← Daftar isi Yohanes (4) · bab 1/16

PEKERJAAN ROH ITU BERKESIMPULAN PADA PERBAURAN ANTARA ILAHI DENGAN INSANI (1)

Kalau kita jelas tentang Yohanes 14 dan 15, kita akan mudah mengerti Yohanes 16. Pada dasarnya, tidak ada yang baru dalam pasal ini. Dalam dua pasal sebelumnya, Tuhan telah membicarakan prinsip-prinsip yang utama. Dengan membaca dan membandingkan ketiga pasal ini, nampaknya seolah-olah Tuhan mengulangi firman-Nya. Walau penuturan-Nya berubah, tetapi prinsip dasarnya tetap sama. Karena itu, ketika kita sampai pada pasal 16, kita harus mengingat kembali prinsip-prinsip utama yang telah Tuhan singgung dalam pasal-pasal sebelumnya. Sebelum kita sampai pada pasal 16, mari kita ulangi prinsip-prinsip ini.

Prinsip utama yang pertama ialah Tuhan harus pergi, berarti Ia harus mati dan bangkit. Kepergian-Nya bukan berarti Ia meninggalkan murid-murid. Kepergian-Nya adalah kedatangan-Nya; Ia sedang mengambil langkah yang lain untuk datang. Melalui mati dan bangkit, Ia menempuh langkah lain dalam kedatangan-Nya. Langkah pertama kedatangan Tuhan adalah melalui inkarnasi, sehingga Ia dapat beserta kita dan tinggal di antara kita. Namun pada saat itu Ia masih belum dapat masuk ke dalam kita. Langkah pertama inkarnasi-Nya adalah jalan di mana Allah yang kekal menjadi seorang manusia untuk berhubungan dengan kita. Tetapi sebelum Ia dapat masuk ke dalam kita dan berbaur dengan kita, langkah kedua diperlukan. Langkah itu ialah kematian dan kebangkitan-Nya. Melalui kematian dan kebangkitan-Nyalah, Ia bertransfigurasi dari daging menjadi Roh itu. Daging-Nya adalah wujud-Nya ketika datang beserta kita dan tinggal di antara kita, tetapi Roh itu adalah wujud-Nya yang lain yang dengan-Nya Ia masuk ke dalam kita dan berbaur dengan kita. Inilah butir utama perkara yang disinggung Tuhan dalam pasal 14 dan 15.

Prinsip utama yang kedua ialah Tuhan pergi melalui kematian sehingga Ia dapat kembali dalam kebangkitan sebagai Roh realitas. Segala apa adanya Tuhan dapat direali-sasikan melalui Roh. Kalau kita hanya mempunyai ajaran, doktrin, dan tulisan tentang Tuhan tanpa Roh, kita tidak mempunyai realitas. Doktrin dan pengajaran tentang Tuhan bukan realitas. Realitas Tuhan ialah Roh Kudus dan Roh Kudus adalah realitas Tuhan. Misalnya, kita tahu bahwa Tuhan ialah hayat. Tetapi kalau kita tidak mempunyai Roh Kudus, kita takkan memiliki hayat. Karena Roh Kudus adalah realitas Kristus, maka kita yang memiliki Roh Kudus, memiliki realitas Kristus; demikian, baru kita mempunyai hayat. Tambahan pula kita tahu bahwa Tuhan adalah terang. Mendapatkan Roh Kudus berarti mendapatkan terang; kalau kita tidak memiliki Roh Kudus, kita tidak memiliki terang. Tuhan juga adalah jalan. Kalau kita mempunyai Roh Kudus, kita mempunyai jalan dan kita tahu bagaimana melakukan segala sesuatu. Namun, kalau kita tidak memiliki Roh Kudus, hanya memiliki ajaran teori, maka kita tidak mempunyai jalan yang sesungguhnya. Realitas Kristus ialah Roh Kudus, dan Roh Kudus adalah Roh realitas. Datangnya Roh realitas berarti datangnya realitas Kristus.

Prinsip utama yang ketiga dalam Yohanes 14 dan 15 ialah saling tinggal. Melalui datangnya Kristus sebagai Roh realitas, Dia akan tinggal di dalam kita dan kita akan tinggal di dalam Dia. Demikian, Dia dan kita, kita dan Dia, akan saling tinggal. Kita dapat tinggal di dalam Allah Tri-tunggal dan Allah Tritunggal dapat tinggal di dalam kita. Dengan demikian Allah Tritunggal membaurkan diri-Nya dengan kita. Insani dengan ilahi, ilahi dengan insani, berbaur menjadi satu. Inilah inti pemikiran kedua pasal ini. Sesungguhnya, ini adalah pemikiran utama, prinsip dasar maksud ilahi. Inilah rahasia seluruh alam semesta.

Kebanyakan saudara dan saudari sulit nampak perkara perbauran antara ilahi dengan insani ini. Sekali demi sekali saya berdoa dan menengadah kepada Tuhan, mohon Ia mewahyukan perkara ini kepada kaum beriman. Konsepsi perbauran Allah dengan manusia berlawanan dengan konsepsi manusia. Perlu suatu wahyu dan visi surgawi agar “mata” roh, hati, dan pikiran kita dapat dicelikkan sehingga melihat rahasia ini. Rahasia perbauran diri Allah dengan insani lebih riil daripada Anda. Inilah pemikiran dasar dan inti Yohanes 14-16. Dalam ketiga pasal ini Tuhan terutama membicarakan satu masalah ini: Bapa dalam Putra sebagai Roh telah masuk ke dalam kita, membaurkan diri-Nya dengan kita dan menjadikan kita tempat tinggal bagi-Nya dan Dia bagi kita.

Kali pertama Tuhan menunjukkan perkara ini kepada saya, saya sungguh girang, sebab saya tahu bahwa saya telah menerima Allah Tritunggal dan bahwa Ia telah berbaur dengan saya. Inilah ekonomi Allah. Ini bukan agama, juga bukan pengajaran doktrin; ini adalah Allah Tritunggal berbaur dengan manusia. Ketiga pasal Injil Yohanes ini mewahyukan ekonomi Allah yang sesungguhnya bagi kita ialah: Bapa di dalam Putra sebagai Roh masuk ke dalam kita dan membaurkan diri-Nya dengan kita. Prinsip dasar ini perlu kita ulang berkali-kali sampai kita betul-betul terkesan.

I. KEPERGIAN PUTRA

UNTUK KEDATANGAN ROH

Dalam ayat 7 Tuhan berkata, “Namun benar yang Ku-katakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” Kepergian Putra adalah untuk kedatangan Roh. Ia berkata jika Ia tidak pergi, Roh tidak akan datang. Kepergian Tuhan yang disebutkan dalam ayat ini akhirnya digenapkan dengan kenaikan-Nya dalam 20:17.

A. Putra Pergi dalam Daging

Ketika Putra mengucapkan perkataan ini, Ia masih dalam daging. Kemudian Ia memasuki maut dalam daging sehingga Ia dapat ditransfigurasi ke dalam Roh dalam kebangkitan.

B. Kedatangan Putra sebagai Roh

Adalah Penolong Lain

Putra memasuki maut dalam daging, tetapi Ia kembali dalam kebangkitan sebagai Roh (1Kor. 15:45). Ia datang sebagai Roh, Penolong yang lain. Ia pergi melalui maut sebagai Penebus untuk menggenapkan penebusan bagi kita, tetapi Ia datang dalam kebangkitan sebagai Roh untuk menyalurkan diri-Nya sebagai hayat kepada kita.

C. Putra Mengutus Penolong

Adalah Putra Datang sebagai Penolong

Putra mengutus Penolong adalah Ia datang sebagai Penolong. Utusan-Nya ialah kedatangan-Nya. Dengan kata lain, Ia mengutus diri-Nya sendiri dalam bentuk lain datang sebagai Penolong lain. Ini sangat indah, ajaib, dan misterius. Beberapa teman Kristen yang terkasih menentang hal ini dengan mengajukan pertanyaan, bagaimana saya dapat mengatakan bahwa Tuhan mengutus diri-Nya sendiri? Sebagai jawaban, saya tunjukkan Zakharia 2:8-11. Bila Anda membaca potongan firman ini sambil berusaha mengerti siapa Pengutus itu dan siapa Yang diutus itu, akhirnya Anda akan bersujud dan mengatakan, “Tuhan, Engkaulah kedua-duanya. Engkaulah Pengutus juga Yang diutus.” Semuanya adalah satu Tuhan semesta alam. Satu Tuhan semesta alam ini adalah Pengutus dan Yang diutus.

II. PEKERJAAN ROH ITU

Butir yang utama dalam Yohanes 16 ialah pekerjaan Roh itu. Menurut pasal ini, pekerjaan Roh berada dalam tiga kategori: Menginsafkan dunia; memuliakan Putra melalui mewahyukan Dia dengan kepenuhan Bapa kepada kaum beriman; dan menyatakan apa yang akan datang. Tulisan Yohanes pun ada tiga kategori: Kitab Injil, Surat-surat Kiriman, dan Kitab Wahyu. Injilnya terutama untuk memberitakan Injil dan menginsafkan dunia, Surat-surat Kiriman-nya terutama untuk mewahyukan Putra dengan kepenuhan Bapa, dan Kitab Wahyunya adalah kitab yang mengungkapkan segala perkara yang akan datang.

A. Menginsafkan Dunia

Dalam ayat 8 mengenai Roh itu, Tuhan berkata, “Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman.” Ketiga hal ini dosa, kebenaran, dan penghakiman masing-masing berhubungan dengan seseorang. Di samping Allah, Persona ilahi, ada tiga persona penting dalam alam semesta: Adam, Kristus, dan Iblis. Dosa berhubungan dengan Adam, kebenaran berhubungan dengan Kristus, dan penghakiman berhubungan dengan Iblis.

Dosa berhubungan dengan Adam, karena melalui Adam, dosa masuk ke dalam manusia (Rm. 5:12). Kita lahir dari dosa di dalam Adam. Kalau Anda dilahirkan dalam Adam, Anda terlahir sebagai seorang dosa.

Kebenaran berhubungan dengan Kristus, karena kebenaran datang dari Kristus dan bahkan adalah diri Kristus yang telah bangkit (ayat 10; 1Kor. 1:30). Adam adalah dosa dan Kristus adalah kebenaran. Dalam Adam kita berdosa dan terkutuk; dalam Kristus kita benar dan dibenarkan. Dalam Adam kita mewarisi dosa, dalam Kristus kita mempunyai kebenaran yang disalurkan kepada kita. Kita tidak perlu mempertimbangkan bagaimana kita harus bertindak atau berbuat, asalkan kita dalam Kristus, kita benar. Bukan masalah kelakuan atau perbuatan, melainkan di mana kita berada. Dalam Kristus kita benar, dalam Adam kita dosa. Dalam Adam kita terkutuk, tetapi dalam Kristus kita dibenarkan. Satu-satunya jalan untuk bebas dari dosa ialah percaya ke dalam Kristus, Anak Allah (ayat 9). Kalau kita percaya ke dalam Dia, Dia adalah kebenaran bagi kita dan kita dibenarkan di dalam-Nya (Rm. 3:24; 4:25).

Penghakiman berkaitan dengan Iblis. Penghakiman itu untuk Iblis. Dengan percaya ke dalam Kristus kita dipindahkan keluar dari Adam, masuk ke dalam Kristus. Namun kalau kita tidak percaya ke dalam Kristus, tetapi tetap berada dalam Adam, kita akan beroleh bagian dalam penghakiman atas Iblis. Dikatakan secara serius, penghakiman Allah ialah bagi Iblis. Allah tidak bermaksud melihat Anda atau saya atau siapa saja menerima penghakiman. Tetapi kalau Anda berada dalam Adam, maka Anda akan dihakimi bersama Iblis, beroleh bagian dalam penghakiman atas Iblis itu. Ini berarti Anda lebih menyukai Iblis, tetap berteman dengannya dan membantu dia menanggung penghakiman yang menakutkan. Jangan bersimpati kepada Iblis atau mengasihani dia. Jangan tetap berada dalam Adam, membantu Iblis menanggung penghakiman. Kalau kita tidak bertobat dari dosa kita dalam Adam, tidak percaya dalam Kristus, Anak Allah, kita akan tinggal dalam dosa dan beroleh bagian dalam penghakiman atas Iblis sampai kekal (Mat. 25:41).

Inilah butir-butir utama Injil. Roh itu menginsafkan orang dunia dengan butir-butir ini. Kita tidak dapat menyingkirkan ketiga persona ini (Adam, Kristus, dan Iblis), ketika kita memberitakan Injil. Setiap kali kita memberitakan Injil, kita akan berada dalam lingkungan ketiga persona ini. Seluruh umat manusia dilahirkan dalam Adam, tetapi setiap orang dapat dipindahkan keluar dari Adam, masuk ke dalam Kristus. Jikalau Anda tetap berada dalam Adam, bagaimanapun juga, Anda akan mendapat bagian dalam penghakiman atas Iblis.

1. Akan Dosa

Sekarang marilah kita lihat lebih rinci ketiga hal utama ini, mulai dengan perkara menginsafkan dunia akan dosa.

a. Sumber Dosa

Sumber dosa ialah Iblis, kita dapat melihat ini dalam Yohanes 8:44, di mana Tuhan berkata kepada orang-orang Farisi, “Kamu berasal dari bapakmu, yaitu Iblis, dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapakmu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata dari diri sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapak pendusta.” Karena Iblis adalah bapak pendusta, ia adalah sumber dosa. Unsur jahat Iblis adalah dosa, bekerja melalui maut dan kegelapan di dalam manusia, memperbudak manusia dalam dosa. Tabiatnya ialah dusta serta mendatangkan maut dan kegelapan.

b. Semua Orang Dilahirkan dari Iblis, Ular Tua

Kita semua dilahirkan dari Iblis, ular tua (Yoh. 8:44; Why. 12:9). Iblis adalah bapa orang dosa. Karena Iblis adalah bapa orang dosa, anak-anaknya adalah “anak-anak Iblis” (1Yoh. 3:10). Iblis ialah ular tua (Why. 12:9; 20:2), orang dosa juga adalah “ular, keturunan ular beludak” (Mat. 23:33; 3:7).

c. Semua Orang begitu Lahir Sudah Memiliki Racun Ular

Semua orang dosa dilahirkan sebagai anak-anak Iblis, memiliki racun ular (3:14). Iblis adalah ular, memiliki racun ular. Semua orang dosa dilahirkan dari Iblis, memiliki racunnya. Dalam sifat alamiah kita yang telah jatuh terdapat racun ular tua, Iblis.

d. Semua Orang Dilahirkan dalam Dosa di Dalam Adam

Semua orang dilahirkan dalam dosa di dalam Adam (9:34). Hari ini umumnya orang mengatakan bahwa mereka dilahirkan di negara anu; tetapi mereka harus tahu bahwa mereka dilahirkan dalam dosa. Karena kita dilahirkan dalam dosa, maka kita dilahirkan sebagai orang dosa. Kita tidak perlu berbuat dosa untuk menjadi orang dosa, karena kita telah dilahirkan sebagai orang dosa. Pada hakikatnya, kita telah menjadi orang dosa selama enam ribu tahun. Walau sebagai manusia, Anda mungkin hanya berusia dua puluh tahun, namun sebagai orang dosa, Anda sudah berusia enam ribu tahun. Kita semua sudah sangat tua karena kita dilahirkan sebagai orang dosa di dalam Adam. Tidak ada orang dosa yang muda. Setiap orang dosa sangat tua, setua Adam.

e. Semua Orang begitu Lahir Sudah Berada di Bawah Hukuman

Karena kita semua dilahirkan dalam dosa di dalam Adam, maka kita semua begitu lahir sudah berada di bawah hukuman (3:18). Sebelum kita dilahirkan, kita telah dihukum di dalam Adam. Ketika Adam dihukum enam ribu tahun yang lalu, kita terhukum di dalamnya. Karena kita telah terhukum sebelum kita dilahirkan, maka kita dilahirkan di dalam hukuman.

f. Semua Orang Terlahir Mati dalam Dosa

Kita semua terlahir mati dalam dosa (8:21). Manusia bukan terlahir hidup, melainkan terlahir mati. Semakin lama seseorang hidup, semakin dekat ia dengan kematian.

g. Semua Orang Berada di Bawah Perbudakan Dosa

Dalam Yohanes 8:34 kita melihat bahwa kita semua berada di bawah perbudakan dosa. Ini bukan hasil pilihan kita, melainkan akibat kejatuhan Adam. Kejatuhan Adam telah menempatkan kita ke bawah perbudakan dosa. Karena kita semua dilahirkan dari Adam, maka kita berada di bawah perbudakan dosa.

h. Percaya ke Dalam Putra Adalah Satu-satunya Jalan Untuk Bebas dari Dosa

Karena kita berada di bawah perbudakan dosa, apa yang harus kita lakukan? Di luar Kristus, tidak ada jalan untuk melarikan diri. Kristus adalah satu-satunya jalan pelarian kita. Satu-satunya jalan untuk bebas dari dosa adalah percaya ke dalam Putra (Yoh. 8:24, 36; 3:15-17). Kepercayaan ini mengakibatkan pemindahan dari Adam ke dalam Kristus. Ini sangat ajaib! Dalam sekejap, seorang dosa dapat sepenuhnya pindah dari lingkungan dosa dalam Adam ke dalam Kristus.

i. Tidak Percaya kepada Putra

Adalah Satu-satunya Dosa yang Membuat Orang Binasa

Dalam ayat 9, Tuhan mengatakan bahwa Roh itu akan menginsafkan orang dunia tentang dosa “karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku”. Di sini kita melihat satu-satunya dosa yang membuat orang binasa ialah tidak percaya kepada (ke dalam) Putra (Yoh. 3:16). Dosa di sini adalah penolakan untuk dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus. Kalau manusia ingin tetap di dalam Adam, berarti mereka mau tetap dalam ruang lingkup lama dan tidak mau pindah ke dalam ruang lingkup baru, yakni Kristus. Kalau Anda tidak percaya ke dalam Tuhan Yesus, Anda sudah bersyarat binasa. Anda tidak perlu merampok bank, menipu suami Anda, atau berbohong kepada orang tua Anda. Anda mungkin seorang ksatria, tetapi asalkan Anda tidak percaya ke dalam Tuhan Yesus, Anda sudah ditetapkan binasa. Satu-satunya jalan untuk lari dari situasi dosa Anda ialah percaya ke dalam Tuhan; satu-satunya dosa yang membuat Anda bersyarat binasa ialah tidak percaya ke dalam-Nya. Karena itu, kuncinya hari ini adalah kita percaya atau tidak. Kalau kita percaya, kita akan pindah keluar dari Adam ke dalam Kristus. Tetapi kalau kita tidak percaya, kita akan binasa.

2. Akan Kebenaran

a. Putra Telah Datang dan Mati

untuk Memuaskan Tuntutan Keadilan Allah

Putra telah datang dan mati untuk memuaskan tuntutan keadilan Allah (3:14). Ia datang dalam daging dan bahkan mati dalam bentuk ular di atas salib untuk memuaskan tuntutan keadilan Allah.

b. Putra Telah Bangkit dan Pergi kepada Bapa sebagai Bukti Kepuasan Bapa

Dalam ayat 10, Tuhan berkata bahwa Roh itu akan menginsafkan orang dunia “akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa.” Ini berarti Bapa telah sepenuhnya dipuaskan dengan kematian penebusan Tuhan di atas salib dan telah menerima Dia dalam kebangkitan-Nya. Bukti bahwa Bapa telah puas dengan penebusan Kristus ialah Bapa membangkitkan Dia dari antara orang mati dan meninggikan Dia ke surga di sebelah kanan Allah. Kebangkitan dan kenaikan Kristus adalah kejadian yang membuktikan bahwa penebusan-Nya telah memuaskan Allah dan telah memenuhi semua tuntutan Allah. Karena itu, Ia telah bebas dari maut dan ditinggikan ke surga di sebelah kanan Allah. Kini kebenaran Allah dinyatakan dalam membenarkan mereka yang percaya ke dalam Kristus (Rm. 3:26). Kalau orang dosa mau percaya ke dalam Kristus, Allah akan membenarkan mereka karena Kristus sendiri akan menjadi kebenaran mereka. Inilah hal kedua dalam hal Roh itu menginsafkan dunia.

Di sini saya akan mengajukan sebuah pertanyaan kepada Anda: Kita dibenarkan oleh kematian Kristus atau oleh kebangkitan-Nya? Kita dibenarkan oleh kebangkitan-Nya. Ini dibuktikan dalam Roma 4:25 dan 10:9. Roma 4:25 mengatakan, “Yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan untuk pembenaran kita” dan Roma 10:9 mengatakan, “Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan.” Percayakah Anda bahwa Tuhan mati untuk Anda, atau percayakah Anda bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari kematian? Tentu Anda percaya kedua-duanya, tetapi Anda mungkin heran melihat tidak sepatah kata pun tertulis dalam Alkitab yang mengharuskan Anda percaya bahwa Tuhan telah mati bagi Anda. Sebaliknya, kita harus percaya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari kematian; karena kita mungkin percaya bahwa Tuhan telah mati, namun tidak percaya bahwa Dia telah bangkit dari antara orang mati. Kalau Anda percaya bahwa Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, dengan sendirinya Anda percaya akan kematian-Nya. Setiap orang percaya bahwa Tuhan telah mati, tetapi perlu wahyu untuk percaya bahwa Tuhan telah bangkit. Di dalam Dia, yang telah bangkit itu, kita diterima di hadapan Allah. Lagi pula, sebagai Yang telah bangkit itu, Dia ada di dalam kita, bagi kita memperhidupkan suatu kehidupan yang dapat dibenarkan oleh Allah dan yang selalu diterima Allah. Karena itu, Roma 4:25 mengatakan bahwa Ia dibangkitkan untuk pembenaran kita. Pembenaran mencakup fakta bahwa Allah telah membangkitkan Kristus, menerima Dia, dan bahwa Ia telah dipuaskan dengan kematian penebusan-Nya.

c. Putra sebagai Kebenaran Diberikan kepada Kaum Beriman

Kini Putra sebagai kebenaran diberikan kepada kaum beriman. Putra yang memuaskan Allah, Putra yang diterima Allah, telah diberikan kepada kaum beriman-Nya sebagai kebenaran mereka. Kini Putra sendiri adalah kebenaran kita. Karena Dia sendiri akan menjadi kebenaran kita (1Kor. 1:30), pernah dinubuatkan dalam Yeremia 23:6 bahwa Ia akan disebut “TUHAN keadilan (kebenaran) kita”.

d. Kaum Beriman Dibenarkan di Dalam Putra

Kaum beriman dibenarkan di dalam Putra dan memiliki Putra sebagai kebenaran mereka. Karena Putra telah diberikan kepada kaum beriman sebagai kebenaran mereka, mereka dibenarkan di dalam Dia di hadapan Allah. Hanya di dalam Putra sebagai kebenaran kita, kita dibenarkan oleh Allah.

e. Kaum Beriman Bebas dari Sumber Dosa, yaitu Iblis

Kaum beriman bebas dari sumber dosa, yaitu Iblis. Iblis adalah sumber dosa dan Putra dalam daging memusnahkan Iblis di atas salib (Ibr. 2:14). Melalui percaya ke dalam Putra kita bebas dari sumber dosa.

3. Akan Hukuman

a. Hukuman Adalah untuk Iblis, Penyebab Dosa,

Asal Mula Kematian, Bapa Semua Orang Dosa, dan Penguasa Dunia

Dalam ayat 11 Tuhan mengatakan bahwa Roh akan menginsafkan dunia “akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.” Kita telah melihat bahwa hukuman berkaitan dengan Iblis. Satan, Iblis ialah penyebab dosa, asal mula kematian, bapa semua orang dosa, dan penguasa dunia. Terhadap yang demikian, hukuman telah disediakan untuknya. Kita harus mengetahui bahwa hukuman bukan untuk manusia, melainkan untuk Iblis (Satan). Allah tidak bermaksud untuk menghukum manusia, karena hukuman-Nya adalah untuk Iblis. Lautan api disediakan sebagai hukuman Allah atas Iblis, tak pernah ditujukan untuk manusia. Ayat mana yang membuktikan bahwa lautan api disediakan untuk Iblis? Kitab Wahyu tidak jelas memberi tahu kita hal ini, tetapi Kitab Matius menerangkan, dalam 25:41 Tuhan berkata bahwa Raja akan berkata kepada sejumlah orang, “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” Api yang kekal memang disediakan untuk Satan, Iblis, malaikat-malaikat, dan semua pengikutnya. Tetapi kalau Anda menolak keluar dari Adam dan masuk ke dalam Kristus, Anda akan beroleh bagian hukuman untuk Iblis itu, karena Anda suka menjadi pengikutnya.

b. Penguasa Ini Telah Dihukum

di Dalam Daging Kristus di Atas Salib

Iblis, penguasa dunia, telah dihukum di dalam daging Kristus di atas salib (Yoh. 12:31-33; 3:14). Di atas salib, Tuhan sebagai Anak Manusia telah ditinggikan dalam bentuk ular (Yoh. 3:14), yakni “yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa” (Rm. 8:3). Iblis, penguasa dunia ini, sebagai “ular tua” (Why. 12:9; 20:2) telah menginjeksikan dirinya ke dalam daging manusia. Melalui kematian-Nya di atas salib sebagai “yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa”, Tuhan telah memusnahkan Iblis yang di dalam daging (Ibr. 2:14). Melalui menghukum Iblis (Yoh. 16:11) secara demikian, dunia yang tergantung pada Iblis dihukum juga. Karena itu, Tuhan telah ditinggikan untuk menghukum dunia dan melemparkan penguasanya yaitu Iblis.

c. Orang Dosa yang Tidak Percaya ke Dalam Putra,

Akan Bersama Iblis dan Beroleh Bagian Hukumannya

Kita telah melihat bahwa lautan api bukan untuk manusia, melainkan untuk Iblis. Setiap orang dosa yang tidak percaya ke dalam Putra akan bersama Iblis dan beroleh bagian hukumannya. Kalau Anda sejalan dengan Iblis dan tetap menjadi sekutunya, Anda akan bersama Iblis dalam lautan api. Allah mengasihi manusia dan tidak bermaksud melemparkan satu orang pun ke dalam lautan api. Hukuman itu ditujukan untuk Iblis. Namun, terhadap siapa saja yang tetap menjadi sekutu Iblis, Allah tidak ada pilihan lain, selain membiarkan dia menderita hukuman Iblis.

Ketiga hal ini: Dosa, kebenaran, dan hukuman adalah garis-garis besar Injil. Injil adalah: Kita adalah orang dosa di dalam Adam, tetapi kita menjadi benar dan dibenarkan di dalam Kristus. Kalau kita tidak mau dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus, kita harus ingat bahwa kita akan beroleh bagian hukuman dengan Iblis. Dengan kata lain, Anda dilahirkan dalam Adam, tetapi maksud Allah adalah mengeluarkan Anda dari Adam dan memindahkan Anda ke dalam Kristus. Kalau Anda tidak setuju dengan maksud Allah, Anda harus menetap dalam Adam dan beroleh bagian hukuman dengan Iblis. Dosa dari Adam, kebenaran dari Kristus, dan hukuman untuk Iblis. Kalau Anda mau dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus, Anda akan diselamatkan, tidak dihukum. Pekerjaan Roh Kudus melibatkan ketiga butir ini, dan setiap kali kita memberitakan Injil, kita harus memberi tahu orang tentang ini. Inilah Injil yang melaluinya Roh Kudus menginsafkan orang dosa untuk bertobat dan percaya ke dalam Tuhan Yesus agar diselamatkan.

Pada tahun 1933, saya diminta tinggal di Shanghai, berkumpul bersama dengan Saudara Watchman Nee serta sekerja-sekerja yang memimpin. Pada suatu hari, sewaktu membaca Yohanes 16, saya nampak bahwa dosa, kebenaran, dan hukuman berhubungan dengan persona Adam, Kristus, dan Iblis. Beberapa saat kemudian, gereja di Shanghai mengadakan sidang pengabaran Injil, dan saya diminta untuk memberitakan firman. Belakangan saya tahu bahwa permintaan itu adalah suatu ujian kecil dari Saudara Watchman Nee untuk mengetahui bagaimana saya dalam hal pemberitaan Injil. Selama sidang itu, saya berbeban memberitakan tiga hal yang berkaitan dengan tiga persona ini. Ketika saya melihat sekeliling ruang sidang, saya tidak melihat Saudara Watchman Nee. Sesaat kemudian, saya mengetahui bahwa ia berdiri di belakang pintu ruang sidang, mendengarkan pemberitaan itu. Ketika saya memberitakan, saya merasa sangat tergerak dengan butir-butir ini dan memberi tahu orang, “Sebagai umat manusia, Anda dilahirkan di dalam Adam. Hari ini nama Anda ialah Adam. Di dalam Adam, Anda telah berdosa dan Anda telah terhukum. Tetapi ada seorang lain Kristus. Ada satu jalan bagi Anda untuk keluar dari Adam dan masuk ke dalam Kristus sehingga Anda dibenarkan oleh Allah. Kalau Anda percaya ke dalam Kristus, Anda akan masuk ke dalam-Nya. Anda akan dipindahkan dari persona pertama ke dalam persona kedua. Tetapi kalau Anda tidak percaya ke dalam Kristus, Anda akan tetap di dalam persona yang pertama dan akhirnya nasib Anda akan sama dengan nasib persona ketiga, yakni Iblis. Hukuman telah disediakan bagi Iblis. Apakah Anda akan membantunya? Apakah Anda akan bersimpati kepadanya? Apakah Anda akan membantunya untuk menderita hukuman hingga kekal?” Inilah pemberitaan yang saya berikan tidak lama setelah saya melihat terang atas perkara-perkara ini dalam Yohanes 16. Ketika saya menyampaikan berita itu, saya sendiri mendapat suplai dan gizi. Tidak lama berselang, Saudara Watchman Nee bercakap-cakap dengan saya tentang berita itu. Ia mengatakan, “Witness, berita itu sungguh sangat baik.” Ketika saya bertanya kepadanya berita apa, ia mengatakan berita tentang Adam, Kristus, dan Iblis. Kemudian Saudara Watchman Nee memberi tahu saya, “Witness, hampir-hampir tidak ada orang yang melihat perkara itu dalam Yohanes 16:8-11, yang menerangkan bahwa dosa berkaitan dengan Adam, kebenaran berkaitan dengan Kristus, dan hukuman berkaitan dengan Iblis.” Inilah Injil. Saya harap hal ini akan diberitakan di mana saja gereja berada.