← Daftar isi Kristus dan Allah · bab 2/4

FIRMAN YANG DIUCAPKAN ALLAH

Persoalan tentang adanya Allah saya anggap telah selesai dibahas. Kita semua percaya akan adanya satu Allah. Sekarang kita masih perlu menjadi orang yang mencari kebenaran, ingin menyelidiki Allah yang “tidak bisa diketahui” ini sebenarnya bagaimana. Allah adalah satu Pribadi yang Mahabesar yang tidak bisa diketahui, kita akan memakai sedikit waktu untuk melihat ini; atau dengan kata lain, kita akan melihat Dia adalah Allah yang bagaimana.

TIMBULNYA AGAMA

Beberapa ribu tahun yang lampau, manusia telah sering mempertanyakan, Allah ini adalah Allah yang bagaimana? Apakah Dia Perahmat? Adilkah Dia? Apakah Ia masa bodoh atau sangat bergairah terhadap kita? Karena terhadap perkara Allah manusia mutlak tidak tahu, maka timbullah banyak agama. Apakah agama itu? Agama adalah penelitian/penyelidikan manusia terhadap Allah berikut penjelasannya. Manusia meneliti bahkan berkata, beginilah Allah, atau begitulah Allah. Sebenarnya Allah ini adalah Allah yang bagaimana? Ini adalah satu pertanyaan yang sangat besar yang juga adalah pertanyaan yang sangat serius. Jangan menganggap bahwa Anda tak pernah memikirkan hal ini, hanya saja mungkin Anda tidak memikirkannya secara tuntas. Mungkin sekali ketika Anda berumur tiga, lima atau tujuh tahun, otak Anda yang kecil itu telah memikirkan sebenarnya Allah ini adalah Allah yang bagaimana? Tak peduli siapa pun di dunia ini, baik ia terpelajar atau tidak terpelajar, pasti pernah berpikir, berpendapat, bertanya Allah ini adalah Allah yang bagaimana.

DUGAAN MANUSIA TENTANG ALLAH

Tetapi, saya ingin mengatakan, seperti apakah orang yang ingin menduga tentang Allah? Seseorang yang mencoba menduga tentang Allah bagaikan seekor semut kecil yang mencoba memahami manusia. Betapa sulitnya bagi seekor semut itu mencoba memahami hidup, sifat, dan pikiran manusia. Demikian pula, kalau kita, manusia, ingin memahami Allah, betapa sukarnya. Sebab itu, beberapa ribu tahun yang lalu, ada begitu banyak orang, termasuk theolog dan filsuf, telah mengemukakan pemikirannya tentang Allah. Tetapi bagaimanakah sikap Allah? Apakah Ia masa bodoh terhadap kita? Atau apakah Ia rela mewahyukan diri-Nya kepada kita dan mau berhubungan dengan kita? Teman-teman, coba renungkan, bagaimana sikap Allah? Atau Allah akan berkata, “Aku adalah Allah, Aku tidak peduli dengan urusan manusia. Aku tidak peduli bagaimana manusia berpikir dan mencari, Aku tetap tinggal di surga sebagai Allah, biar saja manusia merasakan keanehan dan keajaiban-Ku!” Atau, Dia juga berhasrat mewahyukan diri-Nya kepada manusia, bahkan senang datang mencari Anda?

Ketika saya di India, saya melihat beberapa orang tanpa busana berbaring di ranjang berpaku, juga ada yang berjalan dengan kaki telanjang di atas bara api. Orang-orang itu mengeluarkan banyak tenaga untuk mencari Allah. Tetapi bagaimana dengan Allah? Apakah Ia bersembunyi dan tidak mempedulikan mereka? Apakah Ia tetap tersembunyi sebagai yang tidak dapat diketahui? Oh, ini adalah perkara besar. Kita tetap akan secara obyektif, dengan sikap dan pengetahuan ilmiah melihat bagaimana sebenarnya sikap Allah terhadap kita.

ALLAH ADALAH KEHIDUPAN

Beberapa tahun yang lalu, saya membicarakan topik ini di depan mahasiswa kedokteran di Universitas Che-Loo. Saya katakan, manusia adalah makhluk hidup (bios), Allah juga adalah makhluk hidup. Hayat manusia lebih tinggi daripada hayat binatang dan hayat tumbuh-tumbuhan, dan hayat Allah jauh lebih tinggi daripada hayat manusia. Saya bertanya kepada mahasiswa-mahasiswa itu, “Kita tahu, semua makhluk hidup memiliki hukum yang sama (umum) dan mempunyai beberapa ciri umum, silakan kalian menunjukkannya.” Ada mahasiswa yang berkata begini, ada pula yang berkata begitu. Akhirnya, kami mendapatkan satu kesimpulan: semua makhluk hidup memiliki dua ciri-ciri umum. Anda boleh menyebutnya ekspresi umum atau hukum umum mereka. Pertama, setiap makhluk hidup ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya, cenderung bereproduksi, melahirkan keturunan, meneruskan kehidupannya. Kedua, setiap makhluk hidup ingin berhubungan dengan makhluk hidup lainnya. Jika Anda mengucilkannya, memisahkannya sendirian, ia tidak akan tahan. Bila seseorang merasa tidak cukup berhubungan dengan orang lain, ia akan memelihara anjing atau kucing, ikan atau hewan lainnya. Semua makhluk hidup ingin berhubungan dengan makhluk lain.

Karena makhluk hidup memiliki kedua ciri-ciri itu, yaitu senang mempertahankan diri, melahirkan keturunan dan berhubungan dengan makhluk lain, maka sering kali hukum suatu negara berdasarkan kedua ciri ini menghukum manusia. Misalnya, hukuman mati adalah penyimpangan terhadap hasrat seseorang untuk mempertahankan hidupnya, menghabisi kehidupannya, sehingga membuat terhukum menderita. Atau pemenjaraan sebagai hukuman yang lebih ringan, memutuskannya dari hubungan dengan orang lain. Hal-hal yang berkebalikan dengan prinsip makhluk hidup itu lalu membuatnya menderita, kesemuanya ini dipakai dan dilaksanakan berdasarkan prinsip makhluk hidup ini.

CIRI-CIRI UMUM MAKHLUK HIDUP

Dengan mengingat kedua ciri-ciri umum makhluk hidup, yang juga merupakan ciri-ciri utama tersebut, mari kita berpaling kepada kehidupan Allah. Allah adalah suatu makhluk yang jauh lebih tinggi daripada manusia. Pada hakekatnya, Ia pun diatur oleh hukum kehidupan ini. Dengan demikian, dari ciri-ciri dan kekhususan kehidupan Allah ini, kita dapat mengenal Allah, melihat apakah Dia senang atau tidak berhubungan dengan manusia.

AGAMA ALAMIAH DAN AGAMA WAHYU

Dalam dunia ini ada dua macam agama/kepercayaan. Macam pertama adalah agama yang berdasar pada konsepsi alamiah, macam kedua adalah agama yang berdasar pada wahyu. Apakah agama yang berdasar pada konsepsi alamiah itu? Yaitu manusialah yang mencari Allah, manusia sebagai titik awal untuk mencari Allah, memikirkan dan mengukur Allah. Apakah agama yang berdasar pada wahyu? Yaitu langsung dari pihak Allah memperlihatkan kepada kita, Dia sendiri yang memberi tahu kita sebenarnya bagaimana. Pikiran manusia sering hanya merupakan khayalan tak berguna. Wahyu Allah saja yang patut dipercaya. Agama Kristen adalah agama wahyu, ini berbeda dengan agama alamiah. Kekristenan berasal dari pihak Allah, Dialah yang datang mencari kita, bukan kita yang mencari Dia. Saya tidak bermaksud menganjuri Anda mempercayai kekristenan atau menganjuri Anda membaca Alkitab. Saat ini semua itu tidak saya lakukan, yang saya lakukan hanya memaparkan beberapa anggapan di sini. Kita akan memperlakukan pokok ini seperti kita sedang memecahkan soal ilmu ukur. Kita awali dengan anggapan, lalu menarik kesimpulan selangkah demi selangkah. Kita akan menguji nalar kita, apakah benar-benar tepat, dan apakah kesimpulan kita sudah logis. Seperti dalam matematika, untuk membahas suatu soal, kita maju setahap demi setahap, sedangkan untuk membahas soal lainnya, mungkin kita mundur setahap demi setahap. Yang penting, pada akhirnya kita harus mampu membuktikan kebenaran suatu anggapan.

BEBERAPA ANGGAPAN

Kita juga akan memaparkan beberapa anggapan. Anggapan kita yang pertama adalah ada Allah. Hal ini sebenarnya telah kita bahas dahulu. Kita sepakat, ada Allah, dan Allah ini akan melaksanakan pekerjaan-Nya.

Kedua, kita anggap Allah mau mewahyukan diri-Nya kepada manusia. Kalau Allah ingin menyatakan diri-Nya supaya kita mengenal Dia, cobalah renungkan, cara apakah yang Ia pakai supaya kita dapat mengenal Dia? Dia harus berbuat bagaimana baru dapat mewahyukan diri-Nya sendiri? Kalau Ia berbicara kepada kita melalui petir, kita tidak akan memahami pesan-Nya. Kalau Allah memakai kilat sebagai tinta dan memakai langit sebagai kertas untuk menulis pesan kepada kita, kita juga tidak akan tahu sebenarnya Dia sedang menulis apa. Lalu bagaimana Allah membuat diri-Nya dikenal oleh kita?

CARA ALLAH MEWAHYUKAN DIRI-NYA

Kalau Allah mau mewahyukan diri-Nya, tentu Ia harus melakukannya dengan menggunakan sarana manusia. Lalu sarana apa yang umum dipakai oleh manusia untuk berkomunikasi dengan sesamanya? Pertama, mereka berkomunikasi dengan bahasa, secara lisan, dan kedua, lewat tulisan. Segala sarana komunikasi entah itu telegram, telepon, tandatanda, atau lambang-lambang, tercakup dalam kedua hal tersebut. Kalau Allah hendak menyatakan diri-Nya supaya kita dapat mengenal-Nya, tentunya juga harus dengan sarana itu Ia melakukannya. Untuk saat ini, kita kesampingkan dulu aspek lisan, kita akan melihat bagaimana Allah berkomunikasi dengan kita melalui tulisan.

Kalau Allah mewahyukan diri-Nya melalui tulisan, maka dari antara buku-buku yang ditulis oleh bermacam-macam orang selama berabad-abad, paling sedikit tentu ada satu buku yang ditulis berdasarkan wahyu Allah. Ini adalah satu ujian yang sangat besar dan hebat. Kalau buku ini ada, tidak hanya terbukti adanya Allah, juga terbukti bahwa Allah melalui tulisan mewahyukan diri-Nya kepada kita. Kalau Anda dapat menemukan buku ini, maka terbuktilah Allah ada, dan juga terbukti bahwa Allah mau melalui tulisan berhubungan dengan manusia. Benarkah ada buku yang diwahyukan Allah dalam dunia ini?

Saya tetap tidak ingin dengan segera membentangkan Alkitab. Kita masih perlu menurut beberapa prinsip dasar mencari dan menemukan kitab ini. Misalnya, saya meminta seseorang pergi ke suatu penerbit atau suatu toko buku untuk membeli sebuah buku. Kalau saya memberi tahu dia judul buku dan pengarangnya, sebentar saja dia pasti telah memperolehnya. Kalau saya lupa judul bukunya, saya harus memberi tahu dia siapa pengarangnya, apa isi buku tersebut, ukuran bukunya, warna kulit bukunya. Selanjutnya berdasarkan keterangan yang saya berikan, orang tersebut akan pergi dan mencarinya di penerbit atau toko buku, dari ribuan buku yang ada mencari dan menemukan buku yang saya inginkan. Kini Allah juga memiliki satu buku di antara jutaan buku dalam dunia ini, tetapi kita tidak mengetahui namanya. Bagaimana caranya supaya kita dapat menemukannya? Terlebih dulu kita harus tahu semua ciri-ciri yang seharusnya ada pada buku itu. Buku yang diwahyukan Allah, pasti ada ciri-cirinya, ada beberapa persyaratannya. Berdasarkan ciri-ciri itu, kita dapat menetapkan bahwa buku itu berasal dari Allah.

EMPAT SYARAT

Di bawah ini saya paparkan beberapa pernyataan. Kalau ada satu buku yang ditulis oleh Allah, tentunya buku ini menyebut-nyebut diri Allah. Dia mau supaya Anda tahu, bahwa buku ini berasal dari-Nya, pengarang buku ini adalah Allah. Ini adalah syarat pertama. Kedua, standar moral dalam buku ini harus lebih tinggi daripada standar umum manusia. Kalau buku ini suatu tiruan/palsu, maka standar moralnya pasti lebih rendah, atau paling tinggi sama dengan standar manusia umumnya. Ketiga, kalau buku ini ditulis oleh Allah, buku ini pasti memberi tahu kita bagaimana masa lampau dunia dan alam semesta, bagaimana masa depan dunia dan alam semesta ini. Karena hanya Allah yang tahu jelas apa yang terjadi di masa lampau dan apa yang akan terjadi kelak, ini juga suatu bukti bagi kita bahwa Dia adalah Allah. Keempat, buku ini pasti juga sangat sederhana, sehingga kita mudah memahaminya, juga buku ini sangat populer, sehingga semua orang dapat memperoleh dan membacanya. Kalau di dunia ini hanya ada satu jilid buku semacam ini, tentu hanya sedikit orang yang dapat melihatnya dan tidak dapat dilihat semua orang, ini tidak cukup syarat. Di Amerika Serikat ada sekelompok orang yang mengaku memiliki sejilid buku yang jatuh dari langit, dari Allah. Buku itu terukir dengan emas dan hanya berisi dua belas halaman. Buku semacam itu tentu tidak dapat diperoleh oleh orang-orang di tempat lain. Allah tidak mungkin menulis suatu buku yang tidak dapat kita lihat dan baca.

Kini persoalannya menjadi lebih jelas dan sederhana. Mari kita paparkan keempat syarat itu:

1) Kalau buku itu diwahyukan oleh Allah, tentu buku ini memberi tahu kita dengan jelas bahwa pengarangnya adalah Allah.

2) Buku itu tentu memiliki standar moral yang lebih tinggi daripada standar manusia.

3) Buku itu tentu memuat uraian yang rinci tentang masa lampau dan masa depan alam semesta.

4) Buku itu tentu sangat umum, mudah diperoleh.

Mari kita ambil beberapa buku yang dipandang penting oleh manusia umumnya dan memeriksanya dengan keempat syarat yang kita paparkan di atas.

BUKU-BUKU YANG BAIK

Tentu kita tidak akan membahas buku-buku yang tidak baik. Di antara buku-buku yang baik dari kalangan tertentu, begitu kita melihatnya, atas syarat pertama saja sudah tidak bisa lewat, di dalamnya tidak ada satu bagian pun yang menyatakan bahwa buku tersebut diilhamkan oleh Allah. Memang, standar moralnya cukup tinggi, tetapi terhadap asalusul manusia, asal usul dunia dan alam semesta tidak disebutkan, demikian pula bagaimana kelak tidak dikatakan. Saya tidak mengatakan bahwa buku-buku itu tidak berharga, tetapi buku-buku itu tidak memenuhi syarat yang seharusnya ada, buku-buku itu bukan buku yang sedang kita cari.

Atau kita ambil lagi banyak buku karangan orang-orang ternama. Segera pula kita ketahui, terhadap syarat pertama, juga tidak bisa lewat. Dengan jelas di buku-buku tersebut dicantumkan siapa pengarangnya. Anda boleh menganggapnya sebagai buku yang berstandar moral tinggi di dunia, atau buku ilmu pengetahuan yang tersohor di dunia, tetapi Anda tidak dapat mengatakan bahwa buku tersebut karangan Allah, jelas bukan buku yang di dalamnya Allah mewahyukan diri-Nya sendiri. Buku-buku tersebut juga har us kita kesampingkan, dan kita meneruskan pencarian kita.

Atau kita juga menemukan beberapa buku dari aliran kepercayaan tertentu di daerah Asia yang cukup besar pengaruhnya pada kelompok tertentu, tetapi buku-buku itu tidak pernah mengatakan bahwa ia berasal dari Allah, bahkan standar moral di dalamnya juga umum.

Juga kita menemukan satu kitab dari satu agama tertentu, yang mengatakan bahwa ia berasal dari Allah, syarat pertama memang dapat ia lewati. Tetapi terhadap syarat kedua, kita tidak dapat membiarkan dia lewat, karena standar moral di dalam kitab itu sangat rendah. Surga yang disebutkan dalam kitab itu penuh dengan nafsu daging dan nafsu manusia. Jika buku itu ditulis oleh Allah, tidak mungkin penuh dengan nafsu daging dan nafsu manusia, ini juga tidak bisa lewat.

SATU-SATUNYA BUKU YANG MEMENUHI KEEMPAT SYARAT

Setelah meneliti semua buku, akhirnya Anda hanya dapat menemukan sebuah buku, yaitu Alkitab. Kalau Allah senang berhubungan dengan manusia, dan memakai tulisan untuk berhubungan dengan manusia, maka Anda hanya dapat menemukan satu buku ini yang dapat memenuhi keempat syarat di atas, ini menyatakan buku ini adalah satusatunya buku yang diwahyukan oleh Allah bagi manusia.

Apa yang dikatakan Alkitab? Dalam kitab Taurat Perjanjian Lama, ada lima ratus kali lebih perkataan, “demikianlah firman Tuhan”. Kitab-kitab lainnya dalam Perjanjian Lama mengulang frase itu lebih dari tujuh ratus kali. Hanya dalam Perjanjian Lama saja sudah ada lebih dari seribu dua ratus kali kata-kata “demikianlah firman Tuhan”. Ditambah dalam Perjanjian Baru kata-kata “demikianlah firman Tuhan” itu tercatat lebih dari dua ribu kali. Terlebih dulu jangan mengatakan alasannya, lihatlah fakta ini. Buku ini dengan tegas terus mengatakan, “demikianlah firman Tuhan” sebanyak lebih dari dua ribu kali. Kalau Allah tidak mau berhubungan dengan manusia, maka buku ini boleh kita kesampingkan. Akan tetapi, kalau Ia memang berkomunikasi dengan manusia lewat tulisan, buku itu pasti sangat besar nilainya. Dapatkah Anda menemukan buku lain yang demikian sering mengatakan bahwa ini adalah perkataan Allah?

Kita perlu melihat apakah Alkitab memenuhi syarat kedua, yaitu bagaimana standar moralnya. Ya, setiap orang yang telah mempelajari Alkitab mengakui bahwa Alkitab mengandung standar moral paling tinggi. Dosa-dosa orang paling terhormat pun dicatat tanpa pandang bulu, disebutkan dosanya. Pernah ada seseorang yang selalu menulis artikel-artikel menentang Alkitab. Suatu hari anaknya bertanya kepadanya, “Mengapa ayah begitu keras menentang Alkitab?” Jawabnya, “Kalau ayah tidak menentangnya, buku itu akan menentang ayah.” Ya, Alkitab tidak membiarkan kita lewat begitu saja. Menurut manusia, semua persetubuhan di luar pernikahan adalah perzinaan. Namun Alkitab mengatakan, pikiran kotor pun sudah termasuk perzinaan. Manusia mengatakan, tindakan menghilangkan nyawa orang sebagai pembunuhan, dan orang yang membunuh orang lain akan dihukum, tetapi Alkitab mengatakan, siapa yang membenci saudaranya berarti sudah membunuhnya. Menurut manusia, orang yang membiarkan musuhnya pergi tanpa membalas dendam kepadanya sudah cukup baik, tetapi Alkitab mengatakan, kasihilah musuhmu. Lihatlah betapa tinggi standar moralnya, kita di hadapannya tersingkap betapa najis, sehingga tidak tahan berdiri. Ya, Anda mau tidak mau harus mengakui bahwa Alkitab membentangkan standar moral yang paling tinggi.

MEMBICARAKAN MASA LAMPAU DAN KELAK

Selanjutnya, Alkitab juga menguraikan secara rinci masa lampau dan masa depan alam semesta. Suatu kali, seorang sahabat memberi tahu saya bahwa ia dapat mempercayai segala yang dikatakan Alkitab, kecuali Kitab Kejadian dan Kitab Wahyu, yang membicarakan asal-usul dan kesudahan langit dan bumi. Saya katakan kepadanya, kalau Alkitab memang buku yang berasal dari Allah, Alkitab harus memuat hal-hal itu. Kalau Alkitab tidak memuat Kitab Kejadian dan Wahyu, kita terpaksa mencari buku lain, karena Alkitab tidak memenuhi syarat sebagai buku yang kita cari. Namun, semuanya ada di dalam Alkitab. Jadi, syarat ketiga pun terpenuhi.

SETIAP TAHUN LEBIH DARI DUA RATUS JUTA ALKITAB TERJUAL

Bagaimanakah keadaan penyebaran Alkitab? Pada tahun 1935, lebih dari dua ratus lima puluh juta jilid Alkitab terjual. Dapatkah Anda menyebutkan buku lain dengan tingkat penjualan yang setinggi itu dalam waktu satu tahun? Tidak hanya tahun tersebut, beberapa tahun berselang, jumlah Alkitab yang terjual rata-rata tetap tinggi. Di satu pihak, buku itu sangat populer dan disambut oleh banyak orang, di pihak lain, Alkitab seperti duri di dalam tangan Anda, yang menyakiti Anda. Alkitab ini dapat memusingkan manusia. Di dalam Alkitab ada suatu benda yang ajaib, yang menimbulkan kegelisahan yang tak terkatakan di batin manusia, bahkan membuat manusia menentangnya. Walaupun demikian, tingkat penjualan tahunannya tetap melampaui dua ratus lima puluh juta.

Selanjutnya, Alkitab telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 720 bahasa. Di setiap negara dan di antara suku-suku bangsa, terdapat terjemahan buku yang unik ini. Tiap orang bisa dengan sangat mudah memperoleh Alkitab di mana pun di dunia.

KITAB YANG LENGKAP

Bukan itu saja, Alkitab terdiri dari 66 kitab dan terbagi menjadi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Alkitab ditulis oleh lebih dari 30 orang. Jangka waktu penulisan kitab pertama sampai kitab terakhir, lebih dari seribu enam ratus tahun. Tempat penulisannya berbeda-beda. Beberapa kitab ditulis di Babel, ada yang ditulis di Italia, ada yang di Asia Kecil, yang lain di Laut Tengah. Pula, para penulisnya memiliki latar belakang berbeda-beda. Ada yang ahli hukum, ada yang nelayan, ada raja-raja, ada gembala. Semua tulisan orang-orang yang berlatar belakang, bahasa, lingkungan berbeda-beda, satu waktu yang begitu lama dan juga berbeda-beda itu digabungkan menjadi satu. Ajaib sekali, semua itu merupakan satu buku yang lengkap.

Orang yang pernah menyusun tulisan-tulisan orang lain, tahu bahwa untuk menyusun beberapa artikel dari beberapa orang penulis, penulisnya perlu memiliki tingkat akademis yang cukup dan sudut pandang yang tidak begitu berbeda. Bahkan walaupun standar akademis dan sudut pandang mereka serupa, masih saja terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka. Tetapi, Alkitab dengan isinya yang kompleks/beragam, ada sejarah, ada mazmur, ada hukum, ada nubuat, ada riwayat, ada ajaran, juga ditulis oleh begitu banyak orang dengan status yang berbeda, pada masa yang berbeda-beda, pada tempat yang berbeda dan terpisah jauh, begitu digabungkan bersama, ajaib sekali, dari depan sampai belakang merupakan satu buku yang sealur, sedikit pun tidak ada pertentangan padanya, mutlak satu alur.

PENGATURAN TANGAN ALLAH

Kalau Anda membaca Alkitab dengan teliti, Anda tidak dapat tidak mengakui bahwa di balik semua tulisan itu ada tangan Allah yang mengaturnya. Lebih dari tiga puluh orang dari berbagai latar belakang dan pemikiran, pada jaman dan tempat yang berbeda pula, menulis 66 kitab dari Alkitab. Kini setelah digabungkan menjadi satu, dari awal sampai akhir, sealur, seolah-olah ditulis oleh satu orang. Kitab Kejadian ditulis kira-kira seribu lima ratus tahun sebelum Kristus, dan kitab Wahyu ditulis sembilan puluh lima tahun setelah Kristus. Di antaranya ada selang waktu sekitar seribu enam ratus tahun. Yang satu mengisahkan masa permulaan, sedang yang lain mengisahkan kesudahan dunia. Apa yang dimulai dalam Kitab Kejadian, diakhiri dalam Kitab Wahyu. Keadaan yang ajaib ini tidak dapat dijelaskan oleh manusia. Karena setiap kata di dalamnya ditulis oleh Allah melalui manusia. Allah menjadi Sang motivator, pengarah, di balik seluruh kitab itu.

KEHILANGAN NYAWA KARENA ALKITAB

Ada hal lain yang mengagumkan mengenai Alkitab. Alkitab itu adalah buku yang memberi hidup. Akan tetapi, juga tidak terhitung banyaknya orang yang kehilangan nyawa karena Alkitab. Pernah ada sejangka waktu, orang-orang yang menyimpan, memiliki Alkitab, pasti dibunuh, dihukum mati. Kekaisaran yang paling berkuasa dalam sejarah adalah kekaisaran Romawi. Suatu masa, kaisar Romawi mengerahkan seluruh pasukannya untuk menghancurkan Alkitab, ingin melenyapkan Alkitab. Setiap orang yang memiliki Alkitab dianiaya secara tidak berperikemanusiaan, dan terakhir, dibunuh atau dibakar hidup-hidup. Tak terhitung banyaknya orang yang telah mereka bunuh, tak terhitung banyaknya Alkitab yang telah mereka bakar. Mereka mendirikan satu tugu yang besar di tempat mereka membunuhi orang-orang Kristen, dan di atasnya ditulis: “Di sini terkubur kekristenan”. Pikir mereka, bila mereka telah membakar semua Alkitab dan menyingkirkan semua orang Kristen, kekristenan akan tergeletak di sini. Namun, lihatlah! Tidak lama kemudian, Alkitab muncul lagi. Bahkan di negara seperti Inggris, yang telah menerima agama Kristen sebagai agama nasionalnya, di banyak tempat Anda masih dapat menemukan kuburan yang bertuliskan siapa-siapa yang dikubur dan bagaimana orang-orang ini mati terbunuh karena Kristus. Di sana sini dapat Anda temukan tempat-tempat yang pernah dipakai sebagai tempat pembakaran Alkitab. Atau Anda dapat mengunjungi makam orang-orang yang berketerangan, siapa nama orang ini, bahwa orang ini telah berusaha keras dan menulis banyak buku untuk menentang Alkitab seumur hidupnya. Tertulis pula tempat-tempat di mana Alkitab dibakar, tempat-tempat pembunuhan orang-orang Kristen. Anda juga dapat menjumpai batu prasasti yang bertuliskan, tahun anu, bulan anu, hari anu, orang-orang (disebutkan namanya) telah membakar Alkitab dan membunuh orang-orang Kristen di sini.

Lihatlah, mengapa begitu banyak orang telah mengeluarkan begitu banyak tenaga, berusaha keras menentang Alkitab? Mengapa orang-orang membiarkan buku-buku yang lain; tetapi terhadap Alkitab, kalau Anda tidak menentangnya, dan dengan segala daya berusaha menyerangnya, maka Anda akan dengan rela bahkan menyerahkan nyawa Anda yang berharga untuknya? Bagaimanapun, di sini ada sesuatu yang luar biasa. Kalaupun Anda tidak percaya Alkitab adalah firman Allah, Anda tetap harus mengakui bahwa buku ini berbeda dengan yang lain, bukan buku biasa.

ALKITAB TIDAK AKAN MELEPASKAN ANDA

Alkitab nampaknya sangat sederhana dan mudah. Kalau Anda mempertimbangkannya dari segi sejarah, Alkitab hanya mengisahkan asal usul alam semesta, bumi, tumbuhtumbuhan, manusia, bagaimana mereka mendirikan kerajaan dan bagaimana kesudahan mereka, hanya itu. Tidak ada yang istimewa mengenai Alkitab. Akan tetapi, Alkitab telah disampaikan dari satu generasi ke generasi lainnya selama berabad-abad. Hari ini, Alkitab masih ada di hadapan kita. Bahkan, kalau Anda tidak mengakui kitab ini, Anda harus mengatakan ini salah. Terhadap banyak buku lainnya, Anda boleh dan bisa acuh tak acuh, tetapi Alkitab tidak dapat Anda abaikan. Alkitab juga tidak akan membiarkan Anda lewat; ia akan selalu mencari Anda, menuntut suatu ketegasan dari Anda. Alkitab tidak akan membiarkan Anda lewat.

PENGGENAPAN NUBUAT

Hal lain yang mengagumkan tentang Alkitab adalah bahwa hampir setengah dari isinya berupa nubuat. Di antara nubuat-nubuat itu, hampir setengahnya telah terpenuhi, telah lalu. Bagian lainnya menyinggung masa kelak, menunggu digenapi. Misalnya, Alkitab menubuatkan bagaimana nasib bangsa-bangsa Moab dan Amon, bagaimana tentang kota Tirus dan Sidon. Sidon dan Tirus adalah dua kota besar dan ternama di masa lampau. Nubuat tentang kedua kota itu sudah tergenapi. Ketika saya ke Timur Tengah, karena beberapa hal, saya tidak sempat melihat kedua kota itu. Namun, saya membeli beberapa gambar kota-kota itu. Ketika saya melihat gambar-gambar itu, saya terkejut, dan membuat saya mau tak mau lebih mempercayai Alkitab. Di Alkitab dinubuatkan bahwa kalau kedua kota besar dan ternama itu tidak bertobat, mereka akan dihancurkan dan dibinasakan. Tanahnya akan menjadi timbunan batu, dan pasir tempat para nelayan menjemur jala mereka. Dalam gambar-gambar yang saya beli itu, tidak ada gambar benda lain, kecuali perahu penangkap ikan dan jala-jala yang terbuka dijemur di pesisir. Ini hanya satu fakta kecil yang membuktikan kebenaran dalam nubuat Alkitab.

Alkitab juga menyebut satu raja, pada suatu hari Allah melalui seorang nabi berkata kepadanya bahwa ia akan dibuang ke Babel. Kemudian seorang nabi lain mengatakan kepada raja itu bahwa ia tidak akan melihat Babel. Pikirnya, karena ia tidak akan melihat tanah itu, tentu ia tidak dibuang ke sana, dan ia merasa tenang. Siapa tahu, suatu hari datanglah raja Babel mengepung dan mengalahkan kota itu. raja itu ditawan dan dibuang ke Babel! Namun, sebelum ia dibuang, matanya dicungkil dulu. Ia benar-benar dibuang ke Babel tanpa melihat tanah itu, dan nubuat itu tergenapi dengan tepat. Kalau Anda membandingkan peristiwa-peristiwa masa lalu dengan nubuat-nubuat dalam Alkitab, akan Anda temukan bahwa semuanya itu adalah nubuat yang telah digenapi. Misalnya lagi, kelahiran Kristus. Ini telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya beberapa ratus tahun sebelum Kristus lahir bahwa “seorang anak dara akan mengandung dan melahirkan seorang anak”. Kemudian, Ia benar-benar lahir dari seorang anak dara, Maria. Nubuat ini tergenapi dengan tepat. Sebagaimana nubuat-nubuat tentang masa lalu tergenapi, begitu pula dengan nubuat-nubuat tentang masa yang akan datang, pasti satu per satu segera tergenapi.

TELAH MENEMUKAN BUKU ITU

Telah kita lihat, kalau Allah mau berhubungan dengan manusia, Ia harus melakukannya melalui saluran komunikasi yang umum dipakai manusia, Ia harus memakai bahasa manusia. Dengan kata lain, di dunia ini harus ada buku yang merupakan wahyu langsung dari Allah. Kalau buku semacam ini ada, ia harus memenuhi empat syarat yang kita paparkan di depan. Dan sekarang, kita dapat mengatakan bahwa buku ini telah kita temukan. Buku ini memberi tahu kita, bahwa Allah senang berhubungan dengan kita, Ia berbicara kepada kita melalui buku ini. Melalui buku ini, Allah tidak lagi menjadi Allah yang tidak dikenal. Kini kita dapat mengenal-Nya. Buku ini adalah Alkitab! Saya harap Anda sekalian membaca buku ini.