← Daftar isi Markus (2) · bab 7/25

KEHIDUPAN YANG SEPENUHNYA SESUAI DENGAN DAN BAGI EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (1)

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1,9-11, 14-15; 9:2-9; 16:14-20

Dari berita ini kita memulai seri berita-berita tambahan pada Pelajaran-Hayat Injil Markus. Berita-berita ini akan mempersekutukan kehidupan Hamba-Penyelamat adalah kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Dalam Injil Markus kita nampak seorang Manusia-Allah, yang kehidupan-Nya sepenuhnya sesuai dengan dan bagi eko-nomi Perjanjian Baru Allah. Jika kita ingin memahami ke-hidupan ini, kita harus mengenal apakah ekonomi Perjanji-an Baru Allah itu. Dengan kata lain, perlu seluruh Perjanjian Baru untuk menjelaskan kehidupan yang Tuhan Yesus tem-puh. Ini berarti untuk mendefinisikan Injil Markus diperlu-kan dua puluh enam kitab lainnya dalam Perjanjian Baru. Jika kita membuat studi yang menyeluruh tentang Perjan-jian Baru dengan penekanan pada ekonomi Allah, kita akan nampak bahwa tidak ada cacat, kekurangan, atau kelemahan dalam kehidupan Tuhan Yesus. Kehidupan yang Dia tempuh sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Allah. Dalam kehidupan-Nya tidak ada yang bertentangan dengan ekonomi ini.

Meskipun kita mungkin menyukai Injil Yohanes dan Injil Matius, dalam kedua Injil itu tidak ada biografi yang leng-kap mengenai kehidupan Tuhan. Biografi yang lengkap ini di-sajikan dalam urutan menurut sejarah dalam Injil Markus. Dalam Injil ini kita memiliki catatan yang lengkap akan ke-hidupan Tuhan Yesus, yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dikatakan dari segi ekonomi Allah, kehidupan ini tidak ada kekurangan apa pun.

Injil Markus adalah dasar Injil Matius, Yohanes, dan bahkan Lukas, karena Injil Markus adalah biografi kehi-dupan Tuhan Yesus yang disusun berdasarkan urutan seja-rah. Jika kita ingin memahami hal tertentu dalam Injil lain, kita perlu kembali kepada Injil Markus.

Pada butir ini saya ingin Anda memperhatikan bagan yang terlampir dalam berita ini. Pada bagan ini kita dapat melihat bagaimana dalam Injil Markus catatan seumur hidup Tuhan maju setahap demi setahap sampai kita tiba pada bagian yang paling tinggi (puncak). Kemudian kita dibawa ke dalam kematian Tuhan yang almuhit dan ke-bangkitan-Nya yang ajaib sehingga kita dapat menikmati Dia sebagai pengganti kita. Hasil dari mengambil Kristus sebagai pengganti kita adalah manusia baru. Manusia baru ini adalah realitas Kerajaan Allah, yang mula-mula mengha-silkan gereja, kemudian Kerajaan Seribu Tahun, dan ram-pung akhir dalam Yerusalem Baru.

Meskipun Injil Markus pendek, tetapi almuhit. Injil ini berisi semua faktor dari Perjanjian Baru. Faktor-faktor ini adalah unsur kehidupan Hamba-Penyelamat, kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah.

HIDUP DALAM ZAMAN YANG BARU

Sebagai Orang yang hidup sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, Tuhan Yesus hidup dalam zaman yang baru, setelah mengakhiri zaman yang lama. Hal ini dengan jelas diwahyukan dan digambarkan dalam pasal 1 (1:1-8). Yohanes Pembaptis dilahirkan sebagai imam Perjanjian Lama yang khas, tetapi dia tinggal di padang gurun dengan tidak berbudaya. Penampilan dan ma-kanannya sangat berbeda dengan penampilan dan makanan para imam. Pekerjaan Yohanes dan caranya berbicara juga tidak berbudaya. Ketika seseorang bertobat, Yohanes mema-sukkan orang itu ke dalam air, membaptis dia. Semua ini adalah suatu petunjuk bahwa zaman lama telah diakhiri. Ini adalah situasi dan atmosfer ketika Tuhan Yesus me-mulai ministri-Nya. Ini menunjukkan bahwa ministri-Nya sepenuhnya berada dalam zaman Perjanjian Baru. Karena itu, pada kehidupan-Nya kita tidak dapat menemukan apa pun dari zaman lama.

DIA DIKUBURKAN

Ketika Tuhan Yesus akan memulai ministri-Nya, Dia memberikan diri-Nya dikubur, dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (1:9-11). Dia tidak memiliki dosa atau keusangan, tetapi Dia masih belum dibaptis. Baptisan-Nya adalah suatu kesaksian kepada alam semesta bahwa Dia menolak diri-Nya sendiri, mengesampingkan diri-Nya sendiri untuk hidup berdasarkan Allah.

HIDUP DAN BERGERAK BERDASARKAN ROH KUDUS

Segera setelah dibaptis, Tuhan Yesus dipimpin oleh Roh Kudus ke padang gurun (1:12-13). Sejak saat itu, Dia memenuhi ministri-Nya dengan hidup, bergerak, dan bekerja dalam Roh Kudus.

Memberitakan Injil

Sebagai Orang yang hidup dan bergerak berdasarkan Roh Kudus, Tuhan Yesus memberitakan Injil (1:14-20). Dalam pemberitaan-Nya, Dia menaburkan Allah yang berinkarnasi sebagai benih bagi Kerajaan Allah. Dia menaburkan ke da-lam hati manusia suatu benih yang akan bertumbuh dan berkembang menjadi Kerajaan Allah.

Mengajarkan Kebenaran

Dalam Roh Kudus Tuhan Yesus mengajarkan kebenaran (1:21-22). Bagi Dia, mengajarkan kebenaran adalah menerangi kegelapan manusia dan menghilangkan kegelapan manusia.

Mengusir Setan

Tuhan Yesus juga mengusir setan (1:23-28). Pengusiran setan adalah untuk pengembangan Kerajaan Allah.

Menyembuhkan Orang Sakit

Dalam ministri-Nya, Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit (1:29-39). Menyembuhkan orang sakit adalah menghidupkan orang mati, membuat orang mati menjadi hidup.

Mentahirkan Orang Kusta

Menurut Injil Markus, Tuhan mentahirkan orang kusta (1:40-45). Mentahirkan orang kusta adalah menguduskan orang yang sudah dihidupkan kembali. Tuhan melakukan hal ini melalui mengampuni dosa-dosa, berpesta dengan orang dosa, menjadi sukacita mereka dalam kebenaran dan hayat, memuaskan mereka, dan membebaskan mereka.

Mengikat Iblis dan Merampas Kerajaannya

Ketika Tuhan Yesus melaksanakan pelayanan Injil sedemikian ini, Dia juga mengikat Iblis dan merampas kerajaannya. Iblis tidak ada tumpuan dalam Dia. Dalam 3:22-30 kita nampak bahwa Tuhan mengikat Iblis dan merampas rumahnya melalui Roh Kudus.

Menyangkal Hubungan Alamiah

Dalam 3:31-35 kita nampak bahwa Tuhan Yesus me-nyangkal hubungan alamiah. Dia tidak tinggal dalam hu-bungan alamiah, sebaliknya memilih berada dalam hubung-an hayat rohani. Itulah sebabnya Dia dapat mengatakan, “Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dialah sau-dara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan dan ibu-Ku” (3:35). Hubungan alamiah tidak memiliki tumpuan dalam kehi-dupan-Nya.

Ditolak dan Dibenci Dunia

Sebagai Orang yang hidup sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, Tuhan Yesus meng-alami penolakan dunia dan dibenci dunia. Dalam 6:1-6 Dia diremehkan oleh orang-orang Nazaret. Di mana-mana da-lam pasal ini kita nampak bahwa Dia ditolak oleh dunia.

Menyingkapkan Kondisi Jahat Batini Manusia

Dalam 7:1-23 Tuhan Yesus menyingkapkan kondisi ba-tin manusia, kondisi yang jahat dari hati manusia. Dia ber-kata, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang mena-jiskannya” (ayat 20). Kemudian Dia berbicara mengenai hal-hal yang jahat yang keluar dari dalam dan menajiskan manusia (ayat 21-23).

Menjadi Suplai Hayat bagi Para Pencari-Nya

Setelah menyingkapkan kondisi hati manusia, Tuhan Yesus menyajikan diri-Nya sebagai suplai hayat kepada para pencari-Nya (7:24-30). Dalam 7:27 Dia menunjuk diri-Nya sendiri sebagai roti bagi anak-anak, yaitu sebagai suplai hayat kita. Karena itu, Dia menyajikan diri-Nya sebagai roti hayat.

Menyembuhkan Organ-organ dari Orang yang Dihidupkan

Dalam 7:31-37 Tuhan Yesus menyembuhkan orang bisu dan tuli, dan dalam 8:22-26 Dia menyembuhkan orang yang buta. Dalam hal ini Tuhan menyembuhkan organ-organ yang khusus dari orang-orang yang dihidupkan oleh Dia.

Menjadi Pengganti yang Universal dan Menyeluruh

Melalui Kematian-Nya yang Almuhit danKebangkitan-Nya yang Ajaib

Dalam 8:27—9:13 Tuhan Yesus diwahyukan sebagai peng-ganti kita yang universal dan menyeluruh. Melalui kemati-an-Nya yang almuhit dan kebangkitan-Nya yang ajaib, kita dapat menerima Dia sebagai pengganti yang sedemikian.

Menggenapkan Kematian-Nya yang Almuhit

Injil Markus menyajikan Tuhan Yesus sebagai Orang yang menggenapkan kematian yang almuhit. Dalam kema-tian-Nya Dia menanggung dosa-dosa kita, menghukum do-sa, menyalibkan manusia lama, mengakhiri ciptaan lama, menghancurkan Iblis, menghakimi dunia, menghapuskan ketentuan-ketentuan, dan membebaskan hayat ilahi.

Masuk ke Dalam Kebangkitan-Nya yang Ajaib

Setelah Tuhan menggenapkan kematian almuhit ini, Dia masuk ke dalam kebangkitan-Nya yang ajaib. Dalam dan melalui kebangkitan-Nya Dia melahirkan kembali para pengikut-Nya dan menunaskan ciptaan baru.

Tetap Tinggal dalam Kenaikan-Nya yang Melampaui Segalanya

Setelah bangkit, “terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah” (16:19). Dia sekarang tinggal dalam kenaikan-Nya yang melampaui segalanya untuk melaksa-nakan apa yang Dia genapkan melalui kematian dan kebang-kitan-Nya.

Membawa Para Pengikut-Nya ke Dalam

Kematian-Nya dan Membawa Mereka ke Dalam

Kebangkitan-Nya untuk Menikmati Dia dalam

Kenaikan-Nya

Dalam berita-berita yang lalu kita telah menunjukkan dengan penuh penekanan bahwa Tuhan Yesus tidak masuk ke dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya seorang diri. Sebaliknya, Dia membawa para pengikut-Nya ke dalam kematian-Nya, dan kemudian Dia membawa mereka masuk ke dalam kebangkitan-Nya. Sebagai orang-orang yang di-bawa masuk ke dalam kebangkitan Tuhan, para pengikut-Nya sekarang dalam kenaikan-Nya dapat menikmati Dia sebagai hayat dan suplai hayat mereka, Tuhan atas segala sesuatu, Kristus Allah, Kepala dari segala sesuatu bagi ge-reja, Kepala Tubuh, Yang Dimuliakan, Yang duduk di takhta, Orang yang di atas segala sesuatu, dan Orang yang meme-nuhi semua dalam segala sesuatu.

Melahirkan Manusia Baru sebagai Realitas Kerajaan Allah

Melalui kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya, dan melalui membawa para pengikut-Nya ke dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan yang sedemikian, Tuhan Yesus telah melahirkan manusia baru sebagai realitas Kerajaan Allah. Mula-mula, manusia baru ini menghasilkan gereja. Kemudian, dalam zaman yang akan datang, manusia baru ini akan berkembang menjadi Kerajaan Seribu Tahun. Ak-hirnya, dalam langit dan bumi yang baru, manusia baru ini akan rampung sempurna dalam Yerusalem Baru. Hal ini akan menjadi nasib kekal kita, dan hal ini juga adalah kesimpulan Kitab Suci.

Injil Markus bukan hanya buku cerita. Injil ini berisi visi surgawi, visi yang seharusnya mengarahkan langkah kita, mengendalikan kehidupan kita, dan membawa kita ke dalam perampungan sempurna Allah. Visi ini mampu men-jaga kita dalam ekonomi Allah sehingga kita dapat menem-puh hidup gereja dengan tujuan mencapai Kerajaan Seribu Tahun dan Yerusalem Baru.

Visi sedemikian ini dari Allah akan selalu menuntun langkah-langkah kita dan mengendalikan kehidupan kita. Hal ini berlaku bahkan dalam Perjanjian Lama, di mana kita diberi tahu bahwa bila tidak ada wahyu, menjadi liar-lah rakyat (Ams. 29:18a). Di bawah visi surgawi ini kita dituntun kepada tujuan Allah, dan kehidupan kita dikenda-likan menurut ekonomi Allah.

Jika kita ingin mengenal kebenaran, kita perlu nampak visi ekonomi Allah. Saya dapat bersaksi bahwa bertahun-tahun yang lalu saya ditangkap oleh visi ini. Karena kita telah nampak hal ini, kita dapat maju terus meskipun ada penderitaan, fitnahan, dan segala jenis kesulitan.

Visi ini telah menjadi prinsip yang mengatur langkah-langkah kita dan mengarahkan jalan kita. Mengapa kita mengambil jalan Tuhan dalam pemulihan-Nya? Kita meng-ambil jalan ini karena kita telah ditangkap oleh visi ekono-mi Allah. Karena kita telah nampak visi ini, maka selama bertahun-tahun terang surgawi telah membanjiri pemulihan Tuhan. Terang ini ada karena kita berada di bawah visi ini. Kapan kala kita datang kepada firman Allah, terang bersinar karena kita berada dalam visi yang mengarahkan, mengontrol, dan mengendalikan.

Beban saya dalam berita ini adalah memperlihatkan bahwa Injil Markus mewahyukan kehidupan yang sepenuh-nya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Kehidupan ini bukan hanya benar, kudus, rohani, dan me-nang. Banyak orang Kristen tahu bahwa kita seharusnya menempuh kehidupan yang benar, kudus, rohani, dan me-nang. Tetapi pernahkah Anda mendengar kehidupan yang ditempuh menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah? Injil Markus menyajikan seorang Manusia-Allah, Orang yang hi-dup, bertindak, bergerak, dan bekerja selangkah demi se-langkah menurut ekonomi Allah.

Penulis Surat Yakobus, sebaliknya, tidak sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, me-lainkan melanjutkan hidup menurut praktek-praktek dan tradisi-tradisi orang Yahudi.

Injil Markus mencatat bagaimana Tuhan diperiksa oleh berbagai pihak. Tetapi tidak seorang pun dapat menemukan kesalahan pada diri-Nya. Ketika kita membahas Injil Markus, kita juga tidak mampu menemukan kesalahan, cacat, atau kekurangan apa pun dalam kehidupan Tuhan yang berkait-an dengan ekonomi Allah. Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, tua-tua, orang-orang Farisi, orang-orang Saduki, dan para pengikut Herodes mencoba menemukan kesalahan pada diri Tuhan Yesus menurut hukum Taurat dan prak-tek Yahudi, dan menurut politik Romawi. Baiklah kita memeriksa Dia menurut ukuran ekonomi Perjanjian Baru, suatu standar yang lebih ketat. Jika kita disuruh memerik-sa Tuhan seperti itu, kita tidak akan menemukan kekurang-an apa pun pada diri-Nya. Dia bukan hanya menggenapkan hukum Taurat — Dia lebih-lebih menggenapkan ekonomi Allah.

Sesungguhnya, kehidupan Tuhan Yesus yang dicatat da-lam Injil Markus adalah teladan yang lengkap, menyeluruh, sempurna, dan tuntas dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Karena itu, jika kita ingin memahami apa yang diwahyukan dalam Injil Matius, Lukas, atau Yohanes, kita perlu mem-perhatikan teladan yang disajikan dalam Injil Markus. Teladan ini kemudian akan menjadi kunci yang membuka ketiga Injil yang lain.

Di antara orang Kristen hari ini terjadi banyak perdebatan dan perpecahan. Hal ini adalah akibat dari berada dalam kegelapan dan tidak memiliki visi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Langit rohani di atas banyak orang beriman itu gelap. Pembicaraan dan penelaahan mereka berada dalam kegelapan. Betapa perlunya kita mempunyai langit rohani yang cerah! Saya berharap Pelajaran-Hayat Injil Markus ini akan membuat terang surgawi menyinari Anda, menjadi terang yang akan bertumbuh sampai rembang tengah hari (Ams. 4:18).

Puji Tuhan atas pandangan yang jelas mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah! Pandangan ini seharusnya menjadi visi kita untuk mengatur, mengendalikan, menjaga, memelihara juga membawa kita maju. Selain itu, visi ini seharusnya menjadi tongkat pengukur, standar, yang melaluinya kita mengukur hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan kristiani kita. Jika kita memiliki visi ini, kita akan nampak bahwa hanya menjadi benar, kudus, rohani, dan menang tidaklah cukup. Yakobus adalah orang yang beribadah, tetapi dia kekurangan sesuatu dalam hal ekonomi Perjanjian Baru Allah. Semoga kita semua nampak visi ekonomi Perjanjian Baru Allah dan nampak dalam Injil Markus sebuah gambaran dari kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Allah.