ALLAH MENGASIHI MANUSIA
Minggu ke-1 – Senin Doa Baca: Yoh.3:16
"Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"
ALLAH MENGASIHI MANUSIA
Inilah yang Tuhan Yesus beritahukan kepada kita. Oh! Allah mengasihi! Yang Tuhan Yesus katakan pertama adalah Allah, yang kedua adalah kasih. Kasih mengikuti Allah, yang mengikuti Allah adalah kasih. Semua yang Allah miliki adalah kasih. Allah adalah sumber kasih, juga lautan kasih. Allah adalah Allah yang kasih. "Allah adalah kasih" (l Yoh.4:16).
Allah bukan hanya kudus, adil, lebih-lebih adalah kasih. Kudus adalah sifat Allah, adil adalah prosedur Allah, kasih adalah hati Allah. Allah hanya mempunyai satu hati, hati ini adalah kasih. Meskipun Allah menurut sifat-Nya, berdasarkan prosedur-Nya memperlakukan kita, tapi Ia lebih-lebih dengan hati-Nya memperlakukan kita. Hati lebih besar daripada sifat, hati lebih tinggi daripada prosedur. Allah dengan hati-Nya memperlakukan kita. Hati Allah adalah kasih. Allah dengan kasih memperlakukan kita. Yang Allah kerjakan atas diri kita adalah kasih. Allah mengasihi kita.
Orang mengira, Allah itu serius, menakutkan, keras hati. Tapi Allah sendiri memberitahu kita, "TUHAN Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya." (Kel.34:6). Allah bukan Allah yang menakutkan, melainkan Allah yang penuh kasih karunia dan rahmat. Allah mempunyai kasih setia yang limpah. Raut muka Tuhan tidaklah menakutkan, tidak jelek, melainkan memancarkan kasih. Dia dekat dengan orang yang sedih, menyelamatkan orang yang remuk hatinya, dan bertobat. Orang yang telah mencicipi kemanisan-Nya memberitahu kita, "Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Mzm.34:9). Allah itu baik, Ia dapat kita cicipi, dapat kita nikmati. Semoga kita bersandar kepada-Nya!
ALLAH MENGHENDAKI SEMUA ORANG BEROLEH SELAMAT
Allah senang memberi kasih karunia, suka mengampuni dosa orang. Dia tidak suka orang dosa mati dan binasa. Ia menghendaki semua orang beroleh selamat, tidak menghendaki seorangpun binasa. Sepanjang hari Dia mengulurkan tangan, memanggil orang yang durhaka. Dia memanggil orang dunia, "Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, . . ."
"Allah Mengasihi Manusia!" Terhadap manusia Allah itu kasih. Di antara Allah dengan manusia terdapat kasih. Hubungan antara manusia dengan Allah adalah kasih. Terhadap manusia, Allah ada satu hati, hati ini adalah kasih. "Oh, Allah mengasihi manusia!"
Ada seorang yang mengenal Allah berkata, bahwa ia telah beroleh selamat dan percaya Tuhan bertahun-tahun, tetapi belum pernah melihat kasih Allah. Kemudian pada suatu hari, Allah memperlihatkan kasih-Nya kepadanya. Ia ingin sekali berlari-lari di tengah jalan, memberitahu setiap orang, bahwa Allah mengasihi mereka!
Meskipun "Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23), tetapi Allah mengasihi manusia. Meskipun manusia "karena perbuatan jahat, hatinya telah bermusuhan dengan Allah", tetapi Allah mengasihi manusia. Allah mengasihi manusia berdosa, Allah mengasihi manusia yang kehilangan atau merugikan kemuliaan-Nya, Allah mengasihi orang yang bermusuhan dengan-Nya. Manusia yang bermusuhan dengan Allah adalah orang yang dikasihi Allah.
Minggu ke 1 – Selasa Doa Baca: Kel.34:6
"Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya"
ALLAH ITU KASIH
"Allah mengasihi manusia!" Allah itu kasih! Perhatikanlah, Allah itu kasih! Sungguh ajaib, Allah bukan hanya memikirkan Anda, bukan hanya mengingat Anda, bukan hanya memperhatikan Anda, bukan hanya membelaskasihani Anda, bahkan mengasihi Anda.
Beberapa hari yang lalu, di sebuah taman, saya bertemu dengan seorang mantan kawan sekolah saya. Dengan segenap hati, saya menganjurinya percaya Yesus. Karena ia selalu menolak, hampir saja saya menangis. Saya berpendapat, betapa baiknya kalau ia mengetahui, bahwa Allah itu benar-benar mengasihinya. Kasih Allah sangat sering dicurigai orang. Dengan penuh prasangka, orang bertanya kepada diri sendiri, "Apakah Allah itu baik, apakah Allah itu mau dan bisa menyelamatkan orang semacam aku?" Dengan tegas saya katakan, janganlah menaruh syak! Allah tidak hanya membelaskasihani Anda, memelihara Anda, memperhatikan Anda, bahkan Ia mengasihi Anda.
Dari dulu hingga sekarang, ada satu perkara yang sangat mengherankan, yaitu Allah mengasihi manusia. Begitu manusia berdosa dan jatuh, kasihlah yang pertama-tama Allah nyatakan. Terhadap manusia, hati Allah penuh dengan kebaikan. Ia senang sekali bila manusia memperoleh keselamatan. Mungkin Anda juga menyangka, bahwa Allah itu bengis dan kejam serta senang kalau Anda menjauhi diri-Nya. Tapi Alkitab, yaitu firman Allah sendiri, mengatakan kepada kita, bahwa Allah itu kasih. Allah sangat mengasihi Anda yang berdosa dan yang berjauhan dengan Dia. Dengan perantaraan hamba-hambaNya, Allah berulang-ulang mencurahkan isi hati-Nya dengan mengatakan, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau"(Yes.49:15). Oh! Demikianlah kasih Allah kepada kita. Lagi pula Ia pernah mengambil sebuah perumpamaan yang sangat indah, kata-Nya, "Jika seseorang menceraikan istrinya, lalu perempuan itu pergi darinya dan menjadi istri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu? Bukankah negeri itu sudah tetap cemar? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? Demikianlah firman TUHAN" (Yer.3:1). Betapa lapang hati Allah untuk menerima kita yang berdosa ini! Tetapi, sungguh sangat disayangkan, perkara ini -- Allah mengasihi manusia -- tidak dipercayai oleh manusia. Manusia selalu mengira Allah itu tidak mungkin sebaik itu. Tetapi saya tegaskan lagi, bahwa Allah benar-benar kasih. Karena tidak ada jalan lain, dan karena kasih-Nya kepada manusia itu tidak terbatas, maka dibuatlah suatu jalan bagi manusia, yaitu Dia sendiri menjelma menjadi manusia, turun ke dunia, agar dapat memberitakan kasih-Nya kepada segenap manusia.
ALLAH SENDIRI MENJADI SEORANG MANUSIA
Suatu kali, karena kesehatan tubuh, saya beristirahat di suatu pegunungan. Saya senang melihat hijaunya rerumputan dan indahnya bunga-bunga di sana. Saya juga senang melihat burung-burung yang hidup di alam bebas, beterbangan ke sana ke mari dengan riangnya. Saya merasa kasihan melihat burung-burung yang terkurung dalam sangkar. Pada suatu hari tampaklah sekawanan burung sedang memakan sisa makanan yang saya taruh di atas pagar. Karena senang melihat burung-burung itu, saya segera mengambil nasi sepiring untuk diberikan kepada burung-burung itu. Di luar dugaan, begitu saya mendekat, burung-burung itu segera terbang melarikan diri. Padahal, sedikitpun saya tidak bermaksud menangkap burung-burung itu. Pemberian saya yang timbul karena kasih tidak mereka terima, malahan mereka menjadi takut. Kemudian terpikirlah oleh saya, bila saya ingin mendekati burung-burung itu, saya harus berusaha agar burung-burung itu bisa mengerti segala isi hati saya. Untuk itu tak ada jalan lain, selain saya bisa berbahasa burung, atau menjelma menjadi burung, lalu berbaur dengan mereka, dan memberitahukan isi hati saya kepada mereka. Dengan demikian tidak akan ada salah paham lagi dalam hati mereka. Tetapi sayang, saya tidak bisa menjelma menjadi burung, sehingga saya tidak dapat mengutarakan isi hati saya kepada mereka. Demikian juga sikap Allah terhadap kita. Allah mengasihi kita, senang kepada kita. Ia merasa senang sekali bila kita mau datang kepada-Nya. Sayang sekali, kita tidak tahu maksud hati-Nya. Firman-Nya mengatakan, sejak dulu, dengan perantaraan hamba-hambaNya, berkali-kali dan dengan berbagai cara, Ia hendak mengatakan apa yang terkandung dalam hati-Nya dan kasih-Nya yang sangat besar. Karena manusia masih tetap tidak mengerti isi hati-Nya, maka tidak ada jalan lain bagi-Nya, kecuali Ia sendiri menjelma menjadi manusia, yang disebut Yesus, yaitu Kristus. Andaikata hari ini saya menjelma menjadi burung, tentu Anda menganggap saya sangat merendahkan derajat saya. Tetapi, fakta bahwa Allah telah menjelma menjadi manusia, bukankah itu lebih merendahkan derajat? Betapa merendahnya Allah, kalau sampai Allah yang Mahamulia itu mau menjadi manusia. Allah yang jauh melampaui segala sesuatu itu telah mengosongkan diri-Nya sendiri, mengambil rupa manusia, mengenakan rupa manusia.
Minggu ke 1 — Rabu Doa Baca: Rm.8:32
"Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"
SEHINGGA DIA TELAH MENGARUNIAKAN
ANAK-NYA YANG TUNGGAL
Allah begitu mengasihi manusia, hingga mencapai taraf yang tidak bisa lebih tinggi lagi. Allah mengasihi manusia, mengasihi sedemikian rupa, hingga mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal kepada mereka. Allah mengasihi manusia, memberikan segala sesuatu kepada mereka. Allah mengasihi manusia, memberikan nabi-nabi kepada mereka. Allah mengasihi manusia, hingga telah menyerahkan Anak-Nya yang tunggal kepada mereka. Allah mengasihi manusia, mengasihi sampai tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, mengasihi sampai rela mengorbankan Anak-Nya sendiri; bahkan Anak Tunggal-Nya. Allah mengasihi manusia, mengasihi sampai satu taraf memberikan semuanya kepada manusia sehingga tidak ada sesuatu yang tersisa bagi diri-Nya. Allah berpesan supaya manusia mengasihi sesamanya seperti mengasihi diri sendiri, tetapi Dia mengasihi manusia melebihi mengasihi diri-Nya sendiri. Allah mengasihi manusia sampai tingkat yang tidak bisa lebih tinggi lagi, mengasihi sampai titik yang paling tinggi, yaitu mengaruniakan Anak Tunggal-Nya kepada manusia.
Meskipun bumi tempat manusia tinggal, matahari dan bulan yang bersinar, udara, air hujan, makanan, dan nabi-nabi Allah, semuanya memberitahu kita bahwa Allah mengasihi manusia, tetapi semuanya ini hanya sebagian dari kasih Allah, bukan keseluruhan dari kasih Allah. Hati Allah yang mengasihi manusia baru bisa sepenuhnya dinyatakan melalui Anak Tunggal-Nya. Segala sesuatu memberitahu kita bahwa Allah mengasihi kita, tetapi Anak Tunggal Allah memberitahu kita bahwa Allah sangat mengasihi manusia.
KASIH ALLAH DINYATAKAN MELALUI YESUS
Di sorga ada satu Allah yang kasih, juga mempunyai satu hati yang kasih. Tetapi selamanya belum ada orang yang melihat Allah yang kasih ini, juga belum ada orang mengetahui hati yang kasih ini. Sampai satu hari Allah melalui Anak Tunggal-Nya menyatakan diri-Nya dan hati-Nya di bumi. Anak Tunggal Allah adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah firman Allah yang hidup, secara hidup memberitahukan Allah kepada kita. Di bumi Dia pernah menampilkan Allah untuk diperlihatkan kepada manusia. Tutur kata dan perilaku-Nya di bumi menyatakan hati kasih Allah yang di sorga. Perilaku-Nya yang penuh kasih di bumi memperlihatkan hati Allah yang penuh kasih di sorga. Oh, tutur kata dan perilaku kasih di bumi menyatakan hati kasih di sorga. Bila seseorang nampak tutur kata dan perilaku di bumi ini, berarti ia telah melihat hati yang di sorga.
Ketika Tuhan Yesus mulai bekerja, di Sinagoge di Nazaret Ia membacakan potongan ayat Alkitab kepada banyak orang, "Roh Tuhan ada pada-Ku oleh sebab Dia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan kepada orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang" (Luk. 4:18-19). Setelah membaca ayat-ayat itu, Ia berkata kepada mereka, "Hari ini, ayat ini telah genap sewaktu kamu mendengarnya." Semua orang itu membenarkan dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya. Di sini Tuhan Yesus mengumumkan tugas Allah mengutus-Nya ke bumi. Allah mengutus Tuhan Yesus datang ke bumi, supaya Dia memberitakan Injil kepada orang yang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. "Injil! Pembebasan! Kemerdekaan! Tahun Rahmat! Perkenan!", kesemuanya ini memberitahu kita bahwa hati yang di sorga adalah hati yang bagaimana.
Pada suatu hari Tuhan Yesus menghadiri suatu perjamuan di rumah orang Farisi. Ada seorang perempuan berdosa datang sambil menangis. Ia pergi berdiri di belakang Yesus, dekat kaki-Nya. Orang Farisi itu berkata dalam hatinya, "Kalau Ia adalah nabi, pasti mengetahui bahwa perempuan ini adalah orang bendosa, dan Ia tentu menolaknya." Tetapi Tuhan Yesus berkata kepada perempuan itu, "Dosamu telah diampuni" berkata pula, "imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" "dosamu telah diampuni!" Perkataan ini menyeka air mata perempuan itu. "Pergilah dengan selamat!" perkataan ini menghibur hati perempuan yang sedih itu. Kedua kalimat ini sangatlah manis, kedua kalimat ini menyatakan hati yang di sorga. Kedua kalimat ini menyeka air mata yang ia kucurkan karena penyesalan terhadap dosa, juga air mata yang terharu dan bersyukur karena dosanya telah diampuni.
Catatan:
Minggu ke 1 – Kamis Doa baca: Yoh.13:1b
"Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya"
TUHAN YESUS TIDAK MENGHUKUM MANUSIA
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah, untuk mencobai Tuhan Yesus. Kata mereka, "Musa berpesan kepada kami, untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Tuhan Yesus berkata, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Setelah mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tua, karena mereka semua mempunyai dosa. Setelah mereka pergi, Tuhan Yesus bertanya kepada perempuan itu, "Tidak adakah yang menghukum engkau?" Ia menjawab, "Tidak ada Tuhan." Tuhan Yesus berkata, "Aku pun tidak menghukum engkau." "Aku pun tidak menghukum engkau" adalah kata-kata yang diucapkan oleh Allah yang kasih. Perkataan ini sangat lembut, sangat menghibur hati yang ketakutan. Mereka mempunyai dosa, tidak ada syarat menghukum engkau. Meskipun Aku bersyarat, bisa menghukummu, tetapi Aku juga tidak menghukummu. Meskipun Aku bisa menghukum dosamu, tapi Aku tidak mau menghukummu. Inilah hati yang di sorga. Meskipun di sorga.ada Allah yang bisa menghukum manusia, tetapi ada satu hati yang tidak mau menghukum manusia. Meskipun di sorga ada Allah yang bersyarat menghukum dosa, tetapi di sorga ada satu hati yang tidak tega menghukum orang. Haleluya! Dia juga tidak menghukum kita.
Ada seorang yang sakit kusta datang menyembah Tuhan Yesus dan berkata "Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku." Tuhan Yesus bisa dengan mudah mengucapkan satu kata supaya ia tahir, tetapi "Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu: Aku mau, jadilah engkau tahir." (Luk.5:12-13). Coba kita pikir, seorang yang sakit kusta sangatlah kotor dan bau. Tetapi Tuhan mau mengulurkan tangan dan menjamahnya, Ia ingin menyatakan simpati kepada orang. Tangan Allah Mahakuasa, hati Allah selalu mau membantu orang. Di sorga ada tangan yang berkuasa, di sorga juga ada hati yang mau menolong.
TUHAN DATANG
UNTUK MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG
Tuhan Yesus datang ke rumah seorang kepala pemungut cukai. Orang-orang melihat lalu bersungut-sungut, katanya, "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Lalu Tuhan Yesus berkata, "Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." Meskipun manusia tidak mencari Allah, tetapi Allah mencari manusia. Anda tidak mencari Allah, tetapi Allah mencari Anda. Anda tidak mau Allah, tetapi Allah mau Anda. Anda tidak mengasihi Allah, tetapi Allah mengasihi Anda.
Orang-orang berkata, bahwa kepala pemungut cukai ini adalah orang berdosa, harus ditolak dan dihakimi oleh Allah. Tetapi Tuhan Yesus berkata, ia adalah orang yang hilang, perlu dicari dan diselamatkan oleh Allah. Orang dunia adalah orang berdosa, juga orang yang hilang. Sekarang Allah tidak menurut keadilan-Nya menghukum orang berdosa, hanya dengan hati kasih-Nya mencari orang yang hilang. Sekarang Allah tidak menghakimi, melainkan mencari. Sekarang Allah bukan menghakimi Anda, bertanya kepada Anda, "Engkau sedang berbuat apa?", tetapi Dia datang mencari Anda, bertanya kepada Anda, "Di manakah engkau?" Sekarang Allah tidak melihat kita sebagai orang yang berdosa, hanya melihat kita sebagai orang yang hilang. Meskipun anak yang hilang dalam Injil Lukas pasal 15 mengakui bahwa dirinya telah berdosa kepada sorga juga berdosa kepada bapa, tetapi bapa yang penuh kasih itu berkata, bahwa ia adalah anak yang telah hilang dan didapatkan kembali. Meskipun hati nurani kita mengatakan bahwa kita adalah orang yang berdosa, harus dihukum oleh Allah, tetapi hati kasih Allah berkata, bahwa kita adalah orang yang hilang, perlu dicari oleh-Nya.
Orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menggerutu dengan berkata, "Orang ini menerima orang berdosa, dan makan bersama-sama dengan mereka". Karena itu Tuhan Yesus mengisahkan perumpamaan Bapa yang penuh kasih dalam Lukas 15. Melalui perumpamaan ini, Ia memperlihatkan kepada orang-orang Farisi, Allah menerima orang berdosa yang bertobat, dan mereka, makan minum, bersukacita bersama mereka, sama seperti Ia menerima orang berdosa dan makan minum bersama mereka. Perumpamaan ini menyatakan: hati Allah terhadap orang dosa adalah kasih. Allah mengulurkan tangan kasih-Nya, menerima semua orang berdosa yang bertobat. Kalau belum mendapatkan kembali anak yang hilang Bapa yang di rumah, tidak bisa bersukaria, bergembira. Kalau tidak ada orang berdosa yang bertobat, Allah yang di sorga juga tidak bisa bersukacita. Tanpa Allah, Anda tidak memiliki sukacita. Tanpa Anda, Allah juga tidak memiliki sukacita. Mungkin Anda masih bisa bergembira walaupun tanpa Allah; namun tanpa Anda, Allah tidak bisa bersukacita. Mungkin meskipun kekurangan Allah, Anda tidak apa-apa, tetapi Allah tidak bisa kekurangan Anda. Allah memerlukan Anda kembali, Allah menanti Anda kembali.
Catatan:
Minggu ke 1 – Jumat Doa Baca: Luk.19:10
"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang"
YESUS ADALAH TEMAN ORANG DOSA
Ketika Tuhan Yesus di bumi, Ia sering melihat manusia letih lesu dan tercerai-berai seperti domba yang tidak bergembala, lalu Ia membelaskasihani mereka. Allah membelaskasihani manusia yang letih lesu dan tercerai-berai. Hari ini, manusia di bumi banyak yang letih lesu. Pengangguran, kemiskinan, kelemahan, penyakit terus datang bertubi-tubi, datang silih berganti. Hari ini manusia tercerai-berai, tak ada arah yang pasti seperti domba yang tidak bergembala. Teman-teman, apakah Anda merasakan diri Anda letih lesu dan tercerai-berai? Allah membelaskasihani Anda, menyuruh Tuhan Yesus menjadi gembala Anda, memelihara Anda, dan merawat Anda. Semoga Anda mau bersandar kepada-Nya.
Sewaktu murid Tuhan Yesus yang bernama Lazarus mati, Ia datang melawatnya lalu menangis. "Tuhan Yesus menangis dan berseru," hati yang di sorga pun menangis! Allah melihat orang dunia menderita sakit dan binasa, hati-Nya sungguh pedih, hati-Nya menangis. Allah merasa sedih karena orang dunia, Allah mengasihi orang dunia.
Ia berkata kepada orang Yahudi, "Berkali-kali Aku ingin mengumpulkan anak-anakmu seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau." Allah ingin memperlakukan kita seperti induk ayam memperlakukan anak-anaknya. Allah ingin menghimpun kita di bawah sayap-Nya. Allah mau, tetapi manusia tidak mau. Maukah Anda? Allah benar-benar ingin Anda mau; Allah mau, sekarang Allah menunggu Anda juga mau.
"Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Inilah seruan Tuhan Yesus kepada orang dosa dalam dunia yang penuh penderitaan. Allah menghendaki orang dosa yang menanggung beban berat datang mendapatkan kelegaan di dalam-Nya. Apakah Anda merasa tidak ada kelegaan di dunia? Bersandarlah kepada Allah, Anda pasti mempunyai kelegaan.
"Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang." Inilah janji Tuhan Yesus kepada kita. Perkataan ini menyatakan: Allah yang di sorga menerima semua orang yang datang kepada-Nya. Allah tidak pernah menolak siapa pun. Manusialah yang menolak Allah; Allah tidak menolak manusia. Anda yang menolak Allah, Allah tidak pernah menolak Anda; hanya ada penolakan dari Anda, tidak ada penolakan dari Allah.
Masih ada satu ayat Alkitab yang mengatakan, "Allah Juruselamat kita yang menghendaki semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Tim.2:4). Allah menghendaki semua orang beroleh selamat. Inilah hati Allah!
TUHAN BERDOA UNTUK MUSUH
Ketika Tuhan Yesus sampai di satu desa, orang di sana tidak menerima Dia. Lalu murid-Nya berkata, "Tuhan apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api dari langit turun untuk membinasakan mereka?" Tetapi Tuhan berkata kepadanya, bahwa Anak manusia datang bukan untuk membinasakan jiwa orang, melainkan untuk menyelamatkan jiwa orang. Bukan untuk membinasakan, melainkan untuk menyelamatkan, inilah hati Allah. Meskipun manusia menolak Allah, tidak mau Allah, tetapi Allah tetap ingin menyelamatkan manusia.
Ketika orang memaku Dia di kayu salib, Dia masih berdoa untuk orang yang memaku-Nya, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Ini adalah kasih yang betapa besar! Ini adalah pengampunan yang betapa besar! Ia berdoa bagi musuh, Ia mengampuni musuh, Ia mengasihi musuh. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa Allah yang di sorga adalah Allah yang mengampuni musuh, mengasihi musuh.
Minggu ke 1 – Sabtu Doa Baca: Rm.5:8
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
TUHAN MATI BAGI KITA
Allah itu kasih, sebab itu ketika Tuhan Yesus berada di bumi selama 30 tahun, Ia melakukan dua hal. Allah tahu bahwa seluruh manusia di dunia tidak bisa mengasihi Dia, tidak mau mendekati Dia, tidak mau menyembah Dia, karena semua manusia berdosa. Orang yang berdosa harus binasa, harus masuk neraka. Sebab itu Dia sendiri datang, mati di atas salib, menanggung dosa kita, supaya kita tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Manusia berdosa harus masuk neraka, Tuhan Yesus datang, mati di atas salib, menanggung dosa manusia. Asal berbuat satu dosa, asal melakukan satu titik dosa, manusia sudah pantas masuk neraka. Apakah Anda tidak pernah berbuat satu dosa pun? Apakah Anda tidak pernah melakukan satu perkara yang tidak baik, mengucapkan satu patah kata yang tidak baik? Mungkin dalam satu menit, satu detik, Anda mempunyai satu pikiran yang tidak layak. Memang tidak diketahui orang tua atau istri Anda, tetapi asal Anda memikirkan sedikit saja, Anda sudah bersyarat masuk neraka. Allah sangat benci terhadap dosa. Dosa-dosa yang kita anggap besar sekali, masih tidak sejahat satu dosa kecil yang Allah rasakan. Meskipun kita merasakan semua dosa di dunia ini begitu jahat, masih tidak sejahat yang dirasakan oleh Allah terhadap satu kata dusta.
Allah tahu semua orang sudah berdosa, Allah hanya ada satu cara, yaitu Dia sendiri datang ke dunia, menjadi seorang manusia (Yesus Kristus), menanggung dosa manusia di atas salib. Inilah perkara pertama yang Allah lakukan. Ini untuk menyatakan hati Allah. Di samping itu Allah juga tahu, meskipun Anda berdosa, dan Tuhan Yesus telah mati bagi Anda, namun Anda masih bisa berbuat dosa lagi. Sebab itu Allah memberi satu Roh Kudus (Roh-Nya sendiri) kepada Anda, tinggal di dalam Anda, supaya
Anda mempunyai kekuatan untuk tidak berbuat dosa. Inilah perkara kedua yang Allah lakukan. Ini juga menyatakan hati-Nya. Allah memberi kita dua kasih karunia, yang satu ialah Tuhan Yesus mati bagi kita, supaya dosa kita diampuni; yang lainnya ialah menyuruh Roh Kudus tinggal di dalam kita, supaya kita mempunyai kekuatan untuk tidak berbuat dosa.
Melalui kematian-Nya di kayu salib, Tuhan Yesus dengan sempurna menyatakan hati kasih Allah kepada seluruh orang dunia. "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Rm.5:8). Salib Tuhan Yesus adalah pernyataan tertinggi kasih Allah terhadap manusia. Hati Allah yang mengasihi manusia sepenuhnya dinyatakan pada salib Tuhan Yesus. Darah di atas salib mengalirkan kasih di sorga. Hati Allah yang mengasihi manusia mengalir bersamaan dengan darah di salib. Darah adi di salib menyatakan hati kasih di sorga. Kematian di atas salib, memberitahu kita bahwa Allah mengasihi manusia. Allah mengasihi kita, lalu menyuruh Anak-Nya mati di salib. Tuhan Yesus menanggung dosa kita di kayu salib. Di salib Dia menyerahkan jiwa-Nya untuk menjadi penebusan kita. Di salib Dia mengalirkan darah adi-Nya supaya dosa kita dihapus. Di salib Dia menerima hukuman Allah bagi kita. "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran" (1 Ptr.2:24). "Tapi Dia ditikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh" (Yes. 53:5).
Kematian Tuhan Yesus di atas salib memberitahu kita apa itu kasih. "Demikianlah kita mengetahui kasih Kristus, yaitu Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita." (1 Yoh.3:16). Semoga Anda memahami kasih ini, semoga Anda menerima kasih ini, semoga Anda bisa berkata, "Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Gal.2:20).
Minggu ke 2 – Minggu Doa Baca: 1 Yoh.4:16
"Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia."
PALANG PINTU SORGA ADA DI LUAR
Dulu di London, ada seseorang bertemu dengan seorang penginjil. Orang itu bertanya kepadanya, "Bukankah tuan pernah memberitakan Injil di Paris? Tahukah tuan, aku sekarang sudah percaya Tuhan Yesus?" Penginjil itu berkata kepadanya, "Baik sekali, jika Anda sudah percaya." Kemudian orang itu melanjutkan, "Pada hari itu, hanya satu perkataan yang menyebabkan aku percaya Tuhan Yesus." "Perkataan apa?" tanya penginjil itu. Jawabnya, "Perkataan yang tuan katakan, bahwa palang pintu sorga ada di luar!" Sungguh benar! Palang pintu sorga memang ada di luar. Jika Anda tidak mau masuk, Anda sendirilah yang salah. Andaikata palang pintu sorga ada di dalam, bagaimanapun Anda tidak dapat masuk ke dalamnya. Jika Allah senang membukanya, baru dibuka-Nya; tetapi jika Ia tidak senang, Ia tidak akan membukanya. Anda hanya dapat mengetuk pintu sorga dari luar. Namun, kalau palang pintu sorga itu ada di luar, persoalannya bukan pada Allah, melainkan Anda mau atau tidak masuk ke dalamnya.
HATI BAPA
Dulu, ada satu orang Kristen yang menjadi guru besar di Universitas Oxford. Orang ini mempunyai beberapa orang anak yang bersekolah di universitas itu juga. Di rumah orang ini, tiap malam diadakan sidang keluarga. Anaknya yang keempat sangat tidak baik. Anak itu selalu dengan macam-macam alasan menghindari sidang keluarga itu. Jika waktu sidang sudah hampir tiba ia selalu pergi ke luar; dan setelah sidang selesai, baru kembali. Suatu hari, ketika ia pulang, kebetulan sidang itu belum selesai. Seisi keluarganya sedang berdoa bersama. Lalu ia berpikir, "Aku ingin tahu, apa yang mereka doakan?" Ia mendengar ibunya sedang berdoa untuknya, katanya, "Ya Allah, kasihanilah anakku yang keempat. Ia selalu berada di luar seperti anak hilang. Ia pun suka bermain-main dan menghamburkan uang saja. Ia tak takut kepada-Mu" Mendengar ini kesallah hatinya, dan ia berkata dalam hatinya, "Mengapa ibu selalu berdoa untuk aku saja, tidak berdoa untuk yang lain? Aku tidak suka tinggal di rumah ini lagi." Segera ia naik ke loteng, mengemasi barang-barangnya yang ada di kamarnya, mengambil sejumlah uang bapanya, dan menulis surat, katanya, "Bapa, ibu, aku tidak layak menjadi anak kalian. Aku pun tidak mau menjadi anak kalian lagi. Sekarang aku akan pergi. Selamat tinggal . . .!" Maka pergilah anak itu meninggalkan rumahnya. Pada mulanya ia tinggal di sebuah penginapan. Ketika uangnya tinggal sedikit, pergilah ia ke rumah kawannya. Tetapi kawannya itu berkata kepadanya, "Kamu boleh tinggal di rumahku, tetapi jangan terlalu lama. Sebab, meskipun kamu kawan sekolahku, tetapi ayahmu adalah guruku. Jika hal ini diketahui olehnya, bukankah tidak baik?" Demikianlah, ia tidak dapat tinggal lama di rumah kawannya. Sejangka waktu kemudian, ia pergi dari sana dan tinggal di satu penginapan yang kecil. Sampai pada suatu hari, uangnya habis sama sekali, tidak ada makanan, pakaian pun ala kadarnya. Lalu berpikirlah ia, "Lebih baik pulang saja. Dan kalau pulang, sebaiknya malam hari saja, jangan siang hari, sebab malu kalau ketahuan." Pada hari itu, pukul dua belas malam barulah ia pulang ke rumah. Mulanya ia hendak masuk dari jendela, tetapi ketika dilihatnya tiap-tiap jendela tertutup rapat, apa boleh buat, pergilah ia ke pintu besar. Di luar dugaan, begitu didorong sedikit saja, pintu besar itu sudah terbuka. Pintu itu tidak dipalang, hingga dengan mudah sekali ia masuk ke dalam rumah dan kemudian perlahan-lahan naik ke loteng, menuju kamar tidurnya sendiri. Sampai di depan kamar, perlahan-lahan ia membuka pintunya. Begitu pintu kamar terbuka, ah! Terlihatlah olehnya ayahnya sedang duduk menghadap pintu itu. Anak itu segera mengeraskan raut mukanya, dan berkata kepada ayahnya, "Mengapa malam ini semua orang tidak berhati-hati, sampai pintu besar pun tidak dikunci?" Ayahnya membuka kaca matanya dan memegang tangan anaknya sambil berkata, "Anakku, sejak kamu meninggalkan rumah, hingga hari ini sudah setahun lebih, pintu rumah ini tidak pernah dikunci."
Oh, teman-teman, ketahuilah, inilah hati seorang bapa! Pintu itu bukan hanya tidak dikunci selama sebulan, atau setengah tahun, melainkan sejak dulu tak pernah dikunci. Inilah hati pengasih seorang bapa!
Sebab itu, hari ini orang yang duduk di sini, tidak ada satu pun harus turun ke neraka. Anda boleh tidak turun ke neraka. Tetapi, kalau Anda tidak mau, tidak ada cara yang lain. Saya mengharapkan hari ini Anda bisa ingat, Allah itu kasih!
(Dikutip dari buku-buku Injil, Allah mengasihi Manusia; Allah Mau)
Catatan: