Daftar isi Markus (3) · Berita Keenam Puluh Enam · bab 21/25

Berita Keenam Puluh Enam

KEHIDUPAN YANG SEPENUHNYA SESUAI DENGAN DAN BAGI EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (15)

Pembacaan Alkitab:

Mrk. 1:14-18; 4:26; 9:1-8; 10:23-25; Rm. 14:17

Dalam dua berita terdahulu kita membahas empat hal penting: latar belakang ministri Tuhan, Tuhan sebagai penabur yang menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam umat Allah, kondisi para murid sebagai “tanah”, dan penyembuhan Tuhan terhadap tanah ini melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Kita tampak bahwa melalui penyembuhan ini keseratus dua puluh murid menjadi tanah yang baik bagi penaburan Tuhan. Namun, kita tampak bahwa dalam Kisah Para Rasul 10 dan 21 dan Galatia 2 ada petunjuk yang kuat bahwa “rumput” yang menggantikan Kristus mulai bertumbuh lagi.

Kita menyimpulkan berita sebelum ini dengan perkataan mengenai Kerajaan Allah. Kita menunjukkan bahwa menurut Perjanjian Baru, Kerajaan Allah adalah satu persona, Tuhan Yesus Kristus, ditaburkan ke dalam kita agar berkembang. Dalam ministri-Nya, Tuhan datang untuk menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih kerajaan ke dalam orang-orang pilihan Allah sehingga benih ini dapat berkembang menjadi Kerajaan Allah.

KERAJAAN SEBAGAI TRANSFIGURASI YESUS

Kita tampak aspek lain dari kerajaan dalam 9:1-8. Dalam 9:1 Tuhan Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.” Ayat ini segera diikuti oleh catatan transfigurasi Tuhan di atas gunung. Ayat 2-3 meneruskan, “Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilauan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat memutihkan pakaian seperti itu.”

Bila kita menjajarkan ayat-ayat ini, kita tampak bahwa transfigurasi Tuhan Yesus adalah kedatangan kerajaan. Ini membuktikan bahwa kerajaan bukanlah ruang lingkup material, melainkan adalah satu persona yang ditransfigurasi. Ketika Tuhan Yesus ditransfigurasi, itulah kedatangan kerajaan. Jadi, apakah Kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah Tuhan Yesus sendiri yang ditransfigurasi.

MENGALAMI TUHAN MEKAR DI DALAM KITA

Tuhan Ditransfigurasi di Dalam Kita

Kita perlu membahas pengertian akan kerajaan sebagai transfigurasi Tuhan Yesus dalam terang pengalaman kita. Ketika Anda percaya dalam Tuhan Yesus dan menerima Dia, Anda menerima Yesus yang belum ditransfigurasi. Sebagaimana benih yang diterima oleh tanah adalah benih yang masih belum ditransfigurasi, dalam pengalaman kita, Kristus yang kita terima adalah Kristus yang belum ditransfigurasi. Transfigurasi benih memerlukan pertumbuhan benih itu menjadi tanaman yang besar dan berbunga (mekar). Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa transfigurasi benih memerlukan pertumbuhan dan berbunga. Dengan cara yang sama, Tuhan Yesus yang kita terima perlu bertumbuh di dalam kita sampai Dia mekar dari dalam kita.

Kita adalah tanah, dan Tuhan Yesus adalah benih kerajaan. Ketika kita menerima Dia ke dalam kita, kita menerima Dia sebagai Yang belum diubah dalam pengalaman kita. Sudahkah Anda menerima Tuhan Yesus, dan apakah Dia sekarang ada di dalam Anda? Kita semua dapat bersaksi dengan tegas bahwa kita telah menerima Tuhan dan Dia berada di dalam kita. Tetapi sudahkah Tuhan ditransfigurasi di dalam Anda? Jika Tuhan yang ada di dalam Anda belum ditransfigurasi, orang lain tidak akan mampu melihat Kerajaan Allah di dalam Anda. Karena kita belum mengalami transfigurasi ini, kita perlu Tuhan bertumbuh di dalam kita sampai Dia mekar. Mekarnya Tuhan merupakan transfigurasi Tuhan Yesus di dalam kita secara riil. Transfigurasi sedemikian ini adalah Kerajaan Allah.

Kenikmatan dan Pemerintahan

Transfigurasi Tuhan Yesus yang ada di dalam kita bukan hanya menjadi kenikmatan kita, tetapi juga pemerintahan Allah. Ketika Tuhan Yesus ditransfigurasi di dalam kita secara riil dalam hidup kita sehari-hari, transfigurasi ini menjadi Kerajaan Allah yang memerintah dalam hidup kita. Kerajaan ini memerintah kita, juga memberi kita kenikmatan penuh atas diri Allah.

Pertumbuhan dan Transfigurasi

Selama bertahun-tahun saya terbiasa dengan cerita transfigurasi Tuhan tanpa menyadari bahwa transfigurasi ini seharusnya menjadi sesuatu yang dapat dialami dan riil bagi kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita semua memiliki Tuhan Yesus di dalam kita, tetapi Dia belum ditransfigurasi di dalam kita. Karena itu, kita perlu Dia bertumbuh di dalam kita sampai melalui transfigurasi-Nya Dia mekar menjadi ekspresi Kerajaan Allah dalam pengalaman kita.

Benih Ditransfigurasi

Dalam 1:15 Tuhan Yesus berkata, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat.” Kemudian dalam perumpamaan tentang benih, Tuhan berkata, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah” (4:26). Kemudian, dalam 9:1, Tuhan memberi tahu para murid-Nya bahwa di antara mereka yang hadir, ada yang tidak akan mati sampai mereka melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa. Segera setelah mengucapkan perkataan mengenai kerajaan ini, Tuhan Yesus ditransfigurasi di puncak gunung di hadapan Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Transfigurasi-Nya adalah kedatangan Kerajaan Allah dengan kuasa. Ini adalah petunjuk yang kuat bahwa Kerajaan Allah sesungguhnya adalah transfigurasi Tuhan Yesus.

Dalam Markus 4 kita memiliki benih kerajaan. Sekarang dalam pasal 9 benih ini ditransfigurasi, dan transfigurasi benih ini adalah kedatangan Kerajaan Allah.

Tahukah Anda mengapa banyak orang Kristen yang sejati tidak mengenal Kerajaan Allah hari ini? Alasannya adalah di antara orang Kristen hari ini kurang ada transfigurasi Kristus. Kristus yang hidup dalam banyak orang beriman masih merupakan benih; Dia masih belum ditransfigurasi. Hal ini mungkin juga merupakan situasi kita. Ya, kita memiliki Tuhan Yesus hidup di dalam kita, tetapi kita mungkin tidak memberi Dia kesempatan untuk ditransfigurasi di dalam kita. Karena itu, pada kita hanya ada benih kerajaan, bukan penampilan kerajaan.

Penampilan Kerajaan

Pada hari transfigurasi Tuhan di puncak gunung ada kedatangan, penampilan kerajaan. Dari hal ini kita tampak bahwa agar kerajaan tertampil dari dalam kita, kita perlu mengalami Tuhan ditransfigurasi di dalam kita.

Menghasilkan Hidup Gereja

Markus 9:1-3 membuktikan bahwa Kerajaan Allah bukanlah ruang lingkup materi. Kita telah menekankan fakta bahwa Kerajaan Allah adalah transfigurasi persona Tuhan Yesus. Hari ini transfigurasi yang sedemikian menghasilkan hidup gereja, yang adalah Kerajaan Allah.

Pemahaman akan gereja sebagai kerajaan cocok dengan perkataan Paulus dalam Roma 14:17: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam Roh Kudus.” Menurut konteksnya, Kerajaan Allah dalam ayat ini mengacu kepada hidup gereja.

MENEMPUH KEHIDUPAN ALLAH BAGI KERAJAAN ALLAH

Kita semua perlu tampak bahwa rencana kekal Allah, yang adalah ekonomi Perjanjian Baru-Nya, ialah menyalurkan diri-Nya, Allah Tritunggal, ke dalam umat pilihan-Nya. Untuk melaksanakan rencana-Nya, Dia berinkarnasi menjadi seorang manusia yang bernama Yesus. Ketika manusia ini keluar memberitakan, Dia mulai menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan Allah. Namun, sebagai tanah bagi penaburan Tuhan, umat pilihan-Nya telah jatuh, rusak, dan tercemar. Karena itu, Tuhan Yesus membawa tanah ini kepada salib dan menyalibkannya. Kemudian Dia membawa umat pilihan Allah sebagai tanah bersama-Nya ke dalam kebangkitan-Nya. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Tuhan tidak hanya menyembuhkan tanah, tetapi juga menjadi pengganti bagi umat Allah. Dengan menggantikan mereka dengan diri-Nya sendiri, Dia membuat mereka menjadi reproduksi-Nya, yaitu, Dia membuat mereka sama seperti Dia.

Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Dia menempuh kehidupan Allah bagi Kerajaan Allah. Dia tidak hidup menurut kebudayaan, agama, atau etika. Sekarang para pengikut-Nya seharusnya menempuh kehidupan yang sama. Ini berarti para pengikut-Nya juga seharusnya menempuh kehidupan Allah bagi perkembangan Kerajaan Allah.

Kita perlu tampak bahwa sebagai umat Allah, yaitu kita yang telah digantikan oleh Kristus dan dengan Kristus, kita perlu menempuh kehidupan yang mutlak milik Allah. Kita tidak seharusnya menempuh kehidupan yang bukan milik Allah Tritunggal.

Hari demi hari kita perlu melaksanakan visi ini. Ini berarti, kita tidak seharusnya menempuh kehidupan menurut kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perbaikan karakter, dan mencoba untuk rohani, alkitabiah, kudus, dan menang, melainkan menempuh kehidupan yang mutlak bagi Allah dan bagi Kerajaan Allah.

Sebagai contoh, seorang saudara yang telah menikah tidak seharusnya mencoba mengasihi istrinya. Juga tidak seharusnya ia berusaha menjadi contoh bagi yang lain bagaimana menjadi suami yang baik. Memiliki pemikiran ini berarti kehilangan sasaran ekonomi Perjanjian Baru Allah. Selain itu, kehilangan visi ekonomi Allah.

Menurut visi ekonomi Allah yang disajikan dalam Perjanjian Baru, sebagai umat pilihan Allah, kita yang telah digantikan oleh dan dengan Kristus, seharusnya hanya memperhidupkan kehidupan Allah. Ini berarti, jika seorang saudara yang telah menikah memiliki pikiran untuk menjadi seorang suami yang baik, dia harus membuang pikiran itu dan dengan sederhana memperhidupkan kehidupan Allah. Saudara yang demikian perlu tampak bahwa dia telah dipilih oleh Allah dan digantikan oleh Kristus, bukan dia berusaha dalam dirinya sendiri untuk menjadi suami yang baik, tetapi dia seharusnya memperhidupkan kehidupan Allah. Dia tidak ditentukan untuk memperhidupkan kehidupan mengasihi istrinya; sebaliknya, dia ditentukan untuk memperhidupkan kehidupan Allah. Karena itu, dia seharusnya tidak menempuh kehidupan menurut kebudayaan, agama, atau etika. Dia tidak seharusnya memperhatikan hal-hal ini, dia seharusnya hanya memandang kepada Yesus. Akhirnya, Dia akan menempuh kehidupan yang lebih tinggi daripada kebudayaan, agama, etika, atau moralitas. Terhadap istrinya, dia akan memiliki kasih yang jauh lebih tinggi daripada kasih manusia alamiahnya.

Kita tidak seharusnya diduduki bahkan dengan hal-hal yang baik seperti etika dan perbaikan karakter, atau diganggu oleh hal-hal itu. Sebaliknya, kita harus diduduki, secara menyeluruh dipenuhi, dengan Allah Tritunggal. Dia yang menempuh kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, yang telah menggantikan kita dengan diri-Nya sendiri, sekarang adalah Roh yang hidup melalui kita. Kita seharusnya tidak mengizinkan segala sesuatu selain Dia untuk memenuhi dan menduduki kita.

KAYA DALAM HAL-HAL SELAIN ALLAH TRITUNGGAL

Kisah mengenai orang kaya dalam Markus 10 adalah suatu ilustrasi yang menggambarkan keperluan kita untuk bebas dari pendudukan segala sesuatu kecuali Allah itu sendiri. Setelah orang kaya itu pergi dengan sedih, Tuhan berkata kepada para murid-Nya, “Alangkah sukarnya orang yang banyak harta masuk ke dalam Kerajaan Allah!” (10:23). Beberapa orang yang membaca ayat ini mungkin berkata, “Allah tidak adil. Mengapa orang yang miskin dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, tetapi orang yang kaya tidak?”

Kita perlu tampak mengapa orang yang kaya dalam Markus 10 tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dia tidak dapat masuk karena dirinya diduduki oleh hal-hal selain Allah. Tidak ada ruang di dalamnya bagi Kristus untuk bertumbuh menjadi kerajaan. Sekali lagi kita perlu tampak bahwa Kerajaan Allah bukanlah ruang lingkup materi. Kerajaan Allah adalah Tuhan Yesus bertumbuh dan berkembang di dalam kita.

Ada orang ketika membaca tentang orang kaya dalam Markus 10, mereka mungkin bersukacita atas fakta bahwa mereka miskin dan sedikit pun tidak seperti orang kaya. Namun, Anda mungkin sangat kaya dalam hal-hal selain kekayaan materi. Bahkan orang muda di antara kita mungkin kaya dalam kesepuluh hal yang adalah pengganti Kristus, kaya dalam kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perbaikan karakter, dan usaha untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang.

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kaya? Kaya berarti diduduki oleh sesuatu selain Allah Trutunggal sendiri. Dalam tahun-tahun saya melayani Tuhan, saya telah bertemu dengan ratusan orang Kristen yang kaya dalam hal-hal lainnya selain Allah Tritunggal. Mereka kaya dalam hal-hal seperti pengetahuan Alkitab, teologi tradisional, dan usaha untuk menjadi rohani. Karena mereka kaya seperti itu, mereka tidak memiliki tempat bagi Tuhan Yesus untuk bertumbuh di dalam mereka.

Saya tidak memberikan perkataan dalam berita ini yang tidak saya terapkan terlebih dulu pada diri saya. Sebelum menyampaikan berita ini, saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Apakah kamu diduduki oleh hal-hal lain selain Kristus? Mungkin kamu diduduki oleh beberapa konsepsi yang kamu miliki mengenai Alkitab.” Saya sangat khawatir bahwa saya mungkin masih diduduki oleh hal-hal baik tertentu yang bukan Kristus itu sendiri.

KITA PERLU MENGOSONGKAN DIRI KITA

SENDIRI AGAR DAPAT MASUK KE DALAM

KERAJAAN ALLAH MELALUI

PERTUMBUHAN KRISTUS DI DALAM KITA

Kita semua perlu dikosongkan dari segala sesuatu selain Kristus yang menduduki kita. Apa adanya kita perlu dibongkar bagi Tuhan Yesus. Kita sungguh perlu mengosongkan diri kita. Menurut Alkitab, merendahkan diri kita adalah mengosongkan diri kita. Kita perlu mengosongkan diri kita sehingga semua ruangan dalam diri kita akan tersedia bagi pertumbuhan Tuhan Yesus di dalam kita.

Mengosongkan diri dan memberikan semua tempat di dalam kita kepada Tuhan Yesus adalah masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kita tidak seharusnya menganggap kerajaan sebagai ruang lingkup materi yang akan kita masuki suatu hari setelah syarat-syaratnya digenapi. Ini adalah konsepsi tradisional Kerajaan Allah, bukan pengajaran mengenai kerajaan dalam Perjanjian Baru.

Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah mengosongkan diri kita sendiri, membuang semua yang bukan Kristus dari dalam kita sehingga segenap diri kita tersedia bagi Dia untuk sepenuhnya bertumbuh di dalam kita. Saya memiliki keyakinan penuh bahwa ini adalah pemahaman yang tepat tentang apa yang dimaksud dengan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jika Anda tidak setuju dengan pemahaman ini hari ini, akhirnya Anda akan setuju bahwa hal ini sesuai dengan wahyu Perjanjian Baru Allah.

Masuk Kerajaan Allah bukanlah masalah masuk ke ruang lingkup materi di luar kita. Sebaliknya, masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah menumbuhkan Kristus secara batiniah. Perkembangan kerajaan di dalam kita adalah masuknya kita ke dalam kerajaan.

Bagaimana kerajaan dapat berkembang di dalam kita? Jika kita ingin kerajaan berkembang di dalam kita, kita perlu merendahkan diri kita, mengosongkan diri kita, membongkar diri kita. Kita tidak seharusnya diduduki oleh kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perbaikan karakter, atau usaha untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang. Kita seharusnya hanya memperhatikan Kristus dan pertumbuhan Kristus di dalam kita. Semua tanah di dalam kita seharusnya tersedia bagi Dia untuk bertumbuh di dalam kita.

Saya mendorong Anda untuk menerima pengertian semacam ini terhadap kerajaan dan membaca Matius 13 dan Markus 4 dalam terang ini. Dalam pasal-pasal ini kita tampak Tuhan Yesus sebagai penabur datang untuk menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sebagai tanah. Dia berharap kita akan mengosongkan diri kita, membongkar diri kita, dan memberikan Dia tempat untuk bertumbuh di dalam kita.

Pertumbuhan Kristus di dalam kita adalah masuknya kita ke dalam kerajaan. Alasan mengatakan pertumbuhan Kristus di dalam kita adalah jalan masuk kita ke dalam kerajaan, adalah karena pertumbuhan ini merupakan perkembangan kerajaan. Selain itu, ketika kita mengembangkan kerajaan, kita memasukinya. Karena itu, kerajaan bukanlah ruang lingkup materi. Sebaliknya, kerajaan adalah masalah Kristus bertumbuh di dalam diri kita.

Allah telah memilih kita di dalam Kristus, dan Dia telah memberikan Kristus sebagai pengganti yang universal. Sekarang kita perlu bekerja sama dengan Tuhan dengan membongkar diri kita sendiri sehingga Dia dapat bertumbuh dengan bebas di dalam diri kita. Jika kita melakukan hal ini, kita akan berada di dalam kerajaan. Kita akan berada dalam manifestasi kerajaan pada zaman yang akan datang, dan kita akan berada dalam realitas kerajaan hari ini. Inilah kehidupan yang menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Semoga kita semua tampak pandangan yang sedemikian terhadap ekonomi Perjanjian Baru Allah. Jika kita tampak visi akan kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, seluruh hidup kita sebagai orang Kristen akan direvolusi.

PERKEMBANGAN YANG KAYA AGAR

DENGAN KAYA LIMPAH MASUK KERAJAAN ALLAH

Dalam 2 Petrus 1:3-11 kita memiliki petunjuk lebih lanjut bahwa perkembangan kerajaan di dalam kita sesungguhnya adalah masuknya kita ke dalam kerajaan. Dalam ayat 3 dan 4 Petrus berbicara mengenai kuasa ilahi yang memberi kita segala hal yang berkaitan dengan hayat dan ibadah dan menjadi pengambil bagian dalam sifat (kodrat) ilahi. Kemudian dalam ayat 5 sampai 11 kita memiliki perkembangan melalui pertumbuhan dalam hayat agar dengan kaya masuk ke dalam kerajaan kekal.

Dalam ayat 5-7 Petrus berkata, “Justru karena itu, kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih terhadap saudara-saudara seiman dan kepada kasih terhadap saudara-saudara seiman, kasih terhadap semua orang.” Di sini kita tampak perkembangan hayat ilahi di dalam kita melalui sejumlah langkah. Kemudian dalam ayat 11 Petrus menyimpulkan, “Dengan demikian, kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Ayat ini adalah penegasan yang kuat dari apa yang telah kita katakan mengenai masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Masuk ke dalam kerajaan adalah perihal perkembangan hayat ilahi di dalam kita. Jika kita memiliki perkembangan yang kaya akan hayat ini, perkembangan ini akan membuat kita dengan kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dalam 2 Petrus 1:3-11 kita tampak bagaimana kita dengan kaya dan berlimpah masuk ke dalam kerajaan. Kita ingin menekankan fakta: kita masuk ke dalam kerajaan melalui suplai dari perkembangan hayat ilahi di dalam kita. Kelihatannya kitalah yang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sesungguhnya masuk ke dalam kerajaan dikarenakan suplai Tuhan melalui pertumbuhan kita dalam hayat-Nya dan melalui perkembangan hayat ini di dalam kita.