← Daftar isi 1 dan 2 Samuel (3) · bab 14/30

SEJARAH MENGENAI DAUD (3)

DIANIAYA DAN DICOBAI OLEH SAUL

(2)

Pembacaan Alkitab: 1Sam. 21—24

Dalam berita ini kita akan melanjutkan untuk melihat bagaimana Daud dianiaya dan dicobai oleh Saul. Melalui semua penganiayaan Saul, Daud tidak berperang atau melakukan sesuatu untuk membela diri. Dia hanya melarikan diri. Saul mencari untuk membunuh Daud, Yonatan dan Mikhal membantu dia melarikan diri. Melalui mereka Allah berdaulat menyediakan Daud dengan informasi tertentu. Dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan Daud, Allah adalah berdaulat.

Dari pengalaman Daud di bawah penganiayaan Saul, kita perlu belajar pelajaran yang penting. Pelajaran ini yaitu dalam kehidupan gereja tidak seharusnya ada daging; tidak seharusnya ada kemarahan, tidak ada maksud-maksud, tidak ada persekongkolan, dan tidak ada rencana-rencana yang jahat. Gereja adalah kerajaan Allah (Rm. 14:17), dan dalam gereja harus ada otoritas ilahi dengan pengaturan yang tepat. Tidak

VIII. DISUPLAI DENGAN ROTI SAJIAN KUDUS DAN DENGAN PEDANG GOLIAT OLEH IMAM AHIMELEKH

Ketika Daud melarikan diri dari Saul, dia dan temannya disuplai dengan roti sajian kudus dan dengan pedang Goliat oleh imam Ahimelekh (21:1-9) Tuhan Yesus mengacukan ini ketika orang Farisi datang kepada-Nya, katanya, “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat” (Mat. 12:2). Dia menjawab mereka dengan mengingatkan mereka bahwa Daud dan temannya telah makan dari roti sajian Allah. Dia berkata kepada mereka, “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah” (ay. 3-6). Kristus lebih besar dari Daud dan lebih besar dari Bait. Tanpa Kristus, apa saja yang kita lakukan adalah salah. Bersama Kristus, apa yang kita lakukan adalah benar. Inilah kerajaan Allah.

IX. MELARIKAN DIRI DARI SAUL DAN PERGI KE AKHIS RAJA KOTA GAT

A. Diragukan oleh Hamba-hamba Raja Akhis

Daud melarikan diri dari Saul dan pergi ke Akhis raja kota Gat (1Sam. 21:10-15; cf. Mzm. 56). Pelayan-pelayan Akhis meragukan dia dan berkata kepadanya, “Bukankah ini Daud raja negeri itu? Bukankah tentang dia orang-orang menyanyi berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, / Tetapi Daud berlaksa-laksa?” (ay. 11).

B. Dirinya Menyamar sebagai Seorang Yang Sakit Ingatan untuk Melarikan Diri dari Gat

Ketika Daud diragukan oleh pelayan-pelayan Raja Akhis, dia menyamarkan dirinya sebagai seorang yang sakit ingatan untuk melarikan diri dari gat (ay. 12-15; cf. Mzm. 34). Penganiayaan Saul kepada Daud sangat hebat sehingga Daud terpaksa menyamarkan dirinya sebagai seorang yang sakit ingatan. Hal ini kelihatannya tidak ada tempat bagi dia dalam tanah Kristus. Dalam Yesaya 8 tanah permai disebut tanah Imanuel. Tidak ada tempat bagi orang yang takut akan Allah dan mengasihi Allah ini untuk tinggal di tanah Imanuel, tanah Kristus.

X. TINGGAL DI GUA ADULAM, DI MIZPA DI MOAB, DAN DI HUTAN KERET DI YEHUDA

Daud pergi dari Gat dan keluar ke gua Adulam (1Sam. 22:1-2; cf. Mzm. 57, 142). Dari sini dia pergi ke Mizpa di Moab (1Sam. 22:3-4). Tetapi kemudian nabi Gad memberi tahu dia untuk meninggalkannya dan pergi ke tanah Yehuda, Dan pergi ke hutan Keret di Yehuda (ay. 5).

XI. SAUL MEMBUNUH IMAM AHIMELEKH DAN KELUARGANYA DIKARENAKAN DAUD

Ketika Ahimelekh mensuplai Daud dilaporkan kepada Saul, dia membunuh Ahimelekh dan keluarganya (ay. 6-23; cf. Mzm. 52). Ini memperlihatkan bahwa Saul sepenuhnya memberontak terhadap Allah. Dia tidak merendahkan diri kepada Allah, ataupun tidak mengambil Allah sebagai Raja dan Kepalanya. Dia disusun dengan pemberontakan, yang sama dengan penyembahan berhala (15:23). Setiap kasus pemberontakan adalah perkara kesombongan, perkara nekad untuk melakukan sesuatu tanpa Allah.

XII. MENGALAHKAN ORANG FILISTIN DAN TINGGAL DI KEHILA

Menurut 23:1-12 Daud mengalahkan orang Filistin dan tinggal di Kehila. Bahkan sekalipun Daud dianiaya, dia masih dapat berperang melawan orang Filistin. Namun, daripada tinggal di tempat yang tepat, tanah permai, dia tinggal di Kehila.

XIII. DAUD TETAP TINGGAL DI PADANG GURUN ZIF

Daud tetap tinggal di padang gurun Zif (ay. 13-28; cf. Mzm. 54, 63).

A. Saul Mencari Dia Setiap Hari, tetapi Allah tidak Menyerahkan Dia ke Tangan Saul

Bahkan sekalipun Saul mencari Daud setiap hari, Allah tidak menyerahkan dia ke tangan Saul (1Sam. 23:14).

B. Daud Dikuatkan oleh Yonatan Anak Saul untuk Bersandar dalam Allah

Daud dikuatkan oleh Yonatan anak Saul untuk bersandar dalam Allah (ay. 15-18). Ada suatu kesempatan ketika Yonatan dapat meninggalkan Saul dan datang kepada Daud untuk tujuan menguatkan dia. Yonatan sungguh-sungguh persedian yang besar bagi Daud.

C. Daud Segera Meninggalkan Saul

Daud segera meninggalkan Saul, sementara Saul dan orang-orangnya mendekati Daud dan orang-orangnya agar menangkap mereka. Kemudian satu berita datang kepada Saul bahwa orang Filistin telah menyergap negeri itu. Sehingga Saul kembali dari mengejar Daud dan pergi untuk bertemu orang Filistin (ay. 25-28).

XIV. DAUD MENINGGALKAN PADANG GURUN ZIF DAN TETAP TINGGAL DI KUBU-KUBU EN-GEDI

Daud meninggalkan padang gurun Zif dan tetap tinggal di kubu-kubu En-Gedi (ay. 29). Ketika Saul kembali dari mengejar orang Filistin, dia diberi tahu di mana Daud berada, dan Saul membawa tiga ribu orang pilihan dan pergi untuk mencari Daud (24:1-20).

XV. SAUL JATUH KE TANGAN DAUD TETAPI DAUD TIDAK MEMBUNUH DIA

A. Ini Pendisiplinan Allah atas Saul dalam Pengejarannya atas Daud

Ketika Daud dan orang-orangnya bersembunyi di dalam gua yang dalam, Saul jatuh ke tangan Daud (ay. 3-4a). Inilah pendisiplinan Allah atas Saul dalam pengejaran atas Daud.

B. Daud tidak Membunuh Saul tetapi Hanya Memotong Ujung Jubah Saul

Daud tidak membunuh Saul tetapi hanya memotong ujung jubah Saul. Meskipun demikian, bahkan karena hal ini hati Daud berdebar-debar karena dia, karena takut akan Allahnya karena Saul adalah yang diurapi Allah (ay. 4-7). Dalam kerajaan Allah ada pengaturan otoritas ilahi. Saul bukan raja yang ditunjuk sendiri; dia adalah raja ditunjuk dan diurapi oleh Allah. Karena itu Saul adalah otoritas ilahi, dan Daud takut akan Allah karena hal ini. Daud menjaga ketetapan mengaturan otoritas Allah di antara umat pilihan Allah. Dengan melakukan demikian, Daud meletakkan dasar yang baik bagi dirinya untuk menjadi raja umat pilihan Allah pada hari mendatang. Jika dia memberontak terhadap Saul, kemudian dia akan memberikan satu contoh kepada rakyat mengenai pemberontakan melawan raja yang ditunjuk menurut ketetapan Allah.

C. Daud Membela Saul

Daud membela Saul, dan Saul agak dipengaruhi oleh permohonan Daud (ay. 8-15). Apa yang Daud lakukan di sini tepat dengan apa yang Perjanjian Baru ajarkan mengenai tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kalahkan yang jahat dengan yang baik (Rm. 12:17, 21).

D. Kehidupan Daud yang Takut akan Allah dan Menghormati Allah Menundukkan Kesembronoan Saul

Akhirnya, kehidupan Daud yang takut akan Allah dan menghormati Allah menundukkan kesembronoan Saul dan menghentikan Saul dari mengejar dia (1Sam. 24:16-22). Dalam hubungannya dengan Saul, Daud adalah teladan yang sangat baik bagi kita dalam kehidupan gereja hari ini.