← Daftar isi Kepemimpinan DI dalam Perjanjian Baru · bab 2/4

KEPEMIMPINAN DI DALAM MINISTRI PERJANJIAN BARU DI ANTARA PARA MINISTER PERJANJIAN BARU

Pembacaan Alkitab:

Kis. 1:17; Ef. 4:3-6; 1 Tim. 1:3-4; 6:3-5; 2 Yoh. 9-11

Di dalam Perjanjian Baru hanya ada satu ministri dan hanya satu kepemimpinan dalam ministri. Meskipun ada kebenaran kepemimpinan di dalam ministri Perjanjian Baru, Tuhan tidak mengangkat seseorang secara jabatan untuk menjadi pemimpin. Bagian awal Kisah Para Rasul memperlihatkan kepada kita bahwa Petrus mengambil pimpinan di antara para rasul (cf. Kis. 1:15; 2:14). Walaupun demikian, Tuhan tidak menunjuk Petrus sebagai yang menjabat pemimpin. Kepemimpinan adalah sesuatu yang secara spontan menurut hayat, menurut keperluan yang sesungguhnya, dan menurut situasi. Seorang pemimpin terbentuk melalui pertumbuhan hayat dan suatu hasil yang diperlukan. Jika tidak ada keperluan, tidak ada kepemimpinan yang dinyatakan. Lingkungan yang membentuk dan menyusun kepemimpinan.

Hanya ada satu kepemimpinan yang unik karena ministri adalah satu (Kis. 1:17, 25). Karena ministri adalah satu, seharusnya tidah lebih dari satu kepemimpinan. Juga ada satu kepemimpinan yang unik karena Allah, Tuhan, dan Roh semuanya satu (Ef. 4:4-6). Karena ada satu Allah, satu Tuhan, dan satu Roh, bagaimana boleh ada lebih dari satu kepemimpinan? Satu kepemimpinan yang unik adalah untuk menjaga keesaan Roh bagi Tubuh Kristus (Ef. 4:3). Kekristenan hari ini terpecah karena ada banyak kepemimpinan. Setiap pemimpin memiliki kelompok yang adalah ruang lingkup kepemimpinannya, dan ruang lingkup ini menjadi satu perpecahan. Maka, jika perkara kepemimpinan tidak tertampak atau terlihat dengan tepat, hal ini akan menciptakan perpecahan.

KEPEMIMPINAN DALAM PENGAJARAN PARA RASUL

Kepemimpinan dihasilkan, ditekankan, dan juga dibatasi, dalam pengajaran para rasul. Di dalam 1 Timotius 1:3-4 Paulus memerintahkan Timotius untuk tetap tinggal di Efesus untuk melakukan satu hal dengan tujuan yang pasti. Dia di sana untuk memerintahkan orang-orang yang menyimpang untuk tidak mengajarkan hal-hal yang berbeda dari ekonomi Allah dalam iman. Dia harus memerintahkan orang-orang ini supaya tidak mengajarksn hal-hal yang berbeda dari pengajaran para rasul, yang mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah untuk menyalurkan Allah Tritunggal yang telah melalui proses ke dalam umat-Nya yang dipilih dan ditebus agar Kristus dapat memiliki satu Tubuh untuk mengekspresikan diri-Nya sendiri dan agar Allah Tritunggal dapat memiliki ekspresi lengkap, kekal di dalam Yerusalem Baru. Setiap minister yang memberitakan atau pengajarkan harus melaksanakan satu ministri yang demikian. Sebaliknya, pemberita atau minister ini harus dibatasi. Paulus memiliki otoritas untuk memerintah orang untuk tidak mengajarkan yang berbeda dari ekonomi Allah. Timotius memberi tahu orang-orang yang menyimpang ini bahwa cara mereka mengajarkan harus dibatasi dan dikoreksi. Satu Timotius memperlihatkan kepada kita bahwa ada beberapa kepemimpinan yang memerintahkan orang untuk mengajarkan hal yang benar.

Kita juga dapat melihat kepemimpinan dalam pengajaran para rasul di dalam 2 Yohanes 9-11 di mana Yohanes memerintahkan kaum beriman untuk tidak menerima mereka yang mengajarkan di luar Kristus. Mengajarkan di luar Kristus adalah di luar pengajaran para rasul. Dua Yohanes 10-11 mengatakan, Jikalau seseorang datang kepadamu dan dia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah berkata kepada dia, Sukacita(salam)! Sebab ia yang mengatakan kepada dia, Sukacita, mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.(Tl.)” Perintah Yohanes melarang kaum beriman untuk menerima jenis minister ini. Mengatakan “Sukacita” kepada seseorang yang dipakai untuk menyambut. Kaum beriman tidak boleh menyambut mereka yang datang kepada mereka dan yang tidak membawa ajaran Kristus. Perintah yang demikian tegas ini menunjukkan kepemimpinan di dalam ministri Perjanjian Baru.

Paulus, dalam pekerjaannya di dalam ministri Perjanjian Baru, melaksanakan kepemimpinan untuk mengoreksi mereka yang mengajarkan dengan salah, dan Yohanes melaksanakan kepemimpinannya untuk memerintahkan kaum beriman untuk tidak menerima mereka yang mengajarkan bidah, yang tidak menurut pengajaran para rasul. Para rasul berbagian di dalam ministri ekonomi Perjanjian Baru melaksanakan kepemimpinan tertentu.

BUKAN KEPEMIMPINAN DI DALAM ORGANISASI

Kepemimpinan yang demikian seperti yang dilaksanakan Paulus dan Yohanes bukan kepemimpinan di dalam organisasi. Duabelas rasul yang pertama ditunjuk oleh Tuhan Yesus, tetapi mereka bukan terorganisir. Penunjukkan Tuhan Yesus adalah sama di antara duabelas rasul. Di dalam Perjanjian Baru kita tidak dapat melihat satu organisasi dengan daftar nama anggota, seorang memimpin acara, seorang sekertaris, atau jabatan yang lain. Semua denominasi besar memiliki daftar nama anggota dan seorang pemimpin acara. Gereja Katolik memiliki paus sebagai kepala hirarki organisasinya. Tetapi kepemimpinan di dalam ministri Perjanjian Baru bukan kepemimpinan dengan pengertian duniawi untuk mengendalikan orang lain. Di dalam pemulihan Tuhan kita tidak memiliki daftar nama anggota dengan seorang pembawa acara atau presiden.

Lebih jauh lagi, kepemimpinan ini bukan kepemimpinan di dalam tindakan para minister, tetapi di dalam pengajarannya, untuk membatasi mereka dari perpecahan. Kadang-kadang di dalam Perjanjian Baru Paulus memberi tahu beberapa sekerjanya untuk pergi ke tempat tertentu (1 Kor. 4:17) atau untuk tetap tinggal di tempat lain (tit. 1:5). Tetapi secara mendasar dikatakan kepemimpinan tidak dilaksanakan atas tindakan para minister. Tidak seorangpun yang harus melaksanakan pengontrolan atas pekerjaan bagi Tuhan. Jika seseorang memiliki beban untuk pergi ke Alaska, dia harus jelas bahwa hal ini berasal dari Tuhan. Tidak ada seorangpun mengontrol kepergiannya atau tidak, tetapi dia perlu jelas bahwa pembedanya berasal dari Tuhan melalui bersekutu dengan Tuhan dan Tubuh. Tidak ada pembatasan yang dilaksanakan dalam pergerakan para pekerja, tetapi jika seseorang bangkit untuk mengajarkan sesuatu yang di luar pengajaran para rasul, kepemimpinan dapat bangkit untuk memberi tahu orang ini untuk tidak mengajarkan yang berbeda. Kepemimpinan yang diperlihatkan dalam Perjanjian Baru terutama dalam pengajaran para pekerja, bukan dalam pergerakan para sekerja.

Agar pemulihan Tuhan menyebar ke seluruh dunia, siapa yang dapat mengarahkan pergerakan begitu banyak sekerja dan orang-orang yang melayani? Kita tidak memiliki suatu daftar nama atau suatu misi untuk mengarahkan pergerakan para sekerja. Tidak ada seorangpun yang berada di dalam satu posisi untuk mengarahkan pergerakan para minister. Mereka harus berdoa dan mencari pimpinan Tuhan dan persekutuan dengan kaum saleh terkasih yang memperhatikan pergerakan Tuhan di bumi hari ini. Melalui berdoa dan bersekutu dengan kaum saleh, mereka akan jelas kemanakah seharusnya mereka berada atau pergi ke tempat yang lain. Mereka akan jelas kemanakah mereka seharusnya pergi dengan mereka sendiri atau pergi dengan beberapa orang. Namun, apa yang diajarkan atau diberitakan oleh para pekerja seharusnya dibatasi. Kepemimpinan sangat diperlukan di area ini.

Dalam pemulihan di dalam ministri Allah, tidak ada kemerdekaan untuk memberitakan apapun yang mereka sukai untuk diberitakan atau mengajarkan apapun yang mereka sukai untuk diajarkan. Pemberitaan kita atau mengajaran kita harus dibatasi di bawah kepemimpinan oleh wahyu ekonomi Perjanjian Baru Allah. Jika seseorang di dalam pemulihan Tuhan mulai mengajarkan, menekankan, atau mempromosikan yang berkebalikan atau berbeda dari ekonomi Perjanjian Baru Allah, perlu ada kepemimpinan untuk pembatasan hal ini. Kemudian tidak akan ada kekacauan. Tidak pernah akan ada kekacauan di dalam pemulihan Tuhan jika semua dari kita memiliki wahyu yang jelas mengenai ministri di dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Di masa lalu pemulihan Tuhan diganggu oleh beberapa orang yang menekan perkara berbahasa lidah. Mayoritas kekeristenan masih tidak menerima perkara berbahasa lidah, dan sebenarnya perkara ini sangat merusak pergerakan Tuhan di bumi ini. Perkara berbahasa lidah, lebih banyak kerugiannya dari pada keuntungannya. Pada tahun-tahun awal pemulihan Tuhan di daratan Cina, kita menderita kehilangan besar ketika kita mencoba mempraktikan berbahasa lidah. Akhirnya para sekerja dengan spontan menyimpulkan bahwa berbahasa lidah tidak memadai untuk pergerakan Tuhan di bumi ini.

Satu majalah karismatik tertentu mencetak sebuah artikel yang di dalamnya penulis mengatakan bahwa dia telah mengontaki dua ratus orang yang menyatakan berbahasa lidah. Tanpa terkecuali, semua dari dua ratus orang ini murni berbahasa lidah. Bagaimanapun, penulis mendorong mereka semua untuk melakukan berbahasa lidah tanpa memperhatikan keraguan mereka tentang kemurnian apa yang mereka ucapkan. Kita membaca artikel yang dipublikasikan ini pada pelatihan tahun 1963. Kemudian saya menanyai para peserta pelatihan jika Petrus dan yang lainnya pada hari Pentakosta memiliki keraguan apakah bahasa lidah yang dibicarakan oleh mereka itu asli. Tentu saja Petrus dan yang lainnya tidak memiliki keraguan yang sedemikian. Bagaimanapun, dua ratus orang yang berbahasa lidah ini memiliki keraguan karena bahasa lidah yang mereka ucapkan itu tidak murni.

Lebih jauh lagi, pada tahun 1963 dan 1964 ada laporan surat kabar tentang beberapa orang aliran Pentakosta menubuatkan bahwa gempa bumi akan menggoncang kota Los Angeles dan kota ini akan terbenam ke dalam laut. Namun, tanggal yang diperkirakan gempa itu terjadi lewat, dan tidak ada terjadi apa-apa. Tentu saja kekurangan ini memenuhi bukti yang cukup bahwa nubuatan ini adalah kepalsuan. Untuk beberapa tahun, kita di dalam pemulihan Tuhan di Cina ada di bawah pengaruh perihal aliran Pentakosta. Melalui pengalaman kita, kita dapat bersaksi bahwa kita terpengaruh dengan pengajaran Pentakosta lebih rugi lagi. Pengrusakan besar pengajaran Pentakosta yaitu hal ini mempersulit kaum beriman mengapresiasi kesatuan batini dan organik dengan Allah Tritunggal. Banyak kaum beriman mendambakan berbahasa lidah, kesembuhan, dan mujijat, tetapi tidak berkembang dan mengelola kesatuan organik dengan Allah Tritunggal.

Sejak permulaan pemulihan Tuhan di Amerika Serikat, saya memberi tahu kaum saleh bahwa saya percaya adanya perkara berbahasa lidah di dalam Alkitab, tetapi menurut pengamatan dan pengalaman kita, berbahasa lidah di dalam pergerakan karismatik hari ini tidak sejati, tetapi buatan manusia. Ada yang mengatakan bahwa mereka dapat mengajar orang lain untuk berbahasa lidah. Mereka melakukan hal ini melalui mendorong orang lain untuk berbicara kata-kata yang tidak dimengerti. Dengan jelas, “berbahasa lidah” ini bukan dialek sejati. Berbahasa lidah dalam cara ini tidak melayankan hayat dan tidak membangun kaum beriman. Ketika beberapa orang menekankan berbahasa lidah di dalam pemulihan Tuhan, hal ini menciptakan satu masalah. Saya tidak memberi pengaturan untuk melarang hal ini, tetapi saya melakukan yang terbaik untuk memiliki persekutuan dengan kaum saleh melalui memberi tahu mereka bahwa berbahasa lidah tidak melayankan hayat atau membantu pemulihan Tuhan pada keseluruhannya.

Ada bahaya dari pengajaran yang datang dari antara kita yang menekankan perihal lain selain ekonomi Perjanjian Baru Allah. Kita tidak perlu melaksanakan terlalu banyak kepemimpinan atas jenis hal ini, tetapi kita perlu mengajar kaum saleh di dalam pemulihan Tuhan untuk belajar ekonomi Perjanjian Baru. Melalui mempelajari ekonomi Allah, kaum saleh akan memiliki kemampuan untuk membedakan apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan. Kaum saleh yang memiliki visi ekonomi Perjanjian Baru Allah tidak akan memperhatikan pengajaran yang menekankan dan mementingkan perihal lain. Karena jalan baru Tuhan, pintu terbuka lebar bagi setiap orang untuk berbicara dan bertindak. Karena itu, kita harus dibatasi oleh visi surgawi, oleh wahyu ekonomi Perjanjian Baru.

KEPEMIMPINAN YANG SESUNGGUHNYA

Kepemimpinan di dalam ministri Perjanjian Baru yang sesungguhnya bukan kepemimpinan seorang mengendalikan orang lain. Di dalam pemulihan Tuhan kita menolak dugaan seorang mengendalikan orang lain dan perkara-perkara. Kita memiliki beberapa kepemimpinan, tetapi bukan kepemimpinan seorang mengendalikan orang lain. Sebaliknya, kita memiliki kepemimpinan seorang yang dikendalikan wahyu di dalam satu ministri yang melaluinya mereka membawa masuk wahyu ministri. Wahyu yang mengendalikan, dan ini mengendalikan mereka yang melaluinya membawa masuk wahyu. Wahyu di dalam pemulihan Tuhan mengendalikan kita dan membatasi kita.

Ministri di antara kita bukan ministri seorang yang tunggal, tetapi ministri Perjanjian Baru yang unik, ministri pergerakan Tuhan di bumi dalam dispensasi gereja. Pergerakan Tuhan di bumi adalah melalui ministri yang unik dan kita berbagian di dalam ministri yang unik ini. Bahkan ketika kita pergi untuk mengunjungi orang melalui mengetuk pintu mereka adalah satu bagian dari ministri yang unik ini. Kepemimpinan bukan kepemimpinan seorang yang tunggal yang mengendalikan orang di dalam pemulihan Tuhan. Kepemimpinan di dalam pemulihan Tuhan adalah kepemimpinan wahyu yang diberikan Allah yang membatasi kita, mengarahkan kita, dan mengendalikan kita supaya kekacauan dan perpecahan dapat dihindari.

Syukur pada Tuhan untuk ministri yang unik dan untuk kepemimpinan yang unik di dalam ministri ini. Saya sangat bergembira bahwa kita semua menerima satu wahyu di bawah satu kepemimpinan, mengambil satu jalan dan mencapai satu sasaran. Jika semua kaum saleh di dalam pemulihan Tuhan mau bangkit untuk mengambil jalan yang ditetapkan Allah untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru, alangkah suatu pengaruh akan kita miliki! Di dalam jalan baru Tuhan, semua kaum saleh harus memiliki kesempatan untuk melayani Tuhan melalui mengetuk pintu, membaptis orang, mendirikan sidang rumahan, mengajarkan kebenaran, dan membantu orang untuk bertumbuh di dalam hayat. Kita harus berkorporat dengan Tuhan untuk mengambil jalan baru, jalan yang ditetapkan Allah, untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru. Saya percaya bahwa jalan ini akan membawa kembali Tuhan Yesus.