KATA PENDAHULUAN
Pembacaan Alkitab:
Yos. 1:1-2; Ul. 34:8-9; Yoh. 1:17; Kol. 1:12;
Ef. 3:8; Rm. 6:3-4a; Kol. 2:20-21; Ef. 2:6; 6:12; Yos. 6:22-25; Rut 4:21; Mat. 1:5
Bersama berita ini kita memulai pelajaran-hayat Kitab Yosua, Hakim-hakim, dan Rut. Beban saya dalam berita-berita mengenai ketiga kitab ini bisa dinyatakan oleh empat pernyataan berikut ini:
1) Yosua memimpin Israel merebut negeri yang dijanjikan Allah sehingga dapat menjadi tanah Imanuel (Yos. 1:6; Yes. 8:10).
2) Elimelekh menyimpang dari perhentian di tanah permai karena mengalami kelaparan yang merupakan penghukuman cobaan di tanah yang diberikan Allah (Rut 1:1-2).
3) Rut, seorang Moab yang diasingkan, kembali ke Betlehem, tempat kudus di mana Kristus lahir, dan masuk ke dalam alam ekonomi ilahi (Rut 1:16, 19; Mi. 5:1).
4) Boas menikahi Rut dan menghasilkan keluarga rajani Daud oleh TUHAN sehingga Kristus dapat dihasilkan bagi penggenapan ekonomi Allah (Rut 4:13, 21-22; Mat. 1:1, 5-6, 16).
Dalam mempelajari sejarah-sejarah dan nubuat-nubuat Perjanjian Lama, kita perlu ruang lingkup yang penuh, pandangan yang penuh, dari seluruh Kitab Suci mengenai ekonomi kekal Allah bagi Kristus dan gereja, yang dirampungkan dalam Yerusalem Baru. Hal ini tidak hanya akan memberi kita pandangan yang lebih luas, tetapi juga makna yang intrinsik dan dalam dari tujuan Allah dalam menyajikan kepada kita sejarah-sejarah dan memberi kita nubuat-nubuat Perjanjian Lama. Ruang lingkup, inti, dan makna intrinsik dari sejarah dan nubuat Perjanjian Lama haruslah Kristus dan Tubuh-Nya, yang akan rampung sempurna dalam Yerusalem Baru bagi ekonomi kekal Allah.
Untuk menggenapkan ekonomi kekal-Nya yang sedemikian, Allah perlu menciptakan langit untuk bumi, dan bumi untuk manusia (Za. 12:1). Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya dengan satu roh bagi manusia untuk mengontak Dia, menerima Dia, menyimpan Dia, dan mengambil Dia sebagai hayat dan isi manusia. Sangat disayangkan bahwa manusia ini jatuh dari Allah dan dari tujuan Allah bagi ekonomi-Nya.
Namun, dari umat manusia yang jatuh, Allah memilih seorang yang bernama Abraham dan keturunannya dengan menjadikan mereka satu umat yang khusus sebagai umat pilihan-Nya yang terkasih di antara semua bangsa (bukan Yahudi). Perlu waktu lebih dari empat ratus tahun untuk menghasilkan, menyusun, dan membentuk suatu umat pilihan sedemikian untuk menggantikan ras Adam bagi penggenapan ekonomi kekal-Nya. Allah membawa umat pilihan-Nya melalui pencobaan-pencobaan dan penderitaan-penderitaan, di Mesir dan di padang gurun sehingga mereka dapat dilatih, didisiplinkan, dan bersyarat untuk bekerja sama dengan Dia dalam merebut tanah yang dijanjikan-Nya bagi Kristus di bumi ini dan menyediakan orang-orang yang tepat untuk membawa masuk Kristus ke dalam ras manusia.
Untuk merebut negeri yang dijanjikan Allah bagi Kristus dan untuk menyiapkan orang-orang yang tepat untuk membawa masuk Kristus ke dalam ras manusia ada dua butir utama dari bagian sejarah dalam Perjanjian Lama dalam ketiga kitab ini, Yosua, Hakim-hakim, dan Rut. Dua butir utama ini, merebut tanah bagi Kristus dan menyiapkan nenek moyang yang bisa dipercaya bagi Kristus, adalah roh sejarah dari Kitab Yosua sampai Rut. Kedua butir itu adalah makna intrinsik dalam bagian sejarah Perjanjian Lama. Kita harus memiliki visi yang jelas mengenai hal ini. Jika tidak, pelajaran-hayat kita atas ketiga kitab ini akan menjadi sia-sia, hanya seperti hasil studi banyak ahli sejarah, pelajar Alkitab, dan guru Alkitab, entah itu orang Yahudi atau orang Kristen.
Jika melalui rahmat Tuhan kita nampak visi yang demikian, bagian sejarah dalam Perjanjian Lama ini akan mendatangkan faedah sama seperti yang ada dalam Perjanjian Baru. Visi sedemikian akan membantu kita nampak bahwa sejarah umat Allah di bumi sebenarnya adalah sejarah Allah yang bekerja memberi energi di antara umat pilihan-Nya dalam Perjanjian Lama dan bahkan sejarah Allah yang beroperasi memberikan energi kepada umat tebusan-Nya dan setelah menguatkan mereka bersama Dia bagi penggenapan ekonomi kekal-Nya mengenai Kristus dan pertambahan-Nya, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru.
Saya berharap melalui pelajaran-hayat ketiga kitab ini kita semua akan nampak dan menyadari bahwa kehidupan kita, hidup kita sehari-hari, sekolah kita, pekerjaan kita, bisnis kita seharusnya bagian dari sejarah Allah dalam pergerakan-Nya yang ajaib dan unggul di bumi hari ini. Untuk menjadi orang Kristen yang normal, menjadi para pemenang hari ini, menjawab panggilan Tuhan hari ini, dan memenuhi keperluan Tuhan dalam pemulihan-Nya, tidaklah cukup hanya menjadi seorang saudara yang baik atau saudari yang baik, yang menghadiri sidang-sidang gereja dengan teratur, berkelakuan benar, dan menempuh hidup yang agak sempurna di mata orang-orang. Kita perlu menjadi satu dengan Allah dalam sejarah-Nya, bergerak, dan memberi energi kepada para pemenang-Nya yang terkasih; yaitu, kita perlu menjadi satu dengan Allah dalam hayat, dalam kehidupan, dan dalam seluruh yang kita kerjakan hari ini di bumi! Kita perlu menulis sejarah Allah hari ini! Kita perlu bergabung menjadi satu barisan dengan Allah yang memberikan energi! Kita perlu menjadi vital, hidup, dan aktif! Kita perlu menjadi Yosua dan Kaleb hari ini untuk merebut negeri yang dijanjikan Allah bagi Kristus sehingga kita dapat menjadi milik-Nya. Kita perlu menjadi Rut hari ini yang kembali kepada ekonomi Allah, masuk ke dalam tanah Imanuel, dan menikahi Kristus sehingga kita dapat membawa masuk Kristus untuk memenuhi keperluan orang-orang hari ini. Ini seharusnya menjadi pelajaran hayat yang intrinsik dari ketiga kitab ini, Yosua, Hakim-hakim, dan Rut. Hasil pelajaran-hayat ini seharusnya mendapatkan tanah yang dijanjikan Allah bagi Kristus dan membawa masuk Kristus yang unggul untuk memenuhi keperluan Allah dan manusia hari ini.
Dalam terang yang demikian, mari kita sekarang memulai pelajaran-hayat Kitab Yosua.
I. KITAB PERTAMA
DARI DUA BELAS KITAB SEJARAH
Kitab Yosua adalah kitab pertama dari dua belas kitab sejarah dari Kitab Yosua sampai Ester. Alkitab dimulai dengan lima kitab hukum, kitab-kitab Musa, dan kemudian dimulai dengan kitab Yosua, Alkitab berlanjut dengan dua belas kitab sejarah.
II. PENULISNYA
Penulis Kitab Yosua adalah Yosua (1:1), yang namanya berarti “TUHAN Juruselamat,” atau “keselamatan TUHAN” (Bilangan 13:16).
III. WAKTUNYA
Waktu penulisan kitab ini adalah 1451 SM-1426 SM.
IV. TEMPATNYA
Tempat penulisan Kitab Yosua adalah dataran Moab (Ulangan 34:8-9).
V. ISINYA
Isi Kitab Yosua adalah Yosua memimpin bangsa Israel memasuki tanah yang dijanjikan, merebutnya, memilikinya, membagi-bagikannya, dan menikmatinya. Urutan di sini sangat bermakna. Pertama, bangsa Israel memasuki negeri yang dijanjikan, dan kemudian mereka memilikinya dan mendudukinya. Selanjutnya, negeri ini diundi, dibagikan kepada setiap suku dengan cara yang khusus. Kemudian mereka menikmati negeri itu.
VI. LAMBANG KRISTUS
Dalam Kitab Yosua ada dua lambang Kristus, Yosua dan tanah permai.
A. Yosua
Lambang pertama Kristus dalam kitab ini adalah diri Yosua sendiri. Nama Yosua dalam bahasa Ibrani sama dengan Yesus dalam bahasa Yunani (Ibrani 4:8; Kisah Para Rasul 7:45
). Yosua melambangkan Kristus dan anugerah (Kristus) menggantikan hukum Taurat (Musa, Yosua 1:2a; Yohanes 1:17). Ketika Musa pemberi hukum itu mati, Yosua masuk (Ulangan 34:8-9) untuk membawa umat Israel memasuki tanah permai (Yosua 1:6), yang melambangkan Tuhan Yesus membawa umat Allah ke dalam perhentian, ke dalam kenikmatan atas Kristus yang almuhit.
B. Tanah Permai
Lambang Kristus yang lain dalam Kitab Yosua adalah tanah permai dengan segala kekayaannya (Ulangan 8:7-10) melambangkan Kristus yang Allah berikan Kristus dengan segala kekayaan-Nya yang tidak terduga (Kolose 1:12; Efesus 3:8).
VII. LAMBANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN KRISTUS
Kitab Yosua juga mewahyukan dua lambang yang berhubungan dengan Kristus.
A. Kepemilikan dan Kenikmatan Israel
Atas Negeri yang Dijanjikan
Lambang pertama yang berhubungan Kristus adalah kepemilikan dan kenikmatan orang Israel atas negeri yang dijanjikan. Hal ini melambangkan pengalaman kaum beriman yang praktis atas kekayaan berkat dalam Kristus yang diwahyukan dalam Kitab Efesus.
1. Orang Israel Menyeberangi Sungai Yordan
Orang Israel menyeberangi Sungai Yordan melambangkan pengalaman kaum beriman atas kematian Kristus (Roma 6:3-4a; Kolose 2:20), bukan melambangkan kematian kaum beriman secara fisik.
2. Orang Israel Memasuki Tanah Permai
Orang Israel memasuki tanah permai melambangkan pengalaman kaum beriman merebut langit, di mana Satan dan kuasa kegelapannya berada (Efesus 2:6; 6:12), bukan melambangkan perginya kaum beriman ke surga setelah mereka meninggal. Ini semua berhubungan dengan kepemilikan dan kenikmatan orang Israel atas tanah permai.
B. Tali Kirmizi
yang Melaluinya Pelacur Rahab Diselamatkan
Lambang kedua yang berhubungan dengan Kristus adalah tali kirmizi yang melaluinya pelacur Rahab diselamatkan (Yosua 2:17-19; 6:17, 22-23, 25; Ibrani 11:31; Yakobus 2:25). Tali kirmizi ini melambangkan darah Kristus yang olehnya kaum beriman ditebus (1Petrus 1:18-19).
VIII. ORANG ISRAEL MEREBUT TANAH PERMAI
BERADA DALAM GARIS YANG MENURUNKAN KRISTUS
Orang Israel merebut tanah permai dalam garis yang menurunkan Kristus melalui mendapatkan dua perempuan, Rahab dan Rut. Kedua perempuan ini memainkan peran penting untuk mendatangkan Kristus. Rahab sebagai ibu Boas menjadi seorang nenek moyang Kristus (Yosua 2:1-21; 6:22-25; Matius 1:5a). Rut adalah nenek moyang lain dari Kristus (Rut 4:21; Matius 1:5b). Dia adalah istri Boas dan buyut Daud. Matius 1:1 mengatakan, “Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, anak Daud.” Karena itu, Kitab Matius berkaitan dengan Kitab Rut dan adalah kelanjutan Kitab Rut mengenai mendatangkan Kristus.
IX. POKOK PIKIRANNYA
Pokok pikiran Kitab Yosua adalah Allah bermaksud untuk menggenapkan janji mengenai tanah permai sehingga orang Israel dapat memiliki satu tempat untuk melaksanakan ekonomi Allah, khususnya untuk menjaga garis yang mendatangkan Kristus ke bumi melalui inkarnasi-Nya dalam keinsanian. Kitab ini sangat indah dengan tujuan utamanya yaitu orang Israel menduduki dan memiliki tanah permai untuk melaksanakan ekonomi Allah.
X. BAGIAN-BAGIANNYA
Kitab Yosua memiliki empat bagian: memasuki tanah permai (pasal 1—5), merebut tanah permai (pasal 6—12), menbagikan tanah permai (pasal 13—22), dan kepergian Yosua (pasal 23—24).