KEDATANGAN KEMBALI KRISTUS
Kebanyakan orang Kristen berpendapat bahwa Kitab Wahyu merupakan kitab tentang kedatangan kembali Kristus. Berpendapat seperti ini mutlak benar, karena Ki-tab Wahyu memang mengungkapkan kedatangan kembali Kristus. Akan tetapi, selama bertahun-tahun, orang-orang Kristen belum jelas tentang kedatangan kembali Tuhan. Ka-rena ketidakjelasan itu, timbullah banyak perselisihan dan perdebatan tentang hal ini. Wahyu tentang kedatangan kem-bali Tuhan tidak sederhana; sebaliknya sangat rumit dan memiliki beberapa aspek. Karena itu, kebanyakan orang Kris-ten sulit memahami perkara kedatangan kembali Tuhan secara tuntas.
Selama satu setengah abad yang silam, banyak buku tentang kedatangan kembali Tuhan telah ditulis, terutama oleh Kaum Persaudaraan (The Brethren), Beberapa guru yang terkemuka di antara Kaum Persaudaraan memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang kedatangan kembali Tu-han, sehingga timbullah perpecahan pertama di antara me-reka. Kesaksian yang disebut Kaum Persaudaraan muncul pada tahun 1828 atau 1829 di bawah pimpinan John Nelson Darby. Darby berpendapat bahwa Kristus akan datang kem-bali sebelum kesusahan besar, sedang Benjamin Newton, guru terkemuka lainnya, berkata bahwa Kristus akan da-tang kembali setelah kesusahan besar. Karena kedua guru besar itu berbeda pendapat, timbullah banyak perdebatan tentang masalah ini. Akhirnya, hal ini menimbulkan perpe-cahan pertama di antara Kaum Persaudaraan, yang seke-lompok di bawah pimpinan Darby dan yang lain di bawah pimpinan Newton. Saya sendiri pernah bergabung dengan kelompok Benjamin Newton selama tujuh setengah tahun. Selama waktu itu saya mempelajari semua ajaran mereka. Mereka tentu mempunyai dasar yang kuat untuk mengata-kan bahwa kedatangan kembali Kristus akan terjadi sete-lah kesusahan besar. Jika Anda membaca semua karangan yang terbaik dari semua guru terkemuka selama seratus lima puluh tahun yang silam, Anda akan menemukan bah-wa yang sebagian mengajarkan Kristus akan datang kem-bali sebelum kesusahan besar, sedang yang lain mengajar-kan Kristus akan datang kembali setelah kesusahan besar.
Sekitar satu abad yang lampau, Tuhan membangkitkan beberapa peneliti Alkitab yang cermat, seperti G.H. Pember, Robert Govett, dan D.M. Panton. Orang-orang itu menemu-kan bahwa kedatangan kembali Kristus bukanlah satu ma-salah yang sederhana. Mereka nampak, di satu pihak, Kristus akan datang setelah kesusahan besar, tetapi di pihak lain, Ia juga akan datang sebelum kesusahan besar. Para pene-liti Alkitab yang cermat itu memberikan bukti yang kuat untuk menunjang kebenaran pandangan itu. Kembalinya Kristus sedikitnya mempunyai dua aspek — pertama, sebelum kesusahan besar; dan kedua, setelah kesusahan be-sar. Selain itu, peneliti Alkitab itu juga menemukan bahwa terangkatnya kaum saleh akan terjadi lebih dari dua tahap. Itu berarti, sebagian kaum saleh akan diangkat sebelum kesusahan besar dan sebagian lagi setelah kesusahan besar. Jangan terburu-buru memberikan tanggapan terhadap per-nyataan semacam ini. Semasih muda, saya cepat menang-gapinya, tetapi akhirnya saya tunduk dan yakin akan kebe-narannya. Alkitab tidaklah sesederhana yang dikira oleh sebagian orang.
Dalam berita ini, kita akan membahas soal kedatangan kembali Tuhan. Kita bersyukur kepada Allah atas semua pengajar Alkitab yang telah mendahului kita itu. Kita berte-rima kasih kepada mereka, karena apa pun yang telah kita lihat, itu kita lihat seperti orang-orang yang berdiri di atas bahu mereka. Jika kita ingin memahami kedatangan kem-bali Kristus, kita harus mempelajari Alkitab dan membaca buku-buku yang ditulis oleh guru-guru yang terkemuka itu. Lalu kita akan memiliki pandangan yang luas atas perkara ini. Jika kita berbuat demikian, kita akan benar-benar ya-kin bahwa kedatangan kembali Kristus memiliki dua aspek: secara rahasia, aspek pribadi; dan secara terbuka, aspek umum.
I. ASPEK RAHASIA
A. Datang seperti Seorang Pencuri
Dalam Injil Matius maupun Kitab Wahyu, kita nampak aspek rahasia dari kedatangan kembali Kristus. Wahyu 3:3 dan 16:15 memberi tahu kita bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri, sebab itu kita harus berjaga-jaga. Tidak seorang pencuri pun yang datang secara terbuka atau mengumumkan kedatangannya. Seperti yang telah kita tun-jukkan dalam berita sebelumnya, sewaktu Tuhan datang seperti seorang pencuri, Ia akan mencuri barang-barang yang berharga. Dalam Matius 24:40-41, Tuhan berbicara tentang kedatangan-Nya yang rahasia, kata-Nya, “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu giling, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” Tuhan Yesus sungguh bijaksana, Ia memakai dua saudara di ladang dan dua saudari memutar batu giling sebagai ilustrasi. Kelihat-annya kedua saudara itu sama dan kedua saudari itu pun sama. Tetapi tiba-tiba salah seorang dari antara kedua sau-dara itu dan salah seorang dari antara kedua saudari itu diangkat. Setelah memberikan ilustrasi itu, Tuhan berkata, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pen-curi akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Karena itu, hen-daklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat. 24:42-44). Sewaktu kita bekerja, tanpa kita sangka, Kristus tiba-tiba datang, dan beberapa orang di antara kita akan terangkat. Karena Ia datang bagaikan pencuri, kita harus berjaga-jaga.
B. Waktunya — Tidak Diketahui
Waktu kedatangan Tuhan yang rahasia tidak kita ketahui (3:3; Mat. 24:36, 42; 25:13). Sewaktu Kristus da-tang kembali, Ia akan datang sebagai Seorang Utusan. Ka-rena itu, dalam Kitab Wahyu Ia disebut Malaikat, yang diutus oleh Allah. Dalam kedatangan-Nya kembali, seperti dalam kedatangan-Nya yang pertama, Kristus akan datang seba-gai Utusan Allah. Itulah sebabnya hanya Bapa yang tahu waktu kedatangan Kristus yang rahasia (Mat. 24:36; Mark. 13:32). Bapa adalah Pengutus dan Putra adalah Utusan. Hanya Pengutus, bukan Utusan, yang mengetahui waktunya.
Sebagian orang, seolah tahu lebih banyak daripada Tu-han Yesus. Mereka telah meramalkan waktu kedatangan Tuhan. Satu setengah abad yang lampau, tersiar banyak ra-malan, namun tak satu pun tergenap. Ada orang meramal-kan bahwa Tuhan Yesus akan datang pada hari anu dan menyuruh orang banyak mempersiapkan diri mereka untuk segera mandi dan mengenakan pakaian yang putih bersih. Yang lain naik ke puncak gunung untuk menunggu keda-tangan kembali Tuhan. Setelah Perang Dunia I, banyak guru menerbitkan buku-buku tentang nubuat, khususnya mengenai kedatangan kembali Tuhan. Beberapa penulis ter-sebut juga meramalkan waktu kedatangan kembali Tuhan. Semua ramalan tentang waktu kedatangan kembali Tuhan itu ternyata salah. Karena itu, berhati-hatilah, jangan sem-barangan meramalkan sesuatu. Menurut Alkitab, waktu kedatangan kembali Tuhan yang rahasia itu tidak diketahui.
C. Tempat — Dalam Awan di Angkasa
Tempat kedatangan Tuhan yang rahasia akan berada dalam awan di angkasa (10:1; 1 Tes. 4:17). Awan ada hubungannya dengan kedatangan kembali Tuhan. Kristus pergi ke surga di atas awan, dan Ia akan balik ke bumi dengan cara yang sama (Kis. 1:9, 11; Mat. 26:64; Why. 14:14). Dalam Matius 26:64, Tuhan Yesus berkata kepada Imam Besar, “Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Kedatangan Tuhan di atas awan juga me-miliki dua aspek. Yang pertama, Tuhan akan datang dalam awan. Itu berarti Ia akan datang secara tersembunyi dalam awan. Yang kedua, Ia akan datang di atas awan. Sewaktu Ia datang dalam awan, Ia tidak datang ke bumi, melainkan hanya di angkasa. Wahyu 10:1 mewahyukan bahwa Tuhan akan turun dari surga dengan berselubung awan, menun-jukkan bahwa Ia akan terselubung oleh awan. Jangan me-ngira Ia tiba-tiba turun dari surga ke bumi. Kristus seka-rang berada di atas takhta di langit ketiga. Bila saatnya tiba, Bapa akan mengutus-Nya dari takhta di surga ke awan di angkasa. Seperti yang akan kita lihat dalam berita-berita berikutnya, sebelum Ia meninggalkan takhta di surga, be-berapa pemenang akan diangkat ke takhta. Wahyu 12 me-nunjukkan bahwa Anak Laki-laki akan diangkat, bukan ke angkasa, melainkan ke takhta Allah. Hal itu menunjukkan bahwa beberapa pemenang telah diangkat sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang rahasia itu. Dalam Wahyu 14 kita nam-pak buah sulung di atas Bukit Sion di surga. Bukit Sion di surga adalah tempat Allah berada, yaitu di langit tingkat tiga; bukan di angkasa. Adanya buah bungar di bukit Sion di surga membuktikan bahwa sebagian dari para pemenang awal akan diangkat ke langit tingkat tiga sebelum kedatang-an kembali Kristus secara rahasia itu. Setelah para peme-nang awal ini diangkat, Kristus akan turun dari takhta ke angkasa dalam awan secara rahasia.
Ketika berada di angkasa, Tuhan Yesus akan melaku-kan banyak perkara. Yang terutama, Ia akan mengambil kaum beriman yang masih belum terangkat. Setelah Kristus datang ke angkasa dalam awan, masih banyak orang saleh yang belum terangkat. Jadi, ketika berada di angkasa, Ia akan mengangkat orang-orang Kristen yang telah menem-puh kesusahan besar. 1 Tesalonika 4:17 mengatakan bahwa mereka yang masih hidup, yang masih tinggal, akan diangkat menjumpai Tuhan di angkasa. Kemudian, di ang-kasa, Kristus akan mendirikan takhta penghakiman-Nya. Penghakiman itu bukan untuk orang-orang berdosa, melain-kan untuk semua orang yang telah beroleh selamat, dan penghakiman itu bukan bersangkut-paut dengan keselamat-an atau kebinasaan, tetapi menyangkut beroleh pahala atau penghukuman. Setelah penghakiman itu dilaksanakan, se-bagian orang saleh akan dipilih untuk menerima pahala.
Menurut Alkitab, Allah melaksanakan dua macam pe-milihan atas diri kita. Pertama, Ia memilih kita sebelum dunia dijadikan dalam kekekalan yang lampau (Ef. 1:4); ke-dua, setelah datang ke angkasa dan mengangkat semua orang saleh ke angkasa, Tuhan akan mengadakan pemilih-an yang kedua. Pemilihan yang pertama dalam kekekalan yang lampau adalah untuk keselamatan, sedangkan pemi-lihan yang kedua di angkasa, di takhta penghakiman Kristus adalah untuk memperoleh pahala. Kita semua telah dipilih untuk memperoleh keselamatan, tetapi apakah kita akan menerima pahala tergantung pada pemilihan yang kedua di takhta penghakiman Kristus. Orang-orang yang beroleh se-lamat yang tidak lulus dalam penghakiman itu akan ditaruh ke suatu tempat untuk menerima pendisiplinan. Lalu Kristus akan membawa orang-orang yang lulus ke bumi sebagai pa-sukan-Nya. Pada saat itu, Ia tidak lagi berada dalam awan, melainkan di atas awan. Jadi, sedikitnya ada dua tahap ke-datangan Tuhan. Tahap pertama, Kristus akan meninggal-kan takhta di surga, turun ke angkasa berselubungkan awan, dan tinggal di sana sejangka waktu. Kemudian, dari angkasa, Ia akan melakukan tahap kedua dengan datang ke bumi di atas awan. Itulah aspek kedua dari kedatangan-Nya.
D. Sebagai Pahala Kaum Beriman yang Berjaga-jaga
Kedatangan Kristus secara rahasia akan menjadi satu pahala bagi kaum beriman yang berjaga-jaga (2:28; Mat. 24:42, 44). Wahyu 2:28 mengatakan bahwa Kristus akan menampakkan diri sebagai bintang timur; Maleakhi 4:2 me-wahyukan bahwa Ia menyatakan diri sebagai surya atau matahari. Penampilan bintang timur jauh berbeda dengan penampilan matahari. Jika Anda ingin melihat bintang timur, Anda harus bangun pagi-pagi sekali. Jika Anda me-nyenangi tidur, Anda akan gagal melihatnya. Namun, tidak peduli berapa lambat Anda bangun tidur, Anda pasti bisa melihat sinar matahari. Anda berharap berjumpa dengan Kristus sebagai bintang timur atau sebagai matahari? Pe-nampakan bintang timur itu bersifat rahasia, sedang pe-nampakan matahari itu terbuka. Tuhan berjanji, jika kita berjaga-jaga dan menantikan kedatangan-Nya, Ia akan me-nampakkan diri kepada kita sebagai bintang timur. Inilah janji pahala. Tetapi jika kita kendur dan malas, kita pasti gagal melihat bintang timur.
Jangan berpendapat bahwa kedatangan kembali Kristus itu merupakan satu perkara yang sederhana, bagaimana Ia meninggalkan takhta, lalu segera menuju bumi. Ia akan berada di angkasa untuk sejangka waktu. Para pemenang awal akan diangkat sebelum meterai keenam, yang meru-pakan pendahuluan dan peringatan akan datangnya kesu-sahan besar yang akan berlangsung selama tiga setengah tahun. Tak seorang pun bisa mengatakan kapan Kristus akan meninggalkan takhta-Nya di surga dan turun ke angkasa. Namun, pasti sebelum kesusahan besar. Jadi ada jarak wak-tu antara turunnya Kristus ke angkasa dengan turun-Nya ke bumi. Selama jangka waktu itu, Ia akan menggenapkan pengangkatan kaum saleh dan melaksanakan penghakim-an-Nya atas kaum saleh guna menyeleksi para pemenang yang akan menjadi pasukan-Nya untuk memerangi tentara Antikristus.
II. ASPEK TERBUKA
A. Dilihat oleh Semua Bangsa di Bumi
Seperti telah kita ketahui, di aspek rahasia dari keda-tangan-Nya kembali, Kristus akan datang seperti seorang pencuri. Tetapi di aspek terbuka, Ia akan datang dengan se-gala kekuasaan dan kemuliaan-Nya agar dilihat oleh semua suku bangsa di bumi (1:7; Mat. 24:27, 30). Wahyu 1:7 me-ngatakan, “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan se-tiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah meni-kam Dia. Semua bangsa (suku) di bumi akan meratapi Dia. Ya, Amin.” Tuhan akan terlihat sama seperti kilat meman-car dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat. Betapa berbedanya antara kedatangan-Nya ini dengan kedatangan-Nya yang rahasia seperti seorang pencuri.
Wahyu 1:7 mengatakan, “semua suku di bumi” (Tl.). Istilah “bumi” di sini menyulitkan para penerjemah ayat ini, karena mereka ragu-ragu, apakah ini mengacu seluruh bumi atau tanah (tanah itu). Beberapa terjemahan mema-kai istilah “bumi”, sedang yang lain memakai istilah “tanah”. Setelah banyak mempelajari, saya menyimpulkan bahwa kata ini seharusnya diterjemahkan dengan tanah itu. Da-lam ayat-ayat lainnya mungkin diterjemahkan bumi, tetapi di sini seharusnya diterjemahkan tanah itu, ditujukan ke-pada tanah kudus. Semua suku di tanah kudus akan meli-hat-Nya. Kita mengatakan demikian berdasarkan Zakharia 12:10-14, yang mengatakan bahwa mereka memandang ke-pada Dia yang telah mereka tikam dan negeri itu (pendu-duk Yerusalem) akan meratapi Dia. Semua suku yang dise-butkan dalam 1:7 mengacu kepada suku-suku yang telah menikam-Nya. Wahyu 1:7 pastilah merupakan referensi dari Zakharia 12. Menurut konteks Zakharia 12, semua suku di sini bukanlah semua bangsa di bumi, melainkan kedua belas suku di tanah kudus. Berdasarkan hal itu, kita boleh mengatakan bahwa suku dalam 1:7 adalah kedua belas su-ku di tanah kudus. Ketika Tuhan menampakkan diri seba-gai kilatan cahaya, dan datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan untuk dilihat oleh semua orang di tanah ku-dus, kedua belas suku itu akan memandang-Nya dan akan menangis.
B. Waktunya — pada Akhir Kesusahan Besar
Di satu pihak, hari dan jam kedatangan Tuhan di aspek rahasia tidak kita ketahui (Mat. 24:36), di pihak lain keda-tangan-Nya di aspek kedua jelas diwahyukan, yaitu pada saat sangkakala terakhir (sangkakala ketujuh), pada akhir kesusahan besar (18:1; Mat. 24:15, 21, 27; 1 Tes. 4:16; 1 Kor. 15:52; 2 Tes. 2:1-4, 8). Matius 24:15 menyatakan, “Jadi, apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan melalui Nabi Daniel.” “Pembinasa keji” adalah suatu berhala, yaitu mengacu ke-pada patung Antikristus. Menurut Daniel 9:27, Antikristus akan membuat suatu perjanjian dengan bangsa Israel sela-ma tujuh tahun. Di tengah-tengah masa tujuh tahun itu, ia akan melanggar perjanjian itu dan mulai menganiaya orang-orang Yahudi. Antikristus secara mutlak akan me-nentang Allah dan akan membuat dirinya sebagai Allah, menaruh patung dirinya di dalam Bait Allah dan memaksa orang-orang menyembahnya. Dalam pandangan Allah, keada-an yang demikian itu merupakan kekejian yang akan me-nyebabkan kerusakan yang hebat. Itu akan terjadi di tengah-tengah ketujuh puluh minggu yang terakhir yang tercantum dalam Daniel 9. Dalam Daniel 9, seminggu menunjukkan tujuh tahun. Dalam Matius 24:15 Tuhan Yesus menyata-kan bahwa kaum beriman Yahudi akan melihat hal itu. Seperti diwahyukan Matius 24:21, hal ini akan menjadi tanda dimulainya kesusahan besar, “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum per-nah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” Karena itu, kesusahan besar akan dimulai pada saat Antikristus memasang patungnya di Bait Allah dan memaksa orang banyak menyembahnya. Melalui ayat-ayat itu kita bisa nampak bahwa kedatangan Tuhan secara terbuka tidak akan mendahului kesusahan besar. Hal itu mestinya terjadi setelah dimulainya kesusahan be-sar. Menurut ayat-ayat dalam Kitab Wahyu, hari itu sangat dekat sekali dengan akhir siksaan dahsyat. Menurut Per-janjian Baru, Tuhan Yesus akan meninggalkan takhta-Nya di surga dan turun ke angkasa sebelum kesusahan besar. Dari sana, menjelang akhir kesusahan besar, Ia akan da-tang secara terbuka ke bumi.
Sewaktu Kristus datang secara terbuka dari angkasa ke bumi, Antikristus akan mencoba memusnahkan seluruh bangsa Israel. Untuk maksud itu, Antikristus akan meng-himpun pasukannya ke suatu tempat yang disebut Harma-gedon (16:16). Keadaan tersebut sesuai dengan kehendak Allah, karena Allah berencana mengumpulkan seluruh ten-tara dunia di Harmagedon dan memusnahkan mereka di sana untuk membersihkan bumi dari mereka. Antikristus bermaksud menggunakan pasukannya untuk memusnahkan bangsa Israel. Bangsa Israel akan dikepung oleh pasukan Antikristus sehingga tak ada jalan untuk melarikan diri. Pada saat itu, ketika menemui jalan buntu, Tuhan akan menampakkan diri seperti kilatan cahaya dan menjejakkan kaki-Nya di atas Bukit Zaitun (Za. 14:4). Sebelumnya, bangsa Israel tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi an-caman dari pasukan Antikristus itu akan memaksa mereka bertobat. Sewaktu Tuhan Yesus menjejakkan kaki-Nya di Bukit Zaitun, bukit itu akan terbelah menjadi dua. Hal itu akan menyebabkan terbukanya jalan untuk melarikan diri bagi orang-orang Yahudi yang dianiaya dan yang kemudian bertobat, menangis, dan mengakui apa yang telah mereka perbuat ketika menyalibkan Tuhan.
Jika kita menjajarkan ayat-ayat itu, kita bisa nampak bahwa kedatangan Tuhan secara terbuka akan terjadi men-jelang akhir kesusahan besar. Selama Bait Allah di Yerusa-lem belum dibangun kembali, mustahillah Tuhan Yesus da-tang kembali secara terang-terangan. Sekalipun kita memiliki beberapa gagasan tentang waktu kedatangan-Nya secara terbuka, namun kita tidak mengetahui saat kedatangan-Nya yang rahasia. Alkitab mengatakan tidak seorang pun me-ngetahui hal itu. Akan tetapi, Perjanjian Baru dengan jelas mewahyukan bahwa kedatangan Kristus secara terbuka tidak akan mendahului kesusahan besar, yaitu, tidak akan mendahului waktu Antikristus memaksa orang banyak me-nyembah patungnya. Tetapi kita bukannya menunggu keda-tangan Tuhan secara terbuka, kita menunggu kedatangan-Nya yang rahasia itu. Dalam hal ini Tuhan sangat bijak-sana. Ia tahu bahwa perkara ini akan membuat kita ber-jaga-jaga.
C. Tempatnya — Di Atas Awan ke Bumi
Tempat kedatangan kembali Tuhan di aspek terbuka diwahyukan dengan jelas — di atas awan ke bumi (1:7; 14:14; Mat. 24:30; Za. 14:4;). Menurut Kisah Para Rasul 1:11 dan 12, Tuhan akan datang dengan cara yang sama seperti ketika Ia naik ke surga. Karena Ia ter-angkat naik dari Bukit Zaitun, berarti Ia akan datang kem-bali ke Bukit Zaitun. Zakharia 14:4 mengatakan, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang ter-letak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat.” Seperti yang telah dijelaskan oleh ayat ini, Bukit Zaitun terletak di sebelah luar tembok Yerusalem, tak jauh dari kota itu. Tuhan akan turun ke tempat Ia telah naik. Akan tetapi, kita tidak akan menunggu untuk melihat-Nya di Bukit Zaitun. Kita akan menjumpai-Nya di takhta di langit tingkat tiga dan kemu-dian kembali bersama Dia ke Bukit Zaitun. Ia telah naik ke surga, dan kita menunggu untuk diangkat ke surga. Kita bukannya menunggu mati lalu pergi ke surga; itu agamis. Kita menunggu seluruh diri kita diangkat ke langit tingkat tiga, ke takhta Allah, agar kita dapat kembali bersama Kristus, pertama-tama ke angkasa, lalu ke bumi. Demikian-lah cara kita mengunjungi Yerusalem. Kita akan ke sana dari takhta di langit tingkat tiga. Namun, jika Anda kalah, Anda akan gagal mengunjungi Yerusalem itu.
D. Bersama Kaum Saleh Pemenang Berperang
Melawan Antikristus dan Tentaranya
di Harmagedon
Ketika Tuhan Yesus datang secara terbuka, Ia akan datang dengan kaum saleh pemenang untuk berperang me-lawan Antikristus dan tentaranya di Harmagedon (19:11-21; 17:13-14; 16:12-16; Za. 14:3, 5; 2 Tes. 2:8). Hal itu meng-acu kepada memeras anggur murka Allah (19:15; 14:18-20). Di Harmagedon, seluruh tentara dunia akan berkumpul. Ada yang datang dari Timur Jauh, ada yang dari Utara, dan ada pula yang dari Eropa. Bersatunya mereka itu terjadi sesuai dengan hikmat Allah. Terakhir, semua kekayaan du-nia akan dipusatkan ke Timur Tengah, dan semua bangsa itu akan dicengkam oleh ketamakan. Ketika seluruh tenta-ra di bumi berkumpul di Harmagedon, Tuhan akan duduk di angkasa mengamati mereka dan berkata, “Sudah siapkah kalian?” Bila kita sampai pasal 14, kita akan nampak bah-wa berkumpulnya seluruh pasukan itu adalah pengumpul-an semua buah anggur untuk dimasukkan ke dalam kilang-an. Dalam pandangan Allah, semua pasukan di bumi seperti buah anggur, dan Harmagedon akan menjadi kilangan ang-gur yang besar. Sewaktu raja-raja, para jendral, dan para pemimpin menghimpun seluruh pasukannya di Harmagedon, mereka akan seperti buah anggur yang dikumpulkan ke da-lam kilangan anggur. Kemudian Tuhan akan turun untuk menginjak kilangan anggur Allah itu, dan dari kilangan itu mengalir darah. Betapa besar jumlah orang-orang jahat yang akan mati terbunuh di sana saat itu! Itu akan terjadi pada saat kedatangan Tuhan secara terbuka untuk meng-akhiri kekuatan seluruh dunia. Setelah itu, tidak ada lagi perang di bumi ini.
III. SUATU PERINGATAN
DAN SUATU RESPONS KASIH
Dalam 22:12 dan 20 Tuhan Yesus memberikan suatu peringatan kepada kita, kata-Nya, “Sesungguhnya Aku da-tang segera.” Respons kasih kita haruslah, “Amin, datang-lah, Tuhan Yesus” (22:20; 2 Tim. 4:8). Dalam semua berita ini kita tidak hanya memperhatikan suatu ajaran dan dok-trin tentang apa yang disebut kedatangan kali kedua. Kita mempelajari keinginan hati Tuhan, yaitu memperoleh seke-lompok pemenang yang setiap hari berjaga-jaga dan me-nunggu kedatangan-Nya kembali.