Daftar isi Wahyu (1) · Berita Kelima · bab 5/16

Berita Kelima

KEDATANGAN KEMBALI KRISTUS

Kebanyakan orang Kristen berpendapat bahwa Kitab Wahyu merupakan kitab tentang kedatangan kembali Kristus. Berpendapat seperti ini mutlak benar, karena Kitab Wahyu memang mengungkapkan kedatangan kembali Kristus. Akan tetapi, selama bertahun-tahun, orang-orang Kristen belum jelas tentang kedatangan kembali Tuhan. Karena ketidakjelasan itu, timbullah banyak perselisihan dan perdebatan tentang hal ini. Wahyu tentang kedatangan kembali Tuhan tidak sederhana; sebaliknya sangat rumit dan memiliki beberapa aspek. Karena itu, kebanyakan orang Kristen sulit memahami perkara kedatangan kembali Tuhan secara tuntas.

Selama satu setengah abad yang silam, banyak buku tentang kedatangan kembali Tuhan telah ditulis, terutama oleh Kaum Persaudaraan (The Brethren), Beberapa guru yang terkemuka di antara Kaum Persaudaraan memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang kedatangan kembali Tuhan, sehingga timbullah perpecahan pertama di antara mereka. Kesaksian yang disebut Kaum Persaudaraan muncul pada tahun 1828 atau 1829 di bawah pimpinan John Nelson Darby. Darby berpendapat bahwa Kristus akan datang kembali sebelum kesusahan besar, sedang Benjamin Newton, guru terkemuka lainnya, berkata bahwa Kristus akan datang kembali setelah kesusahan besar. Karena kedua guru besar itu berbeda pendapat, timbullah banyak perdebatan tentang masalah ini. Akhirnya, hal ini menimbulkan perpecahan pertama di antara Kaum Persaudaraan, yang sekelompok di bawah pimpinan Darby dan yang lain di bawah pimpinan Newton. Saya sendiri pernah bergabung dengan kelompok Benjamin Newton selama tujuh setengah tahun. Selama waktu itu saya mempelajari semua ajaran mereka. Mereka tentu mempunyai dasar yang kuat untuk mengatakan bahwa kedatangan kembali Kristus akan terjadi setelah kesusahan besar. Jika Anda membaca semua karangan yang terbaik dari semua guru terkemuka selama seratus lima puluh tahun yang silam, Anda akan menemukan bahwa yang sebagian mengajarkan Kristus akan datang kembali sebelum kesusahan besar, sedang yang lain mengajarkan Kristus akan datang kembali setelah kesusahan besar.

Sekitar satu abad yang lampau, Tuhan membangkitkan beberapa peneliti Alkitab yang cermat, seperti G.H. Pember, Robert Govett, dan D.M. Panton. Orang-orang itu menemukan bahwa kedatangan kembali Kristus bukanlah satu masalah yang sederhana. Mereka tampak, di satu pihak, Kristus akan datang setelah kesusahan besar, tetapi di pihak lain, Ia juga akan datang sebelum kesusahan besar. Para peneliti Alkitab yang cermat itu memberikan bukti yang kuat untuk menunjang kebenaran pandangan itu. Kembalinya Kristus sedikitnya mempunyai dua aspek — pertama, sebelum kesusahan besar; dan kedua, setelah kesusahan besar. Selain itu, peneliti Alkitab itu juga menemukan bahwa terangkatnya kaum saleh akan terjadi lebih dari dua tahap. Itu berarti, sebagian kaum saleh akan diangkat sebelum kesusahan besar dan sebagian lagi setelah kesusahan besar. Jangan terburu-buru memberikan tanggapan terhadap pernyataan semacam ini. Semasih muda, saya cepat menanggapinya, tetapi akhirnya saya tunduk dan yakin akan kebenarannya. Alkitab tidaklah sesederhana yang dikira oleh sebagian orang.

Dalam berita ini, kita akan membahas soal kedatangan kembali Tuhan. Kita bersyukur kepada Allah atas semua pengajar Alkitab yang telah mendahului kita itu. Kita berterima kasih kepada mereka, karena apa pun yang telah kita lihat, itu kita lihat seperti orang-orang yang berdiri di atas bahu mereka. Jika kita ingin memahami kedatangan kembali Kristus, kita harus mempelajari Alkitab dan membaca buku-buku yang ditulis oleh guru-guru yang terkemuka itu. Lalu kita akan memiliki pandangan yang luas atas perkara ini. Jika kita berbuat demikian, kita akan benar-benar yakin bahwa kedatangan kembali Kristus memiliki dua aspek: secara rahasia, aspek pribadi; dan secara terbuka, aspek umum.

I. ASPEK RAHASIA

A. Datang seperti Seorang Pencuri

Dalam Injil Matius maupun Kitab Wahyu, kita tampak aspek rahasia dari kedatangan kembali Kristus. Wahyu 3:3 dan 16:15 memberi tahu kita bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri, sebab itu kita harus berjaga-jaga. Tidak seorang pencuri pun yang datang secara terbuka atau mengumumkan kedatangannya. Seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, sewaktu Tuhan datang seperti seorang pencuri, Ia akan mencuri barang-barang yang berharga. Dalam Matius 24:40-41, Tuhan berbicara tentang kedatangan-Nya yang rahasia, kata-Nya, “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu giling, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” Tuhan Yesus sungguh bijaksana, Ia memakai dua saudara di ladang dan dua saudari memutar batu giling sebagai ilustrasi. Kelihatannya kedua saudara itu sama dan kedua saudari itu pun sama. Tetapi tiba-tiba salah seorang dari antara kedua saudara itu dan salah seorang dari antara kedua saudari itu diangkat. Setelah memberikan ilustrasi itu, Tuhan berkata, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Karena itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat. 24:42-44). Sewaktu kita bekerja, tanpa kita sangka, Kristus tiba-tiba datang, dan beberapa orang di antara kita akan terangkat. Karena Ia datang bagaikan pencuri, kita harus berjaga-jaga.

B. Waktunya — Tidak Diketahui

Waktu kedatangan Tuhan yang rahasia tidak kita ketahui (3:3; Mat. 24:36, 42; 25:13). Sewaktu Kristus datang kembali, Ia akan datang sebagai Seorang Utusan. Karena itu, dalam Kitab Wahyu Ia disebut Malaikat, yang diutus oleh Allah. Dalam kedatangan-Nya kembali, seperti dalam kedatangan-Nya yang pertama, Kristus akan datang sebagai Utusan Allah. Itulah sebabnya hanya Bapa yang tahu waktu kedatangan Kristus yang rahasia (Mat. 24:36; Mark. 13:32). Bapa adalah Pengutus dan Putra adalah Utusan. Hanya Pengutus, bukan Utusan, yang mengetahui waktunya.

Sebagian orang, seolah tahu lebih banyak daripada Tuhan Yesus. Mereka telah meramalkan waktu kedatangan Tuhan. Satu setengah abad yang lampau, tersiar banyak ramalan, namun tak satu pun tergenap. Ada orang meramalkan bahwa Tuhan Yesus akan datang pada hari anu dan menyuruh orang banyak mempersiapkan diri mereka untuk segera mandi dan mengenakan pakaian yang putih bersih. Yang lain naik ke puncak gunung untuk menunggu kedatangan kembali Tuhan. Setelah Perang Dunia I, banyak guru menerbitkan buku-buku tentang nubuat, khususnya mengenai kedatangan kembali Tuhan. Beberapa penulis tersebut juga meramalkan waktu kedatangan kembali Tuhan. Semua ramalan tentang waktu kedatangan kembali Tuhan itu ternyata salah. Karena itu, berhati-hatilah, jangan sembarangan meramalkan sesuatu. Menurut Alkitab, waktu kedatangan kembali Tuhan yang rahasia itu tidak diketahui.

C. Tempat — Dalam Awan di Angkasa

Tempat kedatangan Tuhan yang rahasia akan berada dalam awan di angkasa (10:1; 1 Tes. 4:17). Awan ada hubungannya dengan kedatangan kembali Tuhan. Kristus pergi ke surga di atas awan, dan Ia akan balik ke bumi dengan cara yang sama (Kis. 1:9, 11; Mat. 26:64; Why. 14:14). Dalam Matius 26:64, Tuhan Yesus berkata kepada Imam Besar, “Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Kedatangan Tuhan di atas awan juga memiliki dua aspek. Yang pertama, Tuhan akan datang dalam awan. Itu berarti Ia akan datang secara tersembunyi dalam awan. Yang kedua, Ia akan datang di atas awan. Sewaktu Ia datang dalam awan, Ia tidak datang ke bumi, melainkan hanya di angkasa. Wahyu 10:1 mewahyukan bahwa Tuhan akan turun dari surga dengan berselubung awan, menunjukkan bahwa Ia akan terselubung oleh awan. Jangan mengira Ia tiba-tiba turun dari surga ke bumi. Kristus sekarang berada di atas takhta di langit ketiga. Bila saatnya tiba, Bapa akan mengutus-Nya dari takhta di surga ke awan di angkasa. Seperti yang akan kita lihat dalam berita-berita berikutnya, sebelum Ia meninggalkan takhta di surga, be-berapa pemenang akan diangkat ke takhta. Wahyu 12 menunjukkan bahwa Anak Laki-laki akan diangkat, bukan ke angkasa, melainkan ke takhta Allah. Hal itu menunjukkan bahwa beberapa pemenang telah diangkat sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang rahasia itu. Dalam Wahyu 14 kita tampak buah sulung di atas Bukit Sion di surga. Bukit Sion di surga adalah tempat Allah berada, yaitu di langit tingkat tiga; bukan di angkasa. Adanya buah bungar di bukit Sion di surga membuktikan bahwa sebagian dari para pemenang awal akan diangkat ke langit tingkat tiga sebelum kedatangan kembali Kristus secara rahasia itu. Setelah para pemenang awal ini diangkat, Kristus akan turun dari takhta ke angkasa dalam awan secara rahasia.

Ketika berada di angkasa, Tuhan Yesus akan melakukan banyak perkara. Yang terutama, Ia akan mengambil kaum beriman yang masih belum terangkat. Setelah Kristus datang ke angkasa dalam awan, masih banyak orang saleh yang belum terangkat. Jadi, ketika berada di angkasa, Ia akan mengangkat orang-orang Kristen yang telah menempuh kesusahan besar. 1 Tesalonika 4:17 mengatakan bahwa mereka yang masih hidup, yang masih tinggal, akan diangkat menjumpai Tuhan di angkasa. Kemudian, di angkasa, Kristus akan mendirikan takhta penghakiman-Nya. Penghakiman itu bukan untuk orang-orang berdosa, melainkan untuk semua orang yang telah beroleh selamat, dan penghakiman itu bukan bersangkut-paut dengan keselamatan atau kebinasaan, tetapi menyangkut beroleh pahala atau penghukuman. Setelah penghakiman itu dilaksanakan, sebagian orang saleh akan dipilih untuk menerima pahala.

Menurut Alkitab, Allah melaksanakan dua macam pemilihan atas diri kita. Pertama, Ia memilih kita sebelum dunia dijadikan dalam kekekalan yang lampau (Ef. 1:4); kedua, setelah datang ke angkasa dan mengangkat semua orang saleh ke angkasa, Tuhan akan mengadakan pemilihan yang kedua. Pemilihan yang pertama dalam kekekalan yang lampau adalah untuk keselamatan, sedangkan pemilihan yang kedua di angkasa, di takhta penghakiman Kristus adalah untuk memperoleh pahala. Kita semua telah dipilih untuk memperoleh keselamatan, tetapi apakah kita akan menerima pahala tergantung pada pemilihan yang kedua di takhta penghakiman Kristus. Orang-orang yang beroleh selamat yang tidak lulus dalam penghakiman itu akan ditaruh ke suatu tempat untuk menerima pendisiplinan. Lalu Kristus akan membawa orang-orang yang lulus ke bumi sebagai pasukan-Nya. Pada saat itu, Ia tidak lagi berada dalam awan, melainkan di atas awan. Jadi, sedikitnya ada dua tahap kedatangan Tuhan. Tahap pertama, Kristus akan meninggalkan takhta di surga, turun ke angkasa berselubungkan awan, dan tinggal di sana sejangka waktu. Kemudian, dari angkasa, Ia akan melakukan tahap kedua dengan datang ke bumi di atas awan. Itulah aspek kedua dari kedatangan-Nya.

D. Sebagai Pahala Kaum Beriman yang Berjaga-jaga

Kedatangan Kristus secara rahasia akan menjadi satu pahala bagi kaum beriman yang berjaga-jaga (2:28; Mat. 24:42, 44). Wahyu 2:28 mengatakan bahwa Kristus akan menampakkan diri sebagai bintang timur; Maleakhi 4:2 mewahyukan bahwa Ia menyatakan diri sebagai surya atau matahari. Penampilan bintang timur jauh berbeda dengan penampilan matahari. Jika Anda ingin melihat bintang timur, Anda harus bangun pagi-pagi sekali. Jika Anda menyenangi tidur, Anda akan gagal melihatnya. Namun, tidak peduli berapa lambat Anda bangun tidur, Anda pasti bisa melihat sinar matahari. Anda berharap berjumpa dengan Kristus sebagai bintang timur atau sebagai matahari? Penampakan bintang timur itu bersifat rahasia, sedang penampakan matahari itu terbuka. Tuhan berjanji, jika kita berjaga-jaga dan menantikan kedatangan-Nya, Ia akan menampakkan diri kepada kita sebagai bintang timur. Inilah janji pahala. Tetapi jika kita kendur dan malas, kita pasti gagal melihat bintang timur.

Jangan berpendapat bahwa kedatangan kembali Kristus itu merupakan satu perkara yang sederhana, bagaimana Ia meninggalkan takhta, lalu segera menuju bumi. Ia akan berada di angkasa untuk sejangka waktu. Para pemenang awal akan diangkat sebelum meterai keenam, yang merupakan pendahuluan dan peringatan akan datangnya kesusahan besar yang akan berlangsung selama tiga setengah tahun. Tak seorang pun bisa mengatakan kapan Kristus akan meninggalkan takhta-Nya di surga dan turun ke angkasa. Namun, pasti sebelum kesusahan besar. Jadi ada jarak waktu antara turunnya Kristus ke angkasa dengan turun-Nya ke bumi. Selama jangka waktu itu, Ia akan menggenapkan pengangkatan kaum saleh dan melaksanakan penghakiman-Nya atas kaum saleh guna menyeleksi para pemenang yang akan menjadi pasukan-Nya untuk memerangi tentara Antikristus.

II. ASPEK TERBUKA

A. Dilihat oleh Semua Bangsa di Bumi

Seperti telah kita ketahui, di aspek rahasia dari kedatangan-Nya kembali, Kristus akan datang seperti seorang pencuri. Tetapi di aspek terbuka, Ia akan datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya agar dilihat oleh semua suku bangsa di bumi (1:7; Mat. 24:27, 30). Wahyu 1:7 mengatakan, “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Semua bangsa (suku) di bumi akan meratapi Dia. Ya, Amin.” Tuhan akan terlihat sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat. Betapa berbedanya antara kedatangan-Nya ini dengan kedatangan-Nya yang rahasia seperti seorang pencuri.

Wahyu 1:7 mengatakan, “semua suku di bumi” (Tl.). Istilah “bumi” di sini menyulitkan para penerjemah ayat ini, karena mereka ragu-ragu, apakah ini mengacu seluruh bumi atau tanah (tanah itu). Beberapa terjemahan memakai istilah “bumi”, sedang yang lain memakai istilah “tanah”. Setelah banyak mempelajari, saya menyimpulkan bahwa kata ini seharusnya diterjemahkan dengan tanah itu. Dalam ayat-ayat lainnya mungkin diterjemahkan bumi, tetapi di sini seharusnya diterjemahkan tanah itu, ditujukan kepada tanah kudus. Semua suku di tanah kudus akan melihat-Nya. Kita mengatakan demikian berdasarkan Zakharia 12:10-14, yang mengatakan bahwa mereka memandang kepada Dia yang telah mereka tikam dan negeri itu (penduduk Yerusalem) akan meratapi Dia. Semua suku yang disebutkan dalam 1:7 mengacu kepada suku-suku yang telah menikam-Nya. Wahyu 1:7 pastilah merupakan referensi dari Zakharia 12. Menurut konteks Zakharia 12, semua suku di sini bukanlah semua bangsa di bumi, melainkan kedua belas suku di tanah kudus. Berdasarkan hal itu, kita boleh mengatakan bahwa suku dalam 1:7 adalah kedua belas suku di tanah kudus. Ketika Tuhan menampakkan diri sebagai kilatan cahaya, dan datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan untuk dilihat oleh semua orang di tanah kudus, kedua belas suku itu akan memandang-Nya dan akan menangis.

B. Waktunya — pada Akhir Kesusahan Besar

Di satu pihak, hari dan jam kedatangan Tuhan di aspek rahasia tidak kita ketahui (Mat. 24:36), di pihak lain kedatangan-Nya di aspek kedua jelas diwahyukan, yaitu pada saat sangkakala terakhir (sangkakala ketujuh), pada akhir kesusahan besar (18:1; Mat. 24:15, 21, 27; 1 Tes. 4:16; 1 Kor. 15:52; 2 Tes. 2:1-4, 8). Matius 24:15 menyatakan, “Jadi, apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan melalui Nabi Daniel.” “Pembinasa keji” adalah suatu berhala, yaitu mengacu kepada patung Antikristus. Menurut Daniel 9:27, Antikristus akan membuat suatu perjanjian dengan bangsa Israel selama tujuh tahun. Di tengah-tengah masa tujuh tahun itu, ia akan melanggar perjanjian itu dan mulai menganiaya orang-orang Yahudi. Antikristus secara mutlak akan menentang Allah dan akan membuat dirinya sebagai Allah, menaruh patung dirinya di dalam Bait Allah dan memaksa orang-orang menyembahnya. Dalam pandangan Allah, keadaan yang demikian itu merupakan kekejian yang akan menyebabkan kerusakan yang hebat. Itu akan terjadi di tengah-tengah ketujuh puluh minggu yang terakhir yang tercantum dalam Daniel 9. Dalam Daniel 9, seminggu menunjukkan tujuh tahun. Dalam Matius 24:15 Tuhan Yesus menyatakan bahwa kaum beriman Yahudi akan melihat hal itu. Seperti diwahyukan Matius 24:21, hal ini akan menjadi tanda dimulainya kesusahan besar, “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” Karena itu, kesusahan besar akan dimulai pada saat Antikristus memasang patungnya di Bait Allah dan memaksa orang banyak menyembahnya. Melalui ayat-ayat itu kita bisa tampak bahwa kedatangan Tuhan secara terbuka tidak akan mendahului kesusahan besar. Hal itu mestinya terjadi setelah dimulainya kesusahan besar. Menurut ayat-ayat dalam Kitab Wahyu, hari itu sangat dekat sekali dengan akhir siksaan dahsyat. Menurut Perjanjian Baru, Tuhan Yesus akan meninggalkan takhta-Nya di surga dan turun ke angkasa sebelum kesusahan besar. Dari sana, menjelang akhir kesusahan besar, Ia akan datang secara terbuka ke bumi.

Sewaktu Kristus datang secara terbuka dari angkasa ke bumi, Antikristus akan mencoba memusnahkan seluruh bangsa Israel. Untuk maksud itu, Antikristus akan menghimpun pasukannya ke suatu tempat yang disebut Harmagedon (16:16). Keadaan tersebut sesuai dengan kehendak Allah, karena Allah berencana mengumpulkan seluruh tentara dunia di Harmagedon dan memusnahkan mereka di sana untuk membersihkan bumi dari mereka. Antikristus bermaksud menggunakan pasukannya untuk memusnahkan bangsa Israel. Bangsa Israel akan dikepung oleh pasukan Antikristus sehingga tak ada jalan untuk melarikan diri. Pada saat itu, ketika menemui jalan buntu, Tuhan akan menampakkan diri seperti kilatan cahaya dan menjejakkan kaki-Nya di atas Bukit Zaitun (Za. 14:4). Sebelumnya, bangsa Israel tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi ancaman dari pasukan Antikristus itu akan memaksa mereka bertobat. Sewaktu Tuhan Yesus menjejakkan kaki-Nya di Bukit Zaitun, bukit itu akan terbelah menjadi dua. Hal itu akan menyebabkan terbukanya jalan untuk melarikan diri bagi orang-orang Yahudi yang dianiaya dan yang kemudian bertobat, menangis, dan mengakui apa yang telah mereka perbuat ketika menyalibkan Tuhan.

Jika kita menjajarkan ayat-ayat itu, kita bisa tampak bahwa kedatangan Tuhan secara terbuka akan terjadi menjelang akhir kesusahan besar. Selama Bait Allah di Yerusalem belum dibangun kembali, mustahillah Tuhan Yesus datang kembali secara terang-terangan. Sekalipun kita memiliki beberapa gagasan tentang waktu kedatangan-Nya secara terbuka, namun kita tidak mengetahui saat kedatangan-Nya yang rahasia. Alkitab mengatakan tidak seorang pun mengetahui hal itu. Akan tetapi, Perjanjian Baru dengan jelas mewahyukan bahwa kedatangan Kristus secara terbuka tidak akan mendahului kesusahan besar, yaitu, tidak akan mendahului waktu Antikristus memaksa orang banyak menyembah patungnya. Tetapi kita bukannya menunggu kedatangan Tuhan secara terbuka, kita menunggu kedatangan-Nya yang rahasia itu. Dalam hal ini Tuhan sangat bijaksana. Ia tahu bahwa perkara ini akan membuat kita berjaga-jaga.

C. Tempatnya — Di Atas Awan ke Bumi

Tempat kedatangan kembali Tuhan di aspek terbuka diwahyukan dengan jelas — di atas awan ke bumi (1:7; 14:14; Mat. 24:30; Za. 14:4;). Menurut Kisah Para Rasul 1:11 dan 12, Tuhan akan datang dengan cara yang sama seperti ketika Ia naik ke surga. Karena Ia terangkat naik dari Bukit Zaitun, berarti Ia akan datang kembali ke Bukit Zaitun. Zakharia 14:4 mengatakan, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat.” Seperti yang telah dijelaskan oleh ayat ini, Bukit Zaitun terletak di sebelah luar tembok Yerusalem, tak jauh dari kota itu. Tuhan akan turun ke tempat Ia telah naik. Akan tetapi, kita tidak akan menunggu untuk melihat-Nya di Bukit Zaitun. Kita akan menjumpai-Nya di takhta di langit tingkat tiga dan kemudian kembali bersama Dia ke Bukit Zaitun. Ia telah naik ke surga, dan kita menunggu untuk diangkat ke surga. Kita bukannya menunggu mati lalu pergi ke surga; itu agamis. Kita menunggu seluruh diri kita diangkat ke langit tingkat tiga, ke takhta Allah, agar kita dapat kembali bersama Kristus, pertama-tama ke angkasa, lalu ke bumi. Demikianlah cara kita mengunjungi Yerusalem. Kita akan ke sana dari takhta di langit tingkat tiga. Namun, jika Anda kalah, Anda akan gagal mengunjungi Yerusalem itu.

D. Bersama Kaum Saleh Pemenang Berperang

Melawan Antikristus dan Tentaranya

di Harmagedon

Ketika Tuhan Yesus datang secara terbuka, Ia akan datang dengan kaum saleh pemenang untuk berperang melawan Antikristus dan tentaranya di Harmagedon (19:11-21; 17:13-14; 16:12-16; Za. 14:3, 5; 2 Tes. 2:8). Hal itu mengacu kepada memeras anggur murka Allah (19:15; 14:18-20). Di Harmagedon, seluruh tentara dunia akan berkumpul. Ada yang datang dari Timur Jauh, ada yang dari Utara, dan ada pula yang dari Eropa. Bersatunya mereka itu terjadi sesuai dengan hikmat Allah. Terakhir, semua kekayaan dunia akan dipusatkan ke Timur Tengah, dan semua bangsa itu akan dicengkam oleh ketamakan. Ketika seluruh tentara di bumi berkumpul di Harmagedon, Tuhan akan duduk di angkasa mengamati mereka dan berkata, “Sudah siapkah kalian?” Bila kita sampai pasal 14, kita akan tampak bahwa berkumpulnya seluruh pasukan itu adalah pengumpulan semua buah anggur untuk dimasukkan ke dalam kilangan. Dalam pandangan Allah, semua pasukan di bumi seperti buah anggur, dan Harmagedon akan menjadi kilangan anggur yang besar. Sewaktu raja-raja, para jendral, dan para pemimpin menghimpun seluruh pasukannya di Harmagedon, mereka akan seperti buah anggur yang dikumpulkan ke dalam kilangan anggur. Kemudian Tuhan akan turun untuk menginjak kilangan anggur Allah itu, dan dari kilangan itu mengalir darah. Betapa besar jumlah orang-orang jahat yang akan mati terbunuh di sana saat itu! Itu akan terjadi pada saat kedatangan Tuhan secara terbuka untuk mengakhiri kekuatan seluruh dunia. Setelah itu, tidak ada lagi perang di bumi ini.

III. SUATU PERINGATAN

DAN SUATU RESPONS KASIH

Dalam 22:12 dan 20 Tuhan Yesus memberikan suatu peringatan kepada kita, kata-Nya, “Sesungguhnya Aku datang segera.” Respons kasih kita haruslah, “Amin, datanglah, Tuhan Yesus” (22:20; 2 Tim. 4:8). Dalam semua berita ini kita tidak hanya memperhatikan suatu ajaran dan doktrin tentang apa yang disebut kedatangan kali kedua. Kita mempelajari keinginan hati Tuhan, yaitu memperoleh sekelompok pemenang yang setiap hari berjaga-jaga dan menunggu kedatangan-Nya kembali.