Berita Keempat
ALLAH TRITUNGGAL DALAM KITAB WAHYU
Seluruh Alkitab merupakan wahyu Allah. Dalam Kitab Wahyu kita memiliki wahyu yang lengkap dan paling akhir tentang siapakah Allah itu. Allah itu tritunggal. Kita semua kenal betul dengan istilah Allah Tritunggal. Hal ini merupakan perkara besar dalam wahyu Allah. Akan tetapi, sepanjang abad, kebanyakan orang Kristen belum sepenuhnya memahami makna istilah “Allah Tritunggal”. Dalam Kitab Wahyu, kitab yang mewahyukan hal-hal dalam cara yang paling akhir; kita tampak sesuatu tentang Allah Tritunggal secara lebih mendalam, lebih tinggi, lebih kaya, dan lebih manis. Kita telah melihat bahwa Kitab Wahyu memuat wahyu yang paling akhir tentang Kristus dan kesaksian Yesus. Dalam berita ini, kita perlu melihat bahwa Kitab Wahyu juga memuat wahyu yang paling akhir tentang Allah Tritunggal.
Wahyu 1:4-5 mengatakan, “Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.” Dia yang ada, dan yang sudah ada, dan yang akan datang, adalah Allah Bapa yang kekal. Ketujuh Roh di hadapan takhta Allah, ialah Roh Allah yang beroperasi, juga adalah Allah Roh. Yesus Kristus yang menjadi Saksi setia terhadap Allah, yang pertama bangkit dari antara orang mati terhadap gereja, dan yang menjadi yang berkuasa atas raja-raja di bumi terhadap dunia, adalah Allah Putra. Inilah Allah Tritunggal. Sebagai Allah Bapa yang kekal, Dia adalah yang sudah ada, yang ada, dan yang akan datang. Sebagai Allah Roh, Dia adalah Roh yang diperkuat tujuh kali lipat untuk pekerjaan Allah. Sebagai Allah Putra, (1) Dia adalah Saksi Allah, kesaksian Allah, ekspresi Allah; (2) yang pertama bangkit dari antara orang mati bagi gereja, ciptaan baru; dan (3) yang berkuasa atas raja-raja bumi ini bagi dunia. Dari Allah Tritunggal yang sedemikian ini, anugerah dan damai sejahtera disalurkan kepada gereja-gereja.
I. ALLAH YANG MAHAKUASA
Kitab Wahyu memberi tahu kita bahwa Allah adalah Allah Yang Mahakuasa (1:8; 19:6, 15). Dalam bahasa Ibrani, nama Allah berarti yang penuh kekuatan, penuh kuasa. Dalam Kitab Wahyu kita tampak bahwa Allah bukan saja penuh kekuatan, tetapi juga Mahakuasa. Ia penuh kuat kuasa dalam segala hal, dalam setiap aspek, dalam segala sesuatu, dan terhadap setiap orang. Nama Allah berarti Ia itu Mahakuasa.
A. Tuhan
Yang Mahakuasa ini adalah Tuhan. Sebagai Tuhan, berarti Ia adalah Pemilik alam semesta. Kita boleh mengatakan bahwa Ia adalah Tuan semesta alam. Ia adalah Pengatur, Penguasa dalam alam semesta ini. Ucapan kita atau ucapan orang-orang lain tidak terhitung apa-apa. Tetapi segala yang Allah ucapkan sangat terhitung, karena Ia adalah Tuhan. Bila Ia berkata, “Ya,” itu berarti ya, dan bila Ia berkata, “Tidak,” itu berarti tidak. Allah bukan saja Tuhan, Pemilik, dan Penguasa, Ia juga adalah Tuan. Alam semesta, termasuk para malaikat dan seluruh umat manusia, berada di bawah-Nya. Kita memiliki satu Tuan sebagai pemilik kita. Sebelum saya beroleh selamat, saya tidak tahu milik siapakah saya ini. Tetapi sekarang saya bisa bersorak, “Allah adalah Tuanku, Pemilikku. Haleluya, Dialah Tuhanku!”
B. Sang Alfa dan Omega
Wahyu 1:8 mengatakan bahwa Tuhan Allah adalah Alfa dan Omega. Allah yang kekal dan Mahakuasa ialah Alfa, permulaan, untuk memulai; juga Omega, penutup, untuk merampungkan ketetapan kehendak kekal-Nya. Dalam Kitab Kejadian Dia adalah Alfa; kini dalam Kitab Wahyu Dia adalah Omega. Apa saja yang dimulai oleh-Nya, pasti dirampungkan-Nya; atas pemerintahan, sejak dulu Dia telah memulai pekerjaan yang bersifat universal, sekarang masih sedang berlanjut, kelak pasti rampung (21:6).
C. Yang Ada, Yang Sudah Ada, dan Yang Akan Datang
Allah juga adalah Yang ada, Yang sudah ada, dan Yang akan datang. Inilah arti nama Yehova. Dalam bahasa Ibrani, “Yehova” berarti “Aku adalah Aku”. Ini menyatakan, Ia adalah Yang ada dari masa kekekalan azali sampai kekekalan abadi. Nama-Nya, “Aku adalah”, bukan hanya menunjukkan bahwa Ia itu ada, tetapi dalam pengertian yang positif, menunjukkan bahwa Ia adalah segala sesuatu. Ia adalah hayat, adalah terang, dan adalah segala sesuatu yang positif. Apakah Anda memerlukan hayat? Allah adalah hayat. Apakah Anda memerlukan terang? Allah adalah terang. Apakah Anda memerlukan kekudusan? Allah adalah kekudusan. Allah itu ada dari kekal sampai kekal dan Ia adalah segala sesuatu. Demikianlah Allah kita.
Seperti telah kita lihat, Allah kita adalah tritunggal. Ketritunggalan-Nya berarti Ia adalah Bapa, Putra, dan Roh itu. Kita tidak mungkin memahami sepenuhnya Allah Tritunggal, karena Trinitas yang ilahi itu jauh melampaui pemahaman otak kita. Janganlah terlalu banyak memakai otak Anda. Sebaliknya, latihlah roh Anda untuk memahami dan mengalami Allah Tritunggal sebagai Bapa, Putra, dan Roh itu.
II. BAPA
Pertama-tama, Allah yang Mahakuasa adalah Bapa. Bapa tak lain adalah diri Allah. Sebagai Bapa berarti Ia adalah sumber. Bapa juga adalah Tuhan, dan seperti yang dijelaskan 1:4, Ia adalah Yang ada, Yang sudah ada, dan Yang akan datang.
III. ROH ITU
Dalam Kitab Wahyu, urutan Allah Tritunggal berbeda dengan yang terdapat dalam Injil Matius. Dalam Matius 28:19 , urutan Allah Tritunggal ialah Bapa, Putra (Anak), dan Roh Kudus. Tetapi dalam Wahyu 1:4-5 urutannya sudah berubah. Tujuh Roh Allah diletakkan pada urutan kedua, bukan urutan ketiga. Ini mewahyukan pentingnya fungsi ketujuh Roh Allah yang diperkuat. Hal ini ditegaskan oleh penekanan yang berulang-ulang mengenai pembahasan Roh pada 2:7, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22; 14:13; 22:17. Surat-surat Kiriman lain diawali dengan anugerah dan damai sejahtera dari Bapa dan Anak diberikan kepada penerima Surat itu. Namun, di sini, Roh juga dicantumkan. Dari Dia (Roh itu), anugerah dan damai sejahtera disalurkan kepada gereja-gereja. Hal ini juga menunjukkan pentingnya Roh itu untuk melawan kemerosotan gereja demi pergerakan Allah.
A. Ketujuh Roh Allah
Mengapa dalam Kitab Wahyu Roh itu menduduki tempat kedua dalam rangkaian Trinitas yang ilahi? Karena telah terjadi perubahan zaman, dari Putra ke Roh itu. Dalam Kitab Wahyu, zamannya adalah zaman Roh, dan dalam zaman ini, Roh itu telah diperkuat.
Karena Roh dalam 1:4 adalah Roh Allah yang telah diperkuat, Roh itu disebut ketujuh Roh itu. Tak diragukan, ketujuh Roh itu adalah Roh Allah, sebab disejajarkan dengan Allah Tritunggal dalam ayat 4 dan 5. Kita tidak bisa memahami Alkitab menurut pikiran alamiah kita yang terbatas. Menurut pandangan kita, kata “tujuh Roh” menunjukkan tujuh roh individu. Tetapi bukan itu maksudnya. Angka tujuh di sini bukan ditujukan kepada tujuh roh yang berbeda, melainkan satu Roh yang diperkuat tujuh kali lipat.
Tujuh merupakan angka yang lengkap dalam pergerakan zaman (dispensasi) Allah, sedang dua belas merupakan angka yang lengkap dalam administrasi kekal Allah. Misalnya, Allah menciptakan bumi selama enam hari ditambah satu hari Sabat. Selain itu, ada tujuh zaman dalam Alkitab. Untuk pergerakan Allah hari ini, gereja mempunyai angka tujuh. Dalam Kitab Wahyu terdapat tujuh meterai, tujuh sangkakala, dan tujuh cawan untuk pergerakan zaman (dispensasi) Allah. Jadi, Roh tujuh kali lipat adalah Roh yang telah diperkuat dalam pergerakan Allah hari ini. Ia adalah ketujuh Roh Allah bagi pergerakan Allah.
Karena “tujuh” adalah angka lengkap dalam pekerjaan Allah, maka tujuh Roh pasti untuk pergerakan Allah di bumi. Dalam hakiki dan eksistensi-Nya, Roh Allah adalah satu; dalam fungsi yang diperkuat dari pergerakan Allah, Roh Allah adalah tujuh kali lipat. Ini seperti kaki pelita dalam Zakharia 4:2, dalam eksistensinya adalah satu kaki pelita, tetapi dalam fungsinya adalah tujuh pelita. Ketika Yohanes menulis Kitab Wahyu, gereja sudah merosot dan zaman pun gelap. Sebab itu, pergerakan dan pekerjaan Allah di bumi memerlukan Roh Allah yang diperkuat tujuh kali lipat. Kita tahu ada bola lampu yang memiliki 3 daya pijar, dengan tiga macam tingkat penerangan. Bila kita membutuhkan penerangan sedikit, tombolnya kita putar ke angka 1, bila kita ingin lebih terang lagi, kita memutar tombolnya ke angka 2 atau 3. Demikian juga ketujuh pelita pada kaki pelita mempunyai terang yang diperkuat tujuh kali. Dalam keempat Injil, Roh Allah adalah satu, karena saat itu tidak perlu terlalu banyak terang. Akan tetapi, setelah gereja merosot, dan zaman menjadi sangat gelap, diperlukan Roh Kudus yang diperkuat tujuh kali. Demikianlah, satu Roh Allah menjadi Roh tujuh kali lipat. Dalam eksistensi-Nya, Roh Kudus, seperti kaki pelita dalam Kitab Zakharia, adalah satu, tetapi dalam fungsinya Roh Kudus itu tujuh.
B. Ketujuh Mata Anak Domba
Ketujuh Roh Allah adalah ketujuh mata Anak Domba (5:6; Za. 3:9; 4:10). Mata adalah untuk pergerakan. Jika kita buta, kita sulit bergerak. Dalam pergerakan Allah hari ini, Kristus sebagai Anak Domba Allah mempunyai tujuh mata. Ketujuh mata Anak Domba juga untuk mengamati, melihat, dan menyalurkan. Sewaktu saya memandang seseorang, sesuatu yang berasal dari dalam saya mengalir ke dalamnya. Kita sering berkata tentang saling mengasihi; tetapi bagaimanakah Anda tahu seseorang mengasihi Anda? Kasih tersalur melalui mata. Jika Anda memandang saya dengan pandangan penuh kasih, Anda akan mengalirkan kasih Anda ke dalam saya. Bila Kristus memandang kita dengan ketujuh mata-Nya, mula-mula kita akan merasa ngeri. Namun, akhirnya ketujuh mata itu akan mengalirkan unsur Kristus ke dalam kita.
Roh Kudus hari ini adalah ketujuh mata Kristus. Banyak orang Kristen mendebat, mengatakan bahwa Roh Kudus Allah terpisah dari Kristus; tetapi Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus adalah mata Kristus. Apakah Anda menganggap mata Anda berada di luar diri Anda? Lucu benar kalau begitu. Bila saya memandang mata Anda, berarti saya memandang Anda; dan bila Anda memandang saya dengan mata Anda, berarti Anda memandang saya. Mata seseorang mengekspresikan orang itu. Mengatakan Roh Kudus terpisah dari Kristus tidaklah sesuai dengan wahyu murni Alkitab. Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa mata seseorang terpisah dari orang itu sendiri? Hal ini tidak perlu diperdebatkan. Kita telah tampak bahwa Alkitab mengatakan Roh Allah hari ini adalah mata Kristus. Ini tidak lain menunjukkan bahwa Roh itu adalah Kristus. Mata saya adalah saya. Bila saya memandang Anda, mata saya terarah kepada Anda. Jika saya tidak mempunyai mata, saya tidak mungkin memandang Anda. Jadi, Roh itu, mata Kristus, tidak terpisah dari Kristus. Ia adalah mata Kristus yang memandang kita. Pengalaman kita membuktikan hal ini. Hari demi hari, kita merasakan Seseorang memandangi kita. Orang itu adalah Roh itu, yang adalah Kristus itu sendiri. Jika Roh itu bukan Kristus, kita akan merasakan ada dua persona, yaitu Roh itu dan Kristus, yang memandangi kita. Mengatakan Roh itu terpisah dari Kristus, berarti mencongkel mata Kristus dan memisahkan mata itu dari Kristus. Mengatakan Roh itu terpisah dari Kristus dan Kristus bukan Roh itu tidaklah Alkitabiah. Sama seperti kita dan mata kita adalah satu, demikian pula Kristus dan Roh itu adalah satu. Kristus kita bukanlah Kristus yang buta. Ia adalah Kristus dengan tujuh mata. Sering kali Ia menyalurkan unsur-Nya ke dalam kita. Pada saat lainnya, Ia mengamati kita seperti kilatan cahaya, kata-Nya, “Apa yang sedang kaulakukan? Apakah engkau bertengkar dengan suamimu? Berhentilah!” Pernahkah Anda mengalami hal yang demikian? Hari demi hari kita mengalami pengamatan, penelitian, dan penyaluran Kristus ini. Pengamatan, penelitian, dan penyaluran ini berlangsung melalui mata-Nya. Mata-Nya adalah Roh itu, dan Roh itu tidak lain adalah diri-Nya sendiri. Jika Anda tidak percaya hal ini, Anda akan kehilangan berkat ini.
C. Tujuh Obor Menyala-nyala di Hadapan Takhta Allah
Ketujuh mata itu juga adalah ketujuh obor yang menyala-nyala di hadapan takhta Allah (4:5; Za. 4:2). Ini sulit dipahami. Kristus melaksanakan administrasi Allah melalui bersinarnya ketujuh obor itu. Demikian pula dalam gereja hari ini. Bila Kristus melihat dan memeriksa kita, Ia menyinari kita dan melaksanakan administrasi Allah. Sering kali, ketika penatua-penatua di dalam gereja mendiskusikan berbagai perkara, mereka merasakan bahwa ketujuh obor menyinari mereka. Itulah pelaksanaan administrasi Allah oleh Kristus melalui bersinarnya ketujuh obor itu.
D. Diutus ke Seluruh Bumi
Ketujuh Roh Allah telah diutus ke seluruh bumi (5:6). Ke mana pun kita pergi, ketujuh mata itu akan mengikuti kita. Sebenarnya, mereka mendahului kita dan menunggu kita di tempat tujuan kita. Banyak orang saleh terkasih yang merasa tidak senang dengan gereja di suatu tempat, lalu pergi ke tempat lain. Mereka mengira akan jauh lebih baik bila berada di tempat lain. Tetapi begitu mereka tiba di tempat yang baru, mereka menemukan Roh itu sedang menunggu mereka di sana. Beberapa di antara kita telah pergi ke tempat-tempat yang tidak seharusnya dikunjungi, dan sewaktu tiba di sana, segera disambut oleh Roh itu, kata-Nya, “Kembalilah. Janganlah tinggal di sini.” Hari ini Roh itu telah diutus ke seluruh bumi. Kini Ia memenuhi setiap ujung bumi ini. Itulah Roh Allah Tritunggal yang ajaib itu.
IV. PUTRA
Setelah mempelajari Kitab Wahyu berulang-ulang, saya menemukan bahwa kitab ini memuat dua puluh enam butir tentang apa adanya Putra. Karena abjad terdiri dari dua puluh enam huruf, kita dapat mengatakan bahwa Kristus adalah setiap huruf dari A sampai Z. Ia berguna untuk menyusun kata apa saja. Apakah Anda ingin membentuk kata terang? Ia adalah t, e, r, a, n, dan g. Apakah Anda ingin membentuk kata kasih? Ia adalah k, a, s, i, dan h. Dengan Kristus kita bisa menyusun segala perkara yang positif. Setelah kita memiliki kata-kata, kita mempunyai kalimat, alinea, dan pasal; dan karena kita memiliki pasal, kita memiliki seluruh Alkitab. Seluruh Alkitab tersusun dari Kristus. Baiklah kita sekarang dengan ringkas membahas satu per satu kedua puluh enam aspek Kristus yang terdapat dalam Kitab Wahyu.
a. Yesus Kristus
Putra adalah Yesus Kristus. Yesus adalah Yehova Juruselamat; dan Kristus adalah Yang Diurapi Allah untuk melaksanakan ekonomi Allah.
b. Saksi yang Setia
Putra adalah Saksi yang setia (1:5; 3:14). Ia adalah Saksi Allah. Sekalipun Ia adalah Allah, Ia juga adalah Saksi Allah. Tanpa Dia, kita tidak akan dapat memahami, melihat, atau memperoleh Allah. Allah dipersaksikan oleh-Nya.
c. Yang Pertama Bangkit dari antara Orang Mati
Putra adalah yang Pertama bangkit dari antara orang mati (1:5). Dalam alam semesta, Allah mempunyai dua penciptaan: penciptaan oleh pekerjaan-Nya yang pertama dan penciptaan oleh pekerjaan-Nya yang kedua. Kita semua mengetahui penciptaan Allah yang pertama, tetapi tidak banyak di antara kita yang mengenal penciptaan-Nya yang kedua. Pekerjaan Allah yang kedua adalah kebangkitan. Pertama-tama, Allah menciptakan semua benda yang ada; kedua, Ia membangkitkan sebagian dari segala yang ada ini dan membawa mereka ke dalam suatu ruang lingkup yang lain, yaitu ruang lingkup kebangkitan. Kita berada dalam penciptaan Allah yang pertama atau yang kedua? Sementara tubuh kita tetap berada dalam penciptaan Allah yang pertama, roh kita berada dalam penciptaan-Nya yang kedua. Roh kita telah dilahirkan kembali. Ini berarti roh kita telah diciptakan kembali. Karena itu, roh kita milik ciptaan Allah yang kedua. Dalam kedua penciptaan Allah, Kristus adalah yang pertama. Kolose 1:15 mengatakan bahwa Kristus adalah yang sulung di antara semua ciptaan, dan dalam Wahyu 1:5 dikatakan bahwa Ia adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati. Ia yang pertama dibangkitkan dari antara orang mati, dan kita akan mengikuti-Nya. Di sini, ungkapan “yang pertama bangkit dari antara orang mati” menunjukkan penciptaan Allah dalam kebangkitan. Ini menunjukkan suatu permulaan baru. Dalam penciptaan Allah yang pertama ada suatu permulaan, dan dalam penciptaan Allah yang kedua, dalam kebangkitan, juga ada satu permulaan yang lain. Sewaktu kita dilahirkan kembali, kita mengalami satu permulaan baru dalam penciptaan Allah yang kedua.
d. Yang Berkuasa atas Raja-raja Bumi ini
Putra adalah yang berkuasa atas raja-raja bumi ini (1:5). Sekalipun orang-orang Komunis menentang Kristus, mereka menggunakan kalender-Nya tanpa menyadari apa yang sedang mereka perbuat. Menurut sejarah, Anda tunduk kepada orang yang kalendernya Anda pakai. Jika seseorang menggunakan kalender seorang raja, berarti ia berada di bawah kekuasaan raja itu. Demikian juga, orang Komunis berada di bawah Yesus Kristus, karena mereka menggunakan kalender-Nya. Mereka menyebutnya kalender internasional, tetapi sebenarnya itu adalah kalender Kristus. Dengan demikian, mereka secara tidak sadar mengakui bahwa Ia adalah Penguasa mereka. Dalam alam semesta, ada satu Penguasa tunggal. Semua manusia hari ini menggunakan kalender Kristus dan berada di bawah pemerintahan-Nya. Semua orang di bumi adalah umat-Nya, dan Ia adalah Penguasa atas semua bangsa. Boleh jadi Yesus berkata kepada orang-orang Komunis, “Kalian menentang-Ku, tetapi Aku akan membuat kalian menjadi umat-Ku. Aku akan membuat kalian memakai kalender-Ku, dan kalian tidak akan mempunyai pilihan selain berada di bawah kekuasaan-Ku. Aku adalah Penguasa satu-satunya atas bumi ini.”
e. Anak Allah
Putra adalah Anak Allah (2:18). Sebagai Anak Allah, Ia adalah Allah itu sendiri. Ia adalah Allah sejati dengan sifat ilahi-Nya.
f. Anak Manusia
Putra juga adalah Anak Manusia (1:13). Sebagai Anak Manusia, Ia adalah manusia sejati yang memiliki sifat insani. Ia adalah Allah pun manusia sejati.
g., h., dan i. Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Alfa dan Omega
Putra adalah Yang Awal dan Yang Akhir (1:17; 2:8; 22:13), Yang Pertama dan Yang terkemudian (22:13), serta Alfa dan Omega (22:13). Semasa muda, saya dirisaukan dengan istilah ini. Saya kira semuanya ini hanya merupakan pengulangan belaka, yaitu permulaan sama dengan yang awal atau Alfa; dan akhir sama dengan yang terkemudian atau Omega. Tetapi sesungguhnya ini bukan soal pengulangan, melainkan soal aspek yang berbeda-beda. Sebagai yang awal belum tentu berarti Anda juga menjadi yang terakhir. Sebagai yang awal berarti Anda adalah yang pertama, dan sebelum Anda tidak ada yang lain. Akan tetapi, sebagai permulaan tidak hanya berarti Andalah yang pertama, tetapi juga berarti Anda telah memulai sesuatu. Lalu apa bedanya Alfa dengan permulaan? Suatu hal boleh jadi telah dimulai, tetapi mungkin saja hal itu tidak pernah ada isinya atau kelanjutannya. Sebagai Alfa dan Omega berarti Anda adalah isi dan kelanjutan yang lengkap. Karena Kristus adalah Alfa dan Omega, yaitu huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani, berarti Ia adalah setiap huruf dalam abjad itu. Yang awal dan yang akhir hanya menunjukkan yang pertama dan yang terakhir tanpa menunjukkan permulaan atau akhir. Untuk menjadi Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Anda harus mengambil tindakan tertentu. Kristus bukan saja yang awal, tetapi juga yang pertama, yang pertama dari ekonomi Allah dan pekerjaan Allah. Pekerjaan Allah dimulai dan diakhiri dengan Kristus. Kristus juga adalah isi dan kelanjutan pekerjaan Allah, karena Ia bukan hanya yang pertama dan yang terkemudian, tetapi juga Alfa dan Omega. Dengan kata lain, Putra, Yesus Kristus, adalah segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, yang pertama dan yang terkemudian dari pekerjaan Allah, dan isi serta kelanjutan dari pekerjaan Allah. Karena huruf Yunani dari Alfa sampai Omega meliputi semua huruf dalam abjad Yunani, kita boleh mengatakan bahwa Kristus adalah setiap huruf yang bisa kita pakai untuk menyusun kata-kata, kalimat, alinea, pasal, dan kitab. Haleluya. Ia adalah segala sesuatu.
j. Yang Hidup
Putra, Yang almuhit, adalah Yang Hidup (1:18). Ia telah mati, bangkit kembali, dan hidup untuk selama-lamanya.
k. Yang Kudus
Yang hidup itu juga adalah Yang Kudus (3:7). Yang memiliki sifat kudus Allah yang menguduskan.
l. Yang Benar
Kristus juga adalah Yang Benar (3:7), Yang sejati dan riil dalam segala hal.
m. Yang Setia
Dalam 19:11 kita tampak Kristus adalah Yang Setia, Yang patut kita percayai.
n. Amin
Putra juga adalah Amin (3:14). Istilah Amin mempunyai berbagai arti: realitas, ya, jadilah, dan sebagainya. Sebagai Amin, Ia mempunyai arti yang lebih banyak daripada yang bisa kita utarakan. Tiga belas tahun yang lalu, saya diundang ke sebuah perhimpunan di Tyler, Texas. Dalam sidang itu saya agak berhati-hati, tidak berani mengatakan, “Amin”, dengan suara keras. Pada akhir dari beberapa doa, dengan perlahan saya berkata, “Amin.” Tak lama kemudian seseorang menghampiri saya dan berkata, “Saudara Lee, mungkin Anda tidak mengetahui kebiasaan di daerah ini. Dalam kebaktian seperti ini, Anda harus tenang.” Dalam batin saya berkata, “Tempat yang paling sunyi adalah kuburan. Kalian mencoba membuat kebaktian kalian menjadi suatu kuburan.” Salahkah kita mengatakan, “Amin”? Itu sama dengan kita menyeru nama Tuhan. Bila kita mengatakan, “Amin”, berarti kita berseru, “O, Tuhan Yesus.” Baiklah kita semua belajar mengatakan, “Amin!”
o. Permulaan dari Ciptaan Allah
Dalam 3:14 kita diberi tahu bahwa Putra adalah permulaan (LAI: sumber) dari ciptaan Allah. Ini merupakan konsepsi yang penting. Para penerjemah dibingungkan oleh ayat ini. Sebagian berkata bahwa Kristus adalah pemulai, bukan permulaan. Akan tetapi, maknanya di sini bukan pemulai, melainkan permulaan. Kristus adalah permulaan dari tindakan Allah dalam menciptakan alam semesta.
p. dan q. Tunas dan Keturunan Daud
Putra adalah tunas dan keturunan Daud (5:5; 22:16). Ini berarti Ia adalah akar juga cabang Daud. Sekali lagi, di sini kita melihat Kristus adalah segala sesuatu. Sebagai akar, Ia adalah yang awal, permulaan, Alfa; dan sebagai cabang, Ia adalah yang akhir, terkemudian, dan Omega.
r. dan s. Singa Suku Yehuda dan Anak Domba
Seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, Kristus, Putra, adalah Singa dari suku Yehuda (5:5) dan Anak Domba (5:6; 21:23; 22:1). Ia adalah Singa-Anak Domba. Terhadap musuh, Ia adalah Singa; terhadap kita, kaum tebusan, Ia adalah Anak Domba yang terkasih, yang indah.
t. dan u. Raja Segala Raja, dan Tuan di Atas Segala Tuan
Putra adalah Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan (19:16). Raja segala raja ditujukan kepada kekuasaan-Nya, sedang Tuan di atas segala tuan ditujukan kepada kekepalaan-Nya. Ia adalah kuasa dan Kepala alam semesta.
v. Firman Allah
Putra adalah Firman Allah (19:13), ekspresi Allah. Karena Kristus adalah Firman, Ia dan Alkitab adalah satu. Jangan membaca Alkitab Anda tanpa membaca Dia, dan jangan berhubungan dengan Alkitab tanpa berhubungan dengan-Nya. Sewaktu kita membaca Alkitab, kita harus memahami bahwa Ia adalah Firman Allah.
w. Bintang Timur (Bintang Pagi)
Dalam 22:16 kita tampak bahwa Putra adalah bintang timur. Dalam Maleakhi 4:2, Ia diwahyukan sebagai matahari, tetapi di sini Ia diwahyukan sebagai bintang timur. Sebagai matahari, Ia terutama dikaitkan dengan umat manusia di bumi, tetapi sebagai bintang timur, Ia dikaitkan dengan kaum beriman yang berjaga-jaga menantikan-Nya. Terhadap orang-orang yang berjaga-jaga dan menantikan kembali-Nya, Tuhan akan menampilkan diri sebagai bintang timur. Sekalipun saya ingin melihat-Nya sebagai matahari, tetapi sekarang saya menantikan-Nya untuk melihat-Nya sebagai bintang timur. Kita semua mengasihi-Nya sebagai bintang timur, dan Ia akan menampakkan diri kepada kita secara demikian.
x. Lampu
Dalam 21:23 Kristus diwahyukan sebagai lampu yang memiliki Allah sebagai terang. Terang merupakan hakiki satu-satunya dari lampu itu, dan lampu menyinarkan terang. Allah adalah hakiki Kristus, dan Kristus memancarkan Allah.
y. Suami
Dalam 21:2, kita tampak bahwa Yerusalem Baru adalah istri Kristus. Ini berarti Kristus adalah Suami yang mengambil umat tebusan Allah sebagai istri-Nya.
z. Malaikat Lain
Terakhir, Kristus adalah Malaikat lain (7:2; 8:3; 10:1; 18:1) yang diutus Allah untuk melaksanakan amanat Allah. Dalam Perjanjian Lama, Kristus berulang-ulang disebut sebagai Malaikat TUHAN (Kej. 22:11-12; Kel. 3:2-6; Hak. 6:11-24; Za. 1:11-12; 2:8-11; 3:1-7), datang untuk memelihara umat Allah bagi penggenapan rencana-Nya. Sekarang, dalam kitab ini Ia adalah Malaikat lain yang diutus Allah untuk melaksanakan tujuan Allah.
Jika kita menjajarkan kedua puluh enam butir di atas, kita akan mempunyai satu visi yang jelas tentang siapakah Putra itu. Bapa dan Roh itu adalah satu dengan Putra. Tanpa demikian banyak butir dari sang Putra, Bapa tak akan bisa diekspresikan secara memadai, dan Roh itu pun tidak akan dapat diekspresikan demikian banyak.