← Daftar isi Yosua · bab 3/15

MENGINTAI NEGERI ITU

Pembacaan Alkitab: Yos. 2

Yosua 1 menyinggung merebut tanah permai. Apakah makna yang terkandung dalam Yosua 2? Kelihatannya Yosua 2 membicarakan soal mengintai tanah permai, tetapi ini adalah konsep alamiah. Makna mendasar yang sejati dari Yosua 2 adalah Allah mendapatkan orang yang tepat untuk mendatangkan Kristus. Dalam mempelajari sejarah dan nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama, kita perlu memperhatikan seluruh cakupan Alkitab tentang ekonomi kekal Allah. Alkitab dimulai dengan penciptaan Allah, dan diakhiri dengan Kristus sebagai poros roda besar dan dengan Yerusalem Baru sebagai lingkaran untuk menyatakan Allah Tritunggal selama-lamanya. Karena itu, ekonomi kekal Allah, mengandung dua hal utama, Kristus dan pasangan-Nya untuk perbesaran, pertambahan, dan perluasan Kristus. Pasangan Kristus ini akan rampung sempurna dalam Yerusalem Baru sebagai ekspresi penuh Allah Tritunggal selama-lamanya. Makna yang terkandung dalam Kitab Yosua adalah mengambil tanah permai, yang melambangkan kita mendapatkan Kristus, ditambah mendapatkan orang-orang yang tepat untuk mendatangkan Kristus supaya Kristus dapat disebarkan dan diperluas.

Yosua 1 membahas tentang mendapatkan Kristus, dan Yosua 2 mengenai menyebarkan Kristus, dengan mendatangkan Kristus kepada orang lain. Untuk mendapatkan Kristus, kita perlu menjadi Yosua hari ini, berperang, merebut tanah permai, dan menikmati Kristus sebagai warisan kita. Untuk perluasan Kristus, kita perlu menjadi Rahab hari ini. Jadi, kita perlu menjadi Yosua dan Rahab.

Sejumlah pengajar Alkitab menekankan bahwa Yosua 1 melambangkan Efesus 1. Yosua 1 meunjukkan bahwa segala sesuatu sudah siap. Orang Israel telah dipersiapkan melalui pemberesan Allah terhadap mereka selama beberapa ratus tahun di Mesir dan selama empat puluh tahun di padang gurun. Orang Israel telah menjadi Yosua yang korporat, yang dipilih, dipanggil, ditebus, diselamatkan, dilatih, dipersiapkan, dan diperkenan oleh Allah. Ketika berada di dataran Moab mereka tidak memiliki tanah atau warisan. Tetapi mereka siap pergi bersama Allah untuk merebut tanah Kanaan, yang melambangkan Kristus yang kaya, almuhit.

Dalam Efesus 1, yang dilambangkan oleh Yosua 1, kita dapat nampak bahwa segala sesuatu sudah rampung, sudah sempurna, dan bahwa segala berkat dalam Kristus ada di surga, menanti untuk diambil oleh umat yang dipilih, ditebus dan disempurnakan Allah, untuk diambil dan dinikmati sebagai warisan mereka. Menurut pasal ini, kita telah dipilih Allah untuk berbagian dengan sifat kudus-Nya dan kita telah ditakdirkan Allah untuk memiliki hayat-Nya agar dapat menjadi anak-anak-Nya (ayat 4-5). Selanjutnya, penebusan Kristus telah membawa kita ke dalam Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal, menjadi alam dan unsur yang olehnya kita menjadi warisan Allah (ayat 7, 11). Setelah ditebus dan diletakkan dalam Kristus sebagai alam dan unsur, setiap hari kita disusun ulang dan diubah oleh unsur ini menjadi mustika untuk warisan Allah. Ketika kita mengambil Kristus dan menikmati Dia sebagai warisan kita, kita menjadi warisan Allah. Selain itu, kita memiliki meterai dan jaminan Roh Kudus (ayat 13-14). Pemeteraian Roh Kudus adalah peresapan dan penjenuhan Roh atas kita untuk mengubah kita. Jaminan Roh menyatakan bahwa Allah adalah warisan kita. Di satu pihak, kita adalah warisan Allah, dimeterai oleh Roh-Nya; di pihak lain, Allah adalah warisan kita, dijamin oleh jaminan Roh.

Efesus 2 menunjukkan bahwa langit ada beberapa tingkat. Kristus ada di tingkat yang tertinggi, langit ketiga, menjadi segala sesuatu kita sebagai tanah permai kita. Tetapi ada langit yang lebih rendah, yaitu angkasa, di mana Satan sebagai penguasa angkasa, menghalangi manusia di bumi berkontak dengan Allah dan menerima Kristus (ayat 2). Hal ini dilambangkan oleh orang Kanaan yang menghalangi orang Israel masuk ke tanah permai.

Efesus 2 juga memberi tahu kita, dulu kita mati (ayat 1, 5), tetapi kemudian Allah membuat kita, Rahab yang terpilih, menjadi orang yang menikmati Kristus. Dalam Efesus 1 kita nampak Yosua, kaum beriman dalam Kristus, menerima segala berkat yang di dalam Kristus. Tetapi dalam Efesus 2, kita nampak Rahab, orang dosa yang bobrok, jahat, dan mati. Allah melalui penebusan Kristus, dapat melaksanakan keselamatan-Nya yang dinamis, untuk menyelamatkan orang dosa yang demikian, supaya Rahab menjadi orang yang menikmati Kristus.

Bagaimana Rahab, seorang perempuan sundal yang telah menjual diri kepada dosa sedemikian rupa, bisa menjadi anggota dari umat pilihan Allah? Bagaimanakah dia dapat menerima Kristus dan kemudian mendatangkan Kristus kepada orang lain untuk perluasan-Nya? Satu-satunya jalan adalah melalui iman. Iman berasal dari mendengarkan Injil. Hari ini orang-orang perlu mendengar kabar baik mengenai apa yang telah Allah lakukan melalui inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Orang perlu mendengar bahwa segala sesuatu telah rampung dan sempurna dan bahwa Kristus yang almuhit itu ada di surga untuk mereka terima. Namun, Satan dan kuasanya di angkasa berusaha menghalangi mereka menerima Kristus. Satu-satunya jalan untuk mengatasi situasi ini adalah iman. Inilah pengalaman Rahab. Dia mendengar tentang perkara-perkara yang Allah lakukan bagi orang Israel di Mesir dan di padang gurun, ia juga mendengar bagaimana Allah mengalahkan Sihon dan Og, dua raja kuat yang menjaga pintu gerbang Kanaan. Ia telah mendengar kabar baik itu, lalu percaya kepada Allah orang Israel, dan ingin menjadi bagian dari umat Allah.

Ketika dua orang pengintai itu datang ke Yerikho, Rahab berkontak dengan mereka dan menyembunyikan mereka dari orang-orang yang mencari mereka. Pasti ada komunikasi yang baik antara para pengintai itu dengan Rahab, dan melalui komunikasi ini, ia mencapai keserasian dengan mereka, untuk ekonomi Allah. Ketika ia meminta agar mereka bermurah hati kepada keluarga ayahnya dan membebaskan nyawanya dari maut, para pengintai itu menyuruhnya untuk mengikatkan tali kirmizi di jendela rumahnya. Berdasarkan perkataan para pengintai itu, ia mengikat tali kirmizi di jendelanya sebagai tanda, supaya ia dan seisi keluarganya beroleh selamat, melambangkan keselamatan seisi keluarga dari Kristus melalui penebusan darah-Nya. Ini merupakan petunjuk yang kuat, bahwa sejarah dalam Kitab Yosua berkaitan dengan ekonomi kekal Allah mengenai Kristus dalam keselamatan-Nya melalui penebusan.

Akhirnya Rahab perempuan sundal ini menjadi nenek moyang Kristus yang mencolok. Perempuan Kanaan ini menikah dengan Salmon, seorang pemimpin dari suku Yehuda, dan melalui kesatuannya dengan pemimpin Yahudi ini ia menjadi salah satu bagian Israel dan melahirkan Boas, buyut Daud. Betapa terhormatnya nama Rahab masuk dalam silsilah Kristus di Matius pasal 1! Ini satu tanda yang kuat, bahwa catatan sejarah dalam Kitab Yosua selaras dengan ekonomi kekal Allah tentang Kristus.

Sekarang mari kita membahas Yosua 2 dengan lebih rinci.

I. YOSUA MENGUTUS DUA PENGINTAI

Yosua mengutus dua pengintai untuk mengintai tanah permai, khususnya Yerikho (ayat 1a). Tujuan sebenarnya Yosua mengutus pengintai adalah untuk menemukan Rahab.

II. TUHAN MEMPERSIAPKAN RAHAB

SI PEREMPUAN SUNDAL

Ayat 1b—22 membahas bagaimana TUHAN mempersiapkan Rahab si perempuan sundal. Allah mempersiapkan Yosua untuk mendapatkan tanah itu. Namun, perlu seorang perempuan bukan Yahudi untuk perluasan Kristus, dan untuk ini Allah mempersiapkan Rahab si perempuan sundal.

A. Ia Telah Percaya

kepada Allah Orang Israel

Rahab percaya kepada Allah orang Israel (ayat 8-11; Ibrani 11:31a). Ia memberi tahu para pengintai itu, ia tahu TUHAN telah mengaruniakan negeri itu kepada umat Israel dan semua penduduk negeri itu tawar hati terhadap mereka. Lalu ia mengatakan bahwa mereka telah mendengar bagaimana TUHAN mengeringkan air Laut Merah di hadapan orang Israel ketika mereka keluar dari Mesir dan apa yang mereka lakukan kepada dua raja orang Amori, Sihon dan Og, yang mereka musnahkan. Kemudian Rahab menyatakan, “Sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah” (Yosua 2:11b). Karena imannya kepada Allah, ia “tidak turut binasa dengan orang-orang tidak taat” (Ibrani 11:31a).

B. Ia Berpaling kepada Orang Israel

dan Allah Mereka

dan Bersandar dalam Dia dan Umat-Nya

Rahab berpaling kepada orang Israel dan Allah mereka, dan ia bersandar dalam Dia dan umat-Nya (Yosua 2:12-13). Ia memohon agar para pengintai itu bermurah hati kepada kaum keluarganya dan memberinya suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa mereka akan membiarkan hidup ayah dan ibunya, saudara-saudaranya yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang yang bersamanya diselamatkan dari maut. Ia menyerahkan dirinya kepada mereka dan memohon belas kasihan mereka. Ini menunjukkan bahwa ia memalingkan seluruh dirinya bukan hanya kepada Allah tetapi juga kepada umat Allah.

C. Ia Mau Menerima para Pengintai itu, Menyembunyikan Mereka,

dan Membebaskan Mereka melalui Tindakan Imannya

Rahab mau menerima para pengintai itu, menyembunyikan mereka, dan membebaskan mereka melalui tindakan imannya (ayat 1b-7, 15-16, 22; Yakobus 2:25). Tindakannya menerima, menyembunyikan, dan membebaskan para pengintai itu berasal dari iman. Hal ini menjelaskan bahwa imannya adalah aktif. Setelah menerima pengintai, ia memiliki persekutuan yang baik dengan mereka mengenai apa yang Allah ingin lakukan.

D. Tanda bagi Rahab dan Seisi Rumahnya

untuk Diselamatkan

Yosua 2:17-21 membicarakan tanda bagi Rahab dan seisi rumahnya untuk diselamatkan.

1.

Mengikatkan Tali Kirmizi

di Jendela Rumahnya

Para pengintai memberi tahu Rahab untuk mengikatkan tali kirmizi di jendela rumahnya (ayat 18). Sesuai dengan perkataan mereka, “demikianlah dia mengikatkan tali kirmizi itu pada jendela” (ayat 21).

2. Melambangkan Pengakuan Terbuka

atas Darah Penebusan Kristus

Tali kirmizi yang diikatkan di jendela rumah Rahab menggantung terbuka; bisa dilihat oleh setiap orang. Jadi, tali kirmizi yang terikat di jendela melambangkan pengakuan terbuka atas darah penebusan Kristus (1Petrus 1:18-19). Rahab membuat pengakuan terbuka sedemikian dan percaya bahwa oleh tanda ini dia dan seiisi rumahnya akan dibebaskan.

3. Menunjukkan Keselamatan Allah

atas Seisi Rumah Orang Dosa bukan Yahudi

Tanda keselamatan Rahab dan seisi rumahnya menunjukkan keselamatan Allah atas seisi rumah orang dosa bukan Yahudi (Kisah Para Rasul 16:31). Kita memuji Tuhan bagi keselamatan-Nya yang ajaib bagi seisi rumah. Kisah Para Rasul 16:30 dan 31 menyingkapkan bahwa keselamatan Tuhan berlaku bagi kaum beriman perorangan, tetapi satuan keselamatan-Nya adalah seisi keluarga. Ini juga diilustrasikan oleh kasus seluruh keluarga Nuh (Kejadian 7:1, 13) dan keluarga Israel (Kel. 12:3-4). Kasus seluruh keluarga Rahab menguatkan bahwa keluarga, seisi rumah, adalah satuan keselamatan Allah. Dalam Perjanjian Baru prinsip keselamatan seisi keluarga diilustrasikan oleh keluarga Zakheus (Lukas 19:5-6, 9), keluarga Kornelius (Kisah Para Rasul 11:13-14; 10:24, 44, 48), keluarga Lidia (16:14-15), dan kelurga sipir penjara di Filipi (16:32-33).

E. Seorang Kanaan Terkutuk

Yang Layak Dibinasakan

menjadi Salah Satu Nenek Moyang Utama Kristus

Rahab adalah seorang Kanaan terkutuk yang layak dibinasakan, tetapi dia menjadi salah satu nenek moyang utama Kristus, terhubung dengan Kristus dalam inkarnasi-Nya bagi penggenapan ekonomi kekal Allah, melalui berpaling kepada Allah dan umat-Nya dan melalui menikah dengan Salmon (Matius 1:5a), anak seorang pemimpin Yehuda, suku utama di Israel (1Tawarikh 2:10-11), dan mungkin seorang dari dua pengintai itu.

III.KEMBALINYA DUA PENGINTAI

DAN LAPORAN MEREKA

Yosua 2 ditutup dengan kembalinya dua orang pengintai dan laporan mereka. (ayat 23-24). Mereka menceritakan kepada Yosua semua hal yang terjadi pada diri mereka dan memberi tahu dia bahwa TUHAN telah mengaruniakan negeri itu ke tangan orang Israel dan semua penduduk di negeri itu telah tawar hati terhadap orang Israel. Laporan pengintai itu adalah perkataan benar dalam iman, namun orang Israel masih perlu merebut negeri itu oleh iman dalam Allah, mempersembahkan diri mereka bagi kedambaan Allah sehingga mereka dapat berbagian dalam apa yang telah Allah capai bagi penggenapan ekonomi kekal-Nya.