← Daftar isi Matius (1) · bab 4/16

NENEK MOYANG DAN STATUS RAJA (4)

Kini kita sampai pada bagian akhir dari silsilah Kristus menurut Injil Matius. Telah saya katakan dalam berita se-belum ini bahwa firman pada bagian ini bukanlah susu ataupun daging, melainkan tulang-tulang. Semua butir dalam berita ini akan membantu kita meneropongi tulang ini dan mengetahui apa yang terkandung di dalamnya.

R. Daud, Raja yang Melahirkan Salomo

Matius 1:6 mengatakan, “Daud mempunyai anak, Salomo.” Bandingkan kalimat ini dengan ungkapan yang ber-bunyi, “Natan, anak Daud” (Luk. 3:31). Natan adalah putra Daud juga. Silsilah dalam Matius menerangkan bahwa putra Daud adalah Salomo, sedangkan silsilah dalam Lukas mene-rangkan bahwa putra Daud adalah Natan. Bila kita membaca 1 Tawarikh 3:5, jelas bahwa mereka adalah dua orang yang berbeda. Catatan Lukas adalah silsilah Natan, putra Daud, yang adalah leluhur Maria; sedangkan catatan Matius adalah silsilah Salomo, putra Daud, yang adalah leluhur Yusuf. Satu silsilah adalah garis Maria, garis istri; yang lain adalah garis Yusuf, garis suami. Maria dan Yusuf adalah keturunan Daud, tetapi mereka diturunkan dari dua keluarga yang ber-asal dari leluhur yang sama. Yang satu keluarga Salomo, yang lain keluarga Natan. Di bawah kedaulatan Allah, Maria dan Yusuf — keturunan dari dua keluarga ini, bertunangan dan melahirkan Kristus. Kristus terhitung sebagai keturunan Daud melalui Salomo dan Natan. Inilah sebabnya Dia mem-punyai dua silsilah.

Hubungan Salomo dengan Kristus tidak langsung. Se-sungguhnya, Salomo bukanlah leluhur langsung dari Kristus. Hubungannya dengan Kristus tidaklah langsung, tetapi me-lalui pernikahan Yusuf, keturunannya, dengan Maria, yang darinya Kristus dilahirkan (Mat. 1:16).

Perjanjian Lama tidak mengatakan bahwa Kristus akan menjadi keturunan Salomo, tetapi berkali-kali menubuatkan bahwa Kristus akan menjadi keturunan Daud (2 Sam. 7:13-14, 16; Yer. 3:5). Meskipun Kristus bukan keturunan langsung dari Salomo, bagaimanapun nubuat Perjanjian Lama menge-nai Kristus sebagai keturunan Daud telah digenapi.

S. Rehabeam

Kita maju terus ke Rehabeam, anak Salomo (ayat 7). Mulai dari Rehabeam, kerajaan Daud terpecah (1 Raj. 11:9-12; 12:1-17). Dari kedua belas suku, satu suku diberikan ka-rena Daud (1 Raj. 11:13), yaitu karena Kristus. Kristus me-merlukan kerajaan yang menjadi milik keluarga Daud, kare-na Dia harus terlahir sebagai pewaris takhta Daud. Apabila seluruh kerajaan hancur luluh, niscaya tidak ada apa pun yang tersisa bagi Kristus untuk dilahirkan sebagai pewaris kerajaan Daud. Kelihatannya kerajaan dipertahankan untuk Daud, namun sesungguhnya adalah untuk Kristus.

Setelah terpecah, kerajaan Daud terbagi dua bagian: ba-gian utara disebut kerajaan Israel, dan bagian selatan disebut kerajaan Yehuda. Bagian utara disebut kerajaan Israel (nama universal), dan terdiri atas sepuluh suku Israel; bagian se-latan disebut kerajaan Yehuda (nama lokal), dan terdiri atas dua suku, Yehuda dan Benyamin. Sejauh pengenalan Anda, sebutan manakah yang mengandung arti yang lebih baik — kerajaan Israel ataukah kerajaan Yehuda? Saya sendiri con-dong kepada kerajaan Israel, karena itu yang universal, dan yang mayoritas. Saya tidak pernah akan condong pada Yehuda, karena Yehuda itu terlalu lokal, terlalu sempit. Meskipun kerajaan Israel lebih universal daripada Yehuda, namun tidak ada satu pun nama raja Israel yang tercakup di dalam silsilah Kristus. Mereka itu universal, tetapi mereka tidak termasuk generasi Kristus. Penyebabnya ialah mereka tidak berkaitan dengan Kristus.

Seperti halnya perkara-perkara lain dalam Perjanjian Lama, gambar ini ditekankan bagi pelajaran kita, dan ini me-rupakan sebuah ciri dari peristiwa-peristiwa dalam Perjan-jian Baru. Hari ini, kita pun menjumpai hal yang sama. Pada prinsipnya, gereja mula-mula adalah satu. Tetapi se-telah sejangka waktu tertentu, gereja lalu terpecah, bukan menjadi dua, bahkan ada kemungkinan lebih dari dua ribu. Boleh jadi ada yang berkata, “Bukankah orang-orang di dalam kerajaan Israel itu masih umat Allah?” Tentu saja. Me-reka adalah umat Allah, akan tetapi mereka di luar jalur Kristus. Apakah artinya? Di luar jalur Kristus berarti bah-wa meskipun Anda ini umat Allah, tetapi Anda bukan bagi Kristus. Anda adalah bagi sesuatu yang bukan Kristus. Per-hatikanlah situasi dewasa ini. Kita semua adalah umat Kristen yang sejati, dan kita semua adalah umat Allah. Namun kita ini seterusnya murni, seharusnya dan sampai pada akhirnya bagi Kristus atau bagi sesuatu yang lain? Jika Anda bagi sesuatu yang lain selain Kristus, pasti Anda ber-ada di luar jalur Kristus. Akibatnya, tidak ada satu pun raja dari kerajaan utara yang lebih besar dan lebih universal tercakup di dalam silsilah Kristus.

T. Yoram Mempunyai Anak, Uzia

Ayat 8, “Yoram mempunyai anak, Uzia.”Bandingkan de-ngan 1 Tawarikh 3:11-12 yang berbunyi, “Anak orang ini ialah Yoram; anak orang ini ialah Ahazia; anak orang ini ialah Yoas; anak orang ini ialah Amazia; anak orang ini adalah Azarya” (atau Uzia — 2 Raj. 15:1, 13). Matius tidak menye-butkan tiga generasi yang terdapat dalam 1 Tawarikh — Ahazia, Yoas, dan Amazia.

Ini tentu dikarenakan pernikahan yang jahat antara Yoram dengan anak perempuan Ahab dan Izebel yang me-rusak keturunan Yoram (2 Taw. 21:5-6; 22:1-4). Ahab adalah raja dari kerajaan utara, sedangkan Izebel istrinya adalah seorang perempuan jahat yang sepenuhnya berhubungan dengan berhala-berhala. Ia bersatu dengan Iblis, dan merusak suaminya. Mereka melahirkan seorang putri, dan Yoram, sa-lah seorang raja dari raja-raja Yehuda, menikahi dia. Pe-rempuan ini mengajar Yoram untuk menyembah kepada berhala-berhala, menjadi satu dengan berhala-berhala. Akibat-nya, keluarga mereka dirusak. Berdasarkan Keluaran 20:5, tiga generasi dari keturunan Yoram dikesampingkan dari silsilah Kristus. Keluaran 20:5 memberitahukan bahwa orang yang meninggalkan Allah dan menyembah kepada berhala-berhala akan merusak dirinya dan akan mendapatkan kutukan Allah sampai tiga atau empat keturunan. Sebab itu, tiga generasi dari Raja Yoram telah dikesampingkan dari silsilah Kristus. Di sini kita wajib mempelajari satu pelajaran. Jika kita mau terkait dengan Kristus, sekali-kali tidak boleh melibatkan diri dengan barang yang ada hubungannya dengan berhala-berhala. Allah itu pencemburu dan Dia tidak akan pernah bertoleransi terhadap penyembahan berhala.

U. Yosia Mempunyai Anak, Yekhonya

Ayat 11, “Yosia mempunyai anak, Yekhonya.” Banding-kan ini dengan “Anak-anak Yosia . . . anak yang kedua ialah Yoyakim . . . keturunan Yoyakim ialah Yekhonya, anaknya itu” (1 Taw. 3:15-16). Satu generasi — Yoyakim — ditia-dakan dari silsilah Kristus. Ini pasti karena ia dinobatkan menjadi raja oleh Firaun dari Mesir serta mengumpulkan pajak bagi Firaun (2 Raj. 23:34-35). Karena ia begitu erat berhubungan dengan Mesir, maka ia dikeluarkan dari sil-silah Kristus. Mesir mewakili dunia. Dari dua catatan ini kita nampak bahwa siapa saja yang berhubungan dengan berhala atau bersatu dengan dunia, akan disingkirkan dari generasi Kristus.

V. Tawanan-tawanan Babilon

Mereka yang diangkut ke Babilon sebagai tawanan-tawanan (ayat 11-12) secara tidak langsung berkaitan dengan Kristus melalui pernikahan antara Yusuf, keturunan mereka, dengan Maria. Tawanan-tawanan ini bahkan tercakup di dalam catatan yang kudus dari silsilah Kristus, karena mereka ada hubungan tidak langsung melalui Maria, ibu Yesus.

W. Yekhonya

Yekhonya tidak dianggap sebagai raja dalam silsilah ini karena dia dilahirkan dalam pembuangan dan berstatus ta-wanan (2 Taw. 36:9-10, Yoyakin adalah Yekhonya). Menurut nubuat dalam Yeremia 22:28-30, tidak ada keturunan Yekhonya yang mewarisi takhta Daud. Seluruh keturunannya disingkirkan dari takhta Daud. Jika Kristus adalah ketu-runan langsung dari Yekhonya, Ia tidak akan bersyarat me-warisi takhta Daud. Meskipun Yeremia 22:28-30 mengatakan bahwa semua keturunan Yekhonya disingkirkan dari takhta Daud, tetapi pasal selanjutnya ayat 5 mengatakan bahwa Allah akan menumbuhkan tunas bagi Daud, seorang raja yang akan memerintah dan semarak. Tunas ini adalah Kristus. Nubuat ini menegaskan bahwa walaupun Kristus bukan keturunan langsung dari Yekhonya, tetapi Ia adalah keturunan Daud, akan mewarisi takhta Daud.

X. Yekhonya Mempunyai Anak Sealtiel, dan Sealtiel Mempunyai Anak Zerubabel

Ayat 12, “Yekhonya mempunyai anak, Sealtiel; dan Sealtiel mempunyai anak, Zerubabel.” Bandingkan ini dengan 1 Tawarikh 3:17-19,“Anak-anak Yekhonya . . . Sealtiel . . . Pedaya . . . anak-anak Pedaya ialah Zerubabel . . .,” yang memperlihatkan bahwa Zerubabel adalah putra Pedaya, sau-dara Sealtiel. Zerubabel bukan putra Sealtiel, melainkan ke-ponakannya, dan dia menjadi ahli waris Sealtiel. Mungkin ini adalah perkara yang sesuai dengan Ulangan 25:5-6 bahwa apabila seorang laki-laki meninggal tanpa memiliki seorang putra sebagai ahli warisnya, maka saudaranya harus me-nikahi istrinya agar mendapatkan seorang putra sebagai ahli warisnya. Tanpa perkara ini, kita tidak akan mema-hami mengapa ada peraturan demikian dalam Ulangan 25. Bahkan perkataan dalam Ulangan itu pun ada hubungannya dengan silsilah Kristus.

Y. Zerubabel

Ezra 2:1-2 mengatakan bahwa Zerubabel adalah salah seorang dari orang-orang terkemuka yang memulihkan Yerusalem dari penawanan Babilon. Ini berarti, dia adalah seorang pemimpin di dalam pemulihan Tuhan. Ini adalah perkara yang besar. Ia pun seorang pemimpin di dalam pem-bangunan Bait Allah (Za. 4:7-10).

Tanpa kembali dari pembuangan sebagai tawanan, Kristus akan mustahil dilahirkan di Betlehem. Perjanjian Lama dengan pasti menubuatkan bahwa Kristus, sebagai keturunan Daud, akan dilahirkan di Betlehem (Mat. 2:4-6; Mi. 5:1). Seandainya tidak ada seorang pun umat Israel kem-bali ke Yehuda, dan saat Kristus dilahirkan di Betlehem tiba, niscaya tidak ada seorang pun di sana. Kini kita me-ngerti mengapa Allah memerintahkan tawanan-tawanan agar kembali. Allah menyuruh tawanan-tawanan itu pulang bukan hanya untuk membangun kembali Bait Suci, tetapi juga untuk persiapan bagi Kristus dilahirkan di Betlehem.

Seperti keadaan hari ini. Mungkin ada yang mengatakan, “Apa bedanya tinggal di Babilon dengan kembali ke Yerusalem? Bukankah itu sama saja, asalkan kita menyembah Allah dan bertindak dalam roh?” Bagi Anda mungkin itu baik saja, tetapi bagi Kristus tidaklah demikian. Kristus memerlukan orang-orang membawa Dia ke Betlehem. Boleh saja Anda menyembah Allah dan bertindak di dalam roh di Babilon, namun ketahuilah bahwa Kristus tidak akan pernah terlahir ke dalam manusia melalui Anda. Ini memerlukan tempat yang khusus. Anda harus kembali dari Babilon ke Yudea. Ketika Tuhan Yesus dilahirkan, ada sejumlah orang Israel, yaitu keturunan dari para tawanan, sedang menunggu di Yudea. Pada waktu itu Yusuf beserta Maria bukan di Babilon, mereka di Yudea. Untuk kedatangan Kristus ke bumi, umat-Nya yang tertawan itu harus dipulangkan. Untuk kedatangan-Nya kali kedua nanti, Kristus pun memerlukan umat-Nya yang tertawan dipulangkan dari penawanan me-reka kepada hidup gereja yang tepat.

Z. Yakub Mempunyai Anak, Yusuf

Silsilah di sini berbunyi, “Yakub mempunyai anak, Yusuf” (ayat 16), tetapi Lukas 3:23 mengatakan, “Yusuf, anak Eli.” Putra siapakah Yusuf? Menurut Lukas dicantumkan “menu-rut hukum” (terjemahan harfiah dari “menurut anggapan orang” dalam Lukas 3:23). Ini berarti bahwa Yusuf sebe-narnya bukan putra Eli, melainkan dianggap sebagai putra-nya berdasarkan hukum. Yusuf adalah menantu Eli, ayah Maria. Mungkin ini merupakan perkara menurut Bilangan 27:1-8 dan 36:1-12, yang di dalamnya tercantum peraturan Allah, jika ada orang tua yang hanya mempunyai anak pe-rempuan sebagai ahli warisnya, warisan itu akan dijatuhkan ke atas anak perempuan itu, yang kemudian harus menikah dengan laki-laki dari suku yang sama, demi menjaga warisan mereka tetap pada suku itu. Bila tidak ada Matius 1, kita akan bingung mengapa terjadi catatan sedemikian ini. Se-karang kita jelas bahwa ini bukan sekadar catatan terha-dap peraturan tertentu; ini merupakan perkara yang ber-kaitan dengan Kristus, karena anak dara yang melahirkan Kristus itu memiliki catatan yang demikian. Kita percaya bahwa orang tua Maria tidak mempunyai anak laki-laki, sehingga Maria mewarisi warisan dari orang tuanya dan me-nikah dengan Yusuf, seorang laki-laki dari suku yang sama, yakni suku Yehuda. Bahkan peraturan dalam Bilangan 27 dan 36 pun berkaitan dengan silsilah Kristus. Baik secara langsung maupun tidak langsung, seluruh Alkitab merupakan tulisan tentang Kristus.

AA. Yusuf Suami Maria, yang Melahirkan Yesus

Pada butir ini, silsilah ini tidak mengatakan “Yusuf mempunyai anak, Yesus”, seperti yang disebutkan pada orang-orang terdahulu; melainkan mengatakan “Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus” (ayat 16). Yesus dilahirkan oleh Maria, bukan oleh Yusuf; karena sudah dinubuatkan bahwa Kristus akan menjadi keturunan perempuan dan akan dilahirkan oleh seorang dara (Kej. 3:15; Yes. 7:14). Kristus tidak mungkin dilahirkan oleh Yusuf, karena Yusuf adalah laki-laki dan juga keturunan Yekhonya. Tidak ada sa-tu pun keturunan Yekhonya yang dapat mewarisi takhta Daud (Yer. 22:28-30). Jika Kristus dilahirkan dari Yusuf, nis-caya akan dikesampingkan dari takhta Daud. Namun, Maria adalah perawan dan keturunan Daud (Luk. 1:27, 31-32); sebagai orang yang demikian, dia adalah orang yang tepat untuk melahirkan Kristus. Pernikahan Yusuf dan Maria membawa Yusuf ke dalam hubungan dengan Kristus dan menyatukan dua garis silsilah Kristus untuk mendatangkan Kristus.

SILSILAH YESUS KRISTUS

|

ALLAH

Luk. 3:38b

|

ADAM

|

ABRAHAM

Kej. 22:18a(Gal. 3:16,14)

|

ISHAK

Kej. 26:4bLuk. 3:33b-34a

(Rm. 9:7b) Mat. 1:2

|

YAKUB

Kej. 28:14bRm. 9:13a

|

YEHUDA

Kej. 49:10(Ibr. 7:14a)(Why. 5:5b)

|

ISAI

Yes. 11:1

Luk. 3:31b-32a

Mat. 1:5-6a

|

DAUD

2 Sam. 7:12-13

Kini kita perlu memeriksa bagannya (lihat halaman 61) yang memperlihatkan silsilah Kristus, yang dimulai dari Allah dan berlanjut sampai Yesus. Nama yang pertama ialah Allah, sedang nama yang terakhir ialah Yesus. Silsilah ini dimulai dari Allah sampai Adam, dari Adam sampai Abraham, dari Abraham melalui Ishak dan Yakub, dan terus sampai Daud. Setelah Daud, silsilah ini terpecah menjadi dua garis. Garis pertama dimulai dari Natan sampai Maria, dan garis kedua dimulai dari Salomo sampai Yusuf. Akhirnya, dalam kedaulatan Allah, kedua garis ini menyatu karena perni-kahan antara Maria dengan Yusuf, untuk mendatangkan Kristus. Jika kita mau meluangkan waktu untuk memper-hatikan bagan ini, kita akan menyadari betapa ajaibnya kedaulatan Allah itu.

Semua pernikahan berada di bawah kedaulatan Allah, terutama pernikahan yang ada hubungannya dengan Kristus. Dari Allah sampai Daud merupakan satu garis silsilah. Dari Daud sampai Kristus ada dua garis; tetapi kedua garis ini disatukan melalui pernikahan Yusuf dan Maria. Yesus yang dilahirkan oleh Maria telah memenuhi nubuat-nubuat: ten-tang keturunan perempuan (Kej. 3:15); tentang seorang dara melahirkan seorang putra (Yes. 7:14); tentang Abraham memiliki seorang keturunan yang akan mendatangkan berkat bagi semua bangsa (Kej. 22:18); nubuat terhadap Ishak dan Yakub, yang sama seperti nubuat terhadap Abraham (Kej. 26:4; 28:14); nubuat terhadap Yehuda bahwa Yehuda akan menjadi suku raja (Kej. 49:10); dan nubuat terhadap Daud (2 Sam. 7:12-13). Walaupun kelahiran Yesus telah memenuhi banyak nubuat dalam Perjanjian Lama, Dia bukan keturunan Yekhonya. Nampaknya, keturunan Yekhonya masih di dalam garis kerajaan. Namun menurut kedaulatan Allah, Maria, ibu Yesus itu menikah dengan Yusuf, seorang keturunan Yekhonya, yang kelihatannya ada dalam garis keluarga raja. Kelihatannya Yesus itu keturunan Yekhonya, tetapi sesungguhnya bukan. Dia itu keturunan Daud. Hanya Allah yang bisa mengatur hal seperti ini. Puji Dia!

Jika Anda meninjau sejarah Anda, sejarah Anda dise-lamatkan, Anda akan menemukan bahwa prinsipnya sama. Jangan mengira bahwa pernikahan antara Yusuf dengan Maria adalah sesuatu yang kebetulan. Tidak, sekali-kali bukan kebetulan; itu direncanakan oleh tangan kedaulatan Allah. Demikian pula, hubungan Anda dengan Kristus — keselamatan Anda — bukan secara kebetulan; itu pun telah dirancangkan oleh tangan ilahi. Kadang-kadang, saya ber-syukur kepada Tuhan serta berkata kepada-Nya, “Ya Tuhan, aku sangat gembira karena Engkau tidak meletakkan aku di bumi ini pada tahun 20 SM, melainkan pada abad ke-20. Engkau meletakkan aku di bumi ini pada tempat misionaris-misionaris berdatangan dengan Alkitab. Pada suatu hari aku dilahirkan oleh ibu yang adalah seorang Kristen. Ke-mudian, aku diberi kesempatan untuk mendengar Injil, serta beroleh selamat. Haleluya!” Ini bukannya kebetulan. Kesatuan Anda dengan Kristus pun bukan kebetulan. Dengan teliti Allah telah merancang semuanya itu. Allah telah me-nyusun semua ini bagi umat kecil seperti kita. Ini bukanlah sesuatu yang tanpa makna. Ketika kita memasuki alam kekekalan, kita akan sangat terkejut. Kita akan bersorak, “Puji Tuhan!”

BB. Maria

Kini kita meninjau Maria, anak dara itu (1:16). Sebagai seorang gadis, ia berbeda dengan keempat perempuan lain yang termuat dalam silsilah ini. Maria sangat polos, murni, dan unik. Ia mengandung dari Roh Kudus, bukan dari se-orang laki-laki, dan melahirkan Kristus (Luk. 1:34-35; Mat. 1:18b, 20b). Kisah keempat perempuan yang telah menikah lagi atau berdosa ini dan seorang anak dara membuktikan bahwa semua orang yang termuat dalam silsilah ini dila-hirkan dari dosa, kecuali Kristus yang dilahirkan dalam kekudusan.

CC. Orang yang Disebut Kristus

Matius menggunakan ungkapan, “Yang disebut Kristus” (ayat 16). Dalam silsilah Lukas, gelar Kristus tidak dise-butkan. Lukas menyebut nama Yesus ini, karena ia menya-takan bahwa Tuhan datang menjadi manusia, bukan menjadi Sang Terurap, Raja, maupun Mesias. Sebaliknya, Matius menyatakan Yesus itulah Raja, Mesias, yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama sehingga ia menambah kalimat “yang disebut Kristus”.

DD. Abraham, Daud, dan Maria

Abraham, Daud, dan Maria merupakan tiga nama yang menyenangkan di dalam Alkitab, nama-nama yang manis di telinga Allah (ayat 2, 6, 16). Abraham hidup oleh iman, Daud mewakili hidup di bawah penanggulangan salib, dan Maria mewakili hidup yang mutlak berserah kepada Tuhan. Melalui tiga macam hidup inilah Kristus dilahirkan ke dalam keinsanian.

Prinsipnya sama dengan hari ini. Renungkan perihal penginjilan. Tujuan pengabaran Injil ialah untuk membawa Kristus ke dalam manusia. Ini memerlukan iman yang besar, hidup di bawah penanggulangan salib, dan hidup yang berserah mutlak kepada Tuhan. Jika kita memiliki ketiga macam hayat ini, kita pasti akan membawa Kristus ke dalam keinsanian.

EE. Sampai Daud . . . dari Daud

Daud adalah akhir dari generasi leluhur dan awal dari generasi raja-raja (ayat 17). Dia adalah orang yang dipakai oleh Allah sebagai tanda batas untuk menutup bagian leluhur dan memulai bagian raja-raja.

FF. Sampai Penawanan . . . dari Penawanan

Pada masa kemerosotan tidak ada orang yang menjadi tanda batas untuk memisahkan generasi-generasi seperti Abraham dan Daud. Karena itu, pembuangan (penawanan) menjadi suatu tanda batas, tanda batas yang memalukan. Pada waktu itu, tanda batasnya bukanlah seseorang; mela-inkan peristiwa pembuangan ke Babel. Alkitab jelas me-nampakkan kepada kita bahwa tidak ada seorang pun yang berhasil disebut sebagai tanda batas atas generasi itu. Hal itu memang memalukan.

GG. Tiga Kelompok dari Empat Belas Generasi

Ayat 17 menyebutkan tiga kelompok dari empat belas generasi. Angka empat belas terdiri dari sepuluh ditambah empat. Empat melambangkan makhluk ciptaan. Dalam Wahyu 4:6 kita nampak empat makhluk yang hidup, dan dalam Wahyu 7:1 kita mendapatkan “empat penjuru bumi” dan “empat angin bumi”. Angka sepuluh melambangkan kesempurnaan. Kita sering membicarakan sepersepuluh, ar-tinya bagian kesepuluh daripada yang sempurna (lihat Kej. 14:20). Dalam Matius 25:1 terdapat sepuluh anak dara. Te-ngoklah kedua tangan dan kaki Anda; Anda mempunyai sepuluh jari tangan dan sepuluh jari kaki. Jadi, angka se-puluh menunjukkan kesempurnaan, dan angka empat belas melambangkan makhluk-makhluk yang sempurna.

Tiga kali empat belas generasi menandakan bahwa Allah Tritunggal sendiri berbaur dengan makhluk ciptaan yang sempurna. Ini sangat bermakna. Persona Allah Tritunggal adalah Bapa, Putra, dan Roh. Silsilah ini dibagi menjadi tiga bagian: bagian para leluhur, bagian raja-raja, dan ba-gian orang biasa (termasuk para tawanan dan para ter-pulih). Allah Bapa berhubungan dengan bagian leluhur, Allah Putra berhubungan dengan bagian raja-raja, dan Allah Roh berhubungan dengan bagian orang biasa. Sungguh ajaib! Jadi, tiga kali empat belas berarti perbauran Allah Tritunggal dengan makhluk ciptaan-Nya. Pencantuman leluhur Kristus ini menandakan perbauran Allah Tritunggal dengan makhluk-makhluk ciptaan.

Allah Tritunggal telah melewati Abraham dan Ishak, Yakub, Yehuda, Boas dan Obed, Isai dan Daud, kemudian melalui generasi-generasi lain sampai pada Maria dan Yusuf. Akhirnya, Yesus datang. Siapakah Yesus? Yesus adalah Allah Tritunggal yang melewati semua generasi dan tampil sebagai perbauran antara ilahi dan insani.

Tiga kali empat belas sama dengan empat puluh dua. Empat puluh adalah angka pencobaan, penggodaan, dan penderitaan (Ibr. 3:9; Mat. 4:2; 1 Raj. 19:8). Kristus adalah generasi yang keempat puluh dua. Empat puluh dua melam-bangkan peristirahatan dan kepuasan setelah pencobaan. Bilangan 3:5-48 menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang Israel menempuh perjalanan melalui empat puluh dua tempat (persinggahan) sebelum mereka masuk ke tanah permai Kanaan. Menurut catatan dalam Perjanjian Lama, bani Israel menderita sepanjang jalan melalui keempat puluh dua per-singgahan itu. Mereka dicobai, digoda, dan diuji. Mereka tidak pernah beristirahat. Namun, setelah selesai melewati empat puluh dua persinggahan, mereka masuk ke dalam per-hentian. Ini tidak hanya terjadi pada waktu yang lampau, bahkan akan terjadi pula pada waktu mendatang. Dalam Wahyu 13, kita nampak ada empat puluh dua bulan, yakni tiga setengah tahun. Keempat puluh dua bulan ini akan merupakan bagian terakhir daripada tujuh tahun terakhir, yaitu minggu terakhir yang disebutkan dalam Daniel 9:24-27. Di sana terdapat tujuh puluh minggu: pertama-pertama tujuh minggu, kemudian enam puluh dua minggu, dan beri-kutnya minggu terakhir, setiap minggunya mengibaratkan tujuh tahun. Separuh yang kedua dari tujuh tahun terakhir ini, sepanjang empat puluh dua bulan ini, akan terjadi ke-susahan besar, bahkan sangat menakutkan. Di sana ada ba-nyak pencobaan, ujian, godaan, serta penderitaan. Namun, ketika empat puluh dua bulan ini telah genap, kerajaan akan tiba dan ada perhentian. Dari Abraham sampai Maria me-rupakan zaman penderitaan, ujian, dan godaan. Setelah se-mua generasi pencobaan, godaan, dan penderitaan, Kristus muncul sebagai generasi keempat puluh dua yang menjadi perhentian yang sempurna dan kepuasan yang penuh.

Kalau kita membaca sejarah dalam Tawarikh, kita akan menemukan bahwa dari Abraham sampai pada Kristus sebenarnya ada empat puluh lima generasi. Lalu mengapa Matius hanya menyebut empat puluh dua saja? Dengan menyisihkan tiga generasi yang terkutuk dari empat puluh lima generasi dan satu generasi yang tidak tepat, lalu me-nambahkan satu generasi dengan membuat Daud menjadi dua generasi (yang pertama, zaman sebelum kerajaan didiri-kan dan yang lain zaman kerajaan), semuanya berjumlah empat puluh dua generasi, dibagi menjadi tiga zaman, masing-masing empat belas generasi.

Ingat: ini bukan sekadar pelajaran-hayat, tetapi juga pelajaran Alkitab. Karena itu, kita memerlukan beberapa pengetahuan. Kita perlu mengenal bahwa Matius tidak men-catatnya seturut sejarah, melainkan menurut doktrin. Se-baliknya, tulisan Yohanes menurut sejarah, sebab Yohanes menulis Injilnya menurut kejadian-kejadian sejarah. Berda-sarkan sejarah, ada empat puluh lima generasi, tetapi ber-dasarkan maksud doktrin Matius, ada empat puluh dua generasi. Pastilah mengandung maksud doktrinal bahwa Matius mengungkapkan empat belas generasi dari Abraham sampai pada Daud, dan empat belas generasi dari Daud sam-pai pada pembuangan, dan empat belas generasi lainnya dari pembuangan sampai pada Kristus. Ini bukan berarti Matius kurang akurat dan teliti. Tiga generasi diabaikan karena mereka tidak memenuhi syarat, dan satu generasi tidak memenuhi syarat dan disingkirkan. Tetapi ada sese-orang yang ajaib, yaitu Raja Daud, memenuhi syarat secara ganda. Ia menjadi dua generasi, sebagai penutup bagian yang satu dan sebagai pembuka bagian yang lain. Ia mendatangkan posisi raja, karena kerajaan berdiri melalui dia. Jadi, karena Daud terhitung sebagai dua generasi, maka silsilah Kristus ini bisa terdiri dari empat puluh dua gene-rasi dalam tiga bagian, masing-masing empat belas generasi.

HH.” Sampai Kristus”

Mari sekarang kita meneliti kalimat “sampai Kristus” (ayat 17). Lukas mulai dengan Yesus dan menelusur kembali sampai Allah, jumlah total terdiri dari tujuh puluh tujuh generasi. Matius menjelaskan dari Abraham sampai Kristus. Lukas mengarah ke belakang sampai kepada Allah, sedang-kan Matius mengarah ke depan sampai kepada Kristus. Seluruh generasi ditujukan kepada Kristus serta mela-hirkan Kristus. Tanpa Kristus, hanya ada empat puluh satu generasi; tidak ada sasaran, tidak ada kesimpulan, tidak ada penutupan. Empat puluh satu bukanlah angka yang baik, kita harus memiliki angka empat puluh dua. Kristus itulah sasaran, kesimpulan, penggenapan, dan penyempurnaan dari seluruh generasi, menggenapkan nubuat-nubuat mereka, memecahkan masalah-masalah mereka, dan memenuhi ke-butuhan-kebutuhan mereka. Kristus datang untuk mengge-napkan semua nubuat, nubuat tentang Abraham, Ishak, Yakub, Yehuda, dan Daud. Tanpa kedatangan Kristus, semua nubuat ini akan sia-sia. Begitu Kristus datang, terang, hayat, keselamatan, kepuasan, kesembuhan, kemerdekaan, perhen-tian, penghiburan, ketenteraman, dan riang gembira, semua-nya datang bersama Dia. Dari titik ini dan seterusnya, selu-ruh Perjanjian Baru merupakan penjelasan penuh terhadap Kristus yang ajaib ini. Kedua puluh tujuh kitab dari Perjan-jian Baru — kitab-kitab Injil, Kisah Para Rasul, Surat-surat Kiriman, dan Wahyu — memberi tahu kita betapa Kristus menggenapkan semua nubuat, membereskan semua masalah kita, dan memenuhi semua kebutuhan kita dan betapa Dia itu segala sesuatu bagi kita. Haleluya, Kristus telah datang!