Tiga Prinsip Pokok Hidup di dalam Tubuh Kristus
Pembacaan Alkitab:
Kolose 1:18; 1 Korintus 12:14-26
Dalam Tubuh Kristus terdapat banyak anggota, semua anggota itu bersatu dan mempunyai kegunaannya masing-masing. Allah tidak menyuruh semua anggota itu serupa, melainkan menyuruhnya menjadi anggota yang berlainan. “Sebab sama seperti pada satu tubuh, kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama” (Rm. 12:4). Jika demikian bagaimanakah anggota yang berlainan itu bisa bersatu dan bekerja sama dengan selaras seperti satu tubuh? Di sini ada tiga prinsip pokok yang tidak dapat dihindari untuk hidup di dalam Tubuh Kristus. Pertama, hubungan dengan Kepala. Kedua, hubungan dengan Tubuh. Ketiga, kedudukan sebagai anggota dalam Tubuh.
HUBUNGAN DENGAN KEPALA (KRISTUS) —
PATUH
Orang Kristen mempersembahkan dirinya, berarti hendak menjadi orang yang patuh kepada Tuhan, tidak ingin menjadi orang bebas atau melanggar kekuasaan Tuhan. Prinsip pertama hidup dalam Tubuh Kristus ialah patuh, atau taat di bawah kuasa Kepala. Baik adanya Tubuh, kegunaan Tubuh, maupun pekerjaan Tubuh semua tergantung pada kuasa ini. Apabila kekuasaan ini tidak berkedudukan atas kita, segera Tubuh ini akan lumpuh, dan bagian mana tidak patuh, bagian itu menjadi lumpuh. Hanya anggota Tubuh yang lumpuhlah yang tidak dapat tunduk di bawah pengaturan Kepala.
Di mana ada hayat (kehidupan), di situ pula ada kekuasaan. Jadi, kalau kita menolak kuasa itu, tak mungkin kita menerima hayat. Orang yang penuh hayat, pasti adalah orang yang mematuhi kuasa. Jika tanganku ini mempunyai hayat, ia pasti tidak mungkin menolak pengaturan kepala. Ia hidup karena ia dapat diatur oleh kepala. Hidup berarti dapat diperintah dan digunakan oleh kepala.
Jadi prinsip pokok yang pertama bagi setiap anggota Tubuh untuk hidup di dalam Tubuh ialah patuh kepada Kepala. Jika Anda belum ditanggulangi sedemikian rupa, sehingga menjadi orang yang patuh kepada Kepala, maka pengertian Anda terhadap Tubuh ini hanya merupakan teori belaka, belum merupakan hayat. Hayat alamiah Anda harus ditanggulangi oleh-Nya, sehingga Anda tampak bahwa patuh kepada Kepala adalah satu perkara yang mendatangkan berkat. Kita harus menuntut hal patuh ini. Kita sering mencari kesempatan supaya kita dapat maju, mencari kesempatan supaya kita kudus, mencari kesempatan supaya kita benar, tetapi hendaklah kita juga di hadapan Allah mencari kesempatan untuk patuh.
HUBUNGAN DENGAN TUBUH (GEREJA) —
BERSEKUTU
Hubungan kita dengan Kepala ialah patuh, sedang hubungan kita dengan Tubuh ialah bersekutu. Di antara anak-anak Allah, bersekutu adalah satu perkara yang nyata dan sangat diperlukan. Hayat Tubuh Kristus tergantung pada persekutuan. Tanpa persekutuan, Tubuh akan mati. Apakah persekutuan itu? Persekutuan ialah anggota yang satu mendapat bantuan dari anggota yang lain.
Misalnya aku sebagai mulut, aku bisa berbicara. Tetapi aku masih memerlukan persekutuan dari telinga supaya aku dapat mendengar; aku memerlukan persekutuan dari mata supaya aku dapat melihat; aku memerlukan persekutuan dari tangan supaya aku dapat mengambil barang; aku pun memerlukan persekutuan dari kaki supaya aku dapat berjalan. Jadi persekutuan berarti anggota yang satu menerima keistimewaan anggota yang lain, bahkan menerima segala sesuatu dari anggota lain dan menganggapnya sebagai milik sendiri.
Ada orang Kristen yang tidak mengerti prinsip persekutuan, sehingga ia selalu sendirian saja menuntut perkara rohani, sendirian berdoa, sendirian mengajarkan segala hal. Ia mau menjadi mulut, juga mau menjadi telinga, tangan, maupun kaki. Tetapi orang yang mengenal Allah takkan berbuat demikian, ia memerlukan persekutuan. Persekutuan pun berarti mengakui diri sendiri sangat terbatas, mengakui diri sendiri kurang, maka rela menerima segala sesuatu dari orang lain, dan menganggapnya sebagai milik sendiri.
Persekutuan itu bukan hanya demikian secara teorinya, kenyataannya pun memang demikian. Dengan serius aku bertanya, “Dapatkah Anda dalam setahun, yaitu 365 hari, berdoa dengan baik? Dapatkah kita dalam setahun membaca Alkitab dengan baik?” Pengalaman membuktikan, dalam sekian lama tentu ada dua atau tiga hari yang mungkin karena badan kurang sehat atau karena hal lain, maka tak dapat berdoa dan membaca Alkitab. Jika demikian, bukankah berarti aku gagal, hingga rebah di tanah? Tidak! Aneh sekali, dalam waktu satu minggu itu, pada hari Senin aku merasa dekat dengan Allah. Hari Selasa sampai dengan hari Jumat juga baik. Tetapi pada hari Sabtu, entah mengapa aku merasa letih, tak dapat berdoa dan membaca Alkitab seperti biasanya. Namun hari itu belum tentu aku gagal, belum tentu pula lebih buruk daripada kemarin, sebab ajaib sekali, pada waktu itu ada suatu tenaga yang menunjangku untuk melaluinya. Apakah sebabnya? Sebab ada bantuan dari hayat Tubuh.
Banyak anak Allah sering mengalami hal itu. Jika ditinjau dari keadaan kita sendiri, kita sungguh lemah, tetapi Allah telah membawa kita melaluinya. Bagaimana Ia membawa kita melaluinya? Demi saling membantu di dalam Tubuh Kristus. Mungkin ada orang berdoa, “Kiranya Allah memberkati anak-anak-Nya.” Karena doa ini maka datanglah hayat yang mengalir dari anggota lain kepada Anda, sehingga Anda tidak sampai jatuh. Hayat Tubuh itu dapat mengalir kepada Anda, dan membawa Anda melalui segala kesukaran. Maka kita harus tampak bahwa kita hidup bersandarkan hayat Tubuh, bukan hanya bersandar pada diri sendiri.
KEDUDUKAN SEBAGAI ANGGOTA —
MELAYANI
Apabila kita telah tampak bahwa hayat Tubuh itu berdasarkan persekutuan dan saling membantu, maka kita pun perlu tampak bahwa di hadapan Allah, kita tidak dapat menjadi orang yang melulu menghamburkan hayat, tetapi kita harus menjadi orang yang menyuplaikan hayat. Kalau dalam Tubuh Kristus, anggota yang memerlukan bantuan hayat lebih banyak daripada anggota yang menyuplaikan hayat, tentu kekuatan Tubuh ini akan merosot. Karena itu, kita teristimewa harus mendoakan orang lain. Allah akan menggunakan doa kita untuk menyuplaikan hayat kepada anggota lain. Tatkala kita menyuplaikan kebutuhan, maka hayat itu segera mengalir kepada mereka.
Dalam 1 Korintus 12:26 dikatakan, “Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.” Di sini bukan dikatakan, kalau satu anggota menderita, semua “harus” menderita; dan kalau satu anggota dimuliakan semua anggota “harus” bersukacita. Firman Allah tidak mengatakan soal harus atau tidak, melainkan mengatakan jika satu anggota menderita, kenyataannya, semua anggota menderita, dan jika satu anggota dimuliakan, kenyataannya semua anggota bersukacita. Karena itu, sering kali Anda memiliki perasaan yang aneh. Kadangkala Anda tidak tahu mengapa Anda merasa sangat berat, tetapi dua hari kemudian perasaan itu lenyap. Ini tak lain karena adanya persekutuan dalam Tubuh.
Pada waktu terjadi kebangunan rohani di Wales, di suatu tempat ada seorang saudari. Pada suatu hari ia dengan tiga orang lainnya berdoa bersama-sama. Aneh sekali hari itu mereka merasa ada suatu kekuatan Roh Kudus melanda mereka. Sebelum itu mereka tidak pernah mengalaminya. Demi peristiwa itu mereka mudah sekali menjamah Allah dan merasa surga begitu dekat, selama empat lima bulan hal ini terus berlangsung. Kemudian pada suatu hari ketika membaca surat kabar, barulah diketahui bahwa hal itu adalah pengaruh dari kebangunan rohani yang besar di Wales. Itulah yang dimaksud bila satu anggota dimuliakan, semua anggota bersukacita. Tubuh Kristus adalah Tubuh yang hidup. Paulus mengatakan, “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat (gereja)” (Kol. 1:24). Karena kita berada di dalam Tubuh, maka kita dapat menggenapkan kekurangan anggota yang lain.
Dalam hal ini bukan soal sengsara dan sukacita saja, tetapi soal hayat. Ada orang yang menyuplaikan hayat ke dalam Tubuh, ada pula yang bisa menerima hayat dari Tubuh. Kita harus memiliki kedua-duanya. Kita sangat membutuhkan suplaian hayat Tubuh, namun kita juga menyuplaikan hayat ke dalam Tubuh. Di samping mendapat suplaian karena persekutuan, kita juga harus demi kedudukan sebagai anggota Tubuh menyuplai orang lain. Kita tak boleh menganggap Tubuh itu hanya suatu teori atau sebutan belaka, melainkan satu fakta yang sejati. Anak-anak Allah bersatu menjadi Tubuh adalah suatu fakta yang mutlak. Kita harus dengan rela hati menerima bantuan orang lain, dan menuntut agar kita dapat membantu orang lain.
Kita harus tunduk di bawah kekuasaan Tuhan, kita harus menikmati hayat Tubuh, dan bersamaan dengan itu juga harus menyuplaikan hayat. Inilah tiga prinsip pokok bagi kita untuk hidup di dalam Tubuh Kristus.