MEZBAH KURBAN BAKARAN (6)
Pembacaan Alkitab:
Kel. 27:4-7; 38:5; Yes. 53:8, 10a; 2Ptr. 3:18;
2Kor. 5:21; Rm. 3:23-26; Ibr. 9:14; Gal. 3:13-14;
Kis. 1:8; 2:38; Ef. 1:13-14; Gal. 3:3
LOKASI KISI-KISI
Dalam berita ini kita akan melihat lokasi kisi-kisi di dalam mezbah. Dalam Keluaran 27 dikatakan dengan jelas bahwa kisi-kisi itu terletak di setengah tinggi mezbah. Mezbah itu tingginya tiga hasta, berarti kisi-kisi itu dipasang mendatar pada ketinggian satu setengah hasta dari dasar mezbah. Tabut kesaksian tingginya satu setengah hasta. Jadi, kisi-kisi dan tutup pendamaian terletak pada ketinggian yang sama.
Dalam berita mengenai tabut, telah kita tunjukkan bahwa ukuran tabut semuanya dalam bilangan tengahan. Tabut itu panjangnya dua setengah hasta, lebarnya satu setengah hasta, dan tingginya satu setengah hasta. Ukuran ini setengah dari panjang dan tinggi mezbah. Kita juga telah menunjukkan bahwa mezbah itu panjangnya lima hasta, lebarnya lima hasta, dan tingginya tiga hasta.
Telah kita ketahui bahwa di bawah dan di atas mezbah masing-masing terdapat ketinggian satu setengah hasta. Fakta bahwa ada satu setengah hasta di bawah kisi-kisi menandakan standarnya sesuai dengan penebusan yang telah Kristus rampungkan. Standar penebusan Kristus adalah setara standar tuntutan keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Allah. Ini ditunjukkan oleh kisi-kisi tembaga yang tingginya mencapai setengah tinggi mezbah dan sama tingginya dengan tabut kesaksian dengan tutup pendamaiannya. Kristus mati di kayu salib untuk merampungkan penebusan yang almuhit bagi kita sesuai dengan standar tabut. Tabut merupakan tempat Allah bertemu dengan manusia. Manusia telah jatuh, telah keluar dari hadapan Allah, dan menyimpang dari jalan Allah. Walaupun demikian, Allah ingin bertemu dengan manusia yang telah jatuh. Agar memungkinkan pertemuan sedemikian ini, haruslah ada sesuatu yang dilakukan sesuai dengan standar Allah.
Bila Anda dengan cermat mengkaji catatan mengenai tabut dalam Kitab Keluaran, Anda akan menemukan bahwa tabut itu berhubungan dengan keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Allah. Kerub berarti kemuliaan dan hukum Taurat berarti keadilan Allah. Lagi pula, emas yang disalutkan pada tabut berarti kekudusan Allah. Keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Allah semuanya mengajukan tuntutan terhadap manusia yang telah jatuh. Jadi, bila kita sebagai manusia yang telah jatuh ingin bertemu dengan Allah, kita wajib memenuhi tuntutan yang sesuai dengan standar-Nya. Standar-Nya meliputi keadilan, kekudusan, dan kemuliaan-Nya. Roma 3:23 mencatat bahwa kita semua telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan Allah merupakan alat pengukur, sehingga bila kita diukur dengan alat itu, kita akan ternyata kekurangan. Karena kita tidak berdaya menjangkau ketinggian kemuliaan Allah, maka kita tidak layak bertemu dengan Allah.
Kristus telah menempuh kematian yang almuhit untuk merampungkan penebusan atas kita. Ini sesuai dengan tuntutan Allah, juga sesuai dengan ketinggian standar Allah yang menyangkut keadilan, kekudusan, dan kemuliaan-Nya. Inilah makna dari kisi-kisi terletak pada ketinggian yang sama dengan tutup pendamaian yang di atas tabut. Pada ketinggian inilah Allah bertemu dengan kita, dan pada ketinggian ini pula kita dibawa kembali kepada Allah.
Allah bersemayam di tempat maha kudus. Namun, pada suatu hari, Ia keluar dari tempat maha kudus ke pelataran luar. Ini berarti Ia turun dari surga ke bumi guna membawa manusia kembali kepada diri-Nya. Demi merampungkan ini, Allah telah menempuh perjalanan dari tabut ke mezbah, yaitu ke salib. Tujuan perjalanan Allah dari surga ke bumi adalah mezbah, yakni salib. Allah seolah-olah berkata dari mezbah, “Hai, orang-orang dosa, Aku ingin agar kalian kembali kepada-Ku. Namun untuk kembali kepada-Ku, harus ada sesuatu yang terjadi, agar tuntutan-Ku dipenuhi. Kembalinya kalian kepada-Ku dan pertemuan-Ku dengan kalian harus sesuai dengan standar tuntutan-Ku.” Inilah makna sama tingginya kisi-kisi itu dengan tutup pendamaian tabut. Jika saja ada kemungkinan membuat garis dari kisi-kisi di dalam mezbah ke tutup pendamaian tabut, niscaya kita akan melihat bahwa keduanya terletak pada ketinggian yang sama. Jadi, kematian almuhit Kristus untuk penebusan sepadan dengan standar tuntutan Allah.
KHASIAT PENEBUSAN KRISTUS
Telah saya tunjukkan bahwa abu dari kurban yang dibakar di atas kisi-kisi jatuh ke bawah mezbah, sedangkan aroma yang wangi dari kurban itu membubung kepada Allah. Dengan demikian, orang yang mempersembahkan kurban bisa melihat abu yang berjatuhan sehingga merupakan bukti, penegasan, atau pernyataan bahwa ia telah diampuni dan diterima. Sebagai kaum beriman, kita bisa memiliki keyakinan bahwa penebusan Kristus telah memenuhi standar ketinggian tuntutan Allah standar keadilan, kekudusan, dan kemuliaan-Nya membuktikan kita telah diterima oleh Allah. Sekarang kita perlu maju lagi untuk melihat makna tingginya bagian mezbah yang di atas kisi-kisi yang sama dengan bagian di bawah kisi-kisi. Ini menunjukkan bahwa khasiat penebusan Kristus adalah menurut standar-Nya. Aroma yang wangi dari kurban itu telah membubung untuk kepuasan Allah. Ini mengacu kepada khasiat penebusan Kristus. Khasiat itu berdasarkan standar yang sama sebagaimana perampungan penebusan. Bagaimana mungkin Allah dipuaskan dengan penebusan Kristus? Allah bisa dipuaskan karena penebusan Kristus telah memenuhi segala tuntutan Allah. Alhasil, penebusan ini mengandung khasiat, dan khasiat ini setaraf dengan standar kepuasan Allah.
Perkara ini sulit dijelaskan, tetapi kita mengetahuinya dari pengalaman di dalam roh. Bila kita menikmati Kristus dan penebusan-Nya, niscaya dari lubuk batin kita menyadari bahwa penebusan Kristus itu benar-benar memenuhi standar tuntutan Allah. Kita pun menyadari bahwa khasiat penebusan Kristus juga memuaskan Allah sesuai dengan tuntutan-Nya. Anda telah memiliki pengalaman semacam ini ketika Anda beroleh selamat, walaupun Anda mungkin tak mampu menjelaskannya dengan kata-kata. Saya bisa bersaksi bahwa saya telah mengalami hal ini ketika beroleh selamat lima puluh tahun lebih yang lalu. Saya merasa damai sepenuhnya, karena saya menyadari bahwa kematian Kristus di kayu salib telah memenuhi segala tuntutan Allah. Tuntutan keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Allah telah dipenuhi oleh kematian penebusan Kristus. Setelah tahu bahwa atas alasan ini saya tak lagi kurang dari memenuhi tuntutan Allah, segera saya merasa damai. Tidak ada lagi sesuatu yang mampu menjatuhkan hukuman pada saya atau menyingkirkan saya dari Allah. Saya tak bisa dipersalahkan atau dicampakkan ke dalam neraka. Saya memiliki jaminan penuh bahwa Kristus mati memenuhi tuntutan Allah bagi saya. Apa lagi yang Allah tuntut dari saya? Saya telah mempunyai jaminan seperti ini dan damai sejahtera, sampai-sampai saya bisa menantang Allah dengan berkata, “Ya Allah, kematian Kristus telah memenuhi semua tuntutan-Mu. Apa lagi yang Engkau tuntut dariku?” Semua orang beriman pemula seharusnya mengajukan tantangan sedemikian kepada Allah, karena mengerti bahwa Kristus telah memenuhi tuntutan keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Allah bagi kita. Seandainya Anda menantang Allah dengan menanyakan apa lagi yang Dia tuntut? tentu jawab-Nya, “Aku tidak menuntut apa-apa lagi. Kematian Kristus yang unik itu telah memenuhi semua tuntutan-Ku.”
Karena kisi-kisi terletak pada ketinggian yang sama dengan tutup pendamaian, maka Allah dimungkinkan datang berbincang-bincang dengan kita. Di atas tutup pendamaian inilah kita dapat bersekutu dengan Dia. Haleluya, tuntutan ini telah terpenuhi, kita tidak kekurangan apa-apa lagi!
Ketika saya beroleh selamat, saya memiliki kesadaran yang sedalam-dalamnya bahwa Allah telah berkenan serta dipuaskan. Inilah aroma wangi yang membubung kepada-Nya bagi kesukaan dan kepuasan-Nya. Inilah khasiat penebusan Kristus yang sesuai dengan standar kepuasan-Nya. Puji Tuhan, kita memiliki sentosa dan Allah mendapatkan kepuasan! Karena itu, kita dan Allah merasa gembira. Inilah kenikmatan dan pengalaman terhadap Kristus dengan penebusan-Nya di dalam keempat gelang Roh itu.
Di bawah kisi-kisi terdapat abu, dan di atasnya terdapat bau harum yang semerbak. Abu dan bau harum, keduanya sesuai dengan standar tuntutan Allah. Lagi pula, kita tidak mengusung mezbah secara individu, tetapi secara korporat. Gereja memikul tongkat pengusung di dalam gelang-gelang untuk memberikan kesaksian akan Kristus Penebus yang almuhit.
WAHYU PERJANJIAN BARU
Dari mezbah kurban bakaran kita memiliki sebuah gambar menyeluruh Kitab Perjanjian Baru. Di sini kita melihat Kristus Penebus mendatangkan Roh yang almuhit untuk pergerakan-Nya melalui Tubuh-Nya. Sebagaimana telah kita lihat, ini digambarkan oleh mezbah dengan kisi-kisi, gelang-gelang, dan tongkat pengusung. Tubuh Kristus mengemban kesaksian Yesus di seluruh permukaan bumi oleh Roh yang almuhit. Ini merupakan wahyu Perjanjian Baru. Kristus dan realitas penebusan-Nya ada pada Roh yang dilambangkan oleh keempat gelang. Tanpa gelang-gelang, mezbah tidak ada kekuatan, tidak ada tenaga, tidak ada realitas. Dalam prinsip yang sama, tanpa Roh pemberi-hayat yang almuhit, Kristus dan penebusan-Nya menjadi kosong, tanpa kekuatan; tidak memiliki daya dobrak, tidak ada realitas.
Sudah umum bahwa orang-orang Kristen hari ini memiliki banyak hal tanpa Roh pemberi-hayat. Dalam agama Katolik terdapat banyak dongeng dan takhayul, tanpa Roh pemberi-hayat. Dalam Protestan banyak hal yang rohani dan fundamental, tetapi kekurangan Roh pemberi-hayat. Karena itu, Protestan pun kekurangan realitas. Menyangkut masalah ini, apakah sasaran pemulihan Tuhan? Sasaran pemulihan Tuhan adalah memulihkan realitas, hayat, vitalitas, tenaga kekuatan, dan daya dobrak dari hal-hal yang diwahyukan dalam Alkitab.
Bila Anda mengumpulkan berbagai perkara yang diwahyukan dalam Alkitab tetapi tanpa Roh, Anda akan memiliki agama. Mungkin agama itu agama Yahudi, Katolik, atau Protestan. Namun masing-masing perkara pada prinsipnya adalah sama: yaitu agama tanpa Roh pemberi-hayat. Roh pemberi-hayat adalah urat nadi, realitas, kekuatan, dan daya dobrak dari semua doktrin dan kisah di dalam Alkitab. Alkitab memuat banyak kisah dan doktrin yang ajaib. Akan tetapi, tanpa memiliki Allah Tritunggal yang telah melalui berbagai proses menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit, maka semua kisah dan doktrin itu hanya merupakan ajaran yang agamis. Itu bukan penyelamatan Allah.
Penyelamatan Allah adalah Kristus sebagai Roh pemberihayat yang almuhit, yang merupakan ekspresi akhir Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Melihat hal ini sangatlah penting. Seperti yang telah saya tunjukkan dalam berita sebelum ini, saya percaya bahwa empat gelang pada keempat ujung seiras dengan kisi-kisi, bukan sesuatu yang ditambahkan kepada kisi-kisi. Ini menunjukkan bahwa Roh pemberi-hayat yang almuhit adalah hasil dari Kristus Penebus. Roh itu bukan ditambahkan kepada Kristus, melainkan Roh itu timbul dari Kristus. Di satu aspek, kita boleh mengatakan bahwa Roh pemberi-hayat timbul dari Kristus, di aspek lainnya, kita, boleh juga mengatakan bahwa Kristus telah mendatangkan Roh itu. Karena itu, Kristus dan Roh itu adalah satu. Pada hakekatnya, gelang-gelang sama dengan kisi-kisi. Ini menyatakan kesamaan Kristus dengan Roh itu.
Saya telah banyak membaca buku-buku yang membahas Kemah Pertemuan dengan perabot-perabotnya. Baru-baru ini saya memeriksa beberapa buku yang memuat gambar-gambar tabernakel dan perabot-perabotnya. Tetapi tidak ada satu pun buku yang membahas makna penting dari kisi-kisi dengan gelang-gelang untuk tongkat pengusung. Seandainya kisi-kisi, gelang-gelang, dan tongkat pengusung disingkirkan dari mezbah, maka mezbah itu hanyalah selongsong kotak yang tak ada gunanya. Arti dan makna mezbah tergantung pada kisi-kisi, gelang-gelang, dan kayu pengusung.
Kita perlu terkesan dalam-dalam akan fakta bahwa kisi-kisi terletak pada ketinggian yang sama dengan tutup pendamaian tabut. Ini berarti Kristus merampungkan penebusan sesuai dengan tuntutan pada tutup pendamaian. Tutup pendamaian mewakili semua tuntutan keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah ada di dalam tempat maha kudus. Kerub yang mewakili kemuliaan Allah berada di atas tutup tabut. Kerub-kerub ini mengamati situasi dan berfungsi sebagai pengawal kemuliaan Allah. Kerub-kerub ini terbuat dari emas, dan tabut kesaksian disalut dengan emas. Emas di sini menandakan sifat Allah. Kekudusan ini pun mempunyai perintah dan permintaan. Selain itu, di dalam tabut terdapat hukum keadilan Allah dengan tuntutan keadilannya. Karena itu, mengenai tutup pendamaian dari tabut terdapat tiga tuntutan, yakni tuntutan kemuliaan, kekudusan, dan keadilan Allah. Sementara itu, kisi-kisi di dalam mezbah, justru terletak pada ketinggian yang sama dengan tutup pendamaian di atas tabut. Dengan demikian ini menunjukkan bahwa penebusan yang dirampungkan oleh Kristus telah sepenuhnya mencapai standar tuntutan Allah.
Keefektifan, khasiat penebusan Kristus juga menurut standar tuntutan Allah. Selain abu yang jatuh ke bawah, ada aroma yang harum membubung ke atas. Abu merupakan bukti bahwa kita telah diterima Allah dan diampuni, sehingga tidak ada lagi masalah dengan Allah. Masalahnya telah dibereskan, dan abu tertinggal sebagai jaminan bahwa kini kita boleh beserta dengan Allah. Bau harum yang membubung dari mezbah adalah untuk kepuasan Allah. Jadi, kita mengalami damai sejahtera, dan Allah gembira, senang, dan dipuaskan. Ini menunjukkan bahwa salib Kristus memenuhi tuntutan Allah dan memuaskan hati Allah; salib juga memenuhi keperluan kita serta memberi kita damai sejahtera. Semakin kita renungkan makna gambaran mezbah kurban bakaran, kita makin mengenal hal-hal yang menyangkut salib Kristus yang tidak tersingkapkan dalam kata-kata yang jelas dalam Perjanjian Baru.