← Daftar isi Markus (2) · bab 16/25

KEHIDUPAN YANG SEPENUHNYA SESUAI DENGAN DAN BAGI EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (10)

Pembacaan Alkitab:

Mrk. 9:1-8; 16:20; Flp. 1:21; Gal. 2:20; Kol. 3:4

Seluruh Perjanjian Baru adalah suatu kitab mengenai satu persona, Tuhan Yesus Kristus. Kitab-kitab Injil adalah biografi dari persona ini, dan kitab-kitab lainnya dalam Per-janjian Baru adalah suatu definisi dan penjelasan dari per-sona ini. Kita mengucap syukur kepada Tuhan atas biografi Tuhan Yesus yang disajikan dalam Injil Markus. Namun, kita perlu meluangkan banyak waktu untuk membaca Surat-surat Kiriman supaya dapat melihat definisi hayat yang ter-cantum dalam Injil Markus. Jika kita hanya membaca Injil Markus, kita akan nampak banyak peristiwa yang terjadi se-lama hidup Tuhan, tetapi kita tidak memahami makna dari peristiwa-peristiwa itu. Tetapi ketika kita sampai pada Surat-surat Kiriman, kita menerima terang mengenai hal-hal itu.

KRISTUS DENGAN KEMATIAN, KEBANGKITAN, DAN KENAIKAN-NYA

Dalam Surat Kiriman Paulus kita memiliki pandangan yang luas mengenai kematian dan kebangkitan Kristus. Da-lam Surat-surat Kirimannya Paulus menunjukkan dengan jelas bahwa Kristus itu almuhit. Sebagai contoh, Paulus mem-beri tahu kita bahwa Kristus bukan hanya Kepala dari ma-nusia baru yang universal; dia juga berkata bahwa Kristus adalah Tubuh (1 Kor. 12:12). Dalam Kolose 3:11 Paulus ber-kata bahwa di dalam manusia baru, Kristus adalah semua anggota dan di dalam semua anggota. Dari ayat-ayat ini kita nampak bahwa Kristus, Sang terurap Allah, bersifat almuhit.

Paulus juga dengan jelas mewahyukan bahwa kema-tian Kristus itu almuhit. Paulus memberi tahu kita bahwa kita disalibkan dengan Kristus dan di dalam Kristus (Gal. 2:20). Dalam Roma 6:6 Paulus mengumumkan bahwa ma-nusia lama kita telah disalibkan dengan Kristus. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kematian Kristus di atas salib bu-kan hanya kematian satu individu. Karena Kristus bersifat almuhit, kematian-Nya juga almuhit. Bagaimana mungkin orang yang almuhit sedemikian mati hanya sebagai satu individu dan tidak mengalami kematian yang almuhit? Ti-dak ada petunjuk dalam Injil Markus bahwa Kristus mati secara almuhit. Tetapi dalam Surat-surat Kiriman sebagai definisi dan penjelasan Allah mengenai Kristus, kematian, dan kebangkitan-Nya, kita nampak bahwa kematian-Nya benar-benar almuhit.

Dalam Surat-surat Kiriman Paulus kita juga nampak bahwa kita tercakup di dalam kebangkitan dan kenaikan Kristus. Dalam Efesus 2:6 Paulus berkata bahwa Allah “membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di surga.” Karena itu, dalam pandangan Allah, kita didudukkan bersama Kristus di surga. Sebagai umat pilihan Allah, kita semua telah diletakkan dalam Kristus (1 Kor. 1:30). Karena Kristus berada di surga, kita juga berada di surga. Kita semua perlu nampak dari Surat Kiriman bahwa Kristus beserta kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya bersifat almuhit.

TERCAKUP DALAM KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS

Menurut Markus 10:32, ketika Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem, Dia membawa murid-murid-Nya bersama-Nya. Dia mencakupkan mereka dalam semua hal yang Dia kerjakan. Yudas adalah satu-satunya murid yang tidak terus menyertai Tuhan sampai akhir. Setelah hari raya Paskah, Tuhan Yesus menyingkapkan Yudas, dan kemudian Yudas pergi. Sebagai seorang Yahudi, dia memiliki hak untuk me-nikmati hari raya Paskah. Tetapi karena dia tidak dipilih oleh Allah untuk menyertai Tuhan, dia tidak ada bagian dalam perjamuan malam Tuhan. Semua murid yang lain mengalami perjamuan malam dan tercakup dalam kema-tian dan kebangkitan Tuhan.

Ketika Tuhan Yesus ditangkap di Taman Getsemani, murid-murid-Nya menyertai Dia. Petrus bahkan begitu bera-ni mencabut pedangnya dan memotong telinga hamba imam besar (14:47). Dalam keberaniannya, Petrus menimbulkan kesulitan bagi Tuhan dan memaksa-Nya menyembuhkan te-linga hamba imam besar itu. Di satu arti, Petrus disalibkan sebelum Tuhan Yesus. Tuhan disalibkan di Golgota, tetapi Petrus disalibkan di pelataran kediaman Gubernur.

Butir yang ingin ditekankan di sini adalah Tuhan Yesus membawa murid-murid-Nya melalui semua langkah yang mengarah kepada kematian dan kebangkitan-Nya, dan ke-mudian Dia mencakupkan mereka dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Jika kita mengerti pengisahan Injil Markus sesuai dengan apa yang diwahyukan dalam Surat Kiriman Paulus, kita akan nampak bahwa bukan hanya murid-mu-rid, tetapi kita juga tercakup dalam kematian dan kebang-kitan Kristus.

Ada orang begitu mendengar bahwa kita tercakup da-lam kematian dan kebangkitan Kristus, mungkin berkata, “Bagaimana mungkin kita tercakup dalam kematian dan kebangkitan Tuhan? Kita bahkan belum dilahirkan ketika peristiwa itu terjadi.” Menurut jalan pemikiran manusia, kita tidak bisa tercakup. Tetapi jalan pemikiran Allah, yang menurut pandangan kekal-Nya, berbeda. Menurut pengerti-an Allah, kita disalibkan dan dibangkitkan bersama Kristus bahkan sebelum kita dilahirkan. Meskipun kita tidak dapat mengerti hal ini menurut pemikiran alamiah kita, hal ini adalah suatu fakta.

BIOGRAFI KAUM BERIMAN

Ketika kita mempelajari Injil Markus, sesungguhnya kita mempelajari biografi kita sendiri. Hal ini berarti biografi Yesus juga adalah biografi kita. Syair dari sebuah kidung mengatakan, “Dialah riwayatku,” dan “Kualami hayat-Nya” (Kidung 763). Karena itu, biografi yang diceritakan dalam Injil Markus bukan hanya biografi Yesus yang individual, tetapi juga biografi kaum beriman.

Secara khusus, Injil Markus adalah biografi Petrus, wakil kita. Petrus hadir dalam pasal pertama Injil Markus, dan namanya secara khusus disebutkan dalam pasal terak-hir: “Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea” (16:7). Selain itu, kasus-kasus dalam kitab ini ada-lah potret gabungan dari diri kita yang diwakili oleh Petrus. Sebagai contoh, di Gunung Pengubahan Petrus berkata, “Rabi, alangkah baiknya kita berada di tempat ini. Biarlah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia” (9:5). Karena Petrus adalah wakil kita, pembicaraannya di sini juga adalah pembicaraan kita. De-mikian pula, ketika Petrus menyangkal Tuhan tiga kali, itu juga penyangkalan kita tiga kali terhadap Tuhan. Per-kataan malaikat mengenai Petrus dalam 16:7 juga adalah perkataan mengenai kita. Ketika kita membaca ayat ini, adalah benar menyisipkan nama kita pada nama Petrus, karena kita diwakili oleh dia.

Sejak Petrus dipanggil oleh Tuhan Yesus dalam 1:16-17, dia ditangkap oleh-Nya dan selalu bersama-sama dengan Dia. Bersama-sama Yakobus dan Yohanes, dia menyertai Tuhan di Gunung Pengubahan. Hal ini menunjukkan bahwa ke mana pun Tuhan Yesus pergi, Petrus menyertai Dia, karena Tuhan membawa Petrus bersama Dia.

Apakah Anda percaya bahwa ketika Tuhan Yesus di-salibkan, Dia meninggalkan Petrus dan murid-murid lain-nya? Tidak, ketika Tuhan Yesus disalibkan dan dikuburkan, Petrus, wakil dari kita semua, disalibkan bersama Dia. Se-lain itu, Tuhan Yesus tidak dibangkitkan sendirian. Menurut pandangan Allah, yang melampaui unsur ruang dan waktu, kita semua tercakup dalam kebangkitan Kristus.

DILETAKKAN DI DALAM KRISTUS OLEH ALLAH

Surat 1 Korintus 1:30 mengatakan bahwa oleh Allah ki-ta semua berada dalam Kristus. Kapankah kita diletakkan di dalam Kristus oleh Allah? Efesus 1:4 mengatakan bahwa Allah telah memilih kita dalam Kristus sebelum dunia dija-dikan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kekekalan, Allah memilih kita dalam Kristus. Hal ini merupakan titik permu-laan Allah meletakkan kita di dalam Kristus. Karena itu, kita diletakkan di dalam Kristus oleh Allah ketika Dia me-milih kita dalam Kristus sebelum dunia dijadikan.

Suatu hari, Kristus yang di dalam-Nya kita dipilih oleh Allah dalam kekekalan datang kepada kita dan memanggil kita. Dalam Markus 1, Kristus memanggil Petrus (1:16-18). Di sini Tuhan seolah-olah berkata, “Petrus, Aku adalah Kristus yang di dalam-Nya kamu dipilih oleh Allah Bapa. Sekarang Aku datang kepadamu untuk melaksanakan pilih-an Bapa. Dia telah meletakkan kamu di dalam Aku. Mengapa kamu masih di sini memancing? Mari, ikutlah Aku.”

Bapa telah memilih Petrus di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan. Karena itu, dari pandangan Allah dalam kekekalan, Petrus telah berada di dalam Kristus. Tetapi dalam Markus 1, Tuhan datang kepada Petrus untuk melaksana-kan pilihan Allah.

Sejak Tuhan memanggil Petrus, Dia membawa Petrus menyertai-Nya ke mana pun Dia pergi. Ketika Tuhan ditangkap dan dihakimi, Petrus juga ditangkap dan dihakimi.

Ketika Tuhan disalibkan, dibangkitkan, dan ditinggikan, Petrus juga disalibkan, dibangkitkan, dan ditinggikan.

Jika kita hanya memiliki Injil Markus, kita tidak mung-kin memiliki pemahaman yang sedemikian tentang hubungan Petrus dengan Tuhan. Tetapi dalam Surat-surat Kiriman kita nampak bahwa Kristus mati di atas salib sebagai Sang almuhit, sebagai Orang yang mencakupkan dalam diri-Nya sendiri semua orang yang telah Allah pilih. Karena itu, orang pilihan Allah tercakup di dalam kematian, penguburan, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Kita semua perlu nam-pak ini.

KELANJUTAN TUHAN

Kehidupan yang Tuhan Yesus tempuh adalah kehidupan kita sekarang. Hari ini kita adalah perluasan, pertambahan, dan kelanjutan-Nya, dan kita seharusnya melanjutkan menempuh kehidupan yang Dia tempuh.

Setelah kenaikan Kristus, murid-murid-Nya melanjutkan kehidupan-Nya, kehidupan yang memberitakan, mengajar, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan mentahirkan orang kusta. Ini adalah makna dari Markus 16:20: “Mereka pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” Di sini kita nampak kelanjutan kehidupan Tuhan Yesus yang dicatat dalam Injil Markus. Kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah ini tidak ber-henti, karena dilanjutkan oleh sekelompok orang yang percaya Tuhan.

Sembilan belas abad yang lampau, banyak perkara telah terjadi untuk menghalangi, merusak, dan bahkan menggan-tikan kehidupan orang Kristen yang sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Hal-hal yang mengganggu ini men-cakup kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, perba-ikan karakter, dan usaha untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang.

Kita perlu memiliki pandangan yang jelas akan jenis kehidupan yang seharusnya kita tempuh. Apakah Anda me-nempuh suatu kehidupan berdasarkan kebudayaan dan agama? Kehidupan berdasarkan etika, moralitas, filsafat, dan perbaikan karakter? Apakah Anda mencoba menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang? Kita semua telah disimpang-kan dari ekonomi Allah oleh beberapa dari hal-hal tersebut. Hari ini, di mana dapat Anda temukan orang-orang Kristen yang kehidupannya sepenuhnya tidak berada dalam kesepu-luh hal tersebut?

HAL-HAL BAIK YANG MENGGANTIKAN POHON HAYAT

Semua orang Kristen telah dihalangi dan dirusak oleh hal-hal baik yang berkaitan dengan pohon pengetahuan ba-ik dan jahat. Pohon yang bertentangan dengan pohon hayat bukan hanya pohon pengetahuan tentang yang jahat, mela-inkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Faktanya, kata “baik” disebutkan sebelum jahat dalam Kejadian 2:17. Hal ini menunjukkan bahwa hal-hal yang baik sebagaimana hal-hal yang jahat, dapat menghalangi kita menikmati pohon hayat. Dalam pengalaman kita sebagai orang Kristen, hal-hal yang baik mungkin menghalangi kita jauh lebih banyak daripada hal-hal yang jahat. Mereka yang mengasihi Tuhan mungkin tidak menyentuh apa yang jahat, tetapi hari demi hari mereka mungkin mengizinkan sesuatu yang baik menggantikan pohon hayat dalam peng-alaman mereka. Bukankah kebudayaan, agama, etika, mo-ralitas, filsafat, dan perbaikan karakter adalah hal-hal yang baik? Tentu saja ya. Memang, mencoba untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang adalah baik. Namun, segala sesuatu yang terpisah dari Roh pemberi-hayat adalah suatu penghalang bagi kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Allah telah meletakkan kita di dalam Kristus bukan agar kita menempuh hidup yang baik, tetapi agar kita me-nempuh suatu kehidupan yang secara unik, menyeluruh, dan mutlak berasal dari Kristus. Allah telah meletakkan kita di dalam Kristus sehingga kita bisa memperhidupkan Kristus untuk menggenapkan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Meskipun lebih dari 19 abad telah lewat sejak kenaikan Kristus, Dia masih belum kembali. Umat Allah belum siap bagi kedatangan Tuhan. Selama berabad-abad mereka yang mengasihi Tuhan Yesus telah terhalangi oleh berbagai hal yang baik. Hal-hal yang baik ini telah menduduki mereka yang mengasihi Tuhan dan mencari Tuhan. Orang-orang Kristen yang mengasihi Allah dan mencari Tuhan tidak mem-pedulikan hal-hal duniawi. Begitu mereka ditangkap Tuhan untuk mengasihi Dia dan mencari-Nya, mereka mungkin dihalangi oleh hal-hal yang mereka pikir berkaitan dengan menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang. Beberapa orang Kristen diduduki lebih dulu dengan etika, moralitas, dan perbaikan karakter; yang lain disimpangkan dari Tuhan oleh usaha mereka untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang. Sedikit sekali yang benar-benar memperhatikan persona Kristus yang hidup itu!

KEHIDUPAN BAGI EKONOMI ALLAH

Kita telah menekankan fakta bahwa Injil Markus me-nyajikan suatu gambaran tentang kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dalam kekekalan yang lampau Allah Bapa meletakkan kita ke dalam satu persona yang menempuh hidup yang sedemi-kian. Sekarang kita seharusnya menjadi kelanjutan dari ke-hidupan semacam ini. Ini berarti yang kita perhidupkan seharusnya bukanlah kebudayaan, agama, etika, moralitas, filsafat, atau perbaikan karakter. Bahkan juga bukan mencoba untuk menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang. Kehidupan yang kita tempuh hari ini seharusnya adalah Kristus itu sendiri. Hanya kehidupan Kristus yang sepenuh-nya sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Kehidup-an yang lain, tidak peduli betapa baiknya, tidak menjangkau ekonomi Allah.

Dalam Surat Galatia, Filipi, dan Kolose, Paulus mem-bahas hal-hal yang menghalangi kita memperhidupkan Kristus. Dalam Surat Galatia dan Filipi kita nampak bah-wa agama yang didirikan menurut firman Allah mengha-langi kaum beriman memperhidupkan Kristus. Halangan yang dibahas dalam Surat Kolose adalah filsafat, mungkin sejenis Gnostikisme. Surat Galatia dan Filipi membahas gangguan yang disebabkan oleh Yudaisme, dan Surat Kolose membahas gangguan yang disebabkan oleh filsafat. Kita da-pat mengatakan bahwa agama dan filsafat ini adalah produk tertinggi dari kebudayaan manusia. Tetapi itu adalah hal-hal yang menghalangi umat pilihan Allah memperhidupkan Kristus. Karena itu, dalam Surat Filipi Paulus mengatakan, “Bagiku hidup adalah Kristus” (1:21). Dalam Galatia 2:19b-20 dia mengatakan, “Aku telah disalibkan dengan Kristus, na-mun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Kemudian dalam Kolose 3:4 dia berkata tentang “Kristus yang adalah hidup (hayat) kita.”

Ketika kita membahas kehidupan yang digambarkan dalam Injil Markus dan definisi dari kehidupan ini dalam Su-rat Kiriman Paulus, kita perlu nampak macam kehidupan yang seharusnya kita tempuh hari ini. Gambaran ini perlu mengarahkan, menjaga, dan mengendalikan kita dalam satu kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Sebagai orang yang telah dibawa melalui semua pasal dari Injil Markus, kita seharusnya menjadi kelanjutan dari kehidupan yang disajikan dalam Injil ini.