MEMIMPIN ORANG KEPADA TUHAN
Minggu ke-7 – Senin Doa Baca: Kis.22:15
"Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar."
I. MAKNA BERSAKSI
Apakah artinya kesaksian? Dalam Kisah Para Rasul 22:15 Tuhan menyuruh Ananias memberitahu Saulus, "Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar." Jadi, dasar kesaksian ialah apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Anda tidak dapat bersaksi atas perkara yang tidak Anda lihat, Anda juga tidak dapat bersaksi atas perkataan yang tidak Anda dengar. Paulus telah melihat dengan matanya sendiri, iapun telah mendengar dengan telinganya sendiri, kemudian Allah menyuruhnya bersaksi atas apa yang ia lihat dan yang ia dengar itu. Satu Yohanes 4:14 menerangkan, bahwa kesaksian ini ialah, "Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia." Apa yang dilihat seseorang, itulah yang dipersaksikannya.
Syukur kepada Allah, Anda telah percaya kepada Tuhan, Anda telah bertemu dengan-Nya, percaya kepada-Nya, menerima-Nya, dan memperoleh-Nya. Anda adalah orang yang telah diselamatkan, telah dilepaskan dari dosa, telah beroleh pengampunan, dan telah beroleh damai sejahtera. Setelah Anda percaya kepada Tuhan, Anda adalah orang yang bersukacita, dan sukacita ini tidak pernah Anda miliki sebelumnya. Dulu, pikulan dosa dengan sangat berat menekan Anda. Kini syukur kepada Allah, pikulan dosa yang begitu berat telah lucut. Anda adalah orang yang telah melihat dan telah mendengar. Sekarang, apa yang harus Anda lakukan? Sekarang Anda harus bersaksi atas pengalaman-pengalaman Anda. Ini tidak berarti bahwa Anda harus berhenti bekerja dan menjadi seorang Penginjil, melainkan Anda harus bersaksi atas apa yang yang telah Anda lihat dan telah Anda dengar itu kepada orang-orang dalam keluarga Anda, teman-teman, dan semua kenalan Anda, dan membawa orang-orang itu ke hadapan Tuhan.
Jika kesaksian Anda tidak berlangsung terus, Injil akan berhenti pada diri Anda. Walaupun Anda telah diselamatkan, telah beroleh hayat, dan Anda telah menyala, tetapi jika Anda tidak menyalakan orang lain, terang Anda akan padam pada saat Anda terbakar habis. Anda tidak seharusnya berjumpa Tuhan dengan tangan hampa, Anda harus membawa banyak orang ke hadapan Tuhan. Orang-orang yang baru beriman, sejak awal sudah harus belajar bersaksi dan membawa orang kepada Tuhan. Jangan sekali-kali melalaikan hal ini. Jika pada awalnya Anda tidak mau membuka mulut, lambat-laun akan menjadi satu kebiasaan, dan jika Anda ingin mengubahnya, akan sangat memeras tenaga. Setelah Anda percaya kepada Tuhan, kali pertama mengecap karunia keselamatan yang demikian besar, kali pertama mendapatkan Juruselamat yang demikian agung, kali pertama beroleh keselamatan dan kelepasan yang demikian besar, kalau Anda tidak bersaksi bagi Tuhan dan menjadikan diri Anda terang yang menyalakan orang lain, Anda benar-benar bersalah kepada Tuhan!
II. TELADAN BERSAKSI
D.L. Moody adalah orang yang pandai memimpin orang beroleh selamat. Ia menetapkan satu hal, yaitu tak peduli ada mimbar atau tidak, paling sedikit sehari memberitakan Injil kepada satu orang. Pada suatu malam ia sudah naik ke atas tempat tidur, tiba-tiba ia teringat, bahwa hari itu ia belum memberitakan Injil. Apakah yang harus ia perbuat? Ia segera bangun dan mengenakan pakaian luar. Ketika melihat jam, ternyata sudah tengah malam dan di jalan pun sudah tidak ada orang. Ke manakah ia harus mendapatkan orang? Akhirnya ia bertemu dengan seorang polisi yang sedang piket. Ia berkata, "Pak polisi, Anda harus percaya Tuhan Yesus." Kebetulan polisi itu sedang gundah karena suatu masalah, mendengar perkataan Moody, dimakinyalah dia dengan marah, "Orang macam apa kau, sudah tengah malam begini tak berbuat apa-apa, hanya menganjuri orang percaya Yesus!" Moody hanya menyahut beberapa kata, lalu pulang. Tetapi pak polisi itu tergerak oleh perkataan Moody. Beberapa hari kemudian, ia datang mengunjungi Moody, dan ia beroleh selamat.
Kira-kira seratus tahun yang lalu, ada seorang Kristen yang bernama Harvey Page, ia mendapat karunia Tuhan, matanya tercelik dan ia nampak walaupun dirinya tanpa karunia istimewa untuk memimpin banyak orang kepada Tuhan, namun ia yakin paling sedikit ia dapat memimpin seorang. Ia tak bisa melakukan pekerjaan besar, ia hanya dapat memperhatikan satu orang; ia hanya bisa berkata, "Aku telah diselamatkan, Anda juga harus diselamatkan." Dengan tekun ia melaksanakan hal ini; ia mendoakan dan menganjuri orang itu terus-menerus; ditunggu terus hingga ia beroleh selamat. Akhirnya, ketika ia meninggal dunia, ternyata ia telah menghasilkan lebih dari 100 orang yang benar-benar percaya Tuhan.
Minggu ke-7 – Selasa Doa Baca: Mrk.5:19
Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihi engkau!"
III. PENTINGNYA BERSAKSI
1. Alangkah Sukacitanya
Dalam seumur hidupnya, setiap orang beriman memiliki dua hari yang merupakan hari sukacita. Pertama, yaitu hari ketika ia percaya Tuhan; ia telah menerima Tuhan, karena itu ia sungguh bersukacita. Kedua, yaitu hari pertama ia memimpin orang lain percaya Tuhan. Ketika untuk kali pertama ia memimpin orang ke hadapan Tuhan, ia juga bersukacita, mungkin sukacitanya itu lebih besar daripada saat dirinya sendiri diselamatkan. Banyak orang Kristen tidak memiliki sukacita, dikarenakan mereka tidak pernah berbicara bagi Tuhan, tidak pernah memimpin orang ke hadapan Tuhan.
2. Belajar Menjadi Orang Berhikmat
Amsal 11:30b mengatakan, "Yang berhikmat, pasti mendapatkan orang." (terjemahan langsung). Sejak kita percaya kepada Tuhan, kita wajib mempelajari berbagai cara untuk menyelamatkan orang. Kita harus belajar menjadi orang berhikmat, barulah berguna dalam gereja. Ini tidak ditujukan kepada pemberitaan Injil di atas mimbar. Pemberitaan Injil di atas mimbar tidak dapat menggantikan kesaksian pribadi untuk memimpin orang percaya kepada Tuhan. Orang yang hanya memberitakan Injil di atas mimbar, belum tentu bisa memimpin orang percaya kepada Tuhan. Kita bukan menganjuri Anda berkhotbah di atas mimbar, melainkan menganjuri Anda menyelamatkan orang. Banyak orang yang dapat berkhotbah, tetapi mereka tidak dapat menyelamatkan orang; kalau Anda membawa seseorang ke hadapan mereka, mereka tidak berdaya sedikitpun. Orang-orang yang demikian tidak berguna. Hanya orang yang dapat membawa orang lain, satu per satu ke hadapan Tuhan, barulah berguna.
3. Hayat Tak Dapat Tidak Melahirkan
Tidak ada sebatang pohon yang sudah bersemi yang tidak bertumbuh. Demikian pula, tidak ada seorang yang telah beroleh hayat Tuhan yang tidak melahirkan hayat. Barangsiapa tidak bersaksi kepada orang dosa, jangan-jangan ia sendiri masih perlu kesaksian orang lain. Barangsiapa tidak menaruh minat dan tidak menghendaki brang lain bertobat dan berpaling kepada Tuhan, jangan-jangan ia sendiri masih harus bertobat dan berpaling kepada Tuhan. Barangsiapa tidak bersuara bagi Tuhan, jangan-jangan ia sendiri masih perlu mendengar suara Injil Allah. Mustahil ada orang yang maju sedemikian rupa sehingga ia enggan menyelamatkan orang lain. Tidak ada orang yang dapat maju sedemikian rupa sehingga ia tidak perlu bersaksi kepada orang lain. Saudara saudari yang baru percaya sudah seharusnya belajar bersaksi sejak awal. Ini adalah perkara yang perlu dilakukan seumur hidup.
Ketika Anda lebih banyak menempuh jalan rohani, Anda akan mendengar saudara berkata, "Anda wajib menjadi saluran air hidup. Anda wajib berhubungan dengan Roh Kudus, agar air hidup -- Roh Kudus -- mengalir ke atas diri Anda." Tetapi, saluran air hidup mempunyai dua ujung; saluran Roh Kudus, saluran hayat mempunyai dua ujung. Yang satu terbuka kepada Roh Kudus, kepada hayat, kepada Tuhan, sedang yang lainnya terbuka kepada manusia. Kalau ujung yang tertuju kepada manusia tidak terbuka, air hidup selamanya tak dapat mengalir. Tak seorangpun boleh khilaf sedemikian rupa sehingga mengira cukup terbuka kepada Tuhan saja. Barangsiapa hanya terbuka kepada Tuhan, air hayat tetap takkan mengalir. Maka kedua ujungnya harus terbuka; baik kepada Tuhan maupun kepada manusia. Bila kedua ujung terbuka, niscaya air hidup akan mengalir. Banyak orang tidak memiliki kekuatan di hadapan Allah, itu mungkin disebabkan mereka tidak membuka ujungnya yang mengarah kepada Tuhan; namun mungkin lebih banyak lagi orang yang tidak berkekuatan, karena tidak membuka ujungnya yang mengarah kepada manusia, yaitu karena mereka tidak bersaksi dan tidak memimpin orang kepada Tuhan.
4. Kesedihan Perpisahan yang Kekal
Banyak orang tidak mendengar Injil karena Anda tidak bersaksi, dan akhirnya mereka berpisah dengan Anda untuk selama-lamanya, bukan untuk sementara. Konsekuensinya sungguh besar sekali. Mungkin saja, begitu kesempatan berlalu, orang itu akan selamanya tak dapat masuk ke surga! Karena itu, kita harus mencari kesempatan untuk bersaksi.
Minggu ke-7 – Rabu Doa Baca: Yoh.15:16a
"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap."
BAGAIMANA MEMBAWA ORANG KEPADA TUHAN
I. Memiliki Persekutuan dengan Mitra Anda
Melalui Doa yang Menuntut, Mohon Berkat Tuhan
Dalam berita ini kita akan mempersekutukan bagaimana Anda memulai kelompok vital. Pertama, Anda harus memiliki persekutuan dengan mitra Anda melalui doa yang menuntut, mohon berkat Tuhan. Dulu pernah kita katakan, bahwa kita perlu menengadah kepada Tuhan agar Tuhan memberi beberapa mitra. Jika Anda tidak memiliki mitra, maka mulai besok Anda harus berdoa dengan tekun dan menuntut, minta seorang mitra. Jika tidak ada mitra, Anda tidak bisa memulai kelompok vital. Kemudian Anda harus dengan mitra Anda memulai dengan doa yang tekun dan menuntut, memiliki persekutuan. Anda tidak seharusnya hanya berkumpul untuk berbincang-bincang. Perbincangan tidak ada artinya, itu adalah kosong melompong. Ketika Anda berkumpul bersama, lebih baik pembicaraan itu Anda ubah menjadi doa. Jika Anda mau berbicara, berbicaralah kepada Tuhan.
Tidak hanya demikian, kita tidak seharusnya melaksanakan doa yang rutin. Kita harus mempertaruhkan doa kita dan berkata, "Ya Tuhan, betapa aku tidak bisa berbuah; Tuhan, aku tidak senang terhadap hal ini; bantulah aku terlepas dari keadaan ini." Ini adalah doa yang tulus. Jangan melaksanakan doa yang rutin. Jika saya berdoa, saya pasti berdoa berdasarkan beban. Doa yang rutin tidak memerlukan latihan atau bahkan cucuran air mata kita. Tetapi ketika kita dari dalam roh menuntut berdoa, dan kita ingin melepaskan beban doa kita, kita pasti bisa mencucurkan air mata. Kita perlu memiliki doa yang demikian tulus dan penuh vitalitas.
II. Mulai dengan Langkah Pertama
dari Jalan yang Ditetapkan Allah --
Agar Orang Dosa Beroleh Selamat, Menjadi Anggota Tubuh Kristus
Tuhan memberi perintah kepada kita, agar kita pergi dan menjadikan segala bangsa murid-Nya (Mat. 28:19). Kith tidak seharusnya memaafkan diri sendiri dan berkata, "Bangsa-bangsa terlalu jahat, arus dan kecenderungan dunia hari ini terlalu kuat" Kelak ketika kita menyerahkan pembukuan kita kepada Tuhan, Tuhan tidak akan menerima segala macam alasan. Justru karena keadaan yang negatif inilah maka hari ini Tuhan memerlukan kita. Tuhan memerlukan kita pergi, agar orang dosa beroleh selamat, bahkan membuat mereka menjadi anggota Tubuh Kristus. Kita harus sungguh-sungguh dan mencurahkan diri kita di atas hal ini. Setiap tahun mendapatkan orang baru untuk mendapatkan buah-buah yang tetap. Jika dalam hidup gereja setahun lewat setahun tanpa berbuah, ini sangat abnormal.
III. Kembali Memeriksa Semua Orang yang Anda Kenal --
Sanak Keluarga, Tetangga, Sahabat, Teman Sekolah, Teman Sekantor,
Membuat Daftar Nama Mereka
Kita juga perlu memeriksa semua orang yang kita kenal, membuat daftar nama mereka. Orang-orang yang kita kenal itu mencakup sanak keluarga kita, tetangga, sahabat, teman sekolah, dan teman sekantor.
IV. Berdoa Untuk Nama-nama yang Tercantum dalam Daftar Nama,
Mohon Tuhan Memimpin,
Harus lebih Dulu Merawat Siapa
Kemudian Anda harus berdoa untuk nama-nama yang tercantum dalam daftar nama Anda, mohon pimpinan Tuhan untuk merawat siapa lebih dulu. Jika Anda berdoa demikian, Tuhan akan memimpin Anda, Andapun akan memiliki beban untuk mengontaki orang-orang tertentu. Ketika Anda menempuh setiap jalan yang ditetapkan Allah, Anda juga perlu mengiringinya dengan doa. Tanpa doa yang cukup, Anda tidak seharusnya melakukan apa-apa.
V. Juga Membuka Diri Terhadap Tuhan, Menerima Pimpinan-Nya,
Menjenguk Orang yang Tidak Anda Kenal
Anda tidak seharusnya terbatas pada orang-orang yang Anda kenal. Tuhan berkata, bahwa kita harus pergi ke seluruh bumi untuk menjadikan bangsa-bangsa murid-Nya, ini berarti membuat setiap orang menjadi murid-Nya. Karena itu Anda harus membuka diri terhadap Tuhan, menerima pimpinan-Nya, menjenguk orang yang tidak Anda kenal.
Catatan:
Minggu ke-7 – Kamis Doa Baca: 2 Tim.2:4
"Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya."
VI. Jalan Untuk Menjenguk, Berkontak, dan Mendapatkan Sasaran Injil
A. Terus-menerus Menjenguk Mereka
pada Waktu-waktu yang Telah Disepakati
Anda tidak perlu keluar dan mengetuk "pintu-pintu yang dingin." Anda boleh menyepakati waktu tertentu dengan seseorang untuk menjenguknya. Anda tidak hanya harus sering melakukan demikian, juga harus setiap hari melakukan demikian.
B. Sering Mengundang Mereka ke Rumah Anda Untuk Makan Bersama
Kita juga harus memiliki pelaksanaan dan kebiasaan mengundang orang ke rumah kita untuk makan bersama. Kita harus sering melakukan demikian.
Jalan berkontak yang paling baik ialah mengundang mereka ke rumah Anda untuk makan. Inilah jalan mendapatkan orang yang paling efektif. Berbuat demikian akan membuat orang mempunyai kesan yang dalam. Bertahun-tahun kemudian, mungkin mereka akan merasa mendapatkan bantuan dan bahkan bisa beroleh selamat dikarenakan kontak mereka di rumah Anda kali itu.
Menurut sejarah dan Alkitab, kalau tidak berdoa untuk orang, tidak ada satu yang bisa beroleh selamat. Anda dan saya bisa beroleh selamat, karena ada orang berdoa untuk kita. Tak diragukan lagi, Tuhan telah memilih jutaan orang, tetapi masih perlu ada doa dari orang untuk kerja sama dengan pilihan Allah yang ilahi. Kita seharusnya seumur hidup berdoa untuk kebahagiaan rohani orang-orang tertentu. George Muller pernah membuat satu daftar nama, dan secara tetap dia mendoakan orang-orang itu. Hasilnya, sebelum dia meninggal dunia, di antara orang-orang yang didoakan, selain satu orang semuanya telah beroleh selamat. Setelah dia meninggal, orang yang satu itupun beroleh selamat.
C. Cara Apapun yang Dipakai, Harus Sabar, Tekun,
Terus-menerus Melakukannya,
jangan Mengharapkan Cepat Mendapatkan Hasil
Cara apapun yang Anda pakai, hendaklah Anda memiliki kesabaran, ketekunan, dan terus-menerus melakukannya, jangan mengharapkan dalam jangka waktu yang singkat sudah mendapatkan hasil. Setiap petani tahu, bahwa mereka tidak bisa dalam waktu yang singkat sudah memiliki tuaian. Tuaian yang cepat berarti tuaian yang miskin. Petani harus dengan sabar merawat tanamannya sampai pada masa menuai. Setelah sejangka waktu, mungkin Anda mendapatkan beberapa orang baru menjadi buah-buah yang tetap. Itu akan menjadi pahala jerih lelah Anda di dalam Injil.
D. Belajar Memakai Ayat-ayat Alkitab dan Traktat-traktat
Kita juga harus belajar memakai ayat-ayat Alkitab dan traktat-traktat. Kita juga boleh bersama mereka membaca sepotongan perkataan Alkitab. Ini akan membantu membuka keadaan di antara kita terhadap orang-orang yang kita kontaki. Kita harus menyelidiki butirbutir penting dalam traktat tersebut, ayat-ayat Alkitab yang sesuai, sehingga kita memiliki persiapan yang baik untuk mendapatkan sasaran Injil kita.
Catatan:
Minggu ke-7 – Jumat Doa Baca: Rm.1:16
"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani "
MENDIRIKAN KEBIASAAN MENGONTAK ORANG
Mulai sekarang, kita semua harus berlatih mengontak orang. Perkara ini tidaklah mudah, karena kita tidak memiliki kebiasaan dan pelaksanaan ini. Kita harus memiliki pengubahan dalam alamiah kita. Kita tidak seharusnya memaafkan diri sendiri dengan berkata, bahwa pembawaan kita memang demikian.
Kita perlu berdoa, "Ya Tuhan, atas hal mengontak orang, ubahlah aku. Aku tidak senang menerima undangan untuk berkontak dengan orang, aku juga tidak senang mengundang orang untuk berkontak denganku. Aku tidak memiliki tabiat ini. Ya Tuhan, Engkau tahu bahwa aku tidak memiliki tabiat ini. Karena itu ya Tuhan, Engkau harus mengubahku." Kita harus bekerja sama dengan Tuhan untuk mendapatkan pengubahan.
MENELEPON ORANG
Saya usul mulai besok pagi, Anda semua sudah mulai mengontak orang melalui telepon. Sebelum Anda meninggalkan rumah untuk bekerja, sedikitnya Anda bisa menelepon satu orang. Ini bisa membuat Anda mendirikan kebiasaan mengontak orang, mengenal orang, dan merasa tertarik kepada orang.
SEBELUM DAN SESUDAH SIDANG MENGONTAK ORANG
Kita juga harus mengontak orang di dalam sidang-sidang gereja, khususnya sebelum dan sesudah sidang pada hari Tuhan. Inilah waktu-waktu yang terbaik bagi kita untuk mengontak orang. Pada hari Sabtu, kita boleh menelepon seorang saudara dan berkata kepadanya, "Saudara, aku sering berjumpa dengan Anda, tetapi aku tidak ada waktu untuk berbincang-bincang dengan Anda. Bagaimana kalau besok siang kita datang lebih pagi setengah jam, dan kita bisa memiliki persekutuan sekitar dua puluh menit?" Demikian mengontak kaum saleh sangatlah berfaedah.
Waktu setelah sidang hari Minggu siang, juga merupakan waktu yang sangat baik untuk mengontak orang. Saya memperhatikan bahwa banyak saudara saudari setelah sidang selesai, hanya mengontak orang-orang yang mereka kenal, mereka tidak mengontak orang-orang baru yang datang ke sidang. Karena itu orang-orang baru akan merasa seperti anak yatim piatu yang tersingkirkan. Sebelum dan sesudah sidang, kita harus menciptakan satu suasana yang akrab, yang penuh kasih di tempat sidang. Ketika orang baru datang, mereka akan segera merasakan kehangatan dan perhatian yang akrab di tengah-tengah kita. Orang baru mungkin belum pernah mendengar Injil, dia bahkan belum percaya; tetapi dia pasti akan memiliki kesan yang dalam terhadap suasana yang penuh kasih dan akrab di tengah-tengah umat saleh.
MENGUNDANG ORANG DAN MENERIMA UNDANGAN ORANG
Kita juga harus mencoba mengundang orang datang ke rumah kita, atau menerima undangan pergi ke rumah mereka. Jika kita memiliki hati kasih dan dengan akrab melaksanakan hal ini, berkat Tuhan pasti menyertai kita. Bagi seorang saudara, jika setiap minggu ada beberapa orang yang mengundangnya, meskipun dia tidak bisa memenuhinya, tetapi semua undangan itu bisa mendorongnya, sehingga membuat dia membubung.
Ketika kita mengundang orang lain ke rumah kita, kita tidak perlu mempersiapkan satu perjamuan yang limpah ruah, cukuplah mempersiapkan satu hidangan yang sederhana. Kita berhimpun bersama bukan untuk makan, melainkan untuk pembauran. Ketika kita berkumpul bersama, kita membicarakan Tuhan Yesus, membicarakan firman-Nya, dan membicarakan pengalaman kerohanian kita. Kontak yang demikian bisa membuat gereja dengan cepat mengalami pengubahan. Kita bisa membuat gereja menjadi gereja yang baru.
Jika ada kaum saleh yang tidak hadir dalam sidang gereja, kita boleh memulainya setiap minggu, atau satu kali satu bulan, menurut keadaan yang memungkinkan dari mereka, sering menjenguk mereka. Kita boleh memberi mereka beberapa traktat yang kita cetak. Kita boleh membacakan beberapa kalimat untuk mereka dengar; bisa jadi itu akan mendorong mereka sehingga mempunyai kedambaan bersidang. Kita memiliki banyak cara untuk merawat orang. Titik berat saya ialah: Kita harus mendirikan kebiasaan mengontak orang. Atas hal mengontak orang, kita tidak seharusnya terbatas. Jika kita memiliki beban untuk menjenguk teman-teman atau sanak keluarga yang belum beroleh selamat, kita harus melakukannya. Kita perlu melaksanakan pelajaran ini, yakni mengontak orang.
Minggu ke-7 – Sabtu Doa Baca: 1 Kor.9:22
"Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka."
BEBERAPA PETUNJUK
TENTANG PELAKSANAAN MENGONTAK ORANG
I. Setiap Waktu Memberi Traktat Injil
Pertama, kita harus memikul satu beban, menetapkan dengan pasti untuk mengontak orang. Kita harus membina satu kebiasaan baru untuk mengontak orang. Di bank, di pasar swalayan, di jalan- jalan. di manapun, kita harus berlatih mengontak orang, hingga perkara ini menjadi kebiasaan kita. Mungkin di antara kita ada yang menemukan bahwa kita tidak biasa mengontak orang. Ketika kita bertemu dengan seseorang di jalan, mungkin kita memalingkan diri untuk menghindar. Tetapi kita harus memegang kesempatan untuk berbicara dengan orang. Dalam saku kita harus selalu ada traktat-traktat Injil untuk diberikan kepada orang yang berkontak dengan kita.
II. Berpakaian dan Berperilaku dengan Tepat
Ketika kita menjenguk orang, kita harus belajar memiliki perilaku yang tepat. Sebelum kita keluar mengontak orang, kita harus memastikan bahwa pakaian dan penampilan kita tepat. Atas pembicaraan dan sikap kita, kita harus menerima pengoreksian dari Tuhan, agar kita bisa menjamah orang. Kita tidak boleh sembarangan dalam perkara apapun. Mengontak orang dengan tepat bukanlah perkara yang mudah.
Anda harus terns-menerus menunggu agar orang yang Anda kontak itu terbuka kepada Anda. Mendengarkan dia berbicara itu ada faedahnya. Akhirnya Anda boleh membuat dia tahu bahwa Anda adalah orang Kristen, Anda bukan pengkhotbah, dan membuat dia tahu bahwa Anda mengasihi Tuhan Yesus. Anda harus menunggu dan melihat bagaimana reaksinya. Mungkin Anda menemukan, bahwa Anda boleh membaca beberapa kalimat dari buku Misteri Hidup Manusia bersamanya; atau Anda merasa bahwa Anda harus memberi dia satu traktat Injil yang berjudul Allah, dan itu lebih tepat. Anda sendiri harus hafal dengan isi traktat Injil tersebut, agar Anda bisa memberikan isi traktat itu kepada orang baru. Kita harus banyak belajar dalam hal ini, agar kita bisa efektif dalam merawat orang.
III. Jangan Melakukan Perdebatan yang Tak Berguna
Anda juga harus belajar, jangan sekali-kali berdebat atau berargumentasi dengan orang lain. Berdebat dan berargumentasi tidak bisa menghasilkan apa-apa. Pada satu pihak, Anda jangan terlalu cepat mengiyakan orang lain, juga jangan mengiyakan semua perkataan mereka. Jika tidak, mereka akan mengira bahwa Anda adalah "yes man" (manusia yang selalu mengiyakan perkataan orang lain). Anda harus memperlihatkan kehati-hatian dan keseriusan Anda kepada orang lain. Bila Anda tidak sembarangan, bila Anda berhati-hati, ini akan menambah bobot perkataan Anda. Jika tidak, orang lain akan menganggap perkataan Anda ringan tak berbobot.
Mungkin orang yang Anda temui itu sedang tergesa-gesa ingin menangani suatu urusan, Anda tahu ini, maka tidak seharusnya Anda tetap duduk dan menjajah waktunya. Anda cukup memakai kesempatan untuk mengucapkan beberapa perkataan pendek dan memberi dia selembar traktat. Kemudian Anda boleh berkata, "Ini bisa membantu Anda mengenal Juruselamat Yesus Kristus, semoga Anda damai sejahtera, sampai jumpa lagi." Ini sudah cukup. Dia bisa menghargai Anda, karena dia saat itu ingin segera melakukan pekerjaannya. Jika saat itu Anda tetap ingin tinggal di sana, Anda akan menyulitkan dia, bahkan bersalah kepadanya. Pada kesempatan yang lain, mungkin Anda menemukan seseorang ingin berbincang-bincang dengan Anda. Saat ini Anda harus duduk dengan tenang, secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, dan mantap berbicara dengan dia selama lima belas menit atau setengah jam.
IV. Menyuplaikan Kristus kepada Orang
Dalam hal mengontak orang, tentu lebih baik jika terlebih dulu mengadakan perjanjian. Tetapi ini tidak berarti kita hanya boleh mengontak orang setelah ada perjanjian. Kita harus di setiap saat bisa berbicara dengan orang. Tuhan sendiri yang menjadi unsur dan penyebab kita mengontak orang. Tuhan akan menghargai apa yang kita kerjakan, bahkan hari ini Dia adalah Roh itu yang tinggal di dalam kita. Ketika kita keluar untuk mengontak orang, kita harus percaya bahwa Tuhan pergi bersama kita. Ketika kita berbicara, berarti Dia berbicara, kita mengutarakan Dia sampai Dia masuk ke dalam orang. Kita sekali-kali tidak boleh lupa menyuplaikan Kristus kepada orang. Kita tidak boleh lupa menyalurkan Allah, yaitu Allah yang hidup ini kepada orang. Sekalipun waktu kita berbincang-bincang dengan orang hanya satu menit, kita tetap menyuplaikan Kristus, memberikan Allah kepadanya.
Catatan:
Minggu ke-8 Minggu Doa Baca: 1 Kor.15:58
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."
V. Berbicara Perlu Ada Hikmat
Kita harus belajar, ketika kita berbincang-bincang dengan sasaran Injil, jangan berbicara terlalu sedikit, juga jangan berbicara terlalu banyak. Ketika kita berlatih mengontak orang, kita harus memiliki hati untuk mempelajari semua perkara ini. Keperluan kita hari ini bukanlah doktrin yang lebih banyak, melainkan pelaksanaan yang lebih banyak. Kita harus belajar mengontak orang, bukan secara global, melainkan secara
Ketika kita mengontak orang, mungkin juga kita bisa berbuat salah, tetapi kita harus nampak, bahwa kesalahan kita adakalanya bahkan bisa menggenapkan ketetapan Tuhan. Jika kita tidak melakukan apa-apa, kita tidak mungkin menggenapkan ketetapan Tuhan. Meskipun kita bisa salah, Tuhan tetap bisa memberkati kita, Karena itu kita perlu tetap belajar secara riil. Ketika kita berbicara dengan orang, kita harus bisa merasakan orang tersebut macam apa, dia memerlukan apa. Dengan demikian kita bisa menanggapinya, bahkan memberinya sesuatu untuk memenuhi keperluannya yang khusus. Ketika kita mengontak orang, kita harus mempertahankan satu tujuan, yaitu secara terus-menerus mengontak mereka.
Anda juga harus belajar tidak memboroskan waktu Anda dengan sia-sia. Ketika Anda mengontak orang, Anda harus terus mempertimbangkan, apakah Anda perlu menjadikan orang ini sebagai sasaran yang terus-menerus Anda kontak. Mengundang orang makan itu baik, tetapi jangan terlalu cepat atau terlalu pagi melakukannya. Setelah Anda berkontak beberapa kali dengan seseorang, mungkin Anda merasakan saatnya sudah tepat, boleh mengundangnya ke rumah Anda atau Anda menerima undangannya. Setiap kali Anda mengontaki orang, jangan melakukannya dengan ringan dan sembarangan.
Setiap kali Anda berkontak dengan orang, harus memegang kesempatan membicarakan sedikit tentang Kristus, untuk menyebarkan benih Kristus ke dalam mereka. Perkataan penaburan ini selamanya tidak akan dilupakan orang. Sekarang mereka mungkin tidak memberi respon, tetapi akhirnya mereka pasti memberi respon. Mereka mungkin bahkan sampai menjelang meninggal dunia baru memberi respon, ini menunjukkan benih Kristus yang ditaburkan ke dalam manusia tidak sia-sia.
VI. Berdoa Untuk Orang yang Dikontak
Tidak hanya demikian, Anda harus senantiasa mendoakan orang yang Anda kontak. Jangan berkata bahwa Anda tidak ada waktu. Sekalipun Anda benar-benar sangat sibuk, Anda tetap boleh ketika akan keluar pintu berdoa, "Ya Tuhan, bantulah aku supaya hari ini berjumpa dengan orang yang tepat." Ketika Anda sedang mengendarai mobil ke tempat kerja Anda, Anda boleh terus berdoa. Inilah doa yang riil, bukan doa yang bersifat rutinitas. Doa pada waktu-waktu yang tetap memang baik, tetapi doa ketika Anda akan keluar dari rumah atau ketika Anda sedang mengendarai mobil, mungkin lebih efektif. Di manapun Anda berada, Anda boleh berdoa. Anda boleh mengingat setiap orang yang Anda kontak di hadapan Tuhan dan berdoa bagi mereka.
VII. Pada Kesempatan yang Tepat Membawa Orang Berdoa
Masih ada satu perkara penting yang perlu kita pelajari, yaitu kita perlu pada waktu yang tepat membawa orang berdoa bersama kita. Ini seperti memasak; Anda harus tahu kapan harus berhenti memasak, jika tidak, apa yang Anda masak itu akan setengah matang atau terlalu matang. Setiap koki yang baik pasti tahu kapan saatnya menghentikan memasak sesuatu. Seusai suatu sidang raya pemberitaan Injil, D.L. Moody mengontak satu orang yang tidak percaya. Pada saat-saat penting, ketika orang itu ingin berdoa, ada orang masuk ke ruangan itu. Saat itu di luar ruangan sedang turun hujan dan orang itu membawa payung masuk, suara berisik dari payung itu telah memsak konsentrasi orang yang mau berdoa ini. Setelah kejadian ini, orang itu tidak mau lagi berdoa untuk menerima Tuhan. Ini memperlihatkan kepada kita, bahwa berdoa bersama orang pada waktu yang tepat adalah satu perkara yang penting.
Sejak hari ini, saya harap kita semua dari dalam batin kita bertekad akan melalui doa, membawa doa, dan di dalam doa, pergi mengontak orang, supaya setiap orang yang kita kontak menjadi sasaran yang sering kita kontaki.
(Dikutip dari buku: Bersaksi, dan Latihan dan Pelaksanaan Kelompok Vital berita 3, 6, 7, 9, 10)
Catatan: