← Daftar isi 1 dan 2 Samuel (3) · bab 22/30

SEJARAH MENGENAI DAUD (9)

DIMAHKOTAI OLEH RAKYAT UNTUK MENJADI RAJA

BAGI KERAJAAN ALLAH DI BUMI 2 SAMUEL 2—24

(3)

DAUD MEMPERHATIKAN TEMPAT KEDIAMAN ALLAH DI BUMI

(1)

Pembacaan Alkitab: 2Sam. 6

Dalam berita ini kita akan mulai membahas Daud memperhatikan tempat kediaman Allah di bumi. Seperti yang akan kita lihat, dalam pasal enam Daud memperhatikan tempat kediaman tabut Allah, dan dalam pasal tujuh dia ingin membangun rumah Allah.

I. MEMPERHATIKAN TEMPAT KEDIAMAN TABUT ALLAH

Melalui pasal enam, Daud tidak kekurangan dalam segala sesuatu. Semua hal telah dikerjakan bersama-sama bagi keuntungan Daud. Dia telah menjadi raja bukan hanya bagi Yehuda tetapi juga bagi seluruh suku umat Allah. Dia telah memperoleh kekuatan, Sion dan satu ibu kota, Yerusalem. Lebih jauh lagi, dia memiliki istana, yang telah dibangun dengan kayu aras dari Libanon. Dia di bawah kedaulatan Allah, dan kehadiran Allah menyertai dia. Selanjutnya dia mulai memikirkan tentang tempat kediaman Allah di bumi. Sebagaimana dia tinggal di rumah dari kayu aras, sedangkan tabut yang mewakili Allah, masih tidak memiliki rumah (2Sam. 7:2). Tidak dapat menanggung situasi demikian, Daud memutuskan untuk memindahkan tabut Allah ke tempat tinggal yang permanen. Ini menunjukkan bahwa hati Daud mengarah pada rumah Allah, tempat kediaman Allah.

Perkara tempat kediaman Allah di bumi sepantasnya sangat diperhatikan, menjadi bagian kita. Kita perlu menyadari bahwa apapun yang Allah lakukan bagi kita dan apapun yang Dia berikan kepada kita seharusnya sangat kita perhatikan untuk membangun tempat kediaman Allah di bumi. Agar Allah memiliki rumah di bumi adalah sangat mempermalukan musuh-Nya, Satan. Dari generasi ke generasi Satan telah bergumul untuk menyalahgunakan, merampas, dan menjajah bumi. Akibatnya, pada saat itu Allah telah terusir dari bumi. Inilah situasi pada zaman Daud. Namun, Daud bagi Allah; dia bersatu dengan Allah dan menurut Allah. Sebagai seorang yang menurut hati Allah, Daud damba mempersiapkan istana dimana Allah dapat memutuskan diri-Nya untuk turun ke bumi ini.

Agar paham dengan memadai Daud memperhatikan tempat kediaman tabut Allah, kita perlu mengulangi sejarah tabut Allah.

A. Sejarah Tabut Allah

Tabut yang dibuat dari kayu penaga yang dilapisi emas, melambangkan Kristus sebagai perwujudan pergerakan dan pekerjaan Allah. Tabut ditempatkan di bilik terdalam tabernakel, Ruang Mahakudus, dan menjadi pusat tabernakel. Pada tutup tabutnya, Allah datang untuk berkontak dengan umat-Nya. Dimana keadilbenaran Allah dipuaskan, dan Allah dan manusia dapat berdamai dan harmonis satu dengan yang lainnya. Ini juga tempat Allah berbicara, dimana Allah berbicara kepada manusia.

Tabut sangat dihormati oleh orang Yahudi karena mereka menganggap bahwa tabut adalah kehadiran Allah. Menghampiri tabut berarti menghampiri Allah. Maka, untuk memindahkan tabut ke kubu Daud berarti memindahkan Allah dari surga ke bumi, ke tanah suci, dan ke Zion, di mana Dia dapat tinggal.

1. Dibuat oleh Musa

Tabut dibuat oleh Musa (Kel. 25:10-11) menurut rancangan Allah untuk diisi dua loh hukum Taurat sebagai kesaksian Allah. Hukum menurut Allah dan sebuah “photo” Allah. Hukum Taurat mengatur hubungan manusia dengan Allah dan dengan orang lain. Karena hukum Taurat sebagai kesaksian Allah ditempatkan dalam tabut (ay. 16, 22; 26:33). Tabut juga bagi Allah untuk bertemu dengan umat-Nya dan berbicara kepada mereka (25:22).

2. Ditempatkan di Ruang Mahakudus di dalam Tabernakel

Menurut Keluaran 40:20-21 tabut ditempatkan dalam Ruang Mahakudus di dalam tabernakel.

3. Melintasi Padang Gurun bersama Bangsa Israel

Tabut melintasi padang gurun bersama bangsa Israel kira-kira selama empat puluh tahun (Bil. 10:33-36). Ini berarti bahwa Allah berjlan bersama umat-Nya. Pada saat itu, para imam memikul Dia, tetapi sebenarnya Allah memimpin perjalanan, membawa semua bangsa Israel maju.

4. Tinggal di Silo

Setelah bangsa Israel memasuki tanah permai, tabut tinggal di Silo (Yos. 18:1).

5. Ditawan oleh Orang Filistin

Pada poin tertentu dalam sejarahnya, tabut ditawan oleh orang Filistin (1Sam. 4:4, 11a, 21-22).

6. Tinggal di Negeri Filistin selama Tujuh Bulan

Tabut tinggal di negeri Filistin selama tujuh bulan (6:1).

7. Kembali ke Bet-Semes

Akhirnya, tabut kembali dari negeri Filistin ke Bet-Semes (6:11-15).

8. Dipindahkan dari Bet-Semes ke Kiryat-Yearim dan Disimpan di Rumah Abinadab

Tabut dipindahkan dari Bet-Semes ke Kiryat-Yearim dan disimpan di rumah Abinadab dan tinggal di sana selama dua puluh tahun (6:20—7:2). Pada waktu itu Allah tidak punya tempat tinggal. Dia adalah seorang “tamu” dan Abinadab adalah tuan rumah.

B. Daud Damba Memindahkan Tabut dari Rumah Abinadab ke Sion Kota Daud

Sebagai seorang yang menurut hati allah, Daud mengetahui bahwa Allah mendambakan untuk memiliki rumah-Nya sendiri. Maka, Daud damba untuk memindahkan tabut dari rumah Abinadab ke Sion, kota Daud (2Sam. 6:1-10).

1. Pemindahan Tabut Allah, dan Daud bersama Seluruh Kaum Israel Memainkan Musik si Hadapan TUHAN

Tabut Allah dipindahkan dari rumah Abinadab, dan Daud dan seluruh kaum Israel memainkan musik di hadapan TUHAN (ay. 1-5). Hal ini sangat sukacita disebabkan karena Allah bergerak dari sebuah penginapan ke penginapan-Nya sendiri.

2. Lembu-lembu itu Tergelincir, Uza Mengulurkan Tangannya kepada Tabut Allah lalu Memegangnya, dan Murka TUHAN Menghukum Dia sampai Mati

Bangsa Israel, kemungkinan terpengaruh oleh orang Filistin, memindahkan tabut dengan sarana pedati. Tabut seharusnya dipikul oleh orang Lewi (1Taw. 15:2). Allah tidak menghukum orang Filistin yang duniawi karena menggunakan pedati untuk memindahkan tabut, tetapi Dia tidak akan mentolerir beberapa tindakan dari umat-Nya. Di bawah kedaulatan Allah lembu-lembu tergelincir di tempat pengirikan Nakhon, dan Uza, memiliki maksud baik, mengulurkan tangannya kepada tabut Allah lalu memegangnya (2Sam. 6:6). Seketika itu, dia dibunuh, “Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu” (ay. 7). Tangan alamiah, tangan manusia, menjamah sesuatu yang ilahi mendatangkan murka Allah.

3. Daud Takut akan Allah dan Membawa Tabut ke Rumah Obed-Edom

Kematian Uza membuat Daud sangat takut, dan dia tidak ingin memindahkan tabut Allah untuk dirinya sendiri di kota Daud. Malahan, dia membawanya ke rumah Obed-Edom orang kafir (ay. 9-10), di sana tabut tinggal selama tiga bulan.

C. Daud Memindahkan Tabut Allah dari Rumah Obed-Edom ke Kotanya, Sion

Dalam ayat 11 sampai 23 kita nampak bahwa Daud memindahkan tabut dari rumah Obed-Edom dan membawanya ke kotanya, Sion.

1. Karena Berkat Allah atas Obed-Edom

Obed-Edom mempersembahkan kesukaan kepada tabut Allah, dan sebagai hasilnya Allah memberkati dia dan seluruh keluarganya. Ketika Daud mendengar bahwa Allah telah memberkati rumah Obed-Edom dan semua yang dia miliki karena tabut Allah, Daud kembali untuk memindahkan tabut Allah ke Sion, kota pribadi Daud, yang adalah pusat kota umam di Yerusalem (ay. 11-12).

2. Daud Mempersembahkan Korban Persembahan kepada TUHAN dan Menari-nari bersama Seluruh Pahlawannya di Hadapan TUHAN

Ketika mereka yang memikul tabut TUHAN berjalan enam langkah, Daud mempersembahkan lembu dan anak lembu gemukan (ay. 13). Juga, Daud menari-nari bersama seluruh pahlawannya di hadapan TUHAN, dengan sekuat tenaga; ia memakai baju efod dari kain lenan (ay. 14). Daud memakai pakaian yang hanya dipakai imam. Pada hari itu, dia menjadi seorang imam besar mengenakan efod. Pada saat itu dia adalah seorang imam juga seorang raja. Dalam hal ini dia merusak ketetapan ilahi. Tetapi di lain hal, inilah kehormatan dan kemuliaan bagi Allah.

3. Tabut Allah Diangkut dengan Sorak Sorai dan Suara Sangkakala

Ayat 15 memberi tahu kita bahwa Daud dan seluruh kaum Israel membawa tabut TUHAN dengan sorak sorai dan suara sangkakala.

4. Tabut Allah Menumpang di Tenda yang Dibentangkan Daud untuk itu

Tabut Allah menumpang di tenda yang dibentangkan Daud untuk itu. Daud mempersembahkan korban di hadapan TUHAN, memberkati bangsa itu dalam nama TUHAN semesta alam dan dibagikan kepada semua bangsa itu beberapa kue (ay. 17-19).

5. Mikhal Istri Daud Merendahkan Dia pada saat Dia Menari-nari di Hadapan TUHAN dan Menerima Kutuk tidak Mempunyai Anak

Setiap orang kecuali Mikhal, istri Daud, yang berasal dari kaum Saul. Ketika melihat Raja Daud meloncat-loncat dan manari-nari di hadapan TUHAN, dia merendahkannya dalam hatinya (ay. 16). Setelah Daud memberkati bangsa itu, dia berpaling untuk memberkati keluarganya, dan Mikhal datang menemui dia dan mengolok-ngolok dia katanya, “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi diri” (ay. 20). Daud menjawab, “Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel di hadapan TUHAN aku menari-nari” (ay. 21). Pasal ini ditutup dengan mengatakan bahwa Mikhal anak perempuan Saul tidak memiliki anak sampai hari kematiannya (ay. 23). Dia mengolok-olok Daud maka ditimpakan atasnya kutuk tidak punya anak.