← Daftar isi 1 dan 2 Samuel (3) · bab 10/30

SEJARAH MENGENAI SAUL (3)

SAUL MENAKLUKKAN ORANG FILISTIN

Pembacaan Alkitab: 1Sam. 13—14

Pertama-tama Saul menaklukkan orang Amon, dan kemudian dia menaklukkan orang Filistin, musuh orang Israel yang paling sulit. Penaklukan ini memberi kesempatan kepada Saul untuk membuat nama bagi dirinya sendiri. Dalam penaklukan pertama dia berperilaku sangat merendahkan diri, tetapi dalam penaklukan kedua dia berperilaku sedemikian rupa sehingga kehilangan jabatan raja. Seperti yang akan kita lihat, perhatian Samuel, yang menurut hati Allah, untuk membangun kerajaan Allah di bumi. Perhatian Saul semuanya dalam alam yang lain. Saul bermaksud membangun kerajaannya sendiri di dalam kerajaan Allah. Saul berpikir bahwa mungkin memiliki kerajaannya sendiri; sebenarnya, hal ini tidak mungkin. Allah tidak memperhatikan untuk membangun sesuatu bagi Saul.

Sekarang mari kita membahas terperinci yang berhubungan dengan Saul menaklukkan orang Filistin.

I. PERSIAPANNYA UNTUK BERPERANG MELAWAN ORANG FILISTIN

Dalam 13:1-4, 6-7 kita membaca persiapan Saul untuk berperang melawan orang Filistin.

A. Dengan Bantuan Yonatan Anaknya

Dalam persiapannya untuk berperang, Saul dibantu oleh Yonatan anaknya, yang sangat baik.

B. Melalui Meniup Sangkakala untuk Mengumpulkan Bangsa itu

Saul telah mempelajari bahwa dia memerlukan orang dan dia meniup sangkakala untuk mengumpulkan bangsa itu. Politisi hari ini juga menyadari bahwa mereka perlu mendapatkan orang.

C. Beberapa Orang Bersembunyi dan Beberapa Melarikan Diri

Karena beberapa orang takut kepada orang Filistin, mereka menyembunyikan dirinya di gua-gua dan di lubang-lubang, dan beberapa orang melarikan diri ke negeri Gad, sebelah timur Yordan.

II. PERSIAPAN ORANG FILISTIN UNTUK BERPERANG MELAWAN ORANG ISRAEL

Dalam persiapannya untuk berperang melawan orang Israel, orang Filistin mengumpulkan 30,000 kereta dan 6,000 pasukan berkuda dan “pasukan pejalan kaki sebanyak pasir di tepi laut” (ay. 5).

III. KETIDAKTAATAN SAUL

Dalam 13:8-15a kita memiliki perkataan mengenai ketidaktaatan Saul. Dalam perang ini menyingkapkan bahwa perhatian Saul untuk bertindak bagi dirinya sendiri untuk membangun kerajaannya. Ketidaktaatan Saul, yang diamati oleh Samuel, berarti dia telah mengabaikan Allah. Dalam penaklukan pertamanya Saul berperilaku sangat baik di pandangan bangsa itu dan di hadapan Tuhan, tetapi pada penaklukan kedua dia tidak taat dan sesungguhnya mengabaikan Allah.

A. Di dalam Dosanya Mempersembahkan

Ketidaktaatan Saul disingkapkan dalam perkara di dalam dosanya mempersembahkan (ay. 8-12). Saul tidak taat, namun dia masih mempersembahkan sesuatu kepada Allah. Keadaan hari ini mutlak sama. Orang mempersembahkan sesuatu kepada Allah untuk melayani-Nya, tetapi mereka tidak mematuhi Allah dan tidak memperhatikan tujuan-Nya.

1. Keluhannya

Saul tidak taat, mempersembahkan korban dosa, namun dia mengeluh terhadap Samuel bahwa Samuel tidak datang saat waktu yang ditetapkan. Pada saat itu Samuel adalah Allah yang bertindak. Saul telah berjanjian dengan Samuel, tetapi Saul tidak memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang dia sukai. Dia seharusnya tunduk kepada Samuel. Sepertinya, Samuel salah dalam keterlambatannya, tetapi keterlambatan Samuel menyingkapkan Saul.

2. Permintaan Maafnya

Permintaan maaf Saul atas ketidaktaatannya disebabkan bangsa itu meninggalkan dia dan orang Filistin berkumpul untuk menyerang. Tidak ada permintaan maaf yang dilakukan Saul. Dia harusnya menunggu Samuel sampai datang mengambil tindakan.

B. Mengakibatkan Dia Kehilangan Jabatan Rajanya

Ketidaktaatan Saul mengakibatkan dia kehilangan jabatan raja (ay. 13-15a; 15:28).

1. Dihukum oleh Samuel

Saul dihukum oleh Samuel untuk tindakannya yang bodoh dan tidak memperhatikan hukum TUHAN (13:13a). Samuel sungguh tepat dalam menghukum Saul.

2. Kerajaannya tidak Berlanjut

Setelah menghukum Saul, Samuel memberi tahu dia bahwa kerajaannya tidak akan berlanjut (ay. 13b-14a).

3. Saul Digantikan oleh Daud Seorang yang Menurut Hati Allah

Samuel selanjutnya mengatakan kepada Saul, “TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu” (ay. 14b). Perkataan Samuel di sini mengacukan kepada Daud, yang olehnya Allah akan merubah jabatan raja.

Dalam mempelajari sejarah dalam Alkitab, kita perlu belajar semua pelajaran yang berbeda. Satu Samuel 13—14 yang berisi pelajaran besar. Ini kelihatannya bahwa ketidaktaatan Saul dalam mempersembahkan adalah ketidaktaatan kecil. Tetapi Samuel menyadari bahwa Saul akan mengambil kesempatan untuk merampas perjanjian Allah untuk membangun kerajaannya sendiri di dalam membangun kerajaan Allah. Allah bermaksud membangun kerajaan-Nya di bumi, bukan membangun kerajaan bagi Saul.

Samuel memberi tahu bangsa itu hak-hak kerajaan (1Sam. 10:25). Musa memberikan hukum Taurat kepada bangsa Israel, tetapi sebelum Samuel datang mereka tidak disusun oleh hukum-hukum, suatu susunan. Samuel memberi tahu bangsa itu melalui hukum Taurat, disusun, mempraktekkan, hak-hak, kebiasaan-kebiasaan, ketentuan-ketentuan, dan perintah-perintah bagaimana melaksanakan kerajaan Allah di bumi. Saul seharusnya melaksanakan kehidupan kerajaan menurut susunan ini. Samuel, mengatur susunan, mengamati Saul, dan dia melihat kecenderungannya membangun kerajaan manusia melalui menyalahgunakan pelaksanaan kerajaan Allah.

Pemulihan Tuhan hari ini adalah kerajaan Allah. Banyak orang berusaha membangun pekerjaanya dan mendirikan kerajaan bagi diri mereka sendiri di dalam pemulihan Tuhan. Saudara Nee sangat menekankan perkara yang sama ketika dia berkata bahwa banyak yang disebut sekerja membangun bagi diri mereka sendiri sesuatu yang terpisah dari pemulihan sementara mereka tetap tinggal dalam pemulihan. Sekerja ini membangun bagi diri mereka sendiri kekaisaran kecil. Baru-baru ini, satu kerajaan dibangun di daerah tertentu di negara ini, tetapi kaum saleh ada yang menolak untuk bersama-sama dengan mereka membangun kerajaan tersebut. Mereka menulis surat kepada saya mengatakan bahwa gereja-gereja di wilayah tersebut tidak dibangun oleh orang yang ingin membangun sebuah kerajaan, tetapi dibangun dan dirawat oleh hakiki pemulihan Tuhan, kerajaan Allah hari ini.

Pemulihan di bulatan bumi ini adalah satu-satunya yang unik. Esens intrinsik kerajaan Allah adalah Tubuh Kristus, gereja Allah. Melalui beberapa dasawarsa, banyak saudara yang telah bekerja dan sangat berjerih lelah, dan kita mengapresiasi apa yang telah mereka kerjakan. Namun sekerja-sekerja tertentu melaksanakan pekerjaan di dalam pemulihan melalui menyalahgunakan pemulihan. Hari ini banyak tempat masih ada kecenderungan, di bawah nama pemulihan, membangun sesuatu di dalam ministri pemulihan, menyalahgunakan keuntungan pemulihan dan menggunakan bahan-bahan ministri pemulihan. Ada yang memandang pekerjaan di tempat ini bukan pekerjaan yang murni, pekerjaan secara murni bagi pembangunan Tubuh Kristus, kerajaan Allah. Malahan, hal ini adalah pekerjaan bagi kedambaan orang-orang tertentu.

Enam tahun yang lalu satu pengajaran keluar dengan mengatakan bahwa gereja-gereja lokal ada otonom. Banyak yang berkata bahwa setelah rasul mendirikan suatu gereja dan menunjuk para penatua, mereka harus memegang gereja dalam tangannya, meninggalkan gereja sebagai satu otomomi. Pengajaran otonomi demikian sebenarnya membangun satu kerajaan.

Kita melaksanakan gereja-gereja lokal, dan setiap gereja lokal adalah otonom dalam pengaturan administrasi. Tetapi ini bukan berarti bahwa gereja-gereja lokal terpisah. Tetapi pengertian mereka terhadap gereja-gereja lokal, semua gereja lokal di bulatan bumi hanya ada satu gereja. Setiap lokal memiliki kebebasannya sendiri dan hak untuk membuat keputusan, misalnya mengenai jam-jam sidang. Namun hal ini tidak berarti bahwa gereja-gereja lokal berbeda. Paulus mengajar semua gereja dengan cara yang sama (1Kor. 4:17).

Seluruh gereja adalah sama dalam hayat, dalam sifat, dalam kesaksian, dalam pelayanan, dan dalam mengekspresikan Kristus. Kita mungkin berbeda dalam kebangsaan dan bahasa, tetapi menyanyian dan pujian kita sama. Kita adalah satu Tubuh, menyaksikan Kristus yang sama. Kita memberitakan, mengumumkan, memperingatkan, dan mengajarkan mengenai Kristus seperti yang diwahyukan dalam Alkitab. Kita tidak memiliki perbedaan sekolah, perbedaan pengajaran, atau perbedaan kesaksian. Kekristenan telah terpecah karena perbedaan pelaksanaan, sebagai contoh pelaksanaan baptisan. Tetapi “kamus” dalam pemulihan Tuhan hanya ada satu kata, Kristus. Kita bukan bagi bermacam-macam pengajaran. Kita bagi Kristus, yang adalah bagi kerajaan Allah. Kita bagi kerajaan Allah, yang adalah Tubuh Kristus, gereja Allah yang unik.

IV. KEADAAN ANTARA ORANG ISRAEL DAN FILISTIN

Satu Samuel 13:15b-23 memberi tahu kita tentang keadaan antara orang Israel dan Filistin.

A. di Sisi Orang Israel

Di sisi orang Israel (ay. 15b-16a), Saul mengumpulkan orang yang bersama dia, kira-kira 600 orang. Saul, Yonatan, dan orang-orang yang tinggal di Gibea Benyamin.

B. di Sisi Orang Filistin

Di sisi orang Filistin (ay. 16b-18, 23), penunggang-penunggang kuda datang dari kemah dalam tiga gerombolan mengarah ketiga arah.

C. Orang Isreal Kekurangan Pedang dan Tombak

Orang Israel kekurangan pedang dan tombak (ay. 19-22). Tidak ada pandai besi di seluruh tanah Israel. Pada waktu itu, orang Israel di bawah kontrol orang Filistin, yang tidak mengijinkan mereka membuat pedang atau tombak. Pada hari peperangan, hanya Saul dan Yonatan anaknya yang memiliki pedang dan tombak.

V. ORANG ISRAEL MENAKLUKKAN ORANG FILISTIN

Dalam 14:1-23 kita memiliki catatan orang Israel menaklukkan orang Filistin. Keadaan mereka yaitu mereka tidak memiliki senjata perang. Dalam keadaan yang demikian miskin, Allah adalah senjata unik mereka. Saul, Yonatan, dan bangsa Israel di bawa berperang oleh Allah.

A. Di bawah Yonatan

Ayat 1 sampai 15 menggambarkan penaklukan di bawah Yonatan.

1. Yonatan tidak Membiarkan Ayah dan Bangsanya Mengetahui bahwa Dia Pergi Menyerang Orang Filistin

Yonatan tidak membiarkan ayah dan bangsanya tahu bahwa dia pergi menyerang orang Filistin (ay. 1-5).

2. Bersandar dalam TUHAN untuk Kemenangannya

Yonatan bersandar dalam TUHAN untuk kemenangannya (ay. 6-10), percaya bahwa tidak ada yang memaksa TUHAN untuk menyelamatkan melalui banyak atau melalui sedikit. Yonatan dijamin bahwa TUHAN akan menyerahkan orang Filistin ke dalam tangannya.

3. TUHAN Menyerahkan Orang Filistin ke Tangan Orang Israel

TUHAN menyerahkan orang Filistin ke tangan orang Israel (ay. 11-15). Yonatan dan pembawa senjatanya, seorang muda, membunuh orang Filistin. Ada kepanikan di antara orang Filistin di perkemahannya, di lapangannya, dan di antara semua orang. Bahkan prajuritnya dan penunggang kudanya dalam kepanikan, dan bumi bergoncang.

B. di Bawah Saul

Ayat 16 sampai 23 menggambarkan penaklukan Filistin di bawah Saul.

1. Kumpulan Banyak Pasukan Filistin Kabur

menurut ayat 16 kumpulan banyak pasukan Filistin kabur, dan mereka kacau.

2. Saul Menemukan Yonatan dan Pembawa Senjatanya telah Meninggalkan Dia untuk Menyerang Orang Filistin

Saul menemukan Yonatan dan pembawa sentajanya telah meninggalkan dia untuk menyerang orang Filistin (ay. 17).

3. Saul Mencari Pimpinan Allah melalui Imam dan Tabut

Dalam ayat 18 dan 19 Saul melakukan sesuatu yang sangat baik, dia mencari pimpinan Allah melalui imam dan tabut.

4. Saul Mendengar Huru Hara yang Sangat Besar di Perkemahan Orang Filistin

Saul mendengar huru hara yang besar di perkemahan orang Filistin. Dia dan seluruh bangsa itu yang bersama dia berkumpul dan pergi ke medan perang, ketika setiap pedang orang Filistin menyerang temannya sendiri, dan terjadi huru hara yang sangat besar (ay. 20).

5. Orang Ibrani Yang telah Lama Tinggal Bersama Orang Filistin Bergabung dengan Orang Israel yang ada Bersama-sama Saul dan Yonatan

Orang Ibrani yang telah lama tinggal bersama orang Filistin bergabung dengan orang Israel yang ada bersama-sama Saul dan Yonatan (ay. 21).

6. Seluruh Orang Israel Yang telah Bersembunyi Mengikuti Saul dan Yonatan Secara Dekat

Bahkan seluruh orang Israel yang telah bersembunyi di pegunungan mengikuti Saul dan Yonatan secara dekat dalam peperangan (ay. 22).

7. TUHAN Menyelamatkan Orang Israel dari Orang Filistin

Hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari orang Filistin (ay. 23).

VI. SAUL KEBURU BERSUMPAH

Ayat 24 sampai 46 memperhatikan perkara Saul keburu bersumpah. Seorang yang keras adalah orang yang sering keburu-buru.

A. Mengutuk Setiap Orang yang Makan Makanan Sebelum Malam

Sumpah yang diletakkan pada bangsa itu, yaitu Saul mengutuk setiap orang yang makan makanan sebelum malam hari, ketika Saul akan membalas dendam terhadap musuhnya (ay. 24-26).

B. Yonatan tidak Mendengarkan Sumpah Ayahnya dan Makan Madu

Yonatan tidak mendengarkan sumpah ayahnya dan makan madu (ay. 27-30).

C. Bangsa Israel Makan Domba, Lembu dan Anaknya bersama Darahnya

Bangsa Israel makan domba, lembu, dan anaknya bersama darahnya (ay. 31-35). Mereka melakukan hal ini karena serangan kilat orang Filistin dan sumpah Saul. Saul memperbaiki dosa bangsa itu dan meminta mereka menyembelih lembunya dan dombanya dan makan di hadapan dia sampai malam. Kemudian Saul mendirikan mezbah TUHAN yang pertamanya.

D. Yonatan Melanggar Sumpah yang Dipegang Ayahnya

Yonatan melanggar sumpah yang dipegang ayahnya (ay. 36-46). Saul mencari pimpinan Allah bagi dia dan bangsa Israel untuk mengejar orang Filistin, dan Allah tidak menjawab dia hari itu (ay. 36-37). Selanjutnya, hukuman mati Yonatan diputuskan (ay. 38-44). Ketika Saul berkata bahwa Yonatan harus mati, bangsa itu mempertahankan Yonatan dan menyelamatkan dia dari hukuman mati (ay. 45). Kemudian Saul pulang setelah mengejar orang Filistin, dan orang Filistin pulang ke tempat mereka masing-masing (ay. 46).

VII. RIWAYAT SAUL

Pasal empatbelas ditutup dengan riwayat Saul (ay. 47-52).

A. Saul Mengambil Kerajaan atas Israel dan Berperang Melawan Semua Musuh di Sekelilingnya

Saul mengambil kerajaan atas Israel dan berperang melawan semua musuh di sekelilingnya, Moab, Amon, Edom, Zoba, dan orang Filistin (ay. 47).

B. Memukul Kalah Orang Amon dengan Gagah Perkasa

Saul memukul kalah dengan gagah perkasa orang Amon dan membebaskan orang Israel dari mereka yang telah merampok mereka (ay. 48).

C. Keturunan Saul

Dalam ayat 49 sampai 51 kita memiliki daftar keturunan Saul: kakeknya Abiel; ayahnya Kisy; pamannya Ner; keponakannya Abner (panglima tentaranya); istrinya Ahinoam; mertuanya Ahimaas; anaknya Yonatan, Yiswi, dan Malkisua; dan anak perempuannya Merab dan Mikhal.

D. Ada Peperangan Hebat melawan Orang Filistin Seumur Hidup Saul

Pasal ini ditutup dengan mengatakan bahwa ada peperangan hebat melawan orang Filistin seumur hidup Saul dan bahwa Saul membawa semua pahlawan atau orang gagah perkasa bagi dirinya sendiri (ay. 52).