← Daftar isi Allah Mengasihi Manusia (1) · bab 8/8

MENANG TIAP HARI

Minggu ke-8 – Senin Doa Baca: Rm.8:37

"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."

PENGHIDUPAN SEBAGAI IMAM INJIL

Segar Tiap Fajar

Supaya kita bisa menjadi seorang imam Injil Perjanjian Baru, kita harus mempunyai satu penghidupan yang sepadan. Bila kita ingin menjadi orang macam apa, kita harus menempuh penghidupan macam apa, ingin menjadi imam Injil, harus menempuh penghidupan imam. Pertama, harus segar tiap fajar. Mazmur 119:147 mengatakan, "Pagi pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu." Pagi adalah permulaan satu hari, semuanya masih segar. Bila kita inginmenikmati suplai Tuhan yang segar, kita harus seperti pemazmur, pagi-pagi buta bangun menyeru nama Tuhan, dan menengadah firman-Nya, melalui firman-Nya makan Tuhan, minum Tuhan, menikmati Tuhan. Tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak waktu, juga tidak perlu membaca terlalu banyak, tiap pagi cukup membaca dua atau tiga ayat. Lagi pula membacanya jangan melompat, harus membaca satu kitab demi satu kitab. Paling baik membaca yang mudah dibaca, seperti Injil Yohanes, Surat Roma, Surat Galatia, Surat Filipi, dan lain-lain, semuanya ini adalah bahan penyegaran pagi yang baik. Setiap pagi membaca dua atau tiga ayat, sampai hari Sabtu mengulangi lagi yang telah dibaca lima hari yang lalu, mengumpulkan kesan dan perasaan yang diperoleh, disusun menjadi isi bertutur-sabda pada sidang hari Minggu.

Menang Tiap Hari

Sebagai imam Injil Allah tidak saja perlu segar tiap fajar, juga perlu menang tiap hari. Roma 8:37 mengatakan, "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." Dalam pengalaman Paulus, meskipun ada banyak kesulitan, tetapi dia selalu bisa mengucap syukur kepada Allah, karena dia telah mendapatkan kuncinya. Dalam penghidupannya, dia mengambil sikap kemenangan, memiliki satu kedudukan kemenangan. Dalam penghidupan kita juga harus demikian, apapun yang terjadi, kita harus mempunyai satu iman kemenangan, mengambil satu sikap kemenangan, berdiri di atas kedudukan kemenangan, memegahkan kemenangan terhadap lingkungan kita.

Setiap Waktu Dipenuhi oleh Roh,

Di manapun Membicarakan Kristus

"Segar tiap fajar, menang tiap hari" hari ini sudah menjadi kata-kata mutiara dalam gereja-gereja di seluruh bumi. Bila Anda adalah satu imam Injil, Anda harus menempuh penghidupan semacam ini. Tidak hanya demikian, perlu setiap waktu dipenuhi oleh Roh (Ef. 5:18b), di mana-mana membicarakan Kristus (2 Tim. 4:2a). Membicarakan firman Tuhan bukan sewaktu dalam sidang baru mulai, melainkan sejak bangun pagi sudah berbicara dengan Tuhan, dan doa baca firman Tuhan. Sampai pergi ke kantor bertemu dengan teman sekerja, atau pergi sekolah bertemu dengan teman sekolah; bisa setiap waktu membicarakan firman Tuhan. Dalam satu hari, bertemu dengan siapa saja membicarakan firman Tuhan, terus membicarakan sampai waktu sidang pada malam hari, ini sungguh-sungguh satu penghidupan yang indah di bumi ini.

Jalan Bersidang Orang Kristen Adalah Jalan Penyegaran,

Jalan Kemenangan

Jalan atau cara sidang orang Kristen yang diwahyukan Alkitab adalah jalan penyegaran, jalan kemenangan. Kalau Anda dan saya tidak mengalami kebangunan rohani, kemenangan, atau hidup dalam roh, maka habislah kita. Kalau kita berjalan dengan baik pada jalan ini, Anda pasti menjadi orang yang menang, rohani, hidup dalam roh, dan bersekutu dengan Tuhan. Tidak hanya demikian, yang kita harapkan adalah bisa mempengaruhi saudara-saudari, supaya setiap orang bisa disegarkan.

Minggu ke-8 – Selasa Doa Baca: 2 Kor.4:16

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

PENYEGARAN (KEBANGUNAN) HAYAT BATINIAH

Penyegaran yang kita bicarakan di sini bukan penyegaran (kebangunan) yang biasa disebut oleh orang Kristen: Tiba-tiba mengadakan satu gerakan, melalui doa, puasa beberapa hari, terjadilah beberapa perkara yang luar biasa, lalu setiap orang mendapatkan kebangunan rohani. Kebangunan rohani yang kita bicarakan ini adalah pembaruan yang dikatakan dalam Perjanjian Baru. Dua Korintus 4:16 mengatakan, "Tetapi meskipun manusia lahiriah kita semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari." Dibarui adalah kebangunan, setiap hari diperbarui. Yang kita perlukan hari ini adalah kebangunan hayat batiniah ini, bukan gerakan atau pernyataan lahiriah. Allah juga memberi hukum ini kepada alam. Tak peduli tumbuh-tumbuhan, hewan, atau manusia, setiap hari mempunyai satu permulaan yang baru, mempunyai satu pembaruan seturut dengan naiknya matahari. Penghidupan orang Kristen kita juga demikian, setiap pagi harus membicarakan Tuhan Yesus -- matahari kita naik di dalam kita, supaya kita mendapatkan pembaruan. Inilah kebangunan rohani yang kita bicarakan.

Langsung Berkontak dengan Tuhan,

Doa Baca Menikmati Tuhan

Setiap pagi berkontak dengan Tuhan secara demikian, paling baik selama setengah jam, atau sedikitnya seperempat jam. Imamat 6:12 memberitahu kita, "Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya." Ini menyatakan bahwa setiap pagi kita harus bersandar Tuhan sebagai korban tebusan kita, mempersembahkan Kristus sebagai korban bakaran, supaya kita di hadapan Tuhan ada satu permulaan yang baru. Tidak hanya harus setiap hari melakukan ini, juga perlu melakukannya dengan nyaman dan berbobot. Sebab itu waktu pada pagi hari ini tidak dititikberatkan pada berdoa, memohon, melainkan secara langsung berkontak dengan Tuhan, berbicara dengan Tuhan, juga mendengarkan Dia berbicara. Sebab itu sebaiknya disertai beberapa ayat Alkitab, melalui doa baca menikmati Tuhan, dipenuhi Tuhan, sehingga kita mempunyai permulaan yang baru, penyegaran (kebangunan) yang baru.

Kalau kita setiap hari mendapatkan kebangunan rohani sedemikian, maka tidak begitu memerlukan kebangunan rohani besar macam apapun. Sesungguhnya, yang disebut kebangunan rohani yang besar tidak bisa bertahan lama, kebangunan rohani yang bisa diandalkan adalah penyegaran (kebangunan) yang setiap hari memperbarui kita.

Penyegaran Mendatangkan Pengubahan

Penyegaran yang setiap hari memperbarui itu membawa pengubahan. Roma 12:2 mengatakan, "Tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (pikiranmu)." Dua Korintus 3:18 mengatakan, "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." Ini memperlihatkan kepada kita bahwa pengubahan datang melalui memandang Tuhan. Kita seperti sebuah cermin, dengan muka yang tidak berselubung memandang Tuhan; semakin memandang Tuhan, semakin memantulkan kemuliaan Tuhan, berangsur-angsur berubah menjadi gambar Tuhan, dari satu taraf kemuliaan sampai ke taraf kemuliaan yang lain. Ini berasal dari pengubahan Roh Tuhan, bukan hanya penyegaran, lebih-lebih adalah pengubahan. Sebab itu, kalau setiap pagi ada penyegaran yang baru, maka setiap hari ada pengubahan yang baru. Asal seumur hidup kita berada dalam pengubahan ini, kita pasti bertumbuh besar dalam hayat Tuhan, hingga mencapai kematangan. Penyegaran, pembaruan, dan pengubahan ini, adalah keperluan kita pada hari ini.

Menempuh Hidup yang Menang

Menyusul penyegaran ini adalah setiap hari menempuh penghidupan persembahan. Dalam penghidupan semacam ini kita mempunyai persekutuan dengan Tuhan, jalan beserta Tuhan, hidup dalam Tuhan, menjadi satu roh dengan Tuhan, dan menampilkan Tuhan dalam penghidupan. Inilah penghidupan yang menang.

Minggu ke-8 – Rabu Doa Baca: Rm.8:2

"Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut."

Menang Tiap Hari

Dalam 2 Korintus 4:16 Paulus mengatakan, "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari." Disegarkan pada pagi hari, diperbarui pada siang hari. Pagi hari telah mendapatkan penyegaran, tetapi tidak berhenti di sini, harus terus mengembangkan khasiatnya yaitu diperbarui. Sepanjang hari kita diperbarui; pembaruan yang demikian adalah kemenangan. Kemenangan orang Kristen ialah: pertama, mengalahkan temperamen. Kalau Anda bisa mengalahkan temperamen Anda selama tiga hari (bukan menahan diri tidak marah, melainkan di luar tidak marah, di dalam juga tidak), Anda adalah seorang pemenang. Bahkan terhadap gereja di Filipi yang begitu baik, Paulus masih menasihati mereka untuk tidak bersungut-sungut, tidak berbantah-bantahan. Ini adalah kesulitan kita semua. Jadi definisi terakhir kemenangan adalah mengalahkan alamiah dan ego kita. Temperamen jelek manusia berada dalam alamiahnya, kalau Anda adalah orang yang alamiah, hidup dalam ciptaan lama, penuh dengan ego, dalam segala hal diri sendiri selalu nomor satu, diri sendiri selalu didulukan, penghidupan gereja Anda pasti penuh dengan sungut-sungut dan perbantahan. Sebab itu Alkitab mengatakan, bahwa barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal. 5:24).

Setiap pagi kita mempunyai satu penyegaran, mempunyai satu permulaan. Di dalam permulaan ini tercakup penyaliban Tuhan Yesus. Ketika kita mendekati Dia, berada di dalam Dia Sang Roh pemberi hayat ini, maka ada unsur kematian yang masuk ke dalam kita, beroperasi di dalam kita, menimbulkan khasiat membunuh, juga menghasilkan anti-bodi. Sama seperti kalau kita minum obat antibiotik; antibiotik ini akan membunuh bakteri atau virus yang ada di dalam kita. Kadar kematian Tuhan di dalam kita bisa membunuh temperamen kita, membereskan ciptaan lama kita, supaya kita bisa menang.

Dalam Roma pasal 7 Paulus menyinggung tentang pengalaman hukum dosa dalam daging dengan hukum berbuat baik dalam manusia, ini sama dengan pandangan ajaran Konfusius tentang peperangan rasio dan nafsu. Keduanya memperlihatkan kepada kita, hanya orang yang tekadnya kuat, rasionya tinggi, baru bisa menang, bisa menguasai dirinya. Tetapi bagi kebanyakan orang, nafsunyalah yang menang dan rasionya yang kalah. Sebab itu Paulus berkata, bahwa dirinya tidak berdaya, tidak bisa melakukan kebaikan yang ia inginkan, malah melakukan kejahatan yang tidak ia inginkan. Dia adalah manusia yang celaka, adalah manusia yang sudah dijual kepada dosa (Rm. 7:24-25). Tetapi sampai Roma 8, Paulus menang. Dalam hukum Roh hayat, ia mendapatkan kemenangan (ay. 2). Roh hayat memiliki satu hukum, yaitu kekuatan alam dalam hukum ini, yang membuatnya mengalahkan hukum dosa dan hukum maut.

Inilah sebabnya setiap pagi kita perlu memiliki satu penyegaran, perlu berkontak dengan Tuhan. Kontak ini mengandung satu khasiat, yaitu sepanjang hari memperbarui kita di dalam kita. Pembaruan ini adalah kelanjutan dari penyegaran pada pagi hari, sehingga penyegaran ini terus berlangsung dalam penghidupan kita sepanjang hari, mengembangkan khasiatnya yang membunuh hal-hal negatif. Demikianlah kita bisa menempuh penghidupan yang menang.

Hidup Bersama Tuhan

Dalam Matius 28:20 Tuhan berjanji, "Aku menyertai kamu senantiasa." Karena Tuhan setiap hari beserta kita, maka Ia selalu hidup bersama kita. Tujuan Dia beserta kita ialah untuk hidup bersama kita. Manusia batiniah kita setiap hari diperbarui, dan Tuhan setiap hari beserta kita, hidup dengan kita, menjadi sumber segala suplai kita, dengan sendirinya kita menempuh penghidupan yang menang. Dia tidak saja di atas salib mati menggantikan kita, Dia juga berada di dalam kita hidup bagi kita. Hari ini kita di dalam Tuhan yang hidup bersama kita, setiap hari menempuh penghidupan yang menang. Inilah penghidupan yang seharusnya dimiliki oleh orang Kristen dalam jalan baru.

Minggu ke-8 – Kamis Doa Baca: Yoh.7:38

"Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup "

PENGALIRAN PENGHIDUPAN PENYEGARAN --

MENGETUK PINTU DAN SIDANG KELUARGA

Beberapa hari ini kita terus membicarakan berbagai macam pelaksanaan dari jalan baru: memberitakan Injil dari rumah ke rumah, mengadakan sidang keluarga, dalam sidang berbicara bagi Tuhan, dan sebagainya. Kesemuanya itu tak lain hanya tehnik secara luaran, aktivitas luaran saja. Jalan baru adalah satu macam penghidupan, dan hari ini kita semua menempuh penghidupan setiap pagi berkontak dengan Tuhan, supaya kita mendapatkan penghidupan yang segar, setiap pagi mempunyai satu permulaan yang baru. Setiap hari bagi kita adalah baru. Dalam penghidupan penyegaran dan pembaruan ini, dengan sendirinya kita akan mempedulikan orang lain, dengan sendirinya kita mau membagikan Kristus yang kita nikmati, Juruselamat yang kita dapatkan, kepada orang lain, supaya orang lain bisa bersama kita menikmati berkat yang Allah berikan kepada kita. Allah tidak memberikan berkat memberitakan Injil kepada malaikat, tetapi memberikan kehormatan yang besar ini kepada kita. Sebab itu dalam penghidupan sehari-hari, dengan sendirinya kita akan mengunjungi orang, kunjungan ini sama dengan mengantar hadiah ke rumah orang. Kita dengan hormat memberikan Kristus yang kita nikmati hari ini sebagai hadiah kepada orang, inilah kewajiban kita, juga kemuliaan kita.

Kita tidak harus mengetuk pintu yang baru, boleh lebih dulu mengunjungi orang yang kita kenal, misalnya rumah kakak atau adik misan kita, tetangga, teman sekantor, teman sekolah, dan sahabat kita. Rumah orang-orang ini pasti terbuka untuk kita, kita boleh mengunjungi mereka satu per satu. Inilah pekerjaan yang harus kita kerjakan. Kita harus dengan sukarela membawa orang-orang beroleh selamat, supaya mereka menerima baptisan, yakni dibaptis masuk ke dalam Bapa Kudus, Putra Kudus, dan Roh Kudus, sehingga mereka mendapatkan Allah Tritunggal sebagai hayat. Setelah mereka beroleh selamat, kita harus memelihara mereka seperti memelihara bayi yang baru lahir, memberi mereka air susu. Pekerjaan merawat dan mengasuh ini adalah pekerjaan yang sangat besar, juga pekerjaan yang sangat mulia. Kalau seseorang tidak melahirkan anak, ia perlu belajar bagaimana bisa melahirkan anak; setelah melahirkan anak, perlu belajar bagaimana merawat anak. Demikian juga, dengan Injil kita melahirkan orang, setelah itu kita berkewajiban merawat mereka, memelihara mereka.

Kita tidak bisa dalam jangka pendek merawat terlalu banyak orang, mempunyai tiga atau lima orang yang dirawat sudah cukup. Sedikitnya satu kali dalam satu minggu kita pergi ke rumah orang yang baru. Sidang keluarga adalah satu bagian dari penyegaran dan pembaruan penghidupan orang Kristen. Sebab itu, ketika kita pergi, dalam perjalanan pun sudah boleh menyanyi. Tiba di depan rumah yang dituju, sambil mengetuk pintu tetap sambil menyanyi, mereka yang di dalam mendengar juga sambil menyanyi membuka pintu, sidang sudah dimulai dari saat ini. Begitu juga ketika kita pergi bersidang di keluarga yang baru, jangan seturut tata cara agama membawa Alkitab, mengundang orang duduk bersama-sama membaca Alkitab dengan Anda, memberi kesan kepada orang sedang mengadakan kebaktian keluarga. Kita jangan membawa satu tata cara agama, kita harus menurut pimpinan Tuhan, dengan kata-kata yang jelas menjawab pertanyaan orang yang baru. Mungkin kita boleh bersama-sama dengannya membaca sedikit ayat Alkitab, menjelaskan kepadanya, menyelesaikan masalahnya.

MENJADI PEMENANG, MENEMPUH JALAN PEMULIHAN TUHAN

Kita tidak hanya perlu berbicara bagi Tuhan dalam sidang, juga perlu ada roh dalam pembicaraan kita; begitu berbicara; roh juga ikut ke luar. Untuk mempunyai kata-kata dalam pembicaraan, asal mau belajar pasti bisa; untuk mempunyai roh dalam pembicaraan, harus setiap waktu hidup dalam roh. Sebab itu, sidang yang saling berbicara dan sating mendengar ini menuntut kita masing-masing menjadi pemenang. Kebaktian dalam kekristenan tidak memerlukan ini. Tetapi kita datang ke dalam sidang dan berbicara bagi Allah, ada firman juga ada roh, kita harus menang dan harus hidup. Setiap hari, kita harus menyimpan firman Tuhan, membiarkan firman Tuhan tertambah ke dalam kita, dan setiap waktu hidup dalam roh. Demikian kita adalah pemenang, penuh firman juga penuh roh. Ketika kita datang ke dalam sidang, dengan sendirinya ada firman dan roh mengalir dari dalam kita.

Minggu ke-8 – Jumat Doa Baca: Yoh.15:5

"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."

TINGGAL DI DALAM TUHAN

Dalam Yohanes 15:5 Tuhan mengatakan, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Untuk berbuah, kita harus tinggal di dalam-Nya, tinggal di dalam kesatuan dengan hayat-Nya, menjaga diri sendiri terus bersatu dengan-Nya, sekali-kali tidak terpisah dengan-Nya. Kalau kita meninggalkan Dia, kita akan kehilangan identitas kita, akan kehilangan kegunaan kita, lalu kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagai ranting pohon anggur, kita harus berbuah, mengalirkan Dia, dan menumbuh-kembangkan Dia. Ini bisa terjadi jika kita senantiasa tinggal pada Dia sebagai pokok anggur.

BERTINDAK MENURUT ROH

Roma 8:4b menyatakan, orang Kristen yang normal harus bertindak menurut roh. Roh ini adalah roh manusia, juga Roh itu, dua roh berbaur menjadi satu roh. Hari ini dalam alam semesta, bahkan di bumi, ada satu Persona yang disebut Roh itu, kita menjadi satu roh dengan-Nya (1 Kor.6:17). Orang Kristen yang normal adalah orang yang hidupnya, tindakannya, dan seluruh dirinya mutlak menurut roh. Dengan kata lain, mereka tidak dapat melakukan perkara yang tidak menurut roh, bahkan perkara yang baik atau yang sesuai dengan standar moral yang paling tinggipun tidak akan mereka lakukan, kecuali menurut roh.

Orang yang bertindak hanya menurut roh, adalah orang Kristen yang menang, orang ini pasti adalah ranting yang berfungsi pada pokok anggur. Orang ini selalu menaruh pikiran di atas roh (Rm.8:6), juga mengetahui bagaimana menjaga diri terlepas dari daging, ego, dan sifat insani yang jatuh, agar dalam segala hal bersatu dengan Roh itu.

MENGALIRKAN ALIRAN AIR HIDUP

Kalau kita bertindak menurut roh, dengan sendirinya akan menghasilkan satu akibat, yaitu mengalirkan Kristus untuk berbuah, berbuah adalah menyuplaikan Kristus ke dalam orang lain. Seorang yang tinggal dalam Kristus, yang bertindak menurut roh, selalu mengalirkan sesuatu melalui berbicara. Kalau tidak berbicara, tidak ada yang dialirkan; pengaliran kita adalah pembicaraan kita. Kalau mulai awal tahun sampai akhir tahun, kita sama sekali tidak membicarakan Kristus kepada orang lain, kita pasti tidak mengalirkan Dia. Tak peduli kita merasakan diri kita sangat banyak menikmati Kristus, berbagian dalam kelimpahan-Nya, aliran hayat di dalam kita pasti berhenti.

Dalam Yohanes 7:38 Tuhan berkata, "Barargsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Ranting yang penuh dengan hayat dengan sendirinya akan mengalirkan hayat. Ketika kita dipenuhi oleh Roh itu, penuh dengan Kristus, organ bicara kita akan terbuka dan membicarakan Kristus. Penghidupan orang Kristen yang normal adalah penghidupan yang setiap saat tinggal di dalam Tuhan; penghidupan, tindakan, dan seluruh dirinya dalam segala hal selalu hidup menurut roh. Kalau kita adalah orang-orang yang demikian, kita akan membicarakan Kristus setiap saat. Kita bisa membicarakan karunia keselamatan Allah, membicarakan Allah sebagai kasih karunia; dengan sendirinya kita akan berbuah banyak memuliakan Allah.

Berbuah bukan hanya merupakan satu pekerjaan, juga merupakan satu penghidupan. Kita semua seharusnya berkata, "Kami hanya sebagai ranting-ranting yang tinggal di dalam Kristus, yang bertindak menurut roh, mengalirkan Kristus sebagai aliran air hidup."

Catatan:

Minggu ke-8 – Sabtu Doa Baca: 1 Tes.1:3

"Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita."

MELAKUKAN PEKERJAAN IMAN

Kita harus belajar bergerak, bekerja, dan berjerih lelah di dalam iman, bukan berdasarkan perasaan kita. Ketika kita bertekad mengunjungi orang, boleh jadi kita mulai merasa lembam. Hal ini sering terjadi. Kita harus tidak mempedulikan perasaan kita dan tetap berjerih lelah. Satu Tesalonika mengatakan, bahwa pekerjaan kita harus berasal dari iman. Arti iman adalah: tidak di dalam diri sendiri, tidak berdasarkan diri sendiri, juga tidak melakukan sesuatu menurut perasaan diri sendiri. Kita tidak seharusnya merupakan sekelompok orang yang hanya bergerak sewaktu perasaan diri kita baik dan membubung. Kita harus bergerak di dalam iman tanpa mempedulikan bagaimana perasaan kita.

Sering kali ketika kita sekuatnya akan melakukan sesuatu bagi Tuhan, keadaan sekeliling berubah menjadi sulit. Kita mungkin berkata, "Kalau Tuhan menghendaki, Ia pasti menyediakan segalanya, supaya setiap perkara lancar." Adakalanya keadaannya memang lancar, tetapi adakalanya tidak. Coba lihat perjalanan Paulus. Dari luar kelihatannya ia tidak lancar. Tak peduli ke mana ia pergi, selalu diikuti kesulitan, rintangan, penentangan, dan penyerangan. Ia berada dalam kehendak Tuhan, atau bergerak menurut dirinya sendiri? Paulus tentu berada dalam kehendak Tuhan. Ketika ia melakukan pergerakan di dalam Tuhan, Iblis melakukan sesuatu untuk menghalanginya. Kita harus tahu, ketika kita bangun dan berlelah di dalam Tuhan, Iblis akan berusaha menghalangi kita, sebab itu kita tidak seharusnya percaya kepada perasaan diri sendiri. Berjerih lelah di dalam iman berarti pekerjaan kita mutlak tidak berasal atau berdasarkan diri kita, tetapi berdasarkan Orang lain, yaitu Dia yang kita kasihi, yang kita cari, dan yang mengutus kita. Kita hanya pergi dan bergerak menurut firman-Nya. Dengan jelas Dia memberitahu supaya kita pergi, untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat.28:19a). Kita harus berkata, "Tuhan Yesus, aku pergi bukan menurut perasaanku, tetapi menurut firman-Mu."

PERCAYA KEPADA FIRMAN TUHAN

Abraham adalah satu teladan orang yang bergerak berdasarkan firman Tuhan, yang bergerak berdasarkan iman. Ia dipanggil Tuhan dan diutus ke tanah Kanaan, tetapi Tuhan tidak dengan jelas memberitahu dia harus ke mana. Meskipun demikian Abraham tetap bergerak menurut firman Tuhan. Ibrani 11:8 mengatakan, "Karena iman, Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui." Ketika Abraham berangkat, ia tidak tahu tempat yang ia tuju. Ini membuat dia berkesempatan sering memakai imannya, bersandar pimpinan Allah yang seketika, dan bergerak dengan penyertaan Allah sebagai peta perjalanannya.

Anda mungkin berkata, "Aku tidak tahu Tuhan menyuruhku mengontaki siapa. Aku telah berdoa untuk beberapa orang, tetapi kelihatannya tidak ada orang yang siap untuk kukontaki." Akhirnya Tuhan akan berkata, "Pergi sajalah! Pergilah dengan bersandar kepada-Ku, di dalam-Ku, dan beserta-Ku; bukan bersandar dirimu, bukan di dalam dirimu, juga tidak bersama dirimu." Kalau Anda pergi bersandar diri Anda sendiri, berarti Anda tidak di dalam iman, tidak bersandar Tuhan, melainkan bersandar diri sendiri. Kita harus belajar percaya kepada Tuhan, dan bergerak di dalam iman.

PERCAYA KEPADA BERKAT TUHAN

Kita perlu bergerak, tentang hasilnya, tergantung kepada berkat-Nya. Beberapa tahun ini, saya paling senang berdoa demikian, "Tuhan, saya bersandar belaskasihan-Mu, bersandar berkat-Mu, bersandar penyertaan-Mu, bersandar Roh-Mu. Saya tidak beriman terhadap diri sendiri, terhadap perkara yang lain, atau kepada siapa pun." Kita semua perlu memiliki doa yang demikian.

Catatan:

Minggu ke-9 – Minggu Doa Baca: 1 Kor.15:57

"Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."

SETIAP ORANG PERLU MEMILIKI KEBANGUNAN YANG SEJATI

Bagi kita, Perjanjian Baru ada kasih karunianya, tetapi kalau kita ingin menikmati kasih karunia Perjanjian Baru, kita harus memenuhi permintaannya. Kita juga perlu nampak bahwa permintaan dan tuntutan Perjanjian Baru tidak mungkin dipenuhi oleh manusia alamiah kita. Sebab itu, Perjanjian Baru memperlihatkan satu jalan kepada kita, yaitu kita harus berada di dalam Kristus, mati dan bangkit bersama Kristus. Kalau kita mengalami mati dan bangkit bersama Kristus, maka "bukan lagi aku, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."

Dalam Galatia 2:19b-20a Paulus mengatakan, "Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Dalam 1 Korintus 15:10 Paulus juga mengatakan, "Tetapi karena kasih karunia Allah, aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, . . . tetapi bukan aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." Sebab itu kita nampak, kasih karunia Allah adalah Kristus, Kristus juga kasih karunia Allah.

Hanya di dalam Kristus kita menerima kematian-Nya dan bangkit bersama-Nya, kemudian baru kita bisa menempuh satu penghidupan persembahan yang sesungguhnya, dan inilah baru kebangunan rohani yang sesungguhnya. Kita perlu datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa dengan tuntas, berkata kepada Tuhan, 'Tuhan, aku benar-benar rela mengikuti Engkau di jalan yang Engkau tentukan, yang Engkau wahyukan, yaitu jalan yang sesuai dengan ekonomi kebangkitan-Mu. Tapi aku tahu diriku tak berdaya, sebab itu aku rela menyerahkan diriku kepada-Mu, mohon Engkau menahan aku tetap hidup dalam kebangkitan-Mu." Setelah berdoa demikian, Roh Tuhan pasti berlipat ganda menyertai kita. Ini juga satu kebangunan rohani yang sesungguhnya. Tidak saja demikian, setiap hari kita perlu mengulangi kebangunan yang demikian, seperti matahari setiap hari naik dari ufuk timur. Dengan demikian, kita bisa sungguh-sungguh hidup dalam kebangkitan Tuhan, dan mempunyai kekuatan dari surga menjadi suplai kita, supaya kita bisa mengatasi permintaan Perjanjian Baru, juga bisa menyatakan kita adalah sekelompok orang yang menerima kasih karunia yang besar.

SETIAP HARI MENEMPUH PENGHIDUPAN YANG MENANG

Hari ini yang kita perhatikan adalah apakah kita semua hidup di dalam roh, apakah kita menempuh penghidupan yang menang. Penghidupan yang demikian harus melalui beberapa hal di bawah ini:

1.

Senantiasa berseru kepada Tuhan (Rm.10:12). Tak peduli bagaimana repotnya, kita dapat dari dalam hati berseru, "O, Tuhan Yesus!"

2.

Setiap saat menanggulangi dosa, dipenuhi oleh Roh itu (Kis.13:52). Begitu ada sedikit kesalahan, dusta, atau kecemaran, perlu mengaku dosa, mohon darah adi Tuhan mencuci bersih, untuk mempertahankan berada dalam keadaan dipenuhi oleh Roh itu.

3.

Bertindak menurut roh (Rm.8:4). Perkara yang di luar dikendalikan oleh Roh itu yang berhuni di dalam.

4.

Memperhidupkan Kristus (Flp.1:21). Ini adalah penghidupan sehari-hari kita. Kalau kita melatih tiga hal yang di depan: Senantiasa menyeru nama Tuhan; setiap saat menanggulangi dosa, dipenuhi oleh Roh itu, dan bertindak menurut roh, dengan sendirinya menghasilkan memperhidupkan Kristus.

5.

Setiap waktu menyampaikan Tuhan, mengisahkan Tuhan (2 Tim. 4:2). Tak peduli waktunya baik atau tidak, mudah atau tidak, selalu berusaha berbicara tentang Tuhan. Bersaksi bagi Tuhan kepada orang.

Kalau kita berbuat demikian, dengan sendirinya setiap hari kita menempuh penghidupan yang menang. Semoga setiap gereja lokal bisa melaksanakan jalan kemenangan ini, dan membawa saudara saudari menempuh jalan yang menang ini.

(Dikutip dari buku: Tentang Hayat dan Pelaksanaan berita 16, 20, 22, 23; Latihan dan Pelaksanaan Kelompok Vital berita 10, 11; Pelaksanaan Jalan Baru yang Organik berita 4; Berita Untuk Kaum Berprofesi berita 4; Menggenapkan Kaum Saleh dengan Pembangunan Tubuh Kristus berita 4 dan lain-lain).