KEHIDUPAN YANG SEPENUHNYA SESUAI DENGAN DAN BAGI EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (15)
Pembacaan Alkitab:
Mrk. 1:14-18; 4:26; 9:1-8; 10:23-25; Rm. 14:17
Dalam dua berita terdahulu kita membahas empat hal penting: latar belakang ministri Tuhan, Tuhan sebagai penabur yang menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam umat Allah, kondisi para murid sebagai “tanah”, dan penyembuh-an Tuhan terhadap tanah ini melalui kematian dan kebang-kitan-Nya. Kita nampak bahwa melalui penyembuhan ini keseratus dua puluh murid menjadi tanah yang baik bagi penaburan Tuhan. Namun, kita nampak bahwa dalam Ki-sah Para Rasul 10 dan 21 dan Galatia 2 ada petunjuk yang kuat bahwa “rumput” yang menggantikan Kristus mulai bertumbuh lagi.
Kita menyimpulkan berita sebelum ini dengan perkataan mengenai Kerajaan Allah. Kita menunjukkan bahwa menurut Perjanjian Baru, Kerajaan Allah adalah satu persona, Tuhan Yesus Kristus, ditaburkan ke dalam kita agar berkembang. Dalam ministri-Nya, Tuhan datang untuk menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih kerajaan ke dalam orang-orang pilihan Allah sehingga benih ini dapat berkembang menjadi Kerajaan Allah.
KERAJAAN SEBAGAI TRANSFIGURASI YESUS
Kita nampak aspek lain dari kerajaan dalam 9:1-8. Da-lam 9:1 Tuhan Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Se-sungguhnya Aku berkata kepadamu, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka me-lihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.” Ayat ini segera diikuti oleh catatan transfigurasi Tuhan di atas gunung. Ayat 2-3 meneruskan, “Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersa-ma-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilauan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat memutihkan pakaian seperti itu.”
Bila kita menjajarkan ayat-ayat ini, kita nampak bahwa transfigurasi Tuhan Yesus adalah kedatangan kerajaan. Ini membuktikan bahwa kerajaan bukanlah ru-ang lingkup material, melainkan adalah satu persona yang ditransfigurasi. Ketika Tuhan Yesus ditransfigurasi, itu-lah kedatangan kerajaan. Jadi, apakah Kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah Tuhan Yesus sendiri yang ditrans-figurasi.
MENGALAMI TUHAN MEKAR DI DALAM KITA
Tuhan Ditransfigurasi di Dalam Kita
Kita perlu membahas pengertian akan kerajaan sebagai transfigurasi Tuhan Yesus dalam terang pengalaman kita. Ketika Anda percaya dalam Tuhan Yesus dan menerima Dia, Anda menerima Yesus yang belum ditransfigurasi. Sebagai-mana benih yang diterima oleh tanah adalah benih yang masih belum ditransfigurasi, dalam pengalaman kita, Kristus yang kita terima adalah Kristus yang belum ditransfigu-rasi. Transfigurasi benih memerlukan pertumbuhan benih itu menjadi tanaman yang besar dan berbunga (mekar). Ka-rena itu, kita dapat mengatakan bahwa transfigurasi benih memerlukan pertumbuhan dan berbunga. Dengan cara yang sama, Tuhan Yesus yang kita terima perlu bertumbuh di dalam kita sampai Dia mekar dari dalam kita.
Kita adalah tanah, dan Tuhan Yesus adalah benih ke-rajaan. Ketika kita menerima Dia ke dalam kita, kita me-nerima Dia sebagai Yang belum diubah dalam pengalaman kita. Sudahkah Anda menerima Tuhan Yesus, dan apakah Dia sekarang ada di dalam Anda? Kita semua dapat bersak-si dengan tegas bahwa kita telah menerima Tuhan dan Dia berada di dalam kita. Tetapi sudahkah Tuhan ditransfigurasi di dalam Anda? Jika Tuhan yang ada di dalam Anda belum ditransfigurasi, orang lain tidak akan mampu melihat Ke-rajaan Allah di dalam Anda. Karena kita belum mengalami transfigurasi ini, kita perlu Tuhan bertumbuh di dalam kita sampai Dia mekar. Mekarnya Tuhan merupakan transfigu-rasi Tuhan Yesus di dalam kita secara riil. Transfigurasi sedemikian ini adalah Kerajaan Allah.
Kenikmatan dan Pemerintahan
Transfigurasi Tuhan Yesus yang ada di dalam kita bukan hanya menjadi kenikmatan kita, tetapi juga pemerintahan Allah. Ketika Tuhan Yesus ditransfigurasi di dalam kita secara riil dalam hidup kita sehari-hari, transfigurasi ini menjadi Kerajaan Allah yang memerintah dalam hidup kita. Kerajaan ini memerintah kita, juga memberi kita kenikmatan penuh atas diri Allah.
Pertumbuhan dan Transfigurasi
Selama bertahun-tahun saya terbiasa dengan cerita transfigurasi Tuhan tanpa menyadari bahwa transfigurasi ini seharusnya menjadi sesuatu yang dapat dialami dan riil bagi kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita semua me-miliki Tuhan Yesus di dalam kita, tetapi Dia belum ditrans-figurasi di dalam kita. Karena itu, kita perlu Dia bertum-buh di dalam kita sampai melalui transfigurasi-Nya Dia mekar menjadi ekspresi Kerajaan Allah dalam pengalaman kita.
Benih Ditransfigurasi
Dalam 1:15 Tuhan Yesus berkata, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat.” Kemudian dalam perumpa-maan tentang benih, Tuhan berkata, “Beginilah hal Keraja-an Allah itu: Seumpama orang yang menaburkan benih di tanah” (4:26). Kemudian, dalam 9:1, Tuhan memberi tahu para murid-Nya bahwa di antara mereka yang hadir, ada yang tidak akan mati sampai mereka melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa. Segera setelah mengucapkan perkataan mengenai kerajaan ini, Tuhan Yesus ditransfigurasi di puncak gunung di hadapan Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Transfigurasi-Nya adalah kedatangan Kerajaan Allah dengan kuasa. Ini adalah petunjuk yang kuat bahwa Kerajaan Allah sesungguhnya adalah transfigurasi Tuhan Yesus.
Dalam Markus 4 kita memiliki benih kerajaan. Sekarang dalam pasal 9 benih ini ditransfigurasi, dan transfigurasi benih ini adalah kedatangan Kerajaan Allah.
Tahukah Anda mengapa banyak orang Kristen yang sejati tidak mengenal Kerajaan Allah hari ini? Alasannya adalah di antara orang Kristen hari ini kurang ada transfi-gurasi Kristus. Kristus yang hidup dalam banyak orang ber-iman masih merupakan benih; Dia masih belum ditransfi-gurasi. Hal ini mungkin juga merupakan situasi kita. Ya, kita memiliki Tuhan Yesus hidup di dalam kita, tetapi kita mungkin tidak memberi Dia kesempatan untuk ditransfigu-rasi di dalam kita. Karena itu, pada kita hanya ada benih kerajaan, bukan penampilan kerajaan.
Penampilan Kerajaan
Pada hari transfigurasi Tuhan di puncak gunung ada kedatangan, penampilan kerajaan. Dari hal ini kita nampak bahwa agar kerajaan tertampil dari dalam kita, kita perlu mengalami Tuhan ditransfigurasi di dalam kita.
Menghasilkan Hidup Gereja
Markus 9:1-3 membuktikan bahwa Kerajaan Allah bukanlah ruang lingkup materi. Kita telah menekankan fakta bahwa Kerajaan Allah adalah transfigurasi persona Tuhan Yesus. Hari ini transfigurasi yang sedemikian menghasilkan hidup gereja, yang adalah Kerajaan Allah.
Pemahaman akan gereja sebagai kerajaan cocok dengan perkataan Paulus dalam Roma 14:17: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenar-an, damai sejahtera dan sukacita dalam Roh Kudus.” Me-nurut konteksnya, Kerajaan Allah dalam ayat ini mengacu kepada hidup gereja.
MENEMPUH KEHIDUPAN ALLAH BAGI KERAJAAN ALLAH
Kita semua perlu nampak bahwa rencana kekal Allah, yang adalah ekonomi Perjanjian Baru-Nya, ialah menyalur-kan diri-Nya, Allah Tritunggal, ke dalam umat pilihan-Nya. Untuk melaksanakan rencana-Nya, Dia berinkarnasi men-jadi seorang manusia yang bernama Yesus. Ketika manusia ini keluar memberitakan, Dia mulai menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan Allah. Namun, sebagai ta-nah bagi penaburan Tuhan, umat pilihan-Nya telah jatuh, rusak, dan tercemar. Karena itu, Tuhan Yesus membawa ta-nah ini kepada salib dan menyalibkannya. Kemudian Dia membawa umat pilihan Allah sebagai tanah bersama-Nya ke dalam kebangkitan-Nya. Melalui kematian dan kebang-kitan-Nya, Tuhan tidak hanya menyembuhkan tanah, te-tapi juga menjadi pengganti bagi umat Allah. Dengan meng-gantikan mereka dengan diri-Nya sendiri, Dia membuat mereka menjadi reproduksi-Nya, yaitu, Dia membuat mere-ka sama seperti Dia.
Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Dia menempuh kehidupan Allah bagi Kerajaan Allah. Dia tidak hidup menurut kebudayaan, agama, atau etika. Sekarang para pengikut-Nya seharusnya menempuh kehidupan yang sama. Ini berarti para pengikut-Nya juga seharusnya menempuh kehidupan Allah bagi perkembangan Kerajaan Allah.
Kita perlu nampak bahwa sebagai umat Allah, yaitu kita yang telah digantikan oleh Kristus dan dengan Kristus, kita perlu menempuh kehidupan yang mutlak milik Allah. Kita tidak seharusnya menempuh kehidupan yang bukan milik Allah Tritunggal.
Hari demi hari kita perlu melaksanakan visi ini. Ini berarti, kita tidak seharusnya menempuh kehidupan menu-rut kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perbaikan karakter, dan mencoba untuk rohani, alkitabiah, kudus, dan menang, melainkan menempuh kehidupan yang mutlak bagi Allah dan bagi Kerajaan Allah.
Sebagai contoh, seorang saudara yang telah menikah tidak seharusnya mencoba mengasihi istrinya. Juga tidak seharusnya ia berusaha menjadi contoh bagi yang lain ba-gaimana menjadi suami yang baik. Memiliki pemikiran ini berarti kehilangan sasaran ekonomi Perjanjian Baru Allah. Selain itu, kehilangan visi ekonomi Allah.
Menurut visi ekonomi Allah yang disajikan dalam Per-janjian Baru, sebagai umat pilihan Allah, kita yang telah digantikan oleh dan dengan Kristus, seharusnya hanya mem-perhidupkan kehidupan Allah. Ini berarti, jika seorang sau-dara yang telah menikah memiliki pikiran untuk menjadi seorang suami yang baik, dia harus membuang pikiran itu dan dengan sederhana memperhidupkan kehidupan Allah. Saudara yang demikian perlu nampak bahwa dia telah dipilih oleh Allah dan digantikan oleh Kristus, bukan dia berusaha dalam dirinya sendiri untuk menjadi suami yang baik, te-tapi dia seharusnya memperhidupkan kehidupan Allah. Dia tidak ditentukan untuk memperhidupkan kehidupan mengasihi istrinya; sebaliknya, dia ditentukan untuk memperhidupkan kehidupan Allah. Karena itu, dia seharusnya tidak menempuh kehidupan menurut kebudayaan, agama, atau etika. Dia tidak seharusnya memperhatikan hal-hal ini, dia seharusnya hanya memandang kepada Yesus. Akhirnya, Dia akan menempuh kehidupan yang lebih tinggi daripada kebudayaan, agama, etika, atau moralitas. Terhadap istrinya, dia akan memiliki kasih yang jauh lebih tinggi daripada kasih manusia alamiahnya.
Kita tidak seharusnya diduduki bahkan dengan hal-hal yang baik seperti etika dan perbaikan karakter, atau di-ganggu oleh hal-hal itu. Sebaliknya, kita harus diduduki, secara menyeluruh dipenuhi, dengan Allah Tritunggal. Dia yang menempuh kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, yang telah meng-gantikan kita dengan diri-Nya sendiri, sekarang adalah Roh yang hidup melalui kita. Kita seharusnya tidak mengizin-kan segala sesuatu selain Dia untuk memenuhi dan men-duduki kita.
KAYA DALAM HAL-HAL SELAIN ALLAH TRITUNGGAL
Kisah mengenai orang kaya dalam Markus 10 adalah suatu ilustrasi yang menggambarkan keperluan kita untuk bebas dari pendudukan segala sesuatu kecuali Allah itu sen-diri. Setelah orang kaya itu pergi dengan sedih, Tuhan ber-kata kepada para murid-Nya, “Alangkah sukarnya orang yang banyak harta masuk ke dalam Kerajaan Allah!” (10:23). Beberapa orang yang membaca ayat ini mungkin berkata, “Allah tidak adil. Mengapa orang yang miskin dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, tetapi orang yang kaya tidak?”
Kita perlu nampak mengapa orang yang kaya dalam Markus 10 tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dia tidak dapat masuk karena dirinya diduduki oleh hal-hal selain Allah. Tidak ada ruang di dalamnya bagi Kristus un-tuk bertumbuh menjadi kerajaan. Sekali lagi kita perlu nampak bahwa Kerajaan Allah bukanlah ruang lingkup materi. Kerajaan Allah adalah Tuhan Yesus bertumbuh dan berkembang di dalam kita.
Ada orang ketika membaca tentang orang kaya dalam Markus 10, mereka mungkin bersukacita atas fakta bahwa mereka miskin dan sedikit pun tidak seperti orang kaya. Namun, Anda mungkin sangat kaya dalam hal-hal selain kekayaan materi. Bahkan orang muda di antara kita mungkin kaya dalam kesepuluh hal yang adalah pengganti Kristus, kaya dalam kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perbaikan karakter, dan usaha untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang.
Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kaya? Kaya berarti diduduki oleh sesuatu selain Allah Trutunggal sen-diri. Dalam tahun-tahun saya melayani Tuhan, saya telah bertemu dengan ratusan orang Kristen yang kaya dalam hal-hal lainnya selain Allah Tritunggal. Mereka kaya dalam hal-hal seperti pengetahuan Alkitab, teologi tradisional, dan usaha untuk menjadi rohani. Karena mereka kaya seperti itu, mereka tidak memiliki tempat bagi Tuhan Yesus untuk bertumbuh di dalam mereka.
Saya tidak memberikan perkataan dalam berita ini yang tidak saya terapkan terlebih dulu pada diri saya. Sebelum menyampaikan berita ini, saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Apakah kamu diduduki oleh hal-hal lain selain Kristus? Mungkin kamu diduduki oleh beberapa konsepsi yang kamu miliki mengenai Alkitab.” Saya sangat khawatir bahwa saya mungkin masih diduduki oleh hal-hal baik tertentu yang bukan Kristus itu sendiri.
KITA PERLU MENGOSONGKAN DIRI KITA
SENDIRI AGAR DAPAT MASUK KE DALAM
KERAJAAN ALLAH MELALUI
PERTUMBUHAN KRISTUS DI DALAM KITA
Kita semua perlu dikosongkan dari segala sesuatu selain Kristus yang menduduki kita. Apa adanya kita perlu dibongkar bagi Tuhan Yesus. Kita sungguh perlu mengosongkan diri kita. Menurut Alkitab, merendahkan diri kita adalah mengosongkan diri kita. Kita perlu mengosongkan diri kita sehingga semua ruangan dalam diri kita akan tersedia bagi pertumbuhan Tuhan Yesus di dalam kita.
Mengosongkan diri dan memberikan semua tempat di dalam kita kepada Tuhan Yesus adalah masuk ke dalam Ke-rajaan Allah. Kita tidak seharusnya menganggap kerajaan sebagai ruang lingkup materi yang akan kita masuki suatu hari setelah syarat-syaratnya digenapi. Ini adalah konsepsi tradisional Kerajaan Allah, bukan pengajaran mengenai kerajaan dalam Perjanjian Baru.
Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah mengosongkan diri kita sen-diri, membuang semua yang bukan Kristus dari dalam kita sehingga segenap diri kita tersedia bagi Dia untuk sepenuh-nya bertumbuh di dalam kita. Saya memiliki keyakinan penuh bahwa ini adalah pemahaman yang tepat tentang apa yang dimaksud dengan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jika Anda tidak setuju dengan pemahaman ini hari ini, akhirnya Anda akan setuju bahwa hal ini sesuai dengan wahyu Perjanjian Baru Allah.
Masuk Kerajaan Allah bukanlah masalah masuk ke ruang lingkup materi di luar kita. Sebaliknya, masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah menumbuhkan Kristus secara batiniah. Perkembangan kerajaan di dalam kita adalah masuknya kita ke dalam kerajaan.
Bagaimana kerajaan dapat berkembang di dalam kita? Jika kita ingin kerajaan berkembang di dalam kita, kita perlu merendahkan diri kita, mengosongkan diri kita, mem-bongkar diri kita. Kita tidak seharusnya diduduki oleh ke-budayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perbaikan karak-ter, atau usaha untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang. Kita seharusnya hanya memperhatikan Kristus dan pertumbuhan Kristus di dalam kita. Semua ta-nah di dalam kita seharusnya tersedia bagi Dia untuk ber-tumbuh di dalam kita.
Saya mendorong Anda untuk menerima pengertian se-macam ini terhadap kerajaan dan membaca Matius 13 dan Markus 4 dalam terang ini. Dalam pasal-pasal ini kita nampak Tuhan Yesus sebagai penabur datang untuk mena-burkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sebagai tanah. Dia berharap kita akan mengosongkan diri kita, membongkar diri kita, dan memberikan Dia tempat untuk bertumbuh di dalam kita.
Pertumbuhan Kristus di dalam kita adalah masuknya kita ke dalam kerajaan. Alasan mengatakan pertumbuhan Kristus di dalam kita adalah jalan masuk kita ke dalam ke-rajaan, adalah karena pertumbuhan ini merupakan perkem-bangan kerajaan. Selain itu, ketika kita mengembangkan kerajaan, kita memasukinya. Karena itu, kerajaan bukanlah ruang lingkup materi. Sebaliknya, kerajaan adalah masalah Kristus bertumbuh di dalam diri kita.
Allah telah memilih kita di dalam Kristus, dan Dia telah memberikan Kristus sebagai pengganti yang universal. Seka-rang kita perlu bekerja sama dengan Tuhan dengan mem-bongkar diri kita sendiri sehingga Dia dapat bertumbuh dengan bebas di dalam diri kita. Jika kita melakukan hal ini, kita akan berada di dalam kerajaan. Kita akan berada dalam manifestasi kerajaan pada zaman yang akan datang, dan kita akan berada dalam realitas kerajaan hari ini. Inilah kehidupan yang menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah.
Semoga kita semua nampak pandangan yang sedemikian terhadap ekonomi Perjanjian Baru Allah. Jika kita nampak visi akan kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, seluruh hidup kita sebagai orang Kristen akan direvolusi.
PERKEMBANGAN YANG KAYA AGAR
DENGAN KAYA LIMPAH MASUK KERAJAAN ALLAH
Dalam 2 Petrus 1:3-11 kita memiliki petunjuk lebih lanjut bahwa perkembangan kerajaan di dalam kita sesungguhnya adalah masuknya kita ke dalam kerajaan. Dalam ayat 3 dan 4 Petrus berbicara mengenai kuasa ilahi yang memberi kita segala hal yang berkaitan dengan hayat dan ibadah dan menjadi pengambil bagian dalam sifat (kodrat) ilahi. Kemudian dalam ayat 5 sampai 11 kita memiliki perkembangan melalui pertumbuhan dalam hayat agar dengan kaya masuk ke dalam kerajaan kekal.
Dalam ayat 5-7 Petrus berkata, “Justru karena itu, ka-mu harus dengan sungguh-sungguh berusaha menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan penge-tahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada pe-nguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih terhadap saudara-saudara seiman dan kepada kasih terhadap saudara-saudara seiman, kasih terhadap semua orang.” Di sini kita nampak perkem-bangan hayat ilahi di dalam kita melalui sejumlah langkah. Kemudian dalam ayat 11 Petrus menyimpulkan, “Dengan demikian, kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh un-tuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Ayat ini adalah penegasan yang kuat dari apa yang telah kita katakan mengenai ma-suk ke dalam Kerajaan Allah.
Masuk ke dalam kerajaan adalah perihal perkembangan hayat ilahi di dalam kita. Jika kita memiliki perkembangan yang kaya akan hayat ini, perkembangan ini akan mem-buat kita dengan kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dalam 2 Petrus 1:3-11 kita nampak bagaimana kita dengan kaya dan berlimpah masuk ke dalam kerajaan. Kita ingin menekankan fakta: kita masuk ke dalam kerajaan melalui suplai dari perkembangan hayat ilahi di dalam kita. Keli-hatannya kitalah yang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sesungguhnya masuk ke dalam kerajaan dikarenakan suplai Tuhan melalui pertumbuhan kita dalam hayat-Nya dan me-lalui perkembangan hayat ini di dalam kita.