HAL YANG KHUSUS DARI HIDUP GEREJA (2)
Pembacaan Alkitab: Yoh.
Dalam bab yang lalu, kita telah melihat bahwa hal yang khusus dari hidup gereja adalah iman kristiani kita. Iman kristiani kita tersusun atas kepercayaan-kepercayaan terhadap Alkitab, Allah, Kristus, pekerjaan Kristus, keselamatan, dan gereja. Menurut Alkitab, butir-butir ini membentuk iman yang mendasar dan sehat. Kita seharusnya tidak membuang satu pun dari iman ini atau menambahkan apa pun ke dalamnya. Jika kita membuang salah satu, kita pasti akan terpecah-belah, dan jika kita menambahkan sesuatu ke dalamnya, kita juga pasti akan terpecah-belah. Orang-orang Kristen itu sama hanya dalam hal iman ini. Agar tidak terpecah-belah, kita harus berpegang pada iman ini saja, tidak lebih dari itu.
Jadi, iman kristiani kita adalah tumpuan dari semua keesaan sejati kaum beriman. Malam terakhir Tuhan Yesus di atas bumi, Dia mengucapkan doa yang unik (Yoh. 17). Doa-Nya mewahyukan pentingnya keesaan semua kaum beriman-Nya. Tidak ada yang sepenting keesaan. Ketika gereja terpecah-belah, keesaan ini hilang. Setan juga mengetahui bahwa keesaan adalah perkara yang penting, butir yang strategis. Dia juga mengetahui bahwa selama dia bisa membuat orang-orang Kristen terpecah-belah, berarti dia berhasil.
KEMEROSOTAN GEREJA
Para rasul sebermula meministrikan kepada gereja apa yang telah diamanatkan oleh Tuhan. Namun, tidak lama kemudian, perkara-perkara yang telah mereka sampaikan kepada gereja mulai hilang. Mulanya gereja menerima semua perkara yang benar. Tetapi pada akhir abad pertama, perlahan-lahan gereja mulai kehilangan perkara-perkara ini. Di satu pihak, pada abad keempat belas, hampir semua hal yang telah Allah berikan dan amanatkan kepada Tubuh, telah hilang. Di pihak lain, dalam masa 1400 tahun itu, apa yang dinamakan gereja, telah menyerap banyak perkara yang bidah, gelap, dan berdosa. Apa pun yang hilang dari gereja adalah sesuatu yang diberikan oleh sang Kepala, dan apa pun yang diserap gereja adalah sesuatu yang diinjeksikan oleh Setan. Maka, sebagaimana yang ditunjukkan oleh sejarah kepada kita, masa itu adalah masa yang paling gelap.
PEMULIHAN TUHAN
Lalu, pada permulaan abad keenam belas, Tuhan membangkitkan Martin Luther. Sebelum dia, beberapa orang telah dibangkitkan. (Sebenarnya, sepanjang empat belas abad itu, ada beberapa orang kudus yang setia yang dibangkitkan oleh Tuhan untuk memulihkan kebenaran-kebenaran yang hilang.) Ini menyediakan jalan Reformasi. Pada waktu inilah, Tuhan memulai pemulihan-Nya dan memulihkan butir pertama, pembenaran oleh iman. Sejak saat itu, banyak perkara telah dipulihkan, seperti pengudusan oleh iman, kekudusan oleh iman, menempuh hidup oleh iman, kemenangan oleh iman, dan banyak butir lainnya.
KAUM PERSAUDARAAN MORAVIA
Dalam tahun 1700an, beberapa orang kudus terkasih yang ada dalam pemulihan Tuhan mulai memperhatikan hidup gereja. Hasilnya, pada saat itu di Eropa, terdapat berbagai macam sidang persaudaraan. Pada abad ke-18, beberapa saudara pindah ke Bohemia untuk bergabung dengan Count Zinzendorf. Di bawah kepemimpinannya, mereka mulai melaksanakan hidup gereja, dan pada tingkat tertentu, hidup gereja itu tepat dan juga cukup indah. Setelah pergi ke Bohemia dan tinggal dengan kaum persaudaraan ini sejangka waktu, John Wesley berkata, kalau saja ia tidak berbeban untuk Inggris, ia akan tinggal di Bohemia bersama mereka seumur hidupnya.
KAUM PERSAUDARAAN INGGRIS
Pelaksanaan hidup gereja oleh saudara-saudara di Bohemia itu baik, tetapi pada tahun 1828 sampai 1829 beberapa saudara dari Inggris di bawah kepemimpinan John Nelson Darby mulai berhimpun. Pelaksanaan hidup gereja mereka benar-benar suatu kemajuan yang besar. D.M. Panton, seorang penulis yang besar, lima puluh tahun yang lalu, mengatakan pergerakan ini lebih besar daripada Reformasi. Pergerakan tersebut cukup kuat dan sangat berpengaruh.
Sebelum Reformasi, sebagaimana sejarah menunjukkan kepada kita, Alkitab tertutup oleh gereja Roma Katolik. Melalui Martin Luther dan Reformasi, Alkitab menjadi bebas. Namun, Alkitab terbuka melalui saudara-saudara ini. Ada banyak pelajar dan guru Alkitab yang hebat di antara mereka—John Nelson Darby, Benjamin Newton, C.H.Mackintosh, William Kelly, dan yang lainnya. Melalui saudara-saudara ini, Alkitab tidak hanya menjadi buku yang bebas, tetapi juga buku yang terbuka. Teologi fundamental hari ini, sebagian besar berdasarkan ajaran-ajaran kaum persaudaraan.
Karena saudara-saudara ini sangat memperhatikan doktrin, maka doktrin-doktrin itu menjadi sumber banyaknya perpecahan. Perpecahan yang pertama terjadi tidak lama setelah mulainya mereka berhimpun pada tahun 1828. Ini terjadi dikarenakan konsepsi yang berbeda yang dipegang oleh John Nelson Darby dan Benjamin Newton. Mereka memiliki perselisihan yang besar terutama mengenai kedatangan Tuhan kali kedua. Sejak perpecahan yang pertama itu, ratusan perpecahan telah tejadi di tengah-tengah mereka. Semuanya disebabkan konsepsi yang berbeda mengenai ajaran-ajaran.
Semula, Kaum Persaudaraan sangat baik dalam perkara hayat; tetapi kemudian mereka disimpangkan dari hayat kepada doktrin. Karenanya, sebagaimana sejarah menunjukkan kepada kita, Tuhan dipaksa untuk bertindak.
HAYAT BATINI
Oleh karena suasana kematian yang ada pada gereja-gereja aliran Reformasi dan Kaum Persaudaraan, Tuhan bereaksi berikut ini. Pertama, Tuhan membangkitkan beberapa orang kudus terkasih berkaitan dengan perkara hayat batini. Salah seorang dari mereka adalah Madame guyon. Dia berasal dari antara orang-orang Katolik dan mendalam dalam hayat batini. Lalu pada abad terakhir, Konvensi Keswick didirikan, dan orang-orang yang ada di dalamnya mengikuti garis hayat batini. William Law, Andrew murray, dan Nyonya Penn-Lewis juga ada dalam garis ini.
KAUM PENGINJIL
Dalam reaksi-Nya, Tuhan juga membangkitkan kaum penginjil. Khususnya pada abad terakhir, ada sejumlah penginjil raksasa. Di negara ini, ada D.L. Moody, Charles Finney, dan R.A. Torrey. Di Inggris ada C.H. Spurgeon dan Hudson Taylor, pendiri China Inland Mission. Juga ada Willian Cary, yang pergi ke India. Banyak penginjil mendirikan beberapa macam misi untuk menyebarkan Injil. Ini semua terjadi di luar Kaum Persaudaraan.
PERGERAKAN PANTEKOSTA
Selain garis hayat batini dan garis kaum penginjil, mulai dari bagian pertengahan abad terakhir, ada pergerakan Pantekosta yang juga berasal dari Inggris. Karena Kaum Persaudaraan begitu dogmatis dan kaku, bangkitlah sekelompok orang yang tidak mempedulikan legalitas apa pun. Di dalam pergerakan Pantekosta ada penari-penari, “holy rollers dan holy laughers.”
Kaum persaudaraan mungkin berkata bahwa hal-hal itu tidak Alkitabiah. Tetapi banyak orang beroleh selamat dan dibangunkan kembali melalui pergerakan Pantekosta. Di Cina, saya bertemu seorang yang telah menghirup candu selama 40 tahun. Tak seorang pun dapat membantunya terlepas dari kecanduannya. Tetapi hasil dari satu kali lompatan (saat bersidang – red.), membuat dia terbuka kepada Tuhan dan beroleh selamat. Seorang perampok, yang bahkan tidak dapat dihentikan oleh pemerintah, berlutut dan berguling-guling selama 5 menit. Dan hasilnya, dia juga beroleh selamat. Saya sendiri berbicara dengan orang ini dan dia menceritakan kisahnya. Dia tidak mendapat bantuan melalui pemberitaan yang indah atau ibadah apa pun, tetapi melalui hal-hal yang liar. Semuanya ini – aliran hayat batini, kaum penginjil, dan pergerakan Pantekosta – adalah reaksi Tuhan terhadap ritual dan doktrin yang mati.
HIDUP GEREJA YANG TEPAT
Sampai permulaan abad ke 20, banyak hal telah dipulihkan: pengetahuan Alkitab, hayat batini, kaum penginjil, dan karunia-karunia Pantekosta. Namun masih belum ada hidup gereja yang tepat yang dipulihkan sepenuhnya. Lalu pada tahun 1920, Tuhan melakukan sesuatu yang luar biasa dengan memulihkan hidup gereja yang tepat di Cina, terutama melalui kepemimpinan Sdr. Watchman Nee. Sejak 1920 sampai hari ini, lima puluh satu tahun telah berlalu, dan saya telah berada di dalamnya selama 47 tahun. Hari demi hari saya telah melihat banyak hal terjadi, dan apa yang sekarang saya sampaikan kepada Anda, berasal dari realisasi saya oleh karena melihat semuanya itu.
Saya memohon agar Anda tidak medengarkan gosip apa pun mengenai Sdr. Nee. Saya bersamanya selama bertahun-tahun, dan dia banyak berbicara dengan saya dari hati ke hati. Hari ini, orang-orang menyebarkan berbagai macam rumor, bahwa Witness Lee berbeda dengan Watchman Nee, khususnya mengenai gereja. Tolong jangan mendengarkan rumor ini. Semua itu adalah dusta.
Saya telah mendokumentasikan setiap bab dari buku “Further Talks on the Church Life”, dengan mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun, juga tempat di mana Saudara Nee menyampaikan berita, karena ada rumor tersebar bahwa dia mengubah konsepsinya mengenai hidup gereja setelah Perang Dunia kedua. Tetapi semua berita itu disampaikan sejak dan setelah tahun 1948.
Saya tidak pernah bertemu seorang yang begitu tercurah untuk gereja. Pada tahun 1932, dia diundang oleh Kaum Baptis Selatan di daerah saya untuk mengadakan sidang musim panas. Sejak saat itu sampai dipenjarakannya dia pada tahun 1952, dia tidak pernah diundang oleh denominasi apa pun di Cina untuk berkhotbah. Mengapa? Karena masalah gereja. Bebannya, ministrinya tercurah untuk gereja, tetapi sebagian besar misionari, misi, dan denominasi tidak menyetujuinya, karena ajarannya menghapuskan dasar perpecahan dari semua sekte. Hari ini, banyak orang Kristen membaca dan mengapresiasi buku-buku sdr. Nee, tetapi beberapa toko buku Kristen di negara ini tidak akan memasukkan tulisannya mengenai gereja. Namun, beban Sdr. Nee begitu besar untuk gereja.
Saya telah menghubungi sejumlah pemimpin Kristen, dan telah membaca sejumlah buku. Namun, saya tidak pernah bertemu seorang atau membaca tulisan seorang yang mengenal Tuhan sedalam sdr. Nee dan berbeban untuk gereja sebanyak Sdr. Nee. Inilah sebabnya saya tetap bersatu dengannya. Saya menyadari bahwa dia adalah orang yang dibangkitkan Tuhan bagi tujuan-Nya yang khusus, yaitu memulihkan hidup gereja yang tepat.
Pemulihan hidup gereja yang tepat, seperti yang ditunjukkan oleh Sdr. Nee, adalah pemulihan keesaan yang unik dan pemulihan realitas gereja. Dalam buku berjudul Further Talks on the Church Life, dia berusaha sedapat mungkin mengambarkan dan menunjukkan kepada kita keesaan gereja yang sejati. Bab 4 dari buku ini mengambarkan empat macam kesatuan, dan hanya satu dari antaranya adalah keesaan gereja yang tepat dan sejati. Ini adalah bab yang klasik. Dia juga banyak meministrikan mengenai Kristus sebagai realitas dan isi gereja.
MAKSUD ALLAH SATU-SATUNYA
Allah bermaksud untuk memiliki gereja, memiliki Tubuh bagi Kristus. Dia tidak bermaksud hanya untuk memperoleh sejumlah orang yang beroleh selamat. Dia juga tidak bermaksud hanya untuk memiliki sejumlah orang yang rohani. Dia juga tidak bermaksud hanya memiliki beberapa orang Kristen yang bergairah dan yang saleh. Maksud Allah satu-satunya adalah memiliki gereja, memiliki Tubuh. Semua butir terdahulu mengenai pemulihan adalah untuk butir penting ini. Pemulihan hidup gereja pada dasarnya bergantung pada pemulihan keesaan dan realitas gereja. Inilah sebabnya keesaan adalah pemulihan Tuhan yang paling puncak. Tanpa keesaan tidak ada tumpuan yang tepat bagi hidup gereja.
Sebelumnya, Tuhan memakai orang yang berbeda-beda, untuk memulihkan banyak hal; namun, menyedihkan sekali karena hampir setiap butir pemulihan menyebabkan perpecahan. Semua butir yang dipulihkan seharusnya bagi gereja, tetapi orang-orang yang telah dipakai oleh Tuhan untuk memulihkan hal-hal itu menimbulkan perpecahan dengan butir-butir yang dipulihkan tersebut. Orang-orang yang menentang pemulihan gereja bukanlah orang-orang Kristen yang tidak terpelajar, tetapi justru orang-orang Kristen yang sangat menekuni pengetahuan Alkitab, yang sangat memperhatikan hayat batini, yang sangat berbeban untuk penginjilan, dan yang sangat dipenuhi hal-hal karismatik, Pantekosta.
Sasaran dari begitu banyaknya pertentangan adalah keesaan sebagai tumpuan hidup gereja. Setan selalu berusaha sekuatnya untuk merusak keesaan ini. Semua panah akan mengarah kepada orang yang tercurah bagi keesaan ini. Hari ini Setan, musuh yang licik, hampir tidak menyerang kerohanian, kekudusan, atau segala jenis perkara karismatik; Dia hanya menyerang satu hal -- keesaan yang sejati sebagai tumpuan gereja, yang adalah pemulihan hidup gereja yang praktis.
AJARAN-AJARAN DAN
HAL-HAL YANG BERSIFAT PANTEKOSTA DAN KARISMATIK
Saya tidak menentang karunia Pantekosta maupun penekanan doktrin tertentu; namun saya juga tidak untuk semua itu. Saya tidak menentang apa pun yang sejati. Lalu mengapa saya tidak untuk semua itu? Marilah saya ilustrasikan. Seandainya sebuah pabrik memiliki pilihan bahan-bahan yang berbeda yang dipakai untuk membuat barangnya. Tiap bahan yang berbeda itu mungkin baik, tetapi orang yang bekerja mengetahui dari pengalamannya bahan manakah yang akan menghasilkan barang terbaik. Demikian juga, dari pengalaman, saya dapat memberi tahu Anda bahwa cara terbaik untuk membangun gereja lokal adalah membantu orang-orang kudus menyadari roh insani mereka dan melatih roh mereka untuk mengontaki Tuhan. Dengan jalan ini mereka akan mengalami dan menikmati Tuhan, bertumbuh dalam hayat, dan terjaga dalam keesaan sebagai tumpuan hidup gereja. Ini bukan berarti tidak ada jalan lain untuk membangun gereja. Memang ada jalan lain, tetapi tak satu jalan pun yang sebaik dan setepat jalan ini.
Sebuah gereja lokal mungkin dibangun oleh pengajaran, tetapi jika Anda menggunakannya sebagai jalan yang mendasar untuk membangun gereja lokal, Anda akan menderita kerugian. Gereja mungkin juga dibangun oleh hal-hal yang bersifat karismatik dan Pantekosta, tetapi jika Anda memakainya sebagai jalan yang mendasar untuk membangun gereja lokal, Anda bahkan akan menderita kerugian yang lebih besar.
SEBUAH KESAKSIAN PRIBADI
Sekitar 37 tahun yang lalu, seorang saudara terkasih, yang sangat menekankan bahasa lidah, mendatangi saya dan bercakap-cakap secara mendalam dengan saya. Selama persekutuan, saya menunjukkan kepadanya keadaan yang sesungguhnya di Cina. Di antara orang-orang Kristen di Cina pada saat itu, ada beberapa orang yang menonjol, tetapi tak satu pun dari para pengkhotbah atau minister Kristen yang menonjol itu, yang berbahasa lidah. Watchman Nee tidak pernah berbahasa lidah. Dia sangat tidak menyetujui ajaran bahwa bahasa lidah adalah pernyataan yang unik dari baptisan Roh. Namun, hari ini ajaran saudara Nee telah begitu menonjol, tidak hanya di antara orang-orang Kristen yang berbahasa Mandarin, tetapi juga di seluruh dunia. Salah satu orang yang menonjol di Cina, Dr. John Sung, seorang penginjil, juga tidak pernah berbahasa lidah. Dia sangat menentang hal apa pun yang bersifat Pantekosta.
Lalu saya mempersekutukan butir kedua dengannya. Pada saat itu dua wilayah bagian di Cina penuh dengan orang Kristen. Satu wilayah, yang berlokasi di provinsi Che-Kiang, sangat menentang aliran Pantekosta. Wilayah lainnya yang berada di dalam wilayah kampung halaman saya, sangat menyukai hal-hal yang bersifat Pantekosta. Namun, pada saat itu, pekerjaan Pantekosta hampir mati, dan pekerjaan di Che-kiang yang menentang hal-hal Pantekosta menjadi kuat. Saya memberi tahu saudara itu bahwa saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa hal-hal Pantekosta tidak berguna, tetapi keadaan ini membuktikan bahwa ada sesuatu yang lebih baik.
Lalu akhirnya saya menunjukkan kepada saudara itu bahwa kelompok Pantekostanya di kota kami telah berhimpun selama bertahun-tahun, namun masih belum memiliki lebih dari seratus orang. Tempat sidang kita sangat dekat dengan tempat mereka, namun selama kurun waktu itu, jumlah orang kita telah meningkat. Dia adalah orang beriman yang setia, dan setelah saya berbicara dengannya, dia menambahkan bahwa dia juga menyadari bahwa saudara saudari di tempatnya menempuh hidup yang duniawi dan ceroboh, tetapi saudara saudari yang bersama kita sangat mengasihi Tuhan.
Hari ini, di Taiwan, tak ada pekerjaan lain yang sekuat pekerjaan gereja-gereja lokal. Di Taiwan ada seminari-seminari, orang-orang yang bergelar doktor, misionari-misionari, orang-orang fundamental, dan orang-orang Pantekosta, tetapi tidak ada pekerjaan kekristenan yang pernah sekuat pekerjaan gereja-gereja lokal.
SIKAP PARA PENULIS PERJANJIAN BARU
TERHADAP KARUNIA-KARUNIA
Dalam Perjanjian Baru kita melihat adanya karunia-karunia, tetapi kita harus mempertimbangkan keseluruhan Perjanjian Baru. Dalam Kitab Kisah Para Rasul kita melihat bahwa Paulus sangat berkuasa dalam penyembuhan ilahi selama ministrinya yang mula-mula (Kis. 14:9-10; 19:11-12) meskipun dia tidak menekankannya, tetapi pada ministrinya selanjutnya, ketika anak rohaninya, Timotius, sakit pada perutnya, dia hanya memberi tahu Timotius untuk tidak minum air, tetapi minum sedikit anggur (1 Tim. 5:23). Demikian juga, maksud Paulus dalam menulis 1 Korintus adalah untuk sedikit membatasi orang-orang kudus, atau setidaknya membetulkan mereka, agar mereka memakai bahasa lidah dengan tepat (1 Kor. 14:6-11, 18-19).
Dalam Efesus, kitab mengenai gereja, Paulus tidak mengatakan apa pun mengenai karunia-karunia mujizat. Dalam pasal empat, karunia-karunia adalah orang-orang. Paulus mengetahui bahwa jalan terbaik untuk membangun gereja bukanlah dengan ajaran-ajaran maupun karunia-karunia, tetapi melalui Roh dengan hayat.
Dalam semua kitabnya selanjutnya, 1 Timotius, 2 Timotius, dan Titus, Paulus tidak mengatakan sepatah kata pun mengenai karunia-karunia mujizat. Selain itu, baik Paulus maupun Yohanes tidak mengatakan apa pun dalam kitab-kitab mereka mengenai karunia-karunia Pantekosta tertentu. Paulus, Petrus, dan Yohanes adalah orang-orang yang penuh dengan pengalaman, tetapi tak seorang pun dari mereka yang menekankan karunia-karunia Pantekosta.
JALAN HAYAT
Jalan hayat oleh Roh itu adalah jalan yang bermanfaat. Jalan ini memang sangat lambat, tetapi mantap dan teguh. Untuk jangka panjang, tak satu pun yang dapat mengalahkan jalan ini. Ini akan berjalan tahun demi tahun dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Ini juga akan menjadi semakin kuat dan lebih kuat, semakin solid dan lebih solid. Ini berjalan lambat tetapi untuk jangka panjang, inilah jalan yang tercepat. Ini seperti memelihara kebun buah-buahan. Pohon-pohon yang ditanam untuk menghasilkan buah bertumbuh dengan cukup lambat, tetapi untuk jangka panjang, ini tidak lambat. Pada akhirnya, jalan hayat oleh Roh itu menghasilkan sesuatu yang tidak dapat diguncangkan atau dihancurkan oleh apa pun.
PERKATAAN AKHIR
Kita seharusnya tidak menentang apa pun yang benar-benar berasal dari Alkitab. Gereja-gereja lokal haruslah mencakup segala sesuatu (all-inclusive). Namun, entah dalam pengajaran atau pun pelaksanaan, adalah bijaksana jika memakai hal-hal yang lebih baik. Ketika kita tiba pada bahasan mengenai hal yang umum dari hidup gereja juga praktek-praktek dalam hidup gereja, pada bab selanjutnya, hal ini akan menjadi semakin jelas. Begitu banyak hal yang tidak berada di dalam lingkaran hal yang khusus, iman Kristiani kita, tetapi dalam ruang lingkup praktek-praktek untuk pelaksanaan. Contohnya adalah doa-baca. Kita tidak memaksakan pelaksanaan doa-baca, karena ini bukan butir dari iman Kristiani kita. Tetapi itu adalah untuk pelaksanaan kita. Saya percaya bahwa melalui bersekutu sedemikian kita semua akan menjadi jelas dan semakin jelas.