← Daftar isi 1 dan 2 Samuel (3) · bab 5/30

SEJARAH MENGENAI SAMUEL (4)

MINISTRINYA

(1)

Pembacaan Alkitab:

1Sam. 1:11, 28a; 2:35; 10:1; 16:1, 13; 3:20; 7:3-17; 8:6; 15:11b; 12:23

Dalam berita ini kita akan memulai membahas ministri Samuel. Di bawah kedaulatan Allah, Samuel diberikan kepada Allah oleh ibunya, dia bertumbuh di bawah pengawasan Eli, dididik dan dilindungi, dan matanya terbuka melihat perihal negatif dan positif. Sebagai hasilnya, dia menjadi seorang yang siap dipakai Allah untuk mengalihkan zaman.

Satu Samuel 7:1 memberi tahu kita bahwa orang-orang Kiryat-Yearim membawa tabut TUHAN ke rumah Abinadab. “Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN” (ay. 2). Di sini kita nampak pembagian garis sejarah orang Israel. Satu masa keadaan orang Israel terbalik; lewat keadaan ini keadaan kembali tepat. Menurut ayat 3 berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel “Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin. Kemudian bangsa Israel menjauhkan para Baal dan Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN (ay. 4). Selanjutnya Samuel berkata, “Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN” (ay. 5). Gambaran yang digambarkan dalam ayat-ayat ini sangat indah. Di sini kita memiliki satu umat yang kembali kepada Allah dan seorang, Samuel yang bersatu dengan Allah di bumi. Kita dapat berkata bahwa Samuel adalah TUHAN yang bertindak di bumi. Setidak-tidaknya dapat dikatakan bahwa Samuel mewakili Allah yang di surga memerintah atas umat-Nya di bumi. Sebagai seorang yang demikian Samuel mulai melayani.

I. SAMUEL MELAYANI DALAM LIMA STATUS

Samuel, yang memiliki sifat seorang Lewi dilahirkan oleh seorang keturunan Korah sipemberontak besar (1Taw. 6:33-38; cf. Bil. 16:1-33), ministrinya memiliki lima status.

A. Sebagai Seorang Nazir yang Mempersembahkan Diri kepada Allah dengan Mutlak bagi Penggenapan Ekonomi-Nya

Pertama, Samuel melayani sebagai seorang Nazir yang mempersembahkan diri kepada Allah dengan mutlak bagi penggenapan ekonomi-Nya, sukarelawan untuk menggantikan setiap urusan dan formal orang-orang yang melayani Allah (1Sam. 1:11, 28a). Sumpah Nazir dimulai oleh ibunya dan disempurnakan oleh Samuel.

B. Sebagai Seorang Imam

Kedua, Samuel melayani sebagai seorang imam.

1. Bukan karena Kelahiran tetapi karena Allah Membangunkannya Secara Khusus

Samuel adalah seorang imam bukan karena kelahiran tetapi karena Allah membangunkannya secara khusus. Mengenai Samuel, Allah berkata dalam 2:35, Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yang Kuurapi.” Ini menunjukkan bahwa Samuel akan menjadi imam yang setia untuk bertindak di hadapan Allah, bahkan menunjuk dan mendirikan raja bagi pemerintahan ilahi di bumi. Daud ditunjuk dan diurapi oleh dia. Dari sini kita nampak bahwa Samuel adalah sangat bersyarat dan sangat berkemampuan.

2. Setia terhadap Allah untuk Melakukan apa yang Ada dalam Hati Allah dan dalam Pikiran-Nya

Samuel setia terhadap Allah untuk melakukan apa yang ada dalam hati dan pikiran Allah. Seluruh diri dan orangnya, bukan saja yang dilakukan, dihidupkan, dan dikerjakannya, semua menurut Allah. Diri Samuel dan hati Allah adalah satu. Sebagai contohnya begitu banyak yang mengatakan bahwa Samuel, seorang yang menurut Allah, yang adalah Allah yang bertindak di bumi. Pikiran Allah adalah anggapan Samuel. Dia tidak mimiliki pemikiran, anggapan, atau berpikir yang lain. Kehidupan dan pekerjaannya untuk melaksanakan apa yang ada di dalam hati Allah. Sebagai akibatnya, Samuel adalah seorang yang mengalihkan zaman.

3. Untuk Menggantikan dan Mengakhiri, Imamat Harun yang Basi

Sebagai seorang imam, Samuel menggantikan dan mengakhiri imamat Harun yang basi. Dia tidak memberontak melawan kaum Harun, dan tidak merampas sesuatu dari kaum Harun. Tidak ada revolusi; hanya ada wahyu. Sebagaimana Samuel bertumbuh, Allah mengatur sekeliling untuk menyempurnakan dia dan membangun kemampuannya untuk mengerjakan segala sesuatu yang diperlukan Allah untuk mengubah zaman. Dalam pemulihan Tuhan tidak akan mengikuti jenis pemberontakan, tetapi Dia akan membawa banyak perubahan, penyesuaian, dan perbaikan, bukan melalui pemberontakan tetapi melalui wahyu.

Samuel memiliki pandangan yang jelas mengenai ekonomi Allah dan juga apa yang musuh sedang kerjakan untuk menghalangi ekonomi Allah di bumi. Samuel adalah seorang yang penuh pandangan yang dalam mengenai ekonomi Allah dan mengenai keadaan sekeliling. Akhirnya, Allah melakukan sesuatu yang cocok dengannya, dan ada perubahan di antara umat Israel. Umat itu kembali kepada Allah, meratap di hadapan Allah, dan hendak meninggalkan semua berhala. Sebelum perubahan ini terjadi, ada persiapan pada dua sisi: di sisi umat, yang kembali kepada Allah, dan di sisi Samuel, yang disempurnakan, diperlengkapi, dan layak bagi pergerakan Allah di bumi. Dalam keadaan ini orang Filistin, yang mengetahui hal tertentu mengenai orang Israel dan Allah dan yang mencoba untuk menyuap Allah dengan segala korban penebus salah mereka, yang dikalahkan sedemikian rupa.

4. Mengurapi Saul dan Daud menjadi Raja

Dalam penggantian keimaman ini, Samuel mengurapi Saul dan Daud menjadi raja (10:1; 16:1, 13) seperti yang Allah tetapkan bahwa ia selalu hidup di hadapan orang yang diurapi-Nya (2:35b) untuk mengawasi raja, mengamati apa yang raja kerjakan. Ini menunjukkan bahwa Samuel, Allah yang bertindak di bumi, lebih besar dari pada raja. Samuel bersyarat untuk berkapasitas karena bertahun-tahun Allah telah menyempurnakan dia bagi ekonomi-Nya, bukan untuk perkara lainnya.

Ketika ekonomi Allah dilaksanakan di antara umat-Nya, mereka diberkati. Ini berarti bahwa kesejahteraan, kesembuhan kita, berkaitan dengan melaksanakan ekonomi Allah. Kita seharusnya tidak mencari kesejahteraan yang terpisah dari ekonomi Allah. Karena ini adalah sia-sia dan bahkan hilang, hal ini perlu dipulihkan. Saya ingin mengatakan, khususnya kepada kaum saleh muda, kita ini seharusnya tidak mengharapkan kesejahteraan bagi kita sendiri. Malahan, sebagai kaum saleh dalam pemulihan Tuhan, kita harus mengharapkan bahwa melalui kita Tuhan akan melakukan yang memungkinkan untuk merampungkan ekonomi-Nya, kemudian kita akan diberkati.

C. Sebagai Seorang Nabi

Samuel berministri, atau melayani, bukan saja sebagai seorang imam tetapi juga sebagai seorang nabi. Sebagai seorang imam dia mengurapi raja, dan sebagai seorang nabi dia adalah asisten raja.

1. Didirikan oleh Allah

Samuel didirikan sebagai seorang nabi oleh Allah (3:20), dan tidak ada seorangpun yang menandingi dia.

2. Membicarakan Firman Allah untuk Menggantikan Pengajaran Firman Allah melalui Imamat yang Usang

Samuel didirikan oleh Allah untuk membicarakan firman Allah untuk menggantikan pengajaran firman Allah melalui imamat yang usang. Dalam keimaman hal pertama yang harus dilakukan seorang imam adalah berbicara bagi Allah. Tutup dada dan Urim Tumim dipakai oleh imam besar yang berarti dipakai oleh Allah untuk berbicara kepada umat-Nya. Dalam kemerosotan keimaman, pembicaraan Allah hampir-hampir hilang. Maka, Allah perlu membangunkan seorang yang hidup, seorang nabi, untuk berbicara bagi Dia, dan inilah apa yang Dia lakukan terhadap Samuel. Dalam ketetapan Allah Samuel terhitung sebagai nabi pertama. Tentu saja, Abraham adalah seorang nabi yang berbicara bagi Allah, tetapi dalam jalan yang ditetapkan Allah Samuel adalah nabi pertama untuk menetapkan kenabian.

Dalam Perjanjian Lama bagian terakhir wahyu ilahi bersama nabi-nabi, dari Yesaya sampai Maleakhi. Terpisah dari pembicaraan Allah alam semesta akan menjadi kosong. Kita berterima kasih pada Tuhan bahwa oleh belaskasihan-Nya, kita memiliki kelanjutan pembicaraan-Nya dalam pemulihan-Nya hari ini.

3. Samuel Menerima Firman Allah dan Membicarakannya kepada Eli yang Tua dalam Imamat yang Pudar

Nubuat pertama Samuel adalah pembicaraannya kepada Eli (3:1-18). Samuel menerima firman Allah dan pembicaraannya kepada Eli tua dalam imamat yang pudar. Pembicaraan ini seharus disampaikan melalui Eli, tetapi dia pudar, dan Allah tidak dapat berbicara melalui dia. Sementara itu, Allah berbicara melalui seseorang yang sangat muda.

a. Pada Waktu itu:

1) Ketika Firman TUHAN Jarang dan Penglihatan-penglihatan tidak Sering

“Pada masa itu firman Tuhan jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering” (ay. 1b). Ini menunjukkan bahwa nubuat Samuel dalam pasal tiga saat itu ketika firman TUHAN jarang dan penglihatan-penglihatan tidak sering.

2) Ketika Pandangan Eli mulai Kabur sehingga tidak Dapat Melihat dengan Baik

Menurut ayat 2, nubuat pertama Samuel juga saat penglihatan Eli mulai kabur dan tidak dapat melihat.

3) Ketika Lampu Rumah Allah belum lagi Padam

Lebih jauh lagi, Samuel mulai untuk bernubuat saat lampu rumah Allah belum lagi padam (ay. 3). Pembicaraan Allah telah berhenti, tetapi masih ada beberapa terang. Menerapkan keadaan hari ini, kita dapat berkata bahwa dalam kemerosotan Katolik dan Protestan masih ada sedikit terang. Inilah belaskasihan Allah.

4) Ketika Samuel belum Mengenal TUHAN

Pada saat pasal tiga, Samuel “belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya” (ay. 7). Seperti digambarkan dalam ayat 4 sampai 9, Samuel memiliki pengalaman baru: TUHAN memanggil dia, dan dia mulai mendengar pembicaraan TUHAN.

b. Mengenai Penghakiman Allah yang Keras atas Keluarga Eli

Nubuat pertama yang dibicarakan Samuel memperhatikan penghakiman Allah yang keras atas keluarga Eli (ay. 10-18).

D. Sebagai Seorang Hakim

Keempat, Samuel melayani sebagai seorang hakim. Seorang imam melayani Allah, sebagai seorang nabi berbicara bagi Allah, dan seorang hakim melaksanakan pemerintahan administrasi Allah. Samuel berdiri di bumi untuk menjadi Allah yang bertindak yang mewakili Allah dan bertindak bagi-Nya, dalam keimaman, kenabian, dan sistem hakim-hakim. Dalam kehidupan gereja dalam pemulihan Tuhan hari ini, kita memiliki keimaman, kenabian, dan sistem hakim-hakim. Sebagai hasilnya, hal-hal ini tidak terbalik, tetapi pada posisi yang tepat.

1. Didirikan oleh Allah

Samuel didirikan oleh Allah untuk melayani sebagai seorang hakim (7:15-17).

2. Menggantikan Penghakiman Umat itu melalui Imamat yang Usang

Samuel didirikan sebagai seorang hakim untuk menggantikan penghakiman umat itu melalui imamat yang usang. Sistem hakim-hakim sebenarnya milik keimaman, selama keimaman termasuk dua perkara yaitu berbicara bagi Allah dan adminitrasi bagi Allah. Karena imamat Harun yang usang adalah pudar, Allah membangkitkan Samuel menjadi seorang imam yang baru, seorang nabi yang baru, dan seorang hakim yang baru.

Melalui Samuel dan kemampuan tiga gandanya dalam keimaman, kenabian, dan sistem hakim-hakim, pengaturan yang baik dibawa masuk, dan orang Filistin dikalahkan dan ditundukkan. Dalam keadaan ini, Allah memerintahkan Samuel untuk mengurapi Daud untuk menjadi raja yang dipilih Allah. Samuel membawa masuk Daud, nenek moyang yang penting Kristus. Kedatangan Kristus ke bumi adalah kejadian terbesar di alam semesta, dan reputasi baik untuk hal ini seharusnya diberikan kepada Samuel.

Hari ini Kristus adalah tanah permai kita, dan sekarang kita mengembangkan Dia dan berjerih lelah atas Dia. Kita adalah anggota-anggota Kristus dan menyusun tubuh-Nya, gereja. Inilah perampungan Allah atas ekonomi kekal-Nya, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru. Agar ekonomi kekal-Nya rampung, Allah perlu seorang Samuel.

E. Sebagai Seorang Pendoa

Kelima, Samuel melayani sebagai seorang pendoa.

1. Berdoa bagi Umat Pilihan Allah, Bangsa Israel

Samuel berdoa bagi umat pilihan Allah, bangsa Israel (7:3-14; 8:6; 15:11b).

a. Agar Mereka Terpelihara dalam Jalan Allah

Samuel berdoa bagi bangsa Israel agar terpelihara dalam jalan Allah, bersatu dengan Allah, tidak terjerat oleh berhala-berhala bangsa-bangsa, dan menikmati Allah sebagai Eben-Haezer, yang berarti “batu penolong.” “Samuel mengambil sebuah batu dan didirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya, sampai di sini TUHAN menolong kita” (7:12).

b. Sehingga Kedambaan Allah dari Kehendak-Nya dalam Umat-Nya dapat digenapkan

Samuel berdoa bagi umat pilihan Allah sehingga kedambaan Allah dari kehendak-Nya dalam umat-Nya dapat digenapkan. Sampai hari ini Allah telah menolong kita, tetapi kenapa Dia telah menolong kita? Allah telah menolong kita agar kedambaan-Nya dapat digenapkan. Kita perlu menyadari bahwa pertolongan Allah terhadap kita adalah bagi penggenapan-Nya atas ekonomi-Nya dan supaya kita menikmati berkat dalam penggenapan ini. Hari ini Allah memberkati kita dalam setiap cara untuk menggenapkan ekonomi-Nya untuk membangun Tubuh Kristus.

2. Pertimbangan Samuel, Menghentikan Berdoa bagi Umat Allah adalah Berdosa Terhadap TUHAN

Dalam pertimbangan Samuel, menghentikan berdoa bagi umat Allah adalah berdosa terhadap TUHAN (12:23). Kita juga perlu berdoa bagi umat Allah. Khususnya, para sekerja dan penatua perlu berdoa bagi gereja-gereja setiap hari.

3. Allah Mengakui Yeremia bahwa Samuel, seperti Musa, adalah Seorang yang Berdiri di hadapan-Nya bagi Umat-Nya

Allah mengakui Yerimia bahwa Samuel, seperti Musa, adalah seorang yang berdiri di hadapan-Nya bagi umat-Nya (Yer. 15:1). Musa adalah seorang imam, seorang nabi (Ul. 18:15, 18), dan seorang hakim, dan dia selalu berdoa bagi umat Allah. Dalam perkara ini Samuel adalah sama. Dia adalah seorang imam, seorang nabi, dan seorang hakim yang berdoa bagi umat Allah. Dalam Perjanjian Lama, hanya Musa dan Samuel yang bersyarat untuk berbagian penuh dalam keimaman, kenabian, dan sistem hakim-hakim.