HAL YANG UMUM DARI HIDUP GEREJA (1)
Pembacaan Alkitab:
Dalam berita yang lalu, kita melihat bahwa untuk melaksanakan hidup gereja yang esa, Rasul Paulus mengambil sikap yang umum sedemikian berkenaan dengan doktrin dan praktek-praktek. Seperti perihal makan, entah seorang Kristen makan ini dan yang lain makan itu, tidak seorang pun yang boleh mengkritik orang lain. Demikian juga dengan merayakan hari-hari tertentu, prinsipnya sama. Entah seseorang itu merayakan hari tertentu dan menganggapnya istimewa sedangkan yang lain menganggap semua hari sama saja, tidak seorang pun yang boleh mengkritik orang lain. Setiap orang harus bersikap umum.
Perihal makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, Paulus tidak mengatakan ya atau tidak; ia hanya memperhatikan hati nurani orang lain. Demikian juga, mengenai apakah seseorang harus menikah, sangatlah sulit untuk mengatakan ya atau tidak. Itu bergantung pada keadaan. Jika seseorang dapat menghadapi segala macam situasi, mungkin lebih baik ia tidak menikah. Jika tidak, lebih baik baginya untuk menikah. Inilah artinya bersikap umum. Paulus mengenal semua doktrin yang tepat, tetapi dalam pelaksanaan hidup gereja, ia begitu umum. Kita semua harus belajar bahwa untuk memelihara keesaan Tubuh, kita harus mempraktekkan sikap umum ini. Jika kita istimewa, jika kita pasti dan khusus, dalam hal apa pun selain iman kita, sudah pasti keesaan akan rusak. Keesaan akan rusak dan kemudian kita akan terpecah-belah. Penyebab utama dari perpecahan di antara orang Kristen adalah mengabaikan pemeliharaan sikap umum ini dalam hidup gereja.
KESEIMBANGAN PADA SIKAP UMUM
Sekarang kita perlu melihat keseimbangan yang lain. Kita telah melihat bahwa sikap yang khusus diseimbangkan oleh sikap yang umum. Sikap yang umum juga harus diseimbangkan oleh sesuatu. Sebagai seorang manusia, kita mudah berpihak ke satu sisi dan menjadi ekstrim. Dalam Perjanjian Lama, dalam Kitab Hosea, ada ayat di mana Tuhan mengumpamakan Efraim seperti roti bundar yang tidak dibalik (Hos. 7:8). Roti yang dibakar di oven atau di panci perlu dibalik terus menerus. Jika roti itu tidak dibalik maka satu sisinya akan gosong dan sisi yang lain akan tetap mentah. Di pandangan Allah, beberapa orang Israel seperti roti yang tidak dibalik. Mereka selalu satu sisi dan hari ini, hal ini masih merupakan masalah anak-anak Allah. Jadi, banyak orang Kristen seperti roti yang tidak dibalik. Itulah sebabnya kita perlu melihat keseimbangan pada sikap khusus di bab sebelumnya dan kita harus melihat keseimbangan yang lain di bab ini. Di bab berikutnya, kita akan melihat keseimbangan yang lain lagi. Kita perlu berpaling setiap waktu. Dengan demikian, kita akan menjadi "roti' yang terbaik. Sikap khusus memerlukan sikap umum untuk menyeimbangkannya. Sikap umum juga memerlukan sesuatu untuk menyeimbangkannya.
Pada permulaan bab ini, saya mencatat semua ayat dalam Perjanjian Baru berkenaan dengan orang-orang yang tidak dapat dan tidak seharusnya diterima dalam hidup gereja. Jangan mengira bahwa gereja harus mempraktekkan sikap umum sampai suatu tingkat hingga ia harus menerima segala jenis orang. Tidak, lama sekali tidak demikian. Ya, kita memang harus umum, tetapi tetap masih ada orang-orang tertentu yang dengannya kita tidak dapat menjadi umum.
SEORANG YANG LALAI MENDENGARKAN GEREJA
Dalam kitab Matius, kita dapat melihat keseriusan dari lalai mendengarkan gereja (Mat. 18:15-17). Kita mengira jika seseorang kehilangan temperamennya, itu adalah sesuatu yang sangat serius; atau jika seseorang melakukan sesuatu yang tidak bermoral, itu lebih serius. Namun, jika seseorang lalai mendengarkan gereja, kita menganggapnya hampir tidak apa-apa karena kita tidak memiliki kesadaran bergereja. Tetapi, Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita harus menganggap orang yang demikian sebagai orang kafir. Dalam Alkitab, seorang kafir lebih buruk daripada seorang berdosa. Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa kita harus menganggap orang yang demikian sebagai pemungut cukai. Kita tidak seharusnya menganggap dia sebagai seorang saudara yang lemah dan bersimpati kepadanya. Tidak mendengarkan gereja itu serius.
Gereja Roma Katolik menjalankan terlalu banyak otoritas atas kaum saleh, karena itu salah satu butir dari Reformasi adalah menentang otoritas yang dilaksanakan secara berlebihan ini. Itulah sebabnya, kebanyakan orang Kristen menjadi begitu liberal terhadap gereja. Hari ini, hampir tidak ada orang yang menghormati gereja. Ketika kita berbicara mengenai menghormati gereja, beberapa orang bahkan menyalahkan kita, mengatakan bahwa ini adalah Katolikisme dan ini berarti menetapkan seorang Paus. Memiliki seorang paus itu pasti salah. Menjalankan otoritas yang berlebihan atas kaum saleh juga kesalahan yang serius, tetapi itu tidak berarti bahwa gereja tidak memiliki otoritas, juga tidak berarti kita tidak boleh memiliki kesadaran bergereja.
Saya akan mengilustrasikan hal ini. Seandainya kita mempunyai seorang saudara yang baik dalam segala hal. Tetapi ia melakukan sesuatu terhadap seorang saudara yang kasar dan tidak begitu baik. Akhirnya, ada tiga saudara lain yang terpaksa memberi tahu gereja mengenai hal ini. Kemudian, para penatua akan menasihatinya agar ia bertobat dan meminta maaf kepada saudara yang kasar itu. Namun, ia tidak mendengarkan, tetapi malah berkata bahwa yang salah adalah saudara yang kasar itu. Menurut konsep orang Kristen hari ini, kasus ini tidak begitu serius. Beberapa orang bahkan mungkin berkata bahwa ini memang kesalahan saudara yang kasar itu dan bukan saudara yang baik itu. Yang lain lagi malah bersimpati kepadanya karena pada faktanya ia memang selalu baik setiap saat.
Apa yang seharusnya kita lakukan dalam kasus ini? Setujukah Anda untuk menganggap dia sebagai seorang kafir? Saya percaya kebanyakan orang Kristen tidak akan menganggap hal ini sebagai sesuatu yang serius. Beberapa orang akan berpihak kepada saudara yang baik itu dan berkata sebaiknya kita tidak membesar-besarkan masalah ini. Yang lain lagi akan berkata, "Biarlah waktu yang membuktikan. Mungkin setelah dua minggu segala sesuatunya akan menjadi baik, dan mereka akan berdamai. Lupakan saja masalahnya saat ini." Inilah sikap kebanyakan orang Kristen karena mereka tidak memiliki kesadaran bergereja. Mereka tidak menganggap bahwa lalai mendengarkan gereja adalah sesuatu yang luar biasa serius. Meskipun dalam hidup gerej a, kita harus bersikap umum, tetapi j ika ada orang-orang tertentu dalam beberapa hal mungkin tidak menghormati gereja atau tidak mendengarkan gereja, kita tidak bisa bersikap umum. Ini mutlak perihal keesaan gereja. Kita harus memahami benar keesaan ini.
ORANG-ORANG YANG MENYEBABKAN PERPECAHAN
Roma 16:17 mengatakan, "Tetapi akan menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!" Ayat ini hanya dapat diterapkan pada hidup gereja yang tepat. Sebuah kelompok kekristenan yang sudah terpecah-belah, tidak berada di atas kedudukan yang tepat untuk menggunakan ayat ini. Ia harus mempraktekkan ajaran yang tepat dan seimbang seperti yang diajarkan rasul Paulus – ajaran yang sesuai, bukan ajaran yang tidak sesuai. Untuk menggunakan ayat ini, sebuah gereja lokal harus memiliki keseimbangan yang tepat. Jika tidak demikian, maka apa yang is ajarkan tidak tepat, dan akan sulit bagi seorang beriman untuk mendengarkan gereja itu. Setiap gereja lokal harus sangat hati-hati agar tidak menekankan apa pun di luar konteks iman secara berlebihan.
Saya akan mengilustrasikan hal ini. Seandainya suatu gereja lokal sangat menekankan penudungan kepala, memberi tahu setiap orang bahwa penudungan kepala adalah hal yang khusus dalam hidup gereja, dan semua saudari harus memakai penudung kepala mereka. I Maka, beberapa saudari mungkin akan tidak setuju. Lalu seseorang akan berkata, "Mari kita menerapkan Roma 16:17 kepada mereka." Ini akan menjadi penerapan yang salah karena gereja yang menekankan penudungan kepala secara berlebihan itu salah. Penekanan yang berlebihan mengenai penudungan kepala menyebabkan perselisihan.
Sekarang, marilah kita mempertimbangkan butir yang lain. Seandainya, sebuah gereja lokal menekankan keesaan, kesatuan. Ia menekankan satu kota, satu gereja, setiap saat. Satu kota, satu gereja, bahkan sampai menjadi slogan gereja. Sebagai akibatnya, beberapa kaum saleh menjadi tidak setuju, bahkan merusak gereja dengan pergi ke anggota demi anggota dan berkata, "Ini benar-benar keterlaluan. Gereja di sini adalah sekte satu kota, satu gereja. Ini adalah sekte gereja lokal." Jika demikian kasusnya, Roma 16:17 harus diterapkan kepada kaum saleh yang memberontak tersebut. Prinsipnya sama terhadap semua butir iman kristiani kita. Ketika kita mengatakan bahwa Alkitab adalah Firman Allah, diilhamkan secara ilahi kata demi kata, tidak peduli berapa banyak kita mengatakan hal ini, ini tidak berarti bahwa penekanan kita terlalu berlebihan. Dari hari ke hari, kita mungkin mengatakan hal ini, namun tetap saja ini bukan penekanan yang berlebihan karena ini adalah hal khusus dari iman kristiani kita. Tetapi jika seseorang berkata, "Katakan saja perkataan di Alkitab diilhamkan oleh Allah. Tidak perlu menekankannya kata demi kata. Terima saja Alkitab secara umum. Alkitab memang baik, tetapi mungkin beberapa ayat atau beberapa kata di dalamnya, tidak diilhamkan oleh Allah. Ada juga yang hanya diucapkan oleh penulisnya sendiri." Dalam kasus demikian, kita harus menerapkan Roma 16:17.
Kita harus jelas dan sangat seimbang. Menurut sejarah, menjadi tidak seimbang, menekankan sesuatu secara berlebihan, adalah penyebab dari semua perpecahan. Ajaran Rasul Paulus sangatlah seimbang, karena itu ia dapat berkata bahwa siapa saja yang menyebabkan perpecahan bertentangan dengan ajarannya dan hams dihindari, harus dijauhkan, harus ditandai. Namun, pada beberapa yang menyebut dirinya "gereja", ayat ini tidak pernah diterapkan, karena mereka tidak memiliki kedudukan yang tepat untuk melakukannya. Mereka sudah menjadi perpecahan. Untuk menerapkan ayat ini, kita mutlak harus tidak terpecah-belah. Kita harus sepenuhnya menj adi sebuah gerej a lokal yang murni dan tepat, penuh dengan keseimbangan.
Dua Tesalonika 3:6 dan 14, prinsipnya sama dengan Roma 16:17. Paulus mengatakan bahwa beberapa orang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah diterima dari dia. Ia juga mengatakan bahwa orang yang tidak mau menuruti apa yang ia katakan dalam surat ini, kita hares menandai dia dan tidak bergaul dengannya. Kita harus menandai orang-orang ini, menjauhkan diri dari mereka, dan tidak bergaul lagi dengan mereka. Jika tetap bergaul dengan mereka, berarti memperkuat roh mereka yang bersifat memecah-belah. Ini akan membantu mereka agar tidak menyebabkan lebih banyak perselisihan. Hanya sebuah gereja lokal yang tepat, murni, dan normal, yang memiliki kedudukan untuk menerapkan ayat-ayat seperti Roma 16:17; 2 Tesalonika 3:6, 14.
SEORANG YANG BERDOSA
Sekarang, marilah kita mempertimbangkan 1 Korintus 5. Ayat-ayat ini meliputi hal-hal dosa, seperti penyembahan berhala, perzinahan, pencemooh, pemabuk, dan pemeras. Semua hal ini luar biasa jahat dan menghina keilahian Allah juga merusak keinsanian. Penyembahan berhala adalah sesuatu yang menghujat persona Allah. Perzinahan, pencemooh, pemabuk, dan pemeras, merusak keinsanian. Allah sangat peduli terhadap persona ilahi-Nya. Ia adalah Allah yang cemburu. Ia juga peduli terhadap keinsanian. Itulah sebabnya Allah tidak akan mentoleransi satu pun dari hal-hal di atas. Tak seorang penyembah berhala pun atau seorang pezinah yang diijinkan berada dalam hidup gereja. Gereja lokal juga seharusnya tidak mentoleransi siapa pun yang adalah seorang pencemooh, pemabuk, dan pemeras. Semua hal ini merusak keinsanian dan juga merusak kesaksian Tuhan di atas bumi di antara umat manusia. Karena itu, Paulus memberi tahu kita bahwa seorang saudara atau saudari Kristen yang mempraktekkan satu dari hal-hal di atas harus diusir dari antara gereja (1 Kor. 5:13). Tetapi, untuk hal-hal yang lain, asalkan ia bukan bersifat dosa dan asalkan ia tidak berkaitan dengan berhala, atau dengan segala bentuk perzinahan,` pencemooh, pemabuk, dan pemeras, kita harus mentoleransinya.
SEORANG YANG MEMECAH-BELAH
Kemudian Titus 3:10 mengatakan dengan jelas bahwa seorang bidat (pemecah-belah) yang sudah satu dua kali dinasihati, hendaklah kita jauhi, karena perpecahan merusak Tubuh Kristus. Allah peduli akan diri-Nya sendiri. Ia juga peduli akan keinsanian. Ketiga, Ia peduli akan Tubuh Kristus. Dalam gereja lokal, tidak seorang pun boleh melakukan sesuatu yang merusak persona Allah, keinsanian, atau Tubuh Kristus. Jika seseorang merusakkan salah satu dari hal-hal di atas, kita tidak dapat menerimanya lagi. Gereja harus menyingkirkan dia, menolak dia, atau menjauhi dia. Kita tidak dapat terus bergaul dengan orang-orang yang demikian.
SEORANG YANG MELANGKAH KELUAR
DARI AJARAN MENGENAI KRISTUS
Dua Yohanes 9 mengatakan, "Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak." Ini mengacu kepada orang yang keluar dari atau menyimpang dari ajaran-ajaran para rasul mengenai Kristus. Para rasul mengajarkan bahwa Kristus adalah Putra Allah yang berinkarnasi menjadi seorang manusia 'dan Dialah yang memberi kita hayat kekal. Mereka juga mengajarkan bahwa Dialah yang mati di atas kayu salib untuk dosa-dosa kita dan dibangkitkan pada hari ketiga. Ini adalah butir-butir utama dari ajaran para rasul. Memberikan hayat kekal adalah untuk kelahiran kembali. Mati di atas salib bagi dosa-dosa kita adalah untuk penebusan. Kebangkitan adalah untuk menanamkan (membagikan) hayat.
Bahkan pada abad pertama, beberapa orang yang menyebut dirinya Kristen, disebut antikristus, mereka telah keluar dari butir-butir ini. Beberapa orang mengatakan bahwa Kristus tidak datang sebagai manusia (2 Yoh. 7). Dengan kata lain, mereka tidak mengakui inkarnasi Kristus. Hari ini, prinsipnya sama, beberapa orang yang disebut kaum modernis, mereka menyebut dirinya sendiri "orang-orang Kristen", mengatakan bahwa Kristus mati di atas salib sebagai seorang martir, menderita penganiayaan, dan Dia bukan mati untuk dosa-dosa kita. Mereka mengatakan bahwa kematian-Nya bukan untuk penebusan, tetapi hanya mati martir. Mereka juga mengatakan bahwa Kristus tidak pernah dibangkitkan. Jika salah seorang dari mereka mengakui bahwa Kristus memang dibangkitkan, is akan mengatakan bahwa Ia hanya dibangkitan secara rohani, bukan secara fisik. Semua orang ini telah keluar dari apa yang diajarkan Kristus.
Kita tidak boleh memberi salam kepada antikristus atau kaum modernis yang demikian (2 Yoh. 9:10). Jika kita memberi mereka salam, kita berbagian dalam kejahatan-kejahatan mereka. Bahkan lebih lagi, kita tidak seharusnya menerima mereka ke dalam rumah kita. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa jika kita melaksanakan hal ini, kita menjadi terlalu khusus padahal kita harus bersikap umum. Tetapi kita tidak bisa bersikap umum terhadap orang-orang yang demikian. Mereka adalah orang-orang yang menghujat Kristus. Kita tidak dapat terus bergaul dengan para penghujat Tuhan. Siapa saja yang menghujat Tuhan Yesus harus dikeluarkan dari gereja. Kita hams menghindari mereka.
Saya harap perkataan ini membuat kita jelas, dengan siapa saja kita tidak dapat terus bergaul. Kita, orang-orang Kristen, sering kali menjadi bersikap khusus ketika Tuhan meminta kita untuk bersikap umum. Demikian juga, sering kali kita bersikap umum ketika Tuhan meminta kita bersikap khusus. Tetapi, saya percaya bahwa setelah mendoa-bacakan semua ayat ini beberapa kali, Anda akan memiliki konsep yang jelas. Dalam hidup gereja, tidak peduli seberapa umumnya kita, ada beberapa orang yang tidak bisa kita terima. Terhadap orang-orang ini, kita harus bersikap khusus. Kita tidak dapat terus bergaul dengan siapa pun dari mereka.
MEMPERHATIKAN TUMPUAN
Sering kali orang-orang datang ke sidang-sidang kita dan menjadi tertarik. Mereka menyatakan bahwa sidang-sidang kita indah dan cara Tuhan bergerak di tengah-tengah kita sungguh luar biasa. Tetapi, setelah beberapa hari, mereka tidak datang lagi karena mereka mendengar sesuatu yang tidak mereka setujui. Sikap yang demikian menunjukkan bahwa orang-orang yang terkasih ini tidak pernah nampak apakah keesaan gereja itu. Jika mereka telah nampak apakah gereja itu dan apakah keesaan gereja itu, mereka tidak akan peduli terhadap hal-hal yang tidak mereka setujui itu. Mereka tidak akan peduli terhadap kondisi gereja, tetapi yang mereka pedulikan hanyalah tumpuan.
Sepanjang waktu-waktu yang normal dalam sejarah mereka, semua orang Israel di Tanah Kudus adalah satu, mengambil Yerusalem sebagai pusat mereka yang unik. Kemudian, mereka menjadi tercerai-berai. Dengan kata lain, mereka menjadi terbagi-bagi. Pertama, beberapa orang ditawan di Siria. Kemudian, beberapa orang lagi ditawan di Mesir. Pada akhirnya, hampir semua orang yang tertinggal ditawan ke Babilon. Ini adalah penawanan mereka. Ini juga adalah perpecahan mereka. Setelah tujuh puluh tahun penawanan, Tuhan memerintahkan mereka untuk kembali. Bukan dalam jumlah besar, tetapi hanya sedikit sisa yang kembali.
Kitab Nehemia, Ezra, dan Hagai menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang yang kembali berada di dalam kondisi yang miskin. Beberapa telah menikah dengan orang kafir. Seandainya, orang-orang Ibrani yang tetap tinggal di Babilon adalah orang-orang yang rohani, beribadah, bahkan memiliki beberapa raksasa rohani di tengah-tengah mereka. Seandainya juga, mereka selalu memiliki sidang-sidang yang bagus. Selain itu, mereka yang berada di Siria dan di Mesir, walaupun kondisinya tidak sebaik mereka yang di Babilon, tetapi paling tidak masih lebih baik dari mereka yang kembali ke Tanah Kudus. Sekarang pertanyaan saya adalah: "Anda akan bergabung dengan yang manakah dari keempat kelompok ini?" Kebanyakan dari orang-orang yang tinggal di Babilon itu beribadah, rohani, dan patut dikasihi, dan sidang-sidang mereka agung. Di sana ada juga banyak raksasa rohani. Anda akan bergabung dengan mereka atau dengan orang-orang yang kembali ke Yerusalem, yang kondisinya begitu kasihan?
Situasi sesungguhnya hari ini ialah hampir tidak ada orang Kristen yang peduli terhadap tumpuan. Kebanyakan hanya peduli akan situasi. Mengapa orang-orang Kristen suka bergabung dengan kelompok-kelompok tertentu? Karena orang-orang yang berada di dalamnya rohani, atau karena sidang mereka bagus. Tetapi kita harus menyadari bahwa tumpuan jauh lebih penting daripada situasi di luar. Tumpuan tidak akan pernah berubah, tetapi situasi bisa naik turun. Hari ini, sidangnya mungkin saja luar biasa, tetapi besok sangat kasihan. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak perlu memperhatikan kondisi kita, tetapi ini bukanlah yang pertama. Ini bukanlah yang terutama. Ini hanyalah yang sekunder. Yang terutama adalah tumpuan. Jika kita telah melihat apakah gereja itu dan apakah pemulihan keesaan itu, kita akan peduli terutama pada tumpuan dan memberikan beberapa perhatian terhadap kondisi kita.
Kita senang memperbaiki kondisi kita, tetapi beban kita adalah untuk kedudukan, tumpuan. Orang-orang di Babilon mungkin cukup rohani. Mereka rriungkin memiliki guru-guru yang terkemuka yang menguraikan Hukum Taurat dan melayankan Firman dengan tepat dan kaya. Namun, tidak peduli seberapa rohaninya mereka, seberapa banyak mereka mengenal Firman, atau seberapa baik dan tepatnya tingkah laku mereka, mereka bukan keesaan, dan mereka tidak membangun kembali Bait Allah. Mereka bukan orang-orang yang merampungkan hal ini karena mereka tidak memiliki tumpuan. Mereka mungkin memiliki kemampuan dan kapasitas, tetapi mereka masih tidak memiliki tumpuan. Karena itu, mereka tidak dapat membangun kembali bait Allah. Keinginan hati Allah di atas bumi ini bukan hanya kerohanian umat-Nya. Keinginan-Nya yang utama adalah membangun kembali rumah-Nya.
Sejarah memberi tahu kita bahwa tidak lama setelah kembalinya mereka dari penawanan dan pembangunan kembali bait Allah, Kristus datang untuk pertama kalinya. Ia dilahirkan di Betlehem, melalui keturunan keluarga Daud. Tidak peduli seberapa rohaninya mereka yang di Babilon, mereka bukan orang-orang yang memiliki tumpuan yang tepat bagi Kristus untuk dilahirkan melalui mereka. Kristus dilahirkan di Betlehem melalui keturunan dari orang-orang yang kembali ke Tanah Kudus. Hanya rnereka yang kembali, yang berdiri di atas tumpuan yang tepat untuk memenuhi tujuan Allah, yaitu membangun kembali bait Allah dan membawa Kristus ke atas bumi. Jika seseorang datang untuk menempuh jalan gereja-gereja lokal, menjadi bagian dari pemulihan Tuhan, hanya karena sidang-sidangnya bagus, saya takut bahwa suatu hari, is akan pergi, karena kondisi sidang-sidang gereja bisa naik turun. Hari ini langit cerah, tetapi besok mungkin berawan, dan lusa mungkin angin bertiup kencang. Lalu ia akan pergi dengan ketakutan. Tetapi, jika seseorang jelas mengenai tumpuan, ia tidak akan peduli terhadap cuaca yang berubah-ubah.
KESIMPULAN
Saya mendorong Anda untuk membawa semua masalah ini ke hadapan Tuhan dan berdoa. Apakah Anda benar-benar telah melihat gereja? Apakah Anda benar-benar nampak apakah itu pemulihan keesaan? Selama tahun-tahun yang lalu, kita telah melewati berbagai jenis penderitaan, penganiayaan, penentangan, dan kritikan, bukan dari dunia kafir, tetapi terutama dari beberapa orang dalam kekristenan. Oleh belas kasih Tuhan, kita tidak pernah terguncang. Semakin kita ditentang, semakin kita menjadi solid. Tuhan telah meraih kemenangan.
Kita, yang telah dibawa kembali ke "Yerusalem", harus jelas mengenai apa yang sedang kita lakukan dan di mana kita berdiri. Hari ini, kondisinya mungkin mulia, dan besok mungkin kasihan. Tetapi, janganlah terganggu dengan hal-hal ini. Hari ketiga mungkin menjadi indah. Tetapi, kita perlu berdiri dengan seimbang. Jika kita tidak seimbang, kita akan menimbulkan masalah. Kita akan kehilangan pengaruh dan bahkan mengijinkan beberapa dasar kita dibawa pergi oleh musuh. Selama kita berdiri di atas tumpuan yang tepat dengan keseimbangan yang pas, kita akan tetap di sini sampai Tuhan datang kembali. Tidak ada yang dapat mengungguli jalan ini atau kesaksian ini.