NENEK MOYANG DAN STATUS RAJA (6)
Matius 1 ialah sebuah pasal tentang nama-nama. Kita telah mencurahkan banyak waktu untuk nama-nama Abram, Ishak, Yakub, Tamar, dan Rahab. Namun dua nama ter-akhir, Yesus dan Imanuel, lebih dari sekadar ajaib. Sekalipun pada bagian akhir Matius 1 seakan-akan membicarakan ke-lahiran Kristus, tetapi pada hakikatnya membicarakan nama Yesus dan Imanuel. Dalam berita ini saya berbeban mem-beri Anda gambaran tentang bagaimana dengan nama-nama ini.
J. Yesus, Nama Pemberian Allah
Yesus ialah nama pemberian Allah, sedangkan Imanuel ialah nama panggilan oleh manusia. Malaikat Gabriel mem-beri tahu Maria bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki dan menamai Dia Yesus (Luk. 1:31). Kemudian Malaikat Tuhan menampakkan kepada Yusuf dan memberi tahu dia untuk menamai Anak itu Yesus (Mat. 1:21, 25). Jadi, Yesus ialah nama pemberian Allah.
1. Tiga Unsur dalam Nama Yesus
a. Yehova — “Aku Adalah Aku Adalah”
Nama Yesus meliputi nama Yehova. Dalam bahasa Ibrani, nama “Allah” berarti Yang Perkasa, Allah Mahakuasa; dan nama Yehova berarti Aku adalah — Aku adalah Aku adalah (Kel. 3:14 Tl.). Kata “adalah” dalam bahasa Ibrani merupakan kata kerja yang tidak saja menunjukkan waktu sekarang, juga waktu lampau, dan waktu yang akan datang. Jadi, arti Yehova yang benar ialah bahwa Aku adalah Aku adalah, Sang unik dalam waktu sekarang, dalam waktu lampau, dan dalam waktu yang akan datang serta dalam kekekalan selama-lamanya. Inilah nama Yehova. Hanya Allah-lah Sang kekal. Dari kekekalan lampau sampai pada keke-kalan kelak, adalah Aku ini. Karena itu Tuhan Yesus dapat mengatakan tentang diri-Nya, “Sebelum Abraham ada, Aku telah ada” (Yoh. 8:58). Ia pun berkata kepada orang Yahudi “Sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu” dan “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia” (Yoh. 8:24, 28). Kita harus menyadari bahwa Yesus ialah Aku adalah yang agung itu dan percaya bahwa Dia ialah Aku adalah yang agung itu.
Karena nama Tuhan ialah Aku adalah, maka kita dapat mengatakan, “Tuhan, Engkau mengatakan bahwa nama-Mu ialah Aku adalah. Lalu Engkau itu apa?” Dia akan men-jawab, “Apa yang kamu perlukan, Akulah itu.” Tuhan adalah segala sesuatu yang kita perlukan. Jika kita memerlukan keselamatan, Dia sendiri adalah keselamatan kita. Kita memiliki cek yang bertanda tangan dengan kolom pengisian besarnya uang yang masih kosong. Jika kita perlu satu dolar, kita dapat menuliskan satu dolar. Tetapi jika kita perlu satu juta dolar, kita dapat menuliskan satu juta dolar. Jika kita merasa bahwa kita perlu satu milyar, kita cukup me-nulis jumlah itu. Cek ini siap mencukupi seluruh keperluan kita. Apa pun yang Anda perlukan, Yesus itulah. Apakah Anda memerlukan terang, hayat, kekuasaan, hikmat, keku-dusan atau kebenaran? Yesus sendiri adalah terang, hayat, kekuasaan, hikmat, kekudusan, dan kebenaran. Segala apa yang kita perlukan terdapat dalam nama Yesus. Betapa tinggi dan betapa kaya nama ajaib ini!
b. Penyelamat
Unsur pertama yang termasuk dalam nama Yesus adalah Yehova. Kedua ialah Penyelamat. Yesus adalah Yehova Juruselamat, Sang Penyelamat yang menyelamatkan kita dari semua perkara negatif dan dosa-dosa kita, dari neraka, dari hukuman Allah, dan dari penghukuman kekal. Dia adalah Penyelamat. Dia menyelamatkan kita dari penghu-kuman Allah dan dari segala perkara yang kita benci. Kalau kita benci akan temperamen kita, Ia akan menyelamatkan kita dari temperamen kita. Ia menyelamatkan kita dari ke-kuasaan jahat setan, dari semua dosa yang merepotkan kita dalam kehidupan kita setiap hari, dan dari setiap beleng-gu serta kebiasaan jelek kita. Haleluya! Dialah Juruselamat.
c. Keselamatan
Yesus tidak hanya Penyelamat, tetapi juga keselamatan kita. Jangan minta kepada-Nya untuk memberikan keselamatan kepada Anda. Anda cukup mengatakan, “Tuhan Yesus, datanglah kepadaku, untuk menjadi keselamatanku.” Yesus tidak akan memberi Anda keselamatan. Ia akan datang ke-pada Anda sebagai keselamatan. Kita, kaum beriman, tidak menyadari betapa kita perlu diselamatkan setiap hari, setiap jam, dan bahkan setiap saat, kita perlu diselamatkan dari banyak perkara.
Dalam berita Kejadian 1, saya berbicara tentang perlu bertumbuh dalam hayat. Tetapi apa artinya bertumbuh dalam hayat? Di pihak positif, bertumbuh dalam hayat ialah masuk ke dalam kelimpahan apa adanya Kristus. Di pihak negatif, ialah dialihkan dari suatu hal atau meninggalkan suatu hal. Meskipun kita adalah manusia yang kecil, tetapi di dalam kita sarat dengan banyak perkara negatif. Boleh jadi Anda tidak menyadari betapa banyaknya perkara ne-gatif yang telah Anda simpan. Ke mana saja kita pergi, kita mengumpulkan perkara. Kita memungut sejumlah besar perkara negatif, dan kita memelihara sejumlah kebiasaan yang dari semuanya itu kita perlu diselamatkan. Ketika Anda membaca ini, Anda mungkin tidak merasa bahwa Anda perlu keselamatan dari segala sesuatu. Tetapi andaikata Anda tiba-tiba terangkat ke surga; andaikata Anda diangkat ke surga sekarang ini juga, Anda akan segera merasa bahwa Anda perlu sejumlah besar keselamatan. Bertumbuh dalam hayat berarti diselamatkan dari semua perkara yang tidak perlu, dari semua yang tidak kita perlukan dalam kehidup-an. Kalau Anda mempunyai terang, penyingkapan terang hari keempat, Anda akan berkata, “Tuhan selamatkanlah aku!” Pada waktu itulah kita menyadari bahwa Yesus benar-benar Yehova sebagai Juruselamat kita dan keselamatan kita.
2. Nama Yesus Mengatasi Segala Nama
Nama Yesus mengatasi segala nama (Flp. 2:9-10). Tidak ada nama yang setinggi dan seunggul nama Yesus. Tidak pe-duli Anda membenci Yesus atau mencintai-Nya, Anda bagi Dia atau melawan Dia, Anda harus tahu bahwa nama Yesus ialah nama istimewa. Sejarah memberi tahu kita bahwa selama dua ribu tahun yang lampau, setiap orang telah me-ngenal bahwa nama-Nya adalah nama yang tertinggi, nama yang luar biasa. Beban saya dalam berita ini ialah hendak menunjukkan kepada Anda bahwa nama Yesus yang unggul ini akan melakukan banyak perkara bagi kita.
a. Percaya ke Dalam
Pertama, nama Yesus adalah agar kita percaya ke dalam-Nya (Yoh. 1:12 Tl.). Kita semua harus percaya ke dalam nama Yesus. Ini bukan suatu perkara yang sepele. Kita tidak hanya harus mengatakan bahwa kita percaya ke dalam Tuhan Yesus, tetapi juga menyatakan bahwa kita percaya ke dalam nama Yesus. Ketika kita memberitakan Injil, kita harus membantu orang tidak hanya berdoa, tetapi juga memproklamirkan kepada seluruh alam semesta bahwa mereka percaya ke dalam nama Yesus. Ketika seorang dosa mau percaya Yesus, haruslah ia memproklamirkan, “Hari ini aku percaya ke dalam nama Yesus!” Ini memiliki perbedaan yang amat besar.
b. Dibaptiskan ke Dalam
Bagi kita, nama Yesus ialah nama yang ke dalam-Nya kita dibaptiskan (Kis. 8:16; 19:5). Di antara sebagian orang Kristen terdapat pertentangan mengenai nama yang ke dalam-Nya mereka membaptis orang. Ada yang kukuh men-debat bahwa kita harus membaptis orang hanya di dalam nama Yesus. Yang lain bersikeras di dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kedua kelompok ini bertengkar, berdebat, dan berkelahi. Sebenarnya, ini bukan masalah di dalam nama, tetapi ke dalam nama. Kita membaptis orang ke dalam nama Yesus. Nama membutuhkan persona, dan na-ma justru persona itu. Tanpa adanya persona, nama tidak berarti. Dibaptiskan ke dalam nama Yesus berarti dibaptis-kan ke dalam persona-Nya. Misalnya, seorang muda baru saja percaya dalam nama Yesus. Apa yang harus kita laku-kan? Kita harus membaptis dia ke dalam nama Yesus yakni memasukkannya ke dalam Yesus. Ini bukan suatu ritual atau upacara keagamaan untuk penerimaan anggota, melain-kan suatu perbuatan iman di mana kita menerima sese-orang yang percaya ke dalam nama ini, menaruh orang ini ke dalam nama ini, membaptis dia ke dalam persona Yesus. Roma 6:3 mengatakan bahwa kita semua telah dibaptis ke dalam Kristus, dan Galatia 3:27 mengatakan, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus.” Inilah realitas dibaptis-kan ke dalam nama Yesus.
c. Diselamatkan
Bagi kita, nama Yesus adalah yang olehnya kita dise-lamatkan. Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan, “Di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Nama Yesus justru diberikan kepada kita agar kita dapat disela-matkan. Nama Yesus ialah nama yang menyelamatkan.
d. Disembuhkan
Kepada orang lumpuh yang duduk di pintu gerbang Bait Allah, Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, bangkit dan ber-jalanlah!” (Kis. 3:6). Serta merta orang itu sembuh. Kemu-dian Petrus berkata kepada orang-orang, “Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, . . . orang ini berdiri dalam ke-adaan sehat sekarang di depan kamu” (Kis. 4:10). Ini mem-persaksikan bahwa nama Yesus pun nama yang menyem-buhkan. Kita dapat berseru kepada nama Yesus untuk me-nyembuhkan segala macam penyakit.
e. Dibasuh, Dikuduskan, dan Dibenarkan
Nama Yesus telah diberikan kepada kita sehingga kita dapat dibasuh, dikuduskan, dan dibenarkan (1 Kor. 6:11). Sebagai orang yang tadinya cemar, kita telah dibasuh, diku-duskan, dan dibenarkan di dalam nama Yesus dan oleh Roh Allah. Saya telah membaca 1 Korintus 6:11 selama ber-tahun-tahun tanpa melihat butir yang sangat penting ini: dalam nama dan oleh Roh. Nama bersangkut-paut erat sekali dengan persona dan Roh itu. Kalau nama Yesus itu nama yang kosong, mana mungkin dapat membasuh kita? Mana mungkin dapat menguduskan dan membenarkan kita? Ten-tunya mustahil. Namun, nama ini berkaitan dengan Roh. Roh itulah persona nama itu dan realitas nama itu. Karena itu, nama itu dapat membasuh kita, menguduskan kita, dan membenarkan kita. Roh itu adalah satu dengan nama Yesus. Yesus ialah nama Tuhan, sedangkan Roh itu ialah persona Tuhan. Jika kita memanggil nama seseorang yang riil, orang itu datang. Nama Yesus berkaitan dengan persona yang mem-basuh kita, menguduskan kita, dan membenarkan kita. Ini bukan hanya doktrin atau teori, melainkan realitas. Ketika kita percaya ke dalam nama Yesus dan dimasukkan ke dalam nama Yesus, kita ditaruh ke dalam satu persona yang hidup, yaitu dalam Roh Kudus. Roh Kudus ini membasuh kita, menguduskan kita, dan membenarkan kita.
f. Berseru kepada
Nama Yesus adalah untuk kita seru (Rm. 10:13; 1 Kor. 1:2). Setelah saya menjadi orang Kristen paling tidak tiga puluh lima tahun lamanya, saya baru menemukan rahasia berseru kepada nama Yesus. Tadinya saya mengira berseru kepada nama Yesus sama dengan berdoa. Akhirnya, dari catatan Alkitab saya nampak bahwa berdoa adalah satu hal, dan menyeru nama Tuhan adalah hal yang lain lagi. Lima belas tahun yang lalu, saya sering berdoa dan kebanyakan saya berlutut berdoa. Saya tidak mengetahui rahasia me-nyeru nama Tuhan Yesus, saya juga tidak mengetahui perbedaan antara menyeru dan berdoa.
Banyak di antara kita telah mengalami doa, tetapi jarang beroleh inspirasi. Namun jika kita berseru kepada Yesus selama lima menit, kita dipenuhi inspirasi. Cobalah! Banyak di antara kita yang dapat bersaksi bahwa ketika kita berdoa secara usang, kita kadang-kadang berdoa sendiri sampai tertidur. Tetapi menyeru nama Tuhan tidak pernah membuat kita tertidur, sebaliknya bahkan menyegarkan kita.
Kisah Para Rasul 9:14 mengatakan bahwa Paulus, ketika ia masih bernama Saulus dari Tarsus, mencoba menghancurkan semua orang saleh. Ia bermaksud pergi dari Yerusalem ke Damsyik untuk menangkapi semua orang yang menyeru (memanggil) nama Yesus. Ayat ini tidak me-ngatakan bahwa ia akan menangkapi semua orang yang berdoa kepada Yesus, tetapi semua orang yang berseru (me-manggil) kepada nama Yesus. Dari ayat ini kita nampak bah-wa orang Kristen zaman dahulu adalah orang-orang yang berseru kepada Yesus. Setiap kali mereka berdoa, mereka berseru. Mereka berseru kepada (memanggil) nama Yesus dan hal itu menjadi suatu tanda pengenalan.
Alkitab tidak mengatakan bahwa siapa saja yang ber-doa akan diselamatkan. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa siapa saja yang menyeru nama Tuhan akan diselamatkan (Rm. 10:13). Misalnya, saya seorang berdosa dan saya per-caya dalam Tuhan Yesus. Anda membantu saya berdoa, dan saya berkata, “Tuhan Yesus, aku seorang berdosa. Engkau Juruselamatku. Engkau mengasihi aku. Engkau mati disalib bagiku. Terima kasih Tuhan.” Walaupun berdoa dengan cara ini baik, tetapi Roh itu sulit masuk ke dalam kita. Namun kalau Anda membantu saya menyeru, “Oh Tuhan Yesus!” makin lama makin keras, hasilnya akan sangat berbeda. Ketika Anda mengabarkan Injil, janganlah terlalu kukuh mencoba untuk mengubah pikiran orang. Sebaliknya, ban-tulah mereka membuka diri, roh, dan hati mereka; dari lubuk batin, menggunakan mulut mereka, menyeru nama Yesus. Jikalau Anda membantu orang yang baru percaya me-nyeru nama Yesus secara demikian, pintu akan terbuka lebar bagi Roh untuk masuk ke dalamnya. Tidak perlu berdoa de-ngan kata-kata sia-sia. Setelah menyeru nama Yesus sepuluh kali, Anda akan berada dalam surga. Dosa-dosa akan diam-puni, beban Anda akan terlucut dan Anda akan mempunyai hidup yang kekal. Anda akan memperoleh segala-galanya.
Bahkan untuk seorang beriman yang telah bertahun-tahun percaya, jalan paling baik untuk menjamah Tuhan Yesus, menikmati Tuhan Yesus, beroleh suatu bagian dari Tuhan Yesus, bukan dengan berkata-kata sangat banyak, melainkan pergi kepada Tuhan dan berseru, “Yesus! Yesus! Tuhan Yesus!” Serulah nama Yesus, Anda akan mengecap sesuatu. “Tuhan yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang dan murah hati kepada semua orang yang berseru kepada-Nya” (Rm. 10:12). Sering kali perkataan kita ter-lalu sia-sia. Lebih baik berseru saja, “Tuhan Yesus”. Bila Anda memanggil nama-Nya, Anda akan mengecap dan me-nikmati Dia. Nama Yesus nama ajaib. Kita semua perlu berseru kepada-Nya.
g. Berdoa
Kita juga boleh berdoa dalam nama Yesus (Yoh. 14:13-14; 15:16; 16:24). Ini bukan berarti setelah kita berdoa panjang lebar lalu mengakhiri dengan kata-kata “dalam nama Yesus”. Demikian terlalu formal. Namun, saya tidak menentang hal ini, sebab saya sendiri telah banyak kali melakukannya. Tetapi sebaliknya, saya akan mengatakan bahwa dalam doa kita, baik sekali menyeru nama Yesus dan menyatakan, “Oh Yesus! Yesus! Aku datang berdoa!” Dalam nama Yesus, Anda akan mempunyai beban riil untuk berdoa dan Anda akan beroleh jaminan bahwa doa Anda telah didengar dan dijawab. Kalau kita menyeru nama Yesus, kita akan beroleh jaminan terkabulnya permintaan kita.
Setelah Tuhan Yesus memberi tahu kita agar berdoa dalam nama-Nya, selanjutnya Ia mengatakan bahwa Roh itu akan datang dan tinggal di dalam kita (Yoh. 14:13-17). Ini menunjukkan bahwa tinggalnya Roh itu di dalam kita sangat bersangkutan dengan doa kita dalam nama Tuhan Yesus. Untuk berdoa dalam nama Yesus, kita perlu Roh itu. Ketika kita berada di dalam Roh itu, kita berada di dalam realitas nama Yesus yang di dalamnya kita berdoa.
h. Dihimpunkan ke Dalam
Nama Yesus juga adalah untuk kita dihimpunkan ke dalam (Mat. 18:20). Setiap kali kita datang bersidang ber-sama, kita harus dihimpunkan ke dalam nama Yesus. Mungkin kita bersidang dengan maksud untuk menuntut pelajaran-hayat, kita tidak dihimpunkan ke dalam pelajaran-hayat, melainkan ke dalam nama Yesus. Setiap kali Anda datang ke perhimpunan orang Kristen, Anda harus menya-dari bahwa sekali lagi Anda dihimpunkan ke dalam Nama-Nya. Memang kita telah dimasukkan ke dalam nama Yesus, tetapi kita belum masuk dengan mendalam. Sebab itu, kita perlu berulang-ulang datang kembali dihimpunkan ke dalam nama-Nya. Kita semua dapat bersaksi bahwa setiap kali setelah kita bersidang, di dalam batin kita timbul pe-rasaan yang mendalam bahwa kita telah masuk lebih dalam ke dalam Tuhan. Perhimpunan orang Kristen akan membawa kita masuk makin dalam ke dalam apresiasi terhadap nama Yesus.
i. Mengusir Setan
Nama Yesus juga sanggup untuk mengusir setan (Kis. 16:18). Untuk mengetahui kuasa nama Yesus, gunakanlah untuk mengusir setan. Setan lebih mengetahui kuasa nama Yesus daripada kita. Setan sangat licik. Dari pengalaman kami di daratan China, di sana terdapat banyak kasus ten-tang kerasukan setan. Kami telah belajar bahwa ketika kami mengusir setan, kami harus memberi tahu setan-setan itu bahwa Yesus ini bukan Yesus yang biasa, melainkan Ia adalah Yesus yang telah diangkat sebagai Raja. Karena itu kita harus mengatakan, “Setan, aku datang dalam nama Yesus, Anak Allah yang telah berinkarnasi menjadi seorang manusia, yang telah dilahirkan oleh seorang perawan di Betlehem, yang telah dibesarkan di Nazaret, yang mati disalib untuk dosa-dosaku dan untuk dosa-dosa orang yang kera-sukan ini, yang telah bangkit dari kematian, dan yang telah naik ke surga. Aku datang dalam nama Yesus ini, dan aku memerintahkan kamu pergi!” Dengan segera, setan akan pergi. Namun kalau Anda mengatakan, “Aku mengusirmu dalam nama Yesus”, setan tidak akan mendengar, setan tahu kuasa nama Yesus. Bila Anda mengusir setan, tidak perlu berdoa banyak-banyak cukup mengatakan, “Aku datang da-lam nama Yesus yang telah terangkat dan kamu harus per-gi.” Ketika Yesus datang, setan pasti lari.
j. Memberitakan
Bagi kita, nama Yesus adalah untuk memberitakan (Kis. 9:27). Ketika kita memberitakan, kita harus memberitakan dalam nama Yesus, memberitakan dalam nama Tuhan, harus memberitakan di dalam Roh itu, sebab Roh itu adalah per-sona Tuhan dan realitas nama-Nya. Ketika kita memberita-kan dalam nama-Nya, kita perlu Roh untuk merealisasi-kannya.
Melalui semua perkara yang dapat dilakukan dalam nama Yesus, kita nampak bahwa apa pun yang kita la-kukan dan apa pun adanya kita harus dalam nama Yesus. Jangan pernah lupa nama Yesus. Nama-Nya adalah nama yang manis, nama yang kaya, nama yang penuh kuasa, nama yang menyelamatkan, nama yang memberi kesem-buhan, nama yang menghibur, dan nama yang setiap saat tersedia bagi kita. Inilah nama yang dijunjung tinggi, dihor-mati, dan diindahkan, terlebih pula nama yang ditakuti oleh musuh.
3. Iblis (Satan) Membenci Nama Yesus
a. Menyerang Nama Ini
Iblis (Satan) membenci nama Yesus. Pada tahun 1935 gereja di kampung halaman saya terbangun, dan kami semua berbeban mengabarkan Injil. Setiap malam kami pergi ke jalan mengabarkan Injil. Pada suatu malam, ketika kami mengabarkan Injil di ujung jalan, ada seorang yang berusia tiga puluh tahunan, sangat berani mengejek nama Yesus. Seorang saudara dengan ramah sekali menghampiri dia dan bertanya apakah mereka dapat berbincang-bincang sejenak. Ketika ia menyetujui, saudara itu bertanya, “Pernahkah Anda berjumpa dengan Yesus?” Sahutnya, “Tidak.” Kemudian sau-dara itu bertanya, “Pernahkah Anda mendengar tentang Yesus?” Sekali lagi ia menjawab, “Tidak.” Kemudian saudara tersebut berkata, “Pernahkah Yesus melakukan sesuatu yang buruk terhadap Anda?” Ia berkata, “Tidak pernah.” Lalu tanya saudara itu, “Anda tidak pernah berjumpa dengan Yesus dan Ia tidak pernah berlaku buruk terhadap Anda. Lalu mengapa Anda membenci Dia?” Ia menjawab, “Walaupun aku belum pernah berjumpa dengan Dia, dan Dia pun tidak pernah merugikan aku, aku tetap membenci Dia.” Saudara itu bertanya lagi, “Mengapa Anda tidak membenci kami?” Orang itu menjawab, “Aku tidak membenci kalian, aku mem-benci Yesus.” “Mengapa?” sahut saudara itu. “Aku tidak tahu!” jawabnya. Kemudian saudara itu bertanya, “Tuan, bolehkah aku menceritakan suatu fakta kepada Anda?” Orang itu se-tuju dan saudara itu berkata, “Izinkan aku memberi tahu Anda, Anda tidak membenci Yesus. Tetapi ada seseorang yang membenci Yesus. Mengapa? Sebab Anda tidak pernah ber-jumpa dengan Yesus, dengan sendirinya tidak mungkin Anda membenci Dia.” Lalu orang itu bertanya kepada saudara tersebut, “Siapa yang membenci Yesus?” Saudara itu men-jawab, “Iblis yang di dalam Anda yang membenci Yesus.” Melalui semua ini kita nampak bahwa Iblis memperalat orang untuk menyerang nama Yesus (Kis. 26:9).
Sebagai seorang beriman, Anda mungkin mempunyai pengalaman seperti ini. Ketika Anda membicarakan tentang Plato atau Abraham Lincoln kepada orang lain, Anda tidak merasa malu; tetapi kapan saja Anda membicarakan ten-tang Yesus kepada orang lain, suatu perasaan aneh akan timbul. Ketika orang China membicarakan tentang Konghucu, mereka merasa bangga. Kapan saja kita membicarakan Yesus kepada orang lain, kita pun seharusnya bangga. Te-tapi sering kali kita tidak mempunyai perasaan yang bangga ini; sebaliknya, kita mempunyai suatu perasaan yang agak aneh. Ini adalah milik Iblis! Dalam alam semesta ini, di bumi ini, ada unsur Iblis yang menentang Yesus. Ketika Anda membicarakan tentang situasi dunia, ekonomi, ilmiah, dan ba-nyak macam perkara, tidak ada masalah, tetapi begitu Anda mengatakan tentang nama Yesus, Anda mempunyai pera-saan yang aneh. Ini datangnya dari Iblis, sebab Iblis dan setan-setan membenci nama Yesus, kita harus lebih banyak memproklamirkan ini. Kita harus bangga dengan nama ini dan mengatakan, “Iblis, Yesus itulah Tuhanku! Iblis, enyah-lah!” Kita perlu menyeru nama Yesus.
b. Menghalangi Orang Berbicara dalam Nama Ini
Kalau Anda membaca Kitab Kisah Para Rasul, Anda akan nampak bahwa pada zaman dahulu, kaum agamawan menyerang nama Yesus, melarang kaum beriman memberi-takan atau mengajar dalam nama ini (Kis. 4:17-18; 5:40). Orang-orang Farisi memperingatkan Petrus dan Yohanes untuk tidak berbicara dalam nama Yesus, tidak melakukan segala sesuatu atau mengatakan apa pun dalam nama-Nya. Memberitakan tentang Alkitab boleh, tetapi tidak boleh mem-beritakan dalam nama Yesus. Iblis membenci nama Yesus, sebab Iblis tahu bahwa keselamatan Allah ada di dalam nama ini. Semakin kita berbicara dalam nama Yesus dan semakin kita berdoa kepada Yesus, akan semakin banyak orang yang diselamatkan. Inilah alasannya mengapa Iblis membenci nama ini.
c. Menderita karena Nama Ini
Pada saat para rasul dianiaya, mereka girang karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus (Kis. 5:41). Bukankah ini ajaib? Mereka bahkan tidak mempedulikan nyawa mereka untuk nama ini (Kis. 15:26). Karena Iblis dengan seluruh kuasa jahatnya menyerang nama Yesus, kita harus belajar menderita bagi nama ini.
d. Tidak Menyangkal Nama Ini
Dalam Wahyu 3:8 Tuhan Yesus memuji gereja di Filadelfia sebab mereka tidak menyangkal nama-Nya. Kita harus tidak menyangkal nama Yesus. Kita harus menyangkal semua nama lain, tetapi mempertahankan nama Yesus. Kita harus bersaksi bahwa kita bukan milik siapa pun atau sekte mana pun, tetapi kita hanya milik Yesus. Nama Yesus adalah nama satu-satunya yang kita miliki.
K. Imanuel, Nama Sebutan oleh Orang-orang
1. Kita Mengalami Yesus, Inilah Imanuel
Sekarang kita membicarakan nama kedua yaitu Imanuel (1:23). Malaikat tidak menyebutkan nama ini kepada Yusuf atau kepada Maria. Tentu saja Imanuel adalah nama se-butan oleh orang-orang yang telah mempunyai banyak pengalaman terhadap Dia. Setiap kali Anda mempunyai beberapa pengalaman terhadap Yesus, Anda akan mampu mengatakan bahwa Dia adalah Allah yang beserta dengan Anda. Yesus tidak lain adalah Allah yang beserta dengan kita. Inilah pengalaman kita. Allah memberi tahu kita bahwa nama-Nya ialah Yesus. Tetapi ketika kita menerima Dia dan mengalami Dia, kita mengatakan bahwa Yesus adalah Allah yang beserta dengan kita. Ini sangat ajaib.
Sering kali kita berbalik ke pikiran kita dan bertanya, “Apakah Yesus ini Allah yang sejati?” Kita mungkin yakin bahwa Ia adalah Anak Allah, tetapi mungkin kita belum yakin bahwa Ia benar-benar adalah Allah itu sendiri. Ketika saya masih muda, saya diajar oleh beberapa guru Kristen fundamental, agar berhati-hati ketika mengatakan secara langsung bahwa Yesus adalah Allah. Saya diajarkan bahwa Anak Allah berbeda dengan Allah sendiri. Karena itu saya di-beri tahu agar jangan mengatakan secara langsung bahwa Yesus adalah Allah. Saya diberi tahu bahwa saya harus ber-doa melalui Yesus kepada Allah. Saya menerima ajaran yang sesuai dengan konsepsi manusia. Namun, dalam praktek kehidupan saya, semakin berdoa, saya semakin mengetahui bahwa Yesus ini adalah Allah beserta saya. Berdebat menge-nai teori adalah suatu hal, tetapi mengalami fakta adalah hal yang lain. Sering kali, orang Kristen tidak setuju dengan pengalaman mereka, melainkan setuju dengan konsepsi me-reka.
Saya percaya bahwa semua orang Kristen mempunyai pengalaman ini. Di dalam batin, tidakkah Anda mempunyai perasaan bahwa menurut pengalaman Anda, Yesus adalah Allah? Anda mempunyai perasaan, tetapi Anda tidak berani mengatakan hal ini dalam doktrin. Namun bagaimanapun, Anda seharusnya tidak menganggap Yesus lain dari Allah. Yesus tidak lain tidak bukan adalah Allah itu sendiri. Ia tidak saja Anak Allah, tetapi juga Allah sendiri. Beberapa penulis yang baik mengatakan bahwa terpisah dari Yesus, kita tidak akan menemukan Allah. Allah adalah beserta Yesus dan Allah adalah Yesus. Pada mulanya ada Firman dan Firman itu tidak hanya beserta dengan Allah, tetapi juga adalah Allah (Yoh. 1:1). Firman itu menjadi manusia dan disebut Yesus.
Ketika kita mengalami Yesus, Ia adalah Imanuel, Allah beserta dengan kita. Kita telah mendengar bahwa Yesus adalah penghiburan kita, perhentian kita, damai sejahtera kita, dan hayat kita. Yesus begitu banyak bagi kita. Kalau kita ingin mengalami Dia, kita harus mengatakan dengan serentak, “Inilah Allah! Ini bukanlah Allah yang jauh dari aku, atau Allah yang di surga, melainkan Allah yang be-serta dengan aku.” Begitu kita mengalami secara demikian, kita akan mengetahui bahwa Yesus itulah Allah beserta de-ngan kita. Yesus adalah keselamatan kita. Setelah kita mengalami keselamatan ini, kita berkata, “Inilah Allah be-serta dengan kita dan menjadi keselamatan kita.” Yesus ialah kesabaran kita. Tetapi ketika kita mengalami Dia sebagai kesabaran kita, kita mengatakan, “Kesabaran ini ialah Allah beserta dengan kita.” Yesus itulah jalan dan kebenaran, tetapi ketika kita mengalami Dia sebagai jalan dan kebe-naran, kita mengatakan, “Jalan dan kebenaran ini justru adalah Allah beserta dengan kita.” Haleluya, Yesus itulah Allah beserta dengan kita! Dalam pengalaman kita, Dia adalah Imanuel.
2. Beserta dengan Kita dalam Perhimpunan Kita
Setiap kali kita berhimpun bersama dalam nama Yesus, Ia beserta dengan kita (18:20). Sekali lagi, inilah Imanuel, Allah beserta dengan kita. Kehadiran Yesus dalam perhimpunan kita sesungguhnya adalah Allah beserta dengan kita.
3. Beserta dengan Kita Setiap Hari
Yesus beserta dengan kita setiap hari, bahkan sampai pada akhir zaman (28:20). “Setiap hari” termasuk hari ini. Ja-ngan lupa akan hari ini. Banyak orang Kristen mengira bahwa Yesus hadir setiap hari, kecuali hari ini. Tetapi Yesus beserta dengan kita sekarang ini juga, hari ini juga!
4. Beserta dengan Kita di Dalam Roh Kita
Yesus tidak hanya di antara kita, Ia pun di dalam roh kita. 2 Timotius 4:22 mengatakan, “Tuhan menyertai rohmu.” Yesus yang menyertai roh kita ini ialah Imanuel, Allah beserta dengan kita.
5. Penyertaan-Nya Adalah Roh Itu
Kita tidak akan dapat memisahkan Roh itu dengan penyertaan Yesus. Roh itu adalah realitas penyertaan Yesus (Yoh. 14:16-20). Penyertaan ini ialah Imanuel, Allah beserta dengan kita.
6. Menerima Roh Itu Melalui Menyeru Nama Yesus
Ketika kita menyeru nama Yesus, kita menerima Roh itu, yaitu persona, realitas, dan realisasi Yesus. 1 Korintus 12:3 mengatakan, “Tidak ada seorang pun, yang dapat meng-aku: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus.” Setiap kali kita mengatakan, “Tuhan Yesus” kita berada dalam Roh itu dan kita menerima Roh itu. Kita semua di bawah pe-ngaruh tradisi, yang mengira bahwa kita harus berpuasa dan berdoa sebelum kita mampu menerima Roh itu. Namun, menerima Roh itu sangat sederhana, cukup dengan menyeru nama Yesus.
7. Musuh Mencoba Merampas Negeri Imanuel
Menurut Yesaya 8:7-8, musuh mencoba merampas negeri Imanuel. Jangan mengira bahwa dunia ini hanya untuk umat Israel. Hari ini roh kita adalah negeri Imanuel. Jadi, diri kita sendiri adalah negeri Imanuel. Iblis, musuh itu, dengan seluruh pasukannya akan mengerahkan segala kemampuannya untuk merampas negeri Imanuel ini, yaitu merampas roh kita dan apa adanya kita.
8. Musuh Tidak dapat Merampas Kita
Yesaya 8:10 memberi tahu kita bahwa Allah beserta dengan kita, musuh tidak akan mampu merampas negeri Imanuel. Sekalipun Iblis telah berusaha keras merampas Anda, Anda tetap berada di sini. Boleh jadi selama seminggu yang lalu Iblis berusaha merampas Anda dua puluh satu kali, tetapi setiap kali ia gagal. Anda tetap berada di sini oleh sebab Imanuel, karena Allah beserta dengan kita. Imanuel ini ialah Yesus. Hari ini kita dapat menikmati Yesus dan mengalami Dia sedemikian riil sebagai Imanuel kita.