HAL YANG KHUSUS DARI HIDUP GEREJA (1)
Pembacaan Alkitab: Ef. 4:13-16;
Dalam buku ini saya berbeban untuk membahas hal yang khusus, umum, dan praktek-praktek dari hidup gereja. Dalam bab ini, saya akan memulai dengan membahas hal yang khusus dari hidup gereja. Kita semua harus mengenal apakah yang begitu khusus dari hidup gereja.
IMAN
Hal yang khusus dari hidup gereja adalah iman. Dalam Perjanjian Baru, kata “iman” dipakai dalam dua arti yang berbeda. Pertama, iman berarti tindakan percaya (Rm. 5:1, Ef. 2:8, Ibr. 11:1). Kita memiliki iman kepada Tuhan Yesus dan inilah tindakan percaya. Ini adalah arti yang subyektif dari kata iman. Ada juga arti yang kedua, yaitu arti yang obyektif dari kata iman. Iman yang dipakai dengan maksud ini mengacu kepada perkara-perkara yang kita percayai (yakini), obyek dari iman, kepercayaan kita (Tit. 1:4, Why. 14:12, 2 Tim. 4:7). Jadi, ketika kita mengatakan hal yang khusus dari hidup gereja adalah iman, ini berarti iman yang adalah obyek dari percayanya kita. Inilah yang kita sebut iman kristiani. Sebagai orang-orang Kristen, kita memiliki iman yang unik.
Paulus mengatakan, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Tim. 4:7), dan dia juga memerintahkan Timotius untuk, “Bertandinglah dalam pertandingan iman” (1 Tim. 6:12). Yudas memberitahu kita untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yud. 3). Iman yang disebutkan dalam ayat-ayat ini tidak berarti tindakan percayanya kita tetapi mengacu kepada perkara-perkara yang kita percayai bagi keselamatan kita. Semua ayat yang ditulis pada permulaan bab ini berkaitan dengan hal ini. Jadi, iman ini adalah sesuatu yang unik, sesuatu yang khusus, sesuatu yang spesial. Karena itu, dalam hidup gereja kita hanya mempunyai satu hal yang khusus atau spesial. Itu adalah iman, iman kristiani kita, yang tersusun dari kepercayaan-kepercayaan terhadap Alkitab, Allah, Kristus, pekerjaan Kristus, keselamatan, dan gereja.
Mengenai Alkitab
Alkitab adalah Firman Allah. Kita percaya bahwa Alkitab, kata demi kata, diilhamkan secara ilahi oleh Allah (2 Ptr. 1:21), sebagai hembusan Allah (2 Tim. 3:16). Orang-orang Kristen yang sejati tidak memiliki keraguan sedikit pun terhadap butir ini. Kita harus percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang mutlak sempurna.
Mengenai Allah
Allah benar-benar satu, tetapi tritunggal -- Bapa, Putra, dan Roh (Mat. 3:16-17; 28:19; 2 Kor. 13:14; Ef. 2:18; 3:14-16; Why. 1:4-5). Ke-Allah-an itu tiga secara khusus, tetapi Mereka bukan tiga Allah yang terpisah. Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Alkitab memberi tahu kita dengan pasti bahwa Allah itu satu (Ul. 4:35, 39; Mzm. 86:10; 1 Kor. 8:4; 1 Tim. 2:5).
Di tengah-tengah orang Kristen, ada yang percaya bahwa Bapa adalah satu persona dan Putra adalah persona yang lain, tetapi Roh hanyalah sebuah kuasa. Orang Kristen yang lain percaya bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah tiga Allah yang terpisah. Sejujurnya, konsepsi-konsepsi ini adalah bidah. Kita semua harus percaya bahwa berdasarkan wahyu ilahi dari Firman kudus, Allah kita benar-benar satu.
Kita hanya mempunyai satu Allah yang tritunggal. Namun, kita tidak mampu menjelaskan mengenai Dia dengan tuntas karena mentalitas kita begitu terbatas. Sebenarnya kita bahkan tidak dapat menjelaskan mengenai diri kita sendiri dengan sangat baik. Kita tahu bahwa kita memiliki roh, jiwa, hati, dll, tetapi sulit menjelaskannya. Lalu, bagaimana kita bisa menjelaskan mengenai Allah tritunggal dengan sangat tuntas? Kita hanya dapat percaya apa yang diwahyukan dengan jelas dalam Firman kudus, yaitu Allah itu satu tetapi tritunggal. Inilah butir kedua dari iman kristiani kita.
Mengenai Kristus
Kristus adalah Allah di dalam kekekalan (Yoh. 1:1) dan menjadi manusia di dalam waktu (Yoh. 1:14). Keilahian-Nya lengkap dan keinsanian-Nya sempurna. Karena itu, Ia adalah Allah pun manusia (Yoh. 20:28; Rm. 9:5; Yoh. 19:5; 1 Tim. 2:5), yang memiliki keilahian dan keinsanian.
Sebagai seorang manusia, Ia diurapi Allah dengan Roh (Mat. 3:16; Yoh. 1:32-33; Luk. 4:18-19) untuk merampungkan tujuan kekal Allah. Jadi, Ia adalah Kristus, Yang diurapi (Mat. 16:16; Yoh. 20:31).
Dia adalah Putra Allah (Yoh. 20:31), yang adalah gambar Allah (Kol. 1:15), cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah (Ibr. 1:3) yang terwujud dalam rupa Allah dan setara dengan Allah (Flp. 2:6; Yoh. 5:18); semua kepenuhan Ke-Allah-an berdiam di dalam Dia secara badani (jasmaniah - Kol. 2:9). Jadi, Dia adalah Allah itu sendiri (Ibr. 1:8).
Sebagai Putra Allah, Dia datang dalam daging dengan (kata Yunaninya, para, dari dengan) Bapa (Yoh. 6:46) dan dalam nama Bapa (Yoh. 5:43); itulah sebabnya, Dia disebut Bapa (Yes. 9:5). Dia bersama-sama dengan Allah dan Dia adalah Allah dalam kekekalan yang lampau (Yoh. 1:1-2), tidak hanya ada bersama-sama, tetapi juga saling huni dengan Bapa setiap saat (Yoh. 14:10a, 11a, 17:21). Bahkan saat Dia berada dalam daging di atas bumi, Bapa bersama-sama dengan-Nya (Yoh. 16:32). Jadi, Dia dan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30), bekerja dalam nama Bapa dan dengan Bapa (Yoh. 10:25; 14:10b), melakukan kehendak Bapa (Yoh. 6:38; 5:30), mengatakan perkataan Bapa (Yoh. 3:34a; 14:24), mencari kemuliaan Bapa (Yoh. 7:18), dan mengekspresikan Bapa (Yoh. 14:7-9).
Sebagai Allah yang kekal, Ia adalah Pencipta segala sesuatu (Ibr. 1:10; Yoh. 1:3; Kol. 1:16); dan sebagai manusia yang datang dalam daging (1 Yoh. 4:2) dengan darah dan daging yang jasmaniah (Ibr. 2:14), Ia adalah ciptaan, Yang sulung dari segala ciptaan (Kol. 1:15b). Jadi, dia adalah pencipta pun ciptaan.
Sebagai Yang mengutus dan Yang memberi Roh (Yoh. 15:26; 16:7; 3:34b), yang diutus Bapa dalam nama-Nya (nama Putra - Yoh. 14:26), Putra, yang adalah Adam yang terakhir dalam daging, menjadi Roh pemberi hayat melalui mati dan bangkit (1 Kor. 15:45b; Yoh. 14:16-20). Roh pemberi hayat ini, yang adalah nafas Putra (Yoh. 20:22), menerima semua yang berasal dari Putra (Yoh. 16:14-15) untuk bersaksi mengenai Putra dan memuliakan Putra (Yoh. 15:26; 16:14). Jadi, Dia juga adalah Roh itu (2 Kor. 3:17) yang selalu ada bersama-sama dan saling huni dengan Putra dan Bapa untuk tinggal di dalam kaum beriman (Yoh. 14:17, 23; Rm. 8:9-11) untuk menjadi Allah Tritunggal yang adalah Roh (Yoh. 4:24) yang berbaur dengan kaum beriman menjadi satu roh (1 Kor. 6:17) di dalam roh mereka (Rm. 8:16; 2 Tim. 4:22). Akhirnya, Dia menjadi tujuh Roh Allah (Why. 1:4; 4:5), yang adalah tujuh mata Putra, Anak Domba (Why. 5:6).
Sebagai Allah, yang menjadi manusia, Dia adalah Juru Selamat kita (Luk. 2:11; Yoh. 4:42) yang bernama Yesus – Yehova penyelamat kita, Keselamatan kita (Mat. 1:21). Sebagai Anak Domba Allah yang tersembelih di atas salib dan mengucurkan darah jasmaniah-Nya untuk dosa dan dosa-dosa kita, Dia adalah Penebus kita (Yoh. 1:29; 1 Ptr. 2:24; Ibr. 9:26, 28; 1 Ptr. 1:18-19). Sebagai Kristus yang terangkat, Dia adalah Tuhan dari semua orang (Kis. 2:36; 10:36), Kepala dari segala yang ada (Ef. 1:22), Kepala gereja (Kol. 1:18), dan Tuan atas segala tuan juga Raja atas segala raja (Why. 19:16).
Dalam kebangkitan, Dia adalah hayat kita (Kol. 3:4), Seorang yang tinggal di dalam kita (Gal. 2:20), juga kekuatan dan hikmat Allah bagi kita untuk menjadi pembenaran, pengudusan, dan penebusan kita (1 Kor. 1:24, 30). Jadi, di dalam Dia, semua atribut Allah menjadi kebajikan kita, dan Dia adalah isi, semua dan di dalam segala sesuatu, dari manusia baru (Kol. 3:11).
Jadi, kita nampak bahwa Kristus adalah segala sesuatu: Allah, manusia, sang Pencipta, ciptaan, Bapa, Putra, Roh, Penyelamat, Penebus, Tuhan, Kepala dari segala sesuatu, Kepala gereja, Tuan atas segala tuan, dan Raja atas segala raja. Sebagai Yang sedemikian, Ia adalah hayat kita, pembenaran, pengudusan, penebusan, dan segala sesuatu kita. Pujilah Dia!
Mengenai Pekerjaan Kristus
Pertama-tama, Kristus berinkarnasi menjadi manusia (Yoh. 1:14) dan mati di atas salib bagi penebusan kita (1 Ptr. 2:24; Why. 5:9). Kemudian, Ia bangkit dari antara orang mati untuk kelahiran kembali kita (1 Ptr. 1:3), terangkat ke surga untuk menjadi Tuhan atas segala sesuatu (Kis. 2:33, 36; 10:36), dan akan kembali lagi sebagai mempelai laki-laki, bagi gereja (Yoh. 3:29; Why. 19:7) dan Raja segala raja bagi segala bangsa (Why. 19:16). Ini adalah aspek utama dari pekerjaan Kristus. Aspek-aspek ini meliputi inkarnasi-Nya, penyaliban-Nya, kebangkitan-Nya, keterangkatan-Nya, dan kedatangan-Nya kembali. Tidak ada satu pun orang Kristen sejati yang membantah aspek-aspek dari pekerjaan Kristus ini.
Mengenai Keselamatan Kita
Seorang dosa harus bertobat kepada Allah (Kis. 2:38; 26:20) dan percaya kepada Kristus (Yoh. 3:16; Kis. 16:31) untuk pengampunan dosa-dosa (Kis. 10:43), untuk penebusan (Rm. 3:24), untuk pengudusan (Kis. 13:39), dan untuk kelahiran kembali (Yoh. 3:6) agar ia dapat memiliki hayat yang kekal (Yoh. 3:36) untuk menjadi anak Allah (Yoh. 1:12) dan anggota Kristus (1 Kor. 12:27). Ini adalah keselamatan kita oleh Allah melalui iman (Ef. 2:4-9).
Mengenai Gereja
Gereja, yang tersusun dari semua kaum beriman sejati di dalam Kristus, sebagai Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23; Kol. 1:24), adalah yang bersifat universal dan adalah satu secara universal (Ef. 4:4); sedangkan gereja lokal sebagai ekspresi Tubuh Kristus adalah yang bersifat lokal juga adalah satu secara lokal – satu kota, satu gereja (Why. 1:11).
HAL YANG KHUSUS DARI HIDUP GEREJA
Ada 6 butir utama dari iman kristiani yang tepat. Semua orang Kristen sejati tidak memiliki kebingungan sedikit pun mengenai butir-butir ini. Beberapa orang mungkin tidak sependapat dengan butir, satu kota, satu gereja, tetapi sebagai orang Kristen yang tepat, kita harus percaya bahwa gereja bersifat universal juga bersifat lokal. Sebagai Tubuh Kristus, gereja bersifat universal dan secara universal ia itu satu; sebagai ekspresi Tubuh Kristus, gereja lokal bersifat lokal, dan secara lokal, ia juga adalah satu. Tetapi bagaimanapun, ini tidak berarti bahwa seorang beriman sejati dalam Kristus, yang tidak sependapat dengan “satu kota, satu gereja”, tidak dapat diselamatkan. Ia memang masih diselamatkan tetapi ada sesuatu yang kurang, bukan untuk keselamatan, tetapi untuk hidup gereja yang tepat.
Iman adalah hal yang khusus dari hidup gereja. Ini adalah sesuatu yang sangat khusus, sangat spesial. Terhadap butir-butir dari iman kristiani kita ini, seharusnya tidak ada perdebatan. Jika kita ingin memperjuangkan sesuatu, kita harus memperjuangkan hal ini. Kita tidak perlu memperjuangkan perkara-perkara yang lain. Kita harus berjuang dalam pertandingan yang benar dari iman yang demikian. (I Tim 6:12). Kita harus mempertahankan iman yang demikian (Yud 3). Kita harus mengajarkan dan memberitakan iman yang sedemikian.
ANGIN PENGAJARAN
Ketika Paulus, yang sebelumnya dipanggil Saulus, menganiaya gereja, dia berusaha membinasakan iman ini. Namun, Tuhan menangkap dia, lalu dia menjadi seorang pemberita iman yang pernah hendak dibinasakannya (Gal. 1:23). Perjuangan kita haruslah untuk iman ini. Kita harus membedakan iman ini dari jenis-jenis doktrin (pengajaran) yang lain. Efesus 4:13 mengatakan, “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman”, dan kemudian dalam ayat 14 ada angin pengajaran. Dalam kedua ayat ini ada iman, dan ada doktrin (pengajaran). Memelihara hari Sabat dan sunat adalah doktrin. Ajaran mengenai penudungan kepala adalah jenis doktrin tertentu. Pembasuhan kaki adalah jenis doktrin yang lain. Baptis percik atau baptis selam juga adalah jenis doktrin lainnya. Masih ada perihal makan dan minum Kristus, doa-baca, bahasa lidah, dan penyembuhan ilahi, begitu juga jenis doktrin dan praktek lainnya. Kita tidak seharusnya mengira bahwa doktrin-doktrin atau praktek-praktek apa pun termasuk dalam hal yang khusus dari hidup gereja.
Jam berapa seharusnya kita mengadakan pemecahan roti, pagi hari atau malam hari? Ini adalah sebuah doktrin. Berapa kali kita seharusnya mengadakan pemecahan roti, sekali seminggu atau setiap hari? Ini juga sebuah doktrin. Apakah kita harus memakai roti beragi atau roti tidak beragi? Ini adalah doktrin jenis lainnya. Ketika seorang berdoa, apakah ia harus menutup matanya atau memandang ke arah surga? Ini juga adalah bentuk doktrin, semua ini adalah doktrin dan mengandung banyak perdebatan.
TERPECAH-BELAH OLEH DOKTRIN
Selama lima abad terakhir, sejak zaman Martin Luther dan reformasi, orang-orang Kristen telah terpecah-belah oleh segala jenis doktrin. Perpecahan hampir sepenuhnya diakibatkan oleh penekanan yang berlebihan atas berbagai doktrin. Misalnya, John Nelson Darby lebih dulu mengatakan bahwa menurut zamannya, semua karunia yang bersifat mujizat dan gaib telah berakhir, tetapi orang-orang yang disebut kaum Pentakosta dan orang-orang karismatik hari ini percaya bahwa karunia-karunia itu masih ada. Bahkan di antara orang-orang ini ada kepercayaan yang berbeda. Beberapa orang berkata bahwa seseorang mungkin saja dilahirkan kembali tetapi orang itu tidak pernah dapat dibaptis dalam Roh kudus tanpa berbahasa lidah. Bahkan beberapa orang mengatakan bahwa orang tidak dapat dilahirkan kembali jika tidak berbahasa lidah.
Mengenai perkara penyembuhan ilahi, ada berbagai pendapat. Beberapa orang, seperti George Muller, mempercayai bahwa penyembuhan ilahi, bukan karena karunia tetapi karena anugerah. Dalam otobiografinya, dia memberitahukan bahwa ketika ia muda, ia sangat lemah, namun ia hidup selama 93 tahun. Ia mengalami kesembuhan Tuhan oleh anugerah, tetapi kaum beriman karismatik atau pantekosta mengatakan penyembuhan adalah oleh karunia.
Hanya perkara harus membaptis orang masuk ke dalam nama siapa, juga ada banyak pendapat. Beberapa orang mengatakan bahwa kita harus membaptis orang dalam nama Bapa, Putra, dan Roh kudus. Yang lain mengatakan harus dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Mengenai pengangkatan, ada berbagai pengajaran yang berbeda, seperti pengangkatan sebelum kesusahan, pengangkatan sesudah kesusahan dan pengangkatan sebagian. Ini adalah doktrin-doktrin. Tak satu pun dari semua doktrin itu yang adalah butir iman.
Pengajaran demi pengajaran telah ada dan semua orang Kristen telah terpecah-belah, dan masih terpecah-belah oleh doktrin yang berbeda. Di tengah-tengah “Kaum Persaudaraan – the Brethren” hari ini, ada ratusan perpecahan. Ini dimulai dari 1828 atau 1829 dan sampai 1919, menurut catatan yang kami baca pada waktu itu, statistik menunjukkan bahwa dalam 90 tahun itu mereka terbagi menjadi 150 kelompok perpecahan, hanya dikarenakan berbagai pengajaran yang berbeda.
HANYA MEMPERHATIKAN IMAN
Iman semua orang Kristen sama, tetapi doktrin kita mungkin sangat, sangat berbeda. Percayakah Anda bahwa kita semua akan memiliki doktrin yang sama? Kapankah itu terjadi? Saya hampir tidak dapat percaya kalau dua orang di antara kita bisa mutlak sama dalam doktrin. Lalu apakah yang akan kita tekankan? Apakah kita akan menekankan doktrin? Jika demikian, maka kita akan terbagi-bagi, dan pada akhirnya terpecah-belah. Kita tidak seharusnya menekankan pengajaran, tetapi hanya menekankan iman kristiani kita. Kita dapat menekankan iman karena dengannya tidak ada perdebatan. Dalam hal iman, kita tidak memiliki masalah. Kita semua sama.
PERLUNYA BERTUMBUH
Namun, kita semua telah terinfeksi, dipengaruhi, dirusak, disimpangkan, dan bahkan terpecah oleh berbagai macam doktrin. Karena itu, kita perlu bertuimbuh, dan saat kita bertumbuh kita akan mencapai kesatuan iman (Ef 4:13). Semakin kita bertumbuh, semakin kurang kita menekankan doktrin. Semua doktrin seperti mainan. Semakin kekanak-kanakan, semakin kita senang bermain dengan mainan doktrin. Manusia yang dewasa, khususnya seorang kakek, tidak tertarik dengan mainan. Semakin kita matang, semakin sedikit mainan yang kita miliki. Jadi, kita semua perlu bertumbuh sampai kita mencapai kesatuan iman yang unik.