SEJARAH MENGENAI DAUD (7)
DIMAHKOTAI OLEH RAKYAT UNTUK MENJADI RAJA
BAGI KERAJAAN ALLAH DI BUMI
2 SAMUEL 2—24
(1)
DIMAHKOTAI OLEH RAKYAT
(1)
Pembacaan Alkitab: 2Sam. 2—3
Dalam berita ini kita sampai pada bagian utama kedua dari sejarah Daud (2Sam. 2—24). Bagian ini membahas perkara Daud dimahkotai oleh rakyat untuk menjadi raja bagi kerajaan Allah di bumi.
I. DIMAHKOTAI OLEH BANGSA ITU
Setelah Daud melalui semua pencobaan dan diakui oleh Allah, dia dimahkotai oleh suku Yehuda.
A. Di Hebron
Ketika Daud bertanya pada TUHAN ke mana dia harus memasuki salah satu kota Yehuda, TUHAN memberi tahu dia untuk pergi ke Hebron. Daud pergi ke Hebron, membawa orang-orangnya yang berada bersama dia dan rumah tangganya. Mereka diam di kota-kota Hebron, dan orang-orang Yehuda yang ada di Hebron mengurapi Daud menjadi raja atas kaum Yehuda (2:1-4a).
B. Ketika Berusia Tiga Puluh Tahun
Menurut 5:4 Daud berusia tiga puluh tahun ketika dia mulai berkuasa.
C. Berkuasa atas Kaum Yehuda selama Tujuh Setengah Tahun
Kaum Yehuda mengikuti Daud, dan berkuasa atas kaum Yehuda selama tujuh setengah tahun (2:10b:11).
D. Mendapatkan Orang-orang Yabesy-Gilead
Daud bertemu orang-orang Yabesy-Gilead yang telah menguburkan Saul (ay. 4b-7). Ketika Daud mendapat keterangan mengenai apa yang telah mereka lakukan, dia mengirim utusan-utusan kepada mereka, membri tahu mereka bahwa mereka diberkati TUHAN untuk memperlihatkan kebaikannya kepada Saul dan menjanjikan untuk membalas mereka karena perkara baik ini yang telah mereka lakukan. Dalam cara ini Daud mendapatkan orang-orang Yabesy-Giled ini.
E. Isyboset Menyaingi Daud dalam Jabatan Raja
Dalam ayat 8 sampai 10a kita nampak bahwa Isyboset, anak Saul berusia empat puluh tahun menyaingi Daud dalam jabatan raja. Abner, anak Ner, panglima pasukan Daud membantu Isyboset untuk menjadi raja. Abner membawa dia dan menjadikan dia raja atas seluruh Israel, dan Isyboset berkuasa atas Israel selama dua tahun.
F. Perang antara Kaum Saul dan Kaum Daud
Dua Samuel 2:12—4:12 adalah catatan perang antara kaum Saul dan kaum Daud.
1. Anak Buah Isyboset Bersaing dengan Anak Buah Daud dan Dikalahkan Mereka
Anak buah Isyboset bersaing dengan anak buah Daud dan dikalahkan mereka (ay. 12-17). Ayat 17 mengatakan, “Pada hari itu pertempuran sangat hebat, dan Abner bersama orang-orang Israel terpukul kalah oleh anak buah Daud.”
2. Asael, Seorang Anak Buah Daud, mengejar Abner dan Dibunuh Dia
Asael, seorang anak buah Daud, mengejar Abner seorang anak buah Isyboset. Abner berkata kepadanya, “Berhentilah membuntuti aku. Apa aku harus memukul engkau sampai jatuh? Bagaimana aku dapat memandang muka Yoab, abangmu itu? (ay. 18-22) Asael menolak, dan dia dibunuh Abner (ay. 23).
3. Abner Mohon Berdamai, dan Yoab Mengabulkan Dia
Abner mohon damai, dan Yoab mengabulkan dia (ay. 24-29). Ayat 28 mengatakan bahwa Yoab meniup sangkakala dan ”seluruh rakyat berhenti; mereka tidak lagi mengejar orang Israel dan tidak berperang lagi.” Ada kedamaian untuk sejangka waktu.
4. Pelayan Daud membunuh Tiga Ratus Enam Puluh Orang Isyboset
Dalam pertempuran ini sembilanbelas orang anak buah Daud ditambah Asael hilang, dan anak buah Daud membunuh 360 orang Isyboset (ay. 30-32).
5. Kaum Daud Semakin Kuat, dan Kaum Saul Semakin Lemah
Perang antara kaum Saul dan kaum Daud sangat lama. Kaum Daud semakin kuat, dan kaum Saul semakin lemah (3:1).
6. Daud Melahirkan Enam Anak Laki-laki dari Enam Istri, Berturut-turut di Hebron
Daud melahirkan enam anak laki-laki dari enam istri, berturut-turut di Hebron (ay. 2-5)
7. Abner Memberontak Melawan Isyboset
Sementara ada perang antara kaum Daud dan kaum Saul, Abner menguatkan dirinya dalam kaum Saul. Dia pergi ke gundik Saul, tetapi dia diperiksa oleh Isyboset, dan memberontak melawan dia (ay. 6-11). Abner berkata kepada Isyboset, “ Kiranya Allah menghukum Abner, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika tidak kulakukan kepada Daud seperti yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepadanya, yakni memindahkan kerajaan dari keluarga Saul dan mendirikan kerajaan Daud atas Israel dan atas Yehuda, dari Dan sampai Bersyeba.” (ay. 9-10).
8. Abner Memohon kepada Daud
Abner memohon kepada Daud, meminta dia membuat satu perjanjian dengannya. Daud berkata bahwa dia akan membuat satu perjanjian dengannya, dan kemudian dia meminta Abner membawa anak perempuan Saul Mikhal istrinya kepada dia (ay 12:16).
9. Abner Membujuk Para Tua-tua Israel untuk Menjadikan Daud sebagai Raja Mereka
Abner membujuk para tua-tua Israel untuk menjadikan Daud sebagai raja mereka (ay. 17-21). Dia memberi tahu mereka bahwa TUHAN telah membicarakannya kepada Daud, katanya, “Dengan perantaraan hamba-Ku Daud Aku akan menyelamatkan umat-Ku Israel dari tangan orang Filistin dan dari tangan semua musuhnya” (ay. 18). Daud mengadakan pesta untuk Abner dan orang-orangnya yang bersama dia, dan Abner berkata kepada Daud, “Baiklah aku bersiap untuk pergi mengumpulkan seluruh orang Israel kepada tuanku raja, supaya mereka mengadakan perjanjian dengan tuanku dan tuanku menjadi raja atas segala yang dikehendaki hatimu” (ay. 21).
10. Yoab tidak Setuju dengan Daud mengenai Permohonan Abner kepada Daud
Yoab tidak setuju dengan Daud mengenai permohonan Abner kepada Daud. Yoab membunuh Abner dengan merencanakan untuk membalas dendam karena Abner telah membunuh saudaranga Asael (ay. 22-27).
11. Daud Menyesali Kematian Abner
Daud menyesali kematian Abner, menangis di kuburan Abner, dan meratap karenanya (ay. 28-39). Sementara semua yang dicatat dalam pasal ini terjadi, Allah hadir dalam kedaulatan-Nya di belakang layar. Setelah kematian Saul hanya saku suku, Yehuda, yang setia kepada Daud. Daud dimahkotai oleh suku Yehuda, tetapi Isyboset menyaingi dia dalam jabatan raja, dan ada peperangan antara kaum Daud dan kaum Saul. Segala sesuatu terjadi bagi keuntungan Daud. Dia tidak melakukan sesuatu; sebaliknya, dia dengan mudah menikmati takhta.
Saya ingin menekankan fakta bahwa di balik semua terperinci mengenai kaum Daud dan kaum Saul, Allah ada dalam kedaulatan-Nya. Allah di balik layar untuk mengarahkan situasi sehingga hal ini akan berbalik bagi keuntungan Daud.
Perhatian Allah adalah mengakhiri kaum Saul. Saul memiliki empat anak. Tiga pergi berperang bersama Saul dan dibunuh bersamanya di pertempuran. Isyboset tersisa, tetapi dibunuh dalam waktu dua tahun berselang, keluarga Saul berakhir. Kemudian inang pengasuh cucu Saul, Mefiboset, mendengar kabar bahwa Saul dan Yonatan mati dalam peperangan, dia lari bersama anak kecil dalam gendongannya, dan dia jatuh ke tanah (4:4). Akibatnya, dia menjadi timpang. Maka, hidup sebagi seorang bocah timpang sebagai yatim di bawah perawatan kasih Daud, yang menjaga perjanjiannya dengan Yonatan (1Sam. 20:14-17; 2Sam. 9:1-3). Kita semua perlu belajar satu pelajaran dari ilustrasi ini, takut akan Allah dan tidak mempermainkan Dia.