← Daftar isi Allah Mengasihi Manusia (1) · bab 5/8

IMAM INJIL PERJANJIAN BARU

Minggu ke-5 – Senin Doa Baca: Rm.15:16

"Yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus"

MAKSUD HATI ALLAH IALAH SUPAYA

SEMUA ORANG MENUNAIKAN TUGAS IMAM

Ketika kita masuk dalam pemulihan Tuhan, dari semula kita sudah melihat jelas, bahwa Allah menghendaki seluruh umat-Nya melaksanakan tugas imam. Dalam Perjanjian Lama, Allah menyelamatkan bani Israel dari Mesir, dan berkata, "Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. . . kamu akan akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus" (Kel.19:4,6). Allah menghendaki bangsa Israel menjadi suatu kerajaan imam; di dalam kerajaan ini, semua orang adalah imam. Sayangnya, karena pemberontakan dan kegagalan mereka, kebanyakan orang Israel kehilangan status imam itu. Semula Allah menetapkan setiap orang dari bangsa Israel adalah imam. Tapi kemudian, hanya keluarga Harun yang menjadi imam, dan orang-orang dari suku Lewi hanya menjadi pembantu imam dalam melakukan berbagai urusan.

Sampai Perjanjian Baru, dalam 1 Petrus 2:9 kita nampak, "Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri." Wahyu 1:5-6 juga mengatakan dengan jelas, "Dia, yang mengasihi kita, dan yang telah melepaskan kita dari dosa-dosa kita oleh darah-Nya, dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya." Kita yang beroleh selamat dan dibersihkan oleh darah adi Tuhan, telah disisihkan oleh Allah khusus untuk menjadi imam-imam-Nya. Karena itu, dalam Perjanjian Baru, Allah kembali menyatakan maksud hati-Nya, yaitu agar setiap orang dari anak-anak-Nya bisa menunaikan tugas imam itu.

Dalam Perjanjian Lama, tugas terpenting dari seorang imam adalah mempersembahkan korban. Korban-korban itu dipersembahkan di pelataran luar. Setelah imam selesai mempersembahkan korban, mereka masuk ke dalam tempat kudus untuk mengurusi roti sajian, menyalakan pelita dan membakar ukupan. Di samping itu, Imam Besar harus masuk ke dalam tempat mahakudus setahun sekali. Semua lambang ini sangat jelas terlihat dalam Perjanjian Lama.

TUGAS PARA IMAM

Mempersembahkan Korban

Lalu apakah yang dilakukan imam Perjanjian Baru? Bagaimana semua saudara saudari dapat menjadi imam? Kita.tahu, bahwa pekerjaan terpenting dari imam-imam Perjanjian Baru adalah mempersembahkan orang dosa kepada Allah pada mezbah salib. Pemberitaan Injil kita adalah membawa orang-orang dosa dan mempersembahkan mereka. Persembahan ini disebutkan secara sederhana dalam kitab Roma. Di sana Paulus berkata, "Aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, melayani sebagai imam Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus" (15:16; Tl.). Namun, persembahan dalam kitab Kolose tidak begitu sederhana. "Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kayanya kemuliaan dari rahasia ini di antara bangsa-bangsa lain, yaitu Kristus di dalam kamu, menjadi pengharapan yang mulia; Dialah yang kami beritakan, dengan menasihati setiap orang dan mengajar setiap orang dalam segala hikmat, agar kami dapat mempersembahkan setiap orang dalam keadaan dewasa di dalam Kristus" (1:27-28; Tl.). Persembahan di sini membuat bangsa-bangsa bukan Yahudi mengetahui, bahwa pada rahasia Allah terkandung suatu kemuliaan. Kemuliaan ini adalah Kristus di dalam mereka menjadi pengharapan yang mulia. Mereka harus menjadi orang semacam itu. Demikian barulah mereka dapat dipersembahkan sebagai persembahan kepada Allah.

Mempersiapkan Roti Sajian, Menyalakan Pelita, Membakar Ukupan

Lambang dalam Perjanjian Lama sangat jelas. Di pelataran luar, ada persembahan korban. Di tempat kudus, ada penyajian roti sajian, penyalaan pelita, dan pembakaran ukupan. Roti sajian adalah untuk suplai hayat, pelita adalah untuk penyorotan terang, dan pembakaran ukupan adalah untuk mendoakan manusia. Mempersembahkan semua orang dalam keadaan dewasa di dalam Kristus adalah "pekerjaan penyempurnaan" yang disebut dalam Efesus 4. Penyempurnaan akan membuat seseorang memenuhi syarat untuk dipersembahkan dalam keadaan dewasa. Maka persembahan di mezbah di pelataran luar dalam Roma 15 adalah persembahan awal. Persembahan dalam tempat kudus, melalui roti sajian, kaki dian emas, dan mezbah emas dalam Kolose 1 adalah persembahan yang lebih maju.

Catatan:

Minggu Ke-5 – Selasa Doa Baca: Mrk.16:15

"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."

EMPAT LANGKAH UTAMA

DALAM MELAKSANAKAN JALAN BARU

Memberitakan Injil

Perkara pertama dalam pelayanan orang Kristen adalah memberitakan Injil. Hal ini seperti pernikahan dan kelahiran. Setelah pasangan muda menikah, hal pertama yang terjadi adalah kelahiran. Setelah seorang anak dilahirkan, pusat perhatian dari seluruh keluarga itu beralih kepada anak itu. Jika sepasang suami istri tidak memiliki anak, mereka akan merasa kekurangan sesuatu. Anak-anak adalah fokus dari keluarga itu. Hal ini berlaku baik di Barat maupun di Timur. Allah sudah menaruh satu hukum alam di dalam manusia. Puji Tuhan, hari ini kita semua sudah beroleh selamat. Dengan kata lain, kita semua sudah menikah. Yang seharusnya menyusul adalah kelahiran. Kelahiran rohani adalah pemberitaan Injil. Paulus berkata, "Karena sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pembimbing dalam Kristus, tetapi kamu tidak mempunyai banyak bapa; karena akulah yang telah melahirkan kamu melalui Injil dalam Kristus Yesus" (2 Kor.4:15; Tl.). Paulus memberitakan Injil dan membimbing banyak orang beroleh selamat. Orang-orang beriman di Korintus, adalah anak-anak rohani yang dilahirkan oleh Paulus.

Merawat

Setelah menghasilkan buah, perlu ada perawatan. Setiap ibu tahu, bahwa hal pertama yang dilakukan oleh bayi yang baru lahir adalah minum susu. Sebab itu, hal pertama yang perlu dipelajari oleh seorang ibu adalah belajar merawat anaknya. Dulu, begitu ada orang yang baru dibaptis, kita lalu mengundang orang tersebut datang ke sidang yang diadakan di balai sidang pada hari Minggu pagi. Kini kita sadar, bahwa cara itu tidak begitu tepat. Setelah seorang anak dilahirkan, kita tidak memintanya datang kepada kita untuk diberi makan. Sebaliknya, kita harus mendatanginya dan memberinya susu. Jika kita tidak bisa pergi ke rumah orang-orang baru itu setiap hari, kita seharusnya mengunjungi mereka sekurang-kurangnya tiga hari sekali. Cara yang paling baik adalah mengunjunginya setiap hari. Kita pergi ke rumah saudara atau saudari yang baru dan memberi mereka makanan rohani, itulah yang kita sebut sidang keluarga.

Mengajar

Setelah Anda merawatnya satu bulan lebih, ia mulai sehat, lalu bawalah dia ke dalam sidang kelompok untuk berkontak dengan saudara saudari, bersama-sama menempuh penghidupan berkelompok, yaitu masuk ke dalam gereja. Dalam sidang kelompok tidak saja ada pengajaran, juga ada perawatan. Lagi pula sidang kelompok perlu organik, setiap orang mengajar, setiap orang belajar, untuk membangun Tubuh Kristus. Kita menggarap sidang kelompok, dengan segala hikmat menasihati orang, mengajar orang, supaya setiap orang matang dalam Kristus dan dipersembahkan, persembahan ini adalah pekerjaan imam.

Membangun

Kita semua tahu, tidaklah sukar untuk melahirkan seorang anak, juga tidak terlalu sulit untuk membesarkan anak. Tetapi mengajar anak memerlukan waktu bulanan dan tahunan. Menurut sistem pendidikan saat ini, seorang anak harus menerima pendidikan selama enam belas tahun. Setelah dia menamatkan pendidikan tingginya, barulah dia dapat dianggap sudah berhasil menjalani latihannya. Terdidik dengan berhasil berarti sudah disempurnakan, diperlengkapi. Dalam pendidikan rohani, bila seorang imani telah diperlengkapi sedemikian rupa sehingga dia dapat melakukan pekerjaan pelayanan Perjanjian Baru, barulah pendidikannya dapat dianggap sudah berhasil. Pekerjaan pelayanan Perjanjian Baru tidak lain membangun Tubuh Kristus. Mengenai istilah ini, kekristenan tidak tahu apa-apa dan tidak pula melakukannya, tetapi hal ini jelas ada dalam Alkitab. Di samping itu, Tuhan sudah menunjukkan kepada kita, bahwa ketika semua orang saleh diperlengkapi, baik tua dan muda, laki dan perempuan, mereka semua dapat membangun Tubuh Kristus.

Imamat Universal dalam Jalan Baru

Pembangunan Tubuh Kristus tidak tergantung pada sedikit orang. Pekerjaan ini tidak tergantung pada saudara-saudara pewajib di dalam gereja, juga tidak tergantung pada para sekerja atau orang-orang yang sepenuh waktu. Sebaliknya, setiap orang saleh yang sudah diperlengkapi harus berbagian dalam pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus. Melahirkan, merawat, mengajar, dan membangun adalah empat langkah utama dalam jalan baru. Bila setiap orang saleh dalam gereja dapat melahirkan, merawat, mengajar, dan membangun, tujuan kekal Allah akan tergenap. Tujuan kekal Allah adalah memiliki Tubuh Kristus, dan langkahlangkah untuk mencapai tujuan itu adalah melahirkan melalui memberitakan Injil, merawat melalui sidang keluarga, mengajar melalui sidang kelompok, dan membangun melalui sidang-sidang gereja.

Catatan:

Minggu ke-5 – Rabu Doa Baca: Mat.28:19

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus."

MEMBERITAKAN INJIL -- SETIAP ORANG HARUS PERGI

(MELAKUKANNYA)

Matius 28:19 mengatakan, "Karena itu pergilah." Perintah ini tidak ditujukan kepada sebagian kecil murid-murid, bukan ditujukan kepada seratus dua puluh orang yang berdoa pada hari Pentakosta di sebuah loteng, tetapi ditujukan kepada semua orang yang percaya Tuhan. Semua orang beriman, sepanjang zaman, tercakup dalam perintah ini. Kita yang adalah murid-murid Tuhan harus pergi, baru sesuai dengan sifat Tubuh yang dikehendaki Allah. Yang dikehendaki Allah bukanlah seorang tokoh penginjil yang besar, melainkan satu Tubuh.

Jadi, pemberitaan Injil harus dilakukan oleh setiap anggota Tubuh. Ini seperti kalau saya berjalan. Ketika saya berjalan, bukan kaki saya saja yang berjalan, paha saya, bahu saya, kepala saya, dan bahkan seluruh tubuh saya juga berjalan. Kita tidak bisa menemukan satu tempat dalam seluruh Perjanjian Baru, yang mengatakan, bahwa Tuhan hanya memerintahkan sebagian kecii kaum beriman untuk memberitakan Injil. Yang kita temukan adalah Tuhan memerintahkan semua orang beriman, "semua kuasa telah diberikan kepada-Ku, baik di sorga maupun di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku" (Mat.28:19). Semua kuasa telah diberikan kepada kita! Karena itu, ketika tim Injil pergi untuk memberitakan Injil kepada orang lain, mereka harus berani. Mereka seharusnya tidak takut langit dan bumi, tidak takut kepada siapa pun, karena Tuhan Yesus telah memberi kita semua kuasa di surga dan di bumi! Sebab itu, setiap orang di antara kita dapat memberitakan. Tidak peduli siapa yang kita lihat, kita dapat memberitahu mereka dengan berani, "Bertobatlah, dan percayalah kepada Yesus!" Jika kita melakukan demikian, barulah sesuai dengan sifat isi Perjanjian Baru. Dalam hal memberitakan Injil, semua anggota Tubuh Kristus tanpa kecuali, harus memberitakan dan bergerak.

SIDANG KELUARGA DAN KELOMPOK --

SETIAP ORANG HARUS BERPERAN SERTA

Setiap orang tidak hanya harus memberitakan Injil, mereka pun seharusnya berperan serta dalam sidang keluarga dan sidang kelompok. Dalam sidang kelompok kita semua adalah pelopornya, misalnya, satu kelompok ada 15 orang, kelima belas orang ini semua memberitakan, semua belajar. Ketika orang lain memberitakan, saya belajar; ketika saya memberitakan, orang lain belajar. Kalau ada orang yang senior di dalam kelompok ini, orang lain akan belajar lebih banyak lagi. Akhirnya bukan salah satu orang yang mengajar, melainkan semua mengajar. Inilah yang disebut sidang keluarga dan kelompok -- setiap orang harus berperan. Sama seperti dalam keluarga yang besar, kakak-kakak berbuat apa, adik-adik juga melakukan. Dalam sidang kelompok kita mendirikan satu teladan, maka orang yang baru akan belajar pelajaran yang lebih banyak, inilah anggota Tubuh bersama-sama menunaikan fungsi. Kelompok yang anggota Tubuhnya samasama menunaikan fungsi, akan berubah menjadi Tubuh. Begitu gereja bergerak, semua anggota Tubuh berkoordinasi menjadi satu pergerakan Tubuh.

BERBICARA BAGI TUHAN --

SETIAP ORANG BISA

Setiap orang memberitakan Injil, setiap orang berbagian dalam sidang keluarga dan kelompok, berbicara bagi Tuhan juga demikian, semua berkumpul menjadi satu, semua berbicara. Anda berkata sedikit, dia juga berkata sedikit, semua berkata-kata, sehingga kelimpahan Kristus terwujud. Tak peduli seberapa baiknya khotbah satu orang, paling banyak adalah pikiran seorang saja. Tetapi kalau semua berbicara bagi Tuhan, sama seperti saudara saudari mengundang orang ikut perjamuan kasih, setiap orang membawa satu macam masakan, meletakkan masakan-masakan itu di meja yang panjang, kelihatannya sangat limpah, beraneka ragam. Dalam sidang gereja, setiap orang membawa kekayaan Kristus, setiap orang berbicara, setiap orang mendengar, setiap orang menunaikan fungsinya.

Inilah empat langkah besar orang Kristen dalam melaksanakan jalan baru: setiap orang memberitakan Injil dari rumah ke rumah, melahirkan anak rohani; setiap orang merawat anak yang baru dilahirkan; tidak saja ada perawatan juga ada pengajaran; setelah diajar perlu digenapi; setelah digenapi perlu berbicara bagi Tuhan. Asal melakukan hal-hal ini, semakin melakukan semakin mahir, semakin melakukan semakin pandai melakukannya.

Minggu ke-5 – Kamis Doa Baca: FIp.1:5

"Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."

IMAMAT UNIVERSAL PERJANJIAN BARU

Setiap Orang Memberitakan Injil

Imamat yang ditetapkan Allah adalah imamat yang mencakup semua orang yang beroleh selamat sebagai imam. Selain itu, korban persembahan yang pertama dalam Perjanjian Baru adalah mempersembahkan orang dosa yang beroleh selamat kepada Allah. Inilah fungsi pertama dari imam Perjanjian Baru.

Sebab itu, setelah zaman Perjanjian Baru datang, Allah mewahyukan kepada imam terakhir dari Perjanjian Lama, yaitu Yohanes Pembaptis, agar dia tidak lagi mempersembahkan korban berupa lembu dan kambing, melainkan mempersembahkan orang dosa di dalam Kristus. Sesudah itu Tuhan Yesus datang. Dia juga seorang imam yang sejati, yang terus-menerus membawa orang dosa beroleh selamat. Kemudian Tuhan Yesus juga mengutus murid-murid untuk memberitakan Injil. Mula-mula Dia mengutus dua belas orang (Luk. 6:12-16), kemudian Dia mengutus tujuh puluh orang (Luk.10:1-24). Setelah bangkit, Tuhan berkata kepada murid-murid, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus" (Mat.28:18b-19). Tuhan mengutus kita kepada semua bangsa untuk memberitakan Injil kepada setiap orang, membaptis mereka ke dalam diri-Nya, dan mempersembahkan mereka sebagai korban kepada Allah. Dalam surat kirimannya, Paulus juga berkata, dia "harus menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, dengan melayani sebagai imam Injil Allah, agar bangsa-bangsa bukan Yahudi bisa diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus" (Rm.15:16; Tl.). Paulus adalah seorang imam Injil Allah. Dia mempersembahkan orang kafir yang beroleh selamat sebagai korban kepada Allah.

Bukan Pelayanan Kaum Paderi,

Melainkan Setiap Orang Beriman Memberitakan Injil

Pada diri kita mungkin terdapat banyak konsepsi alamiah. Mungkin kita mengira, karena Paulus adalah rasul nomor satu, tentu saja dia dapat memberitakan Injil. Tetapi kita bukan rasul, juga bukan nabi, maka kita tidak dapat memberitakan Injil. Untuk memberitakan Injil, kita harus mengundang seorang tokoh Injil datang ke tempat kita dan berkhotbah kepada setiap orang. Itu sangat tidak sesuai dengan Alkitab dan tidak serasi dengan sifat jalan yang ditetapkan Allah dalam Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru, Allah menetapkan, setiap orang beriman harus memberitakan Injil.

Namun, gereja sudah merosot. Fungsi organik dari banyak orang beriman terbunuh; kebanyakan orang menjadi tidak bisa memberitakan Injil, hanya beberapa orang yang bisa memberitakan Injil dan melayani sebagai imam. Akibatnya timbullah sistem paderi. Kebanyakan orang beriman adalah orang awam yang datang hanya untuk menyembah, duduk di bangku tanpa berfungsi sama sekali. Hal itu membunuh pengaturan dan penetapan Allah. Selama dua ribu tahun yang lalu, banyak orang Kristen telah menjadi tidak cakap melayani Allah. Sebagian orang mungkin tidak mengerti hal ini. Mereka mungkin mengira mereka masih melayani Allah. Setiap minggu mereka masih datang ke balai sidang, untuk menyapu lantai, membersihkan karpet, membersihkan jendela, mengatur kursi, dan melayani sebagai penyambut dalam sidang. Semua itu tidak lain pekerjaan orang Lewi, bukan pelayanan imam Injil Perjanjian Baru.

Dari Alkitab dapat kita lihat, bahwa sidang pengabaran Injil dengan satu orang pembicara dan yang lain mendengar itu tidaklah sesuai dengan Alkitab, tidak sesuai dengan ketetapan Allah. Tuhan mengutus ketujuh puluh orang murid ke rumah-rumah orang dan menyuruh mereka, "kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada anak damai, maka salammu akan tinggal di atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu" (Luk.10:5-6). Tuhan tidak pernah menyuruh murid-murid mengadakan sidang yang besar. Sebaliknya, Dia mengutus mereka keluar.

Maka, setiap saudara saudari harus pergi dari rumah ke rumah untuk mengunjungi orang. Hari ini kita ada di dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah. Kita semua adalah imam-imam dan seharusnya mempersembahkan korban. Korban pertama yang harus kita persembahkan kepada Allah adalah orang dosa. Jika kita tidak mempersembahkan orang dosa, kita adalah imam yang tidak berfungsi. Kelak kita harus memberikan perhitungan di hadapan Tuhan. Jalan Tuhan bukanlah hanya sedikit orang yang cukup syarat dan berkarunia memberitakan Injil, Dia menghendaki semua orang yang beroleh selamat pergi memberitakan Injil. Asal Anda bisa berbicara, Anda bisa memberitakan Injil. Satu Korintus 14:31 mengatakan, "Karena kamu semua dapat bernubuat (berbicara bagi Tuhan) seorang demi seorang." Alkitab mengatakan, bahwa kita semua dapat berbicara. Karena itu, kita semua harus pergi dan menyampaikan Injil kepada orang lain, dan dengan demikian menunaikan tugas sebagai Imam Injil.

Catatan:

Minggu ke-5 – Jumat Doa Baca: Luk.15:7a

"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat."

JALAN BAGI IMAM INJIL PERJANJIAN BARU MENUNAIKAN TUGASNYA

Paulus adalah teladan bagi setiap orang di antara kita. Dia membawa Injil dan mengunjungi orang-orang dosa dari rumah ke rumah, menganjuri mereka menerima Injil. Begitu satu orang dosa menerima Injil, para malaikat di hadapan Allah bernyanyi gempita memenuhi sorga. Dalam catatan Lukas 15, Tuhan Yesus berkata, ada seratus ekor domba, dan yang seekor hilang. Ketika gembala itu menemukan domba yang hilang, dia memanggil teman-temannya dan tetangganya untuk bersukacita bersamanya (ay. 6). Tuhan Yesus juga menyebutkan perumpamaan seorang perempuan yang kehilangan dinarnya. Perempuan itu menyalakan pelita, menyapu rumahnya dan mencari dengan cermat, sampai dia menemukan uangnya. Ketika dia menemukannya, dia memanggil teman-temannya dan tetangga-tetangganya dan berkata, "Bersukacitalah bersama aku" (ay.8-9). Jadi, kita harus tahu, bahwa membawa orang dosa beroleh selamat bukanlah perkara kecil. Ini adalah perkara yang sangat besar. Kita harus memperhatikan perkara ini dengan serius. Setiap orang harus membawa orang lain beroleh selamat. Ini adalah menunaikan tugas imam Injil.

SETIAP ORANG BERIMAN PERJANJIAN BARU

PERLU MENGUNJUNGI ORANG MEMBERITAKAN INJIL

SECARA PRIBADI

Hari ini saya hanya mempunyai satu beban, yaitu memberitahu Anda bahwa Anda harus menjadi imam Injil. Yang harus melakukannya bukan hanya saudara, saudari pun harus melakukannya. Bahkan saudari-saudari muda juga harus melakukannya. Tidak ada pendeta di tengah-tengah kita, juga tidak ada pengkhotbah. Kita hanya memiliki semua orang saleh melayani sebagai imam Injil, membawa orang dosa. Hal ini tidak dapat diganti dengan uang sebanyak apa pun. Tidak ada jalan lain untuk merampungkan hal ini selain dengan mengunjungi orang secara pribadi dari rumah ke rumah. Kita harus berani memberitakan Injil dengan lantang. Entah Anda sudah terlatih atau belum, Anda adalah imam Injil, dan Anda harus memberitakan Injil kepada orang lain. Inilah imamat universal. Ini bukan imamat beberapa orang saja. Jangan takut, jangan merasa Anda tidak dapat memberitakan, dan jangan mengatakan Anda tidak bisa memberitakan. Anda tidak bisa memberitakan karena Anda tidak memberitakan, dan Anda takut memberitakan juga karena Anda tidak memberitakan. Semakin sering Anda memberitakan, Anda akan semakin mahir memberitakan.

Alkitab mengatakan, setiap orang beriman yang beroleh selamat harus menjadi iman Injil. Dulu, kita terpengaruh oleh kekristenan, hanya bersandar pada penginjil-penginjil yang berkarunia, sedangkan kita sendiri hanya berdiri di pinggir untuk membantu menunjukkan tempat duduk, mencatat nama, dan melakukan pelayanan orang Lewi lainnya; kita tidak menunaikan tugas sebagai imam Injil. Jalan itu adalah pelanggaran terhadap Allah.

Sembilan belas abad yang lalu, Paulus tidak memiliki sarana angkutan yang memadai, namun dia bepergian dengan perahu (kapal) menyeberangi taut, mengadakan perjalanan yang panjang, jauh dari rumah, dan membayar harga untuk menyampaikan Injit. Kisah Para Rasul pasal 16 memberitahu kita, ketika Paulus di Filipi, tidak ada orang saleh yang menyambut dia. Tidak ada gereja yang menerima dia. Dia tidak mengenal seorang pun di sana. Yang dilakukannya adalah pergi ke luar kota di tepi sungai pada hari Sabat. Di sana ada tempat untuk berdoa. Kemudian dia duduk dan berbicara dengan perempuan-perempuan yang berkumpul di sana. Salah satunya adalah perempuan yang bernama Lidia, yang menjual kain ungu. Lidia dan seluruh keluarganya beroleh selamat dan dibaptis. Kemudian dia meminta Paulus untuk tinggal di rumahnya (ay. 13-15). Itulah cara Paulus memulai pemberitaan Injilnya di Filipi. Di rumah Lidia, diadakan sidang keluarga, dan gereja di Filipi timbul secara demikian. Yang dilakukan Paulus adalah teladan bagi semua orang beriman. Kita semua belajar dari Paulus. Yang dilakukannya adalah yang seharusnya kita lakukan. Kita harus seperti dia.

SEPERTI RANTING POKOK ANGGUR,

DIUTUS TUHAN UNTUK MENGHASILKAN BUAH,

TIDAK BISA DIGANTIKAN OLEH ORANG LAIN

Hari ini kita memimpin saudara saudari memulihkan setiap orang menjadi imam, setiap orang pergi memberitakan Injil. Setiap orang langsung menyelamatkan orang, tidak bisa diganti oleh orang lain. Ini juga yang diumpamakan oleh Injil Yohanes pasal 15, Tuhan adalah pokok anggur yang benar, kita adalah ranting-ranting pokok anggur. Setiap ranting yang tidak berbuah, akan dipotong-Nya (ay.1-2). Pemotongan di sini bukan mengacu kepada binasa yang kekal, melainkan mengacu kepada kehilangan kenikmatan terhadap Kristus. Kita adalah ranting di atas Tubuh Tuhan, harus menghasilkan buah sendiri bagi Allah, inilah kodrat kita, juga kemuliaan kita.

Catatan:

Minggu ke-5 – Sabtu Doa Baca: Kol.1:29

"Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku."

MENGGENAPKAN KAUM SALEH

MASING-MASING MEMBERITAKAN INJIL

Kalau di satu tempat sudah ada beberapa orang bersidang, yang mereka perlukan, pertama, mengasihi Tuhan; kedua, mempersembahkan diri kepada Tuhan; ketiga, mendapatkan kebangunan rohani; keempat, menerima penggenapan. Pertama, mereka digenapi dalam kebenaran Injil, mengenal pembenaran dan pemisahan oleh pengudusan, hubungan penebusan darah adi dengan penyelamatan hayat, dan lain-lain. Kemudian mereka digenapi dalam pengalaman Injil. Melalui penggenapan yang demikian, mereka mengetahui dosa mereka telah diampuni, mereka telah dibenarkan oleh Allah, berdamai dengan Allah, dan bersatu dengan Tuhan. Kemudian mereka akan mengikuti Roh Kudus yang diam di dalam mereka, supaya dibenarkan, dikuduskan, diubah dalam hayat. Ketika mereka telah digenapi dengan sempurna dalam kebenaran, dalam pengalaman, dan hal-hal tentang Injil, mereka masih perlu digenapi dalam tehnik pengabaran Injil.

SEMAKIN MENGABARKAN INJIL, SEMAKIN BISA MENGABARKAN

Mengapa kaum saleh tidak bisa mengabarkan Injil, sebab mereka tidak mengabarkan Injil. Mereka tidak bisa memberitakan Injil, lalu tidak mau berbicara; semakin tidak berbicara, semakin tidak bisa berbicara; sehingga timbul satu sirkulasi yang menghasilkan kemiskinan. Sebaliknya dengan kata lain, kita tidak bisa berbicara, tetap harus berbicara; semakin berbicara, akan semakin bisa berbicara; semakin kita berbicara akan semakin senang berbicara.

Dalam Kolose 1:28-29, rasul Paulus berkata, "Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku." Dia pernah tinggal di Efesus selama tiga tahun, baik di muka umum, atau dari rumah ke rumah, dia mengajar kaum saleh, siang malam tak hentinya menganjuri mereka (Kis.20:31,20). Jerih lelah Paulus ini bukan bersandar dirinya sendiri, melainkan bersandar kekuatan Kristus yang bekerja di dalamnya. Pergerakan kuat kuasa ini seperti motor surgawi, tak hentinya menyuplai sumber kekuatan hayat kebangkitan kepadanya, supaya dia bisa menunaikan dan merampungkan jabatan imam Injil.

MENGIKUTI TELADAN TUHAN YESUS

Perjanjian Baru memberitahu kita, setiap orang adalah imam Injil. Tiap orang harus pergi untuk menyelamatkan orang dosa. Kita harus berjuang untuk ini. Jalan pemberitaan Injil yang ditetapkan Allah bukan mengundang orang datang mendengarkan Injil, melainkan pergi menyelamatkan orang. Dalam Kitab Injil, Tuhan Yesus sendiri adalah teladan yang demikian. Bila Ia akan memberitakan Injil kepada orang dosa, Ia tidak duduk di surga dan memanggil kita ke surga, tetapi dari surga datang ke tempat kita. Dia datang mencari dan menyelamatkan orang yang sesat (Luk.19:10); terlebih dulu mencari, kemudian menyelamatkan. Dia juga mengutus dua belas murid pergi mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit (Luk. 9:1-6). Kemudian Dia memilih tujuh puluh orang, mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya untuk mencari anak damai sejahtera, untuk menuai tuaian Tuhan (Luk.10:1-6).

Pada suatu hari, Ia khusus pergi ke Yerikho, mencari Zakheus, orang dosa yang jatuh tetapi dipilih oleh Allah, membawa karunia keselamatan ke dalam seisi rumahnya (Luk.19:1-9). Dia juga pergi ke Samaria, duduk di sisi sumur Yakub, menunggu seorang perempuan amoral, memberinya air hidup, untuk meleraikan dahaga batinnya (Yoh.4:3-14). Demikianlah Ia pergi ke mana-mana mencari dan menyelamatkan orang dosa. Sebab itu setelah kematian dan kebangkitan-Nya, dan sebelum kenaikan-Nya ke surga, Ia menyuruh kita pergi, supaya semua bangsa menjadi murid-Nya (Mat. 28:19); dan setelah mendapatkan pencurahan Roh Kudus dan mengenakan kekuatan dari surga, kita harus pergi ke mana-mana untuk menjadi saksi-Nya, mulai dari Yerusalem, ke tanah Yudea dan sekitarnya, melewati Samaria, meluas terus, sampai ke ujung bumi (Kis.1:8).

Catatan:

Minggu ke-6 – Minggu Doa Baca: Kis.1:8

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

MULAI MEMBERITAKAN DARI YERUSALEM KITA

Kita memberitakan Injil harus memegang prinsip ini, mulai dari Yerusalem, pusat kita. Yerusalem kita adalah keluarga kita. Setiap orang mempunyai kerabat dekat, kerabat jauh, sekerja, teman sekolah, sahabat, dan tetangga. Mereka banyak yang belum beroleh selamat, mungkin nama Yesus pun belum pernah mereka dengar. Sesungguhnya, kita pergi memberitakan Injil, tidak perlu mengetuk pintu yang baru, mengetuk pintu yang sudah kenal saja sudah cukup. Kita pergi memberitakan Injil kepada semua orang yang kita kenal -- seisi rumah, kerabat dekat, kerabat jauh, sahabat, tetangga, sekerja, teman sekolah; orang-orang ini sudah cukup sebagai sasaran kita. Jika kita menyelamatkan satu orang atau mendapatkan satu keluarga, orang itu atau keluarga itu mendapatkan lagi orang-orang kenalan mereka, Injil akan selangkah demi selangkah diberitakan. Orang-orang yang beroleh selamat melewati kita, juga akan digenapi seperti kita. Sebagaimana mereka beroleh selamat, begitu juga mereka pergi menyelamatkan orang lain. Inilah satu cara penginjilan kita yang tepat. Kalau kita setia terhadap cara ini, kita pasti akan berbuah.

Setiap orang perlu memakai satu buku untuk mencatat semua sasaran Injilnya, kemudian mendoakan mereka satu per satu, dan menengadah mohon pimpinan Tuhan dalam memberitakan Injil kepada mereka. Kalau kita semua mau mengerjakan ini, dalam tiga atau empat bulan pasti bisa menyelamatkan satu orang.

ORANG KRISTEN MEMBERITAKAN INJIL,

MENYELAMATKAN ORANG DOSA,

ADALAH SATU HAL YANG PALING MENGGEMBIRAKAN

Semua orang Kristen mengetahui, memberitakan Injil menyelamatkan orang dosa adalah satu perkara yang paling menggembirakan. Kalau suatu gereja ingin hidup, ingin memiliki kemajuan, ingin berkembang dengan baik, harus menjadi gereja yang memberitakan Injil. Kalau suatu gereja dalam delapan tahun tidak pernah menyelamatkan satu orang, setiap kali hanya terlihat wajah yang lama, pasti tidak ada sukacita; tetapi kalau dalam sidang ada beberapa wajah baru, dan orang yang baru itu bisa berdiri bersekutu beberapa patah kata, meskipun tidak terlalu baik, semua saudara saudari akan merasa sangat gembira.

Kita menyelamatkan orang dosa, membaptis orang. Dari segi manusia adalah membaptis mereka ke dalam air, tetapi dari segi Allah kita menjadi imam, membawa korban ke hadapan Allah. Orang yang pernah melakukan hal ini, pasti merasakan kegembiraan yang sangat besar. Ketika orang yang dibaptis itu ke luar dari air, kita sangat gembira membubung, bahkan seperti terangkat; hal ini dikarenakan Allah juga bergembira. Kita telah membaca Lukas pasal 15, nampak Tuhan pernah menggunakan hal ini sebagai perumpamaan, berkata kepada kita, "Siapa di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?" (ay.4). Setelah menemukannya, malaikat di surga juga akan bersukacita karenanya (ay.7). Seperti yang dikatakan dalam syair kidung nomor 493: "Para malaikat giranglah, kurnia-Nya tiada bandingan."

Sebab itu kita sesungguhnya harus nampak, ini benar-benar satu hal yang menggembirakan, juga satu amanat yang sangat mulia. Kita semua harus pergi membawa orang dosa beroleh selamat, supaya mereka bisa berada di dalam Kristus, sebagai korban yang kita persembahkan kepada Allah.

INI ADALAH JALAN YANG DITETAPKAN ALLAH

DAN YANG DIWAHYUKAN ALKITAB

Setiap orang beriman yang adalah imam Injil Perjanjian Baru Allah harus pergi mengunjungi orang untuk memberitakan Injil, menyelamatkan orang dosa, mempersembahkannya kepada Allah sebagai korban. Kita seperti ranting pokok anggur, diutus oleh Tuhan untuk menghasilkan buah, ini tidak bisa digantikan oleh orang lain. Inilah jalan yang ditetapkan Allah, dan yang diwahyukan Alkitab. Kita adalah imam Injil, seharusnya pergi memberitakan Injil. Bisa atau tidak bisa memberitakan Injil, harus memberitakan Injil, inilah takdir kita.

(Dikutip dari buku Imam Injil Perjanjian Baru dan Penghidupan Gereja dalam Pemulihan Tuhan Hari Ini bab dua)

Catatan: