NENEK MOYANG DAN STATUS RAJA (7)
Sekarang kita tiba pada Matius 2. Dalam berita-berita sebelum ini kita telah menyingkapkan silsilah Kristus dan kelahiran Kristus. Dalam berita ini kita akan melihat masa muda Kristus.
III. MASA KECIL-NYA
Catatan Masa Kecil Kristus dalam Matius dan Lukas
Jika kita memperhatikan keempat kitab Injil, kita akan nampak bahwa Yohanes dan Markus tidak memuat catatan tentang masa kecil Kristus. Yohanes memberi tahu kita bah-wa Kristus adalah Allah. Pada Allah tidak ada masa kecil atau masa tua. Allah itu ada sejak dahulu kala, tidak ber-ubah. Jadi, tidak ada masalah masa kecil pada Allah. Dalam Injil Markus, Kristus diwahyukan sebagai seorang budak. Tidak ada seorang pun yang mau memperhatikan masa kecil seorang budak. Sebaliknya, Injil Lukas dan Matius mencatat masa kecil Kristus. Namun, seperti halnya dengan silsilahsilsilah lain, ada perbedaan antara kedua catatan tentang masa kecil Kristus ini.
1. Catatan Lukas Membuktikan Keinsanian Kristus
Injil Lukas membuktikan bahwa Kristus adalah seorang manusia yang sempurna. Untuk itu, catatan Lukas mem-persaksikan dan mempertunjukkan keinsanian Yesus (Luk. 2:21-52). Hal-hal masa kecil Kristus yang dicatat oleh Lukas menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang yang tepat, benar, dan normal. Yesus telah disunat pada hari kedelapan menurut peraturan orang Yahudi (Luk. 2:21). Lagi pula menurut adat kebiasaan orang Yahudi, Ia dinamakan Yesus pada hari kedelapan, bukan pada hari pertama. Ia diper-sembahkan kepada Allah dengan kurban persembahan sepa-sang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati (Luk. 2:22-24). Fakta bahwa Maria dan Yusuf hanya mampu mempersembahkan sedikit korban menunjukkan bahwa me-reka miskin. Namun mereka telah memenuhi syarat hukum. Lagi pula, Yesus dibawa ke Yerusalem setiap tahun pada saat perayaan paskah (Luk. 2:41). Ini pun menurut hukum yang mengharuskan semua laki-laki Israel menghadiri pera-yaan tiga kali setahun. Lukas terutama mencatat bahwa Yesus dibawa ke perayaan ketika Ia berusia dua belas tahun (Luk. 2:42). Lukas pun mencatat bahwa Yesus makin ber-tambah besar tubuh-Nya dan bertambah kuat di dalam Roh-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Luk. 2:40, 52). Hal-hal yang dicatat oleh Lukas ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang manusia standar.
2. Catatan Matius Membuktikan Status Kristus Adalah Raja
Catatan Matius menunjukkan bahwa Yesus yang kecil itu ialah Raja umat Allah (2:1-23). Lukas tidak mencan-tumkan butir ini, tetapi Matius menuliskan dengan teliti semua butir yang diabaikan oleh Lukas. Dengan ini kita nam-pak bahwa Alkitab mempunyai suatu tujuan: Injil Matius membuktikan bahwa Yesus adalah anak Raja. Kini kita akan melihat catatan Matius bagaimana Yesus adalah anak raja yang sedemikian.
Kita seharusnya tidak mencoba memahami Alkitab ha-nya dengan huruf hitam di atas kertas putih, kita harus masuk ke dalamnya dan menemukan hayat di dalamnya. Matius 1 memberi tahu kita bahwa Perjanjian Lama me-muat nubuat tentang Kristus yang kedatangan-Nya dinanti-nantikan oleh semua umat Allah. Dalam Matius 1 Yesus datang. Kristus telah dilahirkan dalam keinsanian, Ia telah muncul di bumi. Pasal 2 selanjutnya menunjukkan jalan untuk menemukan Kristus. Kedatangan-Nya telah dinubuat-kan, Ia telah datang dan Ia ada di sini. Namun masalahnya kini ialah bagaimana menemukan Dia.
a. Ditemukan di Betlehem oleh Orang-orang Majus
Matius 1 menunjukkan bahwa Yesus, Mesias itu telah datang. Andaikata Anda seorang Israel pada saat itu, Anda akan mengatakan, “Engkau memberitahukan Yesus telah da-tang, tetapi bagaimana aku dapat menemukan-Nya?” Syukur kepada Tuhan bahwa masalah mencari Yesus ini bukan kita yang berinisiatif, melainkan Allah.
Renungkanlah latar belakangnya. Pada waktu kelahiran Yesus, terdapat suatu agama yang disebut agama Yahudi. Satu agama yang fundamental, lagi sehat; agama alkitabiah yang dibentuk, diorganisir, dan disusun sesuai dengan 39 kitab Perjanjian Lama. Melalui catatan Matius 2, kita nam-pak bahwa agama Yahudi sangat mutlak untuk Alkitab. Namun hampir tidak ada seorang pun dalam agama itu yang mengetahui bahwa Kristus telah datang. Kita tidak menjumpai catatan dalam Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa beberapa di antara umat agama itu pergi untuk me-nemui Kristus. Sebaliknya, tercatat bahwa beberapa orang majus (ahli perbintangan) datang mencari Dia (2:1-12). Ten-tunya hal ini adalah inisiatif Allah, bukan mereka.
(1) Dipimpin oleh Bintang, Visi Surgawi
Allah memberi orang-orang Majus itu sebuah bintang yang bersinar untuk memimpin mereka (2:2). Bintang ini tidak muncul di Tanah Kudus. Ia tampil di hadapan orang-orang yang jauh, jauh dari negeri kudus, jauh dari kota ku-dus, jauh dari Bait Suci dan agama kudus, jauh dari Kitab Suci, kaum kudus, dan imam-imam kudus. Jauh dari semua benda-benda kudus ini, bintang terang itu tampil di ha-dapan beberapa orang Majus di Timur. Cahaya bintang terang ini menggerakkan orang-orang Majus ini terhadap Raja orang Yahudi. Saya tidak tahu bagaimana orang-orang Majus ini digerakkan terhadap Raja orang Yahudi, dan saya tidak mau menerka. Sudah terlalu banyak khayalan tentang orang-orang Majus ini. Bagaimanapun, mereka datang dari Timur, Negeri Timur dan mengetahui bahwa bintang itu menunjukkan Raja orang Yahudi.
Orang-orang majus ini mempunyai visi hidup — bintang surgawi — sedangkan kaum agamawan Yahudi memiliki Alkitab. Mana yang lebih Anda sukai, Alkitab atau bintang? Paling baik memiliki kedua-duanya. Saya suka mempunyai Alkitab di tangan saya, sambil nampak bintang di langit. Paling baik kalau menjadi kedua-duanya, orang Majus dan orang Yahudi. Terhadap Alkitab, saya seorang Yahudi; terhadap bintang itu, saya seorang Majus.
(2) Dialihkan oleh Konsepsi Insani Mereka
Setelah orang-orang majus mengalami visi bintang sur-gawi itu, mereka mendapat kesulitan. Kesulitan ini datang dari konsepsi alami mereka. Walaupun kita mungkin mem-punyai Alkitab dan bintang, kita harus mengetahui bahwa kesulitan itu mungkin datang dari konsepsi alami kita. Orang-orang Majus ini nampak visi dan mengetahui bahwa itu menunjukkan Raja orang Yahudi, mereka menduga bahwa mereka harus pergi ke Yerusalem, ibu kota bangsa Yahudi, di mana Raja orang Yahudi diperkirakan ada (ayat 12). Kepu-tusan mereka pergi ke Yerusalem bukan datang dari terang bintang itu. Mereka pergi ke Yerusalem sebab mereka di-alihkan dari jejak yang benar oleh konsepsi alami mereka. Yerusalem tempat yang keliru. Yerusalem, sebagai ibu kota dan kota tempat Bait Suci berlokasi, bukan tempat terla-hirnya Yesus. Teralihkannya orang-orang Majus menyebab-kan suatu masalah yang serius dan hampir-hampir meng-akibatkan terbunuhnya bayi Yesus. Jikalau bukan karena kedaulatan Allah, Yesus kecil itu pasti akan terbunuh akibat kekeliruan mereka. Kesalahan mereka merenggut jiwa ba-nyak anak kecil (ayat 16-18). Waspadalah, Anda mungkin mempunyai Alkitab dan bintang, tetapi jangan mengikuti konsepsi alami Anda.
(3) Dibenarkan oleh Alkitab
Sering kali Anda mempunyai visi, tetapi ketika Anda mempertimbangkan masalah itu dalam benak Anda, Anda dialihkan dan diselewengkan oleh konsepsi alami Anda. Konsepsi insani Anda mengalihkan Anda dari jejak yang be-nar. Kapan kala Anda dialihkan sedemikian, Anda perlu Alkitab. Setelah Anda tiba di tempat yang salah, Anda perlu buku yang benar. Setelah orang-orang Majus pergi ke Yerusalem, tempat yang keliru, mereka telah dibenarkan oleh Alkitab. Dari Alkitab mereka mengetahui bahwa tempat yang benar ialah Betlehem, bukan Yerusalem (ayat 4-6). Jika mereka tidak diselewengkan oleh konsepsi alami mereka, pasti bintang itu akan memimpin mereka langsung ke tempat Yesus berada, yaitu di Betlehem. Tetapi mereka ter-alihkan dan terselewengkan, karena itu mereka perlu dibe-narkan oleh pengetahuan Alkitab. Ketika orang-orang Majus dibenarkan oleh Alkitab, mereka meninggalkan Yerusalem dan dipulihkan ke jejak yang benar; bintang itu pun muncul lagi (ayat 9). Visi yang hidup selalu mengikuti Alkitab.
Namun, tidak ada seorang pun agamawan di Yerusalem yang pergi dengan orang-orang Majus ke Betlehem. Ini sangat ganjil. Andaikata Anda seorang imam di antara imam-imam itu, tidakkah Anda pergi bersama-sama orang-orang majus itu untuk melihat apakah Yesus benar-benar dilahir-kan di Betlehem? Seandainya saya berada di sana, pasti saya akan pergi untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri benar tidaknya Kristus terlahir. Tetapi tidak ada satu pun di antara mereka yang pergi. Mereka telah mengetahui dan mereka dapat memberi tahu orang lain bahwa Mesias akan dilahirkan di Betlehem, namun tidak ada satu pun dari mereka yang pergi. Mereka untuk pengetahuan Alkitab; mereka bukan untuk persona yang hidup, Mesias.
Bagaimana situasi hari ini? Banyak yang sangat alkitabiah, tetapi mereka hanya memperhatikan Alkitab, bukan memperhatikan Kristus yang hidup. Kalau kaum agamawan Yahudi memperhatikan Kristus, mereka pasti telah pergi ke Betlehem, yang letaknya tidak jauh dari Yerusalem; bahkan dengan sarana lalu lintas yang kuno pun. Meskipun Betlehem tidak jauh, tidak ada ahli Taurat, penatua, atau imam yang mau pergi. Ini membuktikan bahwa Anda mung-kin saja mempunyai pengetahuan Alkitab, tetapi hati Anda tidak tertuju kepada Kristus yang hidup. Mempunyai visi itu suatu perkara, mempunyai pengetahuan Alkitab suatu hal yang lain, dan mempunyai hati yang tertuju kepada Kristus yang hidup suatu perkara lain pula. Kita semua perlu berdoa, “Tuhan, berilah aku hati yang tertuju kepada-Mu. Aku mau nampak visi itu dan aku mau mengerti Alkitab. Tetapi lebih daripada itu, aku ingin mempunyai hati yang mencari Engkau.”
(4) Dipimpin Kembali oleh Bintang Itu untuk Menemukan dan Menyembah Kristus
Setelah orang-orang Majus nampak kembali bintang itu, bintang itu memimpin mereka ke tempat Kristus berada (ayat 9-10). Bintang itu memimpin mereka tidak saja ke Kota Betlehem, bahkan ke tempat yang tepat di mana Yesus berada.
Orang Kristen sering mengatakan bahwa untuk mengenal Tuhan cukup dengan hanya memiliki Alkitab. Di satu pihak, saya setuju dengan ini. Namun di pihak lain (saya mengatakan ini dengan khidmat), saya tidak setuju sepenuhnya. Sekalipun kita mempunyai Alkitab, kita masih perlu visi yang hidup. Alkitab benar-benar mengatakan Kristus akan dilahirkan di Betlehem, tetapi tidak mengatakan di mana, di jalan apa, atau di rumah mana. Bintang yang hidup itu memimpin orang-orang majus ke Kota Betlehem, bahkan di mana anak itu berada. Di tempat itulah bintang berhenti (ayat 9). Orang-orang Majus itu tidak perlu mengetuk pintu rumah satu pun untuk bertanya, mereka tahu di mana Yesus berada. Ini membuktikan bahwa kita semua perlu suatu visi yang jelas dan segar yang langsung memimpin kita ke tempat di mana Yesus berada.
Orang-orang Majus tidak hanya menemukan Kristus, me-reka pun menyembah Dia (ayat 11). Di antara orang-orang Israel, tidak ada seorang pun diperbolehkan menerima pe-nyembahan orang lain, karena itu dianggap suatu penghinaan dan penghujatan terhadap Allah. Menurut mereka, hanya Allah yang patut menerima penyembahan. Tetapi orang-orang majus itu justru menyembah seorang anak kecil dan anak kecil ini ialah Allah. Yesaya 9:5 mengatakan, “Seorang anak telah lahir untuk kita, . . . dan namanya disebutkan orang . . . Allah yang perkasa.” Anak yang dicari oleh orang-orang Majus dinamakan Allah yang perkasa. Orang-orang Majus menyembah Dia dan mereka memberi persembahan kepada-Nya: emas, kemenyan, dan mur (ayat 11).
Kita perlu mengetahui makna emas, kemenyan, dan mur. Dalam perlambangan Alkitab, emas melambangkan sifat Allah. Ini menunjukkan bahwa bayi Yesus ini memi-liki sifat Allah. Ia kudus. Kemenyan melambangkan harum wangi kebangkitan. Menurut otak agama alamiah kita, ke-bangkitan Yesus terjadi setelah kematian-Nya. Namun sebe-lum Ia meninggal, Yesus memberi tahu Maria dan Marta bahwa Ia adalah kebangkitan dan hayat (11:25). Jadi, sebelum Ia mati pun, Ia adalah kebangkitan. Hayat Kristus ketika di bumi ini ialah hayat kebangkitan. Lukas 2:52 memberi tahu kita bahkan dalam masa kanak-kanak-Nya Ia disukai oleh Allah dan manusia. Itu bukan sesuatu yang alamiah, melainkan hayat kebangkitan. Catatan dalam Lukas 2 mewahyukan bahwa anak ini adalah anak yang luar biasa. Ia anak yang unik, sebab Ia seorang anak dalam kebang-kitan. Dalam seluruh hayat dan kehidupan insani-Nya, ter-kandung keharuman dan kemanisan kebangkitan. Maut tidak dapat menangkap Dia atau menjamah Dia. Ia tidak hanya hayat, Ia pun kebangkitan.
Mur melambangkan kematian dan pula harum wangi kematian. Di antara bangsa manusia, maut tidak harum. Namun pada Yesus terdapat harum dan wangi kematian.
Ketika orang-orang Majus mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur, saya percaya mereka tidak tahu makna hadiah yang mereka persembahkan. Mereka pasti memper-sembahkan persembahan mereka di bawah ilham Roh Kudus. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur me-lambangkan bahwa bayi Yesus memiliki sifat Allah dan hayat-Nya akan menjadi hayat kebangkitan, penuh harum wangi kemenyan dan hayat-Nya akan penuh dengan bau wangi kematian.
Ketika Yesus berusia dua belas tahun, Ia pergi ke Yerusalem dengan orang tua-Nya (Luk. 2:42). Karena Ia berbeban untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang dalam Bait Suci rumah Bapa-Nya, maka Ia tinggal di Yerusalem setelah hari raya (Luk. 2:43). Maria dan Yusuf tidak mengerti Dia. Mereka mencari Dia dan akhirnya menemukan Dia dalam Bait Suci (ayat 44-48). Dalam satu arti, Maria memarahi-Nya. Seandainya saya ini Yesus, saya akan membantah Maria. Saya akan membantah dan berkata, “Tidakkah engkau tahu apa yang sedang Kulakukan di sini? Mengapa engkau datang mengganggu Aku?” Jika kita mem-baca catatan Lukas, kita nampak bahwa Yesus mengatakan sesuatu kepada mereka. Ia berkata, “Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (ayat 49). Setelah mengatakan demikian, Ia pergi bersama mereka dan kembali ke Nazaret dengan mereka. Bagi Dia, ini benar-benar adalah suatu “pembunuhan”. Keinginan-Nya terbunuh, dan dalam pembunuhan itu kita dapat mencium bau mur. Itu bukan harum wangi kemenyan, tetapi harum dari mur.
Jika kita membaca keempat kitab Injil (biografi Yesus), kita akan nampak bahwa dalam seumur hidup Yesus banyak terdapat emas, kemenyan, dan mur. Ia selalu memperhidup-kan hayat kebangkitan, dan Ia senantiasa berada di bawah pembunuhan salib. Ia tidak menunggu sampai tiga puluh tiga setengah tahun lewat kemudian pergi ke atas salib untuk disalibkan. Seumur hidup-Nya secara berkesinambungan disalibkan pada salib. Jadi, Ia tidak hanya mempunyai harum wangi kebangkitan, tetapi juga manisnya salib mur.
Orang-orang Majus menemukan Yesus anak raja di Betlehem. Mikha 5:1 memberi tahu kita, “Yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda.” Ia dilahirkan di sebuah kota yang begitu kecil dalam lingkungan yang begitu rendah. Namun, oleh karena visi yang datang dari bintang, orang-orang Majus itu memberi hormat sepenuhnya kepada anak raja itu, tanpa mempedulikan tempat. Sebab itu, mereka mempersembahkan kepada Dia tiga benda yang mustika. Se-tiap benda itu menunjukkan unsur mustika dalam sifat dan hayat Tuhan Yesus. Hampir setiap butir dalam keempat kitab Injil memperlihatkan kemustikaan insani Tuhan, harum wangi hayat kebangkitan-Nya, dan harum kurban kematian-Nya. Segera setelah kelahiran Tuhan, tanpa berlambat-lambatan, orang-orang Majus telah melakukan perkara yang begitu elok, yang sesuai benar dengan sifat dan hayat Tuhan. Persembahan mereka sungguh-sungguh dipersembahkan di bawah inspirasi Roh Kudus.
Benda-benda mustika itu mungkin dipersembahkan oleh orang-orang Majus untuk menyiapkan perjalanan Tuhan dari Yehuda ke Mesir dan dari Mesir ke Nazaret. Persem-bahan dan penyembahan orang-orang Majus benar-benar menyempurnakan sesuatu.
(5) Diperingatkan oleh Allah supaya Pulang Melalui Jalan Lain
Setelah orang-orang Majus itu menemukan Kristus, me-nyembah Dia, dan mempersembahkan benda-benda berharga kepada-Nya, mereka diperingatkan Allah supaya pulang me-lalui jalan lain (Mat. 2:12). Jalan lain ini bukan jalan semula, jalan ini jalan yang benar. Setiap kali kita mencari Kristus dan menemukan Dia, kita selalu diberi tahu supaya tidak kembali ke jalan semula. Mencari Kristus dan menemukan Dia selalu mengalihkan kita ke jalan lain.
Situasi hari ini benar-benar sama. Kita mempunyai Alkitab dan Kristus sedang datang, tetapi bagaimana kita bisa menemukan Dia? Prinsip dasarnya bukan melalui Alkitab. Sekalipun Alkitab membantu, tetapi prinsip dasarnya adalah melalui bintang yang hidup, yaitu visi surgawi.
Kini kita harus nampak bagaimana kita bisa memiliki bintang ini, bagaimana kita bisa mempunyai visi surgawi ini. Alkitab memberi tahu kita bahwa bintang yang hidup ini ialah Kristus. Alkitab pernah menubuatkan bahwa Kristus adalah bintang (Bil. 24:17). Ia datang sebagai bintang (Mat. 2) dan Ia tetap sebagai bintang (Why. 22:16). Ia ber-sinar. Bagaimana kita bisa memiliki Kristus sebagai bintang? Menurut 2 Petrus 1:19, bintang itu berkaitan dengan Alkitab. Petrus memberi tahu kita untuk memperhatikan “makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi” (Tl.: mempunyai perkataan yang lebih teguh oleh para nabi). Jika kita memperhatikan perkataan yang lebih teguh ini, langit di dalam kita akan terang dan bintang fajar akan terbit dalam hati kita. Memperhatikan perkataan yang lebih teguh berarti memperhatikan firman hidup. Bukan ha-nya membaca firman, melainkan masuk ke dalam firman hingga sesuatu terbit dari dalam kita. Kita menyebutnya fajar menyingsing atau bintang fajar. Dalam 2 Petrus 1:19 bintang timur pada hakikatnya adalah bintang fajar. Dalam bahasa Yunani kata itu ialah “phosphoros”, benda yang me-ngandung terang. Sebatang fosfor dapat bersinar dalam kege-lapan. Kristus ialah fosfor sejati yang bersinar dalam kege-lapan hari ini. Namun, firman tidak dapat menyinari Anda jika Anda tidak memperhatikannya. Anda harus mem-perhatikan hingga sesuatu mulai bersinar di dalam Anda.
Penyinaran itu akan menjadi fosfor di dalam hati Anda, sehingga Anda akan mempunyai bintang fajar, dan jadilah Anda seperti orang-orang Majus itu dan sesuatu dari surga akan menyinari Anda.
Kristus ialah bintang. Alkitab mengatakan bahwa peng-ikut Kristus juga adalah bintang-bintang. Wahyu 1:20 memberi tahu kita bahwa para pemimpin dalam hidup ge-reja yang tepat adalah bintang-bintang. Mereka adalah bintang-bintang, sebab mereka bersinar. Kitab Daniel 12:3 mengatakan bahwa orang yang benar akan bersinar seperti bintang. Mereka yang memalingkan orang lain kepada kebe-naran, yang memalingkan mereka dari jalan yang keliru ke jalan yang benar, akan bercahaya seperti bintang.
Hari ini hanya ada dua jalan untuk memiliki bintang yang menyinari Anda. Menurut jalan yang pertama, Anda harus datang kepada firman yang diteguhkan dan mem-buka seluruh diri Anda kepada firman — membuka mulut, mata Anda, pikiran Anda, roh Anda, dan hati Anda, hingga sesuatu terbit di dalam Anda dan menyinarkan Kristus. Cara kedua ialah datang kepada kaum saleh yang bersinar, yakni pengikut-pengikut Kristus. Kalau Anda datang kepada me-reka, Anda akan menerima terang. Anda pun akan meneri-ma pimpinan, sebab mereka akan memimpin Anda ke tempat Kristus berada.
Kedua jalan untuk memiliki bintang itu berkaitan dengan Roh itu dan gereja. Segera setelah Wahyu 22:16 yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah bintang timur, ayat selanjutnya mengatakan,“Roh dan pengantin perempuan itu berkata . . .” Ini membuktikan bahwa sebagai bintang timur, Tuhan Yesus itu berkaitan dengan Roh itu dan Gereja, yakni pengantin perempuan. Wahyu 3:1 mengatakan bahwa Tuhan Yesus mempunyai tujuh roh dan tujuh bintang, dan Wahyu 1:20 mengatakan bahwa ketujuh bintang itu adalah malaikat-malaikat ketujuh gereja. Ayat ini menunjukkan bahwa bintang-bintang itu tidak hanya berhubungan dengan Roh itu, bahkan dengan gereja. Jika kita ingin memiliki bintang hidup atau bintang-bintang hidup, kita perlu Roh itu dan Gereja. Berdasarkan Roh itu dan melalui gereja, akan mudah mempunyai visi surgawi sehingga kita dapat mene-mukan Kristus dan mempersembahkan apresiasi kita kepada-Nya.
b. Lari ke Mesir
Kristus ditemukan di Betlehem. Penemuan Kristus ini menimbulkan problem. Allah menggunakan problem ini mem-bawa keluar bayi Yesus itu dari Betlehem ke Mesir (Mat. 2:13-18). Kitab Hosea 11:1 menubuatkan bahwa Yesus akan dipanggil keluar dari Mesir. Bila tidak terjadi problem sete-lah Yesus ditemukan di Betlehem, Ia tidak berkesempatan untuk lari ke Mesir.
Ini sangat bermakna. Orang-orang Majus membuat ke-salahan yang besar, tetapi kesalahan mereka justru mem-beri Allah kesempatan yang menggenapkan nubuat-Nya. Namun jangan sengaja membuat kesalahan. Itu tidak akan berhasil. Berusahalah melakukan sesuatu dengan benar. Wa-laupun demikian tidak peduli betapa pun Anda berusaha berlaku benar, toh Anda akan membuat kesalahan besar se-perti yang dilakukan oleh orang-orang majus itu. Tetapi ja-nganlah berkata, “Biarlah kita berbuat salah agar mendatang-kan kebaikan.” Jika Anda sengaja berbuat salah, kebaikan tidak akan datang. Namun jika Anda berusaha benar, namun tetap saja ada kesalahan, maka kesalahan itu akan memberi Allah kesempatan untuk menggenapkan maksud tujuan-Nya.
Karena Yusuf lari ke Mesir bersama Maria dan Yesus, maka bayi Yesus terhindar dari mati sahid yang pertama, mati sahid yang disebabkan oleh kekeliruan orang-orang Majus. Iblis selalu sibuk, menanti kesempatan untuk me-nyebabkan mati sahid. Namun, Allah berdaulat atas segala sesuatu, bahkan atas Iblis, Ia melindungi kaum yang di-kasihi-Nya dari muslihat musuh. Karena kedaulatan Allah, anak kecil itu terlindung.
c. Dibesarkan di Nazaret
Pada butir ini saya perlu membentangkan sedikit se-jarah. Walau Anda mengetahui sejarah, Anda masih perlu lebih banyak terang. Maria mengandung seorang bayi di Nazaret (Luk. 1:26-27, 31). Menurut nubuat dalam Mikha 5:2, bagaimanapun Kristus harus dilahirkan di Betlehem. Di ba-wah pengaturan kedaulatan Allah, kaisar Agustus meme-rintahkan sensus pertama sejak Kerajaan Roma (Luk. 2:1-7). Ini memaksa semua orang kembali ke tempat asal mereka. Maria dan Yusuf terpaksa kembali ke Betlehem, kampung ha-laman mereka. Segera setelah mereka sampai ke Betlehem, Yesus terlahir. Kesalahan orang-orang Majus menyebabkan kebencian dan kedengkian Raja Herodes, yang marah karena seorang anak raja telah dilahirkan.
Kemudian Yusuf menerima pimpinan dalam mimpi untuk membawa Anak itu ke Mesir (Mat. 2:13-15). Ini memungkinkan Allah menggenapkan nubuat Hosea 11:1. Setelah Herodes meninggal, Yusuf menerima kata-kata dalam mimpi yang lain supaya ia kembali ke Negeri Kudus (ayat 19-20). Ketika Yusuf kembali dan mendengar bahwa Arkheus, putra Herodes yang menjadi raja, ia takut menetap di daerah se-kitar Betlehem, karena itu ia pergi ke Nazaret, tempat Yesus dibesarkan (ayat 21-23).
Apa arti semua ini? Artinya ialah ketika Yesus dilahir-kan di antara umat manusia, Ia muncul dalam cara yang agak tersembunyi, dalam cara yang tidak terbuka. Adaka-lanya saya mengatakan kata “menyelinap” untuk menggam-barkannya. Setiap orang menyebut Dia Yesus dari Nazaret, sebab Ia seorang Nazaret. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Kristus akan dilahirkan di Betlehem. Cara kelahiran Kristus yang tersembunyi membingungkan kaum agamawan. Ketika Filipus berjumpa dengan Yesus, ia menyadari bahwa Yesus adalah Mesias. Kemudian Filipus pergi kepada Natanael dan memberi tahu dia bahwa ia telah berjumpa dengan Mesias dan Ia adalah anak Yusuf, seorang Nazaret. Natanael segera berkata, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh. 1:45-46). Apakah Filipus memberi Natanael keterangan yang salah? Itu sulit dikatakan. Filipus hanya mengetahui bahwa Yesus anak Yusuf dan Ia seorang Nazaret. Walaupun Yesus dari Nazaret dan seorang Nazaret, Ia tidak dilahirkan di Nazaret, melainkan di Betlehem. Natanael me-rasa sulit. Namun Filipus tidak berbantahan dengan Natanael, dengan singkat saja ia berkata, “Mari dan lihatlah” (Yoh. 1:47).
Pada peristiwa lain, Nikodemus yang datang ingin me-ngetahui Yesus, mencoba berdebat dengan orang-orang Farisi tentang Dia. Orang-orang Farisi bertanya kepadanya, “Apakah engkau juga orang Galilea?” (Yoh. 7:52). Galilea suatu wilayah orang kafir dan Alkitab mengatakan, “Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain” (Mat. 4:15). Orang-orang Farisi seolah-olah ber-kata kepada Nikodemus, “Apakah engkau dari Galilea? Kami tahu bahwa Yesus berasal dari Galilea. Tetapi tidak ada nabi yang dari Galilea.” Jelas bahwa Yesus dari Galilea, dari Nazaret, tetapi pada hakikatnya Ia dilahirkan di Betlehem. Dengan sembunyi-sembunyi dan rahasia adalah cara-Nya menampakkan diri kepada umum.
Hari ini prinsipnya sama. Saya menunjukkan kepada Anda bentuk Tabernakel. Tabernakel ditutup dengan kulit lumba-lumba, yang kasar dan keras, yang bagian luarnya ke-lihatan sama sekali tidak menarik; namun bagian dalamnya adalah sutera halus, emas, dan batu-batu permata. Prinsip rohani gereja juga sama. Janganlah memandang gereja dari lahirnya. Anda perlu masuk ke dalam gereja. Saya yakin apabila Rasul Paulus datang mengunjungi Anda, Anda akan merasa takjub dan bertanya, “Apakah Anda Saudara Paulus? Saya kira Rasul Paulus seharusnya seperti seorang malaikat yang bercahaya. Tetapi Anda ini apa? Anda hanyalah seo-rang kecil yang tidak tampan.”
Kita tidak boleh memamerkan diri kita, sebaliknya kita pun jangan menilai orang lain dari keadaan lahiriahnya. Kita harus menilai mereka dari roh batiniah mereka. Dalam pe-nampilan lahiriah-Nya, Yesus orang Nazaret, tetapi dalam batiniah-Nya terdapat emas, kemenyan, dan mur. Di dalam-Nya terdapat kemuliaan Allah. 2 Korintus 5:16 menga-takan bahwa kita tidak boleh mengenal Kristus atau siapa pun dari penampilan lahiriah mereka. Sebaliknya, kita harus memperhatikan realitas batiniah Kristus.
Hari ini kita harus memegang prinsip ini. Untuk dapat menemukan Kristus, kita harus mempunyai bintang yang bercahaya. Kita tidak boleh pergi menurut penampilan la-hiriah, melainkan menurut batiniah. Kalau Anda mengenal gereja atau kaum saleh, janganlah dibingungkan oleh pe-nampilan lahiriah. Janganlah menilai sesuatu dari sudut lahiriah, seperti katedral yang besar, bangunan gereja yang tinggi besar atau alat-alat musik yang menarik. Lupakanlah semua itu. Pada lahiriah-Nya, Yesus tidak menarik. Ia se-orang Nazaret yang kecil, seorang yang dibesarkan di pro-pinsi yang disebut “Galilea wilayah bangsa-bangsa lain”, dan yang dibesarkan di sebuah kota yang dipandang rendah orang
— “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Galilea?” Tetapi kalau Anda “datang dan melihat” dan masuk ke da-lam-Nya, Anda akan mengindahkan Dia dan terpikat oleh Dia. Demikian pula, Anda perlu masuk ke dalam gereja dan tinggal bersama gereja untuk sejangka waktu. Kalau Anda melakukan ini, Anda akan menemukan sesuatu yang mus-tika. Sama halnya dengan kaum saleh yang menuntut. Sema-kin mereka menuntut Tuhan, mereka semakin menyembu-nyikan pengalaman rohani mereka. Anda perlu pergi kepada mereka dan tinggal dengan mereka, barulah Anda akan masuk ke dalam mereka dan menemukan kekayaan yang ada dalam mereka. Anda akan nampak kemenyan, mur, dan benda-benda mustika lainnya, sehingga Anda akan ter-tarik dan terpikat. Inilah cara kita menemukan Kristus dan menilai segala apa ada-Nya Dia dan semua mustika-Nya, emas, kemenyan, dan mur.
Matius 2:23 mengatakan, “Ia akan disebut orang Nazaret.” Sebagian orang mengira kata Nazaret ini menunjukkan “Orang Nazaret” dalam Bilangan 6:2. Yang lain mengira bahwa itu menunjukkan kata Ibrani untuk tunas (Netzer), dalam Yesaya 11:1. Tetapi saya kira kita tidak perlu banyak menduga. Kita tahu bahwa pada penampilan lahiriah-Nya, Yesus seorang Nazaret. Ini dikatakan oleh nabi-nabi.