← Daftar isi 1 dan 2 Samuel (3) · bab 21/30

SEJARAH MENGENAI DAUD (8)

DIMAHKOTAI OLEH RAKYAT UNTUK MENJADI RAJA

BAGI KERAJAAN ALLAH DI BUMI

2 SAMUEL 2—24

(2)

DIMAHKOTAI OLEH RAKYAT

(2)

Pembacaan Alkitab: 2Sam. 4—5

Dalam berita ini kita akan melanjutkan membahas perkara yang berhubungan dengan Daud dimahkotai oleh suku Yehuda, dalam perkara khusus perang antara kaum Saul dan kaum Daud (2:1—4:12). Kemudian kita akan nampak bahwa Daud dimahkotai oleh suku lain (5:1-5) dan didirikan oleh Allah sebagai raja dengan kerajaannya yang mutlak bagi kepentingan umat Allah, Israel (ay. 6-25).

12. Isyboset Mendengar Kematian Abner

Abner adalah seorang yang telah membawa Isyboset dan menjadikanya raja atas seluruh Israel (2:8-9). Ketika Isyboset mendengar kematian Abner di Hebron, dia kehilangan keberanian, dan seluruh Israel terkejut (4:1).

13. Mefiboset Anak Yonatan menjadi Timpang

Yonatan, anak Saul, memiliki seorang anak yang bernama Mefiboset. Ketika perawat bocah itu menerima kabar bahwa Saul dan Yonatan telah mati dalam peperangan melawan orang Israel, dia mengambil anak itu dan jatuh. Dia keburu-buru untuk melarikan diri, Mefiboset jatuh dan menjadi timpang (ay. 4).

14. Dua Anak Rimon Orang Beerot Membunuh Isyboset

Dua anak Rimon orang Beerot membunuh Isyboset dan membawa kepalanya kepada Daud di Hebron untuk menyenangkan dia (2-3, 5-8). Mereka berkata kepadanya, “TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan atas Saul dan atas keturunannya” (ay. 8b).

15. Daud Beraksi Negatif dan Menghukum Dua Pembunuh itu sampai Mati

Daripada menyukakan, sebaliknya Daud beraksi negatif dan menghukum dua pembunuh itu sampai mati (ay. 9-12). Pertama-tama, dia memberi tahu mereka tentang apa yang dia telah lakukan kepada seorang yang pikirnya bahwa dia membawa kabar baik melalui memberi tahu Daud bahwa Saul telah mati. Kemudian Daud menghukum orang mudanya, dan mereka membunuh dua pembunuh.

II. DIMAHKOTAI OLEH SELURUH SUKU-SUKU LAIN

Menurut 5:1-5 Daud mendapatkan hati rakyat dan dimahkotai oleh seluruh suku-suku lain.

A. Di Hebron

Daud dimahkotai oleh suku-suku lain di Hebron (ay. 1-3). Mereka datang kepadanya dan berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dan dagingmu. Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel” (ay. 1b-2). Ketika semua pemimpin orang Israel datang kepada Raja Daud di Hebron, dia membuat satu perjanjian dengan mereka di hadapan TUHAN, dan mereka mengurapi dia menjadi raja atas Israel (ay. 3).

B. Ketika Berusia Tiga Puluh Tujuh Tahun

Ayat 4 dan 5 memberi tahu kita bahwa Daud berusia tiga puluh tujuh tahun ketika dia mulai memerintah.

C. Berkuasa atas Seluruh Israel dan Yehuda selama Tiga Puluh Tiga Tahun

Daud berkuasa selama empat puluh tahun. Di Hebron dia berkuasa atas Yehuda selama tujuh tahun dan enam bulan, dan di Yerusalem dia berkuasa atas seluruh Israel dan Yehuda selama tiga puluh tiga tahun (ay. 4b-5).

III. DIANGKAT OLEH ALLAH SEBAGAI RAJA DENGAN KERAJAANNYA DITINGGIKAN BAGI KEPENTINGAN ISREAL UMAT ALLAH

Daud diangkat oleh Allah sebagai raja dengan kerajaannya ditinggikan bagi keperntingan Israel umat Allah (ay. 6-25). Di sini kita nampak bahwa kerajaan Daud didirikan oleh Allah. Sebaliknya, Saul telah mencoba memegahkan diri dengan kerajaannya, tetapi dia tidak berhasil. Dengan Daud, Allah melakukan segala sesuatu untuk mendirikan dan meninggikan dia dan kerajaannya bagi kepentingan umat Allah. Dari sini kita perlu belajar bahwa jika kita melakukan sesuatu bagi diri sendiri, Allah tidak akan meninggikan kita, tetapi jika kita hidup bagi kerajaan Allah dan umat Allah, Allah akan meninggikan kita bagi kepentingan umat-Nya. Karena itu, kita harus tidak mencari segala peninggian diri. Jika kita melakukannya, kita akan menderita dan direndahkan (Mat. 23:12). Saul mencoba keunggulannya dan untuk meninggikan diri, tetapi dalam satu hari saja Saul dan tiga anaknya diakhiri. Pada hari yang sama Allah merendahkan Saul, dan Dia meninggikan Daud (1Sam. 30—31).

Sejarah mengenai Daud, khususnya dicatat dalam 1Samuel 18:1 sampai 2Samuel 5:25, mewahyukan bahwa Allah kita berdaulat. Hal ini kelihatannya Dia diam dan Dia menyembunyikan diri-Nya, tetapi Dia berada di mana-mana dan bersama setiap orang. Sebagai contoh, saya percaya bahwa Allah menggerakan semua penguasa orang Filistin untuk mengeluh tentang Daud, membuat Akhis terpaksa menyuruh Daud keluar (1Sam. 29:1-11). Ini menyelamatkan dilema Daud dari berbagian untuk peperangan orang Filistin dengan orang Israel. Dari sini kita dapat melihat bahwa Allah melakukan segala sesuatu di balik layar, mengarahkan setiap orang untuk merampungkan tujuan-Nya untuk melaksanakan ekonomi-Nya. Segala sesuatu, setiap orang, dan setiap situasi ada di tangan Allah yang Daud sandari. Daud tidak melakukan sesuatu, tetapi Allah melakukan sesuatu di balik layar. Akibatnya, Saul direndahkan, dan Daud ditinggikan. Setelah kematian Saul, “peperangan antara keluarga Saul dan kelurga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah: (2Sam 3:1). Melalui kitab 1dan 2 Samuel kita dapat melihat bahwa Allah bergerak dan bertindak segala waktu dan setiap cara bagi diri-Nya, kerajaan-Nya, umat-Nya, dan merampungkan ekonomi-Nya. Tanpa setiap orang melihat dan mengetahui, Allah memelihara segala sesuatu menurut kehendak-Nya untuk merampungkan ekonomi-Nya (Ef. 1:11).

A. Dalam Kemenangan atas Orang Yebus

Sejumlah perkara dalam 2Samuel 5:6-25 adalah bukti bahwa Allah telah mendirikan Daud dan telah meninggikan kerajaannya. Perkara pertama dicatat dalam ayat 6 sampai 8, dimana kita nampak bahwa Daud didirikan oleh Allah dalam kemenangannya atas orang Yebus.

B. Dalam Membangun Sion sebagai Kubu Pertahanannya dan Yerusalem dan dalam Dia semakin Besar

Daud didirikan oleh Allah terlihat juga dalam membangun Sion sebagai kubu pertahanannya dan Yerusalem (ay. 9). Lebih jauh lagi, “Makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertainya” (ay. 10). Ini menunjukkan bahwa Daud memiliki kehadiran Allah. Dalam melayani Tuhan, kita perlu memiliki jaminan bahwa kita memiliki kehadiran-Nya. Jika kita sunguh-sungguh mengikuti Tuhan untuk menggenapkan ekonomi-Nya, kita tentu akan memiliki kehadiran-Nya. Jika dalam setiap perkara kita tidak melakukan menurut perasaan di dalam bahwa Tuhan menyertai kita, kita harus berhati-hati dan memperhatikan cara kita. Saul pertama kehilangan kehadiran Allah (1Sam. 16:14). Hal ini harusnya membantu dia untuk merenungkan caranya, tetapi dia tidak mau. Dalam pemulihan Tuhan, dimanapun kita melalukan sesuatu, kita harus memelihara perasaan kehadiran Tuhan.

C. Dalam Hiram Raja Negeri Tirus Mensuplai Dia Bahan-bahan untuk Membangun suatu Istana bagi Dia

Hiram raja negeri Titus mengirim bahan-bahan dan pekerja-pekerja kepada Daud untuk membangun sebuah istana baginya (2 Sam. 5:11-12). Selanjutnya ini adalah bukti yang kuat bahwa Daud diangkat sebagai raja atas Israel benar-benar dari Allah. Satu jaminan demikian adalah sangat penting dan dibutuhkan dalam pekerjaan kita bagi Tuhan. Kita semua perlu belajar memperhatikan dua hal ini: kehadiran Allah di batin dan di luar ditegaskan di sekeliling kita.

D. Melahirkan Anak lagi Termasuk Salomo, di Yerusalem

Menurut ayat 13 sampai 16, di Yerusalem Daud melahirkan anak lagi, termasuk Salomo.

E. Dalam Kemenangannya Kembali atas Orang Filistin

Akhirnya, Daud diangkat oleh Allah terlihat dalam kemenangannya kembali atas orang Filistin (ay. 17-25). Ketika Daud bertanya kepada TUHAN, bertanya apakah dia harus pergi melawan orang Filistin, TUHAN menjawab dia, “Majulah sebab aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu” (ay. 19). Daud memukul orang Filistin dan berkata, “TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos” (ay. 20b). Daud selanjutnya melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada dia dan menggempur orang Filistin dari Geba ke Geser.

Dua musuh Israel yang bermasalah adalah orang Amalek dan Filistin. Bahkan sebelum orang Israel memasuki tanah permai, mereka dihalangi oleh orang Amalek. Dalam Keluaran 17 bangsa Israel berperang melawan orang Amalek dengan cara yang khusus di bawah dua pemimpin, Musa dan Yosua. Dalam perlambangan dua pemimpin melambangkan Kristus dalam dua aspek. Bangsa Israel berperang melawan orang Amalek di bawah Yosua, melambangkan Roh di dalam kita, dan di bawah Musa, melambangkan Kristus yang di surga berdoa bagi kita. Kristus yang pneumatik sebagai Roh pemberi hayat, sebagai realitas Kristus dalam kebangkitan, adalah hidup dan bekerja di dalam kita, dan Kristus yang naik dan berdoa syafaat bagi kita. Orang Amalek melambangkan daging kita, musuh kita yang sangat menggangu. Kita seharusnya tidak berpikir bahwa kita dapat mengalahkan daging. Namun, melalui Kristus sebagai Roh di dalam kita dan sebagai Pendoa syafaat kita di surga, musuh ini dapat dikalahkan.

Musuh lain orang Israel adalah orang Filistin, yang adalah tetangga Israel sangat dekat. Waktu itu mereka agak bercampur dengan Israel. Akhirnya, Daud, seorang yang membunuh Goliat dan mengalahkan orang Filistin, berteman dengan Akhis, seorang raja Filistin. Dalam perlambangan, orang Filistin melambangkan orang Kristen yang duniawi.

Orang Filistin sangat dekat dengan umat Allah, namun mereka duniawi dan menangani perkara Allah dengan cara duniawi. Perhatikan bagaimana mereka mengembalikan tabut Allah. Menurut ketetapan Allah, tabut seharusnya tidak bergerak melalui sarana lain tetapi melalui para imam yang hidup, tetapi orang Filistin mengangkutnya dengan pedati. Tabut, yang mewakili Allah sendiri, seharusnya tidak pernah dibawa dengan cara demikian. Menggunakan pedati dan dua ekor lembu untuk mengatur tabut kembali ke Israel adalah cara duniawi. Orang Filistin mengenai sesuatu tentang perihal rohani. Mereka mempersembahkan korban pelanggaran dosa dipersembahkan untuk meredakan murka Allah, tetapi mereka melakukan hal ini secara duniawi. Hari ini, kita disulitkan terutama oleh dua hal ini: daging di dalam dan orang Kristen duniawi di lingkungan kita.

Segala hal mengenai Daud diatur di bawah kedaulatan Allah bergerak untuk merampungkan satu hal: membangun kerajaan-Nya dalam umat pilihan-Nya melalui orang yang tepat. Pada waktu itu orang yang tepat adalah Daud, tetapi hari ini hal ini seharusnya terjadi pada orang-orang dalam pemulihan Tuhan. Dalam setiap zaman, Allah memiliki satu perkara untuk dirampungkan. Dalam zaman ini, abad dua puluh, perkara khusus yang Allah hendak rampungkan adalah memulihkan segala sesuatu yang telah lenyap dan hilang dalam kekristenan hari ini.