← Daftar isi Hal yang Khusus dari Hidup Gereja · bab 3/7

HAL YANG UMUM DARI HIDUP GEREJA (1)

Pembacaan Alkitab:

Dalam bab ini, kita akan mulai melihat hal yang umum dari hidup gereja. Dalam hidup gereja, kita semua haruslah umum. Namun, sebelum kita dapat menjadi umum, kita haruslah khusus. Mengenai enam butir dari iman kristiani kita, kita harus sangat khusus, sangat teliti. Jika kita bersikap umum terhadapnya, kita salah, tetapi ini hanyalah satu sisi. Kita perlu seimbang.

SIKAP UMUM YANG DIPRAKTEKKAN OLEH PAULUS

Selama kita memiliki dasar iman yang solid, hal yang khusus dari hidup gereja itu telah diletakkan, kita boleh menjadi sangat sangat umum. Rasul Paulus adalah orang yang sedemikian. Dia umum sampai suatu tingkat, hingga, menurut catatan dalam Kisah Para Rasul 21, ketika dia pergi ke Yerusalem untuk kali terakhir, dia dibujuk untuk pergi ke bait lagi, dan bahkan melakukan beberapa peraturan agama Yahudi. Dalam Kitab Roma dan Galatia, dia dengan berani melawan agama Yahudi; namun, ketika dia pergi ke Yerusalem untuk kali terakhir, dia dibujuk untuk pergi ke bait sekali lagi.

Karena Paulus adalah orang yang setia dan kuat, bagaimana mungkin dia bisa mengikuti anjuran untuk kembali ke Yudaisme dan imam-imamnya, bahkan menanggung biaya empat orang lainnya? Dia sedang mempraktekkan untuk bersikap umum. Tentu saja, saya mengakui bahwa pada kejadian ini, Paulus bertindak agak berlebihan; dia bahkan tidak seimbang, karena itu ia membuat kesalahan. Seimbang yang keterlaluan itu berarti masih tidak seimbang. Dia mentolerir keadaan itu, tetapi kali ini Tuhan tidak. Jika Paulus dapat melewati tujuh hari itu tanpa masalah apa pun, itu dapat membuktikan bahwa yang dilakukannya adalah benar. Tetapi Tuhan tidak akan mentolerir hal ini guna menjaga kejelasan kebenaran Injil bagi generasi selanjutnya. Tetapi bagaimanapun, hal ini memang menunjukkan bahwa Paulus adalah orang yang bersikap luar biasa umum dalam hidup gereja.

MAKAN MAKANAN YANG DIPERSEMBAHKAN KEPADA BERHALA

Menurut ajaran Paulus, ajaran Perjanjian Baru, bolehkah kita sebagai orang-orang Kristen makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, atau kita tidak seharusnya memakannya? Jika Anda berkata tidak, saya akan berkata bahwa jawaban Anda salah. Jika Anda berkata ya, saya juga akan berkata, jawaban Anda salah. Saya mempunyai beberapa ayat yang mendasari saya untuk berkata ya (1 Kor. 8:4-8; 10:25-27), dan saya juga memiliki beberapa ayat yang mendasari saya untuk berkata tidak (1 Kor. 8:9-13; 10:28-29). Dalam Perjanjian Baru, tidak ada jawaban yang pasti mengenai perkara ini.

Tidak lebih dari sepuluh tahun yang lalu, saya mencoba memahami roh penulis dari semua ayat ini. Lalu saya mulai memahami maknanya. Ini bukan perkara ya atau tidak; ini adalah perkara bersikap umum. Mengatakan dengan pasti bahwa orang tidak boleh makan apa pun yang dipersembahkan kepada berhala, akan menimbulkan masalah. Perkataan ini akan mengeluarkan (mengesampingkan) beberapa anggota. Namun, mengatakan ya, juga akan menimbulkan masalah. Perkataan ini akan menyebabkan lebih banyak kerusakan. Jadi Paulus bersikap umum.

Kita semua harus belajar menjadi seimbang. Anda mungkin merasa bahwa Anda memiliki kebebasan untuk makan apa pun. Anda merasa bahwa berhala tidak berarti apa-apa (1 Kor. 8:4-6), dan setiap berhala telah diletakkan di bawah kaki Anda. Bahkan Anda dapat makan barang-barang yang dipersembahkan kepada berhala di hadapan berhala itu. Tetapi apakah Anda menyadari bahwa kebebasan dan keberanian Anda itu akan merusak orang-orang yang lebih lemah? Mereka tidak akan pernah bersekutu dengan Anda karena mereka mengira Anda bersahabat dengan berhala. Jadi, ada kalanya Paulus berkata kita harus makan; dan pada kesempatan yang lain dia berkata kita seharusnya tidak makan. Keduanya benar.

MEMPRAKTEKKAN SIKAP UMUM

Seandainya sekarang saya sedang bersekutu, mengikuti meja Tuhan, dengan sekelompok orang beriman tertentu, dan hati nurani mereka semua sangat kuat. Mereka mungkin berkata, “Kita tidak mempedulikan berhala; berhala tidak berarti apa-apa.” Saya akan setuju dengan mereka, “Ya, puji tuhan, makan! Makanlah apa yang telah dipersembahkan kepada berhala. Itu tidak berarti apa-apa.” Saya berkata ya kepada mereka. Tetapi ketika saya bersama kelompok yang lain di mana hati nurani orang-orang kudus terkasih lemah, mereka takut berhubungan dengan apa pun yang berasal dari berhala, mereka mungkin berkata bahwa mereka merasa tidak bisa makan barang-barang yang dipersembahkan kepada berhala. Saya juga akan setuju dengan mereka, “Tidak, Anda memang seharusnya tidak berbuat demikian.” Lalu Anda mungkin menegur saya, sambil mengatakan bahwa saya adalah orang yang bermuka dua karena Anda mendengar saya berkata “ya” kepada satu kelompok dan “tidak” kepada kelompok yang lain. Kita tidak pernah dapat mengalami dan mempraktekkan hal ini tanpa memiliki roh yang bersikap umum. Tanpa roh yang demikian, kita pasti akan menyebabkan perpecahan. Kita tidak mungkin menjaga keesaan.

SIKAP UMUM DALAM ROMA 14

Inilah sebabnya Paulus bersikap demikian umum dalam Roma 14. Dia berkata bahwa beberapa orang makan segala jenis makanan. Namun, orang-orang yang lebih lemah hanya makan sayur-sayuran (ay. 2-3). Bagi orang-orang yang lebih lemah ini, semua binatang kotor, dan hanya sayuran yang tahir. Seandainya seorang beriman di tengah-tengah kita bersikeras untuk makan sayur-sayuran saja. Apakah yang seharusnya kita lakukan? Mungkin kita senang dengan “kebenaran” bahwa hari ini adalah hari anugerah, dan kita dapat makan apa saja. Kita akan bersikeras agar dia makan daging yang disembelih setiap hari, yang melambangkan Tuhan mati bagi dosa-dosa kita. Namun saudara terkasih ini berkata, “Aku memang percaya kepada penebusan Tuhan. Aku berterimakasih kepada Tuhan bahwa Dia tersalib bagi dosa-dosaku, tetapi hati nuraniku tidak akan mengijinkan aku untuk makan daging apa pun.” Inilah masalahnya hari ini. Orang-orang Kristen terpecah-belah karena mereka kekurangan roh yang bersikap umum.

Dalam Roma 14 juga terdapat perkara memelihara hari-hari (ay. 5-6). Beberapa orang menganggap penting satu hari. Mereka menganggap hari ketujuh sebagai hari yang paling penting dari hari-hari yang lain. Namun, beberapa orang menganggap semua hari sama saja. Bagi mereka semua hari sama. Ketika saya muda, saya berpikir Paulus sedang mengorbankan kebenaran. Saya berkata kepada diri sendiri, “Paulus, bagaimana Anda dapat menerima orang-orang yang merasa bahwa hari ini mereka harus memelihara hari Sabat? Mengapa Anda tidak memberi tahu kita dengan jelas bahwa memelihara Sabat itu salah?Hari ini adalah hari anugerah. Kita tidak perlu memelihara hari Sabat. Bagaimana Anda dapat berkata bahwa itu boleh?”

Seandainya seorang saudara dari aliran the Seventh Day Adventists mulai bersidang dengan kita dan bersikeras untuk memelihara hari Sabat.Apakah yang akan Anda lakukan? Kita semua harus belajar dari roh Paulus dalam Roma 14. Saya telah belajar pelajaran ini dengan keras. Ketika saya muda, saya memperoleh pengajaran yang terbaik mengenai pencelupan. Karena itu, kapan kala saya bertemu orang Kristen yang lain, pertanyaan pertama yang saya tanyakan adalah, “dengan cara apakah Anda dibaptis?” Jika dia berkata dengan dicelup, saya senang. Jika dia berkata dengan dipercik, saya akan menunjukkan ketidaksetujuan saya.

Demikian pula, pada mulanya ketika saya bertemu seorang Kristen, saya akan memeriksa dia, “Apakah Anda percaya kepada kedatangan kembali Tuhan Yesus?” Jika dia menjawab ya, lalu saya bertanya kepadanya kapankah dia akan diangkat. Jika dia mengatakan sesuatu yang tidak sepaham dengan saya, saya akan menunjukkan kepadanya banyak ayat yang membuktikan bahwa yang saya percayai adalah benar. Dengan kata lain, ajaran-ajaran yang saya senangi adalah mainan saya.

MENGABAIKAN ROMA 14

Hari ini banyak orang Kristen membicarakan tentang Tubuh dalam Roma 12, tetapi hampir mereka semua telah mengabaikan Roma 14. Tanpa Roma 14 kita tidak pernah dapat memiliki kehidupan Tubuh. Kebanyakan orang yang membicarakan tentang kehidupan Tubuh tidak memiliki kehidupan itu; mereka hanya memiliki perpecahan. Hari ini pemulihan Tuhan sebagian besar dikarenakan keesaan. Jika kita ingin memiliki keesaan, kita harus menjadi sangat general.. Ketika seorang saudara yang adalah seorang pengikut Seven Day Advent datang dan bersikeras memelihara hari ketujuh, kita seharusnya berkata kepadanya, “Saudara, jika Anda ingin memelihara hari Sabat, lakukanlah. Jika kita ada waktu, kita akan menemani Anda. Kita tidak ada masalah dengan Anda dan kita tidak ada perdebatan.” Inilah sikap, roh. Yang diambil oleh Paulus dalam Roma 14. tetapi ini tidak berarti Paulus tidak jelas akan doktrin mengenai hari Sabat. Dia sangat jelas, tetapi dia tidak memaksa. Dengan jelas kita diberi tahu olehnya dalam Kolose 2 bahwa Sabat adalah bayangan dari Kristus yang akan datang. Sabat adalah bayangan dan kini karena Tubuh telah datang, bayangan itu berakhir. Namun, dalam Roma 14 Paulus masih mentolerirnya.

Demikian juga, ketika seorang saudara datang dan bersikeras untuk makan sayur-sayuran saja, kita haris berkata kepadanya bahwa kita tidak bermasalah dengan hal itu. Ketika dia hanya makan sayur-sayuran, kita makan sayur-sayuran dengannya. Sekali lagi, ini tidak berarti Paulus tidak jelas mengenai doktrin makanan. Dia sangat jelas, tetapi dia tidak bersikeras. Dapatkah kita menjadi sangat general?

MASALAH PERKAWINAN

Sekarang kita sampai pada butir yang lain. Dalam Korintus 7, mengenai perkawinan, sikap Paulus adalah bahwa orang-orang kudus lebih baik tidak menikah, menjaga keperawanan mereka (ay. 7-8), dan jika mereka tidak memiliki istri, mereka tetap tinggal dalam keadaan mereka (ay. 27). Dia juga berkata dalam ayat 26, “Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah lebih baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.”

Inilah sikap paulus dalam 1 Korintus. Tetapi jika Anda melihat tulisannya yang selanjutnya, dia berkata dalam 1 Timotius 5:14, “Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan nama kita.” Dalam 1 Korintus 7 dia menahan orang untuk menikah; namun, dalam 1 Timotius 5 dia mendorong wanita muda untuk menikah, melahirkan anak, dan memimpin rumah tangganya. Jika Paulus ada di sini, kita mungkin bertanya kepadanya, “Saudara paulus, di manakah Anda berdiri? Apakah Anda berdiri bersama dengan 1 Korintus 7 atau 1 Timotius 5?”

Apakah Paulus salah? Kita tidak dapat berkata demikian. Ini tergantung pada keadaan. Jika keadaannya demikian, baiklah Anda tetap sendiri dan mengasihi Tuhan dengan segala apa adanya diri adanya, yang tepat. Namun, keadaaan kadang-dagang tidak mengijinkannya. Sebaliknya Anda perlu seorang istri atua suami dengan subuah keluarga. Jika keadaan seperti ini, maka wanita-wanita muda harus menikah. Perinsip ini sama dengan perkara makan makanaan yang dipersembahkan kepada berhala. Ini bukan perkara ya atua tidak. Ini adalah perkara yang tergantung pada keadaan. Anda seharusnya tidak mengatakan ya, juga tidak mengatakan tidak. Tidak ada yang resmi atau pasti. Ini seharusnya tidak seperti yang dipraktekan dalam gereja Roma Katolik. Mereka membuat peraturan semua biarawan,biarawati, dan pendeta seharusnya tidak menikah itu terlalu legal.

Kita semuat harus menyadari dari kasus-kasus ini bahwa dalam gereja lokal, sejauh itu mengenai semua dokrin, kita seharusnya tidak terlalu spesivik, tetapi general. Namun, sjauh itu berkenaan dengan iman kristen kita, kita harus spesivik. Terhadap iman, kita harus jelas / pasti. Tetapi untuk dokrin seperti pencelupan, pemercikan, penudungan kepala, pembasuhan kaki, memelihara hari, perkawinan, dan banyak hal lainnya, kita harus general. Jika kita tidak general, kita pasti akan terpecah.

MEMPRAKTEKKAN SIKAP UMUM

TERHADAP GEREJA-GEREJA LOKAL YANG LAIN

Ini bukan hanya prinsip untuk perorangan; ini juga prinsip untuk semua gereja lokal. Kita harus tidak hanya general terhadap perorangan, tetapi juga terhadap gereja-gereja yang lain. Kita seharusnya tidak menjadi sangat pasti. Kita seharusnya tidak kaku. Setiap gereja lokal harus belajar mengikuti semua gereja lokal yang lain. Misalnya gereja di Los Angeles mengikuti gereja di San Francisco dalam hal doa – nyanyi. Gereja di Los Angeles juga belum mulai doa baca. Sebagai pengikut dari gereja-gereja yang lain, gereja di Los Angeles belajar doa baca dari gereja Tai Pei dan belajar doa nyanyi dari gereje San Frncisco.

Kita tidak tahu apa akan yang terjadi esok hari di gereja di Seattle atau minggu yang akan datang di gereja di Moses Lake. Mungkin ada sesuatu yang baru di Moses Lake yang akan sangat membantu semua gereja lokal. Jika demikian semua gereja seharus mengikutinya. Kita harus semua belajar menjadai general. Kita seharusnya tidak mengatakan bahwa cara tertentu adalah yang terbaik untuk melaksanakan hidup gereja, atua bahwa cara tertentu adalah yang terbaik untuk gereja lokal. Saat ini saya dan banyak saudara lainnya merasa bahwa melatih roh dan memrawat hayat batinih melalui doa baca dan makan Tuhan Yesus adalah jalan yang paling bermanfaat bagi kita untuk memiliki hidup gereja yang tepat. Tetapi kita terbukan kepada Tuhan, Kita tidak tahu berapa jauh Tuhan akan bergerak. Kita semua harus mengakui bahwa masih ada ladang yang besar untuk kita gali. Mungkin setelah 2 tahun akan ditemukan sesuatu yang baru. Kita seharusnya tidak menjadi sangat pasti, sangat kaku. Kita seharusnya terbuka dan kita seharusnya general.

HAL-HAL YANG LEBIH BAIK UNTUK MEMBANGUN GEREJA LOKAL

Dalam 2 bab terachir saya menunjukkan bahwa ajaran-ajaran tidak begitu baik untuk membangun gereja lokal. Saya juga mengatakan bahwa karunia-karunia juga tidak begitu baik untuk membangun gereja lokal. Ada sesuatu yang lebih baik-melatih roh, bertumbuh dalam hayat doa baca dan menikmati Tuhan. Inilah hao-hal lebih baik bagi pembangunan gereja lokal. Saya tidak bermaksud ajara-ajaran mutlak tidak berguna; saya juga tidak bermaksud karunia-karunia mutlak tidak berguna. Saya telah melihat sejumlah orang di bangkitkan melalui karunia-karunia, dan sejumlah orang kudus dididik melalui ajaran-ajaran. Mengatakan ajaran dan karunia mutlak tidak berguna adalah salah. Namun membangun gereja lokal dengan hayat, dengan pertumbuhan hayat, dan keesaan adalah cara lebih baik. tak satupun dapat melebihi cara hayat, menikmati kristus untuk bertumbuh dan keesaan.

Kita seharusnya tidak pernah berusaha menyesuaikan atau membetulkan gereja-gereja lain. Jika gereja Anda yang kunjungi ada di bawah pengarahan Anda, Anda bisa melakukan hal-hal secara berbeda. Tetapi jika tidak dibawah pengarahan Anda, anda seharusnya tidak melakukan apa-apa. Ini sama seperti mengendarai mobil. Ketika Anda menaiki mobil seseorang, Anda seharusnya tidak berkata sepatah kata pun. Itu adalah mobilnya di bawah kendalinya. Tetapi jika mobil itu diberikan kepada Anda, Anda mungkin mengendarainya dengan cara yang lain. Kita seharusnya tidak menjadi supir duduk belakang.

Namun, masalahnya adalah ketika kita mengunjungi gereja lokal yang lain, kita mungkin memberi tahu orang-orang kudus di sana bahwa pelaksanaan di gereja lokal kita adalah cara yang benar. Kita mungkin berusaha membuat gereja di kota lain seperti gereja di lokal kita. Kita seharusnya tidak berbuat demikian. Kita seharusnya tidak berkata cara di gereja kita adalah cata yang normal. Membetulkan orang lain seperti demikian mutlak tidak benar. Cara Anda mungkin terburuk. Tetapi bahkan jika itu yang terbaik, Anda tidak perlu berusaha meyakinkan orang lain untuk mengikutinya. Berusaha meyakinkan orang lain akan cara Anda hanya akan menyebabkan perpecahan. Jika Anda mengira cara Anda yang terbaik dan memang itu terbaik,orang lain akan melihatnya dan akan belajar darinya. Jika orang lain tidak peduli untuk mempelajarinya, itu tergantung kepada mereka.

Jangan pernah terganggu oleh sesuatu yang berbeda dengan konsepsi Anda. Jika Anda memegang konsepsi bahwa sidang-sidang harus tenang, namun Anda masuk ke dalam sidang yang gaduh, jangan merasa terganggu. Anda harus belajar menjadi general dan mengikutinya. Jika konsepsi Anda adalah memiliki sidang yang gaduh, sidang yang penuh dengan pujian, dan Anda menghadiri sidang yang tenang, jangan merasa terganggu. Bersikaplah tenang bersama mereka. Jadilah general.

Bagaimana pun kita harus memelihara keesaan. Jangan membuat apa pun menjadi pasti. Jangan membuat apa pun menjadi spesifik. Jangan membuat apa pun menjadi kaku. Kita harus terbuka, kita harus general, dan kita harus belajar setiap saat.