MAKNA ROHANI YUSUF DAN BENYAMIN (2)
Nubuat Yakub terhadap kedua belas putranya berakhir pada pemberkatan yang mencakup sepuluh butir. Sejarah kedua belas putra ini dimulai dari seorang berdosa, yaitu dimulai dari dosa, bukan dosa kecil yang ringan, melainkan dosa besar yang berat. Mulanya terdapat seseorang yang penuh dosa, dan akhirnya terdapat seseorang yang mewarisi berkat universal. Jadi, nubuat ini berakhir pada berkat yang sepenuhnya. Bagi Yusuf, setiap hal adalah berkat, berkat ada di mana-mana. Berkat ditambah berkat.
Alkitab sungguh ajaib; tidak ada otak manusia yang sanggup memahaminya seluruhnya. Semakin kita mempel-ajari Alkitab, kita semakin menyadari betapa sedikitnya hal-hal yang benar-benar kita pahami. Alkitab sungguh dalam dan misterius. Misalnya, sepuluh berkat mengenai Yusuf, memerlukan seluruh Alkitab bagi perkembangannya.
IV. DIBERKATI
A. DENGAN BERKAT DARI LANGIT
Pertama, diberkati dengan berkat (barang berharga) dari langit (49:25). Berkat dari langit tentunya meliputi hujan dan salju, juga meliputi malaikat, karena bagi kita malaikat merupakan suatu berkat. Mereka hamba kita, bahkan berkemah di sekeliling kita (Ibr. 1:13-14; Mzm. 34:7). Setiap orang saleh paling sedikit mempunyai satu malaikat. Sebagai contoh, Kisah Para Rasul 12 menyebut malaikat Petrus (ayat 15). Dalam Matius 18:10 Tuhan Yesus pernah menyinggung bahwa kita masing-masing mempunyai malaikat.
Benda-benda materi dalam Perjanjian Lama adalah bayangan dari realitas Perjanjian Baru. Berkat dalam Perjanjian Baru adalah berkat rohani. Efesus 1:3 mengatakan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita (memberkati kita dengan) segala berkat rohani di dalam surga.” Dalam ayat ini kita nampak dua istilah: memberkati dan berkat. Kita diberkati dengan segala berkat rohani di dalam surga. “Di dalam surga” di sini, dalam bahasa aslinya bukan hanya menunjukkan suatu tempat. Sulit sekali untuk memastikan “di dalam surga” ini tepatnya ditujukan kepada apa. Yang pasti, meliputi sifat langit, posisi langit, kondisi langit, situasi langit, atmosfer langit, dan kapasitas langit. Berkat-berkat rohani tentunya memiliki sifat surgawi, di dalam situasi dan suasana surgawi, serta kapasitas surgawi. Dengan perkataan lain, setiap aspek dari berkat rohani ini bersifat surgawi. Hari ini, kita justru sedang menikmati berkat-berkat surgawi ini. Menurut realitas dan penggenapan Perjanjian Baru, barang berharga dari langit adalah berkat yang surgawi.
Efesus 1 mewahyukan bahwa salah satu di antara berkat-berkat surgawi ini ialah pemilihan Allah. Allah bukan memilih kita di bumi, melainkan di surga. Jadi, terpilihnya kita ini bersifat surgawi, mengandung sifat surgawi, di bawah kondisi surgawi dan di dalam suasana surgawi. Berkat rohani yang kedua ialah penentuan. Penentuan bukan perkara bumiah, melainkan perkara surgawi. Setelah Allah memilih kita, Ia menentukan kita, memeteraikan kita di dalam surga. Pemeteraian ini berada dalam sifat, suasana, dan kondisi surgawi. Orang dunia tidak mengenal berkat surgawi, namun kita menikmati berkat-berkat ini, karena Allah telah memilih kita bahkan menentukan kita dari surga. Kita semua telah dimeteraikan, sehingga ke mana pun kita pergi, kita selalu membawa meterai surgawi ini. Meterai ini telah dibuat di dalam surga sebelum dunia dijadikan. Sebab itu, ini bukan perkara bumiah melainkan perkara surgawi. Masih ada satu lagi berkat yang disebutkan dalam Efesus 1, yaitu menjadi anak-anak-Nya (mendapatkan keputraan). Penebusan dan pengampunan dosa juga termasuk dalam berkat-berkat surgawi ini. Meskipun kita berada di bumi, namun kita menikmati penebusan dan pengampunan yang surgawi. Sang penebus dan Sang pengampun kita ialah Allah yang di surga. Penebusan dan pengampunan kita berasal dari surga. Di samping itu, Efesus 1 menyebutkan pula berkat-berkat surgawi yang lainnya.
Hujan dan salju surgawi juga tercurah atas kita. Banyak orang tidak senang salju, namun mereka yang hidup di daerah bersalju sering lebih sehat daripada yang hidup di daerah hangat. Baik kita senang atau tidak, Allah Bapa kita yang di surga adakalanya menurunkan salju menimpa kita. Beraktivitas di tengah-tengah salju sangat berfaedah bagi kesehatan kita, bahkan suatu kenikmatan yang khas. Hujan itu baik, dan salju itu bisa dinikmati. Ini semua adalah berkat dari langit. Kita perlu senantiasa mengingatkan diri kita bahwa kita berada di bawah berbagai macam berkat surgawi Allah.
B. DENGAN AIR EMBUN
Yusuf juga diberkati dengan air embun (Ul. 33:13). Embun merupakan berkat yang lebih halus daripada hujan atau salju, Alkitab memakai air embun untuk mengiaskan kasih setia dan rahmat Allah (Rat. 3:22-23). Ini menunjukkan bahwa dari langit akan ada sesuatu yang selalu menimpa diri kita. Bukan sesuatu yang keras dan kasar, melainkan yang halus dan lembut, datangnya secara diam-diam, dan sedikit demi sedikit. Inilah air embun. Mazmur 133 mengatakan bahwa berkat yang turun pada saudara-saudara yang diam bersama dengan rukun, seperti embun Gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Gunung Hermon di sebelah utara Gunung Sion, jauh lebih tinggi daripada Gunung Sion. Air embun Hermon hanya bisa turun ke Gunung Sion melalui tiupan angin utara yang kencang. Air embun datang dari utara. Jangan mengira hanya salju yang dari utara, air embun juga berasal dari arah yang sama. Allah Bapa adakalanya menurunkan hujan, adakalanya menurunkan salju, namun lebih sering lagi air embun. Setiap pagi, belas kasihan (rahmat) turun seperti embun, itulah sebabnya kita perlu bermunajad pagi. Jika Anda tidak ikut bermunajad pagi, Anda akan kehilangan air embun. Begitu matahari terbit, air embun menguap. Yang ingin menikmati air embun, harus bangun pagi-pagi. Air embun ini tidak seperti salju yang dingin, menusuk, dan merepotkan. Air embun ini datang dari langit oleh tiupan angin utara; namun ketika turun, ia turun dengan lembut, diam-diam, dan sedikit demi sedikit. Jika Anda memeriksa pengalaman Anda sendiri, Anda akan menyadari bahwa Anda pernah memiliki beberapa pengalaman tentang air embun. Air embun yang turun ke atas diri kita ini membasahi kita sedikit demi sedikit. Alangkah lembut dan halusnya!
C. DENGAN SUMBER AIR YANG DALAM DI BAWAH TANAH
Kejadian 49 dan Ulangan 33 sama-sama mengatakan bahwa Yusuf beroleh “berkat samudera raya yang letaknya di bawah”. Ini pasti ditujukan kepada sumber air yang ada di bawah tanah. Berkat atas Yusuf meliputi berkat langit di atas, kemudian salju dan air embun di udara, lalu sumber air yang di bawah tanah. Melalui disinggungnya air embun dan sumber air yang di kedalaman, kita mengetahui bahwa barang-barang berharga dari langit jelas ditujukan kepada hujan dan salju. Menurut Perjanjian Baru, sumber air yang sejati bukan di bawah tanah, melainkan di dalam kita. Yohanes 4:14 mengatakan, “Tetapi siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal.” Kita memiliki sumber hayat ilahi yang memancar dari dalam. Alangkah berkatnya! Karena itu, kita terus-menerus menerima dan menikmati berkat dari langit, dari dalam, serta dari udara. Yang datang dari langit adalah hujan dan salju; yang dari dalam adalah sumber air; dan yang dari udara adalah air embun. Kita, orang-orang Kristen, adalah Yusuf-Yusuf hari ini yang sepenuhnya di bawah berkat-berkat ini.
D. DENGAN BUAH-BUAH YANG TERBAIK
YANG DIHASILKAN MATAHARI
Ulangan 33:14 mengatakan, “dengan (buah-buah) yang terbaik dari yang dihasilkan matahari.” Buah tumbuh-tumbuhan dihasilkan oleh sinar matahari. Tanpa sinar matahari, semua pohon buah-buahan tidak akan bertumbuh baik. Banyak buah yang pada hakekatnya terbentuk, bahkan tersusun oleh sinar matahari. Matahari melambangkan Kristus. Buah-buah rohani yang dihasilkan oleh matahari, melambangkan semua kekayaan dan kelimpahan Kristus. Dalam alam semesta, terutama bagi kita, Kristus adalah matahari yang sejati. Dalam Efesus 3:8, Paulus mengatakan tentang kekayaan Kristus yang tidak terduga. Hampir semua kekayaan Kristus telah melewati proses. Sebagai contoh, Kristus adalah hayat kita. Namun hayat ini bukan hayat yang “mentah”, melainkan hayat yang telah melewati proses. Hayat yang kita terima dari Kristus, hayat yang olehnya kita hidup, adalah hayat yang telah melewati proses. Kristus memiliki banyak buah yang berharga, salah satunya adalah hayat. Sabar adalah salah satunya lagi. Sabar ini telah melewati proses. Kristus juga kepatuhan kita. Kepatuhan ini adalah kepatuhan yang telah melewati proses. Mengatakan Kristus itu segala-gala kita memang mudah, namun menyebutkan contohnya satu persatu tidaklah mudah. Kita perlu berkumpul bersama, semua mempersekutukan kelimpahan Kristus, menyebutkan segala macam kelimpahan ini. Tetapi bukan secara obyektif, melainkan memperinci semua aspek Kristus secara subyektif.
Buah ialah sesuatu yang dihasilkan setelah melewati suatu proses tertentu. Semua kelimpahan Kristus adalah buah-buahan, masing-masing telah melewati proses. Semua kekayaan Kristus adalah berkat, dan hari ini kita berada di bawah semua berkat ini. Di sini saya bukan hanya membicarakan kelimpahan Kristus, tetapi juga kelimpahan Kristus sebagai berkat kita. Setiap jenis kekayaan Kristus merupakan suatu berkat. Alangkah berkatnya berada di bawah kesabaran Kristus! Alangkah berkatnya berada di bawah dorongan Kristus! Saya terdorong oleh Kristus, dan Kristus itu pendorong saya. Dorongan semacam ini adalah buah yang telah melewati proses yang saya nikmati hari ini. Alkitab juga menyatakan bahwa Kristus adalah jalan kita (Yoh. 14:6). Sering kita merasa kehilangan pegangan untuk menghadapi suatu keadaan. Namun pengalaman kita membuktikan bahwa Kristus adalah jalan kita. Kita perlu percaya kepada-Nya, hidup oleh-Nya, serta menerima Dia sebagai segala-gala kita. Ketika kita memerlukan jalan keluar dalam kesulitan, Kristus itulah jalan. Ia pun cara kita untuk menangani segala macam keadaan. Bukankah ini berkat bagi kita? Segala apa adanya Kristus, adalah berkat. Kelimpahan-Nya itu buah-buah berharga (terbaik) yang dihasilkan oleh matahari.
E. DENGAN BARANG-BARANG TERBAIK (BERHARGA) YANG DITUMBUHKAN BULAN
Ulangan 33:14 juga mengatakan, “Dan dengan (barang-barang) yang terbaik dari yang ditumbuhkan bulan.” Roh Kudus tidak pernah salah memakai kata Alkitab. Perhatikan ayat ini mengatakan: yang dihasilkan matahari dan yang ditumbuhkan bulan. Matahari bisa menghasilkan, tetapi bulan tidak dapat menghasilkan. Jadi, buah itu dihasilkan oleh matahari, namun barang terbaik (berharga) itu ditumbuhkan oleh bulan. Dalam realitasnya, Kristus adalah matahari, gereja adalah bulan. Buah dihasilkan oleh Kristus, tetapi ditumbuhkan oleh bulan. Di antara buah-buah ini terdapat pengampunan, pembenaran; selain itu, buah-buah lainnya yang ditumbuhkan oleh gereja adalah pendamaian, penebusan, dan hayat kekal. Kita beroleh pengampunan, pembenaran, pendamaian, penebusan, dan hayat kekal, bukan langsung dari Kristus, melainkan secara tidak langsung melalui gereja.
Satu Tesalonika 2:14 mengatakan, “Sebab kamu, Saudara-saudara, telah mengikuti teladan jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus.” Ayat ini mengungkapkan bahwa gereja-gereja di tanah bangsa-bangsa lain menjadi penurut gereja-gereja Allah di Yudea. Gereja-gereja di Yudea lebih dulu berdiri, dan mereka telah belajar serta mengalami sejumlah perkara. Apa yang telah mereka pelajari dan alami itu memberi perawatan terhadap gereja-gereja di tanah bangsa-bangsa lain, demikianlah gereja-gereja di tanah bangsa-bangsa lain menikmati buah-buahan mereka. Kelimpahan Kristus yang kita nikmati hari demi hari, hampir bukan langsung dari Kristus, melainkan secara tidak langsung dari gereja. Segala yang dinikmati, dialami oleh gereja di Anaheim menyuguhkan perawatan terhadap gereja-gereja yang lain, dan sebaliknya, yang dialami oleh gereja-gereja lain harus pula memberikan pemeliharaan terhadap gereja di Anaheim. Akhir-akhir ini gereja-gereja di Taiwan membantu kita dengan berita makan minum dan mencerna berita-berita pelajaran-hayat, inilah buah yang ditumbuhkan oleh gereja-gereja di Taiwan. Berkat yang Allah berikan kepada kita meliputi semua pengalaman gereja.
F. DENGAN YANG TERUTAMA DARI
GUNUNG-GUNUNG YANG SEJAK DULU
G. DENGAN YANG TERBAIK
DARI BUKIT-BUKIT KEKEKALAN
Kejadian 49:26 mengatakan, berkat “melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu . . . yang paling sedap di bukit-bukit yang berabad-abad (kekekalan).” Dan Ulangan 33:15 mengatakan, “Dengan yang terutama (mustika) dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan dengan yang terbaik (barang berharga) dari bukit-bukit yang berabad-abad (kekekalan).” “Sejak dahulu” dan “berabad-abad (kekekalan)” dalam ayat ini ditujukan kepada waktu, tetapi “gunung” dan “bukit-bukit” menunjukkan bahwa berkat itu juga ditujukan kepada ruang. Waktu ditambah ruang sama dengan alam semesta. Jadi ayat ini menunjukkan bahwa berkat yang kita terima adalah universal, dari azali (kekekalan yang lampau) hingga abadi (kekekalan yang akan datang), dan dari gunung-gunung purba hingga ke bukit-bukit kekekalan, bahkan sampai batas terjauh. Ini memang gaya bahasa syair yang menyatakan bahwa berkat-berkat yang kita peroleh itu bersifat universal, mencakup seluruh waktu dan ruang. Menyinggung tentang gunung dan bukit, artinya termasuk pula dataran, karena mustahil kita bisa di atas gunung tanpa melalui dataran. Jadi bukit-bukit, gunung-gunung, dan ujung batas mencakup semua ruang, bahkan mencakup balai pertemuan dan tempat tinggal Anda. Berkat universal ini panjang, lebar, dan menjangkau dari azali hingga abadi. Begitu luasnya sehingga kita tidak berdaya mengalaminya sampai habis. Berkat yang kita miliki terdapat di mana-mana. Setiap saat, pagi, siang, sore, dan malam, setiap saat adalah berkat. Setelah Anda masuk ke dalam langit baru dan bumi baru, Anda akan nampak bahwa kapan dan di mana saja terdapat berkat. Waktu itu tidak ada lagi laut, artinya, kutukan sudah lenyap. Alam semesta menjadi berkat. Terdapat berkat dalam ruang dan dalam waktu. Langit baru dan bumi baru tidak lain adalah berkat. Pada hari itu Anda akan memahami bahwa berkat yang kita miliki itu adalah dari azali hingga abadi, dari gunung-gunung purba sampai ke bukit-bukit kekekalan. Kapan dan di mana saja, kita berada di bawah berkat ini.
H. DENGAN YANG TERBAIK DARI BUMI SERTA SEGALA ISINYA
Ulangan 33:16 mengatakan, “Dengan yang terbaik dari bumi serta segala isinya.” Dalam 1 Korintus 3:21-22 kita nampak perkataan yang sejajar dengan ini, “Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya milikmu.” Menurut ayat-ayat ini, “segala sesuatu” juga mencakup kematian. Jadi, bahkan kematian yang mencakup semua hal yang negatif, juga merupakan berkat. Kita, anak-anak Allah, adalah orang-orang yang diberkati. Kita inilah Yusuf-Yusuf yang berada di bawah berkat Allah.
Sewaktu muda, saya pernah mempunyai banyak pilihan. Sebagai contoh, saya berkata kepada Tuhan, “Aku mau sehat saja, tidak mau sakit. Aku tidak mau menderita sesuatu. Aku ingin semua yang baik.” Namun akhirnya, bukan saya yang memilih, perkara-perkara yang timbul tidak sesuai dengan pilihan saya. Pada masa awal saya masuk ke dalam ministri Tuhan, saya banyak berdoa, mohon Tuhan memberi saya seorang sekerja yang selalu baik, kalaupun tidak terlalu kuat juga tidak terlalu lemah. Dalam doa saya berkata, “Tuhan, Engkau mengenal aku, Engkau tahu keperluanku. Aku menginginkan seseorang yang baik, tidak terlampau cepat, namun tidak terlampau lambat juga.” Tetapi hari ini saya sudah tidak senang memiliki pilihan apa-apa. Adakalanya sekerja yang saya anggap tidak begitu baik, justru menjadi berkat yang terbesar bagi saya.
Demikian juga dalam kehidupan pernikahan dan kehidupan keluarga. Saya sulit memberi tahu orang, istri yang bagaimana yang terbaik. Sewaktu saya masih muda, saya bisa memberi tahu Anda, namun hari ini saya tidak dapat. Mungkin istri yang nampaknya paling celaka itu justru berkat yang terbesar bagi Anda. Anda harus yakin bahwa segala sesuatu, termasuk istri yang menyulitkan, adalah berkat. Entah anak-anak Anda itu baik atau bandel, bagi Anda itu adalah berkat. Sering kali, anak yang bandel itu justru berkat yang lebih besar. Boleh saja Anda minta kepada Tuhan anak yang baik dan alim, tetapi Ia mungkin memberi Anda anak yang bandel. Namun, anak yang bandel itu pun merupakan berkat.
Sampai-sampai kita kecurian pun adalah berkat. Di masa muda saya, apabila ada orang mencuri barang saya, saya pasti marah-marah. Tetapi kini Anda memberi saya barang apa, atau mencuri barang saya, tak lagi menjadi masalah. Baik mendapat seribu dolar maupun kehilangan seribu dolar, tidak ada bedanya bagi saya. Boleh jadi kehilangan uang dalam jumlah besar malahan merupakan berkat yang lebih besar daripada mendapat jumlah uang yang sama. Satu hal yang saya tahu pasti — segala sesuatu itu berkat, dan segala sesuatu itu keuntungan. Ketika saya muda, hanya kehilangan sehelai sapu tangan saja saya sudah tidak tenang beberapa jam. Kini, kalaupun kehilangan barang senilai seribu dolar, saya tetap akan tidur nyenyak. Gundah karena kehilangan sesuatu menunjukkan Anda berada di bawah kutukan. Orang dunia begitu kehilangan uang sedikit saja, sudah tidak dapat tidur. Namun kita, walaupun kehilangan uang banyak, masih dapat memuji Tuhan atas kehilangan uang yang mendatangkan berkat ini. Asalkan saya tidak terjamah oleh kerugian tertentu, niscayalah saya diberkati. Karena kita berada di bawah berkat, maka tidak ada kerugian yang benar-benar kerugian bagi kita. Meskipun kita belum berada di dalam langit baru dan bumi baru, tetapi hari ini kita sudah dapat mencicipinya. Kita perlu visi, supaya nampak bahwa kita adalah Yusuf-Yusuf hari ini, dan karena itu bagi kita semuanya adalah berkat.
Saya tidak menyukai desas-desus yang disebarkan me-ngenai kita. Namun, orang-orang lain dapat bersaksi bagi saya bahwa saya masih dapat memuji Tuhan, karena semua desas-desus itu adalah berkat bagi kita. Semua itu merupakan iklan gratis. Karena desas-desus itulah, saya menjadi tenar di seluruh dunia. Dan untuk iklan ini, saya tidak perlu membayar sepeser pun. Saya belum pernah ke Amerika Tengah dan benua Afrika, tetapi orang-orang di sana sudah mengenal nama saya. Jadi, sampai desas-desus pun dapat menjadi berkat.
Segala sesuatu itu berkat atau bukan, tidak tergan-tung pada apa yang menimpa, melainkan siapakah kita. Bila kita adalah Yusuf, semuanya pasti berkat. Bila kita adalah Ruben, semuanya adalah kutukan. Beban saya dalam berita ini ialah ingin memberi Anda kesan yang dalam akan fakta bahwa segala sesuatu adalah berkat bagi kita. Tidak perlu merinci berkat universal ini satu per satu. Segala sesuatu adalah berkat. Ini bukan sekadar teori, melainkan telah saya alami sendiri.
Tidak ada sesuatu yang mengganggu saya, karena saya nampak bahwa segala sesuatu berasal dari Bapa. Segala perkara, baik atau buruk, positif atau negatif, semuanya adalah berkat. Kita semua harus yakin akan hal ini. Sekalipun kita kehilangan sesuatu, itu pun berkat. Paulus berkata bahwa segala sesuatu adalah milik kita, baik Paulus, Kefas, Apolos, maupun hidup, mati, atau semua perkara lain, adalah milik kita. Dulu kita adalah Ruben, tetapi sekarang kita adalah Yusuf. Asalkan kita Yusuf, maka apa pun yang terjadi, adalah berkat. Anda membenci saya, adalah berkat. Anda mengasihi saya, itu pun berkat. Anda merampas saya, itu berkat. Anda memberi saya sesuatu, juga berkat. Bagaimanapun Anda terhadap saya, kasih atau benci, apa saja yang Anda perbuat atas saya, semuanya berkat. Anda tidak berbuat sesuatu pada saya, itu berkat juga. Pendek kata, saya ini selalu diberkati. Saya ini bukan Ruben, melainkan Yusuf, saya adalah orang yang diberkati. Puji Tuhan, kita adalah Yusuf-Yusuf di dalam gereja.
Renungkanlah pengalaman Yusuf. Ia dibenci dan dijual oleh kakak-kakaknya, serta dijebloskan dalam keadaan yang sangat menyusahkan. Namun semua yang ia alami itu merupakan berkat. Apa yang kakak-kakaknya perbuat terhadapnya, akhirnya semua menjadi berkat. Ketika Yusuf di Mesir menyatakan statusnya kepada kakak-kakaknya, ia berkata, “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (45:5). Yusuf juga berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan” (50:20). Seolah-olah Yusuf berkata, “Kalian tidak perlu takut kepadaku atau khawatir bahwa aku akan berbuat sesuatu terhadap kalian, karena semua yang kalian lakukan kepadaku adalah berkat.” Segala sesuatu dalam alam semesta adalah berkat bagi kita. Ruang, waktu, langit, bumi, angkasa, benda, semuanya berkat bagi kita. Oh, kita harus mempercayai hal ini! Dulu, ini sekadar suatu keyakinan saja bagi saya, namun kini, saya dapat bersaksi dengan hati yang tulus bahwa memang demikian dalam pengalaman saya. Semua yang menimpa kita adalah berkat.
Dalam nubuat Yakub yang disertai pemberkatan, yang ditujukan kepada putranya dari yang pertama sampai yang kesepuluh, semuanya ada syaratnya, namun berkat terhadap Yusuf tanpa syarat. Jika kita nampak ini, kita hanya bisa berdoa, “Ya Tuhan, aku tidak tahu apa yang baik, apa yang buruk. Tuhan, aku hanya bisa berdoa, jadilah kehendak-Mu.” Setiap perkara tergantung pada siapakah Anda, Ruben atau Yusuf. Ini tidak tergantung pada langit, bumi, angkasa, atau apa pun. Jika Anda adalah Ruben, setiap hal akan menjadi kutuk dan kerugian. Tetapi jika Anda adalah Yusuf, setiap hal akan menjadi keuntungan. Di langit, bumi, atau bawah tanah, tidak ada satu pun yang merugikan Anda. Asalkan Anda mengasihi Tuhan, segala sesuatu akan be-kerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda (Rm. 8:28). Bahkan hal-hal yang paling tidak berarti akan bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda. Tetangga Anda, famili, dan teman Anda, semua akan bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda, karena Anda adalah orang yang diberkati.
Semua orang beriman Perjanjian Baru adalah Yusuf-Yusuf. Anda mungkin tidak merasa bahwa Anda adalah Yusuf, namun Tuhan telah menyebut demikian. Asalkan Anda seorang beriman, Anda bukan lagi Ruben, melainkan Yusuf. Karena Anda adalah Yusuf, maka semua yang terjadi pada diri Anda adalah berkat. Langit, bumi, hujan, salju, embun, serta semua yang di bawah tanah, adalah berkat Anda. Perjanjian Baru memberi tahu kita untuk mengucap syukur senantiasa atas segala sesuatu (Ef. 5:20; 1 Tes. 5:18). Saya sangsi ada orang tua yang bersyukur kepada Tuhan untuk anak-anak mereka yang bandel dan nakal itu. Jika Anda mempunyai anak yang nakal, Anda harus bersyukur kepada Tuhan, mengatakan, “Tuhan, aku sungguh bersyukur kepada-Mu atas anak yang nakal ini. Tuhan, aku berterima kasih karena anak yang tidak menurut dan yang bandel ini. Alangkah berkatnya anak ini bagiku!” Bila anak ini terus-menerus sebagai Ruben, tentu baginya semua akan menjadi kutukan. Namun jika ia sudah percaya kepada Tuhan, ia segera menjadi seorang Yusuf, segala yang terjadi atas dirinya akan menjadi berkat. Kalau Anda dengan teliti membaca Perjanjian Baru, Anda akan nampak bahwa kaum saleh Perjanjian Baru adalah kaum yang diberkati. Kita adalah orang-orang yang berada di bawah berkat universal. Itulah sebabnya kita tidak seharusnya mengutuk siapa pun (Rm. 12:14). Karena semuanya adalah berkat bagi kita, maka kita tidak dapat tidak memberkati orang lain. Sekalipun orang lain berbuat jahat terhadap kita, perbuatan jahat itu pun berkat. Kita tidak perlu mengutuk orang, sebaliknya berkatilah mereka. Kita bisa berkata, “Terima kasih atas kebencianmu kepadaku. Semoga Allah memberkati Anda. Kebencianmu itu suatu berkat bagiku. Aku sanggup memberkatimu dalam situasi apa pun. Anda baik kepadaku, aku balas dengan berkat. Anda jahat kepadaku, aku tetap memberkati Anda.” Puji Tuhan, kita adalah orang-orang yang diberkati.
Jika Anda nampak ini, Anda akan menyadari bahwa Anda berada di bawah berkat Allah. Namun kita masih sering berkata-kata secara alamiah. Ketika beroleh sesuatu, kita lalu beryukur kepada Tuhan atas berkat-Nya. Ketika kita rugi, lazimnya kita tidak bersyukur kepada-Nya. Kita perlu nampak visi bahwa kita adalah Yusuf-Yusuf, orang-orang yang diberkati, yang berada di bawah berkat Allah. Apa pun yang menimpa diri kita, baik atau buruk, hendaklah kita berkata, “Haleluya! Puji Tuhan! Ini berkat.”
Kita sering bertanya kepada orang, “Apakah Anda telah beroleh selamat?” Kini kita harus belajar bertanya kepada mereka, “Apakah Anda telah beroleh berkat?” Kapan saja orang bertanya demikian, kita harus menjawab, “Ya, kita adalah orang-orang yang diberkati.” Orang Kristen fundamental sering menyebut kaum saleh sebagai kaum tertebus, dan kaum yang dilahirkan Roh. Kita harus belajar mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang diberkati secara universal. Rumah kita, keluarga kita, serta segala milik kita, walau adakalanya begitu buruk, semua adalah berkat. Kita tidak pernah tahu apa kesudahan dari suatu perkara. Hari ini ada perkara yang nampaknya baik, namun akhirnya mungkin buruk. Ada perkara yang nampaknya buruk sekali, akhirnya malah baik. Hanya Tuhan yang tahu. Tidak peduli perkaranya baik atau buruk, akibatnya sama saja. Anak-anak kita baik atau nakal, istri atau suami kita menyulitkan atau tidak, tidak menjadi soal. Bagi Yusuf, semua itu berkat. Bila Anda nampak hal ini, Anda akan menikmati perhentian dan kedamaian. Anda akan berkata, “Haleluya! Kita telah dipilih, ditentukan, dipanggil, dan diselamatkan, bahkan kini diberkati.” Kita adalah orang-orang yang diberkati, yang selalu berada di bawah berkat Allah, dan segala sesuatu adalah berkat bagi kita. Semuanya adalah milik kita.