← Daftar isi Markus (2) · bab 24/25

KEHIDUPAN YANG SEPENUHNYA SESUAI DENGAN DAN BAGI EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (18)

Pembacaan Alkitab:

Why. 1:4-5a, 11-13, 20; 2:7, 11, 17, 26-28;

3:5-6, 12-13, 21-22; 4:5; 5:6; 14:13-16; 21:1-3a, 9-12, 14,

18-19a, 21; 22:1-2, 14, 17

Dalam berita-berita terdahulu dari Pelajaran-Hayat Injil Markus, kita telah nampak bahwa murid-murid Tuhan meng-ikuti Dia sejak permulaan ministri-Nya. Tuhan membawa mereka maju selangkah demi selangkah ke mana pun Dia pergi. Dia bahkan membawa mereka bersama-Nya ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Ini berarti murid-murid melewati proses yang dilewati Hamba-Penyelamat.

Hanya melalui kematian dan kebangkitan Tuhan murid-murid-Nya menjadi kelanjutan-Nya. Kelanjutan ini diwahyu-kan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Kita telah menunjuk-kan bahwa dalam Kisah Para Rasul 1 murid-murid adalah kelanjutan Tuhan, mengikuti Dia untuk menempuh suatu ke-hidupan yang sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Kita juga telah nampak bahwa dalam Kitab Kisah Para Rasul ada dua aspek Roh — aspek esensial dan aspek ekono-mikal. Roh Allah, yang sekarang adalah Roh Yesus dan bah-kan Roh Yesus Kristus, memiliki aspek esensial maupun ekonomikal. Roh esensial adalah bagi apa adanya kerohanian kita, dan Roh ekonomikal adalah bagi pekerjaan kita. Sebagai kaum beriman, kita memiliki apa adanya keroha-nian, persona kerohanian, dan ini berkaitan dengan Roh esensial. Kita juga melaksanakan pekerjaan rohani, dan pe-kerjaan ini berkaitan dengan Roh ekonomikal. Karena itu, bagi apa adanya kerohanian kita, kita memiliki Roh esen-sial, dan bagi pekerjaan kita untuk melaksanakan ekonomi Allah, kita memiliki Roh ekonomikal.

Dalam berita ini dan dalam berita-berita berikutnya kita akan membahas perampungan (penyelesaian, kesimpulan) kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Perampungan ini sepenuhnya diwahyukan dalam kitab terakhir dalam Alkitab, Kitab Wahyu.

ISI DARI PERJANJIAN BARU

Sebelum kita sampai pada perampungan ekonomi Per-janjian Baru Allah, saya ingin menyajikan pandangan singkat tentang seluruh Perjanjian Baru. Untuk hal ini, saya persilakan Anda mempelajari bagan di halaman 783 dalam berita ini. Bagan ini berjudul “Ekonomi Perjanjian Baru Allah”. Bagan ini sesungguhnya menyajikan pandangan tentang isi Perjanjian Baru.

Banyak orang Kristen menyusun kedua puluh tujuh kitab dari Perjanjian Baru menjadi tiga bagian: kitab-kitab sejarah — keempat Injil dan Kitab Kisah Para Rasul; Surat-surat Kiriman —Kitab Roma sampai Kitab Yudas; dan Ki-tab Wahyu. Namun, akhir-akhir ini, melalui Pelajaran-Ha-yat Markus, kita nampak cara lain untuk mengelompokkan kitab-kitab dalam Perjanjian Baru. Cara ini berkaitan de-ngan persona yang hidup dari Tuhan Yesus, karena kese-luruhan Perjanjian Baru berkaitan dengan persona yang hidup ini, yang adalah perwujudan Allah Tritunggal. Menurut cara penyusunan Perjanjian Baru ini, kita juga memi-liki tiga bagian: keempat Injil, Kitab Kisah Para Rasul sampai Kitab Yudas, dan Kitab Wahyu.

BAGIAN PERTAMA — KEEMPAT INJIL

Anak Datang Bersama Bapa

Apa yang diwahyukan dalam bagian pertama, bagian yang meliputi keempat Injil? Injil mewahyukan Putra. Ke-tika Putra datang, Dia tidak datang sendirian; sebaliknya, Dia datang bersama Bapa. Injil Yohanes secara khusus mem-beri tahu kita bahwa ketika Putra datang ke bumi, Dia da-tang bersama Bapa (Yoh. 8:29). Inilah sebabnya Putra ber-kata bahwa Dia tidak sendirian, karena Bapa selalu bersa-ma Dia (Yoh. 16:32). Putra bahkan berkata bahwa Dia di dalam Bapa dan Bapa di dalam Dia (Yoh. 14:10). Ini bukan hanya soal koeksistensi (saling ada) antara Bapa dengan Putra, tetapi juga soal koinheren (saling huni) antara Bapa dengan Putra.

Putra Datang oleh Roh

Keempat Injil juga mewahyukan bahwa Putra datang oleh Roh. Dia dikandung dan dilahirkan oleh Roh secara esensial. Mengenai hal ini, Matius 1:18 mengatakan bahwa Maria “mengandung dari Roh Kudus”. Matius 1:20 mecatat perkataan malaikat Tuhan kepada Yusuf: “Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” Selanjut-nya, dalam Lukas 1:35 malaikat berkata kepada Maria, “Jawab malaikat itu kepadanya, ‘Roh Kudus akan turun atas-mu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi eng-kau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan dise-but kudus, Anak Allah.” Pada umur tiga puluh, Roh turun ke atas Tuhan Yesus secara ekonomikal, dan Dia diurapi dengan Roh bagi ministri-Nya (Luk. 3:21-23).

Tuhan Yesus dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan dari Roh itu secara esensial. Karena alasan ini, Dia telah memiliki esens ilahi, yang Dia terima dari Roh Kudus, dan esens insani, yang Dia terima dari perawan Maria. Sebab itu, Dia dilahirkan sebagai Manusia-Allah, seorang yang adalah Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna. Pada umur tiga puluh, ketika Dia keluar untuk melayani, Roh Allah turun ke atas Dia bukan secara esensial tetapi secara ekonomikal. Karena itu, ketika Tuhan Yesus melayani di bu-mi, Dia hidup oleh Roh esensial dan melayani oleh Roh eko-nomikal. Inilah sebabnya kita mengatakan bahwa dalam Injil, Putra datang oleh Roh. Dia datang oleh Roh yang ada-lah Roh esensial dan Roh ekonomikal.

Perwujudan Allah Tritunggal dalam Yesus Kristus

Menurut keempat Injil, Putra datang bersama Bapa dan oleh Roh. Sangatlah penting bagi kita untuk nampak hal ini. Kita seharusnya membuang pemikiran bahwa ketika Putra datang ke bumi, Dia meninggalkan Bapa yang di sur-ga. Tidak, Putra datang bersama Bapa dan Dia datang oleh Roh. Sesungguhnya, dalam Yesus Kristus, Putra, kita memi-liki perwujudan Allah Tritunggal. Putra datang bersama Bapa dan oleh Roh untuk menjadi perwujudan Allah Tritunggal dalam manusia Yesus Kristus.

Kemah Allah dan Bait Allah

Yesus Kristus, yang adalah perwujudan Allah Tritung-gal, adalah kemah Allah dan bait Allah. Yohanes 1:1 dan 14 mengatakan bahwa Firman, yang adalah Allah, menjadi daging dan berkemah di antara kita. Perkataan “berkemah” dalam Yohanes 1:14 (tinggal, LAI) menunjukkan bahwa ke-tika Ia ada di dalam daging, Kristus adalah Kemah Allah. Dalam Dia Allah berkemah di antara manusia. Kemudian dalam Yohanes 2 kita nampak bahwa Tuhan adalah Bait Allah, tempat tinggal Allah (ayat 19, 21). Sebagai perwujud-an Allah Tritunggal, Yesus Kristus adalah tempat tinggal Allah untuk mengekspresikan Allah di antara manusia.

Memperhidupkan Hayat Allah,Berkembang menjadi Kerajaan Allah

Sebagai seorang yang merupakan perwujudan Allah Tritunggal sebagai tabernakel dan Bait Allah, Tuhan Yesus memperhidupkan hayat Allah. Dia memperhidupkan suatu hayat yang berada pada taraf yang tertinggi daripada etika atau moralitas. Hayat yang Dia perhidupkan sesungguhnya adalah Allah sendiri. Tidak hanya demikian, Dia mem-perhidupkan hayat yang sedemikian supaya hayat ini bisa berkembang menjadi Kerajaan Allah.

Menurut wahyu dalam keempat Injil, hasil dari penempuhan kehidupan orang yang ajaib ini adalah Kerajaan Allah. Karena Kerajaan Allah adalah perkembangan dari hayat Allah, Tuhan Yesus tidak hanya memberitakan Injil Allah, tetapi juga memberitakan Injil Kerajaan Allah (Mrk. 1:14; Luk. 4:43; 8:1).

Saya harap kita semua akan mampu memahami garis besar yang singkat dari keempat Injil ini. Dalam Injil kita nampak bahwa Putra datang dengan Bapa dan oleh Roh untuk menjadi perwujudan Allah Tritunggal dalam Yesus Kristus. Orang ini, perwujudan Allah Tritunggal, adalah kemah Allah dan Bait Allah sebagai tempat berhuni-Nya. Orang ini memperhidupkan hayat Allah, hayat yang berkem-bang menjadi Kerajaan Allah.

BAGIAN KEDUA — KITAB KISAH PARA RASUL SAMPAI KITAB YUDAS

Sebagaimana ditunjukkan oleh bagan, bagian kedua da-ri Perjanjian Baru meliputi kedua puluh dua kitab dari Kitab Kisah Para Rasul sampai Kitab Yudas. Kitab-kitab ini juga adalah wahyu dari satu persona. Di sini kita memi-liki Roh sebagai Putra dengan Bapa untuk menjadi peram-pungan Allah Tritunggal dalam gereja.

Roh Sebagai Putra Bersama Bapa

Dalam bagian ini kita tidak nampak Roh sendirian; kita nampak Roh itu sebagai Putra. Dalam 1 Korintus 15:45 Paulus berkata bahwa Adam yang akhir, Yesus Kristus, menjadi Roh pemberi-hayat. Di sini Paulus tidak hanya berkata bahwa Kristus menjadi Roh itu, tetapi bahwa Dia menjadi Roh pemberi-hayat. Keterangan ini menunjukkan bahwa Roh itu adalah Yang memberikan hayat. Hanya ada satu Roh yang memberikan hayat, dan itu adalah Roh Allah. Kita mutlak tidak boleh berpikir bahwa selain Roh Kudus ada Roh lain yang memberikan hayat. Tidak, Roh pemberi-hayat dalam 1 Korintus 15:45 adalah Roh ilahi yang mem-berikan hayat. Melalui kebangkitan, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat.

Dalam 2 Korintus 3:17 Paulus berkata dengan jelas, “Tuhan adalah Roh.” Sebagaimana telah kita tunjukkan, Tuhan di sini adalah Kristus Tuhan. Karena itu, ayat ini dengan jelas memberi tahu kita bahwa Kristus adalah Roh itu. Mengenai hal ini, catatan dalam Ryrie Study Bible me-ngatakan bahwa di sini kita memiliki “suatu pernyataan yang kuat bahwa Kristus dan Roh Kudus adalah satu da-lam esens.” Jadi, dalam bagian kedua dari Perjanjian Baru, kita memiliki Roh sebagai Putra.

Ketika Roh itu datang, Dia datang sebagai Putra bersama Bapa. Bapa selalu bersama Putra. Dalam Yohanes 14:23 Tuhan Yesus berkata bahwa jika kita mengasihi Dia, Bapa akan mengasihi kita dan baik Bapa maupun Putra akan datang kepada kita dan membuat tempat tinggal ber-sama kita. Hal ini membuktikan bahwa Bapa datang bersa-ma Putra. Karena Roh itu datang sebagai Putra, Bapa juga hadir.

Perampungan Sempurna Allah Tritunggal

Roh itu yang datang sebagai Putra dengan Bapa adalah perampungan sempurna Allah Tritunggal. Dalam Injil, Putra bersama Bapa dan oleh Roh adalah perwujudan Allah Tritunggal. Sekarang dalam Kitab Kisah Para Rasul sampai Kitab Yudas, Roh itu sebagai Putra bersama Bapa adalah perampungan sempurna Allah Tritunggal.

Dalam Gereja

Roh sebagai perampungan sempurna Allah Tritunggal ada di dalam gereja. Dalam bagian Perjanjian Baru ini, ki-ta nampak gereja sebagai Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23) dan Bait Allah (Ef. 2:21; 1 Kor. 3:16). Tubuh Kristus adalah Ke-rajaan Allah, dan Bait Allah adalah rumah Allah (1 Tim. 3:15). Karena itu, mengatakan gereja adalah Tubuh Kristus dan Bait Allah berarti mengatakan gereja adalah Kerajaan Allah dan rumah Allah. Roma 14:17 mengatakan Kerajaan Allah adalah kebenaran, damai, dan sukacita dalam Roh Kudus. Menurut konteks Roma 12 sampai 15, Kerajaan Allah pasti mengacu kepada hidup gereja hari ini. Gereja adalah Kerajaan Allah juga rumah Allah.

Memperhidupkan Kristus

Sampai Menjadi Kepenuhan Allah

Sebagai orang yang berada dalam gereja, kita seharus-nya memperhidupkan Kristus sampai menjadi kepenuhan Allah. Dalam bagian pertama, kita nampak perwujudan da-ri Allah Tritunggal memperhidupkan hayat Allah untuk ber-kembang menjadi Kerajaan Allah. Sekarang kita nampak perampungan sempurna Allah Tritunggal dalam hidup ge-reja memperhidupkan Kristus sampai menjadi kepenuhan Allah. Ungkapan “kepenuhan Allah” ini diwahyukan dalam Efesus 3:19. Suatu gambaran yang menakjubkan yang kita miliki dalam kedua puluh dua kitab yang merupakan bagian kedua dari Perjanjian Baru!

Dalam Kitab Kisah Para Rasul sampai Kitab Yudas apa yang kita nampak? Kita nampak satu persona yang ajaib, hidup — Roh itu sebagai Putra bersama Bapa menjadi pe-rampungan sempurna Allah Tritunggal yang dinyatakan di dalam gereja untuk memperhidupkan Kristus sampai men-jadi kepenuhan Allah.

BAGIAN KETIGA — KITAB WAHYU

Ketujuh Roh yang Keluar

dari Sang Kekal dan dari Sang Penebus

Marilah kita lanjutkan ke bagian ketiga dari Perjanji-an Baru. Bagian ini berisi hanya satu kitab, Kitab Wahyu. Dalam Kitab Wahyu kita nampak ketujuh Roh keluar dari Sang Kekal dan dari Sang Penebus (Why. 1:4-5). Dalam ba-gian pertama kita memiliki Putra; dalam bagian kedua, Roh itu; dan dalam bagian ketiga, ketujuh Roh. Dalam Kitab Wahyu, Roh itu menjadi tujuh Roh. Ketujuh Roh berasal dari Sang kekal, Yang ada dan Yang sudah ada, dan Yang akan datang. Sang kekal ini adalah Tuhan Allah, yang dalam Keluaran 3 diwahyukan sebagai Yang sudah ada, Yang ada, dan Yang akan datang. Karena itu, Wahyu 1:4 sesung-guhnya mengacu kepada TUHAN Allah dalam Keluaran 3, Sang kekal, Aku adalah yang kekal.

Urutan Trinitas dalam Wahyu 1:4-5 berbeda dengan apa yang ada dalam Matius 28:19. Dalam Matius 28:19, Roh itu adalah yang ketiga, tetapi dalam Wahyu 1:4-5, ketujuh Roh adalah yang kedua. Fakta bahwa ketujuh Roh disebutkan sebagai yang kedua menunjukkan bahwa ketujuh Roh berasal dari Sang kekal dan juga dari Sang Penebus. Wahyu 5:6 mengatakan bahwa ketujuh Roh adalah ketujuh mata Anak Domba. Karena ketujuh Roh adalah ketujuh mata Anak Domba, ketujuh Roh tentunya berasal dari Anak Domba, Penebus.

Intensifikasi Allah Tritunggal

Dalam Kitab Wahyu ketujuh Roh berkaitan dengan Allah Tritunggal. Pada bagan kita menunjukkan bahwa ketujuh Roh yang keluar dari Sang kekal dan dari Sang Penebus adalah intensifikasi dari Allah Tritunggal. Putra adalah per-wujudan Allah Tritunggal, Roh adalah perampungan sem-purna Allah Tritunggal, dan ketujuh Roh adalah intensifi-kasi Allah Tritunggal.

Dalam Gereja yang Menang

Ketujuh Roh sebagai intensifikasi Allah Tritunggal berada dalam gereja yang menang. Dalam Wahyu 2-3 kita mendengar berulang-ulang mengenai pemenang. Dalam pasal-pasal itu juga perkataan berikut ini diulangi tujuh kali: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat” (2:7, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22). Perkataan mengenai pemenang dan penyebutan Roh sebanyak tujuh kali berbicara kepada gereja-gereja menun-jukkan bahwa apa yang Tuhan inginkan di bawah intensifi-kasi Allah Tritunggal adalah gereja yang menang, gereja yang mengatasi situasi yang merosot. Dalam gereja yang menang kita tidak hanya memiliki perwujudan dan perampungan sempurna Allah Tritunggal; dalam gereja yang menang kita juga memiliki intensifikasi Allah Tritunggal, Allah Tritunggal yang diintensifkan tujuh kali.

Perampungan Sempurna Dalam Kaki Pelita Emas dan Yerusalem Baru

Menurut Kitab Wahyu, gereja yang menang terampung sempurna dalam kaki pelita emas dan akhirnya, Yerusa-lem Baru. Ketujuh kaki pelita berada pada zaman ini, dan Yerusalem Baru akan berada dalam kekekalan. Karena itu, Kitab Wahyu dimulai dengan ketujuh kaki pelita dan diak-hiri dengan Yerusalem Baru.

PERKENALAN, PERKEMBANGAN, DAN PERAMPUNGAN

Dalam bagian pertama dari Perjanjian Baru kita me-miliki perkenalan ekonomi Perjanjian Baru Allah, dalam bagian kedua kita memiliki perkembangannya, dan dalam bagian ketiga kita memiliki perampungannya. Ini berarti ketujuh Roh sebagai intensifikasi Allah Tritunggal dalam gereja yang menang adalah perampungan ekonomi Perjan-jian Baru Allah. Roh yang diintensifkan merampungkan eko-nomi Perjanjian Baru Allah dalam dua tahap: mula-mula, dalam zaman ini, dengan ketujuh kaki pelita emas; kemu-dian, dalam kekekalan, dalam Yerusalem Baru.

Ini adalah garis besar yang singkat dari keseluruhan Perjanjian Baru mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah.