Daftar isi Markus (3) · Berita Kelima Puluh Empat · bab 9/25

Berita Kelima Puluh Empat

KEHIDUPAN YANG SEPENUHNYA SESUAI DENGAN DAN BAGI EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (3)

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 10-11; 9:1-9; Kis. 21:18-24

SUBSTANSI EKONOMI

PERJANJIAN BARU ALLAH

Dalam berita sebelumnya kita menunjukkan suatu perbedaan penting antara Surat Yakobus dengan Injil Markus. Dalam Surat Yakobus kita tampak suatu kehidupan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dalam Injil Markus, kita tampak suatu kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Sebenarnya, kehidupan yang disajikan dalam Injil Markus adalah realitas, substansi, dan pola dari ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Mungkin Anda heran, apa dasarnya mengatakan bahwa dalam Injil Markus kita tampak kehidupan yang adalah substansi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Kita mengatakan hal ini karena kehidupan yang diperhidupkan Tuhan Yesus adalah ekspresi Allah. Menurut Injil Markus, tidak ada petunjuk bahwa Tuhan Yesus hanya hidup untuk menaati hukum Taurat, bahwa Dia melakukan hal-hal tertentu karena hal-hal itu diminta oleh hukum Taurat. Selain itu, Injil Markus tidak menunjukkan bahwa Tuhan Yesus hanya menempuh hidup yang baik. Lalu bagaimana Tuhan Yesus menempuh hidup? Tuhan Yesus memperhidupkan Allah, dan Dia mengekspresikan Allah. Apa saja yang Dia lakukan adalah perbuatan Allah dari dalam Dia dan melalui Dia. Ini berarti semua yang Tuhan Yesus lakukan bukan hanya menaati hukum Taurat atau melakukan yang baik dalam hal etika. Tuhan Yesus memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Dia dalam segala hal yang Dia katakan dan lakukan.

HIDUP DALAM KERAJAAN ALLAH

Saya dapat meyakinkan Anda bahwa tidak pernah ada kehidupan seseorang seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Biografi dari seseorang mungkin menunjukkan bahwa mereka baik atau mereka berusaha menaati hukum Taurat Allah. Tetapi Tuhan Yesus adalah satu-satunya Orang yang sepenuhnya memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah. Tentunya, Tuhan tidak pernah melanggar hukum Taurat, dan Dia tidak pernah melakukan suatu kesalahan. Walaupun demikian, hal penting mengenai kehidupan-Nya bukanlah soal Dia menaati hukum Taurat atau Dia melakukan yang baik. Butir yang paling penting ialah Dia memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah. Kehidupan Tuhan bukanlah dalam kerajaan yang menaati hukum Taurat atau kerajaan yang berbuat baik. Dia mutlak hidup dalam kerajaan yang lain, Kerajaan Allah.

Apakah Anda hidup dalam Kerajaan Allah? Kita boleh saja mengatakan bahwa kita hidup dalam Kerajaan Allah, tetapi pada praktiknya kita mungkin hidup dalam alam yang lain hari demi hari. Kita tidak hidup dalam Kerajaan Allah, malah hidup dalam kerajaan hukum Taurat, etika, atau moralitas. Sepanjang abad, banyak orang beriman telah hidup dalam kerajaan-kerajaan ini dan tidak hidup dalam Kerajaan Allah.

Terutama sejak zaman John Wesley, orang Kristen sering membicarakan masalah kekudusan. Beberapa orang menganggap kekudusan adalah kesempurnaan tanpa dosa. Yang lain menganggap bahwa kekudusan berkaitan dengan peraturan mengenai hal-hal seperti cara berpakaian. Peraturan-peraturan seperti ini bukan berada dalam Kerajaan Allah, melainkan milik kerajaan lain, mungkin kerajaan kebaikan.

Mereka yang hidup dalam Kerajaan Allah memiliki Allah sebagai hayat mereka, dan mereka memperhidupkan Allah. Allah hidup dalam mereka, melalui mereka, dan tampil dari mereka. Hasilnya, mereka menempuh hidup yang mengekspresikan Allah sendiri. Allah adalah kekudusan, moralitas, dan etika yang sejati. Karena itu, memiliki Allah sebagai hayat dan memperhidupkan Dia adalah menempuh hidup yang lebih tinggi daripada etika atau moralitas manusia.

KEHIDUPAN YANG MENGHASILKAN TUBUH KRISTUS

Hanya kehidupan yang memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Dia yang menghasilkan Tubuh Kristus. Kehidupan yang lain selalu merusak Tubuh. Sepanjang sejarah, gereja telah terbagi-bagi bukan oleh hal-hal yang jahat, tetapi terutama oleh hal-hal baik yang bukan diri Allah sendiri. Jika semua orang Kristen hanya memperhatikan Allah saja, memiliki Dia sebagai hayat dan memperhidupkan Dia, tidak akan ada perpecahan di antara kaum beriman.

Alasan tidak ada perpecahan jika kita semua hanya memperhatikan Allah sendiri adalah karena Allah itu esa. Dalam Efesus 4:4-6 Paulus membicarakan satu Tubuh, satu Roh, satu Tuhan, dan satu Allah dan Bapa. Jika kita tampak keesaan dalam Efesus 4, kita akan tahu bagaimana menjaga keesaan Tubuh Kristus. Keesaan yang sesungguhnya adalah Allah Tritunggal itu sendiri. Jika kita memiliki Allah sebagai kekudusan, kebenaran, dan segala sesuatu kita, tidak akan ada perpecahan di antara kita. Namun, jika kita memiliki sesuatu yang lain dari Allah, akan ada perpecahan. Sesuatu yang kita miliki selain dari Allah sendiri adalah faktor perpecahan.

Maksud Allah dalam pemulihan-Nya adalah membawa kita kembali kepada ekonomi Perjanjian Baru-Nya. Pola dari ekonomi Perjanjian Baru Allah terdapat dalam kehidupan Tuhan Yesus, sebagaimana disajikan dalam Injil Markus. Bahkan tulisan-tulisan Paulus pun tidak menyajikan kepada kita satu pola yang sempurna, karena sedikitnya satu kali Paulus sendiri disimpangkan dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Karena itu, bahkan Paulus pun bukanlah satu pola yang sempurna dari ekonomi Allah.

YAKOBUS DAN KESEMPURNAAN KRISTIANI

Dalam Kisah Para Rasul 21 kita tampak suatu situasi di mana Paulus disimpangkan dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dia diyakinkan oleh beberapa orang di Yerusalem untuk kembali kepada hukum Taurat dan memenuhi beberapa tuntutan hukum Taurat. Hal ini terjadi setelah Paulus menulis Surat Kiriman kepada kaum beriman di Roma dan Galatia. Dalam Surat-surat Kiriman itu Paulus berbicara dengan kuat melawan berlanjutnya pemeliharaan hukum Taurat seperti dalam Perjanjian Lama.

Setelah menulis kitab-kitab itu, Paulus pergi ke Yerusalem untuk kali terakhir. Kisah Para Rasul 21:18 mengatakan bahwa Paulus pergi “mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ”. Menurut ayat 20, mereka berkata kepada Paulus “beribu-ribu orang Yahudi telah percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.” Tetapi mereka mendengar bahwa Paulus “mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat-istiadat kita” (ayat 21). Kemudian Yakobus dan yang lainnya memberi Paulus nasihat ini: “Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar. Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah upacara penyucian diri bersama-sama dengan mereka dan tanggung-lah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat” (ayat 23-24).

Kisah Para Rasul 21:18 tidak mengatakan bahwa Paulus pergi untuk mengunjungi para penatua dan Yakobus hadir. Ayat ini mengatakan bahwa Paulus mengunjungi Yakobus dan para penatua hadir. Hal ini menunjukkan bahwa Yakobus adalah tokoh pusat di gereja di Yerusalem dan dia memiliki pengaruh yang kuat.

Bagaimana Yakobus dapat menjadi begitu kuat dan berpengaruh di antara kaum beriman? Mungkin karena dia begitu saleh dan beribadah, dan dia menekankan praktik kristiani yang sempurna. Tidak ada yang menarik orang melebihi kesempurnaan seseorang. Bahkan orang yang rohani seperti Paulus pun tidak begitu menarik seperti Yakobus dalam hal ini. Jika Yakobus ada bersama kita hari ini, tidak diragukan kita pun akan tertarik oleh kesempurnaan kristianinya.

Sebagai suatu ilustrasi bagaimana orang tertarik pada apa yang mereka anggap sempurna, izinkan saya menceritakan sesuatu yang dikatakan oleh Saudara Watchman Nee kepada saya pada tahun 1932. Saudara Watchman Nee membiarkan rambutnya sedikit lebih panjang daripada orang-orang China pada waktu itu. Suatu hari dia berkata kepada saya, “Saudara Lee, seandainya aku memotong ram-buku sedikit lebih pendek, maka akan lebih banyak orang yang menerima ministriku.” Karena orang-orang China pada saat itu sangat konservatif, mereka tidak mau menerima apa pun yang mereka anggap modern. Bagi mereka, seorang satria harus memiliki rambut yang cukup pendek. Sebagian orang akan terbuka untuk menerima ministri Saudara Nee jika dalam hal ini Saudara Nee memenuhi standar kesempurnaan mereka.

Orang Kristen akan dengan mudah tertarik kepada mereka yang terlihat mempraktikkan kesempurnaan kristiani. Sebagai contoh, misalkan seorang saudara bersikap sabar, rendah hati, dan lemah lembut, dan selalu berbicara dengan ramah dan menyenangkan. Tidakkah Anda akan tertarik kepadanya? Bukankah Anda mudah dipengaruhi olehnya? Saya menggunakan hal ini sebagai suatu ilustrasi untuk menunjukkan bagaimana orang ditarik oleh kesempurnaan.

Jika kita tampak bahwa kesempurnaan menarik orang, kita akan dapat memahami pengaruh sifat Yakobus di Yerusalem. Yakobus adalah orang yang beribadah, benar, dan dalam tingkat tertentu, kudus. Dia jelas memiliki kadar kesempurnaan praktik kristiani. Namun, pada Yakobus kita tidak melihat kehidupan dari orang yang hidup dalam Kerajaan Allah.

SESEORANG YANG MEMPERHIDUPKAN ALLAH DAN MENGEKSPRESIKAN DIA

Dalam seluruh Perjanjian Baru hanya ada satu orang yang hidup sepenuhnya, seluruhnya, dan secara mutlak berdasarkan ekonomi Perjanjian Baru Allah, dan Orang ini adalah Tuhan Yesus.

Ketika saya masih muda, saya diajarkan untuk mengambil Tuhan Yesus sebagai teladan saya dan mengikuti Dia. Sampai tingkat tertentu, saya mengajar yang lain untuk melakukan hal yang sama. Namun, selama bertahun-tahun saya tidak paham bagaimana kita dapat mengambil Yesus sebagai teladan kita dan mengikuti Dia. Tahukah Anda bagaimana mengambil Yesus sebagai teladan Anda? Tahukah Anda bagaimana mengikuti Dia? Ketika saya bertanya kepada guru dan pendeta Kristen tertentu mengenai hal ini, mereka menunjukkan bahwa Tuhan Yesus begitu lembut dan Dia tidak pernah marah.

Akhirnya saya belajar melalui membaca Kitab Suci bahwa sekurang-kurangnya pada satu kesempatan Tuhan Yesus pernah marah. Itu adalah kesempatan ketika “Di halaman bait Allah didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Allah dengan semua domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya” (Yoh. 2:14-15). Ini membuat saya mempertanyakan apa yang telah diajarkan kepada saya tentang mengikuti Tuhan Yesus. Saya mulai kehilangan kepercayaan saya dalam apa yang sekarang saya kenal, sebagai pemahaman dan pengajaran alamiah mengenai mengambil Yesus sebagai teladan kita.

Dalam Injil Markus kita tampak bahwa Tuhan Yesus tidak menempuh hidup hanya berdasarkan moralitas manusia atau memelihara hukum Taurat. Sebaliknya, Dia memperhidupkan Allah Bapa sebagai hayat-Nya. Kehidupan semacam ini jauh lebih unggul daripada suatu kehidupan yang memperhidupkan hukum Taurat atau moralitas manusia.

Keinginan Allah adalah Dia terekspresi dari dalam diri kita. Ia tidak ingin melihat kita hanya menempuh hidup yang bermoral atau hidup berdasarkan hukum Taurat. Dia ingin melihat diri-Nya sendiri terekspresi dari dalam diri kita ketika kita mengambil Dia sebagai hayat kita dan memperhidupkan Dia. Dalam Injil Markus kita memiliki gambaran suatu kehidupan yang tidak berdasarkan hukum Taurat atau hanya berdasarkan moralitas, melainkan memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah.

Dalam berita yang akan datang kita akan melihat bahwa sebagai Orang yang memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah, Tuhan Yesus memiliki Allah Bapa sebagai esens ilahi batin-Nya, dan Allah Roh di luaran sebagai kekuatan-Nya. Karena itu, Dia menempuh hidup berdasarkan esens ilahi-Nya yang ada di dalam diri-Nya dan berdasarkan kekuatan ilahi yang ada di atas diri-Nya. Ini berarti, Dia menempuh kehidupan Allah. Kehidupan semacam ini diwahyukan dalam Injil Markus.

Selama hidup-Nya di bumi, Tuhan Yesus menempuh kehidupan Allah. Pada-Nya, hal-hal dari Perjanjian Lama telah berlalu. Kehidupan-Nya mutlak baru, karena Dia memiliki Allah Bapa di dalam-Nya dan Allah Roh di atas-Nya. Karena itu, kehidupan-Nya mutlak berkaitan dengan Allah sendiri dan sepenuhnya sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Haleluya untuk kehidupan yang sedemikian ini! Kehidupan ini adalah realitas, substansi, dan pola dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Inilah kehidupan yang menghasilkan anggota-anggota Kristus untuk membentuk Tubuh-Nya yang mengekspresikan Allah Tritunggal.