← Daftar isi Markus (2) · bab 5/25

KEMATIAN DAN KEBANGKITAN HAMBA PENYELAMAT BAGI PENGGENAPAN PENEBUSAN ALLAH (5)

Pembacaan Alkitab: Mrk. 16:1-18

Dalam Markus 16 kita memiliki tiga hal: kebangkitan Hamba-Penyelamat (ayat 1-18), kenaikan Hamba-Penyelamat bagi peninggian-Nya (ayat 19), dan penyebaran Injil ke se-gala penjuru oleh Hamba-Penyelamat melalui murid-murid-Nya (ayat 20). Dalam berita ini kita akan mulai membahas kebangkitan Hamba-Penyelamat.

KEBANGKITAN KRISTUS YANG DISAJIKAN DALAM KITAB KISAH PARA RASUL

Karena Injil Markus dapat disebut Injil Petrus, marilah kita melihat perkataan Petrus mengenai kebangkitan Kristus seperti yang dicatat dalam Kitab Kisah Para Rasul. Dalam berita-berita Injilnya dalam Kisah Para Rasul 2, 3, 4, dan 5, Petrus berbicara mengenai kebangkitan Tuhan. Sesungguhnya, kebangkitan Kristus adalah inti berita-berita Injil Petrus.

Tidak Mungkin Dia Ditahan oleh Maut

Dalam Kisah Para Rasul 2:23-24 Petrus berbicara me-ngenai Kristus, “Dia yang diserahkan Allah menurut mak-sud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh melalui tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.” Dalam pemberitaan Injil Petrus yang mula-mula, yang diberitakan pada hari Pentakosta, dia bersaksi bahwa Yesus yang tersalib dibangkitkan oleh Allah. Petrus bersaksi bahwa Kristus tidak dapat ditahan oleh maut. Ka-rena Kristus sendiri adalah kebangkitan (Yoh. 11:25), tidak mungkin Dia ditahan oleh maut. Bagaimana kebangkitan dapat ditahan oleh maut? Ini tidak mungkin.

Dalam Kisah Para Rasul 2:32-36 Petrus berbicara me-ngenai kebangkitan dan kenaikan Kristus. Mengenai ke-bangkitan Tuhan, dia berkata dalam ayat 32, “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.” Di sini Petrus seolah-olah berkata, “Kami hadir ketika Tuhan Yesus disalibkan, dan kami melihat Dia setelah kebangkitan-Nya. Karena itu, kami adalah saksi mata dari kebangkitan-Nya.”

Dalam ayat 33 Petrus melanjutkan, “Sesudah Ia diting-gikan oleh tangan kanan Allah dan menerima dari Bapa, Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya Roh itu seperti yang kamu lihat dan dengar di sini.” Ayat ini berbicara tentang kenaikan Kristus.

Dalam ayat 36 Petrus menyinggung kebangkitan dan kenaikan: “Jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salib-kan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Dalam kebangkitan dan kenaikan Yesus telah menjadi Tuhan dan Kristus.

Perintis Kehidupan

Dalam Kisah Para Rasul 3:15 Petrus memberi tahu orang banyak bahwa mereka telah membunuh Perintis Kehidupan, yang Allah bangkitkan dari antara orang mati. Kata Yu-nani yang diterjemahkan “perintis” berarti pencipta, asal, pemula, kepala pemimpin, kapten. Di sini, istilah ini meng-acu kepada Kristus sebagai asal usul atau Pemula hayat, karena itu, Dia adalah Pemimpin kepada hidup. Petrus memberi tahu orang banyak bahwa mereka telah membunuh perintis kehidupan, yaitu Dia yang telah Allah bangkitkan dari antara orang mati. Di sini Petrus seolah-olah berkata, “Kami adalah saksi-saksi mata dari Orang yang adalah asal usul, sumber kehidupan. Kalian membunuh orang ini, tetapi kematian tidak dapat menahan Orang yang kalian bunuh itu. “Allah telah membangkitkan Orang yang adalah sumber hayat ini dari antara orang mati.”

Batu Penjuru dari Bangunan Allah

Dalam Kisah Para Rasul 4:10-12 Petrus kembali mem-beritakan mengenai Kristus yang bangkit: “Maka ketahui-lah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati — bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dalam keadaan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri — namun ia telah menjadi batu pen-juru. Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Di sini kita nampak bahwa Yesus yang disalibkan, Orang yang Allah bangkitkan dari antara orang mati, adalah batu penjuru yang ditolak oleh para pe-mimpin Yahudi.

Jika kita membaca ayat-ayat ini dengan teliti, kita akan nampak bahwa keselamatan ada di dalam Kristus yang bangkit. Lebih jauh lagi, keselamatan ini adalah bagi pembangunan Allah. Juruselamat dalam kebangkitan adalah batu penjuru bagi pembangunan Allah, yang juga di dalam kebangkitan. Melalui hal ini kita nampak bahwa kebang-kitan Tuhan bukan hanya bagi keselamatan kita, tetapi juga bagi pembangunan Allah. Baik keselamatan kita maupun pembangunan Allah berada dalam Kristus yang bangkit.

Ditinggikan Menjadi Pemimpin dan Juruselamat

Dalam Kisah Para Rasul 5:30-31 Petrus berkata, “Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang ka-mu bunuh dengan menggantung-Nya pada kayu salib. Dia-lah yang telah ditinggikan oleh Allah dengan tangan kanan-Nya menjadi Perintis dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Allah telah meninggikan Kristus menjadi Pemimpin dan Juruselamat. Kita perlu melihat bahwa Yesus adalah Tuhan, Kristus, dan batu penjuru bagi pembangunan Allah. Dia juga Pemimpin

dan Juruselamat kita bagi keselamatan kita. Selain itu, Dia memberikan pertobatan dan pengampunan. Semua hal ini terjadi dalam kebangkitan. Dalam berita-berita Injilnya, Petrus bersaksi bahwa Tuhan Yesus adalah Orang yang di dalam kebangkitan.

EKSPRESI DARI KRISTUS

YANG PNEUMATIK (ADALAH ROH)

Menurut Kitab Kisah Para Rasul, Petrus juga menun-jukkan bahwa Kristus, Yang bangkit, telah ditinggikan dan sekarang berada di surga. Selain itu, Kristus telah mencu-rahkan diri-Nya sendiri sebagai Roh di atas kaum beriman-Nya, umat pilihan Allah, untuk membuat mereka menjadi anggota-anggota Tubuh-Nya. Ini adalah bagi penyusunan manusia baru.

Manusia baru adalah ekspresi dari Kristus yang bang-kit. Kristus yang bangkit adalah segala sesuatu bagi ma-nusia baru; Dia adalah isi dan realitas dari manusia baru. Sebagaimana telah kita lihat, manusia baru ini sesungguh-nya adalah Kerajaan Allah, di mana Allah memerintah, bertakhta, dan bertindak untuk memenuhi keinginan-Nya. Karena itu, Kerajaan Allah adalah lingkungan di mana Allah bertakhta bagi ekspresi-Nya. Ini terjadi dalam kebangkitan.

Dalam Kitab Kisah Para Rasul Petrus mengatakan bahwa Kristus yang dia lihat dan ikuti sekarang berada dalam kebangkitan dan kenaikan. Tidak mungkin memisah-kan kenaikan Tuhan dari kebangkitan-Nya. Baik kebangkit-an maupun kenaikan sangat terkait dengan Roh. Hari ini Roh itu adalah realitas Kristus yang tersalib, yang bangkit, dan yang naik ke surga. Bila kita memiliki Roh ini, kita memiliki Kristus. Secara khusus, kita memiliki Kristus yang pneumatik. Setelah memiliki Kristus yang pneumatik ini, kita juga memiliki realitas kebangkitan dan kenaikan-Nya.

KEMATIAN ALMUHIT KRISTUS

Jika kita memahami Perjanjian Baru secara menyelu-ruh, kita akan nampak bahwa Perjanjian Baru mewahyu-kan kepada kita satu persona yang adalah Allah Tritunggal yang berinkarnasi menjadi Manusia-Allah. Manusia-Allah ini pergi ke atas salib dan menempuh kematian yang almu-hit dan menakjubkan. Peristiwa itu lebih besar daripada peristiwa penciptaan Allah. Kematian Tuhan yang almuhit menghapuskan dosa-dosa kita, menghukum dosa, menyalib-kan manusia lama kita, mengakhiri ciptaan lama, meng-hancurkan Iblis, Satan, menghakimi dunia setani, dan menghapuskan ketentuan-ketentuan di antara ras dan kelas sosial yang berbeda. Melalui hal ini kita nampak bahwa kematian Tuhan telah menanggulangi setiap hal negatif da-lam alam semesta sekali untuk selamanya.

Dalam pandangan Allah, semua hal negatif telah diber-sihkan untuk selamanya. Tentunya, dalam pengalaman kita, kita masih menghadapi perkara dosa-dosa, dosa, ma-nusia lama, ciptaan lama, Iblis, dunia, dan ketentuan-keten-tuan. Walaupun demikian, harinya akan datang ketika da-lam pandangan kita, sebagaimana dalam pandangan Allah, hal-hal ini tidak akan ada lagi.

Puji Tuhan bagi apa yang telah digenapkan oleh kematian Kristus yang almuhit! Ketika kita membaca catatan tentang penyaliban Tuhan dalam Injil Markus, kita perlu nampak bahwa kematian-Nya bersifat almuhit, menghapuskan semua hal negatif. Seperti telah kita lihat, kematian Tuhan juga membebaskan hayat ilahi dari dalam diri-Nya.

DILAHIRKAN KEMBALI KEPADA HIDUP YANG PENUH PENGHARAPAN

Melalui kematian Kristus yang almuhit, umat pilihan Allah dibawa masuk ke dalam kebangkitan Kristus. Ketika Kristus dibangkitkan, umat pilihan Allah dibangkitkan ber-sama Dia. Perhatikan apa yang 1 Petrus 1:3 katakan me-ngenai hal ini: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah mem-buat kita lahir kembali melalui kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada hidup yang penuh pengha-rapan.” Di sini kita nampak bahwa Bapa telah melahirkan kita kembali melalui kebangkitan Kristus kepada hidup yang penuh pengharapan (pengharapan yang hidup, Tl.). Pengharapan yang hidup ini akan tergenap dengan sepe-nuhnya dalam Yerusalem Baru.

Pengharapan yang hidup adalah pengharapan hayat. Ini adalah pengharapan bahwa hayat di dalam kita akan berkembang sampai mencapai kematangan.

Kita bisa menggunakan kelahiran seorang anak seba-gai suatu ilustrasi mengenai pengharapan yang hidup. Sete-lah seorang ibu melahirkan seorang anak, dia akan memiliki pengharapan bagi anaknya, pengharapan bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Mungkin ibu dari seorang anak ber-harap anaknya akan menjadi dokter medis atau bahkan presiden dari negara ini. Faktor mendasar dari pengha-rapan ini adalah hayat di dalam anak itu. Karena anak ini memiliki hidup, ibunya akan memiliki pengharapan bagi masa depannya.

Demikian juga, kita telah dilahirkan kembali kepada suatu hidup yang penuh pengharapan melalui kebangkitan Yesus Kristus. Pengharapan ini adalah pengharapan hayat, hayat yang akan bertumbuh dan berkembang sampai rampung sempurna dalam Yerusalem Baru.

Pengharapan yang hidup ini berasal dari kelahiran kem-bali kita. Tahukah Anda kapan Anda dilahirkan kembali? Anda mungkin menjawab pertanyaan ini dengan mengata-kan bahwa dalam pengalaman, Anda dilahirkan kembali beberapa tahun yang lalu. Sesungguhnya, Anda dilahirkan kembali ketika Kristus dibangkitkan. Anda dilahirkan kem-bali sebelum Anda dilahirkan, ini adalah fakta ilahi. Dalam pandangan Allah, Anda mengalami kelahiran kedua sebelum Anda mengalami kelahiran pertama.

YANG SULUNG DARI ANTARA BANYAK SAUDARA

Kisah Para Rasul 13:33 menunjukkan bahwa kebang-kitan Kristus adalah kelahiran bagi Dia, karena dalam ke-bangkitan Dia dilahirkan sebagai anak Allah. Dalam ke-bangkitan dan melalui kebangkitan Tuhan Yesus sebagai manusia dilahirkan untuk menjadi Anak sulung Allah. Kata “Anak sulung” menunjukkan bahwa Tuhan Yesus me-miliki saudara-saudara. Dalam Roma 8:29 Paulus membi-carakan Kristus sebagai yang sulung di antara banyak saudara. Dalam kebangkitan, kita semua telah dilahirkan bersama Kristus untuk menjadi banyak saudara-Nya. Betapa menakjubkan!

DIBAWA MASUK KE DALAM KEBANGKITAN

Ketika kita membaca Injil Markus, kita perlu nampak betapa banyak yang dicakup oleh kematian Manusia-Allah dan juga betapa banyak yang dicakup oleh kebangkitan-Nya. Ketika proses kematian dan kebangkitan Kristus ter-jadi, kita, yang diwakili oleh Petrus dan murid-murid lain, terlibat. Dalam pasal 14 Petrus menangis setelah dia me-nyangkal Tuhan Yesus (ayat 72). Kita dapat mengatakan bahwa Petrus menangis karena dia secara rohani menga-lami “kebangkrutan”. Namun, karena dia dibawa masuk ke dalam kematian Kristus, Petrus diantar oleh kematian itu ke dalam kebangkitan Tuhan. Sedikitnya pada saat Penta-kosta Petrus menyadari hal ini. Saat itu dia tidak menangis, sebaliknya memberitakan Injil kepada orang-orang Israel. Pada hari Pentakosta Petrus dapat mengatakan, “Aku bisa memberi tahu kalian berita baik mengenai Kristus karena aku sekarang berada di dalam kebangkitan-Nya. Sang Ke-bangkitan ada di dalamku. Dia adalah Roh yang almuhit dan majemuk yang meresapiku. Dia bersatu dengan aku, dan aku satu dengan Dia.” Petrus telah dibawa masuk ke dalam kematian dan kebangkitan Kristus, Orang yang telah menjadi penggantinya yang almuhit.

Kita telah nampak bahwa kelahiran kembali mengha-silkan suatu pengharapan yang hidup, dalam suatu pengha-rapan bagi perkembangan yang penuh dari hayat ilahi di dalam kita. Kita memiliki pengharapan bahwa hayat ini akan bertumbuh dan berkembang di dalam kita sampai pa-da puncaknya. Kita berada di dalam hayat ini, dan hayat ini bertumbuh dan berkembang di dalam kita.

Mula-mula, hayat ini akan menghasilkan hidup gereja hari ini, yang adalah realitas kerajaan. Akhirnya, pada banyak orang, hayat ini akan mencapai kematangan dalam Kerajaan Seribu Tahun, yang akan menjadi manifestasi Ke-rajaan Allah. Akhirnya, hayat ilahi ini di dalam kaum beriman akan mencapai perkembangannya yang penuh di Yerusalem Baru, kerajaan kekal Allah dalam langit dan bumi yang baru. Hal ini akan menjadi perkembangan yang rampung dari hayat yang kita terima melalui kelahiran kita kembali.

Tidak diragukan, kita kekurangan pengenalan yang memadai akan hayat ilahi yang ada di dalam kita. Walau-pun demikian, kita setidaknya telah memiliki pengenalan terhadap fakta bahwa kita telah dilahirkan kembali melalui kebangkitan Kristus sampai kepada suatu pengharapan yang hidup. Sejumlah orang beriman dapat bersaksi bahwa da-lam kesempatan tertentu, mereka telah berdoa begitu rupa sampai mengalami kepenuhan. Ketika mereka berada da-lam keadaan yang demikian, mereka mungkin merasa sulit sekali mengatakan di mana mereka berada — di gereja, Kerajaan Seribu Tahun, atau Yerusalem Baru — karena me-reka lupa diri di dalam Tuhan. Kita semua perlu memiliki pengalaman seperti ini.

Meskipun kita berasal dari suku bangsa yang berbeda dan datang dari berbagai tempat di dunia, kita semua me-miliki pengalaman yang nyata berada dalam kebangkitan. Ketika kita lupa diri dalam Tuhan, mungkin kita tidak mengetahui di mana kita berada, ini adalah pengalaman berada dalam kebangkitan. Karena kita telah dilahirkan kembali, kita telah dibawa masuk ke dalam kebangkitan Kristus.

Betapa ajaibnya jika kita selalu berada dalam kebang-kitan! Namun, kita mungkin menghadapi persoalan yang menyebabkan kita merasakan bahwa kita telah dikubur dan ditempatkan di dalam makam. Tetapi kita tahu dari peng-alaman bahwa ketika kita berseru kepada Tuhan, menyeru nama-Nya, sekali lagi kita mengalami kebangkitan-Nya. Ini adalah cerita kehidupan kristiani kita. Orang yang tidak percaya, tentunya tidak memiliki pengalaman yang sedemi-kian, karena mereka belum dilahirkan kembali. Puji Tuhan bahwa Dia telah membawa kita ke dalam kebangkitan-Nya yang ajaib!