PRAKTEK-PRAKTEK DALAM HIDUP GEREJA
Pembacaan Alkitab:
Yoh. 10:10b; 6:57, 63; 21:15; 1 Kor. 3:2, 6; 15:45b; 6:17; Ef. 4:13-15; 2:21; 1 Ptr. 2:2-3, 5
Dalam pasal sebelumnya, kita telah menunjukkan bahwa Allah mengutamakan empat hal. Pertama, Dia peduli dengan diri-Nya sendiri, Persona Ilahi. Kedua, Dia peduli dengan keinsanian. Manusia dibuat oleh-Nya menurut gambar-Nya sendiri bagi ekspresi-Nya. Ketiga, Allah peduli dengan Kristus-Nya, Putra-Nya Yesus Kristus. Dan terakhir, Allah peduli dengan Tubuh Kristus.
Allah tidak akan menolerir segala sesuatu yang menghuj at atau menghina diri-Nya. Allah menolak berhala macam apa pun juga menolak siapa saja yang menyembah berhala. Dia tidak pernah membiarkan seorang manusia pun memiliki Allah lain. Allah begitu peduli terhadap manusia yang Dia buat untuk mengekpresikan diri-Nya sendiri. Segala sesuatu yang merusak keinsanian seperti perzinahan, pemerasan, atau hal-hal semacam itu, tidak akan pernah Allah biarkan. Lalu segala sesuatu yang menghina Persona Kristus, atau pekerjaan penebusan Kristus, termasuk inkarnasi-Nya, ketersaliban-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya, ke-Tuhan-an-Nya, atau kedatangan-Nya kembali, tidak akan pernah Allah tolerir. Tubuh Kristus, gereja, adalah satu-satunya yang unik; tak satu pun yang dapat memecah-belah atau merusaknya. Segala sesuatu yang merusaknya, tidak akan pernah Allah biarkan. Itulah sebabnya rasul berkata untuk menegur orang yang bergolong-golongan sekali, paling banyak dua kali, tetapi jika dia tidak mendengarkan, tolaklah dia (Titus 3:10). Terhadap poin ini, Allah sangat tegas, sebab bergolong-golongan merusak Tubuh Kristus. Allah, pada dasarnya peduli terhadap keempat hal ini.
Namun, beberapa orang Kristen, percaya dan mengajarkan bahwa Allah sangat peduli dengan apa yang mereka sebut "amanat besar," yaitu, pergi memberitakan Injil dan kemudian membaptis orang dengan diselam. Yang lain percaya dan mengajarkan bahwa Allah sangat peduli pada bahasa lidah. Di antara orang-orang ini ada yang mengajarkan, jika Anda tidak berbicara dalam bahasa lidah, Anda tidak dapat menerima baptisan Roh Kudus. Namun, Allah telah bereaksi terhadap pengajaran-pengajaran semacam ini. Banyak kaum saleh yang baik tidak pernah dibaptis selam. Demikian juga, ribuan orang yang sudah diselamatkan tidak pernah berbicara dengan bahasa lidah. Walaupun demikian banyak di antara mereka menjadi raksasa rohani. Selama paruh abad terakhir, hampir tidak ada yang seorang pun yang semenonjol saudara Watchman Nee, tetapi dia tidak pernah berbahasa lidah. Sekelompok orang lain yang dipakai Tuhan, seperti Charles H. Spurgeon, D.L. Moody, R.A. Torrey, dan George Mueller, raja iman, tidak berbahasa lidah.
Namun, ini tidak berarti bahwa berbahasa lidah itu salah. Juga tidak berarti bahwa baptis selam itu salah. Saya juga setuju dengan baptis selam. Poin saya ialah bahwa Allah
tidak banyak peduli terhadap pengajaran dan praktek yang berbeda-beda seperti yang dilakukan beberapa orang Kristen.
BELAJAR PELAJARAN DASAR
Kita semua harus belajar suatu pelajaran dasar. Jika seseorang adalah penyembah berhala, dia tidak akan pernah dapat dipakai Allah. Sebaliknya, Allah menolak siapa pun yang menyembah berhala. Allah juga menolak penyembah berhala. Dia tidak pernah dapat memakai orang yang sedemikian. Namun, Anda tidak dapat berkata bahwa Allah akan menolak seseorang yang tidak setuju dengan baptis selam. Anda mungkin tidak bergaul lagi dengannya, tetapi Allah tidak.
Juga, kita tidak dapat berkata bahwa Allah dapat memakai seorang Modernis, seseorang yang berkata bahwa Kristus bukan Putra Allah atau mengatakan bahwa Kristus tidak mati di kayu salib bagi dosa-dosa kita, tetapi hanya menderita martir. Allah juga tidak dapat memakai orang yang bergolong-golongan. Allah menolak orang yang sedemikian. Tetapi Anda tidak dapat mengatakan bahwa jika seseorang tidak berbahasa lidah, Allah memecatnya. Anda mungkin memecat dia, tetapi Allah tidak.
Pertimbangan Allah yang utama ialah bahwa sepanjang Anda mengasihi dan menyembah Dia sebagai Allah satu-satunya, sepanjang Anda mengasihi keinsanian dan tidak merusaknya dengan hal-hal seperti perzinahan, pemerasan, dll, sepanjang Anda menghargai Kristus, menghormati Dia, menerima Dia, mengikuti Dia, mengasihi Dia, dan menerima Dia sebagai Penebus Anda, hayat Anda, Tuhan Anda, dan segala sesuatu Anda, dan sepanjang Anda mengasihi Tubuh Kristus, gereja, dan hidup untuk itu, Anda akan menjadi seseorang yang sangat banyak dipakai Allah.
Segala hal lain adalah sampingan. Jika Anda suka mengenakan tudung kepala, Anda dapat menudungi kepala Anda bagi Tuhan. Jika Anda suka pembasuhan kaki, Anda boleh mempraktekannya. Jika Anda suka memakai roti beragi untuk meja Tuhan, lakukanlah. Jika Anda suka memakai roti yang tidak beragi, siapkanlah beberapa. Kita tidak seharusnya menentang pengajaran atau praktek semacam ini. Namun, jika saya diminta untuk mempersiapkan roti, saya akan mempersiapkan yang tidak beragi. Saya tidak memaksakan untuk memakai roti yang tidak beragi, tetapi saya mempraktekannya. Jika saya seorang saudari, tentu saja saya akan memakai tudung kepala. Sesuai dengan hati nurani saya, saya akan menudungi kepala saya. Saya akan mempraktekkan perkara-perkara ini dalam sikap yang sedemikian, tetapi saya tidak memaksakannya. Pertimbangan dan perhatian Allah yang mendasar hanyalah bagi diri-Nya sendiri, bagi keinsanian, bagi Kristus dan bagi Tubuh Kristus, gereja.
HAYAT – HAL UTAMA DALAM PRAKTEK HIDUP GEREJA
Sekarang kita tiba di hal terakhir, praktek-praktek hidup gereja. Ini juga sesuatu yang telah kita pelajari dari sejarah. Meskipun kita tidak mampu terlibat dalam banyak hal selama dua puluh abad terakhir ini, kita dapat mempelajari sejarah, termasuk biografi, dan otobiografi dari banyak orang. Melalui membaca buku-buku itu, kita mengetahui tentang praktek yang berbeda-beda di antara orang Kristen selama seribu sembilan ratus tahun terakhir. Akibatnya, kita menyadari bahwa hari ini 'yang terbaik, yang terutama, yang pertama, yang harus kita perhatikan dalam praktrek hidup gereja ialah perkara hayat.
Sejarah pemulihan Tuhan menunjukkan bahwa dalam empat atau lima ratus tahun terakhir, hampir semua pengaj aran sudah dipulihkan. Juga, karunia-karunia telah dipulihkan sampai puncaknya, bahkan sampai ekstrim. Namun, perkara hayat tidak pernah dipulihkan dengan memadai.
GARIS HAYAT BATINI
Dalam sejarah pemulihan Tuhan, ada satu aspek yang disebut garis hayat batini. Ini dimulai dengan kaum mistik kira-kira tiga ratus tahun yang lalu. Surat kiriman kepada gereja di Sardis dalam Wahyu 3, mengacu secara nubuat kepada gereja selama waktu Reformasi. Kepada gereja di Sardis Tuhan berkata, "Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati" (ay. 1-2). Ini berarti bahwa apa yang masih tinggal, harus dihidupkan. Di mata Tuhan, gereja Reformasi memiliki nama yang berarti dia hidup padahal mati.
Tuhan bereaksi terhadap kematiannya melalui membangkitkan sekelompok orang beriman yang masih dalam gerakan Katolik. Mereka mulai dengan apa yang disebut kaum mistis dan tidak pernah meninggalkan gereja Roma Katolik. Beberapa orang di antaranya adalah Madam Guyon, Bapa Fenelon, dan Saudara Lawrence. Meskipun kelompok para pencari Tuhan ini berada dalam gereja Katolik, mereka sangat memperhatikan hayat batini. Banyak orang yang juga memperhatikan hayat batini ini, menerima bantuan dari kaum mistis ini. Kemudian, William Law, seorang Saudara dari Inggris, mengikuti aliran ini dan mengembangkannya. Kemudian Andrew Murray menerima bantuan dari William law dan menjadi seorang raksasa rohani dalam garis hayat batini.
Namun, kebanyakan orang Kristen tidak menaruh perhatian yang cukup terhadap masalah ini. Pengajaran itu nyata dan karunia itu dapat dilihat; namun, hayat batini adalah sesuatu yang misterius. Adalah mudah bagi kita untuk berbicara mengenai pakaian kita termasuk sepatu, kaos kaki, celana, dan baju. Adalah mudah bagi kita untuk berbicara mengenai tubuh fisik kita – tangan, kaki, hidung, mata, dan telinga kita. Tetapi sulit untuk berbicara mengenai kehidupan fisik kita, sebab kehidupan itu misterius. Kita perlu pakaian dan kita perlu tubuh, namun tanpa kehidupan fisik, kita hanyalah orang yang berpakaian bagus dengan tubuh yang diperindah terbaring dalam pemakaman. Jika kita tidak memiliki kehidupan fisik, kita adalah mayat. Hari ini situasi kekristenan hampir seperti ini: mendandani orang dan mempercantik mereka, namun kekurangan hayat.
Beberapa orang Kristen bahkan berbicara mengenai hayat, tetapi kebanyakan di antara mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Mereka tidak tahu apakah hayat itu. Mereka tidak tahu siapakah hayat itu. Mereka juga tidak tahu bagaimana bertumbuh dalam hayat. Mereka hanya memiliki istilah "hayat". Hampir semua pengkhotbah, minister, dan pembicara mengetahui bagaimana mengutip Yoh. 14:6 dan Yoh. 10:10, yang mengatakan, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup," dan "Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan memilikinya dalam segala kelimpahan." Tetapi jika Anda cek dengan mereka, bertanya apakah hayat itu, dan bagaimanakah mereka dapat bertumbuh dalam hayat, kebanyakan akan menjawab bahwa mereka tidak tahu.
Dalam praktek hidup gereja, hal utama yang ditekankan ialah hayat. Seringkali ada orang bertanya kepada kita apa yang salah dengan tempat mereka, janganlah menjawabnya. Jika seseorang mati, apakah keuntungannya memberi tahu dia bahwa dia salah dalam perkara ini atau perkara itu? Bahkan jika dia dapat menyadarinya, dia tidak dapat berubah. Tetapi beberapa orang masih saja mencoba mengubah orang mati. Tiga puluh tahun yang lalu saya melakukannya dalam ministri saya, tetapi sekarang tidak lagi. Waktu itu saya memberi tahu beberapa orang bahwa mereka salah dalam hal ini dan salah dalam hal itu dan bahwa mereka harus berubah. Setelah memberi tahu mereka, saya bahkan membantu mereka berubah, sekarang saya tidak melakukannya lagi. Saya sudah belajar bahwa ini tidak berguna. Keperluan kita ialah dihidupkan. Ketika kita memiliki hayat, hayat itu akan merawat segala sesuatunya. Hayat akan menyebabkan orang menyadari bahwa mereka perlu perpalingan. Kemudian, dalam hayat, mereka akan berpaling dengan sendirinya.
Saat Tuhan memulihkan hidup gereja di tempat tertentu, di sana mungkin ada hidup gereja yang sejati. Tetapi tanpa mempraktekkan hayat, ia akan mati. Mungkin ia benar dalam setiap aspek, tetapi mati. Tubuh yang mati di pemakaman adalah orang yang sesungguhnya, tetapi sekarang menjadi orang yang mati. Karena itu, hal yang terutama dalam praktek hidup gereja ialah hayat. Kita tidak akan pernah terlalu berlebihan untuk perkara hayat. Hal lain bisa saja ditekankan secara berlebihan, tetapi tidak demikian dengan hayat.
PERTUMBUHAN HAYAT
Hal yang paling penting perihal hayat ialah pertumbuhan. Jika tidak ada pertumbuhan, berarti mungkin tidak ada hayat atau ada sesuatu yang salah. Kita perlu bertumbuh dalam hayat. Dalam Yohanes 6:57 Tuhan Yesus berkata, "Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku." Apakah Anda mengira bahwa seseorang bisa hidup tanpa bertumbuh? Lihatlah orang-orang muda: mereka bukan hanya hidup tetapi juga bertumbuh. Ketika seseorang hidup, dia bertumbuh. Kita bukan hanya harus hidup oleh Tuhan tetapi juga bertumbuh oleh-Nya.
Tuhan Yesus juga memberi tahu kita dalam Yohanes 21:15 bahwa kita harus menggembalakan (memberi makan) domba-domba kita. Letakkan ketiga ayat dari kitab Yohanes ini bersama-sama. Ini sangat bermakna. "Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.... Barangsiapa yang memakan Aku akan hidup oleh Aku.... Gembalakanlah (Berilah makan) domba-dombaku." Kita bertumbuh dengan apa yang kita makan. Dan kita juga memberi makan orang lain dengan apa yang kita makan. Kita makan Yesus, karena itu kita memberi makan orang dengan Yesus. Yesus adalah makanan. Dia adalah padang rumput yang hijau, rumput yang lembut bagi domba-domba-Nya. Kita melayani domba-domba dengan Yesus, bukan hanya dengan doktrin atau pengajaran mengenai Yesus. Pengajaran belaka tidak pernah memberi makan orang. Kita memberi makan domba dengan elemen, bahan baku, dari Yesus.
Itulah sebabnya kita tidak suka mengajar orang terlalu banyak, dan mengapa kita suka meminta mereka untuk menyeru nama Tuhan. Para ibu tidak memberi makan anak mereka dengan pengajaran, mereka tidak mengajar mereka untuk bertumbuh, tetapi membantu rnereka bertumbuh melalui memberi mereka makan. Hari demi hari, tiga sampai lima kali sehari, mereka memberi makan anak-anaknya. Akibatnya setelah diberi makan, anak-anak mendapatkan sesuatu bagi pertumbuhan mereka. Mereka bertumbuh melalui apa yang mereka makan. Dalam hidup gereja pun demikian. Ini bukan iman Kristiani kita; namun, bagi pelaksanaan hidup gereja yang tepat dan memadai, kita harus memiliki pertumbuhan hayat.
BERTUMBUH DALAM HAYAT MENYELESAIKAN SEMUA MASALAH
Jika ada beberapa masalah di antara kaum saleh dalam gereja loyal, cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ialah mengalihkan perhatian mereka kepada masalah pemberian makan, kepada masalah pertumbuhan hayat. Dokter tahu bahwa obat yang terbaik ialah makanan. Jika seseorang makan dengan tepat dan cukup, gizi dari makanan akan membereskan segala macam penyakit dan kelemahan. Jika kaum saleh makan Tuhan Yesus secara tepat, setelah sejangka waktu, semua kematian akan ditelan oleh hayat. Jangan pernah mencoba menyelesaikan masalah dengan siasat Anda. Dalam politik, mungkin bisa, tetapi tidak dalam gereja. Dalam gereja, semakin seseorang bermain politik, semakin is akan mati. Dia pertama-tama akan mematikan dirinya sendiri dan kemudian mematikan orang lain. Jujurlah. Terus teranglah. Bersungguh-sungguhlah. Dan jangan pernah bermain politik. Satu-satunya hal yang pasti berhasil ialah pertumbuhan hayat. Belajarlah membantu orang bertumbuh.
Seringkali orang yang kuat mencoba mempengaruhi orang lain. Ini juga tidak seharusnya dilakukan. Jika Anda telah belajar sesuatu dari Tuhan, jika Anda memiliki sedikit ukuran pertumbuhan hayat, Roh Hayat tentu akan menghargainya, dan akan memberikan kesan pada orang-orang dengan apa yang telah Anda pelajari. Tidak perlu bagi siapa pun untuk mempraktekkan pengaruh atas orang lain. Pada akhirnya sikap semacam ini akan menciptakan kekacauan. Belajar menjadi sederhana, hiduplah di dalam roh dan layankan hayat.
Mempraktekkan pengaruh atas orang lain ialah satu hal, dan melayankan hayat kepada orang lain ialah satu hal lain. Mempraktekkan pengaruh atas orang lain masih merupakan sesuatu yang berasal dari perbuatan manusia. Baiklah saya mengilustrasikan secara demikian. Seandainya saya memiliki pengalaman hayat dalam melakukan perkara-perkara dan telah belajar melakukannya sepanjang waktu di dalam roh. Semua yang dapat saya lakukan hanyalah dengan sederhana bersekutu dengan Anda mengenai hal ini, menyajikan apa yang telah saya pelajari dan apa yang telah saya alami. Mungkin saya dapat melayankan sesuatu dari Firman berdasarkan pengalaman berjalan dalam roh. Namun, jika saya memiliki tujuan untuk melakukan sesuatu dengan suatu rencana, langkah demi langkah, ini salah. Saya mungkin mampu meyakinkan orang lain bahwa mereka perlu hidup di dalam roh, tetapi mereka hanya akan menerima doktrin, bukan pengalaman murni dari hidup di dalam roh. Jika demikian, maka saya bukan melayankan hayat. Saya hanya mempraktekkan pengaruh dari pengalaman saya di atas mereka. Pada akhirnya, ini akan menjadi suatu pergerakan. Setiap orang akan membicarakan bagaimana kita seharusnya berjalan di dalam hayat, di dalam roh, tetapi hanya berbicara. Hampir tidak ada hidup yang sesungguhnya di dalam roh. Dalam gereja lokal, kita perlu memiliki pertumbuhan hayat yang sejati, tanpa politik apa pun dan tidak ada seorang pun yang mempraktekkan pengaruh atas orang lain. Keperluan kita hanyalah hayat yang dapat dilayankan kepada orang lain.
HAYAT DAN PERTUMBUHAN HAYAT DALAM SATU KORINTUS
Mengapa saya mengatakan bahwa pertumbuhan hayat ialah hal yang utama dalam praktek hidup gereja? Saya akan menunjukkan satu Korintus kepada Anda. Orang banyak menyalahartikan kitab ini. Hal utama yang diambil Kaum Saudara dari 1 Korintus adalah doktrin-doktrin. Hanya mengambil doktrin adalah aplikasi Kitab 1 Korintus yang sungguh tidak memadai. Hal utama yang diambil orang-orang Pentakosta dari 1 Korintus adalah karunia-karunia. Ini juga penyalahgunaan Kitab 1 Korintus.
Paulus berkata, "Susulah yang kuberikan kepadamu" (1 Kor 3:2). Apakah ini pengajaran? Apakah ini karunia? Dia juga berkata dalam 1 Korintus 13:1, "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih (ekspresi hayat), aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing (sesuatu yang memberikan suara tetapi tanpa hayat)." Paulus selanjutnya berkata bahwa ketika dia tiba di Korintus, dia tidak datang dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh (1 Kor 2:4). Kemudian di pasal 14 dari 1 Korintus, dia berkata bahwa ketika dia datang kepada mereka lagi, jika dia datang dengan berbahasa lidah, apakah keuntungannya bagi mereka (ay. 6). Dia berkata juga bahwa dia sebaiknya berbicara lima kata-kata yang jelas dari pada ribuan kata dengan bahasa lidah (ay. 19). Ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita dengan jelas bahwa Paulus tidak begitu mengapresiasi pengajaran atau pun karunia.
Namun, Paulus sangat menghargai hayat. Dalam 1 Korintus, setelah Paulus berkata, "Susulah yang kuberikan kepadamu," dia berkata, "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan" (3:6). Dia juga mendeklarasikan bahwa Adam yang akhir menj adi roh pemberi hayat (15:45) dan barangsiapa bersatu dengan Tuhan menjadi satu roh dengan Dia (6:17). Ayat-ayat ini berhubungan dengan hayat dan pertumbuhan hayat. Mereka dengan jelas mewahyukan bahwa praktek utama dalam gereja lokal ialah pemberian makan, penanaman, penyiraman, dan pertumbuhan dengan kesadaran bahwa hari ini Kristus bukan hanya pemberi karunia tetapi Roh yang memberikan hayat. Hayat adalah praktek (pelaksanaan) yang sesungguhnya. Pengajaran adalah bagi hal ini, demikian juga karunia-karunia adalah bagi hal ini. Tetapi kebanyakan orang Kristen hari ini telah memisahkan semua pengajaran dan karunia dari hayat. Mereka hanya peduli dengan pengajaran atau karunia-karunia, tetapi bukan pada hayat. Yang normal dan tepat ialah bahwa kita perlu semua pengajaran dan juga karunia, tetapi kita memerlukan mereka bagi pertumbuhan hayat.
HAYAT DAN PERTUMBUHAN HAYAT UNTUK PRAKTEK KITA
Hayat dan pertumbuhan hayat bukanlah iman Kristiani kita, tetapi mereka sangat diperlukan dalam praktek kita. Jika kita menaruh perhatian hanya pada pengajaran dan karunia-karunia, kita memang masih adalah gereja lokal, tetapi saya yakinkan Anda, entah kita akan menjadi orang yang mati atau terpecah-belah. Pertama-tama, akan banyak ketidaksepakatan di antara kita, dan kemudian kita akan berpisah. Kita akan menjadi mati dan kemudian kita akan memiliki perpecahan. Hanya hayat dan pertumbuhan hayat dapat menjaga kita tetap hidup dan memelihara kita dalam keesaan sepanjang waktu.
Ketika kita semua berpaling ke dalam roh, kesadaran akan keperluan hayat dan pertumbuhan hayat dan menyeru nama Tuhan, kasih, dan kuasa yang menyatukan, ada di sana. Semua bahan dan elemen dari Kristus akan menjadi manis dan menjadi perawatan bagi kita. Kita semua akan bertumbuh bersama, dan tidak seorang pun yang mempermasalahkan doktrin atau memaksakan karunia pada orang lain. Inilah jalan untuk mempraktekkan hidup gereja.
HAYAT DAN PERTUMBUHAN HAYAT DALAM EFESUS
Dalam kitab Efesus, Paulus berkata, "Sampai kita semua telah mencapai... kedewasaan penuh" (4:13) — bukan berpendidikan tinggi, tetapi dewasa penuh. Kemudian Paulus melanjutkan, "Sehingga kita bukan lagi anak-anak...tetapi...bertumbuh ke arah Dia dalam segala hal" (4:14-15). Kitab ini juga mewahyukan bahwa hayat dan pertumbuhan hayat itulah segala sesuatu yang kita perlukan. Pengajaran dan karunia-karunia memang adalah sarana terbaik untuk melayankan elemen yang merawat orang, tetapi keduanya bukanlah elemen yang merawat itu sendiri. Untuk memasak perlu peralatan khusus, tetapi kita tidak melayankan peralatan itu kepada orang. Kita melayankan elemen yang merawat. Karunia-karunia dan pengajaran memiliki kegunaannya sendiri, tetapi elemen yang merawat adalah Kristus, Roh itu, dan Firman yang hidup.
Jika kita mempraktekkan hal ini, kita semua akan bertumbuh sampai mencapai kematangan, kedewasaan penuh, dan tidak seorang pun di antara kita yang masih menjadi kanak-kanak. Kita akan bertumbuh ke arah Dia dalam segala sesuatu. Bahkan sama seperti yang dikatakan Efesus 2:21, kita semua akan bertumbuh menjadi bait, menjadi bangunan yang sejati. Ini bukan dicapai oleh pengajaran, atau oleh mempraktekkan karunia-karunia, melainkan mutlak oleh hayat dan pertumbuhan hayat.
HAYAT DAN PERTUMBUHAN HAYAT DALAM 1 PETRUS
Petrus berkata bahwa sebagai bayi yang baru lahir, kita semua harus damba akan air susu Firman supaya kita bertumbuh (1 Ptr. 2:2). Kita akan bertumbuh oleh susu Firman dan kemudian kita akan menjadi batu hidup yang dibangun menjadi rumah rohani (1 Ptr. 2:5)
KATA-KATA TERAKHIR
Saya berharap bahwa kita semua akan menyadari bahwa dalam hidup gereja yang normal, praktek yang tepat ialah menaruh perhatian yang penuh kepada perkara hayat dan pertumbuhan hayat. Jika tidak demikian, kita mungkin menjadi gereja lokal sejati, namun kita akan menjadi orang mati yang penuh masalah. Kiranya Tuhan membelaskasihi kita. Kita berdiri pada iman Kristiani kita, tetapi kita mempraktekkan hayat dan pertumbuhan hayat. Inilah butir pertama dari praktek gereja lokal.