← Daftar isi Yosua · bab 2/15

AMANAT ALLAH

Pembacaan Alkitab: Yos. 1

Ketika saya muda, saya diajarkan banyak hal mengenai tiga kitab: Kitab Yosua, Hakim-hakim, dan Rut, tetapi saya tidak diberi tahu bahwa bagian sejarah Perjanjian Lama ini segaris dengan ekonomi Allah. Alkitab menyajikan satu gambaran penuh ekonomi Allah dari penciptaan alam semesta sampai rampungnya Yerusalem Baru. Dua pasal pertama dari Alkitab membicarakan penciptaan Allah atas manusia, yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sebagai inti ciptaan. Dalam dua pasal terakhir kita memiliki langit baru dan bumi baru bersama Yerusalem Baru, yang adalah ekspresi dan manifestasi korporat Allah Tritunggal yang berbaur dengan umat tebusan-Nya sampai selamanya. Banyak hal terjadi sebelum dua pasal terakhir ini, tetapi semuanya terkait dengan ekonomi Allah, terutama mengenai Kristus dan pasangan-Nya, gereja. Gereja sebagai Tubuh Kristus akan rampung sebagai Yerusalem Baru dalam Kerajaan Seribu Tahun bagi kaum beriman yang menjadi matang dan dalam langit baru dan bumi baru bagi seluruh kaum beriman.

Dalam Yehezkiel 1 ekonomi Allah digambarkan seperti sebuah roda besar (ayat 15-21). Poros roda besar ini melambangkan Kristus sebagai inti ekonomi Allah, dan lingkarannya melambangkan pasangan Kristus, gereja, yang dirampungkan dalam Yerusalem Baru. Banyak orang beriman sebagai anggota Kristus adalah jari-jari poros yang menyebar ke lingkaran, kepada Tubuh Kristus yang rampung dalam Yerusalem Baru. Roda besar ini bukan saja ekonomi Allah tetapi juga pergerakan ekonomi Allah. Dari Kejadian 1 sampai hari ini, roda ini terus bergerak. Pergerakan ekonomi Allah tidak pernah berhenti, dan hari ini roda besar ini telah mencapai kita. Ketika saya bergerak dari daratan China ke Pulau Taiwan bersama tiga ratus lima puluh sampai lima ratus orang, lebih dari empat puluh tahun yang lalu, hanya sedikit orang Kristen di pulau itu yang mengenal apa itu ekonomi Allah. Tetapi karena pergerakan roda besar ekonomi ilahi, dalam lima tahun jumlah dalam gereja-gereja meningkat hingga lima puluh ribu. Akhirnya, Tuhan, Sang Penggerak, memberikan beban kepadaku untuk datang ke negara ini. Ini juga bagian dari pergerakan roda besar ini. Dalam setiap zaman dan setiap generasi, roda besar ini terus bergerak, dan hari ini kita semua adalah satu bagian dari pergerakan roda besar ini di bumi. Kadang-kadang pergerakan roda besar ini agak pelan, tetapi di waktu lain sangat cepat sehingga kita sulit memperhatikannya.

Menurut catatan dalam Perjanjian Lama, pergerakan Allah, yang dimulai pada Kejadian 1, berlanjut melalui Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Pada Yosua 1, pergerakan Allah telah mencapai situasi tertentu. Pada saat itu, seluruh bumi dipenuhi berhala dan iblis. Di satu sisi, Allah telah terusir dari bumi yang telah Dia ciptakan bagi diri-Nya, dan tidak bisa menjadi Tuhan di bumi ini seperti di surga. Namun, dari antara semua negara dan bangsa, Allah telah menyisihkan Israel, umat pilihan-Nya untuk melaksanakan ekonomi-Nya. Mereka tidak berhubungan dengan segala berhala dan iblis. Sebaliknya, mereka diduduki Allah langit dan bumi. Setelah dibentuk, disusun, didisiplinkan, dilatih, dan memenuhi syarat, umat Allah datang ke dataran Moab di mana mereka menunggu untuk masuk ke dalam tanah permai, merebutnya, dan memilikinya.

Suatu hari, ketika bangsa itu telah siap dan menanti instruksi Allah, Allah datang memanggil Yosua dan menyuruh dia untuk memimpin, supaya dia dan bangsa Israel dapat memasuki tanah permai dan memilikinya. Yosua menuruti perkataan TUHAN dan memerintahkan bangsa Israel untuk melaksanakan amanat Allah (ayat 1-15). Orang-orang yang merebut tanah itu harus mempersiapkan diri untuk bergerak bersama Allah dalam pergerakan-Nya. Untuk bisa merebut tanah permai, mereka harus sepenuhnya berkoordinasi bersama Allah dalam pergerakan-Nya. Jika bangsa Israel memandang dirinya sendiri, mereka akan berkata bahwa hal ini tidak mungkin. Tetapi Allah yang unik membuatnya mungkin. Ia memerlukan umat pilihan-Nya untuk bekerja sama dengan Dia dalam pergerakan-Nya untuk melaksanakan ekonomi-Nya, dalam kedambaan-Nya untuk bergerak dalam ekonomi-Nya sebagai roda besar. Di sini Allah seolah-olah berkata, “Israel, umat-Ku, kalian harus tahu bahwa kalian tidak perlu melakukan sesuatu. Bekerja sama saja dengan Aku. Aku menggerakkan roda itu. Kalian perlu bersatu dengan Aku. Pergilah untuk memiliki negeri itu, dan Aku akan membantai penyembah-penyembah berhala melalui kalian. Tanpa kalian Aku tidak dapat melakukan apa-apa.”

Inilah prinsip inkarnasi. Khususnya, prinsip inkarnasi ini untuk menghancurkan kekuasaan setan yang merampas bumi. Ini berarti, agar Allah mendapatkan kembali bumi dari tangan perampas si musuh, kita perlu bekerja sama dan berkoordinasi sepenuhnya dengan Dia dalam prinsip inkarnasi. Kita perlu bersatu dengan Allah dalam kedambaan hati-Nya dan dalam pergerakan-Nya di bumi. Hari ini Allah ingin menyelamatkan orang, tetapi untuk ini, Dia perlu kita bersatu dengan Dia menurut prinsip inkarnasi.

I. PERINTAH, JANJI,

DAN DORONGAN ALLAH KEPADA YOSUA

Ayat 1—9 adalah perintah, janji, dan dorongan Allah kepada Yosua

A. Perintah Allah

Allah memerintahkan (ayat 1-4) Yosua untuk memasuki negeri yang dijanjikan Allah. Perintah-Nya kepada orang yang merebut tanah itu berdasar pada ketentuan, inisiasi, dan pemilihan-Nya. Orang-orang yang merebut tanah itu perlu mempersembahkan dirinya, menyangkal dirinya, membuang kesenangan dan pilihannya dalam segala hal, dan berani mempertaruhkan nyawanya untuk melaksanakan ekonomi kekal Allah.

1. Tanah Permai telah Diberikan Allah

kepada Orang Israel

Dalam ayat 2 Allah berkata kepada Yosua, “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.” Di sini kita nampak bahwa tanah permai telah diberikan Allah kepada orang Israel.

2. Orang Israel Masih Perlu

Merebut Tanah Permai

“Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepadamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa” (ayat 3). Ayat ini menunjukkan bahwa sekalipun Allah telah memberikan tanah permai kepada orang Israel, orang Israel masih perlu merebut tanah itu. Di satu pihak, Allah memberikan tanah permai; di pihak lain, ada kerjasama umat Allah dalam bangkit menggenapi amanat Allah untuk memiliki tanah itu.

3. Wilayah Tanah Permai

Menurut ayat 4, wilayah tanah permai meliputi padang gurun di selatan; Libanon di utara; Sungai Besar di timur, yaitu Sungai Efrat; dan Laut Besar, Laut Tengah, di barat.

B. Janji Allah

Janji Allah yang pertama: seorang pun tidak akan tahan menghadapi Yosua seumur hidupnya (ayat 5a). Janji Allah yang kedua: Dia akan menyertai Yosua dan tidak akan membiarkan dia dan tidak akan meninggalkan dia (ayat 5b). Dalam ayat 9c Allah berkata kepada Yosua, “Sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

C. Dorongan Allah

Dalam ayat 6—9 tercantum dorongan Allah kepada Yosua.

1. Menjadi Kuat dan Berani

Pertama, Allah mendorong Yosua agar kuat dan berani (ayat 6a, 7a, 9a). Yosua harus berani bukan di dalam dirinya tetapi dalam Allah yang bergerak dan beroperasi.

2. Tidak Takut dan Tawar Hati

Selanjutnya, Allah mendorong Yosua agar tidak takut dan tawar hati (ayat 9b).

3. Mengatakan bahwa Yosua Akan Berhasil

ke mana Saja Dia Pergi

Selain itu, Allah memberi tahu Yosua bahwa dia akan mendapat keberhasilan ke mana saja dia pergi (ayat 7c, 8b).

4. Berjalan Sesuai Firman Allah

Allah mendorong Yosua agar berjalan sesuai firman Allah. Yosua tidak boleh menyimpang dari hukum Taurat yang diberikan Musa “Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri,” (ayat 7b). Kitab Taurat tidak boleh meninggalkan mulutnya, tetapi harus dia renungkan siang dan malam sehingga dia bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya (ayat 8a). Yosua harus diduduki dengan firman Allah dan membiarkan firman itu mendudukinya. Dengan diduduki dan dipenuhi firman, dia akan mendapat kemakmuran dan keberhasilan dalam merebut tanah permai.

II. PERINTAH YOSUA KEPADA UMAT ITU

Ayat 10—15 adalah perintah Yosua kepada umat itu untuk mempersiapkan bekal saat memasuki tanah permai dalam tiga hari.

A. Kepada Seluruh Umat

Dalam ayat 10 dan 11 Yosua memberi perintah kepada seluruh umat itu. Mereka harus mempersiapkan bekal bagi mereka sendiri, karena tiga hari kemudian mereka akan menyeberangi Sungai Yordan untuk masuk dan memiliki negeri itu yang telah diberikan kepada mereka untuk dimiliki oleh TUHAN, Allah mereka.

B. Kepada Dua Setengah Suku

Perintah Yosua dalam ayat 12—15 ditujukan kepada dua setengah suku—suku Ruben, suku Gad, dan setengah suku Manasye. Yosua mengingatkan mereka akan perkataan Musa, yang mengatakan bahwa istri-istri, anak-anak, dan ternak mereka akan tinggal di negeri yang Musa berikan kepada mereka, tetapi mereka sendiri harus mendahului saudara-saudaranya dengan bersenjata dan membantu mereka sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada mereka. Perintah ini menunjukkan bahwa memiliki dan menikmati negeri yang dijanjikan Allah adalah perkara korporat di antara seluruh umat pilihan Allah. Negeri itu tidak dapat dimiliki oleh suku yang individual atau sendirian. Tetapi, seluruh umat pilihan Allah harus bangkit berperang untuk mendapatkan tanah itu, berperang bagi kepentingan bersama. Kemudian setiap orang dapat masuk ke dalam bagiannya yang khusus dan mendapat perhentian.

III. RESPON UMAT ITU KEPADA YOSUA

Ayat 16—18 adalah respon umat itu kepada Yosua.

A. Bertekad Melaksanakan Perintah Yosua

Umat itu menjawab Yosua, katanya, “Segala yang kauperintahkan kepada kami akan kami lakukan dan ke manapun kami akan kausuruh, kami akan pergi; sama seperti kami mendengarkan perintah Musa, demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu” (ayat 16-17a). Ini menunjukkan bahwa mereka bertekad melaksanakan perintah Yosua.

B. Berkat Yosua

Umat itu juga memberkati Yosua, katanya, “Hanya TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai Musa” (ayat 17b).

C. Dorongan Yosua

Akhirnya, umat itu merespon Yosua dengan mendorongnya, katanya kepada dia, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu” (ayat 18b). Bangsa Israel setuju dengan Yosua dalam menerima amanat Allah. Respon mereka menyiratkan kesediaan, kesiapan, dan keselarasan mereka bukan hanya dengan Yosua tetapi juga dengan TUHAN, Allah mereka seperti dinyatakan oleh berkat Yosua bagi mereka dalam nama Allah mereka. Mereka bersatu dengan Allah Tritunggal dalam roda besar ekonomi-Nya untuk tujuan mendapatkan tanah permai.