Daftar isi Markus (3) · Berita Kelima Puluh Delapan · bab 13/25

Berita Kelima Puluh Delapan

KEHIDUPAN YANG SEPENUHNYA SESUAI DENGAN DAN BAGI EKONOMI PERJANJIAN BARU ALLAH (7)

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 14-15; 4:1-20, 26-29

Dalam Injil Markus kita tampak seseorang yang menempuh satu kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Kitab ini tidak mewahyukan apa pun selain Tuhan Yesus sebagai persona yang ajaib ini.

HAL-HAL YANG MEREBUT PERHATIAN KITA

Marilah sekarang kita rinci hal-hal yang merebut perhatian orang-orang sepanjang sejarah umat manusia: kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, filsafat, alkitabiah, rohani, kudus, dan menang. Kesepuluh hal ini mencakup pemikiran, ide, dan konsepsi dari semua orang (termasuk orang bukan Yahudi, orang Yahudi, dan orang Kristen). Di mana-mana pikiran orang diduduki dengan kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, dan filsafat. Selain itu, orang-orang Kristen mungkin diduduki oleh perkara bagaimana menjadi alkitabiah, rohani, kudus, dan menang. Banyak buku telah ditulis oleh guru-guru Kristen mengenai bagaimana menjadi alkitabiah, rohani, kudus, dan menang.

Menurut Injil Markus, Tuhan Yesus tidak mengajarkan kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, atau filsafat. Dia juga tidak menolong orang-orang untuk lebih alkitabiah, rohani, kudus, atau menang. Sebagaimana telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, Tuhan Yesus tidak hidup dalam kerajaan hukum Taurat atau kerajaan etika; Dia mutlak hidup di ruang lingkup yang lain — Kerajaan Allah.

PENABUR MENABURKAN DIRI-NYA

SENDIRI SEBAGAI BENIH HAYAT

Sebagai seorang yang hidup dalam Kerajaan Allah, bagaimana Tuhan Yesus menempuh hidup? Apa yang Dia kerjakan? Dalam Markus 4 kita tampak bahwa Tuhan adalah penabur dan bahwa Dia menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih ke dalam manusia. Secara khusus, Dia menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam Petrus dan murid-murid yang lain.

Bagi Tuhan Yesus, menaburkan diri-Nya sebagai benih ke dalam umat manusia bukanlah hal yang mudah. Menaburkan benih ke dalam tanah mudah, tetapi menaburkan benih yang hidup ke dalam manusia itu sulit. Kesulitan ini dapat digambarkan oleh kesulitan yang dihadapi orang tua dalam memberikan obat kepada anak yang sakit. Karena seorang anak mungkin dengan kuat menolak, orang tua mungkin harus memegang dia dan memaksa membuka mulutnya untuk memasukkan obat itu ke dalam dia. Dengan cara yang sama, Tuhan Yesus mungkin harus menggunakan malaikat sebagai pembantu dalam menaburkan diri-Nya sebagai benih ke dalam kita. Mungkin kita perlu diletakkan dalam situasi yang sulit agar kita membuka diri kita kepada Tuhan untuk menerima Dia sebagai benih ilahi. Puji syukur kepada-Nya bahwa meskipun sulit, Dia telah ditaburkan ke dalam kita!

Injil Markus menunjukkan, Tuhan Yesus hidup dan bekerja dengan suatu cara, yaitu dengan menaburkan diri-Nya sebagai benih ke dalam manusia. Injil Markus bukanlah kitab kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, atau filsafat; bukan juga sebuah kitab yang mengajar kita menjadi alkitabiah, rohani, kudus, dan menang. Sebaliknya, Injil Markus adalah kitab yang menyajikan penabur yang menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sebagai benih hayat yang hidup menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Mungkin saja pemikiran kaum beriman dalam pemulihan Tuhan juga diduduki oleh perihal bagaimana menjadi alkitabiah, rohani, kudus, dan menang. Tidakkah Anda ingin menjadi kudus? Tidakkah Anda ingin menjadi rohani dan menang? Buku-buku yang ditulis oleh orang Kristen yang menekankan perlunya menjadi kudus, rohani, dan menang mungkin mengutip ayat-ayat dari Alkitab untuk menunjang pengajaran-pengajaran mereka. Namun, Injil Markus tidak menjamah perihal ini sama sekali. Injil ini tidak mengajar kita bagaimana menjadi kudus, rohani, dan menang. Sebaliknya, Injil Markus menyajikan Tuhan sebagai Orang yang menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam murid-murid.

Para pengikut Tuhan yang akrab meluangkan waktu tiga setengah tahun bersama-Nya. Selama tahun-tahun itu, Dia pasti telah mengajar mereka banyak hal. Sangat mengejutkan bahwa dalam Injil Markus kita tidak menemukan petunjuk mengenai hal ini. Dalam kitab ini kita tampak bahwa Tuhan Yesus terus-menerus menaburkan diri-Nya ke dalam Petrus dan murid-murid yang lain. Dalam pasal 1 Tuhan melihat Petrus dan saudaranya Andreas sedang menangkap ikan. Tuhan memanggil mereka dan karena tertarik kepada-Nya, mereka meninggalkan semua dan mengikuti Dia (ayat 16-18). Boleh jadi saat itulah Tuhan mulai menaburkan benih ke dalam Petrus sejak saat itu.

TUHAN MENABURKAN DIRI-NYA SENDIRI

KE DALAM PETRUS

Kapankah Petrus diselamatkan? Ini adalah suatu pertanyaan yang sulit dijawab. Apakah Petrus diselamatkan ketika dia dipanggil dalam Markus 1? Jika Anda mengatakan bahwa dia tidak diselamatkan, saya akan bertanya, “Bagaimana Petrus dipanggil tanpa diselamatkan? Alkitab mewahyukan bahwa begitu kita dipanggil, kita diselamatkan.” Namun, jika kita mengatakan bahwa Petrus diselamatkan ketika dia dipanggil dalam Markus 1, kita mungkin heran mengapa dia tidak menunjukkan tanda-tanda diselamatkan. Petrus egois dan alamiah. Dia selalu berada dalam dirinya sendiri, tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia telah diselamatkan.

Mungkin Petrus diselamatkan ketika ibu mertuanya disembuhkan, atau ketika dia menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus, atau ketika dia melihat Tuhan Yesus berubah rupa di atas gunung. Tetapi dalam peristiwa-peristiwa ini tidak ada petunjuk bahwa Petrus telah diselamatkan.

Petrus memberi tahu Tuhan Yesus bahwa meskipun yang lain menyangkal Dia, dia tidak akan pernah menyangkal Tuhan (14:29, 31). Ini mungkin adalah suatu tanda bahwa Petrus diselamatkan pada waktu itu. Namun, tidak lama kemudian Petrus menyangkal Tuhan Yesus tiga kali. Lalu dia pergi ke luar dan meratap (14:72). Mungkin itulah waktunya dia diselamatkan. Memang sulit menentukan kapan Petrus diselamatkan.

Dari Markus 1 sampai waktu Tuhan Yesus dalam kebangkitan mengunjungi kepada murid-murid, menghembusi mereka, dan berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus” (Yoh. 20:22), adalah waktu menabur yang panjang. Saya percaya bahwa Tuhan menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam Petrus sejak Markus 1 ketika Tuhan memanggil dia dan dia mengikuti Tuhan. Penaburan ini berlanjut sampai Kristus yang bangkit menghembuskan diri-Nya kepada murid-murid yang berkumpul di dalam suatu ruangan tertutup. Saya percaya bahwa penaburan Tuhan sudah genap pada waktu itu. Salah satu bukti dari hal ini adalah dalam Kisah Para Rasul 1, Petrus telah menjadi orang yang berbeda. Dia tidak lagi alamiah. Dalam Kisah Para Rasul 1, Petrus sungguh-sungguh mengemban tanda-tanda telah diselamatkan oleh Tuhan. Yang penting adalah Tuhan Yesus sebagai penabur telah melalui proses yang cukup panjang untuk menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam Petrus dan murid-murid yang lain.

Dalam pengalaman Anda, bukankah Tuhan memerlukan waktu untuk menaburkan diri-Nya ke dalam Anda? Dalam mengajukan pertanyaan ini saya tidak merujuk kepada keselamatan, kelahiran kembali, pembenaran, atau pendamaian secara doktrinal. Saya sedang membicarakan kenikmatan kita akan keselamatan Allah dalam pengalaman. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa bagi Tuhan, meluangkan waktu tiga setengah tahun untuk menggenapkan penaburan diri-Nya ke dalam Petrus terlalu lama. Namun, bagi Tuhan hal ini sama sekali tidak lama, sebab bagi Dia seribu tahun sama dengan satu hari (2 Ptr. 3:8).

Injil Markus tidak menekankan tentang Tuhan mengajar dan melatih murid-murid, melainkan memberi kita suatu pandangan yang jelas tentang bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penaburan diri-Nya ke dalam mereka. Dari pasal 1 sampai pasal 16, Tuhan menaburkan benih ke dalam “tanah” murid-murid. Dia bahkan membawa tanah ini menyertai Dia ke mana pun Dia pergi, sambil menaburkan diri-Nya ke dalamnya.

KRISTUS ADA DI DALAM KITA

Butir yang paling penting adalah ekonomi Perjanjian Baru Allah bukanlah perihal memperbaiki kebudayaan, agama, etika, moralitas, karakter, atau filsafat kita. Ekonomi Perjanjian Baru Allah juga bukan hanya masalah menolong kita untuk menjadi lebih alkitabiah, rohani, kudus, dan menang. Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah Allah menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam kita sehingga kita dapat menempuh suatu kehidupan menurut ekonomi-Nya.

Apakah perihal Allah dalam ekonomi-Nya sedang menaburkan persona yang ajaib, Yesus Kristus, Anak Allah, ke dalam Anda adalah suatu doktrin belaka bagi Anda? Tidakkah Tuhan itu nyata dan merupakan satu persona yang hidup dalam Anda? Beberapa orang Kristen menentang fakta bahwa Yesus Kristus sesungguhnya tinggal dalam kaum beriman. Mereka menyatakan Dia ada di surga dan diwakili di dalam kita oleh Roh Kudus. Tetapi dari firman Allah dan pengalaman, kita tahu bahwa Yesus Kristus bukan hanya ada di surga tetapi juga ada di dalam kita. Dia tinggal di dalam kita sebagai hayat yang menempuh hidup menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah.

BERFOKUS PADA PERSONA AJAIB KRISTUS

Jika kita tampak visi ini, visi ini akan mengendalikan kita dan membebaskan kita dari kebudayaan, agama, etika, dan hal lain yang bisa menyimpangkan kita dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Tuhan perlu sejangka waktu untuk menyelamatkan saya dari hal-hal ini, terutama dari penjajahan minat untuk menjadi rohani, kudus, dan menang. Saya percaya bahwa banyak di antara kita yang masih damba menjadi alkitabiah, rohani, kudus, dan menang. Mungkin sampai hari ini Anda berdoa, “O, Tuhan, berikan aku hari yang menang. Tuhan, kemarin aku tidak menang. Aku minta supaya hari ini aku menang.” Selama kita, orang-orang yang mencari Tuhan, tidak diselamatkan dari hal-hal ini, kita akan disimpangkan dalam mengalami persona ajaib Kristus dan menikmati kehidupan yang mutlak sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Sering dalam upacara pernikahan, berdasarkan Efesus 5, pendeta akan menyuruh istri untuk tunduk kepada suaminya dan suami untuk mengasihi istrinya. Saya tidak pernah melihat seorang pun yang berhasil memenuhi tuntutan ini. Suami mana yang dapat mengatakan bahwa dalam dirinya sendiri dia mampu mengasihi istrinya sebagaimana Kristus mengasihi gereja, dan istri mana yang dapat menyatakan bahwa dia sepenuhnya taat kepada suaminya? Bukanlah ekonomi Allah jika suami mencoba mengasihi istrinya dan istri berusaha tunduk kepada suaminya. Kita ingin menekankan fakta bahwa ekonomi Allah adalah menaburkan Yesus Kristus ke dalam apa adanya kita. Ketika Kristus hidup di dalam saudara yang sudah menikah menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah, dia tidak perlu berusaha mengasihi istrinya, karena dia akan mengasihinya secara spontan. Sama halnya, jika Kristus hidup di dalam saudari yang sudah menikah, secara otomatis dia akan tunduk kepada suaminya. Hal yang paling penting adalah dipenuhi dengan Kristus.

Kesepuluh hal yang dibahas pada awal berita ini dapat dibagi menjadi dua bagian: kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, dan filsafat berada dalam satu area; dan menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang berada di area lain. Kebanyakan orang Kristen hari ini berada di salah satu area ini. Karena itu, beban saya adalah membuka jalan keluar dari kedua area ini ke dalam area yang lain — Anak Allah, Yesus Kristus. Ketika kita berada di area ini, kita berada dalam Kerajaan Allah.

Sebagai ilustrasi, saya ingin memberi tahu Anda tentang seorang saudari yang berusaha keras untuk taat kepada suaminya. Karena terganggu oleh fakta bahwa dia tidak mampu untuk taat, dia menceritakan keadaannya kepada saya. Saya mendorong dia melupakan usaha untuk taat dan mengalihkan perhatiannya kepada Kristus. Saya berbicara dengannya tentang hal ini dua atau tiga kali, tetapi dia masih tidak terbantu. Kali terakhir kami berbicara tentang masalah ini, saya berkata kepadanya, “Anda perlu berhenti memikirkan cara taat kepada suami Anda dan memberikan perhatian kepada Kristus. Anda perlu memuji Tuhan.” Dia bertanya kepada saya bagaimana dia dapat memuji Tuhan ketika dia dikalahkan dalam usahanya untuk taat kepada suaminya. Saya memberi tahu dia bahwa pujian seharusnya datang lebih dulu dan kemenangan akan menyusul. Namun, konsepsinya adalah kemenangan seharusnya datang sebelum pujian. Saya meneruskan pembicaraan saya kepadanya mengenai Kristus menjadi Juruselamatnya dalam perkara ini. Akhirnya, terang menyinari dia, dan dia tertolong untuk berfokus pada Kristus dan bukan pada ketaatan.

HIDUP SESUAI DENGAN EKONOMI ALLAH

Banyak orang beriman masih memperhatikan bagaimana menjadi rohani, alkitabiah, kudus, dan menang. Seperti telah kita tampak, hal-hal itu bukanlah ekonomi Allah. Ekonomi Allah adalah menaburkan ke dalam kita satu persona yang riil, hidup, dan hadir. Inilah alasan Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa melalui kebangkitan, Tuhan telah menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Tuhan sebagai penabur telah menaburkan diri-Nya sendiri sebagai Roh pemberi-hayat ke dalam kita. Roh pemberi-hayat dalam kita adalah benih yang telah ditaburkan ke dalam diri kita.

Belakangan ini kita tampak bahwa Injil Markus menyajikan suatu kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Kehidupan ini bukan masalah kebudayaan, agama, etika, moralitas, perbaikan karakter, atau filsafat manusia. Kehidupan ini juga bukan hanya perihal menjadi alkitabiah, rohani, kudus, dan menang. Saya percaya, kaum beriman dalam pemulihan Tuhan akan menempuh hidup seperti ini dan dalam sidang-sidang akan memberikan kesaksian tentang hal ini.

Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa dalam ekonomi-Nya Allah tidak mempedulikan apa pun selain Yesus Kristus. Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah menaburkan persona ini ke dalam kita sehingga kita dapat menempuh hidup yang sepenuhnya sesuai dengan ekonomi Allah. Puji Tuhan bahwa persona Kristus yang hidup telah ditaburkan ke dalam kita! Sekarang kita dapat menempuh hidup sesuai dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Semoga kita semua dapat berdoa untuk kehidupan ini dan bersekutu lebih banyak mengenai hal ini.