PEMUSNAHAN KOTA AI
Pembacaan Alkitab: Yos. 7—8
Dalam berita ini kita akan membahas Yosua 7 dan 8. Pasal-pasal ini mencatat kisah pemusnahan Kota Ai. Kali pertama bangsa Israel pergi menghancurkan Kota Ai mereka dikalahkan. Ada empat alasan dari kekalahan ini. Pertama, orang Israel berdosa. Umat Allah seharusnya kudus, dikuduskan, lebih-lebih selama perang. Tetapi salah seorang prajurit dari suku Yehuda berdosa dengan mencuri barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan. Kedua, mereka kehilangan penyertaan Tuhan. Ketiga, mereka bersandar pada diri sendiri. Keempat, mereka kehilangan keesaan dengan Allah.
Allah dapat melakukan apa saja tanpa manusia, tetapi menurut catatan Kitab Yosua Dia ingin manusia menjadi satu dengan Dia. Dalam memelihara prinsip inkarnasi, Allah ingin melakukan apa saja melalui manusia, bersama manusia, dan bahkan di dalam manusia. Di Yerikho orang Israel berbaris mengelilingi kota itu bersama tabut, yang melambangkan Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal, yang dipikul oleh para imam. Makna rohani dari pemandangan ini adalah gambaran manusia-Allah yang korporat, Allah dan manusia, manusia dan Allah, berjalan bersama sebagai satu persona. Inilah cara orang Israel menyeberangi Sungai Yordan, dan inilah cara mereka menghancurkan Kota Yerikho. Allah dan orang Israel berperang bersama. Namun, sebenarnya Allah yang berperang, dan Israel hanya bersorak, memproklamirkan, dan bersaksi dan kemudian menduduki kota itu.
Pemandangan ini seharusnya berlanjut dalam semua proses perebutan tanah itu. Tetapi setelah penghancuran Kota Yerikho, orang Israel berdosa dengan mengambil barang-barang dari Yerikho yang dikhususkan untuk dimusnahkan (6:18-19). Meskipun dosa ini dilakukan oleh seseorang yang bernama Akhan, dosa ini mempengaruhi seluruh umat Allah. Karena alasan ini Allah berkata kepada Yosua, “Orang Israel telah berdosa” (7:11a). Akibat dosa ini Allah meninggalkan mereka, menarik penyertaan-Nya dari mereka. Inilah alasannya Yosua dan bangsa Israel menjadi bodoh, sombong, dan buta dalam menyerang Kota Ai.
Dalam penyerangan Kota Yerikho, sesuai dengan ekonomi Allah, Yosua mengutus pengintai, bukan untuk berperang, melainkan untuk mendapatkan Rahab. Dalam penyerangan Kota Yerikho, tidak perlu peperangan. Tetapi dalam penyerangan Kota Ai, karena kehilangan penyertaan Tuhan, Yosua mengutus pengintai untuk berperang (ayat 2). Pengintai kembali kepada Yosua dan berkata bahwa karena musuh-musuh sedikit, tidak usah seluruh orang pergi berperang. Mereka mengusulkan dua atau tiga ribu orang saja pergi menyerang Kota Ai. Karena kebodohan, kesombongan, dan kebutaan mereka, mereka meremehkan musuh mereka. Namun, Yosua menerima laporan dari pengintai dan mengutus tiga ribu orang untuk memerangi Kota Ai. Tetapi ketika orang Israel dikalahkan oleh orang Ai dan tiga puluh enam orang dibantainya, Yosua sadar bahwa ada yang salah. Kemudian ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah di hadapan tabut TUHAN sampai petang (ayat 6-9).
Allah berkata kepada Yosua, kalau mereka tidak menghukum dosa itu, Ia tidak akan menyertai mereka (ayat 12). Yosua mengumpulkan bangsa itu, melalui Urim dan Tumim ia mendapatkan suku (Yehuda), keluarga (Zerah), dan orang (Akhan) yang berdosa (ayat 16-18). Lalu orang Israel merajam Akhan dan membakar dia dan segala miliknya. Dengan demikian, orang Israel dibersihkan, dibawa kembali kepada Allah kembali bersatu dengan Allah.
Kita semua perlu belajar dari peristiwa ini. Kita, umat Allah, harus selalu bersatu dengan Allah kita. Hari ini, lebih-lebih dalam Perjanjian Baru, Allah kita tidak saja ada di tengah-tengah kita, juga ada di dalam diri kita masing-masing. Sebab itu, kita masing-masing tidak bisa menyendiri. Kita adalah orang yang mempunyai Allah, adalah manusia-Allah. Sebab itu, kita harus nampak, tak peduli kita berbuat apa, tak peduli kita pergi ke mana saja, dan tak peduli siapa kita, seharusnya tidak berdasarkan diri sendiri. Kita tidak seharusnya bertindak, berperilaku, atau melakukan sesuatu berdasarkan diri sendiri, melainkan dengan Allah.
Laporan pengintai kepada Yosua menjelaskan bahwa orang Israel telah mengesampingkan Allah. Mereka melupakan Allah dan hanya tahu diri sendiri. Pada waktu itu mereka tidak bersatu dengan Allah tetapi memperhatikan diri sendiri. Maka Allah meninggalkan mereka, dan Dia berkata kepada Yosua, “Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengahmu” (ay. 12c). Ini adalah perkara serius karena Allah tidak bersama kita. Tidak boleh ada yang menggantikan Dia. Saya dapat bersaksi bahwa tanpa Allah saya tidak dapat hidup. Bagian untuk Dia tidak boleh dimiliki siapapun.
Orang Israel terpisah dari Allah karena dosa mereka. Dosa ini akibat kebodohan mereka. Orang Israel seharusnya bertanya kepada Allah apa yang Dia ingin mereka lakukan untuk menyerang kota Ai. Inilah rahasia kemenangan mereka. Yosua seharusnya berkata kepada bangsa itu “Jangan lupa akan pengalaman kita di Yerikho, kita tidak boleh berperang, tetapi kita harus berjalan bersama Allah. Mari kita melakukan hal yang sama di kota Ai ini, yaitu berjalan mengelilingi kota itu bersama tabut.” Jika Yosua berkata demikian, dia akan menjadi seorang yang bijaksana, dan bangsa Israel akan mengikuti keputusannya yang bijaksana itu.
Rahasia kekalahan orang Israel adalah kehilangan penyertaan Allah dan tidak lagi bersatu dengan-Nya. Setelah kekalahan ini, Yosua belajar satu pelajaran, masuk dalam penyertaan Allah di depan tabut. Akhirnya, Tuhan datang berbicara kepada dia dan memberi tahu dia apa yang harus dilakukan. Prinsip yang sama dengan kita hari ini. Bila kita memiliki penyertaan Allah, kita memiliki hikmat, pandangan, penglihatan sebelumnya, dan pengenalan yang batini terhadap segala perkara.
Sebagaimana kita mempelajari makna yang terkandung dalam bagian sejarah orang Israel ini, kita perlu belajar rahasia berjalan bersama Tuhan. Hari ini kita seharusnya bukan hanya mengikuti Tuhan tetapi berjalan bersama Dia, hidup bersama Dia dan berperilaku dan bertindak tanduk bersama Dia. Inilah jalan bertindak tanduk sebagai orang Kristen, berperang sebagai anak-anak Allah, dan membangun Tubuh Kristus.
Kita perlu menyadari bahwa kita adalah manusia Allah dan melaksanakan bersatu dengan Tuhan. Mengenai hal ini, Tuhan Yesus berkata, “Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku ada di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yoh. 14:20). Firman ini mewahyukan bahwa kita adalah orang yang “di dalam”: kita di dalam Kristus dan Dia di dalam kita (15:4). Karena itu, apapun yang seharusnya kita lakukan bukan dilakukan oleh diri sendiri tetapi seharusnya dilakukan bersama dan oleh Seorang yang lain.
Ketika saya muda, saya mengajarkan bermacam cara untuk menang, meraih kemenangan, menjadi kudus, dan menjadi rohani. Namun, cara-cara ini tidak berjalan. Akhirnya, melalui pengalaman selama enam puluh delapan tahun, saya menemukan bahwa tidak untuk mengerjakan sesuatu tetapi penyertaan Tuhan. Dia menyertai kita dalam segala perkara.
Sekarang mari kita membahas Yosua 7 dan 8 dengan cara yang lebih khusus lagi.
I. KEKALAHAN DI KOTA AI
Kekalahan di Kota Ai digambarkan dalam pasal 7.
A.
Bangsa Israel
Melakukan Satu Pelanggaran
dengan Mengambil Barang-barang
yang Dikhususkan
Bangsa Israel berlaku tidak setia dan melakukan satu pelanggaran dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel (ayat 1).
B.
Israel Bertindak Sendiri, tanpa Mencari Pimpinan Tuhan
dan tanpa Penyertaan Tuhan
Yosua mengutus orang-orang dari Yerikho ke Ai, memberi tahu mereka untuk mengintai negeri itu. Setelah mereka mengintai, mereka kembali kepada Yosua dan berkata kepadanya, “Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk mengepung Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja” (ayat 2-3). Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana (ayat 4a). Ini menunjukkan bahwa Israel bertindak sendiri, tanpa mencari pimpinan Tuhan dan tanpa penyertaan Tuhan.
C.
Israel Dikalahkan dan Dihalau
oleh Orang-orang Ai
Israel dikalahkan dan dihalau oleh orang-orang Ai (ayat 4b-5). Akibatnya, “Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat” (ayat 5b).
D. Penderitaan dan Tangisan Yosua
dan Para Tua-tua Israel kepada TUHAN
Dalam ayat 6-9 kita memiliki penderitaan dan tangisan Yosua dan para tua-tua Israel kepada TUHAN. Yosua mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel. Yosua berkata, “Ah, Tuhanku TUHAN, mengapa Engkau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan? Supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan? Lebih baik kalau kami putuskan tadinya untuk tinggal di seberang sungai Yordan itu! O Tuhan, apakah yang akan kukatakan, setelah orang Israel lari membelakangi musuhnya?” (ayat 7-8). Yosua selanjutnya bertanya kepada TUHAN apa yang akan Dia lakukan untuk nama-Nya yang besar.
E. Perintah TUHAN
Ayat 10-15 adalah catatan perintah TUHAN, untuk menanggulangi pencurian barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan. TUHAN memberi tahu Yosua bahwa orang Israel telah berdosa, melanggar perjanjian-Nya dengan mengambil apa yang telah dikhususkan itu dan meletakkannya di hadapan dewa-dewa mereka. Inilah yang membuat bangsa Israel tidak tahan menghadapi musuh-musuh mereka malah melarikan diri dari musuh mereka. TUHAN lalu berkata bahwa mereka tidak akan dapat menghadapi musuh-musuh mereka sampai mereka menjauhkan dari antara mereka barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan itu. TUHAN memerintahkan bahwa orang yang telah mencuri apa yang telah dikhususkan untuk dimusnahkan itu harus dibakar dengan api, dia dan segala sesuatu yang ada padanya.
F. Dosa Israel Ditanggulangi
Ayat 16-26 menggambarkan dosa Israel ditanggulangi.
1. Menemukan Seorang yang Berbuat Dosa
Pertama-tama, Israel menemukan orang yang berbuat dosa (ayat 16-21). Mereka melakukan hal ini melalui Urim dan Tumim pada tutup dada pernyataan keputusan imam besar (Keluaran 28:30). Orang yang berbuat dosa adalah Akhan, dari suku Yehuda. Ketika Yosua menanyakan apa yang telah dia perbuat, Akhan menjawab, “Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku: aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya: aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali” (Yosua 7:20-21).
2. Hukuman Mati atas Dosa melalui Dirajam
Israel menanggulangi Akhan dengan mengambil dia, anaknya yang laki-laki dan perempuan, dan segala yang dia miliki dan melempari dia dengan batu dan membakar mereka dengan api. Kemudian didirikan di atasnya suatu timbunan batu yang besar, dan surutlah murka TUHAN yang menyala-nyala itu (ayat 22-26).
II. KEMENANGAN ATAS KOTA AI
Dalam 8:1-29 kita nampak kemenangan atas Kota Ai.
A. Petunjuk TUHAN
Ayat 1 dan 2 adalah petunjuk TUHAN kepada Yosua mengenai Kota Ai. TUHAN memerintahkan Yosua untuk tidak takut dan tawar hati tetapi membawa seluruh prajurit bersamanya untuk menyerang Kota Ai. TUHAN berjanji kepada Yosua bahwa Dia akan menyerahkan raja, bangsa, kota, dan negeri Ai ke tangannya. Kemudian TUHAN menyuruh Yosua melakukan kepada Kota Ai dan rajanya, seperti yang dia lakukan terhadap Kota Yerikho dan rajanya dan mengambil barang-barang dan ternak orang Ai sebagai jarahan bagi orang Israel. Akhirnya, TUHAN memerintahkan Yosua untuk menyuruh orang bersembunyi di belakang Kota Ai itu.
B. Penaklukan dan Pemusnahan Kota Ai
Dalam ayat 3-29 kita nampak penaklukan dan pemusnahan Kota Ai. Yosua melaksanakan penyerangan menurut petunjuk TUHAN (ayat 3-26, 28-29). Kemudian orang Israel mengambil ternak dan barang-barang Kota Ai sebagai jarahan bagi orang Israel, sesuai dengan perkataan TUHAN, yang diperintahkan-Nya kepada Yosua (ayat 27).
III. YOSUA MENCATAT DAN MEMBACAKAN
HUKUM TAURAT KEPADA BANGSA ISRAEL
Ayat 30-35 membahas perihal Yosua mencatat dan membacakan hukum Taurat kepada bangsa Israel.
A.
Membangun Mezbah
dan Mempersembahkan Kurban Bakaran dan Kurban Keselamatan kepada TUHAN
Yosua membangun mezbah untuk TUHAN, Allah Israel, di Gunung Ebal, dan mereka mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan kepada TUHAN (ayat 30-31).
B. Menulis Hukum Taurat Musa di atas Batu
Di Gunung Ebal, di hadapan bangsa Israel, Yosua menulis salinan hukum Taurat Musa di atas batu (ayat 32).
C.
Memberkati Bangsa Israel
menurut Apa yang Telah Musa Perintahkan
Ayat 33 membicarakan berkat atas bangsa Israel menurut apa yang telah Musa perintahkan (Ulangan 11:29-30; 27:11-13).
D. Membacakan Seluruh Hukum Taurat
kepada Jemaat Israel
Akhirnya, Yosua membacakan seluruh hukum Taurat Musa, berkat dan kutuk, kepada jemaat Israel (Yosua 8:34). Maka, ayat 35 ditutup dengan, “Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaat Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta.”