← Daftar isi 1 dan 2 Samuel (3) · bab 23/30

SEJARAH MENGENAI DAUD (10)

DIMAHKOTAI OLEH RAKYAT UNTUK MENJADI RAJA

BAGI KERAJAAN ALLAH DI BUMI 2SAMUEL 2—24

(4)

DAUD MEMPERHATIKAN TEMPAT KEDIAMAN ALLAH DI BUMI

(2)

Pembacaan Alkitab: 2Sam. 7

Dalam berita yang lalu kita nampak dari pasal enam bahwa Daud memperhatikan tempat kediaman tabut. Dalam berita ini kita akan melihat bahwa, menurut pasal tujuh, Daud ingin membangun rumah bagi Allah. Mengenai perkara ini saya memiliki beban khusus.

II. MENGINGINKAN MEMBANGUN SATU RUMAH BAGI ALLAH

A. Dia Menganggap bahwa Dirinya Tinggal dalam Rumah dari Kayu Aras, Padal Tabut Allah Tinggal di dalam Kemah

Daud menganggap bahwa dirinya tinggal dalam rumah dari katu aras padahal tabut Allah tinggal dalam kemah (ay. 2b).

B. Menyampaikan Anggapannya kepada Nabi Natan

Daud menyampaikan anggapannya kepada nabi Natan, yang mendorong dia untuk mengerjakan apa yang ada dalam hatinya, memberi tahu Daud bahwa TUHAN menyertai dia (ay. 2a, 3).

C. Jawaban Allah kepada Daud melalui Natan

Dalam ayat 4 sampai 17 kita memiliki jawaban Allah kepada Daud melalui Natan. Ayat 4 memberi tahu kita pada malam itu firman TUHAN datang kepada Natan.

1. Allah tidak pernah Meminta Seseorang untuk Membangun bagi Dia satu Rumah sehingga Dia Dapat Tinggal di dalamnya

Allah memberi tahu Daud bahwa sejak Dia membawa orang Israel keluar dari Mesir, Dia tidak pernah meminta seseorang untuk membangun bagi Dia satu Rumah sehingga Dia dapat tinggal di dalamnya. Terlebih, Dia berjalan paling-paling dalam sebuah tenda dan dalam tabernakel (ay. 5-7).

2. Allah Mengambil Daud dari Pengembalaan Domba sehingga Dia dapat Berkuasa atas Bangsa Israel

Allah memerintahkan Natan untuk memberi tahu Daud bahwa Dia mengambil Dia dari penggembalaan domba sehingga dia dapat berkuasa atas bangsa Israel (ay. 8). Juga, Allah telah menyertai Daud di setiap tempat dan melenyapkan musuh-musuhnya (ay. 9a). Ini mengacu pada kehadiran Allah. Inilah pelajaran bagi kita hari ini. Bilamana kita menyiapkan diri kita sendiri untuk membicarakan firman Allah, kita harus dijamin bahwa kita memiliki kehadiran Allah. Jika kita tidak memiliki jaminan ini, kita perlu berdoa sampai memiliki perasaan kehadiran Allah yang dalam menyertai kita.

3. Allah membuat Nama Daud Termasyhur

Allah menjanjikan Daud bahwa Dia akan membuat namanya termasyhur, “seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi” (ay. 9b).

4. Allah Menunjuk Satu Tempat bagi Umat-Nya Israel dan Menanam Mereka

Allah berkata bahwa Dia akan menunjuk satu tempat bagi umat-Nya Israel dan menanam mereka, sehingga mereka dapat tinggal di tempat mereka dengan tidak dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim (ay. 10). Hati Daud untuk mendapatkan tempat bagi Allah untuk tinggal di dalamnya, tetapi hati Allah untuk mendapatkan tempat bagi umat-Nya ditempatkan dan bahkan ditanam. Agar hal ini terjadi, umat pilihan Allah perlu bekerjasama dengan-Nya.

5. Allah memberi Daud Aman dari Seluruh Musuhnya

Allah memberi tahu Daud bahwa Dia akan memberi dia perhentian dari seluruh musuhnya (ay. 11). Di sini Allah kelihatannya berkata, “Daud, engkau memiliki hati bagi Aku, hati-Ku juga bagimu, dan Aku menginginkan kamu aman dari semua musuh yang ada di sekelingmu.

6. Allah Menyatakan kepada Daud bahwa Dia akan Membuat bagi Dia satu Rumah

TUHAN menyatakan kepada Daud bahwa Dia akan menjadikan dia satu rumah (ay. 11b). Ketika kita mengasihi Tuhan, kita mungkin merasa bahwa kita harus melakukan sesuatu bagi Dia. Namun, ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan, kita mungkin memiliki perasaan yang dalam di batin kita bahwa kita perlu Tuhan melakukan terlebih dulu bagi kita. Seperti yang akan kita lihat, kita kekurangan Kristus dan kita perlu Kristus berlebih.

7. Allah Membangunkan Keturunan Daud (Mengacu pada Kristus) dan Mendirikan Kerajaan-Nya (Mengacu pada Kerajaan Kristus)

Allah berkata kepada Daud, “Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaanannya” (ay. 12). “Keturunanmu” di sini mengacu pada Kristus dan “kerajaannya” mengacu pada kerajaan Kristus. Dalam jawaban-Nya kepada kedambaan Daud untuk membangun satu rumah bagi Allah, Allah dalam dalam hal ini untuk menghentikan Daud dengan menunjukkan bahwa sebelum Daud dapat melakukan sesuatu bagi Allah, dia perlu Allah yang melakukan sesuatu bagi dia.

Bilamana kita akan berpikir melakukan sesuatu bagi Allah, Allah di dalam kita akan memberi tahu kita bahwa kita kekurangan sesuatu. Kita kekurangan Kristus. Kita semua perlu Kristus. Pada poin ini saya akan meminta kalian untuk merenungkan beberapa bait dari kidung yang membicarakan bagaimana kita perlu Kristus ( Kita perlu Yesus yang lebih; kita tidak pernah dapat cukup mendapatkan Dia. Kita kekurangan kristus, Anak Allah. Kita perlu Allah untuk menbuat Anak-Nya keturunan kita; yaitu kita perlu Kristus sebagi warisan kita dan kekayaan kita.

Ketika seorang dosa kembali kepada Allah dan percaya dalam Kristus, kemudian mungkin dia memiliki hati untuk melakukan sesuatu bagi Allah. Namun, untuk orang yang sedekikian Allah dapat berkata, “Apakah engkau bermaksud melakukan sesuaru bagi-Ku? Engakau memiliki keperluan yang besar bagi Aku untuk melakukan sesuatu bagimu. Apa yang Aku ingin lakukan untuk engkau menyusukan Anak-Ku ke dalam dirimu menjadi kekayaanmu.

8. Kristus Membangun satu Rumah bagi Nama Allah, dan Allah Meneguhkan Takhta Kerajaan Kristus Selama-lamanya

Dua Samuel 7:13 mewahyukan bahwa inilah Kristus yang akan membangun saru rumah bagi nama Allah, dan Allah akan meneguhkan takhta kerajaan Kristus untuk selama-lamanya.

9. Allah adalah Bapa Kristus, dan Kristus adalah Anak Allah

Ayat 14a mengatakan, “Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.” Sesungguhnya ini mewahyukan bahwa Allah akan menjadi Bapa Kristus dan Kristus akan menjadi Anak Allah (Ibr. 1:5b). Keselamatan Allah hanya untuk membuat Kristus, perwujudan-Nya, bagi kita. Anak Allah, yang adalah perwujudan Allah, diri Allah sendiri, ada dalam kita. Karena itu, kita dapat menyatakan bahwa Kristus, Anak Allah, telah dibangun di dalam kita.

10. Allah Memukul Keturunan Daud (Mengacu pada Orang Lain selain Kristus) jika Dia Melakukan Kesalahan

Dua Samuel 7:14b-15 mengatakan bahwa jika keturunan Daud (mengacu pada orang lain selain Kristus, yaitu Salomo) melakukan kesalahan, Allah akan memukul dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia Allah tidak akan meninggalkan dia, sebagaimana Allah meninggalkan Saul. Salomo tidak melakukan dosa yang serius, dan Allah menghukum dia karenanya, tetapi kasih setia Allah tidak pernah meninggalkan keluarga Daud.

11. Keluarga Daud dan Kerajaannya (Mengacu pada Kerajaan Kristus) Ditekuhkan Selama-lamanya

Dalam ayat 16 Allah berkata kepada Daud, “Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” “Kerajaanmu” di sini mengacu pada kerajaan Kristus, dan “takhtamu” mengacu pada takhta Kristus. Dalam Alkitab Daud dan Kristus memiliki satu takhta. Kristus adalah Daud sejati (Mat. 12:3-6). Akhirnya, Kristus dan kita menjadi satu, dalam pengertian yang sesungguhnya Kristus telah menjadi kita. Dia adalah Kepala dan kita adalah Tubuh, dan Kepala dan Tubuh adalah satu.

D. Jawaban Daud kepada Allah

Ayat 18 sampai 29 adalah catatan jawaban Daud kepada Allah.

1. Berterimakasih kepada Allah atas Segala Hal yang Besar yang telah Dia Lakukan kepada Dia bagi Firman Kepentingan-Nya

Dalam ayat 18 sampai 21 Daud berterimakasih kepada Allah atas segala yang besar yang telah Dia lakukan kepadanya bagi firman kepentingan-Nya dan menurut hati-Nya.

2. Memuji Allah atas Kebesaran-Nya dalam Segala yang telah Dia Lakukan bagi Orang Israel

Selanjutnya, Daud memuji Allah atas kebesaran-Nya dalam segala yang telah Dia lakukan bagi orang Israel (ay. 22-24). Dalam ayat 24 Daud berkata, “Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya Tuhan, menjadi Allah mereka.”

3. Meminta Allah untuk Membangun, Mendirikan, dan Memberkati Keluarganya Selama-lamanya Menurut Janji-Nya

Akhirnya, Daud meminta Allah untuk membangun, mendirikan, dan memberkati keluarganya untuk selama-lamanya menurut janji-Nya (ay. 25-29). Daud menutup dengan berkata kepada Allah, “Kiranya engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan Allah, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya.”