MEMBERITAKAN INJIL
Minggu ke-6 – Senin Doa Baca: Rm.1:14-15
"Aku berhutang baik kepada orang Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma."
YANG UTAMA ADALAH MEMPUNYAI BEBAN
DALAM MEMBERITAKAN INJIL
Yang utama ialah mempunyai beban dalam memberitakan Injil. Dalam Roma pasal 1:14 Paulus berkata, "Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar." Kalau Anda berhutang kepada orang dua ratus ribu, Anda setiap waktu memikul beban ini, sampai suatu hari Anda memiliki dua ratus ribu, membayar lunas hutang ini, barulah merasa lega. Terhadap pemberitaan Injil Paulus juga mempunyai perasaan ini. Paulus berkata, dia adalah seorang yang berhutang. Dia tidak berhutang kepada perorangan, melainkan berhutang kepada orang Yahudi, kepada orang Yunani; ia berhutang kepada bangsa-bangsa, berhutang kepada umat manusia. Saya juga mengharapkan Anda yang bersekolah juga mempunyai beban berhutang Injil kepada teman-teman sekolah. Mungkin Anda tidak sebesar Paulus, Anda tidak berhutang kepada teman-teman satu sekolah, sedikitnya Anda berhutang kepada teman satu kelas; paling tidak Anda berhutang kepada teman yang duduk di kanan kiri Anda. Di bumi, kita pasti berhutang kepada beberapa orang. Beban hutang ini kita pikul setiap hari.
BANYAK BERDOA, MEMUPUK ROH INJIL
Setelah mempunyai beban Injil, perlu belajar mempunyai roh Injil. Roh Injil pertama-tama berasal dari beban, kedua berasal dari doa. Anda perlu berdoa untuk hutang Anda. Cara yang paling baik yaitu begitu mulai sekolah, tulislah nama teman sekelas Anda. Berdoalah, mohon pimpinan Tuhan. Lihatlah di antara puluhan teman Anda, Tuhan memberi beban kepada Anda berdoa untuk siapa, semakin banyak doa semakin baik. Setiap kali berdoa seperti menaruh secarik kertas doa di timbangan. Kertas yang tipis sangat ringan, tidak seberapa beratnya, tetapi hari ini Anda berdoa menaruh satu lembar, besok berdoa menaruh satu lembar lagi; pagi Anda berdoa menaruh satu lembar, malam Anda berdoa menaruh satu lembar lagi. Dua bulan kemudian, lebih dari 100 lembar kertas doa akan menjadi satu beban berat yang lumayan. Saudara Muller yang mendirikan rumah yatim piatu, seumur hidupnya berdoa bagi banyak orang. Ia bersaksi, menjelang meninggal dunia, semua orang yang ia doakan sudah beroleh selamat, hanya satu orang yang belum beroleh selamat. Orang yang menulis kesaksiannya menambahkan satu kalimat, tak lama setelah Saudara Muller meninggal dunia, orang itu juga beroleh selamat.
HARUS TEBAL MUKA
Ketiga, memberitakan Injil harus tebal muka. Kalau kulit muka kita tipis, pembicaraan kita tidak bisa menggerakkan orang lain. Jarang ada orang yang sejak lahir sudah tebal muka, tebal muka berasal dari berlatih. Orang muda perlu tebal muka, hanya orang yang tebal muka, yang rohnya membara, baru bisa memberitakan Injil.
MEMBERITAKAN INJIL ADALAH BERBUAH
Keempat, memberitakan Injil, menyelamatkan orang dosa, adalah berbuah. Yohanes 15:2-8 memperlihatkan kepada kita bahwa seorang yang beroleh selamat adalah satu ranting pada Tubuh Tuhan. Kalau ranting tidak berbuah, ada bahaya akan dikerat, dibuang di luar. Dibuang di luar bukan berarti masuk neraka, tetapi mengacu kepada kehilangan kedudukan menikmati kekayaan Tuhan. Sebab itu setelah Anda beroleh selamat, kalau tidak berbuah, ada satu bahaya akan dikerat, sehingga Anda kehilangan kedudukan menikmati kekayaan Tuhan. Selain itu masih ada satu bahaya lagi, yaitu "dibuang di luar seperti ranting dan menjadi kenng, kemudian dikwnpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar" (Yoh.15:6). Saya pernah melihat banyak orang, setelah beroleh selamat tidak berbuah, sejangka waktu kemudian, ia kehilangan kasihnya terhadap Tuhan, lalu diambil oleh Iblis dan dirusak.
Minggu ke-6 – Selasa Doa Baca: Luk.15:10
"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Kidung Kristen nomor 493 ayat 1 bagian bawah mengatakan, "Para malaikat giranglah, kurnia-Nya tiada bandingan." Jika dari awal kita nyanyikan, kita pasti tahu bahwa kegirangan malaikat itu dikarenakan satu orang beroleh selamat. Ini berdasarkan Lukas 15:10, "Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." Kidung ini sungguh baik. Bagi kita, kidung ini penuh perasaan yang lembut; bagi malaikat, penuh dengan sukacita. Ketika kita menyanyikan kidung ini, kita harus bersimpati kepada perasaan hati malaikat.
PRINSIP UTAMA PEMBERITAAN INJIL
ADALAH FIRMAN MENJADI DAGING (MANUSIA)
Kalau keselamatan manusia tidak penting, kalau pertobatan tidak berharga, malaikat tidak akan bersukacita dan memuji. Sampai hari ini, perasaan kita terhadap pertobatan atau keselamatan seseorang tidak seberat perasaan malaikat. Ada satu hal yang membuat malaikat iri yaitu Tuhan tidak memberikan amanat pemberitaan Injil dan berkat pemberitaan Injil kepada malaikat. Karena prinsip utama pemberitaan Injil adalah firman menjadi daging, harus Allah sendiri yang melakukan dalam daging. Malaikat tidak berdaging, sebab itu malaikat tidak bisa memberitakan Injil. Kita tahu tentang cerita Petrus memberitakan Injil di rumah Kornelius. Malaikat datang menampakkan diri kepada Kornelius dan berkata, "Dan sekarang swuhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus" (Kis.10:5). Di sini malaikat menampakkan diri kepada Kornelius, juga berbicara kepadanya, tetapi malaikat tidak mempunyai hak untuk memberitakan Injil. Kalau saya adalah malaikat, pasti saya iri terhadap berkat yang diterima Petrus. Malaikat ingin memberitakan Injil, tetapi tidak mempunyai hak ini; sebab itu terpaksa menyuruh Kornelius mengundang Petrus datang. Petrus mempunyai kedudukan ini, karena Petrus adalah seorang yang memiliki daging.
MEMBERITAKAN INJIL ADALAH
HAK DAN SUKACITA YANG SANGAT BESAR
Semoga semuanya nampak, memberitakan Injil adalah satu hak yang sangat besar, juga sukacita yang sangat besar. Bila satu orang dosa beroleh selamat, malaikat di surga bersukacita, bernyanyi. Injil hanya dua kali menyebut malaikat menyanyikan paduan suara di surga. Pertama dalam Lukas pasal 2, ketika Tuhan Yesus lahir, ada sejumlah besar bala tentara surga bersama-sama dengan malaikat memuji; yang kedua dalam Lukas pasal 15, ketika seorang berdosa bertobat, malaikat menyanyi dengan sukacita. Agama Kristen menganggap pada tanggal 25 Desember, ketika menyampaikan berita gembira, malaikat baru menyanyi dengan riang; tetapi Lukas memberitahu kita, setiap kali orang dosa beroleh selamat, berarti Juruselamat lahir lagi. Coba pikirkan, pada hari Anda beroleh selamat, bukankah Tuhan Yesus lahir ke dalam Anda?
Hari ini kalau kita semua mogok, tidak memberitakan Injil, malaikat juga akan kehilangan pekerjaan. Malaikat akan berkata, "Kami ingin menyanyi, tapi tidak ada yang bisa dinyanyikan lagi." Sering kali kita merasa letih, menganggap orang yang beroleh selamat sudah cukup, sudah terbiasa melihat orang beroleh selamat, sepertinya tidak tertarik lagi, tidak ingin melakukan lagi, ingin istirahat. Banyak orang meminta izin untuk tidak memberitakan Injil, bahkan pensiun. Namun hari ini saya ingin mengingatkan saudara saudari, kita sudah berhenti terlalu lama. Kita tidak bisa tidur lagi, sekarang waktunya bangun, semoga kita semua terjaga dari tidur kita.
Catatan:
Minggu ke-6 – Rabu Doa Baca: 1 Kor.9:16-17
"Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak fnemberitakan Injil. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah "
SETAHUN SEDIKITNYA
MEMBAWA SEORANG BEROLEH SELAMAT
Sekarang saatnya kita memberitakan Injil. Kita harus bersimpati kepada hati Tuhan, juga bersimpati kepada keadaan malaikat. Para malaikat mengharapkan bisa melihat ada orang dosa beroleh selamat setiap hari. Kita masing-masing seharusnya setiap tahun membawa satu orang beroleh selamat. Ini bukan perkara yang sulit. Siapa di antara kita yang tidak mempunyai sanak keluarga? Apakah setiap anggota keluarga dan kerabat kita sudah beroleh selamat? Saya percaya, pada suatu hari Tuhan akan bertanya kepada kita, seperti Allah datang dan bertanya kepada Kain, "Di mana Habel, adikmu itu?" (Kej.4:9).
Lukas pasal 19 memperlihatkan kepada kita, karunia keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita adalah modal kita, setiap orang memiliki satu mina pemberian Tuhan. Tuhan menyuruh kita memberikan uang kepada orang yang menjalankan uang. Siapa orang yang menjalankan uang? Yaitu orang yang kita selamatkan. Kita menyimpan karunia keselamatan ke dalam orang-orang yang kita selamatkan, supaya orang-orang itu menjadi bank kita. Satu mina ini bisa terus dibagikan kepada orang-orang, tetapi tidak akan habis. Satu mina bisa menjadi sepuluh mina. Lukas pasal 19 bukan hanya membicarakan Zakheus beroleh selamat, juga membicarakan setelah Zakheus mendapatkan karunia keselamatan ini, ia membagikan karunia keselamatan ini kepada orang lain. Dengan demikian Anda dapat untung sepuluh mina. "Sepuluh mina" belum tentu berarti sepuluh, mungkin juga seribu. "Sepuluh" adalah angka sempurna. Ketika Tuhan datang, Ia akan mengadakan perhitungan dengan hamba-Nya. Ia akan bertanya kepada kita, apakah kita memakai karunia keselamatan-Nya untuk menyelamatkan orang lain? Ini akan menentukan apakah Anda bisa meraja bersama-Nya ketika Dia kembali setelah dinobatkan menjadi raja, dan mendirikan kerajaan surga di bumi. Perkara ini bukan khayalan, ini adalah nubuat.
ALKITAB MEMBERITAHU KITA KARUNIA KESEIAMATAN,
JUGA MEMBERITAHU KITA PAHALA DAN PENGHUKUMAN
Kita percaya Tuhan, kita juga percaya Alkitab. Alkitab tidak saja memberitahu kita karunia keselamatan, Alkitab juga memberitahu kita tentang menerima pahala dan penghukuman. Dalam 1 Koristus 9:16-17, Paulus berkata, "Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab keharusan menekan di atas diriku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Jika aku melakukannya dengan rela, aku pasti berhak menerima upah" (Tl.). Mengapa tidak memberitakan Injil akan celaka? Celaka karena tidak memberitakan Injil adalah aspek yang negatif, yaitu akan kehilangan upah, tidak bisa mengambil bagian bersama Tuhan dalam kerajaan-Nya.
Di aspek yang positif, seperti yang dikatakan dalam Lukas pasal 16, "Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi kamu diteima di dalam kemah abadi” (ay.9). Hari ini Anda dan harta Anda adalah barang yang tidak jujur(benar). Orang yang jatuh adalah orang yang tidak benar, tetapi oleh karena rahmat-Nya Allah justru senang memakai kita, orang-orang yang tidak benar ini, untuk memberitakan Injil-Nya. Allah menyerahkan uang yang tidak jujur(benar) di tangan kita, Allah juga senang memakai uang yang tidak jujur ini untuk pemberitaan Injil-Nya.
Kita memberitakan Injil menyelamatkan orang, akibatnya orang-orang yang kita selamatkan menjadi teman baik kita. Inilah yang dimaksud dengan mengikat persahabatan dengan mamon. Ketika Tuhan datang lagi, banyak orang akan menyambut kedatangan Anda. Orang-orang yang menyambut kedatangan Anda itu adalah orang-orang yang Anda selamatkan melalui pemberitaan Injil dengan pengorbanan tenaga dan uang Anda. Dalam 2 Korintus 12:15 Paulus berkata, "Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu (jiwamu)." Paulus mengorbankan dirinya bagi orangorang Korintus. Orang-orang Korintus adalah anak-anak yang Paulus lahirkan dalam Kristus, mereka juga adalah sahabat-sahabat yang Paulus ikat dengan dirinya dan hartanya. Ketika Tuhan datang, mereka adalah orang-orang yang menyambut Paulus, mereka juga sukacita dan mahkota Paulus. Saudara-saudara, ketika Tuhan datang, ada berapa orang yang menyambut Anda? Alkitab mengatakan, "Kamu diterima (oleh mereka) di dalam kemah abadi." Ini bukan perkara yang kecil.
Catatan:
Minggu ke-6 – Kamis Doa Baca: Rm.9:23-24a
"Justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas bejana belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan, yaitu kita, . . ."
Sekarang akan kami perkenalkan satu buku kecil yang pernah sangat populer, dan sangat berguna dalam pemberitaan Injil, yaitu Misteri Hidup Manusia. Isinya seperti di bawah ini:
I. TUJUAN KEBERADAAN MANUSIA
Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri, mengapa Anda hidup di dunia ini, dan apakah tujuan hidup manusia? Tidak peduli apa tipe diri Anda dan apa profesi Anda, ada satu perkara yang harus Anda dan kebanyakan orang menyetujui, yaitu bahwa: harta tak dapat memuaskan manusia, pendidikan tak dapat memuaskan manusia, pelesiran tak dapat memuaskan manusia, keberhasilan pun tak dapat memuaskan manusia. Sebab Anda belum mengetahui:
II. RENCANA ALLAH
Allah mempunyai satu rencana, dan rencana ini sangat berkaitan dengan manusia. Dalam Alkitab, rencana ini disebut ekonomi Allah. Ekonomi Allah tak lain adalah seluruh rencana Allah bagi manusia, yang menjelaskan asal usul, tujuan, dan makna keberadaan manusia.
BAGAIMANA ANDA DAPAT MENGETAHUI EKONOMI ALI.AH ?
III. EMPAT BUAH ANAK KUNCI
Allah telah menyediakan empat buah anak kunci bagi Anda untuk membuka ekonomi Allah. Keempat anak kunci ini tercantum di dalam Alkitab. Keempat anak kunci ini sama pentingnya, tak boleh kekurangan yang manapun.
KUNCI PERTAMA -- PENCIPTAAN ALLAH
Menyingkapkan Misteri Keberadaan Manusia
1. MANUSIA MEMILIKI RUPA ALLAH
"Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita . . ." (Kej.1:26).
Cara Allah menciptakan manusia berbeda dengan cara-Nya menciptakan makhluk lainnya. Ia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Sebuah sarung tangan dibuat sesuai dengan rupa tangan, sebab ia digunakan untuk dimasuki (diisi) tangan. Demikian pula, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sebab ia akan dipakai untuk dimasuki (diisi) Allah.
2. MANUSIA ADALAH BEJANA ALLAH
"Justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas bejana-bejana belas kasihanNya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan yaitu kita . . ." (Rm.9:23-24).
Kita adalah bejana-bejana Allah. Allah ingin menjadi isi kita. Seperti botol untuk diisi air, maka kita dibuat untuk diisi Allah. Itulah sebabnya, tak heran bahwa pengetahuan, kekayaan, pelesiran, dan kesuksesan tidak pernah dapat memuaskan Anda, sebab Anda tercipta untuk diisi Allah!
3. BAGIAN-BAGIAN MANUSIA
"Semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna ..." (1 Tes.5:23a).
Manusia adalah bejana Allah. Alkitab membagi bejana ini dalam tiga bagian, yaitu roh, jiwa, dan tubuh. Tubuh adalah tubuh jasmani, tergolong pada tingkatan fisik, berhubungan dengan perkara-perkara dalam alam kebendaan, dan merupakan bagian yang paling luar. Jiwa adalah bagian mental, tergolong pada tingkatan psikis, berhubungan dengan perkara-perkara dalam alam mental/kejiwaan, dan merupakan bagian yang agak dalam. Roh adalah bagian yang terdalam dari manusia, tergolong pada tingkatan rohani, dan berhubungan dengan perkara-perkara Allah. Untuk masalah tubuh, orang boleh mencari dokter. Untuk masalah jiwa, orang boleh mencari psikiater. Hanya Allahlah yang dapat mengatasi masalah roh.
4. EKONOMI ALLAH
Allah ingin masuk ke dalam roh manusia, menjadi isi dan kepuasannya. Inilah tujuan keberadaan manusia! Anda tidak diciptakan hanya untuk diisi dengan makanan dalam perut Anda, atau diisi dengan pengetahuan dalam otak Anda, tetapi Anda diciptakan untuk diisi Allah dalam roh Anda.
Catatan:
Minggu ke-6 – Jumat Doa Baca: Rm.7:18
"Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik."
KUNCI KEDUA -- KEJATUHAN MANUSIA
Mengungkap Misteri Sifat Baik dan Jahat Manusia
1. DUA SIFAT MANUSIA
Karena manusia tercipta menurut gambar dan rupa Allah, ia memiliki sifat baik untuk menyesuaikan sifat Allah dengan pekerti-pekerti seperti kebenaran, kebaikan, keindahan, hikmat, kemurahan, dan keberanian. Namun di dalam manusia juga terdapat sifat jahat yang berlawanan dengan sifat baiknya. Para ahli metafisika China mengatakan hal ini sebagai "pertentangan antara rasio dan nafsu." Sepanjang sejarah, baik di Timur maupun Barat, orang-orang yang memahami sifat manusia mengakui keberadaan sifat jahat yang disebut Alkitab sebagai:
2. DOSA
Karena dosa berada di dalam manusia, maka manusia tak berdaya melakukan niat-niat baiknya. Tak seorangpun mau menjadi orang yang serakah, cemburu, dan sadis; tak seorangpun mau menjadi orang yang sombong, angkuh, atau penipu; tak seorangpun mau menjadi orang yang pemarah, cabul, atau amoral; tak seorangpun suka menggerutu, mengeluh, atau mengutuk. Namun demikian, manusia tak berdaya menanggalkan sifat jahatnya. Bacalah ayat berikut ini, "Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik" (Rm.7:18). "Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku" (Rm.7:20). Inilah sebuah potret manusia.
3. KEJATUHAN MANUSIA
Dosa telah masuk ke dalam manusia dan menyebabkan manusia jatuh.
(a) Dosa menyebabkan roh manusia mati: "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran pelanggaran dan dosa-dosamu" (Ef.2:1).
(b) Dosa menyebabkan angan-angan (pikiran) manusia memberontak: "Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan angan-angan seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat " (Kol. 1:21).
(c) Dosa menyebabkan tubuh manusia berbuat dosa: "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya" (Rm. 6:12).
Manusia yang telah jatuh itu seperti sebuah pesawat radio yang rusak yang tidak bisa menangkap dan menyiarkan musik, melainkan mengeluarkan suara-suara bising yang tak berarti. Ia pun seperti sebuah gelas yang jatuh ke dalam sebuah selokan, walau bentuknya indah namun tercemar oleh lumpur.
4. MANUSIA TAK MAMPU MENYELAMATKAN DIRINYA SENDIRI
Sepanjang sejarah, manusia telah mencoba segala upaya untuk melepaskan diri dari dosa, tetapi mereka menemukan bahwa:
- Perbuatan-perbuatan baik tak dapat menyelamatkan mereka dari dosa.
- Pendidikan tak dapat menyelamatkan mereka dari dosa.
- Etika tak dapat menyelamatkan mereka dari dosa.
- Bertirakat/berialat tidak dapat menyelamatkan mereka dari dosa.
Lukisan tentang manusia ini benar-benar melukiskan peperangan antara sifat baik dan sifat jahat.
KUNCI KETIGA -- PENEBUSAN KRISTUS
Mengungkap Misteri Kehidupan dan Kematian Manusia-Allah
1. SIAPAKAH KRISTUS?
Kristus adalah penyelamat yang diutus Allah ke dunia untuk membereskan masalah-masalah hidup manusia. Dia adalah perwujudan Allah Tritunggal. "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah kepenuhan ke-Allahan" (Kol.2:9). Dia juga Allah berinkamasi: "... Firman itu adalah Allah . . . Firman itu telah menjadi daging dan diam di antara kita . . . penuh kasih karunia dan realitas" (Yoh.1:1,14). Karena itu, Dia adalah Allah yang lengkap dan juga manusia yang sempurna. Dia lebih agung daripada seorang manusia yang baik! Dia lebih agung daripada seorang manusia yang besar!
- Dia lebih agung daripada seorang manusia yang bermoral!
- Dia lebih agung daripada seorang manusia yang suci!
- Dia adalah Manusia-Allah!
Catatan:
Minggu ke-6 – Sabtu
2. KEMATIAN MANUSIA-ALIAH INI
Manusia-Allah ini telah dipaku di atas salib unpuk menggenapkan penebusan. Dia telah mati dengan tiga status:
(a) Sebagai Anak Domba Allah, Dia mati untuk menghapus dosa manusia. ". . . Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yoh.1:29).
(b) Sebagai ular tembaga yang telah ditinggikan. Dia mati untuk meremukkan si ular tua itu, Iblis, dan membasmi racun ular itu dalam manusia -- sifat dosanya. "Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan" (Yoh.3:14).
(c) Sebagai butir biji gandum, Dia mati untuk melepaskan hayat ilahi. ". . . sebiji gandum . . . mati, ia akan menghasilkan banyak buah" (Yoh.12:24).
Sekarang kematian-Nya telah menghapus dosa yang ada dalam manusia yang seharusnya tidak dimiliki manusia! Kematian-Nya telah mengaruniakan hayat ke dalam manusia, yakni hayat yang seharusnya dimiliki manusia.
KUNCI KEEMPAT -- PENEBUSAN ALLAH
Mengungkap Misteri Percaya kepada Kristus
1. KEDUA PERUBAHAN KRISTUS
Allah telah menjadi daging, terlahir sebagai seorang manusia bernama Yesus. "Firman itu telah menjadi daging dan diam di antara kita" (Yoh.1:14). Tuhan telah menjadi Roh yang disebut Roh pemberi-hayat, melalui kebangkitan-Nya dari kematian. "Adam yang akhir menjadi Roh pemberi-hayat" (1 Kor.15:45). Karena Roh ini adalah Roh pemberi-hayat, maka Ia dengan hayat-Nya membagikan Allah ke dalam kaum beriman-Nya.
(Lihat diagram dibawah ini)
Karena itu Alkitab mengatakan: "Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup, barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup" (1 Yoh.5:12).
2. MELAHIRKAN KEMBALI MANUSIA
Dalam kelahiran pertama, manusia memiliki hayat jasmani. Bila manusia menerima hayat Allah melalui Kristus, ia mengalami kelahiran yang kedua, yang disebut Alkitab kelahiran kembali. "Terpujilah Allah . . . telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati" (1 Ptr.1:3). "Yesus menjawab, kata-Nya, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah" (Yoh.3:3).
Seekor babi tak mungkin mengambil bagian dalam kerajaan kambing dan hidup dengan hayat kambing melalui pendidikan, perbaikan, peraturan; kecuali ia memiliki hayat kambing. Demikian pula, manusia tak mungkin mengambil bagian dalam kerajaan Allah dan hidup dengan hayat ilahi melalui pendidikan, perbaikan, ataupun peraturan, kecuali ia menerima hayat Allah.
Catatan:
Minggu ke-7 -- Minggu
3. MAKNA MENJADI ORANG KRISTEN
Orang Kristen adalah orang yang menerima karunia Allah. Pertama-tama Allah memberikan diri-Nya sendiri ke dalam roh kita, kemudian dari roh kita menyebar ke dalam jiwa kita. Terakhir, Ia memenuhi dan meresapi roh, jiwa, dan tubuh kita dengan diri-Nya sendiri. Alkitab menyebut tahap akhir ini sebagai pemuliaan. "Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya, dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka juga dimuliakan-Nya" (Rm.8:30).
Melalui inilah kita dapat diubah menjadi serupa dengan gambar Kristus. "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dart semula untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya" (Rm.8:29). Inilah tujuan hidup manusia! Inilah makna menjadi orang Kristen! Inilah yang telah Allah rencanakan bagi Anda!
Apakah yang harus Anda lakukan sekarang? Anda sekarang sudah mengetahui rencana Allah, maka Anda harus melakukan empat perkara:
1. Palingkan Hati kepada Allah -- Bertobat
Bertobat bukan menyesal. Bertobat bukan pula membuka lembaran hidup baru. Bertobat berarti menerima peralihan pikiran. Dahulu Anda telah membelakangi Allah; baik berbuat baik atau berbuat jahat, Anda berpaling dari Allah. Pikiran Anda berpaling dari Allah. Kini dengarlah apa yang dikatakan Tuhan Yesus: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat" (Mat.4:17).
2. Percaya -- Menerima
Percaya bukan menganggukkan kepala, bukan menyetujui, bukan juga menghargai. Jika seseorang memberi Anda sebuah jam tangan, tidak cukup jika Anda hanya menganggukkan kepala, menyetujui, dan menghargainya, Anda harus menerimanya. Percaya justru berarti menerima. Bacalah ayat ini, "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah" (Yoh.1:12).
3. Mengaku -- Berseru
Menjadi orang Kristen adalah perkara yang terbuka. Allah menuntut agar kita dengan hati percaya dan dengan mulut mengaku. Jika hati Anda tidak percaya, Anda tidak dapat diselamatkan. Jika mulut Anda tidak mengaku, Andapun tidak dapat diselamatkan. Tetapi "Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan" (Rm.10:9).
4. Dibaptis -- Bersaksi
Dibaptis berarti bersaksi di hadapan manusia. Semua orang beriman harus dibaptis, supaya ia tidak hanya diselamatkan di hadapan Allah, juga diselamatkan di hadapan manusia. Tuhan Yesus berkata, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan" (Mrk.16:16). Melalui pembaptisan, Allah memindahkan kita dari kerajaan setan ke kerajaan Allah. Karena itulah Tuhan berkata lagi, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah" (Yoh.3:5).
Sekarang silakan Anda berdoa, "Oh, Tuhan Yesus, aku adalah orang yang berdosa, aku perlu Engkau. Masuklah ke dalam rohku! Hapuslah semua dosaku! Penuhilah aku supaya aku beroleh hayat Allah. Sekarang aku menerima Engkau sebagai Juruselamat dan hayatku. Kupersembahkan diriku kepada-Mu. Demi nama Tuhan Yesus, amin!"
Catatan: