SIKAP TERHADAP NEGARA DAN MASYARAKAT
Beberapa orang saudara pernah bertanya kepada saya, "Aku telah percaya kepada Yesus Kristus dan telah menerima pengampunan dosa-dosa melalui penebusanNya. Kini setelah aku beroleh selamat, bagaimana seharusnya sikapku terhadap negara, masyarakat, dan terhadap persoalan internasional? Haruskah aku bersikap pasif dan menutup telinga terhadap semuanya? Atau harus aktif dan ambil bagian dalam memecahkan semua persoalan itu?"
Harus diakui bahwa soal ini tidak mudah dijawab. Ini soal besar. Kita tidak dapat menjawabnya hanya dengan dua atau tiga kalimat. Namun soal ini benar-benar berkaitan dengan kepercayaan kita. Untuk menjelaskan soal ini, saya akan memakai bab ini untuk menguraikan secara singkat bagaimana sikap orang Kristen yang sewajarnya terhadap persoalan kemasyarakatan dan politik.
Kedua Kedatangan Kristus
Pertama, Alkitab menunjukkan dengan jelas kepada kita, bahwa Kristus harus datang ke bumi dua kali, bukan hanya sekali. KedatanganNya yang pertama kali telah terjadi, yang kedua masih belum terjadi. Pada kedatanganNya yang pertama, Ia telah menggenapkan beberapa hal, dan pada kedatanganNya yang kedua, Ia juga akan menggenapkan beberapa hal. Kita berharap Ia segera datang, dan kita tidak perlu menunggu terlalu lama, tetapi untuk pekerjaanNya, Ia memiliki waktuNya sendiri. Kristus bukannya apatis terhadap soal kenegaraan, kemasyarakatan, politik dan sebagainya, namun terhadap semua ini, Ia memiliki waktuNya sendiri.
Dari Alkitab dapat kita lihat, bahwa dalam kedatanganNya yang pertama, pada pokoknya Ia membereskan dosa, menyelamatkan manusia terlepas dari dosa, dan memberi mereka hayat baru. Dalam kedatanganNya yang kedua, Ia akan membereskan segala soal kemasyarakatan, memperbarui semua sistem politik. Keselamatan pribadi kita telah dibereskan dengan tuntas pada kedatanganNya yang pertama. Negara, bangsa, masyarakat, dan sistem-sistem di sekeliling kita, akan dibereskan dengan tuntas pada kedatanganNya yang kedua.
Di Dunia Ini Banyak Persoalan
Apa yang telah Kristus bereskan dalam kedatanganNya yang pertama telah kita bahas dalam bab-bab terdahulu, kita tidak perlu mengulanginya di sini. Kini akan kita lihat persoalan keadaan kita saat ini, negara, masyarakat, politik, dan beberapa masalah kebendaan.
Sebagai orang Kristen, kita memiliki sikap dan pandangan khusus mengenai hal-hal tersebut di atas. Namun, pada saat ini, kita tidak mencoba memecahkan persoalan-persoalan itu; menunggu saat kedatangan Kristus kedua kalinya, barulah semua itu sepenuhnya beres.
Kita mengakui masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam masyarakat kita pun tidak menyangkal banyak kesulitan dan kebutuhan dalam negara; sistem yang ada pada dasarnya tidak mutlak sehat, banyak kontradiksi dalam politik; dalam hubungan internasional sering terjadi pertentangan dan tekanan, masa depan sangat memprihatinkan. Khususnya bagi kaum pemuda jaman ini, semakin memikirkan hal-hal ini, semakin timbul banyak persoalan. Di mana-mana dapat Anda temukan banyak ahli pikir, pakar-pakar dalam bidang tertentu, tidak habis-habisnya membahas persoalan-persoalan yang malah semakin menumpuk. Ada orang yang membahas bagaimana manusia dapat mempertahankan hidupnya di bumi ini. Ada orang yang menganalisis bagaimana memenuhi masalah makanan, bagaimana mencukupi masalah tempat tinggal, bagaimana membereskan masalah lingkungan.Orang-orang bertanya: mengapa ada banyak penjahat dan pencuri; mengapa terjadi begitu banyak pelanggaran dan perbuatan dosa. Ada pula yang bertanya: mengapa ada orang yang tidak bekerja ini dan itu, tetapi hidupnya bisa serba kecukupan; sedang yang lainnya harus membanting tulang berkeringat setiap hari, bahkan dari pagi sampai malam, namun tetap kekurangan makan, sehingga timbullah perbedaan status sosial dalam masyarakat. Di mana-mana ada krisis: krisis antar negara, krisis antar bangsa, krisis antar suku bangsa; tidak ada satu pun yang tanpa persoalan.
Saya akui, semua itu adalah suatu persoalan, dan di mana-mana ada persoalan. Pada satu pihak, dapat Anda lihat betapa orang berusaha memberlakukan hukum-hukum untuk mencegah terjadinya bencana/malapetaka; di lain pihak, juga dapat Anda lihat bahwa semakin banyak hukum-hukum yang dilembagakan manusia, semakin banyak terjadi pelanggaran. Terhadap banyak perkara, ada yang pro dan kontra. Beberapa orang membunuh ribuan binatang setiap hari untuk memuaskan perut mereka; beberapa orang lainnya menginginkan perlindungan terhadap binatang-binatang itu. Karena dalam negara dan masyarakat timbul banyak persoalan, maka dalam benak manusia juga timbul banyak pertanyaan bagaimana membereskan persoalan-persoalan tersebut.
Sikap Orang Kristen
Sebagai orang Kristen, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap persoalan-persoalan itu? Di tengah-tengah segala debat dan argumentasi, di mana seharusnya kita berdiri?
Pertama, ketika melihat semua persoalan itu, kita harus nampak bahwa Allah telah menyediakan cara penyelesaiannya, bahkan telah menetapkan langkah-langkah untuk membereskannya. Terhadap semua persoalan itu, Allah tahu sangat jelas. Dapat kita temukan dalam Alkitab, betapa Allah sangat jelas terhadap masalah-masalah itu. Sebab itu, Anda tidak perlu tergesa-gesa, juga tidak perlu cemas, tidak perlu cepat-cepat mengeluarkan ide-ide dan saran-saran untuk menanggulanginya.
Ketika Kristus datang untuk pertama kalinya, Ia hanya menyelamatkan kita secara individu. Ia tidak menanggulangi dunia atau sistemnya, juga tidak membenahi masalah kemasyarakatan. KedatanganNya yang pertama adalah membereskan masalah rohani, bukan masalah materi. Tetapi ini tidak berarti Ia tidak akan membereskan hal-hal yang berhubungan dengan negara, kemasyarakatan, internasional, dan lain sebagainya. Dia pasti membereskan semuanya itu, bahkan membereskannya dengan tuntas. Tetapi pekerjaan dan tanggung jawab kita sebagai orang Kristen hanya berkonsentrasi pada apa yang Allah perhatikan. Kita hanya melakukan pekerjaan yang Kristus lakukan. Inilah prinsip dasar kita.
Semua Persoalan Berasal dari Dosa
Memang, kita melihat bahwa negara dan masyarakat kita penuh dengan persoalan, dan semua persoalan itu adalah persoalan yang besar, yang memerlukan suatu penanganan. Tetapi kita harus melihat satu faktor yang merupakan penyebab persoalan itu, yakni karena manusia berdosa. Karena manusia telah rusak, bermusuhan dengan Allah, maka timbullah segala persoalan tersebut. Urutan penggenapan keselamatan Allah adalah terlebih dulu menyelamatkan kita, terlebih dulu membereskan persoalan dosa kita, agar kita dilahirkan kembali. Begitu seseorang beroleh selamat, maka semua persoalan yang berhubungan dengannya pun dibereskan.
Memperhatikan Apa yang Diperhatikan Allah
Maka, kita yang telah beroleh selamat, harus terlebih dulu mengenal pekerjaan Allah dan memperhatikan apa yang diperhatikan Allah. Yang diperhatikan Allah adalah persoalan dosa manusia, maka yang kita perhatikan pun hanya dapat berkisar pada persoalan dosa manusia. Yang diperhatikan Allah adalah persoalan keselamatan pribadi seseorang, kehidupan rohani seseorang; maka yang kita perhatikan juga hanya pada beroleh selamatnya seseorang dan kehidupan rohani seseorang. Penyelesaian persoalan ini barulah merupakan pekerjaan Allah hari ini; dan ini pun seharusnya menjadi pekerjaan setiap orang milik Allah. Hari ini yang dikerjakan Kristus adalah memberikan hayat Allah kepada manusia, maka pekerjaan kita hari ini juga seharusnya hanya memberikan hayat Allah kepada manusia. Inilah pekerjaan Kristus, yang juga adalah pekerjaan setiap orang Kristen.
Karena pekerjaan yang Allah kehendaki dilakukan oleh orang Kristen adalah menyelamatkan orang dari dosa, agar manusia mendapatkan hayat Allah, maka setiap orang Kristen, tidak peduli apapun status dan martabatnya, entah kita ini raja atau rakyat jelata, amanat kita sama, yaitu kita harus melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia dari dosa, agar mereka mendapatkan hayat Allah.
Pengaruh Tidak Langsung
Mungkin Anda akan bertanya, "Lalu, apakah kita tidak menghiraukan masalah kemasyarakatan? Akankah kita biarkan semuanya begitu saja, sementara suku-suku bangsa tertindas, negara diganggu, atau terjadi penekanan satu golongan masyarakat tertentu terhadap golongan yang lain?"
Saya hanya dapat memberi jawaban yang sederhana untuk pertanyaan ini, yaitu di sini hanya ada satu persoalan yang kita perhatikan, dan ini adalah yang diperlihatkan Alkitab kepada kita. Yang lainnya bukanlah tanggung jawab kita. Bila seseorang telah benar- benar beroleh selamat, dengan sendirinya ia akan bermanfaat bagi masyarakat. Ia akan mendatangkan faedah bagi bangsa dan negara; ia tidak akan merugikan orang lain dan makhluk lainnya. Kita hanya melakukan satu pekerjaan yang langsung, yaitu memberitakan Injil menyelamatkan orang. Hasil pekerjaan ini dengan otomatis akan terbawa ke dalam masyarakat dan negara, meskipun ini ternyata secara tidak langsung. Yang kita perhatikan adalah persoalan rohani, tetapi ini pasti akan mempengaruhi yang jasmani. Yang kita perhatikan adalah individu, tetapi masyarakat umum pasti akan terpengaruh olehnya.
Sekuatnya Menyelamatkan Orang
Pekerjaan kita tidak secara langsung menangani persoalan negara, tidak secara langsung mengatur masyarakat, tidak secara langsung mengadakan suatu revolusi politik, tidak secara langsung membereskan masalah antar suku dan bangsa. Anda tidak akan menemukan perintah semacam itu dalam Alkitab. Yang ditunjukkan Alkitab kepada kita adalah kita harus sekuatnya menyelamatkan orang, membereskan persoalan dosa seseorang dan persoalan hidup kerohanian seseorang. Bila orang-orang dosa beroleh selamat, mereka dengan sendirinya akan mempengaruhi masyarakat dan negara, mempengaruhi lembaga kemanusiaan. Tetapi semua bantuan dan faedahnya ternyata secara tidak langsung. Kita tidak secara langsung membantu mereka.
Terang dan Garam
Tuhan Yesus berkata, "Kamu adalah terang dunia. Kamu adalah garam dunia." Ada orang lalu mengatakan, bahwa kita harus ke luar dan membuat dunia menjadi dunia yang terang, membuat dunia ini suci bersih.
Tetapi kita harus tahu apa makna terang dan apa makna garam! Apakah yang dimaksud dengan terang ini? Dalam Alkitab hanya ada satu tempat yang menunjukkan makna terang, yaitu di Efesus 5:13. Di sana dikatakan, "Sebab semua yang nampak adalah terang." Terang menyingkapkan sesuatu. Orang Kristen adalah terang dunia, berarti anda menyingkapkan orang-orang di sekitar Anda berada. Misalnya, orang-orang di sekitar Anda adalah peminum dan dalam sehari-harinya mereka tidak merasakan itu sebagai hal yang tidak wajar, tidak benar. Dengan hadirnya Anda yang bukan seorang peminum di sana, Anda akan menyingkapkan ketidakbenaran mereka. Mungkin mereka adalah kaum penjudi yang tidak merasa bahwa berjudi itu tidak benar, tetapi karena Anda di sana, tersingkaplah ketidakbenaran mereka. Orang-orang di sekitar Anda senang bertengkar, saling caci maki, bahkan berkelahi; tetapi Anda selalu ramah dan tersenyum kepada mereka, tidak bertengkar dan tidak mencaci maki orang, sehingga mereka merasa mencaci maki dan bertengkar adalah salah. Inilah yang dimaksud dengan terang di sini. Anda berada di tengah-tengah mereka dan menyingkapkan ketidakbenaran mereka, inilah yang disebut terang.
Kita sebagai terang bukan berarti kita lalu membakar alat-alat perjudian, menghukum orang-orang jahat, merombak masyarakat, atau mengubah lembaga-lembaga dalam masyarakat. Menjadi terang berarti dulu orang-orang tidak tahu bahwa yang mereka lakukan adalah jahat dan tidak benar, tetapi kehadiran Anda sebagai orang Kristen menyingkapkan kejahatan mereka, mengungkapkan ketidakbenaran mereka. Terang menyingkapkan segalanya.
Pengawet
Apakah yang dimaksud dengan garam dunia? Fungsi garam adalah mengawetkan sesuatu yang telah mati agar tidak membusuk dan berbau. Di sini ada benda yang sudah mati, karena ditaburi garam, maka benda itu terjaga dari kebusukan dan kerusakan lebih lanjut. Di dalam dunia ini, banyak sekali benda-benda yang telah mati. Kalau Anda mengamati dunia ini, Anda segera menemukan bahwa di dalamnya banyak benda-benda yang telah mati; mereka sedang dalam proses membusuk dan berbau. Tetapi karena kehadiran Anda sebagai orang Kristen di sana, maka benda-benda yang sudah mati, mulai membusuk, dan berbau tersebut dapat bertahan sehingga tidak membusuk dan berbau lebih lanjut.
Kita bukanlah menyapu segala yang kotor, sampah, agar dunia ini dapat dibersihkan dari segala kekotoran dan kenajisan. Tuhan tidak pernah menyuruh kita merombak masyarakat, mengubah peraturan/undang-undang. Hari ini Tuhan hanya memberi kita wewenang untuk melakukan pekerjaan menyelamatkan orang. Kita adalah garam dunia, agar mencegah sistem dan pengaturan yang telah mati itu tidak lebih rusak dan bau, kita tidak merombaknya.
Menyelamatkan Manusia, Bukan Menyelamatkan Kapal
Dunia hari ini sepertilah kapal besar yang telah usang dan rusak/pecah. Kapal ini terbuat dari berbagai macam bahan, ada kayu, ada besi, dan logam lainnya. Tetapi semua peralatannya tidak utuh, telah rusak semua, dan kapal inipun telah karam dan berlubang besar, segera akan tenggelam. Waktu tidak banyak lagi, Anda harus cepat-cepat memutuskan hendak menyelamatkan kapal atau menyelamatkan penumpangnya. Jika cukup banyak waktu, Anda dapat menyelamatkan kapal dan penumpangnya. Tetapi kini tidak ada lagi waktu untuk meyelamatkan keduanya, yang mana yang akan Anda selamatkan?
Pandangan kita sebagai orang Kristen adalah menganggap kapal itu telah tidak berguna, telah pecah dan usang. Kalaupun kapal itu diselamatkan, itu hanya tinggal sebuah bangkai kapal yang telah rusak. Kayunya keropos, besinya karatan, mesinnya rusak total, sedikit pun tidak ada bagian yang bisa dipakai atau diperbaiki. Karena itu kita lepaskan kapal itu dan menyelamatkan penumpangnya. Selamatkanlah manusia, dan biarkan kapal itu. Disamping itu, Pemilik kapal kita sedang membangun sebuah kapal lain yang lebih besar, yang baru, itulah kapal baru yang kita harapkan. Ini juga pandangan kita sebagai orang Kristen terhadap dunia.
Langit Baru dan Bumi Baru
Kita percaya, bahwa semua persoalan kemasyarakatan, persoalan negara, persoalan sistem dalam dunia hari ini, mutlak tidak dapat dibereskan. Satu-satunya jalan keluar adalah membiarkan dia berlalu, tidak mau dia lagi, dengan demikian semua persoalan itu pasti juga berlalu. Ketika langit baru dan bumi baru yang diciptakan Tuhan itu muncul, maka langit lama, bumi lama beserta dunia dan persoalannya dengan sendirinya terbereskan. Hari ini, kita tidak membereskan persoalan-persoalan tersebut, kita hanya menyelamatkan orang. Meskipun setelah orang-orang beroleh selamat masyarakat akan terpengaruh olehnya, tetapi tujuan kita bukanlah untuk meyelamatkan dunia.
Yesus Sebagai Juruselamat
Lihatlah kembali dalam Alkitab tentang Tuhan Yesus, Ia sedikitpun tidak menjamah masalah politik. Pernah banyak orang Israel mendukungNya asal Ia menyatakan diriNya menjadi raja Israel, tetapi Ia tidak mau melakukan hal itu. Apakah Ia tidak bisa mengadakan revolusi politik? Apakah Ia tidak memiliki kekuatan menyelamatkan negara Yahudi? Dia mampu, tetapi Ia tidak melakukannya. Tujuan Tuhan datang ke dunia adalah untuk menyelamatkan orang, menyelamatkan orang dari dosa. Dia hanya mati di salib untuk kita, kemudian bangkit, melepaskan kita dari dosa, agar kita mendapatkan hayat baru.
Kedatangan Kristus yang pertama kali adalah melakukan pekerjaan melepaskan manusia dari dosa, agar bisa memperoleh hayat baru. Dapat Anda temukan, bahwa Ia tidak melakukan suatu pembaruan dalam masyarakat. Tetapi hari ini, ada orang yang menganggapNya sebagai pembaharu masyarakat. Dia selamanya tidak pernah melakukan pekerjaan mempengaruhi orang lain untuk mengubah pemerintahan atau mengadakan suatu gerakan revolusi.
Tidak Berminat dalam Politik
Pada suatu kali, beberapa orang Yahudi datang mencobai Dia dan bertanya kepadaNya, "Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" Anda tahu, saat itu kerajaan Romawi merupakan kerajaan yang jaya, dan kaisarnya adalah seorang kaisar yang bengis dan kejam. Bagaimana Yesus menjawab mereka? Dia menjawab, "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Artinya, Tuhan tidak tertarik kepada soal-soal politik. Tuhan mengesampingkan semua hal duniawi. Inilah Tuhan kita. Kalau Tuhan mau menggulingkan kaisar, Dia pasti mampu. Tetapi Dia sama sekali tidak mau memperhatikan hal-hal itu. Dia hanya menekankan satu hal, yaitu percayalah kepadaKu, kalian harus percaya kepadaKu!
Dia berkata, bahwa diriNya adalah gembala yang baik, yang meninggalkan sembilan puluh sembilan dombanya dan mencari seekor domba yang hilang. Dia seperti seorang perempuan yang memiliki sepuluh dirham, tetapi kehilangan satu dirham. Ia menyalakan pelita, menyapu rumah dan mencarinya dengan cermat sampai menemukannya kembali. Ia pun sama seperti seorang bapa, yang selalu menantikan pulangnya anak yang hilang. Dan ketika anak yang hilang itu kembali, ia sangat bersukacita. TujuanNya adalah mencari manusia, mencari manusia! Sedikitpun Dia tidak menjamah soal kemasyarakatan. SasaranNya adalah menyelamatkan manusia, mendapatkan manusia.
Perhatian Paulus Juga Pada Masalah Rohani
Kini kita melihat rasulNya, Paulus, pekerjaan macam apakah yang dilakukannya? Paulus juga tidak pernah berusaha mengubah sistem kemasyarakatan. Ia hanya datang memecahkan kebutuhan rohani manusia, membereskan masalah rohani dalam gereja. Ia tidak menjamah urusan politik pada jamannya.
Pada jaman itu, cara pemerintahan kekaisaran Roma dalam sejarah terkenal sebagai pemerintahan tangan besi. Sejarah juga memberitahu kita, bahwa saat itu orang-orang Roma menjalankan sistem perbudakan yang tidak manusiawi; tidak hanya secara umum memperjual-belikan manusia sebagai budak, sang majikan pun boleh sesuka hatinya memukul dan menyiksa budaknya, bahkan menyalibkan budaknya sampai mati. Namun, apa yang Paulus nasihatkan pada orang-orang Kristen? Dia berkata, "Kalian yang menjadi hamba, harus taat kepada tuan kalian." Juga dikatakan, "Hamba harus taat kepada tuannya, bukan saja kepada yang baik, juga kepada yang kejam dan jahat." Apakah Paulus tidak memiliki keberanian menentang sistem perbudakan? Orang-orang yang pernah membaca surat-surat Paulus dan memiliki pengenalan terhadap Paulus, mereka dapat berkata, kalau ada orang pemberani di dunia ini, selain Yesus orang Nazaret, orang itu adalah Paulus.
Banyak Persoalan Beres dengan Sendirinya
Hari ini Allah sedang menyelamatkan manusia. Begitu manusia beroleh selamat, banyak persoalan dengan sendirinya ikut terselesaikan. Banyak persoalan tidak perlu khusus diselesaikan, karena semua itu dapat dengan sendirinya terselesaikan. Di antara orang Kristen, tidak ada lagi persoalan tentang bangsa Yahudi atau Yunani. Di antara orang Kristen, telah terselesaikan perbedaan tentang tuan dan hamba, sehingga persoalan miskin dan kaya ikut terselesaikan. Khususnya persoalan besar antara suku dan bangsa, di antara orang-orang Kristen, semuanya itu dengan sendirinya telah dibereskan. Misalnya, orang-orang Yahudi memiliki rasa kebangsaan yang paling kuat. Mereka memandang orang-orang kafir bukan sebagai manusia, melainkan sebagai anjing. Mereka terpisah mutlak dengan bangsa-bangsa lain. Tetapi begitu percaya Tuhan, mereka segera berbaur dengan orang-orang Kristen dari berbagai suku bangsa. Persoalan merasa tersendiri pun terselesaikan.
Manusia Jahat Bukan Karena Sistemnya Jahat
Hari ini, orang kristen yang tidak mengetahui urutan pekerjaan Allah, ia tidak akan melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia, tetapi mengeluarkan tenaga untuk mengadakan pembaruan sosial dan politik. Saya tidak mengatakan tindakan ini baik atau tidak baik, tetapi saya bisa memastikan bahwa ini adalah jalan buntu.
Semua persoalan hari ini disebabkan manusianya ada penyakitnya. Sistemnya jahat, karena manusianya jahat. Karena manusianya jahat, maka tidak akan dihasilkan sistem yang baik dari mereka. Kalaupun diadakan sistem yang baik, namun karena manusianya jahat, manusianya tidak berubah, tetap tidak berarti apa-apa. Ada filsafat dan sistem yang luhur dan baik, tetapi karena dilaksanakan oleh manusia yang telah bobrok, maka tidak ada sesuatu yang dapat dicapai olehnya. Ada kesalahan sedikit pada sistem masih tidak mengapa, yang penting adalah manusianya. Kalau manusianya tidak benar, maka meskipun sistemnya baik, juga tidak akan berguna. Kedatangan Kristus yang pertama kali ke bumi adalah untuk menyelamatkan manusia; tanpa mendapatkan manusia, tidak ada jalan.
Perumpamaan Kristus Tentang Dunia Ini
Kita akan melihat satu bagian Alkitab, yang memperlihatkan bagaimana Kristus menghadapi dunia ini. Terlebih dulu kita akan melihat perumpamaan Kristus terhadap dunia ini, kemudian kita lihat penjelasanNya terhadap perumpamaan ini.
Injil Matius 13:24-30 mengatakan, "Yesus membentang suatu perumpamaan lagi kepada mereka, kataNya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
Kita lihat lagi ayat 36-40, "Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-muridNya datang dan berkata kepadaNya: Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu. Ia menjawab, kataNya: Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir jaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman."
Dunia Ini Ada Akhirnya
Tuhan berkata, dunia ini akan berakhir. "Demikian juga pada akhir zaman." Apa yang terjadi pada akhir dunia? Perhatikan ayat selanjutnya, yaitu ayat 41-43:
"Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Mengumpulkan yang Menyesatkan
Pada akhir zaman, Tuhan akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. Kata-kata ini sangat baik. Segala yang menyebabkan sandungan, yang membuat manusia jatuh, akan disingkirkan. Masalah ras, suku bangsa menyebabkan manusia jatuh; masalah ini akan disingkirkan, sehingga tidak ada persoalan lagi. Perebutan kekuasaan internasional juga merupakan penyandung, ini juga disingkirkan. Bahkan saat itu hanya ada satu Kerajaan, yaitu Kerajaan Kristus. Maka tidak ada lagi masalah konflik internasional. Semua persoalan yang menjadi sandungan, seperti kasta-kasta dalam masyarakat, persoalan ideologi akan tersingkirkan.
Mengumpulkan yang Melakukan Kejahatan
Bukan itu saja, yang melakukan kejahatan juga akan disingkirkan. Anda tidak akan menemukan meja judi dan tempat-tempat disko lagi. Semua yang membuat Anda berkesempatan berbuat dosa telah disingkirkan. Sekalipun Anda ingin berbuat dosa tertentu, Anda tidak dapat melakukannya lagi, karena sarana itu telah disingkirkan. Namun keadaan ini baru terjadi ketika Kristus datang untuk yang kedua kalinya. Semua persoalan itu, baru terselesaikan pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kalinya.
Orang Benar akan Bercahaya dalam Kerajaan Allah
Pada saat itu, Kerajaan Allah akan muncul di bumi. Setiap orang yang telah beroleh selamat adalah orang benar yang disebut di sini. Mereka menjadi orang benar, karena dosa-dosa mereka telah dibereskan. Semua orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Allah; mereka akan memerintah dalam KerajaanNya. Matahari senantiasa bersinar, menyoroti, demikian juga dengan kaum saleh; mereka akan bersinar dan kekuatannya akan terpancar ke seluruh pelosok bumi. Semua ini akan terjadi pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya.
Karena itu, tidak heran Anda akan gagal jika Anda ingin melakukan pekerjaan ini bagi Kristus pada hari ini. Pada hari itulah kerajaan dunia ini akan menjadi Kerajaan Kristus dan umat salehNya. Pada hari itu, bukan hanya persoalan masyarakat terselesaikan, kalau Anda membaca Perjanjian Lama kitab nabi Yesaya, Anda akan menemukan, bahkan persoalan setiap makhluk hidup pun terselesaikan. Pada hari itu, anak-anak akan bermain dengan ular berbisa, singa akan makan rumput seperti lembu; segala binatang liar beserta sifatnya telah berubah. Semuanya ini akan tergenap pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya.
Kisah Seorang Politisi Wanita
Pada abad yang lalu, ada seorang politisi wanita Inggris yang bernama Christobel Pankhurst. Dia adalah pemimpin gerakan kebebasan hak wanita. Sebelum pecah Perang Dunia kedua, ia berusaha sekuatnya mencegah meletusnya perang itu. Tetapi para politisi di banyak negara pada saat itu memakai segala kelicikan dan tangan kotor sehingga pecahlah peperangan itu. Kembali Christobel mencoba sekuatnya untuk cepat-cepat mengakhiri perang. Tetapi usahanya sia-sia, perang tetap berlangsung, empat tahun kemudian baru berhenti. Karena itu ia berpikir, kalau ia bisa berkuasa, ia tentu bisa mengendalikan politik negara. Tetapi akhirnya ia sadar, bahwa tidak ada kejujuran dalam dunia politik. Kalau mau jujur tidak akan sukses dalam dunia politik. Ia mulai menyadari, bahwa tidak ada yang dapat dibereskan dalam dunia ini.
Pada suatu hari, ia mencari-cari buku kuno di sebuah toko buku kuno di London. Dari tumpukan buku ia menemukan sebuah buku kecil yang ditulis oleh seorang Kristen. Dalam buku itu dikatakan, bahwa dunia hari ini makin lama makin buruk, bejat, tidak ada cara memperbaikinya. Pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya, baru mutlak terselesaikan persoalannya. Ia sangat takjub dan tertarik pada buku itu, lalu bertanya pada pemilik toko buku itu berapa harga buku kecil itu. Pemilik toko buku itu tahu kalau ia adalah seorang politisi yang terkenal, maka ia memberikan buku itu kepadanya sebagai hadiah.
Buku itu telah diterbitkan beberapa puluh tahun sebelumnya, penulisnya juga telah meninggal. Tetapi Christobel sadar, bahwa uraian dalam buku kecil itu tentang keadaan politik dunia sangatlah benar. Buku-buku yang lain hanya membahas penampilan luaran, tetapi buku kecil itu menampilkan keadaan dunia yang sebenarnya, meskipun buku itu ditulis bukan oleh seorang politisis. Dalam buku kecil itu dikatakan, bahwa Tuhan Yesus datang pertama kali ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang dosa; kedatanganNya yang kedua kali baru akan mengubah sistem dunia. Di dalamnya juga disebutkan beberapa nubuat Alkitab tentang hari-hari mendatang dan tentang keadaan akhir dunia. Karena buku kecil itu, ia mulai sering membaca Alkitab, dan akhirnya menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Rajanya. Kemudian ia mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia politik, dan menulis beberapa buku yang cukup baik, khususnya mengenai pekerjaan Kristus dan kedatanganNya kembali.
Menunggu Kedatangan Kembali Tuhan
Hari ini, kita perlu dengan baik menjadi orang Kristen. Kita tidak perlu mencoba mengubah sistem pemerintahan, merombak tatanan masyarakat. Seluruh harapan kita terletak pada kedatangan kembali Tuhan. Begitu Ia datang, segala persoalan terbereskan.
Hari ini, kita hanya mau Allah, menunggu kedatangan kembali Putra Allah. Kita lebih-lebih mengharapkan, pada hari itu, bisa dalam kemuliaanNya, meraja bersamaNya.