pandangan untuk memperingati Dia dalam kedatangan-Nya kali pertama dan kedatangan-Nya kali kedua.

Memperingati Tuhan secara demikian sebenarnya adalah untuk memuaskan Dia. Tuhan telah datang dan telah mati di atas salib untuk menghasilkan gereja. Dia sangat senang dengan apa yang telah Dia genapkan dan apa yang telah Dia hasilkan. Sekarang Dia ada di surga melaksanakan ministri surgawi-Nya, supaya Dia dapat datang kembali ke bumi dengan Kerajaan Bapa-Nya. Tetapi siapakah orang-orang di bumi yang dapat bekerja sama dengan-Nya? Siapakah yang dapat menanggapi pekerjaan Kristus di surga? Hanya gereja yang dapat bekerja sama dengan Dia dan menanggapi Dia. Jika Tuhan tidak memiliki gereja, maka mungkin Dia di surga sana akan sedih, karena tidak ada seorang pun di bumi yang bekerja sama dengan-Nya dan tidak ada yang melaksanakan apa yang diministrikan-Nya.

Gereja benar-benar adalah kepuasan Kristus. Kapan saja kita datang untuk makan perjamuan malam Tuhan, kita memberitakan kematian-Nya. Kita mengumumkan kepada alam semesta ini bahwa Tuhan Yesus telah datang, bahwa Dia telah mati di kayu salib untuk menggenapkan penebusan yang almuhit, dan bahwa kematian-Nya telah menghasilkan gereja. Sekarang kita adalah gereja, Tubuh-Nya, yang menanggapi ministri-Nya di surga dan bekerja sama dengan-Nya. Makan perjamuan malam-Nya pada hari pertama dari setiap minggu adalah membuat deklarasi semacam ini. Selama ada orang-orang di bumi yang menanggapi Kristus dalam ministri surgawi-Nya, maka akan ada satu jalan untuk membawa Kerajaan Allah ke bumi. Inilah yang memuaskan Tuhan dan membuat-Nya gembira.

Perjamuan malam Tuhan ini berfungsi sebagai satu pengingat bahwa kita hidup di bumi bagi kepuasan Tuhan. Memang, perjamuan malam ini adalah untuk kita makan, tetapi ini bukanlah untuk kepuasan kita. Kita makan perjamuan malam bukan untuk kepuasan kita, melainkan untuk kepuasan Tuhan. Makan perjamuan malam mengingatkan kita untuk mendapatkan satu kehidupan di dalam gereja yang mendatangkan Kerajaan bagi kepuasan Tuhan Yesus. Karena itu, perjamuan malam adalah satu kepuasan bagi Tuhan dalam hubungannya dengan Kerajaan, dan dengan pemerintahan Allah.