PEKERJAAN ROH ITU BERKESIMPULAN PADA PEMBAURAN ANTARA ILAHI DENGAN INSANI (2)
B. Memuliakan Putra Melalui Mewahyukan Dia
Bersama dengan Kepenuhan Bapa
Pekerjaan kategori pertama Roh itu ialah menginsafkan dunia melalui memberitakan Injil dan memindahkan orang keluar dari Adam masuk ke dalam Kristus. Menginsafkan orang adalah pekerjaan Roh itu dalam mendapatkan, menghidupkan, dan melahirkan kembali orang dosa. Tetapi pekerjaan Roh itu mencakup lebih banyak daripada ini. Pekerjaan kategori kedua Roh itu ialah memuliakan Putra melalui mewahyukan Dia bersama dengan kepenuhan Bapa kepada kaum beriman (16:12-15). Kita dapat mengatakan bahwa pekerjaan kategori pertama Roh itu ialah membawa orang masuk, dan kategori kedua ialah membina kaum beriman dan membangun mereka melalui mewahyukan Putra bersama dengan kepenuhan Bapa kepada mereka. Ini adalah pekerjaan pembangunan dari Roh Kudus. Kategori pertama pekerjaan Roh Kudus adalah menginsafkan dunia akan dosa, membawanya bertobat, percaya dan dilahirkan kembali. Kategori kedua pekerjaan Roh Kudus adalah tinggal di dalam kaum beriman yang dilahirkan kembali, untuk mewahyukan Kristus, memuliakan Kristus, agar Kristus menjadi riil di dalam kaum beriman.
1. Roh Realitas Adalah Realisasi Penuh dari Putra
Roh realitas adalah realisasi penuh dari Putra. Setelah Roh itu membawa kita kepada keselamatan, Ia akan menjadi realitas diri Putra sendiri di dalam kita. Apa adanya Putra, milik Putra, yang telah dicapai, diperoleh, dan digenapkan Putra, akan sepenuhnya tergarap ke dalam kita melalui Roh. Akhirnya Roh itu menjadi realisasi Putra. Dia adalah realitas dari segala apa adanya Putra dan milik Putra.
2. Memimpin Kaum Beriman Masuk ke Dalam Segala Realitas Putra
Ayat 13 mengatakan, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran (realitas), Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran (realitas).” Roh realitas bukan memimpin kaum beriman masuk ke dalam doktrin tentang Kristus, melainkan ke dalam seluruh realitas Kristus. Realitas ini tidak lain adalah Kristus itu sendiri. Jadi, Roh realitas akan membawa kita ke dalam semua realitas Kristus.
a. Segala Apa Adanya Bapa dan Milik Bapa Adalah Milik Putra
Yohanes 16:15 mengatakan, “Segala sesuatu yang Bapa miliki adalah milik-Ku.” Segala apa adanya Bapa dan milik Bapa adalah milik Putra. Putra adalah perwujudan Bapa: Segala apa adanya Bapa dan milik Bapa telah berdiam di dalam-Nya (Kol. 2:9). Semua apa adanya Bapa, seluruh kepenuhan ke-Allahan, berdiam di dalam Kristus. Sebab itu, kepenuhan Bapa ialah kepenuhan Putra, hayat dan sifat Bapa juga adalah hayat dan sifat Putra.
b. Segala Apa Adanya Putra dan Milik Putra Diterima oleh Roh
Dalam ayat 14, tentang Roh realitas, Tuhan berkata, “Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku.” Segala apa adanya Bapa dan milik Bapa ialah milik Putra, dan segala apa adanya Putra dan yang Putra peroleh telah diterima oleh Roh. Seluruh kepenuhan ke-Allahan berdiam dalam Kristus dan Roh menerima ini dari Kristus.
c. Roh Itu Mewahyukan Putra
Bersama dengan Bapa kepada Kaum Beriman
Dalam ayat 14 dan 15 Tuhan berkata bahwa Roh realitas “akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari Aku.” Segala apa adanya Putra dan milik Putra telah diwahyukan sebagai realitas kepada kaum beriman melalui Roh. Ini untuk memuliakan Putra bersama dengan Bapa. Roh mewahyukan Putra bersama dengan Bapa kepada kaum beriman. Ia menjadikan segala apa adanya Kristus dan milik Kristus riil bagi kita.
Sekarang mari kita lihat beberapa contoh bagaimana Roh meriilkan Allah dalam Kristus terhadap kita. Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah terang (1Yoh. 1:5). Alkitab pun mengatakan bahwa Kristus itu terang (Yoh. 8:12). Ini berarti terang yang adalah Allah sendiri, justru adalah Putra. Tetapi bagaimana terang ini dapat diwujudkan? Bagaimana terang itu dapat menjadi riil terhadap kita? Dengan diwujudkan melalui Roh itu. Ketika Roh itu bergerak di dalam kita, terang itu bercahaya. Terang itu adalah Bapa juga adalah Putra. Bapa ialah sumber dan esens terang, dan Putra ialah wujud dan ekspresi terang ini. Melalui Roh itu kita secara riil mewujudkan terang ini. Ketika Roh itu bergerak di dalam kita, Dialah realitas terang itu.
Sama halnya dengan perkara hayat. Allah itu hayat. Putra juga adalah hayat. Allah Bapa ialah sumber dan esens hayat, dan Putra ialah wujud dan ekspresi hayat ini. Bagaimana hayat ini dapat menjadi hayat kita? Melalui Roh itu. Roma 8:2 mengatakan bahwa Roh itu adalah Roh hayat. Ketika Roh itu bergerak di dalam kita, Ia bukan hanya terang yang bercahaya dan menyorot, tetapi juga hayat yang menghidupkan, memberi gizi, dan menguatkan kita.
Roh itu adalah realitas segala apa adanya Bapa dan Putra. Tanpa Roh itu, meskipun ada esens apa adanya Bapa dan Putra, tetapi tidak ada perwujudan. Sebagai contoh, walau kita mempunyai listrik, listrik itu masih perlu diterapkan untuk maksud tertentu. Penerapan listrik itu ialah perwujudan listrik. Demikian pula, Roh itu adalah penerapan segala apa adanya Bapa dan Putra. Tanpa Roh itu sebagai realitas dan penerapan, segala sesuatu mungkin riil, tetapi tidak dapat diperoleh dan diterapkan. Kalau kita ingin menerapkan semua apa adanya Allah dan Kristus, kita perlu Roh itu. Kita harus memuji Tuhan bahwa hari ini Ia bukan saja Bapa dan Putra, tetapi juga Roh itu. Ia tidak saja sumber dan aliran, tetapi juga penerapannya. Roh itu mencapai kita, masuk ke dalam kita, dan menerapkan segala keperluan kita akan Bapa dan Putra. Ini sangat ajaib!
Hidup gereja mutlak tergantung pada Roh itu. Hanya teori tentang Bapa dan Putra tidaklah cukup. Kita perlu penerapan yang hidup tentang Bapa dan Putra melalui Roh itu. Roh itu memuliakan Putra melalui mewahyukan Dia bersama dengan seluruh kepenuhan Bapa. Misalnya, rendah hati. Tidak seorang pun dilahirkan dengan rendah hati. Orang keliru kalau mengatakan anak kecil rendah hati. Setiap anak kecil tinggi hati. Kita ini sombong sejak lahir dan secara alamiah. Lagi pula, kita sombong dalam hidup kita. Apakah rendah hati itu? Rendah hati ialah Kristus, Kristus ialah realitas setiap kebajikan manusia dan setiap atribut ilahi. Semua kebajikan manusia dan atribut ilahi adalah Kristus sendiri. Dalam arti yang baik dan positif, Kristus itu segala-galanya. Dia adalah rendah hati, kasih, kesabaran, dan kepatuhan. Di luar Dia, tidak ada yang baik, termasuk kita. Semua kebajikan dan atribut adalah Kristus. Bagaimana Roh itu memuliakan Kristus? Dia memuliakan Kristus melalui mewahyukan Kristus butir demi butir. Misalnya, dalam semua apa adanya Kristus terdapat satu butir yang disebut rendah hati. Pada suatu hari Roh itu mewahyukan Kristus kepada Anda sebagai rendah hati Anda. Ini bukan teori rendah hati, melainkan Persona Kristus yang hidup diwahyukan kepada Anda sebagai rendah hati. Dengan spontan, suatu hidup yang rendah hati akan tertampak dari Anda. Itulah Kristus mendapatkan kemuliaan. Demikianlah Roh itu memuliakan Kristus, Putra Allah. Ia bukan melakukannya melalui mengajar Anda tentang Kristus sebagai rendah hati, melainkan secara langsung mewahyukan Kristus sebagai rendah hati ke dalam Anda. Rendah hati ini kemudian diperhidupkan dari diri Anda dan diperhidupkannya rendah hati ini ialah dimuliakannya Putra.
Pada akhirnya, setiap ciri-ciri Kristus akan diekspresikan dalam hidup gereja. Di sana tidak ada orang Yahudi, orang Yunani, Amerika, Inggris, Jepang, China, Filipina, atau ekspresi suku lainnya. Hanya ada ekspresi Kristus. Inilah yang kita maksudkan dengan berkata bahwa Roh memuliakan Putra melalui mewahyukan Dia dalam kepenuhan Bapa kepada kaum beriman. Kita semua perlu mengalami hal ini. Ini akan memperkaya, memperkuat, dan mempertinggi hidup gereja. Jika hidup gereja mempunyai semua fakta ini, hidup gereja pasti akan bertumbuh dan maju.
d. Perbauran Ilahi dengan Insani
Hidup gereja ialah suatu perbauran ilahi dengan insani. Ketika Roh itu memuliakan Putra bersama dengan Bapa, Allah Tritunggal tergarap ke dalam dan berbaur dengan kaum beriman. Perkara perbauran ilahi dengan insani ini sangat dilalaikan oleh orang Kristen hari ini. Perkara yang paling inti ini telah diabaikan oleh hampir semua orang Kristen. Orang Kristen hanya memperhatikan teori. Tetapi dalam Yohanes 16, seperti dalam Yohanes 1:14 dan 17, kata “kebenaran” dalam bahasa Yunani berarti “realitas”, bukan “doktrin”. Menafsirkan “kebenaran” sebagai “doktrin” dalam Injil Yohanes akan sangat merugikan dan mencelakakan. Dalam bahasa Yunani, istilah itu hanya berarti “realitas” atau “fakta”. Ketika Roh realitas datang, Ia akan membimbing kita ke dalam realitas penuh Kristus, agar kita berbaur dengan Allah Tritunggal. Semakin banyak Putra diwahyukan kepada kita bersama dengan kepenuhan Bapa, kita akan semakin mengalami Putra. Kemudian akan terdapat lebih banyak perbauran ilahi dengan insani dalam hidup gereja. Hidup gereja ialah perbauran ilahi dengan insani hari demi hari.
C. Menyatakan Perkara yang Akan Datang
Kita telah melihat bahwa pekerjaan Roh itu dalam Yohanes 16 ada dalam tiga kategori: Menginsafkan dunia, memuliakan Putra melalui mewahyukan Dia bersama dengan kepenuhan Bapa kepada kaum beriman, dan menyatakan perkara yang akan datang. Catatan Yohanes juga terdiri dari tiga kategori Injil, Surat Kiriman, dan Kitab Wahyu. Ketiga kategori catatan Yohanes berkaitan dengan tiga ganda pekerjaan Roh itu. Injilnya terutama untuk menginsafkan dunia, Surat Kiriman untuk mewahyukan Putra bersama dengan kepenuhan Bapa, dan Kitab Wahyu adalah kitab yang menyatakan perkara yang akan terjadi kelak. Dalam ayat 13, Tuhan mengatakan tentang Roh bahwa “Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Roh itu akan menunjukkan perkara-perkara yang akan datang, yang terutama diwahyukan dalam Kitab Wahyu (Why. 1:1, 19). Dalam Kitab Wahyu, telah diwahyukan empat perkara penting: Perkembangan gereja (pasal 1-3); nasib dunia (pasal 4-16); kesudahan Iblis Babel besar (pasal 17-18); dan pencapaian akhir Allah Yerusalem Baru (pasal 19-22). Kitab Wahyu menunjukkan semua perkara ini kepada kita.
III. PUTRA DILAHIRKAN DALAM
KEBANGKITAN SEBAGAI ANAK YANG BARU LAHIR
Dalam ayat 16-24 kita nampak butir yang agak sulit kita pahami: Putra dilahirkan dalam kebangkitan sebagai anak yang baru lahir. Tuhan telah memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan dibunuh dan dunia akan bergembira, tetapi murid-murid akan berdukacita (ayat 20). Kemudian Tuhan memberi tahu mereka bahwa seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia (ayat 21). Setelah anak itu dilahirkan, si perempuan bergembira, karena telah melahirkan seorang anak. Siapakah perempuan ini? Perempuan ini ialah semua murid. Siapakah anak (Putra) ini? Anak ini ialah Kristus. Apakah kelahiran ini? Kelahiran ini ialah kebangkitan.
A. Murid-murid Adalah Perempuan
yang Sedang Melahirkan dalam Kesakitan
Pada saat Tuhan mengatakan hal ini kepada murid-murid, Ia masih berada di tengah-tengah mereka, seperti seorang anak yang terkandung dalam rahim ibunya, menunggu dilahirkan sebagai seorang bayi. Maksudnya, murid-murid-Nya adalah perempuan yang sedang melahirkan dalam kesakitan. Selama tiga hari itu, murid-murid sungguh menderita sakit bersalin, untuk melahirkan Kristus dalam kebangkitan sebagai Anak Allah. Setelah kebangkitan Tuhan, “perempuan” ini mempunyai anak yang baru lahir dan ia bersukacita (20:20).
B. Putra yang Dilahirkan
Manusia yang dilahirkan ke dalam dunia itu ialah Putra (Yoh. 16:21). Putra dilahirkan dalam kebangkitan (Kis. 13:33) sebagai Anak Allah (Ibr. 1:5; Rm. 1:4). Melalui kebangkitan itulah Tuhan dilahirkan sebagai Anak Allah. Dalam palungan, Tuhan dilahirkan sebagai Anak Manusia, tetapi dalam kebangkitan, Ia dilahirkan sebagai Anak Allah. Kisah Para Rasul 13:33 membuktikan hal ini: “Dengan membangkitkan Yesus, seperti yang tertulis dalam mazmur kedua: Engkaulah Anak-Ku! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini” (Tl.). Pada hari mana Kristus diperanakkan sebagai Anak Allah? Pada hari kebangkitan. Kebangkitan-Nya itu adalah suatu kelahiran.
Tetapi bukankah Tuhan adalah Anak Allah sebelum kebangkitan-Nya? Ya, benar. Lalu mengapa Ia harus dilahirkan sebagai Anak Allah dalam kebangkitan? Apa makna Roma 1:4 yang mengatakan bahwa Ia “menurut Roh ke kudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati bahwa Dialah Anak Allah yang berkuasa”? Mazmur 2:7 yang dikutip dalam Kisah Para Rasul 13:33 dan Ibrani 1:5, menubuatkan bahwa Kristus akan dilahirkan sebagai Anak Allah dalam kebangkitan. Bagaimana kita dapat me-nerangkan hal ini? Kristus adalah Anak Allah yang berin-karnasi menjadi manusia. Dikatakan secara serius, bagian insani-Nya bukan Anak Allah, tetapi di dalam insani-Nya terdapat Anak Allah. Sebelum kematian dan kebangkitan-Nya, Dia adalah Anak Allah secara insani, tetapi bagian insani-Nya bukan Anak Allah. Sebab itu, Ia harus melalui kematian dan kebangkitan agar bagian insani-Nya terbawa ke dalam keputraan. Bagian ilahi-Nya, yaitu Anak Allah, tidak perlu dilahirkan sebagai Anak Allah, tetapi bagian insani-Nya perlu dilahirkan dan diangkat menjadi Anak Allah. Sebelum kematian dan kebangkitan Tuhan, Dia adalah Putra Allah, namun ketika orang melihat Dia, mereka masih tetap bertanya, “Siapakah orang ini? Apakah Ia Anak Allah?” Kalau Ia adalah Anak Allah, mengapa orang masih bertanya tentang Dia? Sebab bagian insani-Nya tidak mirip Anak Allah. Tetapi melalui kematian dan kebangkitan-Nya, bagian insani-Nya diproses dalam keputraan. Sekarang, setelah kebangkitan-Nya, tidak seorang pun akan bertanya-tanya apakah Dia adalah Anak Allah atau tidak. Setiap orang akan berkata, “Inilah Putra Allah!” Inilah sebabnya Ia perlu dilahirkan dalam kebangkitan-Nya dan dinyatakan sebagai Anak Allah. Artinya, Ia adalah anak yang dilahirkan dalam kebangkitan. Sebelum kebangkitan Tuhan, alam semesta belum pernah melihat seorang yang demikian. Tetapi setelah kebangkitan-Nya, Ia adalah anak ajaib dengan hayat Allah dan sifat insani, dengan kemuliaan ilahi maupun “keputraan” insani. Ibu itu pasti sangat gembira akan kelahiran anak ajaib yang demikian.
C. Kristus Datang dalam Kebangkitan kepada Kaum Beriman
Sebagaimana kita telah melihat, ibu (perempuan) dalam ayat 21 mengacu kepada murid-murid. Setelah dilahirkan sebagai seorang anak dalam kebangkitan, Kristus datang kepada kaum beriman-Nya pada malam hari kebangkitan-Nya. Murid-murid bersukacita atas kehadiran-Nya (Yoh. 20:20). Sebagaimana seorang ibu akan gembira ketika melihat anaknya yang baru lahir, demikian pula murid-murid-Nya gembira ketika mereka melihat Tuhan pada hari kebangkitan. Yohanes 16:16 mengatakan, “Sesaat lagi, kamu tidak melihat Aku lagi dan juga sesaat lagi, kamu akan melihat Aku.” Tuhan akan mati dan dikubur, murid-murid takkan melihat Dia “sesaat lagi”. Tetapi setelah “sesaat lagi” pula mereka akan melihat Dia, sebab Ia akan dibangkitkan. Dunia tidak dapat melihat Tuhan karena dunia tidak dapat melihat Tuhan yang telah bangkit. Hanya murid-murid yang dapat melihat Tuhan yang telah bangkit, Sang ajaib itu. Yohanes 20:20 ialah penggenapan nubuat Tuhan dalam 16:22. Tuhan menubuatkan dalam 16:22 bahwa murid-murid akan bergembira dan bersukacita, dan 20:20 menunjukkan bahwa murid-murid sungguh gembira ketika mereka melihat Dia pada hari kebangkitan.
D. Kaum Beriman Bersatu dengan Putra dan Berdoa dalam Nama-Nya
Dalam ayat 23 dan 24 Tuhan berkata, “Pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” Di sini kita melihat kaum beriman bersatu dengan Putra dan berdoa dalam nama-Nya. Melalui kebangkitan, Ia dilahirkan sebagai Anak Allah dan menjadi Roh pemberi hayat (1Kor. 15:45 Tl.). Sekarang kita, kaum beriman, dalam roh, oleh roh, dan dengan roh dapat bersatu dengan-Nya. Berdoa dalam nama-Nya berarti menjadi satu dengan-Nya. Ketika kita bersatu dengan Tuhan, kita tidak akan berdoa berdasarkan diri kita, melainkan berdasarkan Tuhan. Doa-doa yang kita ucapkan dalam keesaan dengan Tuhan pasti akan dikabulkan. Ketika kita berdoa, Ia pun berdoa dalam doa-doa kita. Jika saya tidak bersatu dengan Anda, tetapi saya bertindak dalam nama Anda, itu tidak benar. Tetapi kalau saya betul-betul bersatu dengan Anda, saya dapat mengerjakan dan menuntut dalam nama Anda. Demikian pula, kaum beriman dapat berbuat dan menuntut dalam nama Putra, karena mereka bersatu dengan-Nya.
Hal ini dibenarkan oleh 20:22-23 “Sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata, ‘Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.’” Ini berarti bahwa karena kita telah menerima Roh Kudus, bersatu dengan Tuhan, dan Tuhan bersatu dengan kita, maka dosa siapa yang kita bebaskan, Tuhan akan membebaskannya, dan dosa siapa yang kita tetapkan, Tuhan pun akan menetapkannya. Apa yang kita lepaskan akan Tuhan lepaskan, dan apa yang kita ikat akan Tuhan ikat; sebab dalam Roh, kita adalah satu dengan-Nya. Tetapi yakinlah bahwa ketika Anda mengatakan, “Aku mengikat,” Anda berada di dalam Roh. Karena kalau Anda tidak di dalam Roh, Anda tak akan berhasil. Kita harus di dalam Roh sebelum kita dapat bersatu dengan Tuhan. Kemudian, apa yang kita ikat, Tuhan akan mengikatnya; apa yang kita lepaskan, Tuhan akan melepaskannya; dan apa yang kita minta, Bapa akan memberikannya kepada kita dalam nama Tuhan.
IV. MESKIPUN DIANIAYA, KAUM BERIMAN
TETAP MEMILIKI DAMAI DI DALAM PUTRA
A. Putra Datang dari Bapa
Pada saat itu, Tuhan dengan jelas memberi tahu murid-murid bahwa Ia datang dari Allah Bapa, dan mereka pun percaya (Yoh. 16:27-28, 30). Allah Bapa adalah sumber-Nya dan Ia datang dari sumber itu ke dalam dunia, mengumumkan dan mewahyukan Allah kepada manusia, sehingga manusia mengenal Bapa dan masuk ke dalam sumber itu.
B. Putra Kembali kepada Bapa
Setelah Ia menyelesaikan tugas-Nya di bumi, Tuhan kembali melalui kematian dan kebangkitan kepada Bapa, sumber dari mana Ia datang, agar Ia dapat menyiapkan jalan dan tumpuan bagi manusia, untuk membawa manusia ke dalam Bapa (Yoh. 16:28).
C. Putra dengan Terus Terang Memberitakan Bapa kepada Kaum Beriman
Pada saat itu, Tuhan berjanji akan dengan terus terang memberitakan Bapa kepada murid-murid-Nya (Yoh.16:25). Ini terbukti dengan kedatangan-Nya kembali kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya, pada saat Ia memberitakan nama Bapa kepada saudara-saudara-Nya (Ibr. 2:12) agar mereka tahu sifat dan hayat Bapa. Dalam kebangkitan, sebagai Putra Sulung Allah, Tuhan menjadikan kita putra-putra Allah, saudara-saudara-Nya, mengenal Bapa dalam jalan hayat, berbagian dalam sifat ilahi-Nya (2Ptr. 1:3-4).
D. Kaum Beriman Bersatu dengan Putra dan Berdoa dalam Nama-Nya
Melalui kebangkitan-Nya, Tuhan telah membuat murid-murid bersatu dengan-Nya. Sejak saat itu, mereka dapat berdoa dalam nama-Nya (Yoh. 16:26). Karena mereka dengan Dia adalah satu, maka Dia tidak lagi berdoa bagi mereka, melainkan berdoa bersama mereka dalam doa mereka. Mereka tidak lagi berdoa secara tidak langsung kepada Bapa melalui Putra, tetapi berdoa langsung kepada Bapa dalam Putra, karena mereka bersatu dengan-Nya.
E. Kaum Beriman Tercerai-berai ketika Putra Menderita
Selama Putra menderita, murid-murid-Nya terceraiberai, meninggalkan Dia seorang diri (Yoh. 16:32). Tetapi Ia tidak seorang diri, sebab Bapa beserta dengan Dia. Bahkan pada saat Putra menderita, Bapa beserta dengan-Nya. Murid-murid meninggalkan Dia, tetapi Bapa tidak.
F. Kaum Beriman Mempunyai Damai Sejahtera dalam Putra yang Menang
Kita mempunyai damai sejahtera dalam Tuhan (Yoh. 16:33). Meskipun Tuhan telah mati dan telah dibangkitkan, namun kita masih berada di dunia yang tidak ada damai sejahtera. Di dunia ini kita hanya mempunyai kesulitan. Tetapi Tuhan sendiri menjadi damai sejahtera kita, dan kita bisa mempunyai kedamaian di dalam Dia. Tidak peduli bagaimana dunia ini menyulitkan dan menganiaya kita, Tuhan telah mengalahkan dunia. Kita tak perlu khawatir, atau takut kepada dunia. Biarkanlah dunia menganiaya dan menyusahkan kita. Tuhan adalah damai sejahtera kita. Ia telah mengalahkan dunia.
Kita perlu mengingat kembali apa yang diwahyukan dalam Yohanes 14 sampai 16. Pasal 14 mengenai saling tinggal, pasal 15 mengenai organisme, dan pasal 16 merupakan tambahan pasal 14 dan 15. Dalam pasal tambahan ini terdapat pekerjaan Roh yang menghasilkan perbauran ilahi dengan insani. Artinya, hasil dari pekerjaan Roh itu adalah perbauran ilahi dan insani. Kita telah melihat perbauran ini dalam pasal 14, perbauran ini akhirnya menjadi saling tinggal. Saling tinggal ini adalah suatu organisme, Tubuh Kristus, dengan Kristus bertumbuh dalam hayat ilahi untuk mengekspresikan Bapa. Inilah organisme yang diwahyukan dalam pasal 15. Pasal 16 memberi tahu kita bagaimana perbauran ilahi dengan insani dapat terjadi. Itu terjadi melalui pekerjaan Roh Kudus. Pertama-tama pekerjaan Roh ialah menginsafkan orang dosa supaya mereka dapat percaya dalam Kristus dan dipindahkan keluar dari Adam ke dalam Kristus. Kedua, mewahyukan Kristus bersama dengan kepenuhan Bapa kepada kaum beriman yang dipindahkan ke dalam Kristus agar mereka dapat dibina, dibangun dengan seluruh kepenuhan ke-Allahan untuk mengekspresikan Allah Tritunggal dan memuliakan Putra bersama dengan Bapa. Ingatlah butir-butir ini: pasal 14 mengenai saling tinggal, pasal 15 mengenai organisme, pasal 16 mengenai pekerjaan Roh untuk menginsafkan dunia, dan membangun kaum beriman dengan kepenuhan ke-Allahan sehingga gereja dapat memuliakan Putra bersama dengan Bapa.
Saya perlu menambahkan perkataan singkat tentang organisme. Tidak ada suatu masyarakat manusia yang merupakan suatu organisme. Mereka semua hanya merupakan organisasi. Hanya gereja yang benar dan murni adalah suatu organisme. Dalam organisasi sosial apa pun tidak ada hayat, sebab tidak ada yang organik di dalamnya. Namun gereja mengandung hayat ilahi dan bersifat organik. Dalam pasal 15, kita melihat pohon anggur ialah organisme Allah Tritunggal. Allah Tritunggal telah menggarapkan diri-Nya ke dalam organisme ini dan sekarang bertumbuh di dalamnya. Hayat, sifat, unsur, inti, dan seluruh kepenuhan Allah Tritunggal telah tergarap ke dalam pohon anggur. Sebab itu, pohon anggur bukan organisasi yang tak berhayat, melainkan suatu organisme yang penuh hayat dan yang bertumbuh, berfungsi, mengekspresikan Bapa, menggenapkan maksud tujuan-Nya, dan merampungkan ekonomi-Nya. Puji Tuhan bahwa dalam alam semesta ada suatu organisme hidup yang demikian! Bapa ialah sumber, unsur, inti, sifat, dan hayat organisme ini; Putra ialah penjelmaan dan ekspresi organisme ini; dan Roh ialah realitas dan realisasi organisme ini. Gereja hari ini ialah Tubuh organisme ini. Putra ialah Kepala Tubuh dan akar pohon yang bertumbuh dengan hayat ilahi dan yang mengekspresikan kelimpahan ilahi untuk menggenapkan maksud kekal Allah. Inilah or-ganisme yang menggenapkan ekonomi ilahi. Haleluya atas misteri ilahi ini!