← Daftar isi Allah Mengasihi Manusia (1) · bab 2/8

MENGASIHI ALLAH

Minggu ke-2 – Senin Doa Baca: Mat.22:37-38

"Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama."

KASIHILAH TUHAN, ALLAHMU,

DENGAN SEGENAP HATIMU

DAN DENGAN SEGENAP JIWAMU

DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU

Beberapa bulan yang lalu, di Hokkian ada seorang misionaris meninggal dunia. Saya pernah berkata, di antara orang yang saya kenal, dia adalah orang yang sangat berbobot di dalam Tuhan. Karena saya mengetahui agak banyak perihal dirinya, maka saya bermaksud menulis sebuah biografi untuknya. Lalu saya mengumpulkan naskah-naskah berita, yang sehari-hari ditulis olehnya, coretan-coretan, serta naskah yang belum jadi, untuk diedit. Suatu hari, saya menerima sebuah paket barang dari Hokkian yang berisi barang-barangnya, di antaranya ada secarik kertas yang bertuliskan: "Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu, karena padamu ada satu perintah: Kasihilah Tuhan. Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu!" Oh, betapa dalamnya ini! Saya tidak tahu, ada berapa banyak orang Kristen yang bisa berkata, "Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu, karena padamu ada satu perintah: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Ya, semua orang Kristen patut mengasihi Allah. Di dunia ini tidak ada satu agama pun selain Kristen, yang mengatakan tentang mengasihi Allah. Mengasihi Allah adalah satu ciri khas orang Kristen.

Untuk mendapatkan hidup yang kekal, Alkitab tidak mengatakan, bahwa kita harus dengan segenap hati percaya kepada Tuhan, sebab untuk mendapatkan hidup yang kekal, cukup dengan percaya. Tetapi mengasihi Allah, harus mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Selanjutnya dikatakan, "Itulah hukum yang terutama dan yang pertama." Dengan kata lain, ini adalah perkara yang lebih besar daripada perkara lainnya; di mana pun ia ditempatkan, ia selalu nomor satu. Hari ini, kita harus memuji Allah atas perintah-Nya yang menghendaki kita mengasihi Dia.

BAGAIMANAKAH KEADAAN ORANG YANG MENGASIHI ALLAH?

BAIKLAH KITA BAHAS BEBERAPA AYAT DI BAWAH INI:

Satu Yohanes 2:15 mengatakan, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia. maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu." Ayat ini menunjukkan, bahwa kasih akan Bapa seperti satu benda yang dapat ditaruh di dalam kita, dan dapat pula keluar dari dalam kita. Jika seseorang menaruh kasih akan Bapa di dalam dirinya, maka ia dapat mengasihi Bapa.

Banyak orang muda tidak dapat membuang dunia. Ketika mereka bersidang dan mendapatkan anjuran atau dorongan, mereka seakan-akan tidak mau mengasihi dunia lagi; tetapi beberapa waktu kemudian, kembali seolah-olah mereka tidak bisa dipisahkan dari dunia. Kita harus memiliki sesuatu yang lebih indah di dalam kita, baru kita dapat menyingkirkan hati yang mengasihi dunia itu.

Satu kali ada suatu pameran lukisan. Banyak lukisan indah yang dipamerkan harus dipandang dari jarak jauh baru bisa dinikmati makna dan keindahannya. Tetapi di antaranya ada sebuah lukisan yang harus dipandang dari dekat, baru bisa diketahui maknanya. Lukisan itu menyiratkan gambaran orang Kristen. Terlukis di sana seorang anak kecil sedang duduk di lantai, di sekelilingnya berserakan mainan-mainan kesenangan anak-anak yang indah-indah. Namun anak itu sama sekali tidak menaruh perhatian kepada mainan-mainan itu. Mata anak itu justru menatap ke arah jendela dan kedua tangannya diulurkan ke depan, ke arah jendela itu. Jika dilihat dari jauh, orang yang melihatnya akan merasa aneh sekali, tetapi jika mendekat dan melihatnya dengan teliti, ternyata di jendela itu hinggap seekor burung merpati yang indah. Di bawah lukisan itu tertulis kata-kata: "Karena ingin mendapatkan burung merpati yang indah itu, anak kecil ini telah mengabaikan semua mainannya." Dari cerita gambar itu, ternyatalah bahwa demi mendapatkan sesuatu yang lebih baik, maka barang-barang yang kurang baik akan diabaikan. Demikian juga cara Allah menyuruh kita membuang barang-barang yang kurang indah. Allah tidak pernah menyuruh kita membuang apa-apa, melainkan meletakkan sesuatu yang lebih indah di hadapan kita. Jika kita mau mendapatkannya, kita pasti dengan sendirinya membuang barang-barang yang lain.

Ada seorang pemuda Kristen, dulu ia pernah tinggal bersama saya selama dua bulan. Suatu hari ia berkata, bahwa ia tidak bisa membuang dunia. Ia berkata kepada seorang saudara yang tua, "Anda sudah menikmati kesenangan dunia, karena itu Anda bisa membuangnya. Aku belum menikmatinya, karena itu aku tidak bisa berbuat demikian." Pemuda ini hanya dapat percaya kepada Allah, tetapi tidak dapat mengasihi Allah. Ketahuilah, percaya kepada Allah, bisa menolong Anda terlepas dari dosa; sedang mengasihi Allah, bisa membuat Anda terlepas dari dunia. Saudara saudari, kita perlu mempersilakan kasih Allah masuk ke dalam kita. Begitu kasih Allah masuk, niscaya keduniawian kita akan lenyap.

Catatan:

Minggu ke-2 – Selasa Doa Baca: Yoh.14:21

"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

MENGASIHI ALLAH HARUS MENGASIHI SAUDARA

Satu Yohanes 4:20 mengatakan, "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah ; dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya." Banyak orang yang bisa menghafal ayat ini, bahkan kadang-kadang orang kafirpun menggunakannya. Namun ayat ini sebenarnya bukan ditujukan kepada mengasihi saudara dalam keluarga Anda, melainkan kepada setiap saudara yang ada dalam Kristus. Banyak orang yang karena sikap dan kelakuannya membuat Anda tidak bisa mengasihinya; tetapi bila kasih Allah masuk ke dalam Anda, maka Anda bisa mengasihinya. Bukan mengasihi saudara yang layak Anda kasihi, melainkan hanya "mengasihi saudara". Jika Anda tidak bisa mengasihi saudara, itu berarti kasih Bapa tidak ada di dalam hati Anda. Sebaliknya, jika Anda telah memiliki kasih Allah, Anda pasti mengasihi saudara.

Ada seorang saudara, ayahnya dibunuh oleh seseorang. Dia berniat membalas dendam kepada orang yang telah membunuh ayahnya. Tetapi, saudara ini adalah orang Kristen yang sejati. Pada suatu hari, di tempat tinggalnya diadakan sidang pemecahan roti. Semua saudara saudari duduk mengitari sebuah meja yang besar. Saudara ini hadir dalam sidang itu. Kebetulan sekali, ia justru duduk berdampingan dengan orang yang telah membunuh ayahnya itu. Dia segera bangkit dan meninggalkan ruang sidang dengan pergumulan batin yang hebat: membalas membunuhnya, atau masuk dan duduk bersamanya memecahkan roti? Pada saat itulah Allah menyatakan kasih Kristus kepadanya. Dia nampak bahwa sebenarnya ia pun adalah musuh Allah, tetapi Kristus malah menyelamatkannya. Kasih Allah meluluhkan hatinya. Kemudian ia menyeka air mata dan masuk memecahkan roti bersama seterunya itu. Ketika orang itu ke luar, ia tidak lagi memandangnya sebagai musuh, melainkan memandangnya sebagai seorang saudara dalam Tuhan. Bila kita benar-benar memiliki kasih Allah, kita pasti dapat mengasihi orang yang tidak layak kita kasihi.

MENGASIHI ALLAH TENTU MELAKUKAN PERINTAH ALLAH

Satu Yohanes 5:2-3 mengatakan, "Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat." Mengapa mengasihi Allah dapat membuat kita melakukan perintah-perintah-Nya? Mari kita melihat Injil Yohanes 14:21-23, "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku." Ini menyatakan, jika kita mengasihi Tuhan, kita pasti menuruti perintah-perintah-Nya. Saudara saudari, hari ini siapa di antara kita yang dapat mengatakan, bahwa dirinya telah melakukan semua perintah Allah yang diketahuinya? Yang tidak diketahui, tidak usah dikatakan, tapi yang sudah diketahui, sudahkah dilakukan? "Memegang perintah-Ku" juga berarti "mencari perintah-perintah Tuhan." Banyak orang Kristen yang merasa takut akan perintah Allah, dan tidak senang mendengar perintah Allah. Kita harus tahu, bahwa kita wajib melakukannya tidak saja ketika Allah memberi perintah kepada kita, bahkan kita wajib mencari perintah Allah itu. Setelah mendapatkannya, kita wajib melakukannya. Mencari perintah Allah berarti memikirkan Allah, dan itulah penyataan mengasihi Allah.

"Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Inilah kebaikan yang kita peroleh karena mengasihi Allah. Saya pernah melihat banyak anak Allah yang terkenal, namun saya tidak menemukan banyak orang yang mengenal Allah. Banyak orang pandai membaca Alkitab, tetapi mereka tidak mengenal Allah; mereka memang mengerti Alkitab, tetapi tidak mengenal kuasa Allah. Banyak juga orang yang pandai berkhotbah, namun mereka sebenarnya tidak mengetahui apa yang dikhotbahkannya itu. Apakah sebabnya? Sebab Tuhan tidak menyatakan diri kepadanya. Sekalipun Tuhan berada di hadapannya, jika Tuhan tidak memberi wahyu kepadanya, ia tetap tidak mengenal Tuhan. Tetapi banyak orang tidak mendapatkan penyataan Tuhan, disebabkan mereka tidak mengasihi Tuhan, tidak melakukan perintah-Nya. Di dunia ini hanya ada sejenis orang yang mengasihi Tuhan, yakni orang yang setia kepada-Nya.

Catatan:

Minggu ke-2 – Rabu Doa Baca: Rm.8:28

"Kita tahu sekarang, bahwa segala sesuatu turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

HARUS TINGGAL DALAM KASIH TUHAN

Jika Anda ingin mencari orang yang benar-benar mengenal Tuhan, janganlah mencarinya di tempat-tempat yang besar dan ramai. Sering kali, di tempat-tempat yang sunyi dan terpencil, atau di sebuah bilik, di sana ada orang yang sedang melayani Tuhan dengan setia. Tatkala Anda berjumpa dengan dia, Anda nampak bahwa Allah menyertainya. Ada orang yang begitu kita lihat, kita segera menghargainya. Ada orang yang sangat bergairah, ada orang yang bertalenta, ada orang yang sangat baik, dan ada orang yang sangat lemah-lembut dan rendah hati, namun dari diri mereka tidak terlihat adanya penyertaan Allah. Pernah seseorang bertanya kepada saya, "Apakah kebaikan saudari itu?" Saya menjawab, "Setiap kali saya berjumpa dengan dia, selalu terasa adanya penyertaan Allah." Inilah wahyu Allah. Ingatkah Anda, ada satu kisah dalam Alkitab, tentang perempuan bangsawan Sunem yang berkata kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus" (II Raja-raja 4:9). Apa yang diperlihatkan Elisa kepada perempuan itu? Elisa tidak melakukan perbuatan ajaib di depan perempuan itu, namun setiap kali ia datang, ia selalu memberinya satu perasaan akan penyertaan Allah. Saudara saudari, apakah kita senang pada penyataan Allah? Jika ya, haruslah kita dengan berbagai macam cara mencari perintah Allah, dan kemudian melakukan perintah-Nya.

"Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami (Allah dan Kristus) akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia" (Yoh.14:23). Allah dan Kristus menyertai orang-orang yang percaya, namun Allah dan Kristus "diam" (tinggal) bersama-sama dengan orang yang mengasihi Dia. Jadi, tidak hanya menyertai, bahkan tinggal bersama. Penyertaan kadang-kadang tidak terasa. Ketika Anda mencari perintah Allah dengan setia, tidak mempedulikan yang lain. Anda akan menemukan bahwa Allah tinggal bersama Anda.

Injil Yohanes 15:9-20 mengatakan, "Tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya." Apakah artinya "tinggal di dalam kasih-Nya"? Ketika kita baru beroleh selamat, kita benar-benar merasa bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. Tetapi hari ini, kita seolah-olah tidak merasakan apa-apa lagi. Meskipun kita masih tetap mengakui betapa dalam kasih-Nya, namun kita tidak merasakan apa-apa lagi. Jika kita senantiasa tinggal di dalam kasih Tuhan, kita akan selalu merasakan kasih-Nya. Tinggal di dalam kasih Tuhan, berarti memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan kasih-Nya. Dengan kata lain, kita selalu berada di dalam lingkungan kasih-Nya. Ketika Anda ditentang atau dibenci orang, Anda akan benar-benar mengetahui betapa Tuhan mengasihi Anda. Jika kita sering mencari perintah Allah dan melakukannya, kita akan senantiasa tinggal di dalam kasih Tuhan. Tuhan kita tidak pernah sedetik pun tidak merasakan kasih Bapa; Dia senantiasa ada di dalam kasih-Nya, karena Dia menuruti perintah Bapa. Jika Anda ingin senantiasa tinggal di dalam kasih Tuhan, Anda harus senantiasa melakukan perintah-Nya. Bila kasih Allah ada di dalam kita, maka sekalipun menghadapi perintah-Nya yang amat sulit dan berat, kita pasti dapat melakukannya. Ada orang yang karena mengasihi Allah meninggalkan orang tuanya, ada orang meninggalkan istri dan anaknya, ada orang meninggalkan kedudukannya, ada orang meninggalkan ketenarannya. Karena memiliki kasih Allah, maka semua itu dapat dilakukan.

MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI ORANG

YANG MENGASIHI ALLAH

Roma 8:28 mengatakan, ". . . segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Allah." Ayat ini banyak diketahui orang. Tetapi hanya sejenis orang saja yang dapat menerima kebaikan ini, yaitu orang yang mengasihi Allah. Jika Anda tidak mengasihi Allah, mungkin tidak ada satu perkara pun yang bisa mendatangkan kebaikan bagi Anda. Allah tidak mengubah segala sesuatu; Allah akan mengubah hati Anda. Jika Anda mengasihi Allah, sekalipun semua perkara di hadapan Anda tetap demikian, Anda akan menerima kebaikannya. Adakalanya kita merasa heran (menyalahkan) akan perkara-perkara yang menimpa diri kita, tetapi kalau kita mengasihi Allah, semuanya tidak akan terhitung apa-apa lagi. Bahkan keadaan sekeliling yang tidak menyenangkan Anda, akan berfaedah bagi Anda, jika Anda mengasihi Allah.

Catatan:

Minggu ke-2 – Kamis Doa Baca: 1 Kor.2:9-10a

"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh."

KEMULIAAN ALLAH TERNYATA KEPADA ORANG

YANG MENGASIHI TUHAN

Satu Korintus 2:9-10 mengatakan, "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh . . . " Apa yang kita nampak dalam kedua ayat di atas? Yang disediakan Allah bagi orang yang percaya kepada-Nya adalah hidup yang kekal, tetapi yang disediakan Allah bagi orang yang mengasihi-Nya adalah perkara-perkara yang akan datang. Berkat bahagia yang akan datang itu hanya dapat diketahui oleh orang-orang yang mengasihi Allah. Jika ada orang berkata, bahwa ia telah melihat suatu barang yang indah, atau ia telah mendengar sesuatu yang indah, atau ia pernah memikirkan sesuatu yang indah; ketahuilah, itu tidak seindah yang akan didapatkan oleh orang yang mengasihi Allah. Sebab yang akan datang itu belum pernah dilihat oleh mata siapa pun, dan belum pernah di dengar oleh telinga mana pun, bahkan tidak pernah timbul dalam pikiran seorang manusia pun. Justru, berkat bahagia sedemikian ini sudah dinyatakan Allah demi Roh-Nya kepada orang-orang yang mengasihi-Nya. Dengan kata lain, pada masa kini juga, orang yang mengasihi Tuhan dapat menikmati kebaikankebaikan yang belum pernah dilihat, didengar, dan dipikirkan oleh manusia. Ketika Allah menyatakan kemuliaan-Nya kepada Anda, Anda akan berseru, "Oh, alangkah sukacitanya!" Kemuliaan sorgawi terlalu indah, sehingga Anda seolah-olah tidak tahan menerimanya.

Saudara saudari, kiranya kita mau dengan tulus hati menderita sengsara bagi Tuhan, dan mau membayar harga untuk menempuh jalan ini. Kita mau dengan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita, agar Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya kepada kita.

Yakobus 1:12 mengatakan, "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." Kita sering menduga, kalau kita ingin mendapatkan mahkota kehidupan, entah harus melakukan berapa banyak pekerjaan bagi Tuhan. Namun di sini kita nampak, syarat untuk mendapat mahkota kehidupan hanya ada satu: yaitu mengasihi Tuhan. Saudara saudari, kita sangat kurang mengasihi Allah! Kita sepertinya telah kehilangan kasih yang mula-mula itu! Hal ini sangat disayangkan!

MENGASIHI TUHAN

PASTI MENGGEMBALAKAN ANAK DOMBA TUHAN

Dalam Injil Yohanes 21, Tuhan berkata kepada Petrus, "Apakah engkau mengasihi Aku? . . . Gembalakanlah anak domba-Ku." Jika ada orang benar-benar mengasihi Tuhan, Ia pasti memperhatikan jiwa manusia. Tidak mungkin ada orang yang benar-benar mengasihi Tuhan, tetapi tidak memperhatikan keselamatan jiwa orang lain. Anda tidak boleh tidak mementingkan keselamatan jiwa pegawai, pelayan, sanak keluarga, dan orang-orang yang dekat dengan Anda.

Injil Yohanes 14:28 mengatakan, "Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku." Kasih kita kepada Tuhan, tidak saja ternyata dalam hal mengasihi saudara dan melakukan perintah Allah, juga dalam hal bersukacita karena Tuhan Yesus pergi kepada Bapa. Dengan kata lain, Anda harus bersukacita karena Tuhan Yesus pergi kepada Bapa untuk mendapatkan kemuliaan. Oh, alangkah dalamnya perkara ini! Banyak orang tidak tahu, bahwa Tuhan naik ke sorga kepada Bapa-Nya yang lebih besar daripada-Nya, adalah untuk mendapatkan kemuliaan yang amat besar itu. Jika kita tidak memahami hal ini, kita tidak bisa beribadah kepada Allah. Tentunya kita senang melihat orang yang kita kasihi itu mendapat kemuliaan. Jika kita mengasihi Tuhan, kita pasti bersukacita karena Tuhan pergi kepada Bapa.

Injil Matius 10:37-38 mengatakan, "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku." Dari ayat-ayat ini kita nampak, hanya bila kita tidak mempedulikan segala-galanya, barulah kita dapat lebih mengasihi Tuhan. Seorang beriman berkata, "Ketika kita beribadah kepada Allah, tidak saja kita harus mengetahui kebesaran-Nya, juga harus mengetahui keindahan-Nya." Ya, perkataan ini tepat sekali. Karena Ia patut kita kasihi, dengan sendirinya kita dapat menghampiri-Nya.

Catatan:

Minggu ke-2 – Jumat Doa Baca: 1 Ptr.1:8

"Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan."

KRISTUS MENGASIHI GEREJA

DAN MENYERAHKAN DIRI-NYA BAGI GEREJA

Bagaimana Allah mengasihi kita? Banyak ayat Alkitab yang mengatakan tentang Allah mengasihi kita. Secara individual, "Dia mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20); secara korporat, "Ia (Kristus) mengasihi jemaat (gereja) dan menyerahkan diri-Nya baginya" (Efesus 5:25). Roma 5:8 mengatakan, "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." Satu Yohanes 4:10 mengatakan, "Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." Allah mengasihi kita, karena itu Dia mengutus Putra-Nya untuk mati bagi kita. Kecuali salib, tidak ada kasih! Mengapa Tuhan menghendaki kita memecahkan roti sekali seminggu? Sebab Dia tidak menginginkan kita terpisah jauh dari Dia, seakan-akan kita segera melupakan-Nya, tetapi Dia menarik kita kembali. Jika kita ingat betapa menderitanya kita sewaktu masih menjadi orang dosa, dan betapa besarnya karunia Tuhan yang menyelamatkan kita, niscayalah kita tidak dapat tidak mengasihi Tuhan. Ketika orang Israel di padang belantara, mereka terkenang akan sayur-mayur, bawang, dan semangka Mesir, mereka lupa akan aniaya raja Firaun, lupa akan kesengsaraan perbudakan di Mesir, lupa akan Allah yang telah menyelamatkan mereka dari kesengsaraan yang sangat besar itu. Karena itu, hati mereka seperti tidak bisa meninggalkan Mesir. Begitu pula, jika kita melupakan salib, kita pun akan melupakan kasih Allah. Jika kita melupakan kasih Allah, kita tentu akan memikirkan dunia lagi.

BANYAK KASIH BANYAK DIAMPUNI

Bagaimana kita dapat mengasihi Tuhan? Mari kita baca Injil Lukas 7:47, "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." Jika kita ingat betapa dosa kita telah diampuni, maka tak dapat tidak kita mengasihi Tuhan. Jika pada satu hari, salib tidak bisa menggerakkan hati Anda lagi, pada hari itulah Anda telah jatuh. Tuan Robert telah menangis beberapa bulan lamanya, karena ia merasa tidak tergerak oleh salib Tuhan; ia berhenti menangis setelah salib dapat menggerakkan hatinya lagi. Karenanya terjadilah kebangunan rohani yang terkenal dalam sejarah, yaitu kebangunan di Wales. Sampai hari ini, tidak pernah terjadi kebangunan yang lebih hebat daripada kebangunan kali itu. Mengapa perempuan itu mau menyeka kaki Tuhan dengan rambutnya sambil menangis, bahkan menciumi kaki Tuhan? Tak lain karena ia ingat, bahwa semua dosanya telah Tuhan ampuni.

Saudara saudari, kita harus berdiri teguh di bawah salib Tuhan. Meskipun kelak mungkin kerohanian Anda menjadi lebih kuat 100 kali lipat daripada sekarang, namun tetaplah ingat, bagaimana dosa-dosa Anda telah diampuni Tuhan.

Satu Korintus 16:22 mengatakan, "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan terkutuklah ia. Maranata!" Perkataan ini sangat serius! Jika ada orang yang tidak mengasihi Tuhan, ia patut dikutuk.

Efesus 6:24 mengatakan, "Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa." Kasih karunia diberikan kepada orang macam apa? Yaitu kepada orang yang mengasihi Tuhan. Jika orang bertanya, "Apakah Anda percaya kepada Tuhan?" Dan Anda menjawab, "Saya mengasihi Tuhan," semua orang pasti akan merasa takjub.

Satu Petrus 1:8 mengatakan, "Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan." Di sini dikatakan, karena kita telah percaya kepada-Nya, maka kita mengasihi-Nya. Apakah hasil dari mengasihi karena percaya? Timbullah sukacita, dan sukacita ini sangat besar, mulia, dan tak terkatakan.

Akhirnya, saudara saudari, saya ingin berkata seperti apa yang pernah dikatakan seorang imani tua kepada seorang imani muda saat mereka berpisah, "Semoga Anda menjadi seorang kekasih Tuhan Yesus!"

Catatan:

Minggu ke-2 – Sabtu Doa Baca: 1 Yoh.2:15

"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu."

JANDA, ISTRI, DAN GADIS

Dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu ada satu garis, yaitu Allah sering memakai seorang perempuan untuk mewakili umat-Nya. Hari ini dalam beberapa ayat Alkitab, Allah mengumpamakan anak-anak-Nya sebagai perempuan. Yang satu diumpamakan janda, yang satu diumpamakan istri, yang satu lagi diumpamakan gadis. Sikap setiap orang Kristen terhadap dunia sama seperti seorang janda. Sikap setiap orang Kristen terhadap penikmatan akan kekayaan Kristus, sama seperti seorang istri. Sikap setiap orang Kristen terhadap disiplin diri demi Kristus, sama seperti seorang gadis.

1. Janda (Luk. 18:3, Why. 18:7)

Satu hal yang sangat menjamah hati saya ialah, hari ini kita hidup di dunia dalam suasana hati seorang janda. Saya tidak bisa mencintai dunia ini, bukan karena dunia ini tidak menarik, bukan karena Alkitab memerintahkan supaya saya tidak mencintai, bukan pula karena dunia beserta nafsunya akan berlalu. Saya akan berkata, bahwa dunia ini cukup menarik, perkara, benda, dan manusia di dunia, semuanya menarik. Walaupun Alkitab terdiri dari enam puluh enam kitab, namun yang mengatakan, bahwa semua yang di bawah matahari adalah sia-sia hanya satu kitab, yaitu kitab Pengkhotbah. Orang Kristen tidak bisa mencintai dunia ini, bukan karena dunia ini sia-sia, melainkan "karena di dunia ini Tuhanku telah disalibkan oleh manusia," itulah sebabnya hati saya adalah hati seorang janda.

Di mana orang yang Anda kasihi berada, tempat itu menjadi menarik, tempat itu menjadi tempat yang menyenangkan. Dia tidak berada di sini lagi, karena itu, hatiku adalah hati seorang janda. Dunia ini bagiku telah menjadi kosong, sia-sia. Itulah sebabnya, kita tidak dapat ditarik oleh dunia ini, bukan karena dunia ini tidak menarik. Pakaian yang indah, makanan yang enak, bisa membuat orang merasa nyaman, menyenangkan; tetapi karena hatiku telah ditawan oleh seorang yang kucintai, semuanya ini tidak terhitung apa-apa lagi. Karena Dia tidak ada di sini, maka pahitlah duniaku. Bagi seorang perempuan, jika suami yang dicintainya meninggal, tetapi dia masih dapat berpakaian yang indah-indah, makan yang enak-enak, melewati hari-hari dengan gembira, seolah-olah tidak ada perkara apa-apa, tetangga-tetangganya pasti akan mencela dia dengan mengatakan: hati macam apakah yang ia miliki! Apakah tidak boleh berpakaian indah dan makan makanan enak? Hanya karena Dia tidak lagi berada di sini, maka hatinya pun tidak lagi memperhatikan semuanya itu. Bukan karena semuanya itu hambar, melainkan karena di dalamku telah tawar. Bukan karena dunia ini tidak menarik, tetapi karena di dalam hatiku tidak ada yang kucintai lagi.

Di antara kerumunan orang, aku merasa sendirian, karena Dia tidak ada di sini. Ketika aku seorang diri, hatiku membara, karena aku teringat, bahwa Dia ada. Ketika aku menelusuri pantai, melihat aluran ombak, mendengar deru ombak, aku tidak merasakan sendirian, tidak merasa terisolir, karena Dia telah menghiburku. Saudara saudari, mungkin dalam dunia ini banyak hal yang menarik bagi Anda, tetapi kalau Tuhan telah memenuhi diri Anda, semua itu tidak akan berarti apa-apa lagi.

Di dunia ini, Ia telah dibunuh oleh manusia. Yang ditinggalkan-Nya hanyalah sebuah salib, sebuah kubur yang kosong. Tuhan-ku telah mati, karena itu aku adalah seorang janda. Dunia ini bukannya tidak baik, bukan pula tidak menarik, melainkan karena Dia tidak lagi berada di sini. Saudara saudari, kedudukan kita di dunia ini benar-benar adalah seorang janda. Tuhan kita tidak di bumi ini lagi, karena itu bagiku dunia tidak menarik lagi. Kalau ada seorang saudara atau saudari yang tidak memerlukan Tuhan untuk memuaskan hatinya, aku tak tahu, entah hati macam apa yang ia miliki? Dalam Lukas 18 Tuhan berkata, "Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, belalah hakku terhadap lawanku." Inilah keadaan kita di dunia ini, seorang janda, yang diremehkan orang lain.

Wahyu 18 memakai Babilon untuk menyatakan gereja yang jatuh. Dalam hati dia berkata, "Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung." Hanya orang yang jatuh yang dapat menganggap, bahwa dirinya bukan seorang janda. Begitu Anda jatuh, saat itu pula Anda akan kehilangan ciri khas seorang janda. Oh, di dunia ini, kalau kita mau setia melayani Tuhan, kedudukan kita terhadap dunia ini adalah seorang janda. Terhadap dunia kita harus memegang satu sikap -- sikap seorang janda.

Catatan:

Minggu ke-3 – Minggu Doa Baca: 1 Kor.8:3

"Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah."

2. Istri (Rm.7:2-4)

Alkitab tidak saja mengatakan, bahwa di dunia ini setiap orang Kristen adalah seorang janda. Roma 7 juga mengatakan, setiap orang Kristen seperti seorang istri. Aku tidak tahu, apakah kalian tahu perbedaan antara seorang janda dengan seorang istri? Seorang janda adalah orang yang tidak mempunyai suami lagi, tidak mempunyai sandaran. Seorang istri adalah orang yang mempunyai suami, mempunyai sandaran. Siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap keperluan keuangan keluarga? Seorang suami, bukan istri. Kalau seorang suami bersandar kepada istri untuk menghidupi keluarganya, ini terbalik. Seorang janda di bumi adalah orang yang telah kehilangan sandaran. Seorang istri dapat memperoleh semua keperluan dari suaminya. Saudara saudari, tidak tahukah Anda, bahwa hubungan kita dengan Kristus seperti hubungan antara seorang istri dengan suaminya? Semua keperluan kita akan diberi oleh-Nya. Anda tidak perlu berikhtiar bagaimana mendapatkan keperluan bulan ini, dari Kristus kita bisa mendapatkan semua keperluan kita. Mungkin tabiat Anda tidak baik, Anda sombong, tidak mau mengampuni orang lain, tidak bertenaga untuk bekerja, tidak bisa berdoa, tidak berselera dalam membaca Alkitab. Saudara saudari, ketahuilah, semuanya itu bisa dibereskan melalui Kristus.

Ada satu hukum yang umum di dunia ini, yaitu begitu seorang gadis menikah, dia segera bisa memakai nama suaminya. Kita bersyukur dan memuji Allah, setiap orang Kristen dapat memakai nama Tuhan, karena kita milik Dia, maka semua milik-Nya juga menjadi milik kita. Dia adalah Kristus, kita adalah orang-orang milik-Nya. Saudara saudari, semoga hari ini kita nampak, setiap orang Kristen, mempunyai hak "demi nama Tuhan". Pada waktu kita percaya Tuhan, kita telah bersatu dengan Dia, sehingga nama-Nya adalah nama kita, kita dapat berdoa demi nama-Nya. Bisa demi nama-Nya, karena kita telah bersatu dalam kebangkitan-Nya. Jika demikian, masih adakah yang tidak bisa kita peroleh di hadapan Allah? Sebagaimana seorang suami mengasihi, bersimpati, memberi, menunjang istrinya sendiri, demikian pula Kristus memperlakukan kita. Semoga kita ingat: terhadap kelimpahan Kristus, aku bukan seorang janda, melainkan seorang istri.

3. Gadis (2 Kor. 11:2-3)

Alkitab tidak hanya mengatakan, bahwa sikap kita terhadap dunia adalah sikap seorang janda; terhadap kelimpahan Kristus, kita berkedudukan sebagai istri; juga mengatakan, bahwa kita menunggu kembalinya Tuhan dengan posisi sebagai seorang gadis. Ini berarti, kita harus menjaga kesucian diri, menunggu kedatangan-Nya kembali.

Paulus berkata, "Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi." Apakah cemburu itu? Cemburu adalah iri. Maksud Paulus ialah, "Karena Kristus, aku cemburu kalau-kalau ada yang mendapatkan hatimu." Anda adalah milik Tuhan, siapa pun tidak seharusnya menarik Anda, membawa pergi Anda. Misalnya, seorang temanku telah bertunangan. Temanku itu tidak di sini, tetapi pasangannya itu ternyata mempunyai kedambaan kepada orang lain. Karena temanku itu, di dalamku akan timbul suatu hati yang cemburu. Ia tidak seharusnya berlaku demikian terhadap temanku. Bagi temanku, aku cemburu kepada yang telah mengambil hati pasangannya itu.

Paulus takut kalau-kalau pikiran orang-orang Korintus disesatkan, sehinga mereka kehilangan hati yang suci dan murni terhadap Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Kita, setiap orang Kristen, harus memiliki sebuah hati yang tanpa noda dan tidak dijamah oleh siapa pun. Semoga hari ini kita melihat di hadapan Allah, apakah kita telah kehilangan hati yang suci dan murni terhadap Kristus? Orang Kristen yang hanya memikirkan kesenangannya sendiri, tidak memikirkan Kristus, tidak akan diperkenan Tuhan. Saudara saudari, hari ini kita perlu melakukan satu hal, yaitu berkata kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku milik-Mu. Jagalah pakaianku, jagalah hatiku, jagalah pikiranku, jagalah segalaku tetap bersih." Oh tidak ada siapa pun yang boleh menjamah aku. Seperti Kidung Agung mengatakan, "Dinda pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai." Mengapa dikatakan: tertutup, termeterai? Karena tamanku tidak boleh dimasuki seorang pun, kecuali kekasihku. Tidak ada orang lain yang boleh memperoleh air dariku untuk memuaskan hatinya, untuk meleraikan dahaganya. Sumurku, mata airku, hanya untuk Dia. Saudara saudari, hari demi hari kita harus mempertahankan sikap demikian. Aku untuk Tuhan, siapa pun tidak patut menjamah aku. Paulus berkata, "Sejak saat ini, jangan ada yang mengganggu aku lagi, karena di atas tubuhku terdapat tanda Kristus." Oh, di atas tubuhku ada tanda salib, siapa pun tidak patut mengganggu aku lagi.

(Dikutip dari tulisan Wacthman Nee dengan judul: Mengasihi Allah; Janda, Istri, dan Gadis)

Catatan: