Daftar isi Dua Belas Bakul (1) · bab 6/12

Berkat Bahagia yang dapat Dinikmati Sekarang

Pembacaan Alkitab:

Yesaya 49:10; Wahyu 7:9-17

Dua potongan ayat Alkitab ini menyinggung beberapa macam berkat:

1. Tidak lapar dan haus,

2. Angin panas dan terik matahari tidak akan menimpa mereka,

3. Menuntun mereka ke mata air kehidupan,

4. Allah akan menghapus segala air mata mereka.

Tiga berkat yang pertama disinggung dalam kedua bagian Alkitab tadi, tetapi berkat yang keempat hanya disinggung dalam Kitab Wahyu.

Dalam Kitab Wahyu pasal 7 tercatat satu peristiwa, yaitu di sana terdapat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung banyaknya, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba. Melihat ini Yohanes merasa sangat heran. Seorang tua-tua bertanya kepadanya, “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” Maka kata Yohanes kepadanya, “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu tua-tua itu berkata kepadanya, “Mereka ini orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” Juga memberitahunya, bahwa orang-orang ini mendapatkan empat macam berkat.

Wahyu 4:2 mengatakan, “Ada sebuah takhta di surga.” Takhta itu ada di surga dan orang-orang berdiri di hadapan takhta Allah, ini berarti mereka telah berada di surga. Bagaimana orang yang demikian banyak ini bisa dari bumi mencapai surga? Sebenarnya siapakah mereka ini? Mereka “memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.” Daun-daun palem melambangkan kemenangan. Mereka adalah kaum saleh pemenang, mereka telah diangkat ke surga.

“Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar.” “Kesusahan yang besar” yang dikatakan di sini bukan ditujukan kepada kesusahan besar tiga setengah tahun itu, melainkan ditujukan kepada penderitaan yang dikatakan Tuhan, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan” (Yoh. 16:33). Mengapa penderitaan ini disebut besar? Karena kedua belas rasul, Stefanus, Paulus, dan sebagainya, semuanya menerima penderitaan demikian, karena itu disebut kesusahan besar.

Kaum saleh pemenang yang terangkat ini akan menerima beberapa macam berkat yang istimewa. Mereka berdiri di hadapan takhta Allah, karena itu, semua berkat ini adalah berkat surgawi yang kekal. Wahyu 7:16-17 dengan jelas membicarakan keadaan kekekalan.

Berkat yang dikatakan dalam Yesaya 49:10 kelihatannya seolah sama, tetapi di dalamnya ada perbedaan. Bagaimana kita bisa tahu? Mari kita baca Yesaya 49:6, “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Sudah tergenapikah bagian ayat ini? Kita baca lagi Kisah Para Rasul 13:47, “Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” Dari sini nyatalah bahwa ayat di atas telah tergenap. Allah telah membuat Yesus Kristus menjadi terang bagi bangsa-bangsa, inilah keadaan hari ini, inilah keadaan pada zaman Injil.

Pula perkataan dalam Yesaya 49:8, “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau,” telah dipakai dalam 2 Korintus 6:2, ini jelas ditujukan pada hari ini.

Kalau Yesaya 49:6, 8 semua ditujukan pada hari ini, maka dapat dipastikan bahwa Yesaya 49:10 juga ditujukan pada hari ini, tidak seperti apa yang dikatakan dalam Wahyu pasal 7, yang mengacu pada kekekalan.

Allah tidak menghendaki kita hanya berpengharapan sampai kelak di surga baru menikmati beberapa macam berkat itu, Allah mau hari ini juga kita dapat terlebih dahulu mencicipi rasa di surga itu. Meskipun sekarang tidak dapat menikmatinya secara sempurna, tetapi sedikitnya dapat menikmati tiga perempat bagiannya. Kita percaya, di surga pasti tidak lapar dan haus lagi, tidak tertimpa terik matahari, dituntun ke mata air kehidupan, lalu mengapa tidak percaya bahwa pada hari ini kita dapat menikmati semuanya ini? Allah bersabda, hari ini juga kita dapat menikmati ketiga macam berkat itu!

Orang-orang ini “datang dari jauh, . . . dari utara dan dari barat, . . . dari tanah Sinim” (Yes. 49:12). Ketika mereka menghadapi penderitaan dalam perjalanan, Allah memberi janji, “Mereka tidak menjadi lapar atau haus, angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.” Allah memberi janji yang demikian indah kepada mereka. Hari ini, kita adalah para musafir yang meninggalkan kampung halaman kita yang di bumi dan menuju ke Yerusalem Baru.

TIDAK LAPAR DAN TIDAK HAUS

Memiliki harapan tetapi belum terpenuhi, inilah yang disebut lapar dan haus. Orang yang bagaimana dapat tidak lapar dan haus! Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti kehidupan, siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi” (Yoh. 6:35). “Tetapi siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terusmenerus memancar sampai pada hidup yang kekal” (Yoh. 4:14). Kristus memberi janji kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya bahwa mereka bisa mendapatkan kepuasan, mendapatkan satu hayat yang puas. Bukannya Anda memandang Kristus sebagai suatu kepuasan yang entah bagaimana, melainkan Kristus mampu memuaskan Anda. Dunia hanya dapat membuat Anda memiliki kepuasan sesaat, memiliki kepuasan sekali, tidak dapat membuat Anda memiliki kepuasan abadi. “Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.” Inilah perkataan yang diucapkan Tuhan.

Allah tidak berkata, bahwa setelah sampai di surga baru bisa mendapatkan kepuasan, tetapi hari ini juga dapat. Bisakah Anda percaya bahwa hari ini juga dapat tidak lapar dan haus lagi seperti kelak di surga? Hari ini, di bumi ini, Anda bisa memperoleh Tuhan Yesus memuaskan hati Anda, seperti kelak di surga. Tuhan berkata, “Siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.” Sekali saja sudah dipuaskan. Inilah hayat yang puas, yang dapat diperoleh hari ini juga.

ANGIN PANAS DAN TERIK MATAHARI

TIDAK AKAN MENIMPA MEREKA

Orang yang tinggal di daerah tropis, tidak begitu merasakan penderitaan karena angin panas dan terik matahari. Kalau Anda mengunjungi daerah panas, Anda akan merasakan betapa hebatnya sengatan angin panas dan teriknya matahari. Seorang saudara mengatakan, dulu di daerah panas, ada satu orang ke luar rumah tanpa membawa payung, setelah pulang ia sakit beberapa bulan lamanya. Juga pernah sekali, ada tiga orang bersama-sama ke suatu tempat, hanya seorang yang tinggal hidup, dua lainnya mati kepanasan dalam perjalanan. Kalau tinggal di dalam rumah, tidak akan tertimpa panas terik, karena ada perlindungannya; tetapi yang tanpa pelindung akan tertimpa terik panas matahari. Dalam Alkitab ada sejenis pelindung, yaitu di bawah naungan Allah. Ada sejenis hayat yang ada di bawah naungan Allah, yaitu hayat yang tersembunyi di dalam Allah (Mzm. 36:8-10).

Dapatkah Anda tampak, bahwa Anda adalah seorang yang dilindungi (ditutupi) oleh sesuatu? Dalam peperangan rohani, kita memiliki ketopong keselamatan (Ef. 6:17). Hayat kita adalah satu hayat yang tersembunyi. Di dunia ini, kita berlindung di bawah naungan sayap Allah, seperti anak-anak ayam berlindung di bawah sayap induknya. Jika kita membaca Mazmur 91, kita akan tampak bahwa orang yang “duduk/tinggal dalam lindungan Yang Mahatinggi, dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa”, dan Allah akan melepaskan mereka dari banyak malapetaka. Ini adalah satu kehidupan yang betapa berkat — kita memiliki pelindung.

SEBAB PENYAYANG MEREKA AKAN MEMIMPIN MEREKA

DAN AKAN MENUNTUN MEREKA KE DEKAT SUMBER-SUMBER AIR

Sumber air berasal dari Allah sendiri (Mzm. 87:7), air hayat mengalir ke luar dari takhta Allah dan Anak Domba (Why. 22:1). Ini berarti, kita sangat dekat dengan Allah, di samping Allah. Allah yang memimpin kita datang ke hadapan-Nya, Anak Domba yang menggembalakan kita. Dengan kata lain, Anak Domba, yaitu Putra Allah, Yesus Kristus, dengan pengalaman sebagai Anak Domba Allah menggembalakan domba. Kita sendiri selamanya tidak dapat berbuat baik, kita memerlukan seorang gembala menggembalakan kita. Ini adalah kenikmatan yang betapa melegakan, yang dapat kita peroleh pada hari ini juga.

ALLAH AKAN MENGHAPUS SEGALA AIR MATA MEREKA

Hari ini kita dapat menikmati ketiga macam berkat tadi, tetapi bukan berarti kita tidak akan mengucurkan air mata. Penghapusan air mata baru akan terjadi di surga. Yesaya 49:10 tidak mengatakan berkat ini, karena di sana mencatattentang keadaan di bumi. Ketika di bumi Tuhan Yesus mutlak berada dalam perhentian. Dalam penderitaan Ia memang tetap dapat berjalan maju, tetapi Dia pernah sekali menangis di dekat kubur Lazarus, dan menangis sekali lagi ketika mendekati Yerusalem, dan terakhir menangis ketika di Getsemani. Ibrani pasal 5 mengatakan, Dia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis. Nyatalah bahwa mengucurkan air mata merupakan perkara yang tidak dapat dihindari di dalam dunia hari ini. Hanya, segala air mata kita dicatat Allah, ditaruh dalam kirbat-Nya (Mzm. 56:9). Karena itu, ada orang Kristen mengatakan, “Mengucurkan air mata memang adalah perkara yang tidak menyenangkan, tetapi Allah mengingat air mata kita, ini juga merupakan suatu berkat!”

Hari ini, meskipun kita tidak dapat menghindar dari mengucurkan air mata, tetapi jika kita percaya firman Allah, maka hari ini juga kita dapat memperoleh kepuasan, memiliki perlindungan Allah, dan penggembalaan Tuhan. Inilah ketiga macam berkat yang dijanjikan Allah yang dapat kita nikmati pada hari ini.