Daftar isi Kejadian (8) · Berita Keseratus Lima Belas · bab 11/16

Berita Keseratus Lima Belas

DIMATANGKAN ASPEK MEMERINTAH DARI ISRAEL YANG MATANG (4)

Bagi kebanyakan pembaca Kitab Kejadian, kisah Yusuf sama seperti kisah yang diceritakan kepada anak-anak di taman kanak-kanak. Namun, kita harus ingat, hampir semua benih kebenaran rohani ditaburkan dalam Kitab Kejadian. Apakah catatan mengenai Yusuf hanyalah serangkaian cerita anak-anak ataukah benih-benih kebenaran ilahi, ini tergantung pada sudut pandang kita ketika membacanya. Jika kita melihat riwayat hidup Yusuf dari sudut pandang tingkat taman kanak-kanak, kita akan membacanya sebagai cerita anak-anak belaka. Tetapi jika kita tampak bahwa Yakub telah melewati sekian banyak pengujian dan kemudian menjadi matang dalam hayat, kita tidak akan memandang catatan yang mengisahkan Yusuf sebagai suatu cerita belaka, melainkan wahyu mengenai aspek memerintah dari seorang saleh yang telah matang. Jika kita memandang catatan tentang Yusuf sebagai aspek memerintah dari seorang saleh yang telah matang, pemahaman kita akan mengalami revolusi. Karena itu, Kejadian 42 yang akan kita lihat dalam berita ini sekali-kali bukan cerita taman kanak-kanak, melainkan bagian dari aspek memerintah dari hayat yang telah matang.

Apa yang kita tampak dalam riwayat hidup Yusuf adalah pengaturan Roh itu. Anda mungkin telah mendengar tentang kelahiran kembali oleh Roh itu, penghakiman Roh itu, wahyu Roh itu, pemenuhan Roh itu, pengurapan Roh itu, kekuatan Roh itu, terang Roh itu, dan hayat Roh itu. Tetapi pengaturan Roh itu adalah istilah baru. Kita semua perlu berada di bawah pengaturan Roh itu. Aspek ini lebih tinggi daripada aspek lainnya dari Roh itu. Bahkan lebih tinggi daripada pembangunan oleh Roh itu. Pengaturan Roh itu merupakan batu atap, batu puncak pada struktur pengajaran Roh itu. Riwayat Yusuf merupakan wahyu akan pengaturan Roh itu, karena pengaturan Roh itu ialah aspek memerintah dari seorang saleh yang telah matang.

Ada dua garis yang menyusuri riwayat hidup Yusuf: garis Yusuf sebagai lambang Kristus dan garis kehidupan pribadi Yusuf. Kita tampak kedua garis ini dalam pasal 42. Agar bisa memberi penjelasan yang memadai terhadap pasal ini, kita perlu tampak kedua garis ini sampai akhir kisah Yusuf. Kedua garis ini memberikan terang dan perawatan kepada kita. Sewaktu saya sebagai seorang Kristen muda, saya mendengar banyak tentang Yusuf yang melambangkan Kristus. Namun, yang saya dengar itu hanyalah menyangkut butir-butir yang umum saja. Banyak hal yang rinci ditinggalkan, malah ada pasal-pasal tertentu yang di-lompati. Saya juga mendengar tentang kehidupan pribadi Yusuf, namun tekanannya hanya mengutamakan aspek-aspek kehidupan Yusuf yang dapat membina kaum saleh muda, mengajar mereka agar menjadi sabar, pemaaf, dan pengasih. Tidak satu pun berita-berita tentang Yusuf yang saya dengar itu memakai istilah hayat. Dalam berita ini kita akan lebih banyak melihat kehidupan pribadi Yusuf. Jika kita melihat pasal 42 dengan cermat, kita akan tampak bahwa pasal ini memberikan sebuah gambaran yang hidup (menggugah) tentang Kristus.

16) Dikenal oleh Anak-anak Israel

a) Seluruh Bumi Dilanda Bala Kelaparan

Kejadian 41:56 mengatakan, “Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi,” dan ayat 57 mengatakan, “Sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.” Pada saat Kejadian 42, seluruh muka bumi dilanda bala kelaparan. Keadaan ini persis keadaan hari ini. Bala kelaparan adalah secara serius kekurangan makanan, kekurangan makanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan eksistensi manusia. Namun, selain mempertahankan eksistensi kita, makanan juga memberikan kepuasan kepada kita. Ketika kita makan dan minum, kita bukan sekadar merasa bahwa kita sedang mempertahankan eksistensi kita, tetapi juga merasa dipuaskan. Sewaktu saya dikenyangkan dengan makanan yang baik, saya merasa senang dan lega. Jadi, bala kelaparan sebenarnya mengacu kepada ketidakpuasan. Hari ini, seluruh dunia tidak memiliki kepuasan.

Khususnya bangsa Israel, mereka sedang mengalami ketidakpuasan semacam ini. Bangsa ini sedang sekuatnya berjuang untuk mempertahankan eksistensi mereka. Jika Anda mengunjungi Israel, Anda akan bersimpati kepada mereka, karena mereka betul-betul memerlukan perlindungan dan keamanan untuk menjamin eksistensi mereka. Israel tampaknya memerlukan Dataran Tinggi Golan dan perkampungan sepanjang padang gurun Sinai untuk menjamin keamanan eksistensi mereka. Bangsa Israel sekuatnya berjuang dikarenakan mereka dilanda bala kelaparan, ketidakpuasan. Amerika Serikat, negara terkemuka di bumi ini, mengalami situasi yang sama, sedang mengalami ketidakpuasan juga. Kita perlu menerapkan Kejadian 42 terhadap situasi dunia hari ini. Dengan demikian, kita akan tampak bahwa seluruh dunia tengah dilanda kelaparan.

b) Makanan Hanya Ada di Tempat Kristus Berada

Menurut Kejadian 42, makanan hanya ada di tempat Yusuf berada (ayat 5-6). Dalam lambang, ini menunjukkan bahwa makanan hanya ada di tempat Kristus berada. Dengan kata lain, kepuasan hanya ada di dalam Kristus. Di mana ada Kristus, di situ ada kepuasan. Hari ini, Kristus ada di dalam gereja. Jika Anda berkata bahwa Anda di dalam gereja, namun Anda masih belum juga menikmati kepuasan, itu menunjukkan bahwa Anda sebenarnya sedang dilanda kelaparan. Saya dapat menyatakan kepada setiap orang bahwa saya tidak dilanda kelaparan. Hari demi hari saya dirawat, dipenuhi, dan dikenyangkan dengan makanan yang baik. Oh, gereja adalah tanah kepuasan, wilayah kepuasan, karena Kristus ada di sini! Makanan, perawatan, dan kepuasan hanya ada di tempat Kristus berada.

Saya sungguh bersimpati kepada bangsa Israel. Mereka tidak perlu berusaha keras dan berjuang atau berunding dengan Mesir. Mereka perlu berpaling kepada Kristus. Per-dana Menteri Israel tidak perlu ke Washington maupun ke Kairo; sebagai gantinya, ia harus mengadakan perundingan-perundingan dengan Kristus. Jika bangsa Yahudi mau berseru kepada-Nya, segala sesuatunya akan beres. Baik Kairo maupun Washington tidak dapat memecahkan masalah ketidakpuasan Israel. Bala kelaparan hanya akan berakhir bila mereka berpaling kepada Kristus dan datang ke tempat Dia berada. Mungkin beberapa orang saleh Yahudi asli perlu menulis surat kepada Perdana Menteri Israel, memberi tahu dia bahwa satu-satunya Orang yang mampu memecahkan persoalan Israel serta memberi kepuasan adalah Kristus. Suatu hari, orang-orang Yahudi akan berpaling kepada Tuhan Yesus. Ketika mereka menyadari bahwa pergumulan mereka itu sia-sia, mereka akan dipaksa oleh keputusasaan mereka untuk berpaling kepada Kristus. Puji syukur kepada Tuhan, kita telah lebih dulu berpaling kepada-Nya! Kita sebagai perintis dalam hal ini. Lebih dari lima puluh tahun yang lampau, saya telah berpaling kepada Kristus, karena menyadari bahwa saya berada dalam kawasan kelaparan dan sangat tidak puas. Kita yang berpaling kepada Kristus telah menemukan makanan, karena makanan hanya ada di tempat Kristus berada.

c) Anak-anak Israel Dipaksa Berpaling kepada Kristus

Alkitab menubuatkan bahwa anak-anak Israel akan dipaksa berpaling kepada Kristus sebagaimana saudara-saudara Yusuf dipaksa berpaling kepada Yusuf untuk memperoleh makanan (Kej. 42:1-5). Zakharia 12:10 mengatakan, “Mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.” Dalam Roma 11:26 Paulus mengatakan, “Dengan demikian, seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: ‘Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari Yakub.’” Di waktu yang akan datang, Israel akan dipaksa berpaling kepada Kristus. Sekarang ini mereka tidak mau, dan juga tidak mudah berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal Kristus. Meskipun Perdana Menteri Israel adalah orang yang pandai, tetapi ia bersama rekan-rekan lainnya di dalam pemerintahan Israel, tidak mengenal Kristus.

d) Tidak Mengenal Kristus

Kejadian 42:8 mengatakan, “Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka.” Saudara-saudara Yusuf tidak mengenalnya, demikian pula bangsa-bangsa di bumi hari ini tidak mengenal Kristus. Akan tetapi kita mengenal Dia. Oh, kita mengenal Kristus! Kita di dalam gereja-gereja bukanlah orang-orang yang bodoh. Kita mengenal situasi dunia lebih baik daripada yang dikenal oleh para pemimpin politik. Sekurang-kurangnya kita sepandai para diplomatik, bahkan lebih pintar. Kita tidak bodoh, kita justru orang-orang terpandai, kita tahu di mana kita harus menggunakan waktu kita. Gereja adalah tempat yang terbaik bagi kaum muda menggunakan waktu mereka. Ketika saya masih belasan tahun, saya telah menghabiskan waktu saya dalam bermacam-macam aktivitas. Akhirnya saya menyadari betapa tidak puasnya saya, sehingga saya berpaling kepada Kristus. Sekarang saya berada di tanah permai, di dalam gereja. Saya menikmati tanah ini, karena Kristus ada di sini. Dulu kita tidak mengenal Kristus, namun sekarang kita mengenal-Nya sangat jelas.

Setiap kali saya membaca surat kabar, saya merasa bahwa diskusi para diplomat di atas meja konferensi itu dalam pandangan Allah tidak lain hanyalah pembicaraan yang buta. Mereka itu sama sekali buta dan tolol. Semua konferensi yang diselenggarakan di Jenewa penuh dengan pembicaraan yang sia-sia. Kita datang ke mari membicarakan Alkitab, jauh lebih baik daripada mereka. Pembicaraan kita paling berpengertian, beralasan, logis, bahkan filosofis. Karena kita ini bukan lagi tidak mengenal Kristus, maka kita tahu pasti apa yang kita kerjakan di sini.

e) Kristus Menguji Mereka

Kejadian 42:8 mengatakan bahwa Yusuf mengenal saudara-saudaranya, namun saudara-saudaranya tidak mengenal dia. Karena mereka tidak mengenal dia, maka Yusuf kemudian menguji mereka. Ini pun melambangkan Kristus menguji orang Israel setelah mereka dipaksa berpaling kepada-Nya dari ketidakkenalan mereka. Hari ini, bangsa Israel masih tetap bergumul berdasarkan kekuatan diri sendiri. Bangsa Yahudi tidak menyadari bahwa keperluan mereka ialah berpaling kepada Kristus. Tetapi ketika kelak mereka dipaksa berpaling kepada-Nya, karena ketidakkenalan mereka, Kristus akan tetap menaruh mereka dalam pengujian.

f) Kristus Mengganjar Mereka

Dalam Kejadian 42:17-24 kita tampak Yusuf mengganjar saudara-saudaranya. Ini mengibaratkan Kristus mengganjar anak-anak Israel. Meskipun Kristus mengharapkan bangsa Israel mau berpaling kepada-Nya, tetapi itu bukan secara kendur dan sembarangan. Dalam proses berpalingnya bangsa Israel kepada-Nya, selain menguji mereka, Ia juga akan mengganjar mereka. Menurut nubuat-nubuat dalam Alkitab, bangsa Israel yang dibentuk kembali itu akan mengalami banyak ujian dan akan menderita banyak ganjaran. Tuhan akan mengganjar mereka, supaya mereka belajar.

g) Kristus Menyatakan Kasih Sayang terhadap Mereka

Ketika Yusuf mengganjar saudara-saudaranya, ia pun mengasihi mereka secara tersembunyi (Kej. 42:25). Kasih yang tersembunyi ini membuat mereka gentar. Menurut nubuat-nubuat Alkitab, Tuhan juga akan melaksanakan kuasa kedaulatan-Nya untuk menyuplaikan semua keperluan bangsa Israel. Tidak perlu mengkhawatirkan bangsa Israel, sebab kita mempunyai keyakinan bahwa Tuhan yang berdaulat akan menyuplaikan keperluan orang Israel bagi eksistensi mereka. Sebagai contoh, jika bangsa Israel yang kecil ini me-merlukan wilayah tertentu, Tuhan pasti akan memberikannya kepada mereka. Dia mempunyai cara-Nya untuk melakukan ini, karena Dia itulah Raja atas segala raja dan Tuhan atas segala tuhan. Dia lebih tinggi daripada presiden mana pun di bumi ini. Bangsa Israel akan menguasai dataran tinggi Golan dan Sinai atau tidak, hal ini tidak tergantung pada keputusan-keputusan para presiden maupun para dip-lomat, melainkan tergantung pada kedaulatan Tuhan. Jika saya adalah seorang Yahudi yang tinggal di negara Israel, saya pasti penuh perhentian di dalam Tuhan. Saya percaya bahkan hari ini pun Tuhan memberikan kasih-Nya di dalam kedaulatan-Nya kepada bangsa Israel secara tersembunyi. Tuhan akan terus melakukan hal ini demi kepentingan bangsa Israel di masa mendatang. Kalau Anda membaca koran, Anda akan tampak hal ini terjadi dan terjadi lagi.

Tuhan akan menguji dan mengganjar orang Israel dan pada saat yang sama, Ia memberikan kasih-Nya secara tersembunyi dalam kedaulatan-Nya terhadap mereka, karena Ia memerlukan mereka. Catatan tentang riwayat hidup Yusuf dalam Kitab Kejadian mewahyukan bahwa Yusuf memerlukan saudara-saudaranya. Siapa yang lebih memerlukan? Saudara-saudara Yusuf yang lebih memerlukan Yusuf atau Yusuf yang lebih memerlukan mereka? Saya mengatakan bahwa Yusuf yang lebih memerlukan saudara-saudaranya daripada saudara-saudaranya memerlukan dia. Ya, Yusuf telah menjadi penguasa di Mesir. Tetapi Yusuf masih belum merasa puas, sebab ia masih mengharapkan dapat melihat mimpi-mimpinya terwujud. Di Mesir, Yusuf merasa kesepian, ia rindu berjumpa dengan ayah dan saudara-saudaranya. Ia memerlukan tergenapnya mimpi-mimpinya, ia memerlukan ayah dan saudara-saudaranya. Karena itu, ia lebih memerlukan mereka daripada mereka memerlukan dia.

Prinsip ini juga berlaku terhadap Tuhan Yesus hari ini. Yang mana lebih memerlukan — bangsa Israel terhadap Tuhan Yesus atau Tuhan Yesus terhadap bangsa Israel? Saya berani menegaskan bahwa Tuhan lebih memerlukan bangsa Israel daripada bangsa Israel memerlukan Tuhan. Demikian juga, kita perlu Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus perlu kita. Sekali lagi, saya bertanya, siapa yang lebih memerlukan — kita yang lebih memerlukan Tuhan, atau Tuhan yang lebih memerlukan kita? Tuhan lebih memerlukan kita daripada kita memerlukan Tuhan. Jika Anda mengenal hal ini, Anda akan berkata kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, betapa terima kasihku kepada-Mu atas perhatian-Mu terhadap keperluanku. Tetapi Tuhan, Engkau lebih memerlukan aku daripada aku memerlukan Engkau. Aku mungkin tidak peduli apakah aku masuk neraka atau tidak, namun Engkau sangat peduli.” Beranikah Anda berkata demikian kepada Tuhan? Sedikitnya beberapa kali saya berkata, “Tuhan, aku bersyukur atas perhatian-Mu. Tetapi ya Tuhan, aku menyadari bahwa Engkau memerlukan aku lebih daripada aku memerlukan Engkau. Tuhan, aku tahu bahwa Engkau khawatir kehilangan aku.” Sewaktu saya berkata demikian kepada Tuhan, dalam lubuk batin saya dapat merasakan bahwa Tuhan tersenyum dan merasa senang. Seakan-akan Ia berkata kepada saya, “Oh anak-Ku yang kecil, kamu benar-benar memahami-Ku.” Janganlah kita sekali-kali berdoa kepada Tuhan dengan perasaan takut dicampakkan ke dalam neraka. Janganlah sekali-kali berkata, “Ya Tuhan, aku takut tersesat dan dihempaskan ke neraka. Tuhan, kasihanilah aku dan selamatkanlah aku dari neraka!” Jika Anda berdoa demikian, Tuhan pasti menjawab, “Apa yang kamu katakan itu? Kamu tidaklah sekasihan itu, dan Aku tidak perlu memberi belas kasihan itu kepadamu. Aku sudah memberikan anugerah-Ku yang sangat besar kepadamu. Belumkah engkau menyadari bahwa Aku lebih memerlukan kamu daripada kamu memerlukan Aku?”

h) Tidak Memahami Kasih Kristus

Tuhan memerlukan bangsa Israel lebih daripada bangsa Israel memerlukan Dia, maka Ia mengasihi mereka secara diam-diam. Namun, sebagaimana saudara-saudara Yusuf tidak memahami kasih Yusuf (Kej. 42:27, 28, 35), demikian juga bangsa Israel hari ini tidak memahami kasih Kristus terhadap mereka. Kita pun tidak memahami kasih-Nya terhadap kita. Saya agak khawatir kalau-kalau banyak di antara kita yang masih buta terhadap kasih Tuhan. Pahamkah Anda terhadap kasih-Nya? Pernahkah Anda menyadari bahwa Anda ada di dalam gereja bukan karena tekad Anda, melainkan karena kasih-Nya terhadap Anda? Fakta Anda tinggal di dalam gereja merupakan bukti yang paling kuat bahwa Tuhan Yesus mengasihi Anda. Ini bukan berarti Tuhan Yesus tidak mengasihi orang-orang di luar gereja. Tentu Ia mengasihi mereka, hanya saja mereka kehilangan kasih-Nya. Meskipun kita tidak kehilangan kasih-Nya, namun kita mungkin tidak memahami kasih-Nya. Saya berharap, kiranya mulai sekarang tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak memahami kasih Kristus. Kita harus berkata kepada-Nya, “Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu. Fakta bahwa aku berada dalam penyertaan-Mu membuktikan bahwa Engkau mengasihi aku. Tuhan, aku sangat berterima kasih kepada-Mu karena di sini aku menikmati penyertaan-Mu! Haleluya atas tanda kasih-Mu ini!”

Dalam berita ini kita telah tampak delapan aspek dari pengenalan Kristus oleh orang Israel. Jika Anda memeriksa nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Anda akan tampak bahwa semua aspek ini menubuatkan hubungan antara orang Israel dengan Kristus (Mesias mereka).