← Daftar isi Yosua · bab 7/15

PEMUSNAHAN KOTA YERIKHO

Pembacaan Alkitab: Yos. 6

Yosua 6 mencatat peperangan yang pertama dan pemusnahan yang pertama oleh orang Israel di tanah Kanaan. Untuk mendapatkan tanah permai, orang Israel harus mengalahkan musuh, dan mengusir kuasa jahat. Namun orang Israel sebenarnya tidak perlu berperang. Ketika mereka menyeberang Sungai Yordan, Allah telah melakukan segalanya. Seprinsip dengan itu, untuk memusnahkan Yerikho, orang Israel juga tidak perlu berbuat apa-apa. Mereka hanya perlu percaya dan bersandar kepada Allah, mendengar petunjuk dari Panglima Balatentara Israel, dan meninggikan Kristus dengan mengangkat tabut. Dari sini kita nampak bahwa dalam peperangan rohani perkara pertama yang seharusnya kita lakukan adalah meninggikan Kristus.

Kota Yerikho memiliki benteng yang kokoh. Tetapi begitu mendengar perkara yang TUHAN lakukan untuk umat-Nya, tawarlah hati raja Yerikho dan hilanglah semangatnya, keberaniannya. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, ia menyuruh menutup rapat pintu gerbang kota dan menggunakan tembok kota untuk melindungi dirinya dan rakyatnya. Tidak boleh ada yang masuk atau keluar. Ini menunjukkan kuasa kegelapan dibelenggu, ada belenggu yang sesungguhnya terhadap kuasa roh-roh jahat di angkasa. Raja Yerikho bersandar pada tembok, karena tahu bahwa orang Israel tidak memiliki senjata untuk menghancurkan tembok. Bahkan walaupun orang Israel telah menyeberang Sungai Yordan, ia pikir mereka tidak akan bisa menerobos tembok kota. Dia tidak tahu apa yang akan Allah lakukan. Mudah sekali bagi Allah untuk menghancurkan tembok itu.

Dalam ayat 2 TUHAN memberi tahu Yosua bahwa Ia telah menyerahkan Yerikho, rajanya, dan pahlawan-pahlawannya ke tangan Yosua. Kemudian Allah menyuruh Yosua menyiapkan prajurit-prajurit dan imam-imam yang mengangkut tabut untuk mengelilingi kota, mengelilinginya satu kali. Inilah yang mereka lakukan selama enam hari. Tujuh imam lainnya diperintahkan untuk membawa sangkakala dari tanduk domba di hadapan tabut TUHAN. Imam-imam itu tidak meniup sangkakalanya semaunya. Sebaliknya, menunggu perintah yang diberikan oleh panglima. Mereka perlu petunjuk dan pimpinan, seperti kita hari ini perlu pimpinan dan bimbingan Roh itu.

Selama enam hari pertama, balatentara Israel hanya berjalan mengelilingi kota itu bersama tabut, yang melambangkan Kristus sebagai perwujudan Allah. Saya percaya banyak orang Yerikho yang berjaga-jaga di tembok, heran melihat apa yang dilakukan orang Israel. Pada hari ketujuh, hari Sabat, situasi berubah. Sesungguhnya orang Israel tidak perlu berperang tetapi cukup menikmati Sabat, yaitu menikmati perhentian. Mereka berjalan mengelilingi kota itu sebanyak tujuh kali, dan kemudian panglima yang kasat mata memberi perintah: “Bersoraklah!” Imam-imam meniup sangkakala, rakyat itu bersorak, dan tembok kota itu pun roboh. Kota itu benar-benar hancur, dan setiap orang yang akan mendirikan dan membangun kembali kota itu dikutuk. Cara orang Israel menaklukkan Yerikho adalah satu kesaksian yang kuat bahwa Allah orang Israel, TUHAN, adalah Allah yang sejati dan hidup.

Kita dapat menerapkan kisah penghancuran Kota Yerikho ini pada pemberitaan Injil. Saat kita menerima beban untuk mengunjungi orang-orang dosa, kita perlu menyadari bahwa setiap orang dosa adalah “kota yang berkubu” yang telah dikutuk. Dalam mengalahkan kota yang berkubu ini, kita harus melatih sabar, memperhatikan kapan kita harus diam dan kapan kita harus bicara. Ini berarti kita harus mengikuti pimpinan Tuhan. Pada saat yang tepat, pernyataan yang tepat sangat efektif, dan akan ada satu hari Sabat saat kita dapat bersorak, “Puji Tuhan! Yesus itu Tuhan! Kristus itu Pemenang!” “Tembok kota” itu akan roboh, dan kita akan dapat mengalahkan setan-setan dan merebut orang dosa bagi Kristus.

Sekarang mari kita melihat berbagai hal yang yang terjadi dalam penghancuran Kota Yerikho seperti yang digambarkan dalam Yosua 6.

I. REAKSI ORANG YERIKHO

KEPADA ORANG ISRAEL

Dalam ayat 1 kita nampak reaksi orang Yerikho kepada orang Israel. Kota Yerikho ditutup rapat karena bangsa Israel. Tidak ada orang yang keluar dan masuk. Orang Yerikho dibatasi, tidak dapat mengerjakan sesuatu. Ini menunjukkan bahwa sebelum orang Israel pergi merampas kota itu, Yerikho sudah siap kalah.

II. JANJI TUHAN KEPADA YOSUA

Menurut ayat 2 TUHAN berjanji kepada Yosua bahwa Dia telah menyerahkan Yerikho dan rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa ke dalam tangannya.

III. PERINTAH TUHAN,

PANGLIMA BALATENTARA-NYA, KEPADA YOSUA

Ayat 3-5 adalah satu catatan perintah TUHAN, Panglima Balatentara-Nya, kepada Yosua.

A. Seluruh Prajurit Mengelilingi Kota

Pertama-tama, TUHAN memerintahkan Yosua untuk menyuruh seluruh prajurit mengelilingi kota itu (ayat 3a).

B. Mengelilingi Kota itu Sekali Sehari

selama Enam Hari

TUHAN memerintahkan Yosua untuk menyuruh para prajurit mengelilingi kota itu sekali sehari selama enam hari (ayat 3b).

C. Tujuh Imam Membawa Tujuh Sangkakala

Tanduk Domba di depan Tabut

TUHAN selanjutnya memerintahkan Yosua untuk menyuruh tujuh imam membawa sangkakala tanduk domba di depan tabut (ayat 4a).

D.Pada Hari Ketujuh Mengelingi Kota itu Tujuh Kali,

dan Para Imam Meniup Sangkakala

Pada hari ketujuh seluruh prajurit mengelilingi kota itu tujuh kali, dan seluruh imam meniup sangkakala (ayat 4b). Ini menunjukkan pernyataan dan proklamasi Kristus.

E. Ketika Mendengar Suara Sangkakala Berbunyi, seluruh Bangsa Bersorak dengan Sorakan yang Nyaring

Menurut ayat 5a, ketika para imam meniup tanduk domba itu dan bangsa itu mendengar suara sangkakala, seluruh bangsa bersorak dengan sorakan yang nyaring.

F. Tembok Kota itu Roboh,

dan Bangsa itu Melarikan Diri

TUHAN terus memerintahkan Yosua bahwa ketika bangsa itu bersorak dengan sorakan yang nyaring, tembok kota itu akan roboh. Kemudian mereka harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan (ayat 5b).

IV. PERINTAH YOSUA

KEPADA BANGSA ITU

MENURUT PETUNJUK TUHAN

DAN TINDAKAN BANGSA ITU

MENURUT PERINTAH TUHAN

Selanjutnya, pasal ini menunjukkan kepada kita perintah Yosua kepada bangsa itu menurut petunjuk TUHAN dan tindakan bangsa itu menurut perintah TUHAN (ayat 6-17a, 18-21, 24).

A. Dalam Mengelilingi Kota itu

Dalam mengelilingi kota itu, orang-orang bersenjata berjalan di depan tabut TUHAN. Tujuh imam berjalan di depan TUHAN dan meniup sangkakala, dan tabut TUHAN berjalan di belakang mereka. Orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala, dan barisan penutup mengikuti tabut itu, sedang sangkakala terus ditiup (ayat 6-9).

B.

Bangsa itu Baru Bersorak

Saat Yosua Memerintahkan Mereka

untuk Bersorak

Yosua memerintahkan bangsa itu jangan bersorak, atau memperdengarkan suaranya, sepatah katapun jangan keluar dari mulutnya sampai pada hari dia mengatakan, “Bersoraklah!” Maka mereka harus bersorak (ayat 10). Ada waktu untuk diam, dan ada waktu untuk bersorak. Diam di sini berarti bersatu dengan Tuhan untuk melaksanakan sesuatu dalam cara Tuhan tanpa mengekspresikan pikiran, opini, atau perasaan seseorang.

C.

Tabut TUHAN Mengelilingi Kota itu

Satu Kali Sehari selama Enam Hari

dan Tujuh Kali pada Hari yang Ketujuh

Tabut TUHAN mengelilingi kota itu, sekali sehari, dan melakukan yang sama pada hari kedua, mengelilingi kota itu satu kali. Mereka melakukan hal ini selama enam hari. Kemudian pada hari ketujuh mereka mengelilingi kota itu tujuh kali dengan cara yang sama (ayat 11-15).

D.

Bangsa itu Bersorak

dengan Sorak yang Nyaring,

dan Tembok itu Roboh

Pada kali ketujuh mereka mengelilingi kota itu pada hari ketujuh, para imam meniup sangkakala, dan Yosua berkata kepada bangsa itu, “Bersoraklah!” Bangsa itu bersorak dengan sorak yang nyaring, dan tembok itu roboh. Kemudian bangsa itu memanjat masuk ke dalam kota itu, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu. Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu, dan membakarnya dengan api (ayat 16, 20-21, 24a).

E. Kemenangan atas Yerikho

adalah Kemenangan

oleh Tiupan Sangkakala

dan Sorakan Orang Israel

Kemenangan atas Yerikho pada peperangan pertama orang Israel setelah menyeberangi Sungai Yordan adalah kemenangan bukan oleh peperangan orang Israel tetapi oleh tiupan sangkakala dan sorakan mereka, melalui mempersaksikan dan memproklamirkan Allah dan tabut-Nya, melalui iman mereka kepada petunjuk Allah (ayat 2-5). Inilah faktor-faktor penting yang membuat mereka beroleh kemenangan.

F. Tidak Menjarah Sesuatu dari Penghacuran itu tetapi Menyelamatkan Segala Perak, Emas,

serta Barang-barang Tembaga dan Besi

Mereka tidak menjarah sesuatu dari kota yang dihancurkan itu tetapi menyelamatkan segala perak, emas, dan barang-barang dari tembaga dan besi, menguduskannya bagi TUHAN, dan menaruhnya ke dalam rumah pembendaharaan TUHAN (ayat 18-19, 24b).

V. KESELAMATAN DIKARUNIAKAN KEPADA RAHAB

DAN SEISI RUMAHNYA

Pasal ini membicarakan bukan saja kehancuran Kota Yerikho tetapi juga keselamatan yang dikaruniakan kepada Rahab dan seisi rumahnya (ayat 17b, 22-23, 25). Ini dilakukan untuk memenuhi janji yang telah diberikan kepadanya (ayat 22). Yosua melindungi Rahab dan keluarga ayahnya dan segala yang ia miliki, dan ia tinggal bersama orang Israel (ayat 25).

VI.SUMPAH BANGSA ITU

UNTUK MENGUTUK KOTA YERIKHO

Akhirnya, pasal ini memberi tahu kita sumpah bangsa itu untuk mengutuk Kota Yerikho. “Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya, Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!” (ayat 26). Perkataan ini digenapi oleh Hiel dalam 1Raja-raja 16:34.