← Daftar isi Markus (2) · bab 18/25

KEHIDUPAN YANG SEPENUHNYA SESUAI DENGAN DAN BAGI EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (12)

Pembacaan Alkitab:

Mrk. 1:16-20; 4:3, 26; 9:1-8; Ef. 1:4; Mrk. 1:9-11; Gal. 2:20

Tuhan Yesus adalah perwujudan Allah Tritunggal. Se-bagai perwujudan Allah Tritunggal, kehidupan-Nya sepenuh-nya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Persona ini menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih ha-yat ke dalam murid-murid-Nya. Benih ini adalah Tuhan sebagai perwujudan Allah Tritunggal.

TUHAN MENABURKAN ALLAH TRITUNGGAL

KE DALAM KAUM BERIMAN-NYA YANG SEBAGAI TANAH

Ketika Tuhan Yesus menunaikan ministri dan menempuh hidup menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah, Dia mengumpulkan “tanah” yang ke dalamnya Dia akan menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih. Tanah ini adalah para pengikut Tuhan. Yang pertama didapatkan oleh Tuhan Yesus adalah Petrus. Kita boleh berkata bahwa Tuhan Yesus me-letakkan Petrus ke dalam “kantong-Nya” dan membawa “tanah” ini menyertai-Nya ke mana pun Dia pergi.

Ketika kita membaca Injil Markus, kita perlu nampak bahwa Tuhan Yesus menempuh hidup yang menaburkan Allah Tritunggal ke dalam kaum beriman-Nya yang sebagai tanah. Dalam pasal 1, Dia mulai mengumpulkan tanah. Petrus, yang pertama dipanggil oleh Tuhan Yesus, adalah wakil kita. Dia memimpin baik dalam hal yang baik mau-pun hal yang buruk. Dia yang pertama mengenal bahwa Yesus adalah Kristus, juga yang pertama menyangkal Tuhan. Petrus bahkan yang pertama disalibkan. Dalam berita-berita terdahulu kita menunjukkan bahwa dalam satu arti, Petrus disalibkan bahkan sebelum Tuhan Yesus. Selain itu, setelah Tuhan bangkit, malaikat dengan khusus menyebut-kan nama Petrus (16:7). Ini menunjukkan bahwa Petrus dikenal oleh malaikat. Dia jelas adalah wakil kita.

KONDISI TANAH

Injil Markus tidak hanya menggambarkan Tuhan seba-gai Orang yang menaburkan Allah Tritunggal ke dalam ka-um beriman-Nya yang sebagai tanah, Injil ini juga melukis-kan kondisi tanah ini. Peristiwa yang dicatat dalam Injil ini menunjukkan bahwa tanah ini tidak berada dalam kon-disi yang sehat. Dalam Injil Markus kita nampak dua belas peristiwa yang melibatkan tiga belas orang. (Ada satu peris-tiwa melibatkan dua orang; seorang perempuan dan seorang gadis). Empat dari kedua belas peristiwa ini adalah peristiwa orang-orang yang dirasuki roh jahat. Ini menunjukkan bahwa tanah yang dikumpulkan oleh Tuhan Yesus dirasuki, diduduki oleh Iblis.

Bukankah Anda diduduki oleh beberapa jenis “roh jahat” sebelum Anda diselamatkan? Hari ini banyak yang dirasuki oleh setan ganja atau setan judi. Ketika kita mengamati situasi dunia hari ini, kita nampak bahwa orang-orang di-duduki oleh roh-roh jahat. Karena itu, ketika Tuhan Yesus datang untuk memilih orang dan mengumpulkan orang ter-sebut untuk menjadi tanah-Nya, hal pertama yang Dia la-kukan adalah mengusir setan dari orang itu. Dari peng-alaman kita tahu bahwa ketika kita dipanggil oleh Tuhan, Dia mengusir setan yang merasuki kita.

Dua belas peristiwa yang dicatat dalam Injil Markus mungkin dianggap sebagai gambaran kondisi seseorang. Dengan kata lain, peristiwa-peristiwa ini adalah berbagai gambaran dari satu orang. Di mata Tuhan Yesus, setiap orang yang menjadi tanah-Nya adalah orang yang digam-barkan oleh dua belas peristiwa ini. Karena itu, peristiwa ibu mertua Petrus, yang demam, menunjukkan bahwa se-cara rohani, kita semua demam. Karena suhu kerohanian kita tidak normal, mudah sekali kita marah. Bukankah ini kondisi Anda sebelum Anda beroleh selamat? Kita semua pernah demam tinggi. Selain itu, kita kusta, najis, terce-mar, dalam hubungannya dengan Allah maupun manusia. Kita juga lumpuh dan mati sebelah, tidak mampu berjalan di hadapan Allah atau bekerja bagi Dia.

PENYEMBUHAN YANG UMUM DAN PENYEMBUHAN YANG KHUSUS

Meskipun ini adalah kondisi kita sebelum kita beroleh selamat, Tuhan Yesus telah menyembuhkan kita secara umum. Orang yang digambarkan oleh peristiwa-peristiwa ini telah disembuhkan dan tidak lagi abnormal dalam suhu dan tidak lagi najis, lumpuh, dan mati sebelah.

Menurut urutan dari Injil Markus, setelah peristiwa yang menggambarkan penyembuhan yang umum, kita me-miliki tiga peristiwa yang melukiskan penyembuhan organ-organ yang khusus, yaitu organ pendengaran, organ pem-bicaraan, dan organ penglihatan. Sebelum pasal 8, tanah telah dikumpulkan, dan murid-murid telah disembuhkan secara umum. Namun, secara rohani, mereka masih tidak dapat melihat, mendengar, atau berbicara. Karena itu, Tuhan mulai melakukan penyembuhan organ-organ yang khusus, organ penglihatan, pendengaran, dan pembicaraan.

DUA PERISTIWA KEBUTAAN

Dalam Injil Markus terdapat dua peristiwa khusus pe-nyembuhan kebutaan. Peristiwa pertama adalah penyem-buhan orang buta di Betsaida (8:22-26). Setelah Tuhan melu-dah ke mata orang buta dan meletakkan tangan-Nya ke atas dia, Dia bertanya, “Sudahkah kaulihat sesuatu?” (ayat 23). Orang itu menjawab, “Aku melihat orang-orang seperti pohon-pohon; namun aku melihat mereka berjalan-jalan.” Kemudian Tuhan meletakkan tangan-Nya ke atas matanya, dan orang itu “sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas” (ayat 25).

Segera setelah penyembuhan orang buta di Betsaida, Tuhan Yesus pergi bersama murid-murid-Nya ke desa-desa di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Dia menanyai murid-murid-Nya, berkata kepada mereka, “Kata orang, si-apakah Aku ini?” (8:27). Mereka menjawab, “Yohanes Pem-baptis; yang lain mengatakan: Elia, yang lain lagi menga-takan: Seorang dari para nabi” (ayat 28). Kemudian Tuhan menanyai murid-murid-Nya lebih lanjut: “Tetapi apa kata-mu, siapakah Aku ini?” (ayat 29). Pertanyaan ini menun-jukkan bahwa Tuhan sedang menyembuhkan organ pengli-hatan para murid-Nya.

Peristiwa kedua dari penyembuhan kebutaan yang di-catat dalam Injil Markus adalah peristiwa kebutaan Bartimeus (10:46-52). Sangatlah berarti bahwa peristiwa ini terjadi segera setelah Tuhan menanggulangi permintaan Yakobus dan Yohanes untuk duduk pada sisi kanan dan ki-ri-Nya dalam kemuliaan-Nya (10:35-45). Fakta bahwa me-reka mengajukan permintaan sedemikian membuktikan bahwa mereka buta dan perlu penyembuhan yang khusus dari Tuhan. Para murid memerlukan penyembuhan organ penglihatan, pendengaran, dan pembicaraan mereka.

KRISTUS MENGGANTIKAN

HUKUM TAURAT DAN NABI-NABI

Dari pasal 8, Tuhan Yesus mulai membantu para murid untuk melihat persona-Nya, kematian-Nya yang almuhit, dan kebangkitan-Nya yang ajaib. Tiga kali Dia berbicara kepada mereka mengenai kematian dan kebangkitan-Nya (8:31; 9:30-32; 10:33-34).

Di Gunung Pengubahan Tuhan Yesus menampilkan ke-pada Petrus, Yakobus, dan Yohanes mengenai siapa diri-Nya. “Lalu Yesus berubah rupa di depan mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilauan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat memutihkan pakaian seperti itu” (9:2-3). Di atas gunung, “lalu tampaklah kepada mereka Elia bersama de-ngan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus” (ayat 4). Karena tidak tahu harus berkata apa, Petrus berkata ke-pada Tuhan Yesus “Rabi, alangkah baiknya kita berada di tempat ini. Biarlah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia” (ayat 5). Apa yang Petrus katakan adalah sesuai dengan Perjanjian Lama. Dia tidak tahu bahwa hal-hal dalam Perjanjian Lama telah dikubur bersama Tuhan Yesus dalam pasal 1. Dari sudut pandang manusia, usul Petrus tidaklah salah. Musa dan Elia adalah dua orang yang besar. Musa mewakili hu-kum Taurat, dan Elia mewakili nabi-nabi. Namun, dari su-dut pandang ekonomi Perjanjian Baru Allah, perkataan Petrus itu ngawur.

Markus 9:7 mengatakan, “Lalu datanglah awan mena-ungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, ‘Ini-lah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia!’” Perkataan ini adalah dasar kita mengatakan bahwa Kristus adalah pengganti yang menyeluruh, yang universal. Persona ini seharusnya menggantikan Musa dan Elia, yaitu, Dia seha-rusnya menggantikan hukum Taurat dan nabi-nabi. Dia se-harusnya menggantikan hal-hal usang, yang diakhiri dan dikubur dalam pasal 1. Markus 9 menunjukkan bahwa Kristus adalah pengganti yang universal.

DIPILIH DALAM KRISTUS

DAN DIBAPTIS BERSAMA KRISTUS

Tuhan Yesus mengumpulkan murid-murid-Nya untuk menjadi tanah tempat Dia menaburkan Allah Tritunggal sebagai benih. Tuhan menyembuhkan organ penglihatan, organ pendengaran, dan organ pembicaraan. Kemudian Dia membawa tanah ini bersama Dia ketika Dia diperiksa, di-adili, dan disalibkan. Dia membawa tanah ini melalui ke-matian-Nya yang almuhit dan ke dalam kebangkitan-Nya yang ajaib.

Kita perlu membahas Injil Markus dari sudut pandang Surat-surat Kiriman Paulus. Menurut Efesus 1:4, Allah memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan. Ini menunjukkan bahwa dalam kekekalan lampau Allah mele-takkan kita di dalam Kristus, karena Dia memilih kita di dalam Kristus. Fakta Dia memilih kita di dalam Kristus menunjukkan bahwa Dia telah meletakkan kita di dalam Kristus. Karena itu, kita diletakkan di dalam Kristus sebe-lum dunia dijadikan.

Menurut pengalaman kita, kita dapat mengatakan bahwa kita diletakkan di dalam Kristus ketika kita percaya ke dalam Dia dan dibaptis ke dalam Dia. Pengertian ini benar dan sesuai dengan Perjanjian Baru. Kita diberi tahu dalam Perjanjian Baru bahwa kita dibaptis ke dalam Kristus (Gal. 3:27). Ini adalah perkataan mengenai berada di dalam Kristus secara riil. Namun, Efesus 1:4, adalah perkataan mengenai pemilihan Allah atas kita dalam kekekalan, sebuah perkataan yang menunjukkan bahwa sebelum dunia dijadikan Allah telah meletakkan kita di dalam Kristus.

Kita perlu nampak Markus 1 dalam terang Efesus 1. Dalam Markus 1, Kristus yang ke dalam-Nya kita diletak-kan oleh Allah dalam kekekalan yang lampau, datang untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Karena kita telah diletak-kan di dalam Dia sebelum dunia dijadikan, Kristus tidak datang sendirian. Sebaliknya, Dia datang bersama kita. Karena itu, ketika Dia dibaptis, kita dibaptis di dalam Dia.

Percayakah Anda bahwa Anda telah diletakkan di dalam Kristus oleh Allah Bapa sebelum dunia dijadikan dan bahwa Anda berada di dalam Kristus ketika Dia dibaptis? Jika An-da nampak hal ini, Anda akan memuji Tuhan dan berkata, “Haleluya, ketika Tuhan Yesus dibaptis dalam Markus 1, aku juga dibaptis! Aku berada di dalam Dia ketika Dia dibaptis di Sungai Yordan.” Jika kita memiliki pandangan yang disajikan dalam Surat-surat Kiriman Paulus, kita akan nampak bahwa kita sudah dibaptis di Sungai Yordan bersama Tuhan Yesus. Kita semua perlu nampak hal ini.

DISALIBKAN, DIKUBURKAN,

DAN DIBANGKITKAN BERSAMA KRISTUS

Karena kita telah diletakkan di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan, maka kita juga berada di dalam Dia ketika Dia disalibkan. Ketika Dia naik ke atas salib, kita juga na-ik bersama-Nya. Dia mati di atas salib bersama kita. Inilah alasan Paulus dapat berkata, “Aku telah disalibkan dengan Kristus” (Gal. 2:19b). Kita perlu memiliki pandangan Paulus tentang penyaliban Kristus.

Sebagaimana kita disalibkan bersama Kristus, kita juga dikubur dan dibangkitkan bersama Dia. Ketika Dia dikuburkan dalam Markus 15, kita juga dikuburkan. Demikian pula, ketika Dia dibangkitkan dalam Markus 16, kita dibangkitkan bersama Dia.

Injil Markus terutama mewahyukan persona Kristus. Injil ini memang tidak mengatakan apa-apa tentang kelahiran-Nya, tetapi Injil ini menekankan kematian dan kebangkitan-Nya. Karena itu, yang ditekankan dalam Injil Markus adalah persona Kristus bersama kematian dan kebangkitan-Nya. Kita memerlukan keempat belas Surat Kiriman Paulus untuk memberikan definisi yang memadai akan persona Kristus serta kematian dan kebangkitan-Nya.

Sekarang, kita semua seharusnya memiliki pandangan yang jelas akan Tuhan Yesus sebagai Orang yang menem-puh hidup yang menaburkan Allah Tritunggal ke dalam pa-ra murid-Nya. Sebagai tanah yang dikumpulkan oleh Dia, para murid berada dalam kondisi yang digambarkan oleh berbagai peristiwa dalam Injil Markus. Ini berarti mereka sakit demam, tercemar, dan lumpuh. Tetapi mereka semua disembuhkan baik secara umum maupun secara khusus. Organ penglihatan, pendengaran, dan pembicaraan mereka, khususnya, disembuhkan.

Setelah Tuhan memanggil para murid-Nya, Dia membawa mereka bersama-Nya ke mana pun Dia pergi. Ketika Dia membawa tanah murid-murid bersama Dia, Dia menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam tanah itu.

REPRODUKSI TUHAN YESUS

Kitab Kisah Para Rasul adalah kelanjutan langsung dari Injil Markus. Dalam dua pasal pertama Kitab Kisah Para Rasul kita nampak bahwa Petrus dan keseratus dua puluh orang itu telah menjadi reproduksi Tuhan Yesus. Da-lam Injil Markus para murid berdebat tentang siapakah yang terbesar. Dalam Markus 14 Petrus menyangkal Tuhan Yesus tiga kali. Tetapi dalam Kisah Para Rasul 1 tidak ada seorang pun yang peduli tentang siapakah yang terbesar. Se-baliknya, mereka sehati berdoa secara terus-menerus selama sepuluh hari. Bagaimana para murid dapat mengalami halhal yang sedemikian ini? Mereka dapat mengalami hal ini hanya dengan menikmati Kristus yang bangkit di dalam mereka sebagai hayat mereka.

Dalam Kisah Para Rasul 2, kuasa dari tempat yang tinggi menaungi murid-murid. Hasilnya, mereka menjadi pertambahan, perkembangan, perbesaran, dan kelanjutan Tuhan Yesus. Dia telah membawa mereka melalui kema-tian dan kebangkitan-Nya, dan Dia telah menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam mereka. Hasilnya, mereka digantikan oleh Tuhan dan diresapi oleh-Nya. Dengan jalan ini mereka menjadi pertambahan dan kelanjutan-Nya.

Macam kehidupan apakah yang ditempuh oleh keseratus dua puluh orang dalam Kitab Kisah Para Rasul? Mereka menempuh hidup yang sepenuhnya sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Mereka tidak menempuh hidup me-nurut kebudayaan atau agama. Mereka juga tidak menem-puh hidup menurut etika, moralitas, filsafat, atau perbaikan karakter. Seperti Tuhan Yesus hidup mutlak berdasarkan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, keseratus dua pu-luh orang dalam Kitab Kisah Para Rasul hidup dengan cara yang sama.

Namun, dalam Kisah Para Rasul 21 dan dalam Kitab Yakobus, kita nampak sesuatu yang berbeda dengan hayat yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dalam Kisah Para Rasul 21, Yakobus adalah penyimpangan terhadap hayat yang sepenuhnya sesuai de-ngan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dalam Kitab Yakobus kita nampak hayat yang hanya sebagian sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Pada Kitab Yakobus kita terutama nampak hayat yang sesuai dengan Perjanjian Lama, hayat yang sesuai dengan agama dan etika.

YANG ALLAH INGINKAN HARI INI

Beban kita dalam berita-berita ini bukanlah mempela-jari Kitab Suci secara doktrinal. Beban kita adalah menya-jikan apa yang Allah inginkan hari ini. Allah mengingin-kan kita untuk dijenuhi oleh-Nya dan dengan-Nya sehingga kita dapat menempuh hidup bagi penyaluran ilahi. Ke-mudian kita akan menaburkan hayat ini ke dalam orang lain bagi penyaluran lebih lanjut Allah Tritunggal. Menge-nai hal ini, kita semua perlu revolusi dalam konsepsi dan kehidupan kita sehingga kita dapat dibawa ke dalam hayat yang sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah.